browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Metodologi dan Rancangan Percobaan -edisi 1-

Posted by on September 13, 2012

Masalah Objek dan Masalah Topik
Masalah objek dapat didefinisikan sebagai masalah yang ada pada objek penelitian(variabel yang akan diteliti).Masalah tersebut hendaknya harus dapat diatasi dengan suatu metode penelitian (ini yang kita teliti). Dalam membuat rancangan penelitian masalah yang ada pada objek akan menuntun kita dalam membuat masalah topik.Masalah topik dapat didefinisikan sebagai masalah yang menjadi rujukan kita dalam melakukan penelitian,masalah topik menjadi pendoman kita dalam melakukan penelitian.
Contoh : Pengaruh Penambahan Ekstrak Biji Kelor dalam Meningkatkan Umur Simpan Roti
Masalah Objek : Roti
• Roti mudah rusak oleh jamur
• Umur simpan rendah
• Pengawet yang digunakan berupa pengawet sintetik (Kalium Propionat) yang berbahaya bagi tubuh manusia

Masalah Topik : Efek penambahan ekstrak biji kelor untuk meningkatkan umur simpan roti
• Konsentrasi ekstrak biji kelor yang dibutuhkan
• Metode ekstraksi yang optimal

Kriteria Pendahuluan
Pendahuluan yang baik memiliki kriteria-kriteria tertentu,berikut kami akan jelaskan beberapa kriteria pendahuluan yang baik berdasarkan hasil diskusi dari kelompok kami. Jumlah halaman pada pendahuluan seharusnya jangan terlalu banyak. Meski sulit memberikan pedoman yang pasti, namun biasanya 1-2 halaman sudah cukup.Dalam menulis pendahuluan hendaknya kita menulis 4 aspek yang harus ada dalam pendahuluan tersebut,4 aspek tersebut adalah :

  1. Potensi masalah penelitian/mengapa topik penelitian tersebut perlu diteliti. Pada dasarnya, bagian ini harus bisa menjawab mengapa penelitian dilakukan dan dampak yang ditimbulkan oleh masalah tersebut harus disampaikan dengan baik.
  2. Siapa saja yang telah melaporkan topik/jadul penelitian. Penelitian-penelitian sebelumnya harus disampaikan, sehingga tergambarkan apa yang diketehui orang tentang topik ini. Penelitian-penelitian ini tidak perlu diuraikan secara rinci namun perlu dikemukakan sebagai landasan dilaksanakannya suatu penelitian.
  3. Masalah topik penelitian yang belum diteliti apa saja. Penelitian apa yang hendak dikaji oleh peneliti sebaiknya original dan belum pernah dikaji sebelumnya.
  4. Tujuan dari penelitian tersebut. Peneliti hendaknya menyampaikan apa tujuan dari penelitian yang dilakukannya.

Sebaiknya 4 aspek ini masuk dalam setiap paragraf yang ada di dalam pendahuluan,sehingga jika menulis pendahuluan sesuai 4 aspek di atas maka jumlah paragraf yang ada dalam pendahuluan yang baik berkisar 3sampai 5 paragraf.Itulah sebabnya kalimat pendahuluan ini harus padat dan berisi. Menulis pendahuluan sebaiknya dilatar belakangi masalah topik bukan masalah obyek,dalam memecahkan masalah topik juga harus ada dasar ilmiahnya kenapa kita memilih suatu metode dalam menyelesaikan masalah tersebut.

 

CONTOH Penulisan Abstraksi 

Abstrak

Aktifitas anti-fungal dari ekstrak biji kelor (Moringa oleifera) diuji pada roti. Teknik pengujian dilakukan dengan melihat potensi umur simpan dari roti yang diberi ekstrak biji kelor. Spora dari jamur Aspergillus diinokulasi pada permukaan roti yang mengandung ekstrak biji kelor dengan konsentrasi yang berbeda beda yaitu 0% sebagai kontrol, 20%, dan 50% lalu disimpan di didalam cawan petri selama 7 hari dalam kondisi suhu ruang untuk dievaluasi umur simpan dari roti tersebut. Cawan petri dikontrol setiap harinya sampai terjadi pembusukan pada roti.Penelitian dilakukan untuk mengungkapkan potensi ekstrak biji kelor yang dapat mejaga kualitas penyimpanan roti. Pengawetan akan menghambat pertumbuhan dan aktivitas mikroba pembusuk seperti jamur pada permukaan roti.
Kata kunci: Anti-fungal, ekstrak biji kelor,pengawetan.

CONTOH Penulisan Pendahuluan 

Pendahuluan

Pengawetan adalah salah satu teknik yang digunakan untuk meningkatkan umur simpan dari suatu makanan. Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 (1983), pengawetan dilakukan untuk mengontrol pertumbuhan dan aktivitas metabolisme dari organisme pembusuk pada makanan. Namun pengawet yang beredar di masyarakat pada umumnya merupakan pengawet sintetik yang sangat berbahaya apabila dikonsumsi secara terus menerus, salah satunya adalah Potassium Bromate (KBrO3) dan Calcium Propianateyang biasanya ditambahkan pada adonan roti.
Ekstrak tumbuh-tumbuhan mulai dikembangkan dan digunakan pada makanan sebagai pengawet alami serta antioksidan yang bersifat alami,sehingga aman untuk dikonsumsi dan tidak bersifat karsinogenik (Campo et al, 2000). Beberapa penelitian tentang pemanfaatan tumbuhan herbal untuk meningkatkan umur simpan pada makanan telah dilaporkan. Banso (2009) telah meneliti ekstrak dari Allium sativum danAframomium melegueta yangmemiliki pengaruh signifikan dalam menghambat pertumbuhan 3 jenis jamur yaitu Rhizopus stolonifer, Penicillium digitatum dan Mucor mucido yang ada pada kacang mente dan jus pawpaw (minuman dari Afrika yang dibuat dari pepaya dan limau).Di lain pihak,El-Maraghy (1995) melaporkan penggunaan rempah-rempah sepertiChinese cassia(kayu manis cina),cengkeh, serta thyme (daun rempah asal Mesir) mampu menghambat pertumbuhan jamur serta produksi alfatoksin setelah 8 minggu masa penyimpanan.
Kelor merupakan tanaman herbal yangtelah banyak dipakai di negara-negara Afrika sebagai bumbu dapur, biji kelor diketahui mempunyai aktifitas anti-fungal yang dapat melawan Basiodobolus dan Mucor spp(Nwosu dan Okafor, 1995).Namun, referensi pengaruh penambahan ekstrak biji kelor terhadap umur simpan roti masih belum banyak diteliti.Penilitian diangkat karena roti pada umumnya cepat mengalami kerusakan yang disebabkan oleh jamur dari genusAspergillus,Rhizopus dan Mucor spp.Pengawetan alami yang menggunakan ekstrak biji kelor diharapkan mampu mengganti penggunaan bahan kimia yang sering digunakan dalam industri roti.
Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi pengaruh penambahan ekstrak biji kelor pada umur simpan roti.Ekstrak biji kelor ini diharapkan dapat mengontrol pertumbuhan jamur dari genus Aspergillus, Rhizopus dan Mucor spp.

Bahan dan Metode
Biji kelor diperoleh dari pasar Blimbing. Biji tersebut kemudian dikeringkan lalu dihancurkan menjadi bubuk. 200 gram bubuk biji kelor diekstraksi dengan teknik ekstraksi kloroform menggunakan protokol Fatope et al (1993) dimana rasio dari bubuk dan kloroform adalah 1g : 10ml. Hasil ekstraksi kemudian difiltrasi mengunakan rotary evaporator pada suhu 400C. Kemudian diberi label ekstrak biji kelor dan disimpan di dalam ruang pendingin untuk menjaga kestabilan bahan.

Roti dibuat di bakery Fakultas Teknologi Pertanian Brawijaya. Roti dibuat dengan tidak menambahkan pengawet sintetik. Roti diambil sebanyak 3 gram yang kemudian diletakkan di dalam 3 petridish yang berbeda, setiap petridish mengandung 1 gram roti. Tiap petridish diberi perlakukan yang berbeda-beda yaitu dengan penambahan ekstrak biji kelor sebesar 0.2 gram, 0.5 gram serta tanpa penambahan ekstrak bijikelor yang berfungsi sebagai variabel kontrol. Spora dari jamur Aspergillus diinokulasi pada tiap petridish. Semua sampel roti kemudian dievaluasi umur simpan serta tingkat kerusakan yang terjadi selama 7 hari dalam kondisi suhu ruang.

 

2,921 Responses to Metodologi dan Rancangan Percobaan -edisi 1-

  1. Psychotherapy West Hartford CT

    It is truly a nice and useful piece of info.
    I am happy that you shared this helpful info with
    us. Please keep us up to date like this. Thanks for sharing.

    My web site :: Psychotherapy West Hartford CT

  2. Http://Www.Nuestrarevistadigital.Es

    This is very interesting, You’re A (Http://Www.Nuestrarevistadigital.Es) very
    skilled blogger. I have joined your feed and look forward
    to seeking more of your excellent post. Also, I have
    shared your website in my social networks!

  3. Jeanett

    All of these changes can be accelerated by excessive exposure how to get big breasts (Jeanett) sunlight, smoking or huge weight loss.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>