browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Label SNI dan REGULASI PANGAN – Biskuit Gandum HATARI

Posted by on September 19, 2012

Gambar 1. Tampilan Produk Biskuit Gandum HATARI

Biskuit adalah produk yang diperoleh dengan memanggang adonan dari tepung terigu dengan penambahan makanan lain dan dengan atau tanpa penambahan bahan tambahan pangan yang diijinkan. SNI biskuit telah berumur 20 tahun sejak ditetapkan pada tahun 1992 sehingga perlu dilakukan kajian apakah standar tersebut masih sesuai untuk digunakan. Setiap standar yang sudah ada harus selalu ditinjau kembali sekurang-kurangnya 1(satu) kali dalam 5 tahun. Hal ini disebabkan dalam kurun waktu 5 tahun tersebut ilmu pengetahuan dan teknologi sudah mengalami perkembangan, demikian juga kebutuhan dan perilaku konsumen, peraturan pemerintah, dan lain-lain.

SNI Biskuit pada prinsipnya ditetapkan secara sukarela kecuali untuk produk dan jasa yang berkaitan dengan kesehatan, keselamatan, keamanan dan perlindungan lingkungan. Adanya perubahan standar tepung terigu sebagai bahan baku utama pembuatan biskuit merupakan dasar pengkajian SNI biskuit. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji parameter dan persyaratan mutu biskuit, SNI 01-2973-1992 yang bisa diusulkan untuk bahan revisi Standar Nasional Indonesia Biskuit.

Analisis Produk berdasarkan Standar SNI dalam hal ini merujuk pada UU Pangan yang berlaku.

BAB II
LABEL PANGAN
Bagian Pertama
Umum
Pasal 2

(1). Setiap orang yang memproduksi atau menghasilkan pangan yang dikemas ke dalam wilayah Indonesia untuk diperdagangkan wajib mencantumkan Label pada, di dalam, dan atau di kemasan pangan.

Gambar 2. Label kemasan produk

Produk biscuit gandum tersebut telah sesuai dengan ketentuan di atas, karena terdapat label pada kemasannya.

(2). Pencantuman Label sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan sedemikian rupa sehingga tidak mudah lepas dari kemasannya, tidak mudah luntur atau rusak, serta terletak pada bagian kemasan pangan yang mudah untuk dilihat dan dibaca.

Label dalam kemasan tersebut telah sesuai karena tidak mudah lepas, luntur, rusak, serta mudah dibaca.

Pasal 3

(1). Label sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) berisikan keterangan mengenai pangan yang bersangkutan.

(2). Keterangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sekurang-kurangnya.
a. nama produk;
b. daftar bahan yang digunakan;
c. berat bersih atau isi bersih;
d. nama dan alamat pihak yang memproduksi atau memasukkan ke dalam wilayah Indonesia;
e. tanggal, bulan, dan tahun kadaluwarsa.

Gambar 3. Nama produk

Gambar 4. Daftar nama bahan yang digunakan

Gambar 5. Berat Bersih atau Isi Bersih

Gambar 6. Nama dan alamat pihak yang memproduksi atau memasukkan ke dalam wilayah Indonesia

Gambar 7. Tanggal, bulan, dan tahun kadaluwarsa

Dalam kemasan telah tercantum nama produk “Hatari Biskuit Gandum”, daftar bahan yang digunakan antara lain : tepung terigu, tepung gandum, minyak nabati, susu bubuk, tepung kelapa, garam, serta pengembang. Berat bersih produk yaitu 100 gram yang telah tercantum nama perusahaan yang memproduksi PT. Asia Sakti Wahid Foods Manufacture yang bertempat di Medan, serta tanggal kadaluarsa 3 Agustus 2013. Namun, batas kadaluarsa kurang jelas sehingga kurang sesuai dengan SNI.

Pasal 5

(1). Keterangan dan atau pernyataan tentang pangan dalam Label harus benar dan tidak menyesatkan, baik mengenai tulisan, gambar, atau bentuk apapun lainnya.
(2). Setiap orang dilarang memberikan keterangan atau pernyataan tentang pangan yang diperdagangkan melalui, dalam, dan atau dengan label apabila keterangan atau pernyataan tersebut tidak benar dan atau menyesatkan.

Tidak banyak pernyataan yang terdapat dalam kemasan, setiap keterangan yang berada dalam label merupakan keterangan penting saja yang cukup mewakili gambaran produk secara umum.

Pasal 6

(1). Pencantuman pernyataan tentang manfaat pangan bagi kesehatan dalam Label hanya dapat dilakukan apabila didukung oleh fakta ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.
(2). Ketentuan lebih lanjut, tentang tata cara dan persyaratan pencantuman pernyataan tentang manfaat pangan bagi kesehatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur oleh Menteri Kesehatan.

Produsen ini tidak mengulas dalam label tentang manfaat produk bagi kesehatan sehingga tidak memerlukan keterangan khusus dari Menteri Kesehatan.

Pasal 7

Pada label dilarang dicantumkan pernyataan atau keterangan dalam bentuk apapun bahwa pangan yang bersangkutan dapat berfungsi sebagai obat.

Label tidak mencantumkan produk tersebut bermanfaat sebagai obat.

Pasal 8

Setiap orang dilarang mencantumkan pada label tentang nama, logo, atau identitas lembaga yang melakukan analisis tentang produk pangan tersebut.

Tidak ada identitas apapun tentang lembaga yang melakukan analisis dalam produk

Pasal 10

(1). Setiap orang yang memproduksi atau memasukkan pangan yang dikemas ke dalam wilayah Indonesia untuk diperdagangkan dan menyatakan bahwa pangan tersebut halal bagi umat Islam, bertanggung jawab atas kebenaran pernyataan tersebut dan wajib mencantumkan keterangan atau tulisan halal pada Label.
(2). Pernyataan tentang halal sebagaimana dimaksud pada ayat (1), merupakan bagian yangtidak terpisahkan dari Label.

Tidak terdapat logo halal dari MUI dalam kemasan ini.

Bagian Kedua
Bagian Utama Label
Pasal 12

Dengan memperhatikan ketentuan dalam Pasal 3 ayat (2), bagian utama label sekurangkurangnya memuat:
a. nama produk;
b. berat bersih atau isi bersih;
c. nama dan alamat pihak yang memproduksi atau memasukkan ke dalam wilayah Indonesia.

Gambar 8. Kemasan Produk Nampak depan

Semua poin di atas telah tercantum dalam kemasan.

Pasal 13

(1). Bagian utama label sekurang-kurangnya memuat tulisan tentang keterangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 dengan teratur, tidak berdesak- desakan, jelas dan dapat mudah dibaca.
(2). Dilarang menggunakan latar belakang, baik berupa gambar, warna maupun hiasan lainnya yang dapat mengaburkan tulisan pada bagian utama Label sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Tulisan yang terdapat dalam kemasan cukup jelas dan sangat mudah dibaca.

Pasal 14

Bagian utama Label sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 harus ditempatkan pada isi kemasan pangan yang paling mudah dilihat, diamati dan atau dibaca oleh masyarakat pada umumnya.

Bagian utama dari label diletakkan pada posisi yang jelas dan mudah untuk dibaca.

Pasal 15
Keterangan pada Label, ditulis atau dicetak dengan menggunakan bahasa Indonesia angka Arab dan huruf lain.

Gambar 9. Penulisan dengan menggunakan 3 bahasa

Kemasan menggunakan bahasa Indonesia, Inggris, dan sedikit bahasa Arab.

Pasal 16

(1). Penggunaan bahasa, angka, dan huruf selain bahasa Indonesia, angka Arab dan huruf Latin diperbolehkan sepanjang tidak ada padanannya atau tidak dapat diciptakan padanannya, atau dalam rangka perdagangan pangan ke luar negeri.
(2). Huruf dan angka yang tercantum pada Label harus jelas dan mudah dibaca.

Huruf dan angka dalam kemasan mudah untuk dibaca.

Bagian Keempat
Nama Produk Pangan
Pasal 17

(1). Nama produk pangan harus menunjukkan sifat dan atau keadaan yang sebenarnya.

(2). Penggunaan nama produk pangan tertentu yang sudah terdapat dalam Standar Nasional Indonesia, dapat diberlakukan wajib dengan keputusan Menteri Teknis.

(3). Penggunaan nama selain yang termasuk dalam Standar Nasional Indonesia harus menggunakan nama yang lazim atau umum, dengan memperhatikan ketentuan Pasal 5 ayat(1).

Gambar 10. Kemasan belakang produk

Dalam kemasan telah terdapat logo SNI.

Pasal 18

(1). Dalam hal produk pangan telah memenuhi persyaratan tentang nama produk pangan yang ditetapkan dalam Standar Nasional Indonesia, produk pangan yang bersangkutan dapat menggunakan nama jenis produk pangan yang telah ditetapkan.
(2). Dalam hal nama jenis produk pangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) belum
ditetapkan dalam Standar Nasional Indonesia, produk pangan yang bersangkutan dapat
menggunakan nama jenis produk pangan yang ditetapkan oleh Menteri Teknis sepanjang memenuhi persyaratan bagi pengguna nama jenis produk pangan yang bersangkutan.
(3). Produk pangan yang tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Standar Nasional Indonesia atas Menteri Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2), dilarang menggunakan nama jenis produk yang diberikan bagi produk pangan yang telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

Produk telah memenuhi Standar Nasional Indonesia.

Bagian Kelima
Keterangan tentang Bahan Yang Digunakan
Pasal 19

(1). Keterangan tentang bahan yang digunakan dalam kegiatan atau proses produksi pangan dicantumkan pada Label sebagai daftar bahan secara berurutan dimulai dari bagian yang terbanyak, kecuali vitamin, mineral dan zat penambah gizi lainnya.
(2). Nama yang digunakan bagi bahan yang digunakan dalam kegiatan atau proses-proses produksi pangan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah nama yang lazim digunakan.
(3). Dalam hal nama bahan yang digunakan dalam kegiatan atau proses produksi pangan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) telah ditetapkan dalam Standar Nasional Indonesia, pencantumannya pada Label hanya dapat dilakukan apabila nama bahan yang bersangkutan telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Standar Nasional Indonesia.

Gambar 11. Informasi nilai gizi

Segala keterangan tentang bahan yang digunakan telah tercantum dalam komposisi yang tertulis dalam kemasan, serta seluruh kandungannya telah tercantum dalam Nutrition Fact pada kemasan.

Pasal 21

Pencantuman pernyataan pada Label bahwa pangan telah ditambah, diperkaya atau difortifikasi dengan vitamin, mineral, atau zat penambah gizi lain tidak dilarang, sepanjang hal tersebut benar dilakukan pada saat pengolahan pangan tersebut, dan tidak menyesatkan.

Produk ini tidak mengunggulkan tentang fortifikasi.

Pasal 22

(1). Untuk pangan yang mengandung Bahan Tambahan Pangan, pada label wajib dicantumkan golongan Bahan Tambahan Pangan.
(2). Dalam hal Bahan Tambahan Pangan yang digunakan memiliki nama Bahan Tambahan Pangan dan atau kode internasional, pada Label dapat dicantumkan nama BahanTambahan Pangan dan kode internasional dimaksud, kecuali Bahan Tambahan Panganberupa pewarna.
(3). Dalam hal Bahan Tambahan Pangan berupa pewarna, selain pencantuman golongan dannama Bahan Tambahan Pangan, pada Label wajib dicantumkan indeks pewarna yang bersangkutan.

Gambar 12. Komposisi Produk

Produk ini terdapat Bahan Tambahan Pangan berupa Amonium Bikarbonat sebagai pengembang serta Lesitin sebagai pengemulsi, tidak terdapat pewarna tambahan di sini, dan tidak dicantumkan kode internasional Bahan Tambahan Pangan pada label.

Bagian Keenam
Keterangan tentang Berat Bersih atau Isi Bersih Pangan

Pasal 25

Label yang memuat keterangan jumlah takaran saji harus memuat keterangan tentang berat bersih atau isi bersih tiap takaran saji.

Pada produk ini terdapat label tentang takaran saji lengkap dengan informasi berat bersih.

Bagian Kedelapan
Tanggal Kedaluwarsa
Pasal 27

(1). Tanggal, bulan dan tahun kedaluwarsa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2) wajibdicantumkan secara jelas pada Label.
(2). Pencantuman tanggal, bulan, dan tahun kedaluwarsa sebagaimana dimaksud dalam ayat(1) dilakukan setelah pencantuman tulisan “baik digunakan sebelum”, sesuai dengan jenisdan daya tahan pangan yang bersangkutan.
(3). Dalam hal produk pangan yang kedaluwarsa lebih dari 3 (tiga) bulan, diperbolehkan untukhanya mencantumkan bulan dan tahun kedaluwarsa saja.

Produk biscuit ini telah mencantumkan tanggal kedaluwarsa pada kemasannya.

Bagian Kesembilan
Nomor Pendaftaran Pangan
Pasal 30

Dalam rangka peredaran pangan, bagi pangan olahan yang wajib didaftarkan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, baik produksi dalam negeri maupun yang dimasukkan ke dalam wilayah Indonesia, pada Label pangan olahan yang bersangkutan harus dicantumkan Nomor Pendaftaran Pangan.

Gambar 13. Nomor Pendaftaran Pangan

Dalam kemasan telah terdapat nomor pendaftaran pangan yaitu MD. 227102475001.

Bagian Kesepuluh
Keterangan tentang Kode Produksi Pangan
Pasal 31

(1). Kode produksi pangan olahan wajib dicantumkan pada Label, wadah atau kemasan pangan,dan terletak pada bagian yang mudah untuk dilihat dan dibaca.
(2). Kode produksi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), sekurang-kurangnya dapat
memberikan penjelasan mengenai riwayat produksi pangan yang bersangkutan.

Gambar 14. Kode Produksi

Dalam kemasan terdapat kode produksi yaitu 4 711036 020882.

Bagian Kesebelas
Keterangan tentang Kandungan Gizi
Pasal 32

(1). Pencantuman keterangan tentang kandungan gizi pangan pada Label wajib dilakukan bagi pangan yang:
a. disertai pernyataan bahwa pangan mengandung vitamin, mineral, dan atau zat gizi lainnya yang ditambahkan; atau
b. dipersyaratkan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang mutu dan zat gizi lainnya.
(2). Keterangan tentang kandung gizi pangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dicantumkan dengan urutan:
a. jumlah keseluruhan energi, dengan perincian berdasarkan jumlah energi yang berasal dari lemak, protein, dan karbohidrat;
b. jumlah keseluruhan lemak, lemak jenuh, kolesterol, jumlah keseluruhan karbohidrat, serat, gula, protein, vitamin dan mineral.
(3). Jika pelabelan kandungan gizi digunakan suatu pangan, maka Label untuk pangan tersebut wajib memuat hal-hal berikut:
a. ukuran takaran saji;
b. jumlah sajian per kemasan;
c. kandungan energi per takaran saji;
d. kandungan protein per sajian (dalam gram);
e. kandungan karbohidrat per sajian (dalam gram);
f. kandungan lemak per sajian (dalam gram);
g. persentase dari angka kecukupan gizi yang dianjurkan.

Gambar 15. Takaran Saji Produk

Pada produk ini telah sesuai dengan pasal 32 seperti yang telah digambarkan pada Gambar 15. Namun produk ini tidak disertai pernyataan bahwa pangan mengandung vitamin, mineral, dan atau zat gizi lainnya yang ditambahkan. Keterangan tentang kandung gizi pangan telah disebutkan dalam kemasan. Produk ini juga menyertakan ukuran takaran saji (4 keping 25 g); jumlah sajian per kemasan (kurang lebih 4); kandungan energi per takaran saji (); kandungan protein per sajian (2 gram); kandungan karbohidrat per sajian (17 gram); kandungan lemak per sajian (3 gram); persentase dari angka kecukupan gizi yang dianjurkan.

 Pasal 33

(1). Pencantuman persyaratan pada Label bahwa pangan merupakan sumber suatu gizi tidak dilarang sepanjang jumlah zat gizi dalam pangan tersebut sekurang-kurangnya 10% lebih banyak dari jumlah kecukupan zat gizi sehari yang dianjurkan dalam satu takaran saji bagi pangan tersebut.
(2). Pencantuman pernyataan pada Label bahwa pangan mengandung suatu zat lebih ungguldari pada produk yang lain dilarang.

Bagian Kedua belas
Keterangan tentang Iradiasi Pangan dan Rekayasa Genetika
Pasal 34

(1). Pada Label untuk pangan yang mengalami perlakuan iradiasi wajib dicantumkan tulisan
“PANGAN IRADIASI”, tujuan iradiasi, dan apabila tidak boleh diiradiasi ulang, wajib
dicantumkan tulisan TIDAK BOLEH DIIRADIASI ULANG.
(2). Dalam hal pangan yang mengalami perlakuan iradiasi sebagaimana dimaksud dalam ayat
(1) merupakan bahan yang digunakan dalam suatu produk pangan, pada Label cukup
dicantumkan keterangan tentang perlakuan iradiasi pada bahan yang diiradiasi tersebut
saja.
(3). Setelah pencantuman tulisan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), pada Label dapat
dicantumkan logo khusus pangan iradiasi.
(4). Selain keterangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), pada Label harus tercantum:
a. nama dan alamat penyelenggara iradiasi, apabila iradiasi tidak dilakukan sendiri oleh
pihak yang memproduksi pangan;
b. tanggal iradiasi dalam bulan dan tahun;
c. nama negara tempat iradiasi dilakukan.

Pada produk ini tidak terdapat logo iradiasi hal ini dikarenakan produk tidak mengalami perlakuan iradiasi.

Pasal 35

(1). Pada Label untuk pangan hasil rekayasa genetika wajib dicantumkan tulisan PANGAN
REKAYASA GENETIKA.
(2). Dalam hal pangan rekayasa genetika sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan
bahan yang digunakan dalam suatu produk pangan, pada Label cukup dicantumkan
keterangan tentang pangan rekayasa genetika pada bahan yang merupakan pangan hasil
rekayasa genetik tersebut saja.
(3). Selain pencantuman tulisan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), pada Label dapat
dicantumkan logo khusus pangan hasil rekayasa genetika.

Produk tidak mencantumkan tulisan PANGAN REKAYASA GENETIKA.

Bagian Ketiga belas
Keterangan tentang Pangan yang Dibuat dari Bahan Baku Alamiah
Pasal 36

(1). Pangan yang dibuat dari bahan baku alamiah dapat diberi Label yang memuat keterangan bahwa pangan itu berasal dari bahan alamiah tersebut, apabila pangan itu mengandung bahan alamiah yang bersangkutan tidak kurang dari kadar minimal yang ditetapkan dalam Standarisasi Nasional.
(2). Pangan yang dibuat dari bahan baku alamiah yang telah menjalani proses lanjutan, pada labelnya wajib diberi keterangan yang menunjukkan bahwa pangan yang bersangkutan telah mengalami proses lanjutan.

Pasal 37

Pada Label untuk pangan yang dibuat tanpa menggunakan atau hanya sebagian menggunakan
bahan baku alamiah dilarang mencantumkan pernyataan atau keterangan bahwa pangan yang
bersangkutan seluruhnya dibuat dari bahan alamiah.
Bagian Keempat-belas
Keterangan Lain Pada Label tentang Pangan Olahan Tertentu

Pasal 38

Keterangan pada Label tentang pangan olahan yang diperuntukkan bagi bayi, anak berumur di
bawah 5 tahun, ibu yang sedang hamil atau menyusui, orang yang menjalani diet khusus, orang
lanjut usia, dan orang yang berpenyakit tertentu, wajib memuat keterangan tentang peruntukkan,
cara peruntukkan, cara penggunaan, dan atau keterangan lain yang perlu diketahui, termasuk
mengenai dampak pangan tersebut terhadap kesehatan manusia.

Pasal 39

(1). Pada Label untuk pangan olahan yang memerlukan penyiapan dan atau penggunaannyadengan cara tertentu, wajib dicantumkan keterangan tentang cara penyiapan dan ataupenggunaannya dimaksud.
(2). Apabila pencantuman keterangan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) tidak mungkindilakukan pada Label, maka pencantuman keterangan dimaksud sekurang-kurangnyadilakukan pada wadah atau kemasan pangan.

Pasal 40

Dalam hal mutu suatu pangan tergantung pada cara penyimpanan atau memerlukan carapenyimpanan khusus, maka petunjuk tentang cara penyimpanan harus dicantumkan pada Label.

Pasal 41

Pada Label untuk pangan yang terbuat dari bahan setengah jadi atau bahan jadi, dilarang dimuat
keterangan pernyataan bahwa pangan tersebut dibuat dari bahan yang segar.

Pasal 42

Ketentuan lebih lanjut yang diperlukan bagi pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud dalamPasal 39, Pasal 40 dan Pasal 41 ditetapkan oleh Menteri Kesehatan.

Bagian Kelima belas
Keterangan tentang Bahan Tambahan Pangan
Pasal 43

(1). Selain keterangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2), pada Label untuk Bahan Tambahan Pangan wajib dicantumkan:
a. tulisan Bahan Tambahan Pangan;
b. nama golongan Bahan Tambahan Pangan;
c. nama Bahan Tambahan Pangan, dan atau nomor kode internasional yang dimilikinya.
(2). Ketentuan lebih lanjut tentang cara persyaratan tentang Label Bahan Tambahan Pangan diatur oleh Menteri Kesehatan.

5,269 Responses to Label SNI dan REGULASI PANGAN – Biskuit Gandum HATARI

  1. minecraft

    I really like your blog.. very nice colors & theme.
    Did you design this website yourself or did you hire someone
    to do it for you? Plz respond as I’m looking
    to create my own blog and would like to find out where u
    got this from. kudos

  2. best chorus pedals

    I used to be suggested this website through my cousin. I’m no longer positive whether this
    put up is written by him as nobody else recognize such exact about my problem.
    You’re amazing! Thank you!
    Only stumbled onto your website right here. Large amount of excellent facts My partner and i was keen on. Cheers intended for taking
    the time to express.
    Excellent website you could have happening the following.
    Numerous data getting discussed. A lot liked.
    You then have a great blog. Continue the excellent work.
    Adore your current creating.
    Really great facts you have below. Continue the good work
    That is a few quite amazing products you happen to be composing.
    Who’d get idea.
    Incredibly fascinating facts here. You have a wide range of information for
    this subject for sure.
    It is a few really cool material here. Great facts. Continue the good work.

  3. マイケルコース 財布・小物

    I am curious to find out what blog system you’re working with?

    I’m having some small security issues with my latest website
    and I would like to find something more safeguarded.
    Do you have any recommendations?

    Here is my web-site … マイケルコース 財布・小物

  4. ら行 ランバー

    Hi, i read your blog occasionally and i own a similar one
    and i was just curious if you get a lot of spam comments?
    If so how do you stop it, any plugin or anything you can recommend?
    I get so much lately it’s driving me crazy so any help
    is very much appreciated.

    Feel free to visit my blog :: ら行 ランバー

  5. Dorothea

    For most up-to-date information you have to visit world wide web and
    on the web I found this site as a finest website for newest updates.

  6. coach handbags outlet

    Schoene Seite, ich komme sicher mal wieder vorbei.

    coach handbags outlet

  7. gojipro e goji berry é a mesma coisa

    If some one needs expert view about running a blog afterward i recommend him/her to go to see this
    website, Keep up the good work.

  8. http://phpfox3.demo.younetco.com/blog/16911/healthy-breakfast-meals-2-quick-ideas-to-kick-start-every-day/

    Good day very nice website!! Guy .. Excellent ..
    Superb .. I will bookmark your web site and take the feeds also?
    I’m satisfied to find so many useful info right here in the
    submit, we need work out extra techniques on this regard, thank you for sharing.

    . . . . .

  9. EMPORIO ARMANI

    I am not sure where you are getting your info, but good topic.

    I needs to spend some time learning more or understanding more.
    Thanks for magnificent information I was looking for this info for my mission.

    Look at my blog post – EMPORIO ARMANI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>