Archive for the ‘ Consumer Behavior ’ Category

TUGAS 5

Nama : Deya Daniel Bagus A.

NIM : 0910220077

Tugas : Perilaku Konsumen

Dosen : Pak Nanang Suryadi

1. Pengaruh kelompok acuan terhadap minat beli

Dalam kehidupan sehari – hari kita tidak mungkin sendirian dalam melakukan sebuah kegiatan. Oleh karena itu kita butuh teman ataupun orang – orang lain untuk menemani kita, ahkirnya terjadilah kelompok – kelompok yang tumbuh didalam kehidupan kita karena kepentingan – kepentingan yang berbeda. Begitu pula dengan kelompok konsumen pemasaran, mereka juga membutuhkan sebuah kelompok untuk memilih sebuah produk. Salah satunya kelompok acuan. Kelompok acuan merupakan kelompok atau individu yang memiliki pengaruh secara langsung (tatap muka) atau tidak langsung terhadap sikap atau perilaku seseorang. Seorang anak sebagai konsumen akan memperoleh sosialisasi dan pengaruh baik dari anggota keluarga maupun teman-temannya, mereka akan mempengaruhi seorang anak dalam membeli produk dan jasa, dan pemilihan merek maupun selera terhadap suatu produk dan jasa. Jelas kelompok acuan ini mempunyai pengaruh yang besar ke masyarakat karena kelompok ini adalah kelompok terdekat dalam seseorang, contohnya keluarga.

Dari pandangan preferensi konsumen, Cowan et al. (1997) membagi menjadi tiga referensi grup yaitu peer group, contrast group dan inspirational group. Blackwell et al. (2001) membagi menjadi delapan tipe kelompok acuan diantaranya : primary, secondary, formal, informal, membership, inspirational, dissociative dan virtual group

Mengenai pengaruh dari tipe – tipe dari kelompok acuan, park dan lessig (1997) mengidentifikasi lagi menjadi empat ukuran penting. Pengaruh informasi didasarkan dari keinginan untuk membuat keputusan yang telah diinformasikan. Pengaruh kelompok Referensi yang bermanfaat dicerminkan melalui sebuah usaha untuk memenuhi sebuah keinginan dengan harapan dari orang lain untuk mendapatkan hadiah atau menghindari hukuman. Pengaruh ketiga adalah nilai yang ekspresif, dikarakteristikan dengan kebutuhan bagi asosiasi psikologi dengan seseorang atau kelompok dan dicerminkan dalam posisi ekspresi penerimaan oleh orang lain. Blackwell et al. (2001) juga mengusulkan tiga tipe primer dari pengaruh – pengaruh kelompok acuan yang akan mempengaruhi keputusan seseorang, perilaku orang, perilaku pembelian dan gaya hidup. Disamping pengaruh informasional dan pengaruh nilai ekspresif, pengaruh normatif terjadi ketika individu mengubah perilaku mereka atau kepercayaannya untuk menemukan harapan – harapan dari kelompok tersebut.

Semenjak Bearden dan Etzel (1982) telah menginvestigasi pengaruh kelompok dalam produk dan keputusan pembelian merk odengan cara menguji hubungan antara dua bentuk produk yang menarik perhatian dan tiga tipe dari pengaruh kelompok acuan . oleh karena itu, pengaruh sosial diadopsi dari intisari dari Park and Lessig (1997) dan Bearden and Etzel (1982) untuk dikembangkan kedalam hipotesis – hipotesis sebelumnya.

Berikut gambaran pengaruh kelompok acuan dalam keputusan membeli:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber :

A study on the influence of purchase intentions on repurchase decisions: the moderating effects of reference groups and perceived risks, Long-Yi Lin and Yeun-Wen Chen, Management Sciences Aletheia University, Taipei,Taiwan, 2009

2. Memetakan kelas sosial di indonesia untuk target pasar

Kelas sosial dalam keputusan pembelian sangat berpengaruh. Seseorang akan membeli produk dengan harga tinggi atau murah di pengaruhi oleh kelas sosial masing masing juga.

Kelas sosial adalah kelompok yang terbentuk berdasarkan tingkat pendapatan, status,  kekayaan, pendidikan, lingkungan tempat tinggal dan nilai mereka tentukan dengan indikator kesesuaian dengan tingkat pendapatan perbulan, pendidikan, dan prestise. Menurut kotler (2004:186), kelas sosial adalah pembagian masyarakat yang relatif dan permanen, yang tersusun secara hierarkis dan yang anggotanya menganut nilai-nilai, minat dan perilaku yang serupa.

Kelas-kelas sosial memiliki beberapa karateristik:

  1. Orang-orang dalam masing-masing kelas sosial cenderung untuk berperilaku yang  lebih mirip daripada orang-orang dari dua kelas sosial berbeda.
  2.  Orang-orang dipandang mempunyai posisi yang lebih tinggi atau rendah menurut kelas sosial mereka.
  3. Kelas sosial mereka ditandakan oleh sejumlah variabel, seperti pekerjaan, penghasilan, kekayaan, pendidikan, dan orientasi nilai, dan bukan oleh salah satu variabel, tunggal tertentu.
  4. Individu-individu dapat bergerak dari satu kelas sosial ke yang lain naik atau turun selama hidup mereka.

Menurut James F.Engel, Roger D.Blackwell dan Paul W.Miniard (1992:121), kelas sosial mengacu pada pengelompokan orang yang sama dalam perilaku mereka berdasarkan posisi ekonomi mereka didalam pasar. Keanggotaan kelas ada dan dapat dideskripsikan sebagai kategori statistik entah individu-individunya sadar atau tidak akan situasi mereka yang sama. Kelompok status mencerminkan suatu harapan akan komunitas gaya hidup dikalangan masing-masing  kelas dan juga estimasi sosial yang positif atau negatif mengenai kehormatan yang diberikan kepada masing-masing kelas.Pengertian akan perkembangan kelas sosial penting dalam memahami konsumsi karena dua alasan tambahan:

  1.  Konsumen menggunakan gaya hidup yang diisyaratkan didalam kelas orisinil mereka, walaupun orang bergerak naik atau uturun didalam struktur kelas.
  2. Gaya hidup kelas menengah atas cenderung merembes turun dan menjadi diterima secara umum oleh masyarakat.

Pembagian Kelas sosialMenurut Mangkunegara (1988:46) kelas sosial dalam hubungannya dengan perilaku konsumen dapat dikarateristikkan antara lain:

  1. Kelas sosial golongan atas memiliki kecenderungan membeli barang-barang mahal, membeli pada toko yang berkualitas dan lengkap, konservatif  dalam konsumsinya, barang-barang yang dibeli cenderung untuk dapat menjadi warisan bagi keluarganya.
  2. Kelas sosial golongan menengah cenderung membeli barang untuk menampakkan kekayaannya, membeli barang dengan jumlah banyak dan kualitasnya cukup memadai. Mereka berkeinginan membeli barang yang mahal dengan sistem kredit.
  3. Kelas sosial golongan rendah cenderung membeli barang dengan mementingkan kuantitas daripada kualitasnya. Mereka membeli barang untuk kebutuhan sehari-hari.

Menurut Pride dan Ferrel (1995:207) seseorang yang menilai orang lain tidak harus menerapkan semua kriteria dalam suatu masyarakat. Jumlah dan pentingnya faktor-faktor  yang dipilih bergantung pada ciri-ciri individu yang diurutkan dan nilai-nilai orang yang melakukan penilaian tersebut.

Berdasar kan uraian diatas kelas sosial terdiri atas 5 variabel antara lain:

  1. Pekerjaan   : merupakan sumber pencaharian yang dilakukan untuk mendapatkan  nafkah.
  2. Penghasilan: merupakan pendapatan atau uang yang diterima.
  3. Kekayaan : merupakan harta (benda) yang menjadi milik orang.
  4. Pendidikan : merupakan proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan  pelatihan, proses, perbuatan, cara mendidik.
  5. Prestise: merupakan wibawa (perbawa) berkenandengan prestasi atau kemampuan  seseorang

Proses keputusan pembelian

Pengenalan kebutuhan -> pencarian informasi -> evaluasi alternatif -> keputusan pembelian -> perilaku setelah membeli

Hubungan Kelas Sosial dengan Keputusan Pembelian

Kelas sosial mampu mempengaruhi keputusan pembelian terhadap suatau produk tertentu, menurut seorang pelayan apa yang telah diberikannya kepada konsumen dianggapnya baik, akan tetapi bagi konsumen itu dianggap kurang. Perbedaan persepsi ini akan mepengaruhi pembelian ulang dari konsumen. Seseorang yang merasa puas tentu akan melakukan pembelian ulang terhadap produk yang pernah dibelinya, tetapi seseorang yang merasa kurang puas tentu tidak akan melakukan pembelian ulang.

Kelas sosial sampai tingkat tertentu menetapkan jenis, mutu produk, dan jumlah produk yang dibeli dan dipergunakan seseorang. Kelas sosial juga mempengaruhi pola belanja seorang individu dan jenis toko yang dilangganinya. Iklan kadang-kadang didasari daya tarik untuk kelas sosial tertentu. (pride dan Ferrell, 1995:210)Sampai tingkat tertentu, orang-orang dari masing-masing kelas sosial cenderung memilki pola perilaku yang hampir sama daripada orang-orang dari kelas sosial yang berbeda. Mereka mungkin memiliki sikap, seperangkat nilai, pola bahasa, dan kepemilikan yang relatif mirip. Kelas sosial mempengaruhi banyak aspek dalam kehidupan. Karena begitu berkaitan dengan banyak aspek dalam kehidupan seseorang, kelas sosial juga berpengaruh terhadap keputusan-keputusan pembelian.

Berikut ini beberapa kelas sosial di Indonesia yang biasanya di petakan :

  • loyd Warner membagi pasar ke dalan enam kelas sosial, yaitu : (karakteristik Indonesia)
  1. Kelas A+ (atas-atas) pengeluaran perbulan > Rp 8.000.000,-
  2. Kelas A (atas-bawah)……………………………………   Rp 6.000.000,- sampai Rp 8.000.000,-
  3. Kelas B+ (menengah-atas)…………………………..   Rp 4.000.000,- sampai Rp 6.000.000,-
  4. Kelas B (menengah-bawah)………………………..   Rp 700.000,- sampai Rp 4.000.000,-
  5. Kelas C+ (bawah-atas)…………………………………    Rp 300.000,- sampai Rp 700.000,-
  6. Kelas C (bawah-bawah)……………………………… < Rp 300.000,-
  • Kombinasi antara income dan kelas dalam kelompok pekerjaan dapat juga dibagi dalam segmen sebagai berikut :
  1. A       = Upper Class
  2. B       = Higher Professional
  3. C1     = Lower Professional
  4. C2     = Skilled Non Professional
  5. D       = Manual Worker, Unskilled Labour
  6. E        = Pensioner, Low Waged, Unemployed

Sumber :

Mangkunegara, Anwar Prabu. 1998. Perilaku Konsumen. Bandung: PT Eresco

Pride, william M. Ferrel, OC. 1995. Pemasaran: Teori & Praktek sehari-hari. Terjemahan

Daniel Wijaya. Jilid I. Jakarta: Binarupa Aksara

Kotler, Philip. 1995.  Manajemen pemasaran: analisis, perencanaan, implementasi, dan

pengendalian. Terjemahan Ancella Anita Hermawan. Buku Satu. Jakarta: Salemba Empat

presentice-Hall.

Swastha, Basu dan Irawan. 2000a. Manajemen Pemasaran Modern. Yogyakarta: Liberty.

Engel, James F., Roger D. Blackwell dan Paul W.Miniard. 1994. Consumer Behaviour. Alih

Bahasa F.X.Budiyanto. Binarupa Aksara, Jakarta.

Kotler, Philip, 1997.  Marketing Management: Analysis, Planning, Implementation, and

Control. Diterjemahkan oleh Hendra Teguh dan Ronny A. Rusli, PT. Prenhallindo, Jakarta.

3. Perbedaan  Budaya Indonesia Dulu dan Sekarang, Serta Pandangan Saya Sebagai Orang Indonesia

Budaya juga mempunyai pengaruh khusus dalam keputusan seseorang dalam membeli. Di Indonesia budaya sangat mudah mengalami proses penggabungan budaya. Dari jaman aninisme, dinamisme, agama Budha, Hindu, Islam, Kristen dan Khatolik kebudayaan mengalami beberapa proses perubahan dari waktu ke waktu.

Berikut perubahan perubahan yang terjadi dalam bidang sosial budaya selama dari dulu sampai sekarang:

Budaya Indonesia

Kebudayaan Indonesia dapat didefinisikan sebagai seluruh kebudayaan lokal yang telah ada sebelum bentuknya Indonesia pada tahun 1945. Seluruh kebudayaan lokal yang berasal dari kebudayaan beraneka ragam suku-suku di Indonesia merupakan bagian integral daripada kebudayaan Indonesia.

Walaupun kebudayaan Indonesia beraneka ragam, namun pada dasarnya terbentuk dan dipengaruhi oleh kebudayaan besar lainnya seperti kebudayaan Tionghoa, kebudayaan India, dan kebudayaan Arab. Kebudayaan India terutama masuk dari penyebaran agama Hindu dan Buddha di Nusantara jauh sebelum Indonesia terbentuk. Kerajaan-kerajaan yang bernafaskan agama Hindu dan Budha sempat mendominasi Nusantara pada abad ke-5 Masehi ditandai dengan berdirinya kerajaan tertua di Nusantara, yaitu Kutai sampai pada penghujung abad ke-15 Masehi.

Kebudayaan Tionghoa masuk dan mempengaruhi kebudayaan Indonesia karena interaksi perdagangan yang intensif antara pedagang-pedagang Tionghoa dan Nusantara (Sriwijaya). Selain itu, banyak pula yang masuk bersama perantau-perantau Tionghoa yang datang dari daerah selatan Tiongkok dan menetap di Nusantara. Mereka menetap dan menikahi penduduk lokal dan menghasilkan perpaduan kebudayaan Tionghoa dan lokal yang unik. Kebudayaan seperti inilah yang kemudian menjadi salah satu akar daripada kebudayaan lokal modern di Indonesia seperti kebudayaan Jawa dan Betawi.

Sistem Kepercayaan / Religi

Di Indonesia terdiri dari lima agama besar, yaitu: Islam, Protestan, Katolik, Hindu, dan Budha. Agama di Indonesia memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat. Hal ini dinyatakan di dalam ideologi bangsa Indonesia, Pancasila: “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Sejumlah agama di Indonesia berpengaruh secara kolektif terhadap politik, ekonomi dan budaya. Di tahun 1998, kira-kira 88% dari 222 juta penduduk Indonesia adalah pemeluk Islam, 5% Protestan, 3% Katholik, 2% Hindu, 1% Buddha, dan 1% kepercayaan lainnya. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa penganut agama Islam di Indonesia lebih mendominasi daripada keempat agama yang lain.

Dalam UUD 1945 dinyatakan bahwa “tiap-tiap penduduk diberikan kebebasan untuk memilih dan mempraktikkan kepercayaannya” dan “menjamin semuanya akan kebebasan untuk menyembah, menurut agama atau kepercayaannya”. Pemerintah secara resmi hanya mengakui lima agama, yakni Islam, Protestan, Katolik, Hindu, dan Budha.

Dengan banyaknya agama atau aliran kepercayaan yang ada di Indonesia, konflik antar agama sering kali tidak terelakkan. Bukan berarti bahwa selalu terjadi penekanan terhadap agama lain. Namun hal ini mulai berkurang semenjak demokrasi di Indonesia mulai ditegakkan. Lebih dari itu, kepemimpinan politis Indonesia memainkan peranan penting di dalam hubungan antar kelompok maupun golongan. Program transmigrasi secara tidak langsung telah menyebabkan sejumlah konflik di wilayah timur Indonesia. Tapi, satu hal yang sangat menonjol yaitu bahwa kebebasan sangat dijunjung tinggi dalam hal ini. Semuanya hidup secara damai. Inilah yang membuat bangsa Indonesia terkenal dengan keanekaragamannya.

Ekonomi Dan Mata Pencaharian

Tidak dapat dipastikan secara keseluruhan apakah Indonesia mengadaptasi sistem ekonomi kapitalis secara keseluruhan atau tidak pada masa orde lama. Namun, berdasarkan beberapa pasal yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan dalam beberapa pasal dalam Undang-Undang dapat disimpulkan bahwa Indonesia menggunakan sistem perpajakan dengan nilai pajak yang cukup tinggi, dan pemerintah masih ikut campur tangan ke dalam beberapa kegiatan produksi yang berpengaruh bagi masyarakat banyak dan yang mungkin mengakibatkan ketidakstabilan ekonomi negara. Ini menandakan bahwa Indonesia tidak seutuhnya mengadaptasi sistem ekonomi kapitalis, namun juga memadukannya dengan prinsip-prinsip dari dasar negara Indonesia, yaitu Pancasila.

Berdasarkan beberapa sumber, Indonesia pernah menggunakan sistem ekonomi uang dan sewa tanah serta perpajakan, dimulai sejak kedatangan Inggris ke Indonesia pada awal abad ke-19 dengan Raffles sebagai gubernur jenderalnya. Oleh itu, Indonesia hanya perlu mengadaptasi dan memperbaiki sistem yang sudah ada.

Sistem ekonomi Indonesia juga didukung dengan diluncurkannya Oeang Repoeblik Indonesia (ORI) yang menjadi mata uang pertama Republik Indonesia, selanjutnya berganti menjadi Rupiah.

Ekonomi Indonesia mengalami kemunduran pada akhir tahun 1990-an akibat krisis ekonomi yang melanda sebagian besar Asia pada saat itu. Ekonominya kini telah lumayan stabil saat ini. Indonesia mempunyai sumber daya alam yang besar di luar Jawa, termasuk minyak mentah, gas alam, timah, tembaga, dan emas. Indonesia pengekspor gas alam terbesar kedua di dunia, meski akhir-akhir ini ia telah mula menjadi pengimpor bersih minyak mentah. Hasil pertanian yang utama termasuk beras, teh, kopi, rempah-rempah, dan karet.

Rekan perdagangan terbesar Indonesia yaitu Jepang, Amerika Serikat dan negara-negara jirannya yaitu Malaysia, Singapura dan Australia.

Meski kaya akan sumber daya alam dan manusia, Indonesia masih menghadapi masalah besar dalam bidang kemiskinan yang sebagian besar disebabkan oleh korupsi yang merajalela dalam pemerintahan.

Berbicara mengenai mata pencaharian, umumnya mata pencaharian masyarakat Indonesia saat ini bergelut di bidang kesenian, hukum, kedokteran, militer, dagang, pariwisata, pasar modal, dan lain-lain. Tetapi dengan banyaknya mata pencaharian tersebut bukan berarti bahwa bangsa Indonesia telah terlepas dari pengangguran dan kemiskinan. Masih banyak masyarakt Indonesia yang berada di dalam lingkaran pengangguran dan di bawah garis kemiskinan.

Bahasa Dan Kesenian

Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi dan bahasa persatuan Republik Indonesia yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar RI 1945, Pasal 36 dan tersirat dalam Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Bahasa ini diresmikan pada tahun 1945, tepat pada masa kemerdekaan bangsa Indonesia. Meski demikian, tidak banyak dari penduduk Indonesia yang menggunakannya sebagai bahasa Indonesia sebagai bahasa sehari-hari karena masyarakat lebih suka menggunakan bahasa daerahnya. Bahasa Indonesia sendiri adalah sebuah dialek bahasa Melayu yang menjadi bahasa resmi Republik Indonesia tapi telah mengalami banyak perubahan dan penyempurnaan.

Bahasa Indonesia merupakan bahasa dinamis yang hingga sekarang terus menghasilkan kata-kata baru, baik melalui penciptaan, maupun penyerapan dari bahasa daerah dan asing. Secara sosiologis, bisa dikatakan bahwa bahasa Indonesia baru diterima keberadaannya pada tanggal 28 Oktober 1928. Secara yuridis, baru tanggal 18 Agustus 1945 bahasa Indonesia secara resmi diakui keberadaannya. Fonologi dan tata bahasa dari bahasa Indonesia cukuplah mudah. Bahasa Indonesia juga merupakan bahasa yang digunakan sebagai penghantar pendidikan di perguruan-perguruan di Indonesia.

Sementara itu, jenis kesenian di Indonesia dapat dikategorikan dalam beberapa klasifikasi seperti: seni tari, seni music, seni bela diri, seni busana, dan banyak lagi. Kebanyakan kesenian tersebut dipengaruhi oleh beberapa kebudayaan. Tari Jawa dan Bali yang terkenal berisi aspek-aspek kebudayaan dan mitologi Hindu. Di bidang busana warisan budaya yang terkenal di seluruh dunia adalah kerajinan batik. Seni bela diri yang unik juga berasal dari wilayah Indonesia. Seni bela diri ini kadang-kadang ditampilkan pada acara-acara pertunjukkan yang biasanya diikuti dengan musik tradisional Indonesia berupa gamelan dan seni musik tradisional lainnya sesuai dengan daerah asalnya. Dan juga seni musik di Indonesia, baik tradisional maupun modern sangat banyak terbentang dari Sabang hingga Merauke salah satu contohnya adalah music dangdut.

KEPRIBADIAN MANUSIA (Tugas IV)

TUGAS CONSUMER BEHAVIOUR

Nama : Deya Daniel Bagus A.

Kelas : BB

Nim : 0910220077

Dosen : Nanang Suryadi

Kepribadian adalah keseluruhan cara di mana seorang individu bereaksi dan berinteraksi dengan individu lain. Kepribadian paling sering dideskripsikan dalam istilah sifat yang bisa diukur yang ditunjukkan oleh seseorang.

  1. Kepribadian menurut pengertian sehari-hari
    Disamping itu kepribadian sering diartikan dengan ciri-ciri yang menonjol pada diri individu, seperti kepada orang yang pemalu dikenakan atribut “berkepribadian pemalu”. Kepada orang supel diberikan atribut “berkepribadian supel” dan kepada orang yang plin-plan, pengecut, dan semacamnya diberikan atribut “tidak punya kepribadian”.
  2. Kepribadian menurut psikologi
    Berdasarkan penjelasan Gordon Allport tersebut kita dapat melihat bahwa kepribadian sebagai suatu organisasi (berbagai aspek psikis dan fisik) yang merupakan suatu struktur dan sekaligus proses. Jadi, kepribadian merupakan sesuatu yang dapat berubah. Secara eksplisit Allport menyebutkan, kepribadian secara teratur tumbuh dan mengalami perubahan.

Dari beberpa difinisi yang telah dibuat oleh mereka, maka dapat disimpulkan bahwa:

Kepribadian itu merupakan suatu kebulatan, dan kebulatan itu bersifat kompleks, sedang kekomplekskannya itu disebabkan oleh karena banyaknya faktor-faktor dalam dan faktor-faktor lauar yang ikut menentukan kepribadian itu. Paduan antara faktor-faktor dalam dan faktor-faktor luar itu menimbulkan gambaran yang unik. Artinya tidak ada dua orang yang memiliki kepribadian yang benar-benar sama persis.

beberapa teori tentang kepribadian :

Macam-macam Teori Psikologi Kepribadian :

1. Piaget Tahapan Pengembangan Kognitif
Teori Jean Piaget tentang  perkembangan kognitif tetap salah satu yang paling sering dikutip dalam psikologi, meskipun menjadi subjek kritik yang cukup. Sementara banyak aspek teori tidak teruji oleh waktu, namun ide intinya tetap penting hari ini: anak-anak berpikir berbeda daripada orang dewasa. Pelajari lebih lanjut tentang teori Piaget terobosan dan kontribusi penting dibuat untuk pemahaman kita tentang pengembangan kepribadian.

2. Freud Tahapan Pembangunan Psikoseksual 
Selain menjadi salah satu terbaik tahu pemikir di bidang pengembangan kepribadian, Sigmund Freud tetap salah satu yang paling kontroversial. Pada tahap teori terkenal tentang perkembangan psikoseksual, Freud menyarankan bahwa kepribadian berkembang secara bertahap yang berkaitan dengan zona erotis tertentu. Kegagalan untuk berhasil menyelesaikan tahap ini, ia menyarankan, akan menyebabkan masalah kepribadian di masa dewasa.

3. Freud Struktural Model Kepribadian 
Konsep Freud tentang id, ego dan superego telah menjadi terkenal dalam budaya populer, meski kurangnya dukungan dan skeptisisme besar dari banyak peneliti. Menurut Freud, tiga unsur dari kepribadian-yang dikenal sebagai id, ego, dan superego-bekerja sama untuk menciptakan perilaku manusia yang kompleks.

4. Erikson Tahapan Pembangunan Psikososial 
Teori Erik Erikson tentang delapan tahap perkembangan manusia adalah salah satu teori terbaik yang dikenal dalam psikologi. Sementara teori didasarkan pada tahapan Freud tentang perkembangan psikoseksual, Erikson memilih untuk fokus pada pentingnya hubungan sosial pada pengembangan kepribadian. Teori ini juga melampaui masa kanak-kanak untuk melihat perkembangan di seluruh umur.

 

International journal of human personality

1. the relationship between expatriates’ personality traits and their adjusments to international assignments

oleh : Tsai-Jung Huang, Shu-Cheng Chi dan John J. Lawler

ringkasan

Abstrak Studi ini mengkaji hubungan antara ciri-ciri kepribadian ekspatriat dan penyesuaian mereka di masyarakat internasional. Fokusnya pada khususnya pada Lima Besar ciri kepribadian yaitu keterbukaan, keramahan, hati nurani,neurotisisme dan keterbukaan terhadap pengalaman. Sampelnya delapan puluh tiga ekspatriat AS di Taiwan dan hubungan yang signifikan secara statistik ditemukan antara penyesuaian asing dan tiga ciri-ciri kepribadian dalam arah yang wajar secara teoritis. Secara khusus, hasilnya menunjukkan bahwa secara umum ekspatriat AS yang menyesuaikan diri di Taiwan positif berkaitan dengannya atau gelar sarjana dari keterbukaan dan keterbukaan terhadap pengalaman. Ditemukan bahwa keterbukaan dan keramahan yang baik secara positif terkait dengan penyesuaian interaksi (yaitu hubungan dengan orang-orang lokal). Selanjutnya, penyesuaian pekerjaan AS ekspatriat yang secara positif terkait dengannya atau keterbukaan terhadap pengalaman. Tidak seperti penelitian sebelumnya tentang penyesuaian asing, kita harus menghipotesis dan memeriksa beberapa sifat yang berakar pada teori kepribadian, dan telah menerapkannya khusus untuk Cina.
oleh : Scott B. Follows, Nova Scotia, David Jobber
Ringkasan
Sebuah model perilaku pembelian konsumen yang bertanggung jawab terhadap lingkungan diuji menggunakan analisis kovarians struktural. Model ini berhasil memprediksi jumlah pembelian yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan yang tidak tanggungjawab untuk produk alternatif. Sebuah hirarkhis hubungan dari nilai-nilai sikap produk tertentu ke niat untukmembeli kemudian perilaku membeli telah ditemukan. konsekuensi Individu, yang mengambil implikasi pribadi konsumsi ke rekening, ditemukan menjadi sama pentingnya dalam memprediksi niat mereka dalam lingkungan dari suatu produk. Penelitian ini secara empiris menguji nilai-nilai tipologi sebagai dasar untuk menjelaskan pembentukan sikap.
oleh : Gabriel “Venom” Wilson, BSc. (Hons), CSCS
Ringkasan
Selama lebih dari 30 tahun sampai sekarang, telah terjadi perdebatan sengit mengenai dampak eksternal penghargaan pada motivasi intrinsik. Jawaban atas pertanyaan ini tampaknya tergantung pada dua sifat dari hadiah yaitu kontrol dan informasi. Meskipun banyak profesi memiliki hadiah digunakan untuk mengontrol perilaku yaitu mahasiswa, atlet, dan anak-anak, tampak bahwa mekanisme pengendali ini sangat merusak motivasi intrinsik. Sebaliknya, pesan informasi dapat meningkatkan kompetensi intrinsik motivasi. Oleh karena itu, cara penghargaan disampaikan akan menentukan dampaknya pada intrinsik motivasi. Dalam konteks ini, tujuan dari makalah ini adalah untuk menganalisis efek manfaat berbagai motivasi intrinsik. Hadiah akan dianalisis dengan menggunakan mapan Teori Evaluasi Kognitif. Dalam hal ini berarti pengaruh lingkungan juga dapat mengubah kepribadian individu dari motivasi mereka.
oleh : Subramaniam Sri Ramalu
Ringkasan
Tulisan ini menyelidiki pengaruh karakter penyesuaian kepribadian pada ekspatriat lintas budaya. Berdasarkan sampel dari 332 ekspatriat yang bekerja di Malaysia, faktor kepribadian ditemukan menjadi penentu signifikan penyesuaian ekspatriat lintas budaya dalam tugas internasional. Secara khusus, hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa ekspatriat di Malaysia dengan kepribadian keramahan lebih besar bernasib lebih baik pada umumnya dan interaksi penyesuaian. Mereka dengan extraversion lebih besar ditemukan untuk menyesuaikan diri lebih baik di dalam lingkungan umum. Mereka punya kesadaran yang lebih besar dan keterbukaan terhadap pengalaman mempunyai manfaat lebih baik untuk lingkungan kerja. Temuan di  penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengetahuan di bidang manajemen lintas budaya dan memiliki implikasi praktis untuk expatriatin perusahaan terutama di daerah seleksi dan calon – calon pelatihan untuk tugas internasional. Dalam jurnal inipun masih ditemukan bahwa lingkungan juga bisa merubah kepribadian seseorang agar dapat diterima dimasyarakat.
oleh : Selin Kesebir, David H. Uttal, and Wendi Gardner
Ringkasan
Sosialisasi adalah proses dimana individu  menjadi anggota sosial yang dibantu oleh anggota kelompok mereka. Temuan dari kognisi sosial dan lintas budaya psikologi menawarkan dua wawasan utama ke proses sosialisasi. Pertama, dasar sosial kognitif, prinsip ini  menyiratkan bahwa lingkungan pemerintah langsung berfungsi sebagai agen sosialisasi dengan mengaktifkan dan menghambat struktur pengetahuan sehingga membentuk kognisi dan perilaku. Kedua, karena faktor lingkungan terdekat ke kognisi dan perilaku, upaya sosialisasi harus melibatkan modifikasi lingkungan untuk efek yang optimal. Kami membahas berbagai contoh sosialisasi melalui konfigurasi lingkungan secara langsung, seperti ritual dan penggunaan artefak fisik. Kami memeriksa link sosial dasar kognitif mekanisme untuk proses sosialisasi, yang lazim dirawat di tingkat yang lebih tinggi analisis. peneliti ini juga menjelaskan bahwa kepribadian itu juga dapat berubah karena adanya proses sosialisasi jadi kepribadian itu juga dipengaruhi lingkungan.

CONSUMER MOTIVATION (Tugas 3)

Motivasi adalah kekuatan pendorong dalam diri seseorang yang mendorong mereka untuk bertindak.
Pendorong gerak ini diproduksi oleh kondisi tekanan yang ada sebagai akibat dari kebutuhan yang tak terpenuhi.
Tujuan individu spesifik yang dibutuhkan konsumen untuk dicapai dan macam – macam tindakan yang mereka ambil untuk memperoleh tujuan – tujuan ini dipilih atas dasar pemikiran mereka (proses pengetahuan dan pembelajaran (pengalaman).
berikut beberapa iklan yang menayangkan berbagai motivasi di dalamnya.
1. iklan asuransi
YouTube Preview Image
yang pertama yang saya sampaikan adalah sebuah iklan asuransi asal thailand yang sangat menarik untuk dilihat.
motivasi yang ditimbulkan dari segi psikologis konsumen.
iklan ini menceritakan seorang bapak tuli yang mempunyai anak normal. tapi anak normal ini tidak mau menerima ayahnya sebagai seorang yang tuli, karena sering di ejek teman – temannya. pesan moral dalam iklan ini sangat tinggi.
iklan ini menimbulkan hasrat emosional. hasrat emosional yaitu motivasi merupakan hasil imajinasi pada hasrat dan stimulasi dari kebutuhan yang tersembunyi di mana mereka membayangkan diri mereka dalam segala macam situasi yang diinginkan.
2. iklan makanan ringan
YouTube Preview Image
dalam iklan ini chitato menjelaskan bahwa life is never flat (hidup ini tidak selamanya datar)
ketika kita ingin berkreasi dalam hidup atau ketika kita ingin berkumpul dengan teman kita. kita akan teringan tentang chitato. sehingga memunculkan yang dinamakan hasrat situasional.
Hasrat Lingkungan ( situasional) – himpunan kebutuhan dari pengalaman individu pada waktu tertentu sering diaktifkan oleh isyarat tertentu dalam lingkungan.
3. iklan obat
YouTube Preview Image
Iklan obat sakit kepala BODREX
iklan ini menampilkan seorang pria yang penuh tekanan dalam kehidupan sehari – harinya. ahkirnya ia sakit kepala. dan ketika sakit kepala itu datang muncullah seorang pria yang menawarkan obat Bodrex padanya. disini ada hasrat fisiologis yang ditawarkan. karena saat dia mengalami sakit kepala maka membutuhkan obat.
Hasrat Fisiologis– Kebutuhan tubuh pada saat tertentu didasarkan pada kondisi fisiologis individu
NIM  : 0910220077

Segmentasi pasar (Tugas 2)

Segmentasi Pasar

Segmentasi pasar adalah sebuah metode bagaimana memandang pasar secara kreatif. Segmentasi merupakan unsur pertama strategi. Menurut Hermawan Kartajaya dkk (2003) dalam bukunya Rethinking Marketing segmentasi berarti ‘melihat pasar secara kreatif’. Segmentasi merupakan seni mengidentifikasikan serta memanfaatkan peluang-peluang yang muncul di pasar.

Kita perlu secara kreatif mengidentifikasi dan memanfaatkan peluang yang muncul di pasar (Hermawan Kertajaya). Segmentasi pasar sangatlah penting di dalam bisnis dan pemasaran. Walaupun kita tidak boleh mengiris-iris pasar terlalu kecil, segmentasi pasar tetaplah suatu hal yang harus dipelajari dalam membangun usaha.

Manfaat segmentasi:

  • Menyediakan keinginan dan kebutuhan pelanggan dengan lebih baik.
  • Meningkatkan pendapatan.
  • Peluang untuk tumbuh.

Dasar segmentasi pasar

Ada 9 dasar dalam penentuan segmentasi pasar yaitu :

1. Segmentasi Geografis

Pada segmentasi geografi, pasar dibagi menurut tempatnya.

2. Segmentasi Demografis

Informasi demografis merupakan cara yang paling efektif dari segi biaya dan paling sering diperoleh untuk mengenali target. Data-data demografis lebuh mudah diukur daripada variabel segmentasi lainnya. Berbagai variabel demografi mengungkapkan kecenderungan yang memberikan isyarat peluang bisnis, seperti pergeseran usia, jenis kelamin, dan distribusi penghasilan.

3. Segmentasi Psikologis

Karakteristik psikologis merujuk ke sifat-sifat diri atau hakiki konsumen perorangan. Misalnya konsumen dapat dibagi berdasarkan motivasi, kepribadian, persepsi, pengetahuan dan sikap.

4. Segmentasi Psikografis

Bentuk riset konsumen terapan ini biasa disebut analisis gaya hidup.

5. Segmentasi Sosial Budaya

Berbagai variabel sosiologis dan antropologis yaitu variabel sosial budaya yang menjadi dasar-dasar lebih lanjut bagi segmentasi pasar.

6. Segmentasi Terkait Pemakaian

Bentuk segmentasi ini sangat popular dan efektif dalam menggolongkan konsumen menurut karakteristik produk, jasa, atau pemakain merek, seperti tingkat pemakaian, tingkat kesadaran, dan tingkat kesetiaan terhadap merek,

7.Segmentasi Situasi Pemakaian

Para pemasar memfokuskan pada situasi pemakaian sebagai variabel segmentasi disebabkan oleh kesempatan atau situasi sering menentukan apa yang akan dibeli oleh konsumen.

8. Segmentasi Manfaat

Segmentasi manfaat dapat digunakan untuk mengatur posisi berbagai merek ke dalam golongan produk yang sama.

9. Segmentasi Gabungan

Cara-cara dalam memandang suatu pasar :

-          Static attribute segmentation. Cara memandang pasar berdasarkan geografis dan demografi. Geografis berarti kita melihat pasar berdasarkan wilayah (negara, kawasan, propinsi, kota). Demografi berati kita melihat pasar berdasarkan jenis kelamin, usia, pekerjaan, agama,dan pendidikan.

-          Dinamic attribute segmentation. Cara memandang pasar berdasarkan sifat-sifat dinamis yang mencerminkan karakter pelanggan. Segmentasi ini melihat pasar berdasarkan psikografis dan perilaku. Psikografi meliputi lifestyle, kepribadian. Perilaku berupa sikap, penggunaan, dan respon pelanggan terhadap produk.

Lebih lanjut mengenai demografi, psikografi dan pasar relung:

  • Demografi. Ini merujuk data statistik penduduk, termasuk pendapatan, rata-rata umur, dan pendidikan. Kalau menurut Hermawan, demografi ini termasuk dalam Static Attribute Segmentation, atau cara memandang pasar berdasarkan geografis dan demografi. Geografis berarti kita melihat pasar berdasarkan wilayah (negara, kawasan, propinsi, kota). Sedangkan demografi berati kita melihat pasar berdasarkan jenis kelamin, usia, pekerjaan, agama dan pendidikan.
  • Psikografi. Psikografi adalah menggunakan demografi dalam menentukan perilaku dan selera segmen tertentu suatu populasi. Psikografi mengkaji gaya hidup seperti kemana mereka berlibur, kemana mereka berbelanja, bagaimana mereka membelanjakan uang ekstra, olahraga apa yang mereka tonton, dan masih banyak lagi yang lain. Kalau menurut Hermawan (lagi), psikografi termasuk dalam Dynamic Attribute Segmentation, atau cara memandang pasar berdasarkan sifat-sifat dinamis yang mencerminkan karakter pelanggan. Segmentasi ini melihat pasar berdasarkan psikografis dan perilaku. Psikografi meliputi lifestyle atau kepribadian seperti yang saya sebutkan diatas. Perilaku berupa sikap, penggunaan dan respon pelanggan terhadap produk.
  • Pasar relung. Ada segmen kecil dari populasi yang memiliki kesamaan karekteristik, kepentingan, kebiasaan berbelanja dan sebagainya.

Data penduduk Provinsi Jawa Timur (Data BPS Jatim) dan Segmentasi berdasarkan :

1.Jumlah Penduduk di Kota / Kabupaten

 

Jumlah penduduk Provinsi Jawa Timur sebanyak 37.476.757 jiwa yang mencakup mereka yang bertempat tinggal di daerah perkotaan sebanyak 17.832.733 jiwa (47,58 persen) dan di daerah perdesaan sebanyak 19.644.024 jiwa (52,42 persen).

Persentase distribusi penduduk menurut kabupaten/kota bervariasi dari yang terendah sebesar 0,32 persen di Kota Mojokerto hingga yang tertinggi sebesar 7,38 persen di Kota Surabaya.

Banyaknya penduduk per satuan luas : 784 jiwa/km2. Laju pertumbuhan penduduk : Rata-rata peningkatan jumpah penduduk dari tahun 2000 ke 2010 : 0,76% per tahun.

2. Aspek Geografis

Kabupaten

Kota

Jawa Timur memiliki luas 47.156 Km2 dan Kabupaten Malang mempunyai luas tertinggi dengan 3.519 Km2. berarti Kabupaten Malang mempunyai segmentasi pasar yang besar dengan daerah terbesar di jawa timur ini.

Dan kota mojorkerto merupakan daerah paling sempit yaitu dengan luas 16Km2 , sehingga sulit untuk mensegmentasikan berdasarkan luas ini.

3. Jumlah Kecamatan dan Kelurahan / Pedesaan di Kabupaten / Kota

Kabupaten

 

Kota

dari data di atas kita dapat menyimpulkan bahwa lebih dari 60% wilayah di jawa timur masih termasuk wilayah pedesaan. Dengan sumber yang terpercaya yaitu BPS. kita bisa melihat 2.400 termasuk perkotaan dan 6.106 di daerah jawa timur masih termasuk pedesaan

4. Usia 15+ dan Bekerja

berikut saya akan menyertakan data penduduk 15 tahun keatas yang bekerja di wilayah jawa timur.

dari data tersebut bisa dilihat bahwa pada tahun 2010 terjadi penurunan penduduk yang bekerja. bisa jadi mereka adalah pengangguran atau jumlah penduduk di atas 15 tahun sedikit atau bisa juga asumsi para penduduk sekarang lebih tahu bahwa pendidikan itu penting, sehingga mereka lebih memilih sekolah dulu daripada bekerja.

5. Pendapatan

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, sepanjang 2011, hampir semua sektor mengalami pertumbuhan. Ini membuat pertumbuhan ekonomi Jawa Timur selama 2011 mampu menembus level 7,22%.Capaian ini lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6,46%.

Pertumbuhan paling besar terjadi di sektor industri pengangkutan dan komunikasi sebesar 11,44%,lalu industri perdagangan hotel dan restoran 9,81%, keuangan persewaan dan jasa perusahaan 9,18%, sektor konstruksi naik 6,25%, pertambangan dan penggalian naik 6,08%, industri pengolahan 6,06%. Kenaikan terendah terjadi pada sektor pertanian yang hanya 2,53%.

Berdasarkan kontribusinya, penyumbang terbesar pertumbuhan masih didominasi sektor perdagangan hotel dan restoran (PHR) sebesar 3,04%, disusul industri pengolahan yang mencapai 1,54%, sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar 0,84%. Sektor pertanian hanya menyumbang pertumbuhan 0,38%. Kecilnya pertumbuhan pertanian ini menunjukkan sektor lain mengalami pertumbuhan yang lebih cepat.

Pendapatan per kapita penduduk Jawa Timur (Jatim) pada tahun 2011 mengalami kenaikan sebesar 12,95% dibanding tahun 2010 lalu. Pendapatan per kapita penduduk Jatim pada 2010 sebesar Rp 20,77 juta. Pada 2011, besaran itu naik menjadi Rp23,46 juta. Pendapatan per kapita dihitung berdasarkan besar PDRB dibagi dengan jumlah penduduk di mana penduduk Jatim tercatat 37,687 juta jiwa. Kenaikan pendapatan per kapita ini disebabkan naiknya PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Jatim.

 

Contoh segmentasi pasar dari Artikel

HP Sasar 3 Segmen Pasar Untuk Notebook Mini

Hewlett-Packard atau yang biasa disebut dengan HP merupakan produsen komputer yang terkenal. Hewlett-Packard (HP) langsung mensasar tiga segmen pasar sekaligus untuk notebook mini tipe HP 2133. Ketiga segmen tersebut adalah kalangan remaja,  mobile professional dan kalangan yang selalu mengikuti fashion.

menurut pendapat saya tentang segmentasi dari HP ini sudah bagus. Karena HP berani melihat segmentasi langsung menuju 3 arah sasaran. yaitu kalangan remaja, mobile profesional dan fashionista. Maka produk ini pasti akan cepat diterima masyarakat, apalagi dengan penunjang harga yang murah.

 

Iklan TV

dalam contoh iklan berikut ini saya akan menjelaskan tentang segmentasi pasar telekomunikasi

YouTube Preview Image

iklan tersebut menceritakan seorang pemuda yang tidak mau bekerja dan ingin menjadi penyanyi. kemudian ketika dia mandi, dia menggoyang-goyangkan ciduknya sambil bernyanyi dan ada seorang temannya yang merekamnya kemudian meng-uploadnya di internet. ahkirnya pemuda ini menjadi seorang penyanyi dengan goyangan gayung.

iklan ini sangat tepat dikeluarkan oleh XL karena XL mau mengambil segmen pasar terkait pemakaian produk. dengan produknya yaitu XL hotrod3g+ XL mencoba membidik pasaran pengguna internet yang tidak suka koneksi lambat. Dan memang terbukti Hotrod3d+ punya kemampuan yang lumayan untuk menjadi pesaing – pesaing operator lain dalam kenyamanan berinternet.

saya rasa iklan ini sudah tepat dalam pemasangannya, karena sasarannya tepat dan iklannya juga komunikatif dengan sedikit adegan yang lucu.

 

Oleh

Nama  : Deya Daniel B.A.

NIM     : 0910220077

Dosen : Nanang Suryadi

 

Tugas 1 Consumer Behaviour Pak Nanang Kelas BB

Tugas Individu Perilaku Konsumen

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1. Evolusi Pemikiran Pemasaran / Evolusi Konsep

Evolusi konsep pemasaran pada awalnya berkembang pada industrialisasi di eropa yang memproduksi barang hanya untuk dijual saja. Setiap perusahaan berlomba memproduksi banyak barang untuk kebutuhan konsumen. Pada awalnya hal ini berlangsung baik karena penawaran lebih sedikit dari pada permintaan. Tapi karena bertambahnya perusahaan ahkirnya banyak perusahaan merugi.

Seiring berkembangnya waktu dengan adanya proses pemenuhan kebutuhan manusia tersebut munculah berbagai konsep yang terus berkembang sampai saat ini.

  • Konsep Produksi

Pemasar berkonsentrasi pada proses produksi, produsen berama-ramai membuat produk dalam jumlah besar untuk di jual ke konsumen. Model ini hidup pada masa awal industrialisasi.

  • Konsep Produk

Pemasar tidak hanya sekedar melempar produk ke pasar dalam jumlah besar akan tetapi mulai berkonsentrasi pada kualitas. Kualitas produk menjadi senjata utama untuk bersaing di pasar.

  • Konsep Penjualan

Orientasi pasar tidak lagi pada jumlah produk yang banyak atau pengembangan kualitas produk, namun bagaimana cara menjual produk tersebut.. Mulai saat itu para pemasar memperkenalkan produk ke konsumenya melalui distribusi, promosi, periklanan, dan public relations.

  • Konsep Pemasaran

Konsep pemasaran lebih luas ketimbang konsep penjualan. Pemasar tidak hanya sekedar bermain pada distribusi, promosi, periklanan, dan public relations. Konsentrasi pemasar diarahkan kepada konsumen. Membangun kepuasan konsumen menjadi tujuan utama melalui kualitas, pelayanan, dan nilai.

  • Konsep pemasaran kesejahteraan

Konsep ini di ilhami oleh teori perilaku (behavior theory)-nya Abraham Maslow, Pada tingkat kelima dikenal dengan istilah aktualisasi diri., lalu memunculkan konsep pemasaran kesejahteraan. Pada konsep pemasaran ini perusahaan mulai memperhatikan masyarakat yang telah turut membesarkan perusahannya. Perusahaan merasa perlu membalas jerih payah masyarakat.

2.  Marketing Mix / Bauran Pemasaran

Marketing Mix merupakan sebuah konsep modern yang banyak juga digunakan dalam pemasaran. Dimana konsep ini mendukung untuk mengejar maksimum profit (kotler 2005 : 17). Jerome McCarthy, mengemukakan bahwa marketing mix ada 4 yaitu :

  • Product (Produk)

Produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan pada suatu pasar guna mendapatkan perhatian untuk dimiliki, digunakan, dikonsumsi yang dapat memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen.

Produk terdiri atas barang, jasa, pengalaman, events, orang, tempat, kepemilikan, organisasi, informasi dan ide.

  • Price (Harga)

Harga merupakan unsur terpenting dalam bauran pemasaran setelah produk dan merupakan satu-satunya unsur dalam bauran pemasaran yang menghasilkan pendapatan penjualan sedangkan unsur-unsur lainnya merupakan biaya saja. Harga adalah alat untuk mengukur nilai suatu barang, harga bagi produsen merupakan penentu bagi permintaan pasar dan mempengaruhi posisi pesaing perusahaan dalam merebut konsumen.

  • Place (Distribusi/tempat)

Tempat termasuk berbagai aktivitas yang dilakukan perusahaan untuk membuat produk dapat diperoleh dan tersedia bagi pelanggan sasaran.

  • Promotion (Iklan/Promosi)

Promosi pada dasarnya adalah bentuk komunikasi pemasaran. Promosi meliputi semua kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk mengkomunikasikan produknya kepada pasar sasaran (Fandy Tjiptono 1997:219)

 

3. Segmenting – Targeting – Positioning

Segmentation adalah upaya untuk memilah – milah konsumen atau memetakan konsumen sesuai dengan kesamaan mereka. Kesamaan ini dapat berupa usia, gaya hidup, tempat tinggal, penghasilan, dan lainnya.

Targeting merupakan memilih atau membidik konsumen mana yang akan menjadi sasaran kita.

Apabila peta konsumen dan target sudah jelas, tahap selanjutnya merupakan positionig. Yaitu menjelaskan posisi produk kita pada konsumen dengan cara menjelaskan keunggulan dan perbedaan produk kita daripada kompetitor lain.

 

4. Konsep tentang kepuasan dan loyalitas konsumen

Menurut  Jones dan Sasser (1994:745)  menyatakan bahwa loyalitas pelanggan merupakan suatu variabel endogen yang disebabkan oleh kombinasi dari kepuasan sehingga loyalitas pelanggan merupakan fungsi dari kepuasan. Secara umum, kepuasan adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah membandingkan kinerja (hasil) produk yang dipikirkan terhadap kinerja (atau hasil) yang diharapkan. Jika kinerja berada di bawah harapan, pelanggan tidak puas. Jika kinerja memenuhi harapan, pelanggan puas. Jika kinerja melebihi harapan, pelanggan amat puas atau senang. Pada dasarnya konsumen mengharapkan dapat memperoleh produk yang memiliki manfaat pada tingkat harga yang dapat diterima. Untuk mewujudkan keinginan konsumen tersebut maka setiap perusahaan berusaha secara optimal untuk menggunakan seluruh asset dan kemampuan yang dimiliki untuk memberikan value terhadap harapan konsumen. Implementasi upaya ini tentunya menimbulkan konsekuensi biaya yang berbeda di setiap perusahaan termasuk para pesaingnya. Untuk dapat menawarkan produk yang menarik dengan tingkat harga yang bersaing, setiap perusahaan harus berusaha menekan atau mereduksi seluruh biaya tanpa mengurangi kualitas produk maupun standar yang sudah ditetapkan.

Sangat penting dalam hal ini menjaga loyalitas pelanggan dengan perasaan sangat puas. Karena dimana ketika pelanggan kita sangat puas maka produk kitapun akan tetap ada di masyarakat dan dianggap produk paling baik bagi konsumen.

 

5. Etika dan Tanggung jawab sosial

Semua keputusan pemasaran yang menyangkut etika dan moral merupakan etika pemasaran. Etika adalah sesuatu yang bersifat tidak tetap, benar salah sebuah keputusan tergantung dari pola pandang dipakai. Produsen membutuhkan sebuah patokan/pedoman untuk mengambil keputusan karena ada berbagai patokan yang berbeda di setiap masyarakat. Konsep pemasaran dalam hal ini sangat penting untuk dijadikan pedoman. Konsep pemasaran merupakan total usaha perusahaan, kepuasan konsumen, dan keuntungan atau tujuan jangka panjang lainnya merupakan patokan/pedoman untuk membuat suatu keputusan pemasaran. Perlu diingat bahwa kesejahteraan konsumen (consumer welfare) dalam jangka panjang sangatlah penting untuk menunjang kepuasan konsumen dan loyalitas produk.

 

6. Pengaruh teknologi informasi terhadap konsumen

Teknologi informasi ini secara langsung mampu menggeser bahkan merubah sistem pola hidup manusia dengan kecanggihan dan keungulan – keunggulannya. Seiring berkembangnya waktu teknologi informasi pun mampu memicu gejala sosial baru di masyarakat. Gejala tersebut antara lain, munculnya sistem pembelian dengan cara on-line. Perubahan dalam perundangan, hukum dan nilai-nilai budaya juga dampak dari alih teknologi modern. Hal tersebut juga mempengaruhi teknologi informasi, dari dulunya orang ingin berbisnis harus bertemu sekarang hanya melalui smartphone mereka atau handphone mereka mereka bisa melakukan meeting atau berbisnis. Teknologi Informasi sangat mempengaruhi konsumen dalam keputusan untuk membeli sebuah barang atau produk. Keunggulan atau dampak positif dari kemajuan teknologi informasi sangat besar manfaatnya. Tetapi, tidak dapat dielakkan juga bahwa dampak negatif yang dihasilkan oleh teknologi informasi ini juga muncul.

 

7. Perbedaan penelitian kuantitatif dengan kualitatif

  • Menurut sifatnya

Kuantitatif                        : konkrit, dapat teramati dan terukur.

Kualitatif               : bersifat ganda, holistik dan dinamis yang merupakan hasil dari konstruksi dan pemahaman.

  • Hubungan peneliti dengan yang diteliti

Kuantitatif                        : Independent, agar terbangun objeksitas dari peneliti.

Kualitatif               : bersifat interaktif dengan sumber data.

  • Hubungan variabel

Kuantitatif                        : bersifat kausal atau sebab akibat.

Kualitatif               : bersifat timbal balik atau interaktif.

  • Desain

Kuantitatif                        : spesifik, jelas dan rinci, serta menjadi pegangan penelitian berikutnya.

Kualitatif               : desain fleksibel dan dapat berkembang saat penelitian serta bersifat umum.

  • Tujuan

Kuantitatif                        : menunjukan hubungan antar variabel, menguji teori dan dan mencari generalisasi yang mempunyai nilai prediktif.

Kualitatif               : menemukan pola hubungan yang bersifat interaktif, menemukan teori baru, menggambarkan realitas yang kompleks.

  • Teknik pengumpulan data

Kuantitatif                        : kuesioner, wawancara terstruktur dan observasi.

Kualitatif               : wawancara mendalam, dokumentasi, dan pengamatan partisipan.

  • Instrumen penelitian

Kuantitatif                        : angket, tes, dan wawancara terstruktur.

Kualitatif               : peneliti, buku catatan, rekaman, kamera, handycam, dsb.

  • Sumber data

Kuantitatif                        : bersifat kuantitatif, yaitu hasil dari pengukuran variabel yang dioperasionalkan dengan menggunakan instrumen.

Kualitatif               : bersifat deskriptif kualitatif dari dokumen pribadi, catatan lapangan, ucapan dan tindakan responden dan lain – lain.

 

8. Skala Pengukuran

Dalam ilmu statistika ada 4 macam skala pengukuran yaitu,

  • Skala Nominal

hanya bisa membedakan sesuatu yang bersifat kualitatif atau kategoris, misalnya jenis kelamin, agama, dan warna kulit.

  • Skala Ordinal

selain membedakan sesuatu juga menunjukkan tingkatan, misalnya pendidikan dan tingkat kepuasan pengguna.

  • Skala Interval

berupa angka kuantitatif namun tidak memiliki nilai nol mutlak sehingga titik nol dapat digeser sesuka orang yang mengukur, misalnya tahun dan suhu dalam Celcius.

  • Skala Rasio

berupa angka kuantitatif yang memiliki nilai nol mutlak dan tidak dapat digeser sesukanya, misalnya adalah suhu dalam Kelvin, panjang, dan massa.

 

Nama : Deya Daniel B.A.

Nim : 0910220077

Dosen : Bapak Nanang suryadi

Tugas 1 ke 

Hello world!

Selamat datang di Student Blogs. Ini adalah posting pertamaku!