Categories

Archives

A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.

Tugas Minggu-1 Matakuliah Analisis Landskap Terpadu

TUGAS MINGGU KE-1

MATAKULIAH ANALISIS LANDSKAP TERPADU

Dosen Pengampu:

Dr. Ir. Sudarto, MS

 

 

Disusun Oleh:

Devanda Ayu Lidya P. P.        155040207111082

Iqbal Rizky Nugroho               155040201111251

Nisfi Fariatul Ifadah                155040201111148

Ahmad Nugraha Aji                155040200111221

Choirum Ayun                         155040200111112

Kelas C

 

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG

2018

 

 

1.Kliping Berita Bencana dan Penyebab Malang Dikelilingi oleh Banyak Gunung Berapi

a. Tanah longsor di kawasan Joyogrand Inside Kelurahan Merjosari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang

Dilansir dari suryamalang.com, pada edisi 12 November 2017 bahwasannya terjadi bencana alam berupa longsor di daerah Joyogrand, Kecamatan Lowokwaru Kota Malang.  Dalam bencana alam yang satu ini terjadi rubuhnya plengsengan yang rencananya akan digunakan sebagai penahan perumahan baru yang berada di dalam kawasan Perumahan Joyogrand.

“Plengsengan yang longsor itu pembatas tanah kavling yang akan dibangun,” ujar Marketing Perumahan Joyogrand Tahqiqudliya.

Penahan yang ambrol tersebut memiliki tinggi yang lebih tinggi dari rumah yang terkena material longsoran, sekitar 7 meter dengan panjang 8 meter. Letak plengsengan juga cukup dekat dengan rumah tersebut. Plengsengan yang ambrol itu merusak bagian belakang rumah milik Paulina (20) mahasiswi Universitas Brawijaya (UB) Malang. Hingga kondisi rumah rusak parah.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang J Hartono, area itu masih menjadi tanggungjawab pengembang karena belum diserahterimakan ke Pemkot Malang. “Selain tindakan BPBD melakukan assesment, kami juga memberi garis pembatas pada lokasi kejadian rumah yang terkena dampak,” ujar Hartono. Tanah longsor itu menewaskan satu orang, dan membuat satu orang terluka. Korban tewas adalah Dina Oktaviani (20) dan korban terluka adalah Paulina (20). Keduanya mahasiswi UB.

Menurut Priyono (2015), pengertian tanah longsor merupakan hasil gerakan massa (mass movement) di sepanjang bidang luncurnya. Gerakan massa merupakan perpindahan massa batuan, regolit dan tanah dari tempat yang tinggi ke rendah gaya gravitasi. Kejadian bahaya longsor (gerakan massa tanah) sering terjadi di daerah-daerah lereng curam / terjal. Hal ini sesuai dengan kejadian yang terjadi di Joyogrand yang kondisi lahannya memiliki lereng cukup curam. Hal ini juga didukung dngan kondisi cuaca berupa curah hujan yang tinggi saat sebelum kejadian. Sesuai dengan pernyataan Priyono (2015), bahwa saat musim hujan tiba terjadi peningkatan jumlah air infiltrasi yang membuat tanah menjadi jenuh akan air, sehingga pori tanah mudah hancur dan agregat tanah menjadi lemah dan ketahanan geser tanah menurun.

b. Mengapa wilayah Malang Raya banyak dikelilingi oleh gunung – gunung berapi

Secara geografis Indonesia terletak di daerah katulistiwa dengan morfologi yang beragam dari daratan sampai pegunungan tinggi. Keragaman morfologi ini banyak dipengaruhi oleh faktor geologi terutama dengan adanya aktivitas pergerakan lempeng tektonik aktif di sekitar perairan Indonesia di antaranya adalah lempeng Eurasia, Australia dan lempeng Dasar Samudera Pasifik. Lokasi Indonesia yang terletak di lempeng tektonik atau juga masuk dalam wilayah cincin api (ring of fire), yang berarti Indonesia rawan terkena gempa bumi dan dapat menimbulkan tsunami. Ring of fire ini yang menjelaskan adanya hubungan dari aktifitas gunung api yang menjajar dari Indonesia sampai Jepang, menyambung dari Alaska melalui bagian barat AS sampai Amerika Selatan. Ring of fire ini juga disebut sebagai lingkaran magma yang besar dan hebatnya Indonesia adalah puncak dari lingkaran api tersebut. Pergerakan lempeng-lempeng tektonik tersebut menyebabkan terbentuknya jalur gempa bumi, rangkaian gunung api aktif serta patahan- patahan geologi yang merupakan zona rawan bencana gempa bumi dan tsunami.

Gambar 1. Wilayah yang masuk ke dalam Ring Of Fire

Berdasarkan pengukuran Very – long Baseline Interferometry, VLBI (Prat, 2001) diketahui saat ini lempeng Samudera Indo-Australia bergerak kearah utara dengan kecepatan rata – rata 5,5 -7 cm/tahun, lempeng samudera pasifik bergerak kea rah barat laut dengan kecepatan rata – rata >7 cm/tahun dan Eurasia bergerak kea rah barat daya dengan kecepatan 2,6 – 4,1 cm/tahun.

Pulau Jawa memiliki paling banyak gunung api, dari sebelah barat hingga ujung timur berjejer gunung-gunung api. Bahkan sampai saat ini masih banyak gunung-gunung api tersebut yang aktif seperti Gunung Papandayan di Jawa Barat, Gunung Merapi di Jawa Tengah, dan Gunung Semeru di Jawa Timur. Terbentuknya gunung-gunung api di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara akibat tabrakan antara lempeng Australia (dari sebelah selatan) dengan lempeng Eurasia (dari sebelah utara) (Mulya, 2004). Tabrakan kedua lempeng tersebut tepat berada sebelah selatan Pulau Jawa. Akibat tabrakan kedua lempeng tersebut maka akan terbentuk gunung, pergerakan antar lempeng ini dapat menimbulkan empat busur gunungberapi yang berbeda:

  1. Pemekaran kerak benua, lempeng bergerak saling menjauh sehingga memberikan kesempatan magma bergerak ke permukaan, kemudian membentuk busur gunung api di tengah samudra.
  2. Tumbukan antar kerak, dimana kerak samudera menunjam di bawah kerak benua. Akibat gesekan antar kerak tersebut terjadi peleburan batuan dan lelehan batuan ini bergerak ke permukaan melalui rekahan kemudian membentuk busur gunungapi di tepi benua.
  3. Kerak benua menjauh satu sama lain secara horizontal, sehingga menimbulkan rekahan atau patahan. Patahan atau rekahan tersebut menjadi jalan ke permukaan lelehan batuan atau magma sehingga membentuk busur gunungapi tengah benua atau banjir lava sepanjang rekahan.
  4. Penipisan kerak samudera akibat pergerakan lempeng memberikan kesempatan bagi magma menerobos ke dasar samudera, terobosan magma ini merupakan banjir lava yang membentuk deretan gunungapi perisai.

Gambar 2 . Proses Pembentukan Gunung Berapi

Gambar 3. Pergerakan Antar Lempeng (Sigurdsson, 2000).

Mengapa wilayah Malang Raya banyak dikelilingi oleh gunung – gunung berapi hal ini dikarenakan di Indonesia masuk kedalam zona wilayah cincin api (ring of fire), yang berarti Indonesia rawan terkena gempa bumi dan dapat menimbulkan tsunami. Dan juga adanya pengaruh dari pergerakan lempeng – lempeng tektonik, karena di Indonesia termasuk kedalam lempeng tektonik. Pergerakan lempeng-lempeng tektonik tersebut menyebabkan terbentuknya jalur gempa bumi, rangkaian gunung api aktif serta patahan- patahan geologi yang merupakan zona rawan bencana gempa bumi dan tsunami. Terbentuknya gunung – gunung di sekitar wilayah Malang juga dipengaruhi adanya tabrakan antara lempeng Australia (dari sebelah selatan) dengan lempeng Eurasia (dari sebelah utara). Tabrakan kedua lempeng tersebut tepat berada sebelah selatan Pulau Jawa.

2. Kondisi Lansekap Daerah Joyogrand, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang

Wilayah terjadinya kasus bencana longsor terletak pada perumahan Joyogrand Inside, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Menurut Data Monografi Kelurahan Merjosari (2016), Kelurahan Merjosari memiliki luas wilayah 336 Ha dan terletak pada ketinggian 451 m dpl yang berbatasan langsung dengan Kelurahan Tlogomas pada sebelah utara, Kelurahan Karang Besuki pada sebelah selatan, Desa Tegalwaru pada sebelah barat, dan Kelurahan Dinoya pada sebelah timur.

Jenis tanah pada wilayah tersebut menurut Data Pemerintah Kota Malang adalah tanah andosol yang terbentuk oleh abu dan tuff volcano, topografinya datar, bergelombang melandai dan berbukit. Tekstur tanah lempung hingga debu sampai liat. Konsistensi tanah gembur dan licin. Struktur tanah gumpal dan semakin meningkat seiring dengan kedalaman tanah. Kandungan mineral tanah sedang dan kepekaan erosi baik terhadap erosi serta memiliki permeabilitas sedang.

Gambar 4. Peta Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang

a. Bentuk Lahan (Landform)

Bentuk lahan (landform) pada wilayah tersebut adalah aneka (miscellaneous landform) yang merupakan bentuk dari hasil aktivitas alam atau terjadi karena adanya kegiatan manusia dan tidak termasuk pada bentuk lahan lainnya (alluvial, marin, fluvio marin, gambut, eolian, karst, vulkanik, ataupun tektonik). Bentuk lahan aneka pada umumnya dapat ditemuka pada lahan rusak dan bangunan-bangunan buatan manusia yang terdapat pada daerah perkotaan seperti pada wilayah terjadi bencana longsor tersebut.

Gambar 5. Bentuk Lahan Daerah Joyogrand, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang

Jenis lansekap yang terdapat pada wilayah longsor merupakan daerah perkotaan yang mana terdapat adanya modifikasi yaitu pembangunan bangunan rumah dan prasarana dari yang asalnya merupakan lingkungan yang masih alami. Easton (2013) menyatakan bahwa pada built landscape tidak sama seperti jenis lanskap alami seperti yang lainnya, built landscape merupakan hasil modifikasi manusia terhadap alam. Fitur lansekap yang dapat ditemukan antara lain infrastruktur seperti bangunan jalan, transportasi, energy, saluran pembuangan, dan system telekomunikasi. Built landscape sering kali mengakibatkan kerusakan atau memberikan efek negatif pada lansekap alam. Namun, pada umumnya built landscape tergabung dengan gunung.

b. Informasi Geomorfologi

Informasi Geomorfologi diperoleh dari Peta Geologi skala 1:100,000 Lembar Malang (Santosa et.al., 1992). Secara umum tanah yang berkembang di wilayah Malang berkembang dari bahan vulkanik hasil gunung api, yang dipengaruhi oleh Gunung Arjuno dan Anjasmoro di bagian utara, dan Gunung Panderman di bagian selatan. Berdasarkan Peta Geologi Lembar Malang (Santosa et.al., 1992), formasi geomorfologi yang dijumpai ada lima, berturut-turut dari yang paling luas yaitu:

1) Qvaw (Batuan Gunungapi Arjuna Welirang),

2) Qpat (Batuan Gunungapi Anjasmara Tua),

3) Qvp (Batuan Gunungapi Panderman),

4) Qpvkb (Batuan Gunungapi Kawi-Butak) dan

5) Qpva (Batuan Gunungapi Anjasmara Muda).


 

DAFTAR PUSTAKA

Easton, Mark. 2013. Oxford Big Ideas Geography 8. Melbourne: Oxford University Press.

Mulya. A. 2004. Pengantar Ilmu Kebumian. Bandung: Pustaka Setia.

Pemerintah Kota Malang. 2016. Geografis Kota Malang. https://malangkota.go.id/sekilas-malang/geografis/ diakses pada tanggal 12 Februari 2018.

Priyono, 2015. Hubungan Klasifikasi Longsor, Klasifikasi Tanah Rawan Longsor dan Klasifikasi Tanah Pertanian Rawan Longsor. Surakarta: FP UNISRI.

Sigurdsson, H et al. 2000. History of Circum-Caribbean Explosive Volcanism: 40Ar/39Ar Dating of Tephra Layers. In: Leckie, RM; Sigurdsson, H; Acton, GD; Draper, G (eds.). Proceedings of the Ocean Drilling Program, Scientific Results. TX: College Station (Ocean Drilling Program).

Sujatmiko dan Santosa, S. 1992. Geologi Lembar Leuwidamar, Jawa. Bandung: Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi.

Tautan File Tugas: Tugas ANLAN Kelompok 4 Kelas C

Hello world!

Selamat datang di Student Blogs. Ini adalah posting pertamaku!