browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

“NO MATTER WHAT” Movie

Posted by on October 15, 2012

Tokoh tokoh yang berperan :

Dumadi                : Fandy W P

Masrika                : Fanni Silviana

Taslim                  : Nugroho

Pak Bowo            : Sem

Jihan                     : Dewi Kesuma Ningtyas

Pengacara           : Cynthia

 

CREW

Produser              : Ellen

Sutradara            : Kuntaro

Astrad                  : Selvi

Editor                   : Nugroho

Cameraman        : Sam, Sablon, Fandy

Design & Layout: Kuntaro

Soundman           : Farizka

Lighting                : Cynthia

Switcher man     : Tyas

DOP                      : Sem

Make up artist    : Kuntaro

 

NO MATTER WHAT

Inti Cerita

Drama kehidupan sebuah keluarga yang kehilangan seorang anak , kematian anaknya disebabkan oleh seorang pengacara yang cukup memiliki pengaruh sehingga kasus di tutup begitu saja. Dan disana seorang ayah tergerak untuk mencari keadilan dengan mendatangi Presiden, dan perjalanan yang sia-sia tersebut tidak mematahkan semangatnya untuk terus menuntut keadilan. Ia merasa ketika manusia tidak mampu memberikan keadilan maka ia mencarinya kepada Tuhan. Perjalanannya pun kembali dimulai.

 

Sinopsis

Seorang ayah yang kehilangan putranya, putra yang diidam-idamkan dan baru didapatkan di usia pernikahannya yang ke-9,

Kematian putranya terjadi dengan sangat tragis. Kesakitan hatinya yang mendaki dan berkarat membuatnya tergerak untuk menuntut keadilan sampai titik darah penghabisan.

Dan ini adalah perjalanan untuk kesakitan, kegigihan, cinta tanpa tendensi, dan penerimaan.

 

Karakter

Dumadi: melankolis, gigih, keras kepala, spontanitas tinggi.

Fisik: tinggi, tegap, kulit coklat kusam.

 

Misrika: judes, inisiatif tinggi, penyayang, sabar.

Fisik: putih, mata belok dan teduh, badan kecil.

 

Taslim: bengis, memaksakan kehendak, bandel.

Fisik: kulit sawo matang, rambut klimis, labil masa kini.

 

Jihan: gadis cantik, kalem, kembang desa.

Fisik: tinggi, putih.

 

 

Plot

Babak I

Suatu hari Taslim mendatangi bapaknya yaitu Dumadi  dengan marah-marah meminta dibelikan sepeda motor. Karena  Dumadi tidak memiliki uang, akhirnya Taslim hanya dibelikan sepeda angin. Namun Taslim menolaknya dan tetap memaksa, akhirnya dengan terpaksa Dumadi menjual keris leluhur yang berharga untuk membeli motor. Kehidupan Dumadi berubah total ketika teman Taslim mengabarkan tentang kematian anaknya.

 

Babak II

Dalam tragedi yang menewaskan anaknya, Dumadi berusaha mencari keadilan dengan melaporkan kepada polisi. Namun mereka tidak menghiraukan sehingga Dumadi kecewa karena merasa nyawa anaknya tidak dihargai. Dalam keadaan depresi, Dumadi berinisiatif melakukan aksi protes untuk mencari keadilan anaknya dengan berjalan kaki dari kota Malang ke Istana negara untuk menemui presiden. Namun usahanya sia-sia karena tuntutannya tidak dihiraukan sehingga Dumadi semakin tertekan. Dengan langkah gontai, Dumadi pulang ke rumahnya untuk bersiap menuju gunung kawi mencari keadilan terakhir kepada Tuhan. Sang istri yang melihat suaminya pergi untuk kesekian kali hanya bisa pasrah dan berusaha untuk menjalani kehidupan seperti biasa dengan terus berdoa agar suaminya selamat dan lekas kembali.

 

Babak III

Di hari ke 30 ketika sang istri sedang berdoa, tiba-tiba terdengar suara Dumadi memanggil namanya. Sang istri menyambut kedatangannya dengan perasaan senang. Namun sang istri merasakan kesedihan ketika melihat keadaan suaminya yang sehari-hari hanya duduk melamun di kursi dan menyanyikan tembang jawa. Di malam ketujuh setelah kepulangan Dumadi, seperti biasa ia masih menembangkan lagu-lagu untuk putranya yang telah pergi, namun satu hal yang mengejutkan Misrika, tiba-tiba sejenak Dumadi berhenti menembang dan menatap istrinya , lalu menangis sesenggukan seperti anak kecil. Misrika kembali mengelus suaminya sambil mengatakan bahwa seperti apapun suaminya ia akan tetap mencintainya sebagaimana suaminya selalu mencintai putra mereka bagaimanapun keadaanya dan dimanapun ia berada. Dumadi kembali menembang.

 

 

Outline

 

1. Dumadi nembang (teras)

1.1 Dumadi duduk sambil menembang

1.2 Misrika jalan menuju pintu dan bersandar memandangi Dumadi

1.3 Dumadi menerawang

 

2. Flashback percakapan tentang keputusan menjual keris di dapur (dapur)

2.1 Misrika membuat kopi sambil menasihati Dumadi

(ati-ati pak , mbok ya jangan sembarangan

2.2 Dumadi memandangi keris sambil duduk dimeja makan

2.3 kembali mengaduk kopi, memberikannya, lalu pergi (menggerutu)

 

3. Memberikan sepeda angin (teras)

3.1 Dumadi membawa sepeda menuju rumah

3.2 dumadi menyerahkan sepeda

3.3 Taslim menolak sepeda sambil berdialog , lalu merubuhkan sepeda

3.4 sepeda tergeletak

3.5 Dumadi memandangi taslim menjauh dengan sedih

3.6 Misrika mendatangi dan menasihati Dumadi yang sedang menegakkan sepeda

 

4. Dumadi memandikan kerisnya untuk yang terakhir kali (ruangan)

4.1 Dumadi memandikan kerisnya sambil menangis

 

5. Pakde Bowo datang untuk mengambil keris yang akhrinya dibelinya dari Dumadi (ruang tamu)

5.1 Bowo merayu agar Dumadi mengikhlaskan kerisnya

5.2 Dumadi menyerahkan kerisnya ke Bowo

5.3 Bowo mengambil uang dari tas  menaruh di meja

 

6. Jihan mengabari kematian anaknya (teras)

6.1 Jihan datang ke rumah Dumadi dengan tergesa

6.2 perhatian dumadi dan misrika langsung tertuju pada Jihan

6.3 Jihan menyampaikan berita duka

6.4 Dumadi menjatuhkan cangkir ditanganya Misrika pingsan

 

7.  Pengacara pelaku datang ke rumah Dumadi (teras dan kamar))

7.1 Suasana duka di rumah keluarga Dumadi

7.2 Dumadi duduk melamun didepan rumah (Misrika menangis disamping mayat anaknya di dalam rumah)

7.3 Lawyer mendatangi Dumadi

7.4 Lawyer pelaku  memberikan penjelasan dan memberikan kompensasi uang

7.5 Dumadi mengambil dan membakar uang untuk menyulut rokok di depan lawyer

7.6 Dumadi menjelaskan bahwa ia mencari keadilan, bukan uang

7.7 Dumadi masuk ke dalam rumah di ikuti Bowo

7.8 Dumadi mengemasi pakaian dan Bowo menasehati di dalam kamar

7.9 Dumadi keluar rumah dan ditahan Bowo

7.10 Dumadi bersikeras pergi dan mendorong Bowo hingga terjatuh

7.11 Bowo memandangi kepergian Dumadi

 

8. Perjalanan Dumadi ke Jakarta (jalan)

8.1 Dumadi berjalan dari Malang hingga sampai di Jakarta

8.2 Berita Dumadi masuk beberapa stasiun televisi

8.2 Dumadi sampai di gerbang istana presiden (depan gedung)

8.3 Dumadi memohon ijin untuk bertemu presiden

8.4 Petugas menolak Dumadi dan mengusirnya

8.5 Dumadi kecewa dan lunglai di depan gerbang

 

9. Dumadi pulang (ruang tamu)

9.1 Misrika berdoa sambil menangis

9.2 Dumadi muncul di depan pintu

9.3 Misrika menyambut Dumadi dengan gembira

9.4 Dumadi menjelaskan apa yang dia alami dan rencananya untuk pergi kembali

9.5 Misrika dan Dumadi berdebat

9.6 Dumadi tetap bersikeras untuk pergi mencari keadilan kepada Tuhan

9.7 Misrika pasrah melihat Dumadi pergi lagi

 

10. Misrika berusaha menjalani kehidupan seperti biasa (warung kopi)

10.1 Suasana warung kopi

10.2 Misrika membuat kopi dan memberikan ke pembeli

10.3 Misrika kembali ke dapur, melewati tempat persembahyangan dan berhenti sejenak

10.4 Dumadi muncul di depan warung dan memanggil Misrika

10.5 Misrika menghampiri Dumadi dan menyuruhnya duduk

10.6 Misrika menuju dapur

10.7 Dumadi duduk tanpa ekspresi

10.8 Misrika datang membawa Kopi, duduk di depan Dumadi kemudian menggenggam tangannya

 

11. Dumadi melamun sepanjang hari (teras)

11.1 Suasana lingkungan rumah Dumadi di malam hari

11.2 Dumadi  melamun sambil nembang di teras rumah

11.3 Misrika datang membawakan kopi dan masuk kembali ke dalam rumah

 

12. Misrika menasehati Dumadi (teras)

12.1 Suasana pagi hari di rumah Dumadi

12.2 Dumadi melamun di teras sambil nembang dan meneteskan air mata

12.3 Misrika membawakan kopi dan duduk di samping Dumadi

12.4 Dumadi berhenti nembang dan menatap istrinya

12.5 Misrika berpesan kepada Dumadi

12.6 Dumadi melanjutkan nembangnya

 

NO

OUTLINE

LOKASI dan WAKTU

TOKOH

KOSTUM

PROPERTI

1

Dumadi nembang (teras) Teras  (pagi) Dumadi

Misrika

Kaos oblong + Celana pendek

Daster Biru

Kursi amben, meja kecil

 

2

Flashback percakapan tentang keputusan menjual keris dapur (pagi) Dumadi

Misrika

Kaos oblong + Celana pendek

Daster Merah

Keris

Meja Makan, meja dapur, kompor, teko, dll

Secangkir kopi

 

3

Memberikan sepeda angin (teras) Teras (Siang) Dumadi

Taslim

Kaos Polo Orange +  Celana Panjang

Kaos Hitam celana pendek 3/4

Sepeda Pancal

4

Dumadi memandikan kerisnya untuk yang terakhir kali (ruangan) Ruangan Dalam Rumah Dumadi Kaos Oblong putih celana pendek Keris

Air

Bunga 7 rupa

Kendi / template baki

Kain lap

5

Pakde Bowo datang untuk mengambil keris yang akhrinya dibelinya dari Dumadi Ruang Tamu Bowo

Dumadi

Kemeja + celana Panjang

Kaos Oblong putih celana pendek

Keris

Uang

Tas uang

Meja Kursi

6

Jihan mengabari kematian anaknya Teras (siang) Jihan

Dumadi

Misrika

Kaos dan celana pendek

Kaos oblong hitam+celana pendek

Daster Orange

Cangkir

Sapu

7

Pengacara pelaku datang ke rumah Dumadi (teras dan kamar) Rumah dan suasana duka Dumadi

Misrika

Lawyer

Bowo

Celana panjang dan kasual

Baju panjang dan selendang

Blazer  hem  + rok

Baju kemeja rapi

Uang + Amplop

Korek

rokok

Tas + baju2

8

Perjalanan Dumadi ke Jakarta Jalan Dumadi

Reporter

Satpam

Celana panjang dan kasual

Kemeja resmi

 

Manila

Rafia

Spidol

Mik, meja news

9

Dumadi pulang

 

ruang tamu Dumadi

Misrika

Celana panjang dan kasual

Daster hitam

 

Manila

Rafia

 

10

Misrika berusaha menjalani kehidupan seperti biasa warung kopi Misrika

Pembeli

Dumadi

Daster Biru

Bebas

Celana panjang dan kasual

 

Kopi dkk

Kursi

Meja, piring kue

11

Dumadi melamun sepanjang hari Teras Dumadi

Misrika

Kaos oblong dan sarung

Daster Merah

Kopi

Kursi

12

Misrika menasehati Dumadi teras Dumadi

Misrika

Kaos oblong dan celana pendek

Daster Biru

Kursi amben

 

 

Di atas adalah kerangka yang harus dibuat sebelum membuat film. Ya, itulah hasil yang diperoleh dari pelatihan kemarin.. 😀