browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Strategi untuk Meningkatkan Peran Indonesia sebagai Eksportir Nanas

Posted by on December 7, 2012

Strategi Jangka Pendek

Strategi dapat dilakukan guna mendukung peningkatan daya saing buah nanas Indonesia adalah: (1) Pengembangan teknologi yang dapat meningkatkan kualitas buah  nanas Indonesia melalui perbaikan infrastruktur dengan pengadaan alat pendingin, pemberantasan hama penyakit, dan konsistensi dalam hal pemasokan buah nanas ke pasar internasional; (2) meningkatkan kinerja ekspor buah nanas Indonesia; (3) meningkatkan produktivitas buah nanas  Indonesia yang dapat meningkatkan jumlah produksi dan daya saing buah nanas Indonesia; dan (4) meningkatkan volume ekspor buah nanas sehingga dapat meningkatkan daya saing buah-buahan tropis Indonesia.

Strategi Jangka Panjang

  • Memperbaiki iklim infestasi

Lemahnya iklim investasi Indonesia disebabkan oleh serangkaian faktor. Akan tetapi, ketidakpastian kebijakan dan peraturan, korupsi, dan kualitas prasarana dinilai merupakan hal paling relevan bagi eksportir buah nanas saat ini. Pemerintah telah merancang program untuk memperbaiki iklim investasi, seperti tertuang dalam Buku Putih (White Paper) paket kebijakan ekonomi pasca IMF. Meski strategi perbaikan iklim investasi ini membutuhkan reformasi kelembagaan dalam jangka panjang dan perubahan perilaku, pemerintah dapat bertindak cepat dengan memberi indikasi berupa komitmen untuk menangani isu-isu tersebut. Kuncinya adalah membuka dialog dengan berbagai asosiasi yang mewakili dunia usaha domestik dan asing. Selanjutnya, pencapaian atau hasil dari agenda ini harus mudah diawasi. Penunjukan komite, sejajar dengan kabinet, hanya akan efektif jika dapat meyakinkan dunia usaha visi apa yang perlu dilakukan dan kewenangan untuk melaksanakan visi tersebut

  • Meningkatkan akses pasar serta volume ekspor

Indonesia memerlukan kebijakan perdagangan yang sinkron dan konsisten, agar memperoleh manfaat dari pertumbuhan perdagangan dunia dalam rangka penciptaan lapangan kerja. Selama ini kebijakan yang ditempuh terlalu fokus pada pengaruh subsidi pertanian oleh negara-negara maju. Meski penghapusan subsidi ini sangat diharapkan, mereka bukanlah kendala utama bagi ekspor Indonesia. Sebaliknya, kebijakan harus memfokuskan diri pada peningkatan akses pasar. Baik pasar negara maju maupun berkembang sama pentingnya sebagai negara tujuan ekspor nanas iIndonesia. Selain itu, Indonesia juga harus meningkatkan nilai ekspor nanas dan nilai total ekspornya di pasar internasional agar memperoleh tambahan pangsa ekspor. Salah satu caranya yaitu melakukan kerjasama dengan negara pengekspor nanas yang bernilai ekspor tinggi dan berdaya saing kuat dalam pemasaran guna meningkatkan nilai ekspor nanas Indonesia di pasar internasional.

  • Mempertahankan dominasi nanas indonesia di pasar internasional

Indonesia harus mempertahankan posisinya sebagai eksportir di pasar internasional terutama di negara Jepang, Uni Emirat Arab, Amerika Serikat dan Macao dengan cara meningkatkan ekspor nanas segar serta berbagai produk olahan nanas,terutama yang khas dari Indonesia seperti kripik dan dodol agar negara tujuan tersebut memiliki pilihan produk yang lebih beragam dan tetap mengimpor nanas dari Indonesia. Indonesia harus lebih intensif mengekspor nanas ke Jepang dan Amerika Serikat yang merupakan negara tujuan potensial karena kedua negara tersebut merupakan negara dengan GDP perkapita yang tinggi dibandingkan negara tujuan lainnya sehingga aliran ekspor nanas Indonesia ke kedua negara tersebut akan cenderun