Propagasi BAB VI Menyerbuk Silang

2013
04.22

 PROPAGASI

(PPT 6) PEMULIAAN TANAMAN MENYERBUK SILANG

  1. A.      Latihan dan Diskusi (Propagasi vertical dan Horizontal)
  2. Pada tanaman menyerbuk sendiri, keturunannya tidak pernah berubah secara genetic. Sebaliknya pada tanaman menyerbuk silang keturunannya selalu beragam secara genetik.  Dengan menggunakan diagram persilangan, tunjukkan perbedaan genetic tanaman menyerbuk sendiri dan menyerbuk silang!

Jawab :  Tanaman menyerbuk sendiri:

P     :                                                           Aa >< Aa

S1      :          25% AA                                                                        25% aa

                                                                    50% Aa

S2       :         25% AA      12,5% AA       25% Aa         12,5% aa      25% aa

S3        :       37,5% AA    6,25% AA       12,5% Aa    6,25% aa      37,5% aa

S4         :      43,7% AA   3,125% AA    6,25% Aa   3,125% aa     43,7% aa

S5         :   46,875% AA   1,562% AA    3,125% Aa   1,562% aa   46,875% aa

Pasangan gen homosigot akan tetap homosigot dan apabila terjadi penyerbukan sendiri secara terus menerus maka genotipe yang terbentuk adalah cenderung homosigot atau genotip homosigot makin lama makin besar proporsinya.

Tanaman menyerbuk silang :

        Gamet

Gamet

GW

Gw

gW

gw

GW

GGWW

(kuning,halus)

GGWw

(kuning,halus)

GgWW

(kuning,halus)

GgWw

(kuning,halus)

Gw

GGWw

(kuning,halus)

GGww

(kuning, keriput)

GgWw

(kuning,halus)

Ggww

(kuning,keriput)

gW

GgWW

(kuning,halus)

GgWw

(kuning,halus)

ggWW

(hijau,halus)

ggWw

(hijau,halus)

gw

GgWw

(kuning,halus)

Ggww

(kuning,keriput)

ggWw

(hijau,halus)

Ggww

(hijau,keriput)

Dari diagram persilangan dihibrid tersebut di atas merupakan contoh tanaman yang meyerbuk silang dimana dapat dilihat bahwa fenotipe F2 memiliki nisbah 9 : 3 : 3 : 1 sebagai akibat terjadinya segregasi gen G dan W secara independen. Dengan demikian, gamet-gamet yang terbentuk dapat mengandung kombinasi gen dominan dengan gen dominan (GW), gen dominan dengan gen resesif (Gw dan gW), serta gen resesif dengan gen resesif (gw).

  1. Pada suatu populasi jagung diketahui ada 40 tanaman yang terserang penyakit bulai dari total 1000 tanaman. Penyakit bulai dikendalikan oleh gen resesif b, tentukan frekuensi fenotip tanaman tahan dan peka, frekuensi genotip tanaman tahan dan peka serta frekuensi gen B dan b dari populasi jagung tersebut!

Diketahui : * peka          : 40

       * populasi   : 1000

                      * tahan         : 960

Ditanya : * frekuensi fenotip tanaman tahan dan peka

   * frekuensi genotip tanaman tahan dan peka

                  * frekuensi gen B dan b

Dijawab :

 * Frekuensi fenotip tanaman tahan dan peka

Frekuensi fenotip tanaman tahan = 960/1000 = 0,96

Frekuensi fenotip tanaman peka = 40/1000 = 0,04

Jadi frekuensi fenotip tanaman tahan yaitu 0,96 dan tanaman peka yaitu 0,0

 * Frekuensi genotip tanaman tahan dan peka

BB = tahan                  Bb  = tahan                                 bb  = peka

Frekuensi genotip BB = p2 = (0,8)2 = 0,64

Frekuensi genotip Bb = 2pq = 2(0,8)(0,2) = 0,32

Frekuensi genotip bb = q2 = (0,2)2 = 0,04

Jadi frekuensi genotip tanaman tahan yaitu BB + Bb = 0,64 + 0,32 = 0,96 dan frekuensi genotip tanaman peka yaitu 0,04

* Frekuensi gen B dan b

Resesif = b = q

q2 = jumlah populasi peka/populasi total = 40/1000 = 0,04

q = 0,2

p + q = 1

p = 1 – q = 1 – 0,2 = 0,8

Jadi frekuensi alel B = 0,8 dan frekuensi alel b = 0,2

B. Pertanyaan (Evaluasi mandiri)

  1. What do you know about inbreeding?

Jawab :  Inbreeding (silang dalam) adalah perkawinan antara individu yang mempunyai hubungan kekerabatan atau dapat dikatakan perkawinan antara saudara/kerabat dekat. Silang dalam memberikan akibat buruk dari individu – individu dalam suatu populasi. Efek silang dalam lebih dikenal dengan istilah depresi silang dalam. Istilah ini diperuntukkan pula pada penyerbukan sendiri (selfing) untuk tanaman menyerbuk silang seperti jagung maka akibat silang dalam (yakni dipresi = tekanan silang-dalam) sangat nyata sekali. Tanaman menjadi lebih rendah, ketegapan fekunditas yang menjadi turun serta bertambahnya sifat – sifat yang mengakibatkan kelemahan tanaman secara keseluruhan. Dengan demikian silang dalam sebaiknya dihindari, kecuali kalau prosesnya terkontrol dengan tujuan penciptaan hibrida, dengan memanfaatkan heterosis sebesar – besarnya.

  1. Please explain the advantages of inbreeding in cross pollination plant!

Jawab  : Keuntungan inbreeding dalam menyerbuk silang yaitu bisa mendapatkan galur penghasil benih hibrida melalui persilangan diantara galur tangkar dalam (disebut galur murni atau inbred) dan juga dapat memperoleh tanaman yang digunakan sebagai tanaman penguji terhadap tanaman yang lain yang dievaluasi kemampuannya. Untuk iu, perlu dilakukan inbreeding terus-menerus agar homozigot pada semua pasangan alel karena tanaman homozigot akan lebih mudah mempertahankan genotipenya.keuntungan lain inbreeding yaitu memberikan jaminan dalam terjadinya penyerbukan, kemampuan dalam memngembangkan kolonisasi, dan merupakan salah satu fenomena evolusi yang paling luas pada tanaman. Tanaman yang memiliki tingkat inbreeding yang tinggi akan menyediakan polennya sendiri, sehingga ia mampu berkembang dengan baik.

  1. Mention the advantages of heterosis in cross pollination plant breeding?

Jawab  : Heterosis merupakan keunggulan hibrida atau hasil persilangan (F1) yang melebihi nilai atau kisaran kedua tetuanya. Keuntungannya yaitu dapat digunakan untuk memperoleh keuntungan komersial dari tanaman yang diusahakan petani.

  1. Apa hubungan antara hukum Hardy-Weinberg dengan pemuliaan tanaman menyerbuk silang?

Jawab   :  Berdasarkan hukum Hardy-Weinberg yaitu frekuensi gen dan genotipa akan konstan dari generasi ke generasi pada populasi kawin acak apabila tidak terjadi seleksi, mutasi, dan migrasi. Sehingga dapat dikatakan bahwa di dalam memperbaiki varietas suatu tanaman menyerbuk silang berkaitan dengan hukum Hardy-Weinberg tersebut yang merupakan  usaha merubah frekuensi gen yakni ke arah peningkatan frekuensi gen yang dikehendaki. Perubahan ini biasanya dilakukan melalui seleksi. Oleh karena itu, pemuliaan pada tanaman menyerbuk silang dapat didefinisikan sebagai pengetrapan seleksi terhadap populasi dengan tujuan untuk menciptakan populasi dengan frekuensi gen yang baru dan unik

2 Responses to “Propagasi BAB VI Menyerbuk Silang”

Your Reply

*