browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

PKL Part VIII – Masuk dan Sumuk

Posted by on November 17, 2012

 

Pabrik Gula Djatiroto, merupakan satu-satunya pabrik gula di kota Lumajang. Bangunan kolonial belanda masih terasa kental disini. Eksotika ornamen-ornamen bangunan bertemankan debu menghipnotis saya bak kembali ke era noni noni belanda. Memang kuno dan terkesan teknologi yang masih terbelakang jika dibandingkan dengan beberapa pabrik baru ternama di Indonesia. Memang benar tidak sedikit orang yang mengolok saya karena PKL disini. Walaupun begitu saya tetap bersyukur karena dari sejumput ilmu yang saya peroleh di kampus ternyata hanya sebesar upil jika dialokasikan dalam dunia industri. Disini buanyak sekali ilmu yang saya dapat. Bukan materi dan canggihnya teknologi yang saya cari, tetapi bagaimana cara kita mengaplikasikan ilmu.

Awal masuk area pengolahan, saya dipertemukan dengan Bapak Andreas yang langsung memberikan pre test sebelum saya memasuki area pabrikasi. Yah! Sedikit shock karena baru masuk langsung ditanyain ini itu, untungnya semalam saya sempat membaca proposal saya lagi. Saya sarankan buat teman2 yang akan menjalankan PKL lebih baik pahami betul proses produksi pabrik yang kalian kehendaki. Okidoki? 😀

Setelah bercuap-cuap seupil tentang proses pengolahan tebu menjadi gula, pak Andreas memberikan segunung ilmu tentang gula. Akhirnya saya sadar, ternyata proposal saya jauh dari kata detail. Sedikit bengong ketika sang dokter gula berbicara bak mahasiswa yang ‘kutuk’ dan hanya bisa mengangguk-angguk di depan hidung dosen. Haha! Bodohnya saya! Jangan sampai terulang pada kalian ya teman teman!! Pahami betul materi yang akan dipraktekkan ke lapangan.

Selanjutnya saya diantar Mas Bakti keliling pabrikasi. Masuk pabrikasi dengan wajah cerah berbinar binar dan keluarnya wajah sudah berubah fase jadi kusut, hangus dan berminyak. Memang benar kondisi pabrik sangat bervariasi, mulai dari suhu ruang hingga panas yang overload. Apalagi ketika masuk ke stasiun ketel, sumuknya luar biasa (sumuk=gerah). Belum lagi butiran butiran debu ampas yang menari kesana kemari. Kalau daya tahan tubuh lemah bisa flu seketika. Jangan lupa membawa masker ketika memasuki areal pabrikasi. Entah itu disuruh petugas atau tidak yang penting sedia payung sebelum hujan. Tujuannya agar daya tahan tubuh kita tetap terjaga.

Pose Terculun Saya sepanjang Abad.. 😀