I'm Dhirizha

Blog mahasiswa Universitas Brawijaya

Standar Taman Kota

TAMAN KOTA MASA KINI

Penghijauan perkotaan yaitu menanam tumbuh-tumbuhan sebanyak-banyaknya di halaman rumah atau di lingkungan sekitar rumah maupun di pinggir jalan, apakah itu berbentuk pohon, semak, perdu, rumput atau penutup tanah lainnya, di setiap jengkal tanah yang kosong yang ada dalam kota dan sekitarnya, sering disebut sebagai ruang terbuka hijau (RTH). RTH sangat penting, mengingat tumbuh-tumbuhan mempunyai peranan sangat penting dalam alam, yaitu dapat dikategorikan menjadi fungsi lansekap (sosial dan fisik), fungsi lingkungan (ekologi) dan fungsi estetika (keindahan). Berdasarkan kepada fungsi utama RTH dapat dibagi menjadi Pertanian perkotaan, Taman Kota, dan Hutan kota.

Keberadaan suatu taman di sebuah perkotaan merupakan suatu hal yang sangat penting. Peranan sebuah taman kota jangan hanya dipandang sebagai hiasan kota saja, namun perlu kita pahami lebih dalam apa makna dari taman itu sendiri dan apa fungsinya. Apa perlunya dibuat taman di sebuah kota? Bagaimana keberadaan taman di tengah-tengah kesibukan masyarakatnya?

Standar Taman Kota

Taman kota merupakan suatu kawasan ruang terbuka hijau di wilayah perkotaan, lengkap dengan segala fasilitasnya untuk kebutuhan masyarakat kota sebagai tempat rekreasi. Di samping sebagai tempat rekreasi warga kota, sebagai paru-paru kota, juga sebagai pengendali iklim mikro, konservasi tanah dan air, serta merupakan habitat berbagai flora dan fauna, terutama burung. Menurut saya, kota yang nyaman untuk ditinggali adalah kota yang didalamnya terdapat cukup ruang bagi tumbuhan, tanaman, atau vegetasi yang dapat memberikan manfaat bagi orang yang tinggal di dalamnya, baik itu untuk keindahan maupun interaksi sosial.

Mengenai seberapa luasan minimal untuk sebuah taman, tidak ada patokannya. Pada umumnya standar luasan taman dalam kota bervariasi tergantung dari kondisi kota itu sendiri. Besaran taman kota secara fisik sangat dipengaruhi oleh topografi, luasan area kota, jumlah penduduk, kebiasaan sosial masyarakat dan kebijakan pemerintah setempat. Di Malaysia ditetapkan bahwa standar pemenuhan kebutuhan tamannya adalah 1,9 m2/orang, sementara di Jepang minimal 5 m2/orang. Ada yang berpendapat 7-11,5 m² per orang, ada juga yang berdasar pada luas dan jarak jangkauan dari tempat tinggal. Ada taman kecil yang luasnya kurang dari 2 ha yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki dari lingkungan rumah. Taman menengah luasnya 20 ha yang terletak 1,5 km dari perumahan dan taman besar yang luasnya minimal 60 ha dengan jarak 8 km dari rumah. Bagaimana dengan di Indonesia sendiri? Nampaknya di Indonesia belum dibuat patokan mengenai luasan minimal taman. Mengingat betapa pentingnya fungsi taman kota, maka tentunya harus selalu diupayakan pembuatan taman kota yang multi fungsi baik berkaitan dengan fungsi hidrologis, ekologi, kesehatan, estetika dan rekreasi.

Fungsi Taman Kota

Sebuah taman tentunya tidak dibuat asal-asalan dan tanpa fungsi atau tujuan. Berikut ini adalah fungsi dari taman kota yang saya dapatkan:

1. Fungsi hidrologi

Taman perkotaan yang merupakan lahan terbuka hijau, dapat berperan dalam membantu fungsi hidrologi dalam hal penyerapan air dan mereduksi potensi banjir. Pepohonan melalui perakarannya yang dalam mampu meresapkan air ke dalam tanah, sehingga pasokan air dalam tanah (water saving) semakin meningkat dan jumlah aliran limpasan air juga berkurang yang akan mengurangi terjadinya banjir. Diperkirakan untuk setiap hektar ruang terbuka hijau, mampu menyimpan 900 m3 air tanah per tahun. Sehingga kekeringan sumur penduduk di musim kemarau dapat diatasi.

2. Fungsi Kesehatan

Taman yang penuh dengan pohon sebagai jantungnya paru-paru kota merupakan produsen oksigen yang belum tergantikan fungsinya. Peran pepohonan yang tidak dapat digantikan yang lain adalah berkaitan dengan penyediaan oksigen bagi kehidupan manusia. Setiap satu hektar ruang terbuka hijau diperkirakan mampu menghasilkan 0,6 ton oksigen guna dikonsumsi 1.500 penduduk perhari, membuat dapat bernafas dengan lega.

3. Fungsi Ekologis

Taman kota mempunyai fungsi ekologis, yaitu sebagai penjaga kualitas lingkungan kota. Bahkan rindangnya taman dengan banyak buah dan biji-bijian merupakan habitat yang baik bagi burung-burung untuk tinggal, sehingga dapat mengundang burung-burung untuk berkembang. Kicauan burung dipagi dan sore akan terdengar lagi.

Terkait dengan fungsi ekologis taman kota dapat berfungsi sebagai filter berbagai gas pencemar dan debu, pengikat karbon, pengatur iklim mikro. Pepohonan yang rimbun dan rindang, yang terus-menerus menyerap dan mengolah gas karbondioksida (CO2, SO2, O3, nNO2, CO, dan Pb) yang merupakan 80 persen pencemar udara kota , menjadi oksigen segar yang siap dihirup warga setiap saat. Kita sadari pentingnya tanaman dan hutan sebagai  paru-paru kota yang diharapkan dapat membantu menyaring dan menjerap polutan di udara, sehingga program penghijauan harus mulai digalakkan kembali. Dengan tereduksinya polutan di udara maka masyarakat kota akan terhindar dari resiko yang berupa kemandulan, infeksi saluran pernapasan atas, stres, mual, muntah, pusing, kematian janin, keterbelakangan mental anak- anak, dan kanker kulit. Kota sehat, warga pun sehat.

4. Fungsi Rekreasi

Taman dapat juga sebagai tempat berolah raga dan rekreasi yang mempunyai nilai sosial, ekonomi, dan edukatif. Tersedianya lahan yang teduh sejuk dan nyaman, mendorong warga kota dapat memanfaatkan sebagai sarana  berjalan kaki setiap pagi, olah raga dan bermain, dalam lingkungan kota yang benar-benar asri, sejuk, dan segar sehingga dapat menghilangkan rasa capek. Taman kota yang rindang mampu mengurangi suhu lima sampai delapan derajat Celsius, sehingga terasa sejuk.

5. Fungsi Estetika

Dengan terpeliharanya dan tertatanya taman kota dengan baik akan meningkatkan kebersihan dan keindahan lingkungan, sehingga akan memiliki nilai estetika. Taman kota yang indah, dapat juga digunakan warga setempat untuk memperoleh sarana rekreasi dan tempat anak-anak bermain dan belajar. Bahkan taman kota indah dapat mempunyai daya tarik dan nilai jual bagi pengunjung.

Elemen-elemen Taman Kota

Elemen-elemen yang sering kita jumpai di sebuah taman kota terdiri atas material landscape (vegetasi), material pendukung (Perkerasan), dan juga unsur non fisik keindahan:

Material Landscape atau Vegetasi

  • Pohon: Tanaman kayu keras dan tumbuh tegak, berukuran besar dengan percabangan yang kokoh. Yang termasuk dalam jenis pohon ini adalah asam kranji, lamtorogung, akasia, dan lainnya.
  • Perdu: Jenis tanaman seperti pohon terapi berukuran kecil, batang cukup berkayu tetapi kurang tegak dan kurang kokoh. Yang termasuk dalam jenis perdu adalah bougenvillle, kol banda, kembang sepatu, dan lainnya.
  • Semak: Tanaman yang agak kecil dan rendah, tumbuhnya melebar atau merambat. Yang termasuk dalam jenis semak adalah teh-tehan, dan lainnya.
  • Tanaman penutup tanah: Tanaman yang lebih tinggi rumputnya, berdaun dan berbunga indah. Yang termasuk dalam jenis ini adalah krokot, nanas hias dan lainnya.
  • Rumput: Jenis tanaman pengalas, merupakan tanaman yang persisi berada diatas tanah. Yang termasuk dalam jenis ini adalah rumput jepang, rumput gajah, dan lainnya.

Material Pendukung atau Elemen Keras.

  • Kolam: Kolam dibuat dalam rangka menunjang fungsi gedung atau merupakan bagian taman yang memiliki estetika sendiri. Kolam sering dipadukan dengan batuan tebing dengan permainan air yang menambah kesan dinamis. Kolam akan tampil hidup bila ada permainan air didalamnya. Taman dengan kolam akan mampu meningkatan kelembaban lingkungan sehingga dapat berfungsi sebagai penyejuk lingkungan.
  • Batuan: Batuan tidak baik bila diletakkan di tengah taman, sebaiknya diletakkan agak menepi atau pada salah satu sudut taman. Sebagian batu yang terpendam di dalam tanah akan memberi kesan alami dan terlihat menyatu dengan taman akan terlihat lebih indah bila ada penambahan koloni taman pada sela-sela batuan.
  • Gazebo: bangunan peneduh atau rumah kecil di taman yang berfungsi sebagai tempat beristirahat menikmati taman. Sedangkan bangku taman adalah bangku panjang yang disatukan dengan tempat duduknya dan ditempatkan digazebo atau tempat-tempat teduh untuk beristirahat sambil menikmati taman. Bahan pembuatan gazebo atau bangku taman tidak perlu berkesan mewah tetapi lebih ditekankan pada nilai keindahan, kenyamanan dalam suasana santai, akrab, dan tidak resmi. Gazebo atau bangku taman bisa terbuat dari kayu, bambu, besi atau bahan lain yang lebih kuat dan tahan terhadap kondisi taman. Atapnya dapat bermacam-macam, mulai dari genting, ijuk, alang-alang dan bahan lain yang berkesan tahan sederhana.
  • Jalan Setapak: Jalan setapak atau steppig stone dibuat agar dalam pemeliharaan taman tidak merusak rumput dan tanaman, selain itu jalan setapak berfungsi sebagai unsur variasi elemen penunjang taman.
  • Perkerasan: Perkerasan pada taman dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai macam bahan, seperti tegel, paving, aspal, batu bata, dan bahan lainnya. Tujuan perkerasan adalah untuk para pejalan kaki (pedestrian) atau sebagai pembatas.
  • Lampu Taman: Lampu taman merupakan elemen utama sebuah taman dan dipergunakan untuk menunjang suasana di malam hari. Lampu berfungsi sebagai penerang taman dan sebagai nilai eksentrik pada taman.

Unsur non fisik keindahan

  • Kesatuan dan keteraturan: adanya kesatuan dalam ide maupun dalam ekspresi fisik. Dimana semua unsur harus mempunyai hubungan satu dengan lain secara harmonis.
  • Skala: terdapat beberapa macam skala taman kota yakni skala ruang intim, skala ruang menumental, dan skala ruang kota.
  • Daya tarik: taman memiliki kesan mengundang secara permanen ke seluruh arah.

TUGU MONUMENT

Monumen Tugu terletak di Jl. Tugu di depan Alun-Alun Bunder atau Alun-alun lama Kota Malang. Alun-Alun ini sebenarnya adalah suatu bangunan yang mengandung nilai sejarah yang sangat tinggi sebagai bangunan peninggalan pemerintah Kolonial Belanda ketika mereka menjajah Indonesia. Monumen Tugu dalah bekas dari Taman Gubernur Jenderal Hindia Belanda J.P. Zoen Coen. Dikelilingi oleh Taman yang sangat indah dengan bunga-bunga teratai yang selalu mekar. Di samping taman ini terdapat banyak pohon-pohon Trembesi yang sangat tua umurnya.

Tempat yang merupakan pusat kota Malang (terletak di depan balai kota Malang) sering dijadikan tempat tujuan untuk melepas lelah. Banyak juga muda-mudi maupun orang tua bersama anak-anaknya bercengkerama di sini. Cukup indah dengan taman bunga dan kolam teratainya. Jika malam hari pun tetap sangat indah dengan lampu-lampunya yang sering menjadikan tempat ini menjadi objek foto bagi pelancong yang datang ke kota Malang.

Saat ini, di Monumen Tugu ini biasanya masyarakat melakukan aktivitas rekreasi atau sekedar berteduh di bawah pohon-pohon besar yang rindang, menikmati indahnya Monumen Tugu Malang dan melihat kolam serta bunga-bunga teratai yang bermekaran.

Adapun bentuk dan arti Monumen Tugu Kota Malang adalah :

1. Tugu monumen yang berbentuk bambu tajam berarti bahwa senjata inilah yang pertama kali digunakan bangsa Indonesia ketika merekamenghadapi Kolonialisme Belanda dan berusaha merebut kemerdekaannya.

2. Rantai yang mengambarkan kesatuan Indonesia dalam perjuangan yang tidak mungkin akan bisa dipisahkan.

3. Tangga yang berbentuk 4 dan 5 sudut menggambarkan tahun Kemerdekaan Republik Indonesia 1945.

4. Bintang mempunyai 8 tingkat dan 17 pondasi, berarti 17 Agustus. Menggambarkan tanggal dan bulan Kemerdekaan Indonesia.

5. Monumen ini terletak di tengah-tengah kolam yang di dalamnya terdapat Bunga Teratai yang berwarna putih dan merah.Melambangkan keberanian dan kesucian rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaan.

Galeri Foto Dhinna (Narsis mode on). . . ^^

 

Both comments and pings are currently closed.