browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

PKL Part II – Road To PTPN XI Surabaya

Posted by on October 5, 2012

Tujuan PKL saya adalah Pabrik Gula Djatiroto. PG ini merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara yang berpusat di PT Perkebunan Nusantara XI, Surabaya. Untuk itu saya kejar tayang dari Malang ke Surabaya kamis lalu. Saya harus menyerahkan proposal dan mengajukan surat permohonan ke PTPN XI terlebih dahulu sebelum menuju ke PG Djatiroto. Hal ini dikarenakan PG Djatiroto tidak menerima magang tanpa Surat Pengantar dari PTPN XI.  Bus Malang – Surabaya lokal alias non patas, merogok kocek sepulur ribu rupiah. Namun sayang sekali. Saya kurang beruntung! Supirnya ugal ugalan membuat kepala saya pening. Tiba tiba.. Byur! Orang sebelah saya sudah membuang limbah dalam kresek. hiyaaah.. 😐 Okey, lepas dari limbah kembali ke jalan yang benar, Saya tetap fokus dengan google maps. Berharap saya tidak tersesat.

Kantor PTPN XI Surabaya

Saya terjun bebas dari Malang – Surabaya dalam kurun waktu 3 jam. dan sesampainya di kantor PTPN, saya menyerahkan proposal hanya 10 menit saja. Ndak sumbut karo perjalanane men! (hahah :D). Sebagai palancong asing yang baru pertama kali ini memasuki area Kantor Pusat Perkebunan Nusantara, saya membeku sejenak. Lirik kanan lirik kiri. Suasananya tidak jauh beda dengan Kantor Kementerihan Sihir Harry Potter. Gedung tua bercorak klasik menyejukan mata.  Saya hanya bisa bilang WOW! 😀

Lorong kantor

Setelah menyerahkan porposal dan surat pengantar dari fakultas saya melangkah keluar. Terik matahari seolah membakar kalori yang senantiasa membuat saya dehidrasi. Wanita mungil berkerudung kuning berdiri imut di depan ATM menanti kedatangan bus kota yang mengantar saya kembali pulang. Saya pulang dengan dibekali secarik kertas berisikan nomer Pak Syafi’i. Beliau yang akan senantiasa mengabari saya, bila surat pengantar sudah disetujui pihak Direksi Perusahaan.

Banyaknya waktu yang terbuang di perjalanan sama sekali tidak membuat saya  kehilangan jejak rotasi bumi. Justru membuat rotasi semangat saya kembali berputar, mengingat perjuangan saya dalam mempertahankan PKL ini. Tahukah Anda? Sebelumnjya saya sempat sedikit adu mulut dengan beberapa pihak akademik fakultas yang tidak segera membuatkan surat izin PKL. Hal ini dikarenakan saya menuliskan tanggal PKL mulai 3 November yang tentunya mengganggu kuliah.  Tapi dengan segala pertimbangan yang saya jelaskan akhirnya mereka mengerti dan membuatkan surat izin untuk saya. Cukup lama menunggunya kurang lebih 10 hari. Jadi, saya berpesan kepada adik adik ku sayang, jika kalian ingin memohon surat izin alangkah baiknya dikerjakan jauh jauh hari. Hal ini dikarenakan proses permohonan izin ini cukup memakan waktu.

Simak PKL Part I dan Part III, Terima Kasih atas kunjungannya. Selamat datang kembali 🙂