Gores Tinta

The World in The Grip

Sistem Operasi – Tugas 8 AOK

Windows Server 2008
Windows Server 2008 adalah nama sistem operasi untuk server dari perusahaan Microsoft. Sistem server ini merupakan pengembangan dari versi sebelumnya yang disebut Windows Server 2003. Pada tanggal 15 Mei 2007, Bill Gates mengatakan pada konferensi WinHEC bahwa Windows Server 2008 adalah nama baru dari Windows Server “Longhorn”.
Adapun langkah instalasinya, dalam hal ini saya menggunakan aplikasi virtual box :
  • Jalankan aplikasi virtualbox terlebih dahulu.
  • Buatlah virtual machine, kemudian tentukan sistem operasi yang ingin diinstal.
  • Pilihlah berapa RAM yang hendak digunakan untuk menjalankan OS tersebut. Untuk windows server 2008 minimal RAM yang dipakai adalah 512 MB.
  • Buatlah partisi baru untuk menyimpan OS virtual.
  • Pilihlah jenis partisi yang akan dibuat. Kemudian tentukan opsi dinamic agar dapat menentukan berapa besar partisi sedangkan fixed menyesuaikan besar partisi pada hardisk yang akan dipakai.
  • Klik Finish.
  • Kembali pada VirtualBox, pilih OS yang telah dibuat, kemudian klik Start.
  • Pilih media untuk instalasi. Kebetulan saya mencoba menggunakan DVD drive untuk melakukan proses instalasinya (install process).
  • Sekarang Windows Server 2008 telah siap dapat digunakan secara virtual.

Karena sebelumnya saya telah meng-install Windows Server 2008, maka saya tidak akan meneruskan proses instalasinya. Berikut contoh OS yang berhasil diinstal:

n.b.: Ketika kursor anda berada pada virtualbox, tekan tombol CTRL sebelah kanan untuk melepaskan kursor.

 

 

Windows 3.11

Windows 3.11 merupakan versi dari revisi sebelumnya, yakni windows 3.10 yang diluncurkan pada tanggal 8 November 1993. Sebagaimana namanya sebuah revisi, Windows 3.11 tidak menambahkan fungsi atau fitur baru ke dalam Windows, melainkan hanya memperbaiki bug yang terdapat dalam Windows 3.10 tersebut. Windows 3.11 merupakan versi “gratis” yang dapat di-download dari website Microsoft bagi yang sebelumnya memiliki versi 3.10, karena merupakan versi upgrade saja. Bagi pengguna lain yang belum memiliki versi 3.10, maka Microsoft mewajibkannya untuk membeli software tersebut, atau langsung membeli versi 3.11 dengan harga yang sama dengan versi sebelumnya. Karena harganya yang sama, Microsoft menarik Windows 3.10 dari pasaran dan menggantinya dengan Windows 3.11.
Setelah cukup lama berada di pasaran, Windows WFW 3.10 pun di-upgrade oleh Microsoft dengan Windows WFW 3.11 pada bulan Februari 1994. WFW ditujukan untuk mendukung jaringan LAN yang kala itu sangat populer digunakan, meskipun protokol jaringan default yang digunakan adalah NetBEUI, yang belum mendukung routing antar protokol internet-work lainnya, seperti TCP/IP atau IPX/SPX. Microsoft menyadarinya, dan memungkinkan para pengguna untuk menambahkan protokol-protokol yang digunakan dalam jaringan Local Area Network seperti TCP/IP atau IPX/SPX secara manual.
WFW 3.11 juga dapat terkoneksi ke domain Windows NT, atau workgroups biasa dan juga mendukung Remote Administration Services (RAS). Selain itu WFW juga mendukung jaringan yang dikepalai oleh NOS (Network Operating System) Novell NetWare, karena pada tahun 1993-1994, Novell merupakan perusahaan pembuat NOS yang terpopuler dan digunakan pada hampir 75% pasar LAN—sisanya adalah UNIX dan Windows NT yang baru keluar.
Adapun langkah – langkah instalasinya:

  • Jalankan terlebih dahulu VirtualBox.
  • Buatlah konfigurasi pengaturan pada Virtualbox, dengan berikut ini:
Default memory: 32.
hdd: 512 Mb.
  • Setelah terinstall, akan muncul di daftar komputer virtual.
  • Secara default, Virtual PC tidak memiliki floppy disk, jadi harus dibuat dulu
  • Windows 3.11 > Settings > Small Add Controller > “+” Floppy Disk.
  • Kemudian klik “+” (tanda ADD) > arahkan ke lokasi penyimpanan file-file DOS.
  • Lalu pilih pada file nomor 1 dari daftar file-file DOS Anda.
  • Restart virtual PC maka komputer akan melakukan booting.

Berikut langkah bila virtual computer mengalami hang saat memformat drive C:

  • Reset atau restart virtual PC windows 3.11.
  • Saat loading, tekan F8.
  • Ada tawaran untuk load individual files > pilih “Agree” pada file DOS pertama > pilih TIDAK menjalankan AUTOEXEC.BAT.
  • Pilih format C: secara manual.
  • Ketik “setup” untuk melanjutkan (resume) setup DOS.

Berikutnya adalah instalasi windows 3.11 jalankan sesuai instruksi di layar. Anda akan memasuki windows yang sudah berhasil di-install. Setelah komputer virtual melakukan restart, Anda dapat memasuki windows dengan mengetikkan “win” di C prompt.

 

 

Backtrack 4 Final

BackTrack 4 Final merupakan peyempurnaan dalam berbagai hal dan bentuk dari versi backtrack sebelumnya yaitu backtrack 4 pre final. Dengan rilis ini termasuk kernel baru, yang lebih besar dan diperluas toolset repositori, tools khusus yang hanya dapat Anda temukan di BackTrack, dan yang lebih penting, perbaikan untuk sebagian besar / keseluruhan bug yang kita ketahui. Rilis ini menerima dukungan yang luar biasa dari masyarakat.
Berikut langkah – langkah instalasinya pada VirtualBox:

  • Download file ISO backtrack nya terlebih. Untuk itu, file ISO nya dapat diunduh pada http://www.backtrack-linux.org.
  • Jika proses download telah selesai maka bukalah aplikasi Virtual Box yang sebelumnya telah ter-install di komputer kita.
  • Pada layar yang tampil pilihlah icon New atau menu Machine -> New, dan pilih Next.
  • Pada Name, buatlah nama dari sistem operasi yang akan kita pasang misalnya Backtrack 4 Final, pada Operating System pilih Linux, pada Version pilih Other Linux, lalu pilih Next.
  • Tentukan jumlah memori untuk mesin virtual kita, misalnya 256 MB lalu Next.
  • Pada layar ini pilih dengan membiarkan tanda centang pada Boot Hard Disk dan Pilihan Option pada Create new hard disk lalu Next.
  • Pilih Next.
  • Pilih Dynamically expanding storage lalu Next.
  • Pada ukuran disk virtual ini sesuaikan dengan OS yang digunakan. Dalam hal ini, saya ambil contoh ukuran defaultnya 8 GB, lalu Next.
  • Pilih Finish, lalu Finish lagi.
  • Ikuti langkah berikutnya pada bagian setting, kemudian pilih Storage, lalu pada frame Storage Tree klik icon Add CD/DVD Device. Lalu pilih Choose Disk.
  • Pilih file ISO bt4-final, hasil download diatas tadi (tergantung nama download-nya), pilih Open. Selanjutnya klik OK.
  • Pilih Start, maka proses pemasangan OS Backtrack 4 Final akan dilakukan.
  • Jika proses pemasangan sudah selesai maka akan tampil root Backtrack 4 seperti yang anda lihat ketika menjalankannya.
  • Untuk menikmati cita rasa BT 4 ini dengan mode GUI, ketikkan startx lalu tekan enter pada keyboard.

TUGAS 8 AOK

Konsep Virtual LAN (VLAN)

Prinsip utama sebuah LAN adalah, semua device yang berada pada satu LAN berarti berada pada satu broadcast domain.

Sebuah broadcast domain mencakup semua device yang terhubung pada satu LAN dimana jika salah satu device mengirimkan frame broadcast maka semua device yang lain akan menerima kopi dari frame tersebut. Jadi pada dasarnya kita bisa menganggap LAN dan broadcast domain adalah hal yang sama.

Tanpa VLAN, sebuah switch akan menganggap semua interface (port) nya berada pada satu broadcast domain; dengan kata lain, semua komputer yang terhubung ke switch tersebut berada pada satu LAN yang sama. Dengan VLAN, switch bisa meletakkan beberapa interface ke dalam satu broadcast domain dan beberapa interface yang lain ke dalam broadcast domain lain yang berbeda, sehingga tercipta multiple broadcast domain. Masing-masing broadcast domain yang dibuat oleh switch inilah yang kita sebut sebagai Virtual LAN (VLAN).

Berikut beberapa alasan untuk memisahkan beberapa komputer pada VLAN yang berbeda :

  • Agar design jaringan yang lebih flexible, pengelompokan user tidak berdasarkan lokasi fisik tapi bisa dilakukan dengan berdasarkan kesamaan departemen/ divisi/ pekerjaan.
  • Untuk melakukan segmentasi LAN menjadi LAN-LAN yang lebih kecil sehingga mengurangi traffik jaringan.
  • Untuk mengurangi beban kerja STP.
  • Untuk alasan keamanan yang lebih baik dengan memisahkan user-user yang bekerja menggunakan data-data yang sensitif pada 1 VLAN yang terpisah.
  • Untuk memisahkan trafik IP Phone dengan trafik PC yang terhubung dengan phone.

 

Trunking dengan ISL and 802.1Q

Saat menggunakan beberapa VLAN pada network yang memiliki beberapa switch yang terhubung, maka switch-switch tersebut harus menerapkan VLAN trunking pada segment yang menghubungkan switch dengan switch lainnya. VLAN trunking mengakibatkan switch menggunakan proses yang dinamakan VLAN tagging, dimana switch yang mengirimkan data ke switch lain menambahkan header pada frame sebelum dikirimkan via trunk. Header tambahan ini berisi VLAN identifier (VLAN ID) sehingga switch pengirim bisa mencantumkan VLAN ID dari frame yang dikirimkan dan switch penerima akan mengetahui frame yang diterima ditujukan untuk VLAN yang mana.

Penggunaan trunking memungkinkan switch untuk mengirimkan frame dari satu VLAN ke VLAN yang berbeda melalui satu koneksi fisik (trunk link).

Cisco switch men-support 2 jenis protokol trunking : Inter-Switch Link (ISL) dan IEEE 802.1Q.

 

 

ISL

Cisco menciptakan ISL beberapa tahun sebelum IEEE menciptakan standard 802.1Q untuk protokol VLAN trunking. Karena ISL adalah proprietari Cisco, maka ISL hanya bisa digunakan antar-switch buatan Cisco yang mendukung ISL. ISL meng-enkapsulasi (membungkus) keseluruhan frame ethernet dengan ISL header dan trailer. Frame ethernet original dalam ISL tetap tidak berubah.

 

 

IEEE 802.1Q

IEEE melakukan standardisasi beberapa protokol yang berhubungan dengan LAN, termasuk protokol VLAN trunking. 802.1Q menggunakan header yang berbeda dari ISL untuk menyematkan angka VLAN pada frame. Sebenarnya 802.1Q tidak melakukan enkapsulasi penuh seperti halnya ISL. Sebagai gantinya, 802.1Q menyisipkan 4-byte VLAN header pada header original dari ethernet frame. Hasilnya, tidak seperti ISL, frame yang dikirimkan masih memiliki source dan destination MAC address yang original. Dan juga, karena headernya berubah, maka enkapsulasi 802.1Q terpaksa menghitung ulang frame check sequence (FCS) yang asli yang berada pada ethernet trailer.

802.1Q mendefinisikan satu VLAN untuk setiap trunk sebagai native VLAN, sedangkan ISL tidak. Defaultnya, 802.1Q native VLAN adalah VLAN 1. Singkatnya 802.1Q tidak menambahkan header pada frame yang berada dalam native VLAN. Saat switch diujung yang lain menerima frame yang tidak memiliki header 802.1Q, maka switch tersebut menganggap bahwa frame tersebut adalah termasuk frame dari native VLAN. Karena itu, kedua switch yang berhubungan harus menyepakati VLAN mana yang diperlakukan sebagai native VLAN.

 

 

IP Subnets dan VLAN

Saat menyertakan konsep VLAN dalam mendesain sebuah network, perlu diingat bahwa komputer-komputer yang berada dalam satu VLAN haruslah berada pada subnet yang sama. Dengan demikian, komputer-komputer yang berada pada VLAN yang berbeda haruslah berada pada subnet yang berbeda pula.

Karena aturan inilah, banyak orang yang beranggapan bahwa VLAN adalah subnet dan subnet adalah VLAN. Meski tidak sepenuhnya benar, karena VLAN adalah konsep layer 2 (Data Link) sedangkan subnet adalah konsep layer 3 (Network), namun ide ini cukup beralasan, karena device/komputer-komputer yang berada pada satu VLAN akan berada pada subnet yang sama pula.

Dibutuhkan minimal satu router agar sebuah komputer bisa mengirimkan paket ke komputer lain pada subnet yang lain.

 

 

VLAN Trunking Protocol (VTP)

VLAN Trunking Protocol (VTP) adalah proprietari Cisco yang memungkinkan switch-switch Cisco yang terhubung bisa saling bertukar informasi konfigurasi. Bayangkan, jika sebuah network memiliki 10 switch yang saling terhubung menggunakan VLAN trunk, dan setiap switch memiliki minimal satu port yang ditempatkan pada satu VLAN dengan VLAN ID 3 dengan nama Accounting. Tanpa VTP, enginer harus login satu persatu ke semua 10 switch dan melakukan konfigurasi yang sama untuk membuat sebuah VLAN dan memberikan nama pada VLAN tersebut. Dengan VTP, user dapat membuat VLAN 3 dan memberikan namanya pada salah satu switch, dan ke-sembilan switch yang lain akan otomatis membuat VLAN 3 sekaligus namanya.

VTP mendefinisikan protokol pertukaran informasi pada layer 2 yang dipakai switch untuk saling bertukar informasi konfigurasi VLAN. Saat salah satu switch merubah konfigurasi VLAN nya, dengan kata lain, menambah, mengedit, atau menghapus salah satu VLAN, VTP akan membuat switch-switch yang lain melakukan sinkronisasi pada VLAN konfigurasinya.

Setiap switch akan menggunakan salah satu dari 3 mode VTP: server mode, client mode, or transparent mode. Untuk memanfaatkan fitur VTP, engineer harus menge-set salah satu switch-nya menjadi server mode dan switch sisanya yang lain sebagai client mode. Kemudian, Konfigurasi VLAN dilakukan pada switch server dan switch-switch lain yang berada pada client mode akan menyesuaikan konfigurasinya dengan server. Switch yang berada pada client mode tidak bisa merubah konfigurasi VLAN nya. Sedangkan transparent mode, memungkinkan switch untuk tetap saling bertukar informasi konfigurasi VLAN, namun switch pada transparent mode itu sendiri tidak ikut melakukan sinkronisasi.

Agar fitur VTP berjalan, Cisco IOS membutuhkan 3 hal berikut :

  • Link yang digunakan antar switch harus diset sebagai VLAN trunk (ISL atau 802.1Q).
  • Switch-switch tersebut harus memiliki VTP domain name yang sama.
  • Jika dikonfigur pada lebih dari 1 switch, maka switch-switch tersebut harus memiliki password yang sama.

 

 

Konsep Virtual LAN

hardisk – teknologi raid

Hardisk merupakan alat piranti penyimpanan sekunder yang mana data disimpan sebagai pulsa magnetik pada piringan besi yang berputar dan terintegrasi. Data akan disimpan didalam lingkaran konsentris yang biasa disebut track. Pada tiap track dibagi dalam beberapa segmen yang lebih dikenal sebagai sector. Untuk melakukan operasi baca dan tulis data dari dan ke piringan, harddisk menggunakan head untuk mengerjakannya, yang berada pada tiap piringan. Head inilah yang selanjutnya bergerak mencari sector-sector tertentu untuk melakukan operasinya. Waktu yang diperlukan untuk mencari sector disebut seek time. Setelah menemukan sector yang diinginkan, maka head akan berputar untuk mencari track. Waktu yang diperlukan untuk mencari track ini dinamakan latency.

Tiga karekteristik umum dari RAID ini, yaitu:

  1. RAID adalah sebuah set dari beberapa physical drive yang dipandang oleh sistem operasi sebagai sebuah logical drive.
  2. Data didistribusikan kedalam array dari beberapa physical drive
  3. Kapasitas disk yang belebih digunakan untuk menyimpan informasi paritas, yang menjamin data dapat diperbaiki jika terjadi kegagalan pada salah satu disk.

 

RAID dapat dibagi menjadi enam level yang berbeda:
Raid level 0. Menggunakan kumpulan disk dengan striping pada level blok, tanpa redundansi. jadi hanya melakukan striping blok data kedalam beberapadisk. kelebihan level ini antara lain akses beberapa blok bisa dilakukan secara paralel sehingga bis lebih cepat. kekurangan antara lain akses perblok sama saja seperti tidak ada peningkatan, kehandalan kurang karena tidak adanya pembekc-upan data dengan redundancy. Berdasarkan definisi RAID sebagai redudancy array maka level ini sebenarnya tidak termasuk kedalam kelompok RAID karena tidak menggunakan redundansy untuk peningkatan kinerjanya.

RAID level 1. Merupakan disk mirroring, menduplikat data tanpa striping. Cara ini dapat meningkatkan kinerja disk, tapi jumlah disk yang dibutuhkan menjadi dua kali lipat kelebihannya antara lain memiliki kehandalan (reliabilitas) yang baik karena memiliki back up untuk tiap disk dan perbaikan disk yang rusak dapat dengan cepat dilakukan karena ada mirrornya. Kekurangannya antara lain biaya yang menjadi sangat mahal karena membutuhkan disk 2 kali lipat dari yang biasanya.

RAID level 2. Merupakan pengorganisasian dengan error correction code (ECC). Seperti pada memory dimana pendeteksian mengalami error mengunakan paritas bit. Sebagai contoh, misalnya misalnya setiap byte data, memiliki paritas bit yang bersesuaian yang mempresentasikan jumlah bit “1” didalm byte data tersebut dimana paritas bit = 0 jika bit genap atau paritas bit = 1 jika bit ganjil. Jadi, jika salah satu bit pada salah satu data berubah dan tidak sesuai dengan paritas bit yang tersimpan. Dengan demikian, apabila terjadi kegagalan pada salah satu disk, data dapat dibentuk kembali dengan membaca error correction bit pada disk lain. Kelebihannya antara lain kehandalan yang bagus karena dapat membentuk kembali data yang rusak dengan ECC tadi, dan jumlah bit redundancy yang diperlukan lebih sedikit jika dibandingkan dengan level 1 (mirroring). Kelemahannya antara lain prlu adanya perhitungan paritas bit, sehingga menulis atau perubahan data memerlukan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan yang tanpa menggunakan paritas bit, level ini memerlukan disk khusus untuk penerapannya yang harganya cukup mahal.

RAID level 3. Merupakan pengorganisasian dengan paritas bit yang interleaved. Pengorganisasian ini hamper sama dengan RAID level 2, perbedaanya adalah pada level 3 ini hanya memerlukan sebuah disk redudan, berapapun kumpulan disknya, hal ini dapt dilakukan karena disk controller dapat memeriksa apakah sebuah sector itu dibaca dengan benar atau tidak (mengalami kerusakan atau tidak). Jadi tidak menggunakan ECC, melainkan hanya membutuhakan sebuah bit paritas untuk sekumpulan bit yang mempuntai sekumpulan bit yang mempunyai posisi yang sama pada setiap dis yang berisi data. Selain itu juga menggunakan data striping dan mengakses disk-disk secara parallel. Kelebihannya antara lain kehandalan (rehabilitas) bagus, akses data lebih cepat karena pembacaan tiap bit dilakukan pada beberapa disk (parlel), hanya butuh 1 disk redudan yang tentunya lebih menguntungkan dengan level 1 dan 2. kelemahannya antara lain perlu adanya perhitungan dan penulisan parity bit akibatnya performannya lebih rendah dibandingkan yang menggunakan paritas.

RAID level 4. Merupakan pengorganisasian dengan paritas blok interleaved, yaitu mengunakan striping data pada level blok, menyimpan sebuah parits blok pada sebuah disk yang terpisah untuk setiap blok data pada disk-disk lain yang bersesuaian. Jka sebuah disk gagal. Blok paritas tersebut dapat digunakan untuk membentuk kembali blok-blok data pada disk yang bisa lebih cepat karena bisa parlel dan kehandalannya juga bagus karena adanya paritas blok. Kelemahannya antara lain akses perblok seperti biasa penggunaan 1 disk., bahkan untuk penulisan ke 1 blok memerlukan 4 pengaksesan untuk membaca ke disk data yag bersangkutan dan paritas disk, dan 2 lagi untuk penulisan ke 2 disk itu pula (read-modify-read)
RAID level 5. Merupakan pengorganisasian dengan paritas blok interleaved terbesar. Data dan paritas disebr pada semua disk termasuk sebuah disk tambahan. Pada setiap blok, salah satu dari disk menyimpan paritas dan disk yang lainnya menyimpan data. Sebagai contoh, jika terdapt kumpulan dari 5 disk, paritas paritas blok ke n akan disimpan pada disk (n mod 5) +1, blok ke n dari 4 disk yang lain menyimpan data yang sebenarnya dari blok tersebut. Sebuah paritas blok tidak disimpan pada disk yang sama dengan lok-blok data yang bersangkutan, karena kegagalan disk tersebut akan menyebabkan data hilang bersama dengan paritasnya dan data tersebut tidak dapat diperbaiki. Kelebihannya antara lain seperti pada level 4 ditambah lagi dengan pentebaran paritas seoerti ini dapat menghindari penggunaan berlebihan dari sebuah paritas bit seperti pada RAID level 4. kelemahannya antara lain perlunya mekanisme tambahan untuk penghitungan lokasi dari paritas sehingga akan mempengaruhi kecepatan dalam pembacaan blok maupun penulisannya.
RAID level 6. Disebut juga redudansi P+Q, seperti RAID level 5, tetapi menyimpan informasi redudan tambahan untuk mengantisipasi kegagalan dari beberapa disk sekaligus. RAID level 6 melakukan dua perhitungan paritas yang berbeda, kemudian disimpan di dalam blok-blok yang terpisah pada disk-disk yang berbeda. Jadi. Jika disk data yang digunakan sebanyak n buah disk, maka jumlah disk yang dibutuhkan pada RAID level 6 ini adalah n+2 disk. Keuntungan dari RAID level 6 ini adalah kehandalan data yang sangat tinggi, karena untuk menyebabkan data hilang, kegagalan harus terjadi pada tiga buah disk dalam interval rata-rata data mean time to repair (MTTR). Kerugiannya yaitu penalty waktu pada saat penulisan data, karena setiap penulisan yang dilakukan akan mempengaruhi dua buah paritas blok.

 Harddisk merupakan media penyimpan yang didesain untuk dapat digunakan menyimpan data dalam kapasitas yang besar. Hal ini dilatar belakangi adanya program aplikasi yang tidak memungkinkan berada dalam 1 disket dan juga membutuhkan media penyimpan berkas yang besar misalnya database suatu instansi. Tidak hanya itu, harddisk diharapkan juga diimbangi dari kecepatan aksesnya. Kecepatan harddisk bila dibandingkan dengan disket biasa, sangat jauh. Hal ini dikarenakan harddisk mempunyai mekanisme yang berbeda dan teknologi bahan yang tentu saja lebih baik dari pada disket biasa. Bila tanpa harddisk, dapat dibayangkan betapa banyak yang harus disediakan untuk menyimpan data kepegawaian suatu instansi atau menyimpan program aplikasi. Hal ini tentu saja tidak efisien. Ditambah lagi waktu pembacaannya yang sangat lambat bila menggunakan media penyimpanan disket konvensional tersebut.

Sejarah Perkembangan Harddisk

Harddisk pada awal perkembangannya didominasi oleh perusahaan raksasa yang menjadi standard komputer yaitu IBM. Ditahun-tahun berikutnya muncul perusahaan-perusahaan lain antara lain Seagate, Quantum, Conner sampai dengan Hewlet Packard’s di tahun 1992. Pada awalnya teknologi yang digunakan untuk baca/tulis, antara head baca/tulisnya dan piringan metal penyimpannya saling menyentuh. Tetapi pada saat ini hal ini dihindari, dikarenakan kecepatan putar harddisk saat ini yang tinggi, sentuhan pada piringan metal penyimpan justru akan merusak fisik dari piringan tersebut.

 

Trend Perkembangan HardDisk

Trend perkembangan harddisk dapat kita amati dari beberapa karakteristik berikut :

a. Kerapatan Data/Teknologi Bahan

Merupakan ukuran teknologi bahan yang digunakan seberapa besar bit data yang mampu disimpan dalam satu satuan persegi. Dalam hal kerapatan data dari awal sampai sekarang terjadi evolusi yang sangat kontras. Pada awal perkembangannya kerapannya sekitar 0.004 Gbits/in2 tetapi pada tahun 1999 labortorium IBM sudah ada sekitar 35.3 Gbits/in2. Tetapi menurut www.bizspaceinfotech.com akan diperkenalkan apa yang dinamakan TerraBit density. Harddisk pada awal perkembangannya, bahan yang digunakan sebagai media penyimpan adalah iron oxide. Tetapi sekarang banyak digunakan media thin film. Media ini merupakan media yang lebih banyak menyimpan data dari pada iron oxide pada luasan yang sama dan juga sifatnya yang lebih awet.

b. Struktur head baca/tulis

Head baca/tulis merupakan perantara antara media fisik dengan data elektronik. Lewat head ini data ditulis ke medium fisik atau dibaca dari medium fisik. Head akan mengubah data bit menjadi pulsa magnetik dan menuliskannya ke medium fisik. Pada proses pembacaan data prosesnya merupakan kebalikannya.
Proses baca tulis data merupakan hal yang sangat penting, oleh karena itu mekanismenya juga perlu diperhatikan. Dalam pendahuluan sebelumnya terdapat perbedaan letak fisik head dalam operasinya. Dulu head bersentuhan fisik dengan metal penyimpan. Kini antara head dan metal penyimpan sudah diberi jarak. Bila head bersentuhan dengan metal penyimpan, hal ini akan menyebabkan kerusakan permanen fisik, head yang aus, tentu saja panas akibat gesekan. Apalagi teknologi sekarang kecepatan putar harddisk sudah sangat cepat. Selain itu teknologi head harddiskpun juga mengalami evolusi. Evolusi head baca/tulis harddisk : Ferrite head, Metal-In-Gap (MIG) head, Thin Film (TF) Head, (Anisotropic) Magnetoresistive (MR/AMR) Heads, Giant Magnetoresistive (GMR) Heads dan sekarang yang digunakan adalah Colossal Magnetoresistive (CMR) Heads. Ferrite head, merupakan teknologi head yang paling kuno, terbuat dari inti besi yang berbentuk huruf U dan dibungkus oleh lilitan elektromagnetis. Teknologi ini diimplementasikan pada pertengahan tahun 1980 pada harddisk Seagate ST-251. Kebanyakan terdapat pada harddisk yang ukurannya kurang dari 50MB. Metal-In-Gap (MIG), merupakan penyempurnaan dari head Ferrite. Biasanya digunakan pada harddisk yang ukurannya 50MB sampai dengan 100MB. Thin Film (TF) heads, berbeda jauh dengan jenis head sebelumnya. Head ini dibuat dengan proses photolothografi seperti yang digunakan pada pembuatan prosessor. (Anisotropic) Magnetoresistive (MR/AMR) Heads, head ini digunakan untuk membaca saja. Untuk penulisannya digunakan head jenis Thin Film. Diimplementasikan pada harddisk ukuran 1GB sampai dengan 30GB. Giant Magnetoresistive (GMR) Heads, merupakan penemuan dari peneliti Eropa Peter Gruenberg and Albert Fert. Digunakan pada harddisk ukuran besar seperti 75GB dan kerapatan tinggi sekitar 10 Gbits/in2 sampai dengan 15 Gbits/in2.

Karena teknologi Giant Magnetoresistive (GMR) mulai ditarik dari pasaran, sebagai penggantinya adalah Colossal Magnetoresistive (CMR).

Kecepatan Putar Disk

Kecepatan putar pada jaman awal sekitar 3600RPM. Dengan semakin berkembangnya teknologi, kecepatan putar ditingkatkan menjadi 4500RPM dan 5400RPM. Karena kebutuhan media penyimpan yang mempunyai kemampuan tinggi dibuatlah dengan kecepatan 7200RPM yang digunakan pada harddisk SCSI.
3. Kapasitas

Kapasitas harddisk pada saat ini sudah mencapai orde ratusan GB. Hal ini dikarenakan teknologi bahan yang semakin baik, kerapatan data yang semakin tinggi. Teknologi dari Western Digital saat ini telah mampu membuat harddisk 200GB dengan kecepatan 7200RPM. Sedangkan Maxtor dengan Maxtor MaxLine II-nya yaitu harddisk berukuran 300GB dengan kecepatan 5400RPM. Beriringan dengan transisi ke ukuran harddisk yang lebih kecil dan kapasitas yang semakin besar terjadi penurunan dramatik dalam harga per megabyte penyimpanan, membuat hardisk kapasitas besar tercapai harganya oleh para pemakai komputer biasa.

Teknologi Harddisk masadepan

Harddisk dimasa mendatang salah satunya dititik beratkan pada kecepatan akses dan kapasitasnya. Hal ini dapat dilakukan dengan mereduksi komponen mekanis dari fisik harddisknya. Komponen mekanis yang tidak mampu bekerja pada frekuensi tinggi digeser dengan komponen yang bersifat elektris yang mampu bekerja dalam orde MHz bahkan GHz.

Dapat dilihat saat ini sudah dirilis berbagai macam media penyimpan elektronis dalam bentuk kecil. Misalnya USB Drive dan MultiMedia Card. Bila nantinya teknologi ini diterapkan dan dapat harganya terjangkau, kemampuan komputer dari sisi kecepatan akses baca/tulis media penyimpan akan meningkat pesat. Otomatis kemampuan PC Server untuk melayani request dari client akan meningkat.
Berikut Ini Beberapa Rangkuman Referensi Singkat Mengenai Hard Disk ;

 

INTERFACE HARD DISK IDE (Integrated Drive Electronics) ;
standar lama yang masih ada. Murah, dan terintegrasi dengan MB merupakan alasan teknologi ini teta p ada.Jumlah IDE ada 4 buah tiap MBKoneksi dengan kabel pipih 80 pininterface yang bottleneck dan menghambat panas
SCSI (Small Computer Standard Interface)

Kecapatan 160 mb/detik Jenis SCSI (SCASI I, Wide SCSI, Ultra wide)Menggunakan card tersendiriMB teknologi baru sudah menyertakan card SCSInya .

SCSI biasanya digunakan untuk system server, yang menuntut kinerja tinggi Sistem SCSI dikenal dengan teknologi RAID,sistem penyusunan, penulisan, keamanan dengan beberapa HD.
RAID (Redudancy Array of Independent Disk), merupakan sekumpulan diskdrive yang dianggap oleh OS sebagai drive tunggal.Recovery dan security menjadi prioritas.
Pemasangan Harddisk

Kabel IDE terdapat strip warna merah Power supply ditancapkan bersebelahan atau sejajar dengan warna merah pada kabel IDEJika salah komputer tidak akan bootingLakukan deteksi HD lewat BIOS.

Proses Baca Hardisk

Saat sebuah sistem operasi mengirimkan data kepada hard drive untuk direkam, drive tersebut memproses data tersebut menggunakan sebuah formula matematikal yang kompleks yang menambahkan sebuah bit ekstra pada data tersebut.Bit tersebut tidak memakan tempat: Di kemudian hari, saat data diambil, bit ekstra tersebut memungkinkan drive untuk mendeteksi dan mengkoreksi kesalahan acak yang disebabkan oleh variasi dari medan magnet di dalam drive tersebut. Kemudian, drive tersebut menggerakkan head melalui track yang sesuai dari platter tersebut. Waktu untuk menggerakkan head tersebut dinamakan “seek time”. Saat berada di atas track yang benar, drive menunggu sampai platter berputar hingga sector yang diinginkan berada di bawah head. Jumlah waktu tersebut dinamakan “drive latency”. Semakin pendek waktu `seek` dan `latency`, semakin cepat drive tersebut menyelesaikan pekerjaannya. Saat komponen elektronik drive menentukan bahwa sebuah head berada di atas sector yang tepat untuk menulis data, drive mengirimkan pulsa elektrik pada head tersebut. Pulsa tersebut menghasilkan sebuah medan magnetik yang mengubah permukaanmagnetik pada platter. Variasi yang terekam tersebut sekarang mewakili sebuah data. Membaca data memerlukan beberapa proses perekaman. Drive memposisikan bagian pembaca dari head di atas track yang sesuai, dan kemudian menunggu sector yang tepat untuk berputar di atasnya. Saat spektrum magnetik tertentu yang mewakili data Anda pada sector dan track yang tepat berada tepat di atas head pembaca, komponen elektronik drive mendeteksi perubahan kecil pada medan magnetik dan mengubahnya menjadi bit. Saat drive tersebut selesai mengecek error pada bit dan membetulkannya jika perlu, ia kemudian mengirimkan data tersebut pada sistem operasi.

Sectors dan Tracks
Tracks adalah bagian dari sepanjanjang keliling lingkaran dari luar sampai ke dalam.Sedangkan sector adalah bagian dari tracks.Sectors memiliki jumlah bytes yang sudah diatur.
Ada ribuan sector dalam HD

Bahan Pembuat Hardisk
Saat ini hd dibuat dengan teknologi material media magnetik disebut thin film.Lebih rapat, masa pakainya, kecil, ringan dari bahan oxide
Mekanisme Kerja Hard Disk
Proses baca tulis dilakukan oleh lengan hd dengan media Fisik magnetikHead hardisk melakukan konversi bits ke pulse magnetik dan menyimpannya ke dalam platters, dan mengembalikan data jika proses pembacaan dilakukan Hard disk memiliki “Hard platter” yang berfungsi untuk menyimpan medan magnet.Pada dasarnya cara kerja hard disk adalah dengan menggunakan teknik perekaman medan magnet. Cara kerja teknik magnet tersebut memanfaatkan Iron oxide (FeO) atau karat dari besi, Ferric oxide (Fe2O3) atau oxida lain dari besi. 2 oxida tersebut adalah zat yang bersifatferromagnetic , yaitu jika didekatkan ke medan magnet maka akan ditarik secara permanen oleh zat tersebut.

TEKNOLOGI RAID

 

RAID, singkatan dari Redundant Array of Independent Disks merujuk kepada sebuah teknologi di dalam penyimpanan data komputer yang digunakan untuk mengimplementasikan fitur toleransi kesalahan pada media penyimpanan komputer (utamanya adalah hard disk) dengan menggunakan cara redundansi (penumpukan) data, baik itu dengan menggunakan perangkat lunak, maupun unit perangkat keras RAID terpisah. Kata “RAID” juga memiliki beberapa singkatan Redundant Array of Inexpensive Disks, Redundant Array of Independent Drives, dan juga Redundant Array of Inexpensive Drives. Teknologi ini membagi atau mereplikasi data ke dalam beberapa hard disk terpisah. RAID didesain untuk meningkatkan keandalan data dan/atau meningkatkan kinerja I/O dari hard disk.
Sejak pertama kali diperkenalkan, RAID dibagi ke dalam beberapa skema, yang disebut dengan “RAID Level”. Pada awalnya, ada lima buah RAID level yang pertama kali dikonsepkan, tetapi seiring dengan waktu, level-level tersebut berevolusi, yakni dengan menggabungkan beberapa level yang berbeda dan juga mengimplementasikan beberapa level proprietary yang tidak menjadi standar RAID.
RAID menggabungkan beberapa hard disk fisik ke dalam sebuah unit logis penyimpanan, dengan menggunakan perangkat lunak atau perangkat keras khusus. Solusi perangkat keras umumnya didesain untuk mendukung penggunaan beberapa hard disk secara sekaligus, dan sistem operasi tidak perlu mengetahui bagaimana cara kerja skema RAID tersebut. Sementara itu, solusi perangkat lunak umumnya diimplementasikan di dalam level sistem operasi, dan tentu saja menjadikan beberapa hard disk menjadi sebuah kesatuan logis yang digunakan untuk melakukan penyimpanan.

 

KEYBOARD – PERIPERAL DENGAN METODE INTERUPT

Peripheral adalah hardware tambahan yang disambungkan ke komputer, biasanya dengan bantuan kabel. Peripheral ini bertugas membantu komputer menyelesaikan tugas yang tidak dapat dilakukan oleh hardware yang sudah terpasang didalam casing. Adapun dalam hal ini, salah satu contoh periperal yang saya bahas ialah keyboard.

Keyboard merupakan periperal yang berbentuk mirip mesin ketik yang berisi huruf, angka, simbol-simbol khusus serta tombol-tombol fungsi. Gunanya untuk memberi perintah kepada komputer dengan cara menuliskannya atau menekan kombinasi beberapa tombol. Saat ini sejumlah perusahaan seperti Microsoft dan Logitech sudah membuat keyboard tanpa kabel (wireless) yang menggunakan pancaran infrared.

Cara kerja dari sebuah keyboard saat ini adalah jika ditekan sebuah tombol, maka suatu interrupt dari mesin akan timbul dan keyboard interrupt handler (sebagian kecil perangkat lunak yang merupakan bagian dari sistem pengoperasian) akan dimulai. Interrupt handler akan membaca register perangkat keras di dalam pengontrol keyboard untuk mendapatkan karakter yang baru saja ditekan. Ketika tombol dilepaskan, interrupt kedua akan ditimbulkan.

Definisi dari interrupt itu sendiri ialah proses dalam komputer untuk meminta dilayani oleh mikroprosesor sesuai dengan tingkat prioritasnya yang telah diatur sedemikian rupa oleh sistem hardware computer. CPU banyak melaksanakan routin untuk melakukan pelayanan pemrosesan ataupun koordinasi kepada IC penunjang atau chipset dan peripherals pada saat diperlukan. Sehingga CPU dapat melakukan operasi dengan 2 cara, yaitu Operasi dengan polling dan Opreasi dengan interrupt.

Operasi dengan polling berarti CPU selalu terus menerus menanyakan/ memantau ke tiap-tiap komponen penunjang satu persatu meskipun komponen itu sedang tidak memerlukan pelayanan.

Sedangkan operasi interrupt (interupsi0 dilakukan oleh tiap-tiap komponen kepada CPU bilamana memerlukan pelayanan pemrosesan, sehingga CPU tidak terus-menerus menanyakan atau memantau komponen itu. Setiap interupsi yang datang dikontrol oleh interrupt controller di luar CPU. Dalam keadaan CPU terkena interupsi, maka CPU untuk sesaat menghentikan kegiatan pelayanan utama dan beralih melayani komponen yang menginterupsinya. Setelah selesai dilayani CPU kembali melakukan pelayanan utamanya.

Cara interupsi sangat meningkatkan effisiensi operasi CPU dan melakukan tugasnya dengan cepat.

Interupsi dapat dilakukan dengan cara hardware dan software, sehingga CPU dapat menerima 3 macam interupsi antara lain :

  • Interupsi software (instruksi INT nH n= bilangan 00H s/d FFH)

Non Maskable Interrupt (Interupsi hardware dimana interupsi ini mutlak tidak dapat dicegah karena berasal dari sistem board atau IC.

Maskable Interrupt (berasal dari hardware melalui pin INTR) yang dapat ditutup atau dicegah dengan instruksi CLI berasal dari interupsi perangkat lunak.

Interupsi software terdiri dari 256 dan diberi nomor 00H hingga FFH. Alamat awal masing-masing program pelayanan terdiri dari 4 byte, 2 byte untuk Code Segment dan 2 byte untuk Instruction Pointer.

Dalam pemrograman assembler kita dapat melakukan interupsi secara software dengan perintah INT yang dapat dilihat dalam tabel interupsi.

Interrupt Software dalam PC terbagi dua yaitu Interrupt BIOS (Basic Input Output Sistem) dan Interrupt DOS (Disk Operating Sistem)

Interrupt BIOS diwujudkan dalam bentuk interupsi software berjumlah 32 dan akses pelayanannya tinggal memerintahkan dengan instruksi INT nH asal parameternya diwajibkan telah terpenuhi dahulu. INT nH terdiri dari 00H sampai 1FH yang disusun berurutan dan diberi servis number (nomor pelayanan) tersendiri.

Interrupt DOS merupakan interupsi dari software Sistem Operasi terdiri dari INT 20H untuk kembali ke DOS dan INT 21H untuk operasi Input/Output.Kejadian-kejadian sinkron yang merupakan tanggapan pemroses terhadap kondisi-kondisi tertentu yang memerlukan perhatian. Sebuah setting hardware yang menjalankan perintah-perintah dalam sistem komputer.
Interrupt secara harfiah dalam bahasa Indonesianya diartikan sebagai selaan, menyela, atau menjegal, atau istilah kerennya disebut dengan interupsi.Interrupt bisa diibaratkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai suatu proses berjalan, namun belum selesai proses tersebut melakukan tugasnya, sudah dilaksanakan lagi proses lainnya.

 

Ibaratnya begini, ketika anda sedang melakukan suatu pekerjaan, katakanlah membaca sebuah buku, belum selesai buku tersebut anda tamatkan, lalu telepon anda berbunyi, sehingga anda melakukan percakapan terlebih dahulu melalui telepon tersebut. Setelah pembicaraan selesai, anda melanjutkan membaca buku tadi. menerima telepon di dalam kejadian tersebut disebut dengan menyela.Begitu juga dengan proses yang terjadi pada komputer. Apabila sebuah komputer melakukan prosesnya tanda ada gangguan, tentu komputer tersebut dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan serius khusus untuk satu pekerjaan yang sedang dikerjakannya. Dalam kondisi demikian, komputer anda melakukan tugasnya yang disebut dengan primitive batch processing. Pekerjaan seperti ini digunakan oleh komputer pada komputer zaman awal-awal ditemukannya. Dimana komputer tidak bisa mengerjakan beberapa program sekaligus dalam waktu bersamaan, sampai satu pekerjaan selesai dikerjakan, maka baru dia bisa berpindah ke pekerjaan lainnya.Komputer terkini, memiliki kemampuan interrupt ini. Penulis melakukan pengetikkan naskah ini sambil mendengarkan musik yang terpasang pada notebook yang digunakan, tidak jarang komputer ini juga sambil terhubung dengan internet untuk membuka halaman web atau mengambil beberapa data yang ada di internet.Anda tentu juga tidak jarang mengalami hal dengan interrupt ini, katakanlah, ketika mengetikkan SMS ternyata ada telpon yang masuk, anda terima dulu telpon tersebut, lalu setelahnya anda lanjutkan pengetikan SMS tadi.
Untuk memungkinkan terjadinya interrupt ini pada sistem komputer, CPU memiliki suatu jalur khusus terhadap suatu chip pengatur interrupt eksternal (bagian dari chipset), yang berisi database sederhana yang dikenal dengan interrupt vectors. Ketika sebuah interrupt terjadi pada chip, maka CPU menyimpan informasi terakhir yang dia kerjakan, berulah dia mengerjakan sesuai dengan informasi yang ada pada interrupt vector tesebut. Interrupt vector ini sebenarnya hanya sebuah nama pemanis yang berisi informasi tentang selaan yang terjadi, kalau dibelah lebih dalam lagi, isinya adalah berupa tabel yang berisi angka-angka). Pada interrupt vector inilah ditemukan kemana dan apa proses berikutnya yang harus dilaksanakan oleh komputer. Ketika pekerjaan interrupt tadi selesai dilaksanakan, maka komputer melakukan pelacakan kembali apa pekerjaan sebelumnya yang sedang dilaksanakannya.Prioritas dalam interrupt Dalam penerimaan suatu interrupt ini, komputer membagi interrupt tersebut dalam berbagai level, tergantung dari CPU yang digunakan. Misalnya pada komputer yang digunakan untuk pekerjaan yang cukup membutuhkan konsentrasi dari CPU, maka CPU tersebut memungkinkan untuk mengabaikan interrupt yang prioritasnya rendah, katakanlah pengetikkan yang dilakukan oleh seorang user melalui keyboard, namun komputer tersebut akan memberikan respon yang sangat cepat apabila terjadi gangguan pada memori yang digunakannya. Interupsi terjadi bila suatu perangkat M/K ingin memberitahu prosesor bahwa ia siap menerima perintah, output sudah dihasilkan, atau terjadi error.

Penanganan Interupsi

Ada beberapa tahapan dalam penanganan interupsi:

  1. Controller mengirimkan sinyal interupsi melalui interrupt-request-line
  2. Sinyal dideteksi oleh prosesor
  3. Prosesor akan terlebih dahulu menyimpan informasi tentang keadaan state-nya (informasi tentang proses yang sedang dikerjakan)
  4. Prosesor mengidentifikasi penyebab interupsi dan mengakses tabel vektor interupsi untuk menentukan interrupt handler
  5. Transfer kontrol ke interrupt handler
  6. Setelah interupsi berhasil diatasi, prosesor akan kembali ke keadaan seperti sebelum terjadinya interupsi dan melanjutkan pekerjaan yang tadi sempat tertunda.

DDR2 SDRAM

untuk lebih jelasnya dapat diunduh di DDR2.

Arsitektur & Mekanisme prosesor Dual Core

Prosesor Athlon 64 dual core yang diproduksi oleh AMD terdiri dari Athlon 64 X2 dan Athlon 64 FX. Tidak berbeda dengan versi single core-nya, prosesor Athlon 64 FX dual core juga ditujukan untuk kaun “enthusiast”, khususnya para gamers.

1.Prosesor Athlon 64 X2

 

Tidak lama setelah melepas prosesor Athlon 64 Venice dan San Diego, AMD akhirnya kembali merilis prosesor baru hasil pengembangan dari Athlon 64 (tidak lama setelah Athlon 64 Venice dan San Diego), yaitu Athlon 64 X2 yang merupakan prosesor dual core (inti ganda atau dua inti, artinya terdapat dua buah chip dalam satu kemasan prosesor) yang dirancang menggunakan soket 939. Awalnya ada dua varian prosesor dual core Athlon 64 X2 yang dirilis, yaitu yang bernama core Manchester dan Toledo. Keduanya dirilis pada tanggal 31 Mei 2005. Perbedaan yang mencolok antara kedua varian prosesor tersebut terletak pada L2 Cache-nya. L2 cache Athlon 64 X2 Manchester sebesar 2 x 256 KB hingga 2 x 512 KB, sedangkan L2 Cache Athlon 64 X2 Toledo sebesar 2 x 512 KB hingga 2 x 1024 KB (dua kali lipat L2 Cache Athlon 64 X2 Manchester).

Akhirnya AMD mendapatkan suatu kritikan karena kurangnya dukungan terhadap penggunaan DDR2 SDRAM pada jajaran prosesor Athlon 64. Sementara itu, perusahaan Intel yang menjadi pesaing AMD telah lebih dulu mengadopsi teknologi ini. AMD pun merespon kekurangan ini. Pada tanggal 23 Mei 2006, AMD merilis lagi prosesor baru secara bersamaan, yaitu Athlon 64 bernama core Orleans untuk prosesor single core, dan Athlon 64 X2 Windsor serta Athlon 64 FX-62 Windsor untuk prosesor dual core, ketiganya dirancang menggunakan soket AM2 dan dilengkapi fitur baru AMD Virtualization dan mendukung penggunaan DDR2 SDRAM. Besar L2 Cache prosesor Athlon 64 X2 Windsor bervariasi, berkisar 2 x 256 KB hingga 2 x 1024 KB.

1.1.Prosesor Athlon 64 X2 nama core Manchester (E4)

Prosesor Athlon 64 X2 Manchester adalah salah satu dari prosesor keluarga Athlon 64 versi dual core yang pertama diproduksi oleh AMD. Notasi X2 yang tertulis pada akhir nama prosesor menunjukkan bahwa prosesor tersebut golongan dual core, walaupun tidak semua prosesor dual core produksi AMD diberi tanda X2.
Prosesor Athlon 64 X2 Manchester diproduksi menggunakan teknologi manufaktur 90 nm, memiliki 939 pin tipe OµPGA, dirancang menggunakan soket 939, dan didukung 1000 MHz HyperTransport, VCore 1,30 Volt hingga 1,35 Volt dengan TDP 89 Watt hingga 110 Watt. Luasan chip silikonnya 147 mm2 yang mengandung 154 juta transistor, dilengkapi fitur teknologi MMX, SSE, SSE2, Enhanced 3DNow!, NX bit, AMD64 (implementasi AMD’s x86-64) dan Cool’n’Quiet.
Prosesor yang telah diproduksi, berfrekuensi 2000 MHz dan 2400 MHz dengan L2 Cache 1024 KB (2 x 512 KB).

1.2.Prosesor Athlon 64 X2 nama core Toledo (E6)
Prosesor Athlon 64 X2 Toledo juga merupakan salah satu dari prosesor keluarga Athlon 64 versi dual core yang pertama diproduksi oleh AMD. Prosesor ini dirilis bersamaan dengan prosesor Athlon 64 X2 Manchester.
Prosesor Athlon 64 X2 Toledo diproduksi menggunakan teknologi manufaktur 90 nm, memiliki 939 pin tipe OµPGA, dirancang menggunakan soket 939, dan didukung 1000 MHz HyperTransport, VCore 1,30 Volt hingga 1,35 Volt dengan TDP 89 Watt hingga 110 Watt. Luasan chip silikonnya 199 mm2 yang mengandung 233 juta transistor, dilengkapi fitur teknologi yang sama dengan Athlon 64 X2 Manchester, yaitu MMX, SSE, SSE2, Enhanced 3DNow!, NX bit, AMD64 (implementasi AMD’s x86-64) dan Cool’n’Quiet.

 

Prosesor yang telah diproduksi, berfrekuensi 2000 MHz dan 2400 MHz dengan L2 Cache 1024 KB (2 x 512 KB), atau 2048 KB (2 x 1024 KB). Spesifikasi prosesor Toledo ini tampak lebih tinggi dibandingkan Manchester.

 

1.3.Prosesor Athlon 64 X2 nama core Windsor (F2, F3)
Sebelum prosesor ini diproduksi, banyak kritikan yang ditujukan kepada AMD yang menyatakan prosesor-prosesor AMD tidak mampu mendukung penggunaan DDR2 SDRAM. Padahal dengan adanya kemampuan mendukung DDR SDRAM dapat meningkatkan performa prosesor itu sendiri. Sementara itu, perusahaan Intel yang menjadi pesaing AMD telah lebih dulu mengadopsi teknologi ini. AMD pun merespon kritikan ini. Pada tanggal 23 Mei 2006, AMD merilis prosesor Athlon 64 X2 Windsor serta Athlon 64 FX-62 Windsor yang mampu mendungkung penggunaan DDR2 SDRAM. Selain dilengkapi fitur teknologi MMX, SSE, SSE2, Enhanced 3DNow!, NX bit, AMD64 (implementasi AMD’s x86-64) dan Cool’n’Quiet. dilengkapi pula fitur baru AMD Virtualization. Besar L2 Cache prosesor Athlon 64 X2 Windsor bervariasi, 1024 KB (2 x 512 KB), atau 2048 KB (2 x 1024 KB).
Prosesor Athlon 64 X2 Windsor diproduksi menggunakan teknologi manufaktur 90 nm, memiliki 940 pin tipe OµPGA, dirancang menggunakan soket AM2, didukung 1000 MHz HyperTransport, VCore 1,20 Volt hingga 1,40 Volt dengan TDP 89 Watt hingga 125 Watt. Prosesor yang telah diproduksi, berfrekuensi 2000 MHz dan 3200 MHz.

 

Pada prosesor Athlon 64 X2 6400+ (F3) Black Edition diberi fitur tambahan unclock multiplier yang memungkinkan di-overclock dengan kisaran yang lebih luas.

1.4.Prosesor Athlon 64 X2 nama core Windsor (Energy Efficient, F2 & F3)
Prosesor Athlon 64 X2 Windsor versi ini tergolong prosesor desktop hemat energi. Prosesor ini memerlukan konsumsi energi yang lebih rendah, bekerja pada voltase 1,20 Volt/1,25 Volt dengan TDP hanya 65 Watt, jauh di bawah nilai TDP prosesor Windsor versi pendahulunya.
Prosesor Athlon 64 X2 Windsor diproduksi menggunakan teknologi manufaktur 90 nm, memiliki 940 pin tipe OµPGA, dirancang menggunakan soket AM2, dan didukung 1000 MHz HyperTransport. Fitur teknologi yang disertakan sama dengan pendahulunya, yaitu MMX, SSE, SSE2, SSE3, Enhanced 3DNow!, NX bit, AMD64 (implementasi AMD’s x86-64), Cool’n’Quiet dan AMD Virtualization.
Prosesor yang telah diproduksi, berfrekuensi 2000 MHz dan 2600 MHz. Besar L2 Cache bervariasi, 512 KB (2 x 256 KB), 1024 KB (2 x 512 KB), atau 2048 KB (2 x 1024 KB), dan mendukung penggunaan DDR2 SDRAM. Pertama kali dirilis pada tanggal 23 Mei 2006.

 

1.5.Prosesor Athlon 64 X2 nama core Windsor (Energy Efficient Small Form Factor, F2)
Diantara tiga versi dari prosesor Athlon 64 X2 Windsor, versi Energy Efficient Small Form Factor yang paling hemat energi karena memerlukan konsumsi daya yang paling rendah. Nilai TDP prosesor ini 35 Watt yang berjalan pada voltase 1,025 Volt/1.075 Volt.
Prosesor Athlon 64 X2 Windsor versi versi Energy Efficient Small Form Factor diproduksi menggunakan teknologi manufaktur 90 nm, sama seperti kedua versi sebelumnya, memiliki 940 pin tipe OµPGA, dirancang menggunakan soket AM2, dan didukung 1000 MHz HyperTransport. Fitur teknologi yang disertakan juga sama, yaitu MMX, SSE, SSE2, SSE3, Enhanced 3DNow!, NX bit, AMD64 (implementasi AMD’s x86-64), Cool’n’Quiet dan AMD Virtualization.
Prosesor yang telah diproduksi, berfrekuensi 2000 MHz, besar L2 Cache 1024 KB (2 x 512 KB). dan mendukung penggunaan DDR2 SDRAM. Pertama kali dirilis pada tanggal 23 Mei 2006.

 

1.6.Prosesor Athlon 64 X2 nama core Brisbane (Energy Efficient G1, G2)
Hingga kuartal pertama 2008 prosesor Athlon 64 X2 Brisbane adalah satu-satunya prosesor keluaga Athlon 64 X2 yang diproduksi menggunakan teknologi manufaktur 65 nm, Vcore 1,25 Volt hingga 1,375 Volt dengan TDP 65 Watt. Prosesor ini tergolong prosesor desktop hemat energi dibandingkan varian-varian sebelumnya yang masih menggunakan teknologi manufaktur 90 nm. Seluruh model prosesornya memiliki 940 pin tipe OµPGA yang dirancang menggunakan soket AM2 dan didukung 1000 MHz HyperTransport. Fitur teknologi yang disertakan adalah MMX, SSE, SSE2, SSE3, Enhanced 3DNow!, NX bit, AMD64 (implementasi AMD’s x86-64), Cool’n’Quiet dan AMD Virtualization.

 

Prosesor yang telah diproduksi, berfrekuensi 1900 MHz hingga 2900 MHz, besar L2 Cache 1024 KB (2 x 512 KB), mendukung penggunaan DDR2 SDRAM. Pertama kali dirilis pada tanggal 5 Desember 2006. Pada bulan September 2007 AMD merilis Athlon 64 X2 5000+ Black Edition berkecepatan (clock speed) 2,6 GHz (lihat tabel!).. Prosesor ini dilengkapi fitur tambahan unclock multiplier yang memungkinkan di-overclock dengan kisaran yang lebih luas.

 

2.Prosesor Athlon X2
Keluarga prosesor AMD Athlon X2 sebagian berbasis arsitektur Athlon 64 X2, sebagaian lagi berbasis arsitektur prosesor Phenom. Namun, sampai bulan April 2008, hanya prosesor yang berbasis Athlon 64 X2 yang dirilis oleh AMD. Prosesor tersebut diberi nama core Athlon X2 Brisbane.

 

Prosesor ini mirip dengan prosesor Athlon 64 X2 Brisbane, perbedaan yang mencolok terletak pada besarnya daya (power) yang dikonsumsi oleh prosesor. Athlon X2 Brisbane mengkonsumsi daya yang lebih rendah, yaitu 45 Watt dan bekerja pada voltase 1,25 Volt.
Prosesor tersebut diproduksi menggunakan teknologi manufaktur 65 nm, Seluruh model prosesornya memiliki 940 pin tipe OµPGA yang dirancang menggunakan soket AM2 dan didukung 1000 MHz HyperTransport. Fitur teknologi yang disertakan adalah MMX, SSE, SSE2, SSE3, Enhanced 3DNow!, NX bit, AMD64 (implementasi AMD’s x86-64), Cool’n’Quiet dan AMD Virtualization.
Prosesor yang telah diproduksi, berfrekuensi 1900 MHz hingga 2300 MHz, besar L2 Cache 1024 KB (2 x 512 KB), mendukung penggunaan DDR2 SDRAM. Pertama kali dirilis pada tanggal 5 Juni 2007.

 

2.1.Prosesor Athlon X2 nama core Brisbane (G2)
Tidak banyak berbeda dengan prosesor pendahulunya. Prosesor ini memiliki VCore lebih rendah, yaitu 1,15 hingga 1,25 Volt. Fitur-fitur dan spesifikasi lainnya mirip dengan pendahulunya, yaitu diproduksi menggunakan teknologi manufaktur 65 nm, seluruh model prosesornya memiliki 940 pin tipe OµPGA yang dirancang menggunakan soket AM2 dan didukung 1000 MHz HyperTransport. Fitur teknologi yang disertakan adalah MMX, SSE, SSE2, SSE3, Enhanced 3DNow!, NX bit, AMD64 (implementasi AMD’s x86-64), Cool’n’Quiet dan AMD Virtualization.

 

3.Prosesor Athlon 64 FX
Athlon 64 FX sebenarnya adalah produk yang pemasarannya ditujukan kepada para penggemar, pecinta, ‘mania’ komputer, khususnya disediakan untuk kaum penggemar game (gamers). Jadi, tidak ditujukan untuk pengguna atau khalayak umum biasa. Tidak seperti standar prosesor Athlon 64 umumnya, seluruh prosesor Athlon 64 FX dilengkapi fitur ‘unclock multiplier.’
Prosesor Athlon 64 FX versi dual core diberi kode FX-60 atau lebih besar dari kode ini, misalnya FX-62, FX-70, atau FX-74.

3.1.Prosesor Athlon 64 FX nama core Toledo (E6)
Prosesor Athlon 64 FX Toledo diproduksi menggunakan teknologi manufaktur 90 nm, dengan luasan chip silikon 199 mm2 yang mengandung 233 juta transistor, memiliki 939 pin tipe OµPGA yang dirancang menggunakan soket 939, didukung 1000 MHz HyperTransport. Fitur teknologi yang disertakan adalah MMX, SSE, SSE2, SSE3, Enhanced 3DNow!, NX bit, AMD64 (implementasi AMD’s x86-64), dan Cool’n’Quiet.

 

VCore prosesor Athlon 64 FX Toledo sebesar 1,35 Volt/1,40 Volt dengan TDP 110 Watt. Dirilis pertama kali pada tanggal 9 Januari 2006.

 

3.2.Prosesor Athlon 64 FX nama core Windsor (F2)
Walaupun masih menggunakan teknologi fabrikasi yang sama, yaitu 90 nm, prosesor Athlon 64 FX Windsor didesain lebih maju daripada pendahulunya. Prosesor ini menggunakan soket AM2 yang mampu mendukung penggunaan DDR2 SDRAM dan ditambahkan fitur baru AMD Virtualization ke dalam prosesornya. Sayangnya, prosesor ini mengkonsumsi daya yang cukup besar, yaitu 125 Watt. Fitur-fitur lain yang disertakan ke dalam prosesor, masih sama dengan prosesor sebelumnya, yaitu MMX, SSE, SSE2, SSE3, Enhanced 3DNow!, NX bit, AMD64 (implementasi AMD’s x86-64), dan Cool’n’Quiet.
Prosesor yang telah diproduksi, berkecepatan 2800 MHz, menggunakan bus 1000 MHz HyperTransport, besar L2 Cache 2048 KB (2 x 1024 KB), VCore 1,35 Volt/1,40 Volt. Dirilis pertama kali pada tanggal 23 Mei 2006.

 

3.3.Prosesor Athlon 64 FX nama core Windsor (F3, Quad FX platform)
Prosesor ini masih menggunakan teknologi fabrikasi 90 nm, namun didesain menggunakan soket yang berbeda, yaitu soket F (1207 FX). Soket ini tidak kompatibel dengan Soket F. Keduanya saling berbeda.
Prosesor Athlon 64 FX Windsor stepping F3 ini memiliki fitur-fitur lain yang tidak berbeda dengan prosesor Athlon 64 FX Windsor stepping F2. Keduanya diperlengkapi fitur MMX, SSE, SSE2, SSE3, Enhanced 3DNow!, NX bit, AMD64 (implementasi AMD’s x86-64), Cool’n’Quiet, dan AMD Virtualization, didukung bus 1000 MHZ HyperTransport, L2 Cache 2048 KB (2 x 1024 KB), VCore 1,35 Volt/1,40 Volt, TDP 125 Watt. Dirilis pertama kali pada tanggal 30 Nopember 2006.

 

 

Tugas 3

Itanium:

Itanium adalah keluarga mikroprosesor 64-bit Intel yang mengimplementasikan arsitektur Intel Itanium (sebelumnya disebut IA-64). Pasar Intel prosesor untuk server perusahaan dan kinerja tinggi sistem komputasi. Arsitektur berasal di Hewlett-Packard (HP), dan kemudian bersama-sama dikembangkan oleh HP dan Intel.

Arsitektur Itanium ini didasarkan pada instruksi eksplisit-level parallelism, di mana kompiler yang memutuskan untuk mengeksekusi instruksi secara paralel. Hal ini kontras dengan arsitektur super-skalar lainnya, yang tergantung pada prosesor untuk mengelola dependensi instruksi pada saat runtime. Core Itanium sampai dengan, juga termasuk Tukwila mengeksekusi hingga enam instruksi per clock cycle. Prosesor Itanium yang pertama, nama kode Merced, dirilis pada tahun 2001.

Sistem berbasis Itanium telah diproduksi oleh HP (HP Server Integritas line) dan beberapa produsen lain. Seperti tahun 2008, Itanium adalah arsitektur mikroprosesor keempat yang paling dikerahkan untuk kelas enterprise sistem, balik x86-64, IBM POWER, dan SPARC Prosesor terbaru, Tukwila, awalnya direncanakan untuk rilis pada tahun 2007, dirilis pada 8 Februari 2010.

ntel telah secara luas didokumentasikan set instruksi dan mikroarsitektur Itanium, dan tekan teknis telah disediakan ikhtisar. Arsitektur ini telah berganti nama beberapa kali selama sejarah. HP awalnya menyebutnya PA-WideWord. Intel kemudian disebut itu IA-64, maka Itanium Processor Arsitektur (IPA), sebelum menetap di Intel Itanium Arsitektur, tetapi masih secara luas disebut sebagai IA-64.

Ini adalah arsitektur 64-bit register kaya eksplisit paralel. Kata basis data adalah 64 bit, byte-addressable. Ruang alamat logis adalah 264 byte. Arsitektur mengimplementasikan predikasi, spekulasi, dan prediksi cabang. Ini menggunakan mekanisme penggantian nama daftar hardware daripada windowing mendaftar sederhana untuk parameter passing. Mekanisme yang sama juga digunakan untuk memungkinkan eksekusi paralel dari loop. Spekulasi, prediksi, predikasi, dan mengubah nama berada di bawah kendali compiler. Jadi, setiap kata instruksi termasuk bit ekstra untuk ini. Pendekatan ini adalah karakteristik yang membedakan dari arsitektur.

Arsitektur mengimplementasikan 128 register integer, floating point register 128, 64 bit satu predikat, dan delapan register cabang. Register floating point 82 bit panjang untuk mempertahankan presisi untuk hasil antara.

Fitur-fitur yang diusung oleh prosesor Intel Itanium adalah sebagai berikut:

  • Prosesor 64-bit murni. Meskipun demikian, ia dapat melakukan eksekusi terhadap kode 32-bit Intel x86 melalui teknologi yang disebut dengan IA-32 Execution Layer (IA-32 EL), meski kinerjanya kurang mengesankan.
  • Mampu mengakses memori fisik hingga 16 Terabyte (menggunakan 44-bit address bus)
  • Teknologi EPIC (Explicitly Parallel Instruction Computing), yang memungkinkan prosesor Itanium dapat melakukan 20 operasi tiap siklusnya
  • Dua buah unit integer, dan dua buah unit memori yang dapat mengeksekusi hingga empat instruksi tiap detak
  • Dua buah unit floating-point, yang dalam Itanium disebut sebagai FMAC (Floating-Point Multiply Accumulate) yang mampu menangani hingga 82 operand, dan mampu melakukan eksekusi dua operasi tiap detak.
  • Dua tambahan unit MMX yang masing-masing mampu melakukan dua operasi floating-point. Selain itu unit ini juga mampu melakukan eksekusi terhadap delapan operasi floating-point presisi tunggal yang dapat dieksekusi tiap siklus.
  • Memiliki 128 register integer, 128 register floating point, 8 register pencabangan (branch register), serta 64 register predikasi (predication).


Core i7:

Arsitektur prosesor yang digunakan oleh prosesor Core i7 adalah Mikro-arsitektur Nehlahem, yakni merupakan arsitektur terbaru. Arsitektur Nehalem adalah keluaran Intel yang pertama dengan desain native quad core, yakni keempat core merupakan bagian dari sebuah monolithic die. Jika dibandingkan dengan pendahulunya Intel Core i7 sudah tidak lagi menggunakan LGA 775 dan sekarang digantikan dengan LGA 1366. Bentuk fisik dari soket ini sudah berbeda dan pada soket LGA 1366 berbentuk lebih besar dibandingkan soket pada LGA 755.

Tiap – tiap core mempunyai L1 dan L2 cache dan L3 cache sebesar 8 MB dipakai bersama. Nehalem sendiri memiliki banyak fitur yang bari dan berbeda jika dibandingkan keluarga processor berbasis Core Microarchitecture sebelumnya ( Core 2 Duo, Core 2 Quad). Salah satunya terletak pada memory kontroller. Tidak seperti sebelumnya, memori kontroller terletak pada chipset yang terpisah , tepatnya pada northbridge di motherboard, maka Intel Core i7 menempatkan memori kontroller – nya pada dirinya sendiri.

Dengan memory kontroller yang terintegerasi pada processor, keterbatasan Front Side Bus (FSB) selama ini merupakan jalur penghubung processor dengan chipset, bisa ditiadakan. Processor dan memori utama bisa berhubungan langsung.

Fitur Yang terdapat pada prosesor core i7:

1. Memory Controller

Salah satu kekuatan Nehalem adalah peningkatan performa dengan memperbaiki akses ke memori dan bandwidth yang lebih lebar.Pada dasarnya, memory controller ini berfungsi untuk memotong keterlambatan (responsif) memori. Sebelum ini, dengan chip Intel, komunikasi harus melewati front-side bus terlebih dahulu, sehingga proses komunikasi menjadi lambat. Saat ini kebanyakan komputer masih menggunakan dual-channel memory (RAM dua lapis). Core i7 membuat standar baru berupa RAM tiga lapis, jadi komputer bisa diperkuat dengan RAM sebesar 6GB dan 12GB.

2. Menghilangkan FSB (Front Side Bus)

FSB bertugas untuk mengantarkan data antara CPU dan memory controller hub, tapi fungsinya tidak maksimal jika digunakan pada chip multi inti. Intel menyiapkan QuickPath Interconnect (QPI) sebagai pengganti FSB. QPI akan mengatasi masalah bottleneck yang sering terjadi dan dapat meng-handle multi-inti dengan lebih baik tentunya. QPI menggunakan direct point-to-point connections yang mempunyai bandwidth sebesar 25GBps.

3. Quick Path Interconnect

QPI adalah kecepatan bus pengganti FSB, kalau FSB adalah jalur transmisi data antara chipset, prosessor dan memory, QPI lebih sederhana lagi. QPI adalah kecepatan transmisi data dari prosessor ke chipset. Bila sebelumnya kita mengenal Northbridge sebagai chipset yang mengatur prosessor, memory dan jalur PCI-E, maka pada Core i7, chipset dikenal dengan nama IOH (Input- Output Hub) yang bertugas sebagai jalur input dan output dari seluruh sistem.

Pada Teknologi Qucikpath terdapat istilah Gigatransfer per-Second (GT/s). Gigatransfer merupakan istilah yang digunakan oleh teknologi Quickpath pada arsitektur processor Core i7. Processor sebelumnya menggunakan teknologi FSB (dengan satuan MHz), yang menyatakan berapa banyak clock cycle dalam waktu satu detik. Gigatransfer/second pada dasarnya sebuah satuan yang menunjukkan banyak data yang ditransfer dalam waktu satu detik (1 GT = 109 – Satu Miliar Transfer Data ).Secara teknis teknologi Quickpath menggunakan metode koneksi poin-to-point antara Processor dengan Chipset Motherboard (I/O Hub), serta Processor dengan Memory Utama (RAM). Setiap koneksi (atau disebut link) memiliki jalur dua arah (atau direction), yaitu arah bolak-balik menuju prosesor.

4. Menggunakan Arsitektur terbaru

Processor Core i7 memiliki arsitektur terbaru yaitu arsitektur yang disebut dengan mikroarsitektur Nehalem. Core i7 termasuk dalam Turbo Boosting Teknologi yang meningkatkan performa serta mengurangi pemanasan kelebihan dari prosesor.

5. Hyper Threading Technology

Intel membuang Hyper-Threading setelah Pentium 4, dan kini, di Core i7 (dan Atom). Pada dasarnya, ini adalah teknik pemrosesan paralel yang mampu menjalankan multiple threads secara simultan. Sebagai gambarannya, teknik ini membagi tugas sedemikian rupa sehingga dapat dijalankan berbarengan oleh prosesor.

6. Built-In Power Management dan Overclocking

Built-in Power Management, dengan adanya Power Control Unit di dalam prosesor yang terus menerus mengontrol konsumsi daya tiap inti dan mampu menonaktifkan inti yang tidak digunakan. Saat diperlukan, terdapat Turbo boost yang secara spontan menaikkan kemampuan prosesor.

7. LGA 1366

Memakai empat inti dengan arsitektur 64 bit berukuran 45nm, dengan desain pin yang berbeda dibanding pendahulunya. Untuk itu, Core i7 hanya bisa dipasang pada motherboard baru yang telah memiliki soket berjenis LGA1366.

8. Turbo Boost

Turbo Boost teknologi merupakan fitur tambahan pada Processor Core i7. Dengan fitur ini maka core processor akan bekerja lebih cepat daripada frekuensi rata-rata aslinya, asal masih dalam batas power, arus dan suhu yang diizinkan. Mirip dengan mekanisme overclocking tapi dengan cara yang lebih aman. Turbo Boost otomatis akan aktif saat aplikasi membutuhkannya, dengan cara meningkatkan frekuensi dinamis berbasis 133 MHz secara pendek dan reguler. Frekuensi ini akan terus ditingkatkan sampai batas-batas yang diizinkan dicapai. Dengan fitur ini maka waktu eksekusi aplikasi akan semakin cepat & efisien, terutama aplikasi yang membutuhkan workload besar.

Tugas Kelas:

  1. Ketika CPU memerintahkan sebuah pengendali disk untuk membaca atau menulis sebuah blok, maka CPU bertindak sebagai master dan pengendali disk bertindak sebagi slaves. Tetapi pengendali disk dapat bertindak sebagai master ketika ia memerintahkan memori untuk menerima word-word yang sedang dibaca dari disk drive. Bus sistem bekerja berdasarkan hubungan kinerja Master dan Slaves peralatan/komponen sebuah komputer .
  2. Sistem bus juga diimplementasikan kedalam sistem motherboard PC, sebagai contohnya adalah Interkoneksi komponen periferal (PCI) dalam motherboard PC yang digunakan untuk menangani beberapa perangkat keras. Interkoneksi komponen periferal (Peripheral Component Interconnect) adalah bus yang didesain untuk menangani beberapa perangkat keras. PCI juga adalah suatu bandwidth tinggi yang populer, prosesor independent bus itu dapat berfungsi sebagai bus mezzenine atau bus periferal. Standar bus PCI ini dikembangkan oleh konsorsium PCI Special Interest Group yang dibentuk oleh Intel Corporation dan beberapa perusahaan lainnya, pada tahun 1992. Tujuan dibentuknya bus ini adalah untuk menggantikan Bus ISA/EISA yang sebelumnya digunakan dalam komputer IBM PC atau kompatibelnya. Komputer lama menggunakan slot ISA, yang merupakan bus yang lamban. Sejak kemunculan-nya sekitar tahun 1992, bus PCI masih digunakan sampai sekarang, hingga keluar versi terbarunya yaitu PCI Express (add-on).

Tugas 2

Awal adanya teknologi prosesor bermula pada pusat unit pemroses komputer sederhana generasi pertama pada tahun 1940-an, masih berupa sekumpulan tabung kedap udara yang mirip botol. Botol-botol ini sama dengan yang yang biasa ditemukan di televisi model yang sangat kuno sekali.

Setiap CPU (Central Processing Unit) membutuhkan ribuan botol, dan daya tahannya hanya beberapa jam saja. Pula, ia boros tenagan listrik dan peregkat pendinginnya pun berukuran besar.

Komputer angkatan pertama yang menggunakan CPU model ini adalah ENIAC (Electronic Numerical Integrator and Computer), yang dikembangkan oleh J.P. Eckert dan J.W. Maughly di Amerika Serikat. ENIAC terdiri atas 18.000 tabung kedap udara, yang membutuhkan ruangan seluas 18×8 meter persegi untuk pengoperasiannya.

Dari model tabung, di tahun 1948, proses komputasi mulai masuk ke “komputer generasi kedua” yang menggunakan transistor. Penggunaannya didemonstrasikan pertama kali oleh Bell Telephone Laboratories. Dengan transistor, kebutuhan listrik jadi lebih rendah dan tingkat panasnya bisa dikurangi.

Pada komputer generasi ketiga mulai digunakan semikonduktor, yang menggabungkan lusinan transistor dalam sebuah chip silikon kecil. Dengan cara ini, sebuah sirkuit elektronik yang berisi komponen-komponen yang saling terkoneksi bisa disatukan dalam sebuah sirkuit tunggal. Dari sinilah, mikroprosesor berawal.

Di awal 1970-an, sirkuit semikonduktor sudah mula dikembangkan dengan klompleksitas 1.000 transistor per sirkuitnya. Selanjutnya, pada tahun 1971, komponen yang benar-benar disebut sebagai mikroprosesor untuk pertama kalinya dibuat oleh para teknisi dari perusahaan elektronik Intel. Chip tersebut diberi nama Intel 4004 dan didesain oleh Ted Hoff, Federico Faggin, dan Stan Mazor.

Prosesor chp silikon tunggal ini berukuran sekitar 0,6 cm yang berisi sekitar 2.250 transistor. Komponen yang prototipenya dikembangkan sejak 1969 ini punya kemampuan memproses 4 bits informasi, dengan kecepatan sekitar 0,06 MHz saja.

Untuk harga, mikroprosesor yang pernah digunakan untuk pesawat luar angkasa Pioner 10 ini dijual seharga US$ 200. Tehitung mahal saat itu. Selanjutnya, pada tahun 1972, Intel merilis prosesor Intel 8008 debgab 3.500 transistor di dalamnya.

 

 

Prosesor Motorola

Pada tahun 1974, Motorola tidak mau ketinggalan. Ia merilis prosesor berjuluk Motorola 6800. Chip ini dirancang oleh Charlie Melear dan Chuck Peddle, yang dikhususkan penggunanya untuk “mesin bisnis” dan pengontrol otomotif. Inovasi baru prosesor untuk pengembangan PC (Personal Computer) kemudian diawali dengan dirilisnya Intel 386 pada tahun 1985, yang membuka babak baru teknologi komputer. Prosesor ini berdesain 32 bit, 4GB ruang untuk data dan 250.000.

Keunggulan mikroprosesor 8-bit ini ialah hanya membutuhkan supply saja.

MC6809 yang memiliki sedikit instruksi 16-bit, walau pada dasarnya merupakan mikrosor 8-bit. Kemudian Motorola mengeluarkan MC68000, mikroprosesor 16-bit. MC68020 adalah mikroprosesor 32-bit yang dikeluarkan Motorola.

Zilog Z80 adalah mikroprosesor 8-bit yang merupakan pesaing dari Intel 8080, dan MC6800 dan perkembangan selanjutnya Zilog Z8000.

Texas Instrument 9900 merupakan mikroprosesor 16-bit yang lebih dulu muncul sebelum Intel mengeluarkan Intel 8086.

 

 

 

 

 

 

Motorola 68000

Motorola 68000 adalah suatu inti mikroprosesor 16/32-bit CISC yang dirancang dan dipasarkan oleh Freescale Semiconductor (Motorola, dahulu Semikonduktor Produk Sektor). Diperkenalkan pada tahun 1979 dengan teknologi HMOS sebagai anggota pertama dari keluarga mK68 32-bit yang sukses mikroprosesor, biasanya perangkat lunak maju kompatibel dengan sisa baris meskipun terbatas pada bus 16-bit eksternal lebar. Setelah tiga dekade dalam produksi, arsitektur 68000 masih tetap digunakan.

Motorola 68000 dikembangkan dari proyek MACSS (Motorola Advanced Computer System on Silicon), yang dimulai pada tahun 1976 untuk mengembangkan sebuah arsitektur yang sama sekali baru tanpa kompatibilitas ke belakang. Ini akan menjadi saudara kandung yang dayanya lebih tinggi, melengkapi 8-bit yang ada pada line 6800, bukan pengganti yang kompatibel. Pada akhirnya, motorola 68000 tidak mempertahankan protokol bus modus kompatibilitas untuk 6800 ada perangkat periferal, dan versi dengan data bus 8-bit yang diproduksi. Namun, para desainer terutama difokuskan pada masa depan, atau meneruskan kompatibilitas, yang memberikan platform M68K kepala mulai terhadap arsitektur set kemudian 32-bit instruksi. Sebagai contoh, register CPU 32 bit yang luas, meskipun struktur beberapa mandiri dalam prosesor itu sendiri beroperasi pada 32 bit pada suatu waktu. Tim MACSS sangat menarik tentang pengaruh desain prosesor komputer mini, seperti PDP-11 dan sistem VAX, yang sama mikrokode.

Pada pertengahan 1970, produsen 8-bit mikroprosesor berlomba untuk memperkenalkan generasi 16-bit. National Semiconductor telah pertama dengan prosesor IMP-16 dan PACE pada 1973-1975, namun memiliki masalah dengan kecepatan. Intel 8086 pada tahun 1977 dengan cepat mendapatkan popularitas. Keputusan untuk melompati kompetisi dan memperkenalkan desain 16/32-bit hibrida itu perlu, dan Motorola mengubahnya menjadi sebuah misi yang koheren. Datang terlambat ke arena 16-bit yang diberikan prosesor baru yang lebih transistor (kira-kira aktif versus 40000 20000 aktif dalam 8086), 32-bit macroinstructions, dan kemudahan penggunaan secara umum telah diakui.

MC68000 asli dibuat dengan proses HMOS dengan ukuran fitur 3,5-micrometre. sampel rekayasa awal yang dirilis pada akhir 1979. Produksi chip yang tersedia pada tahun 1980, dengan kecepatan nilai awal 4, 6, dan 8 MHz. 10 MHz chip menjadi tersedia selama tahun 1981, dan 12,5 MHz chip selama 1982. Untuk 16,67 MHz “12F” versi MC68000, versi tercepat chip HMOS asli, sudah tidak diproduksi hingga akhir 1980-an.

MC68000 memiliki banyak high-end desain menang sejak dini. Ini menjadi CPU dominan untuk workstation berbasis Unix termasuk workstation Sun dan atau Apollo Domain workstation, menemukan jalan ke komputer digembar-gemborkan seperti Amiga, Atari ST, Apple Lisa dan Macintosh, dan digunakan dalam generasi pertama dari printer laser desktop termasuk asli Apple Inc LaserWriter dan LaserJet HP. Pada tahun 1982, 68000 menerima pembaruan kepada para ISA yang memungkinkan untuk mendukung memori virtual dan agar sesuai dengan Popek dan persyaratan virtualisasi Goldberg. Chip diperbarui disebut 68010. Sebuah versi diperpanjang yang terkena 31 bit dari bus alamat juga diproduksi, dalam jumlah kecil, sebagai 68012.

Untuk mendukung sistem low-cost dan aplikasi kontrol dengan ukuran memori kecil, Motorola memperkenalkan MC68008 kompatibel 8-bit, juga pada tahun 1982. Ini adalah 68000 dengan data bus 8-bit dan bus (20 bit) alamat yang lebih kecil. Setelah tahun 1982, Motorola memberikan perhatian lebih pada 68020 dan 88000 proyek.

Applications – The Interface Between the Networks

3.1.1 OSI and TCP/IP Model

Model OSI dan TCP/IP

 

OSI adalah singkatan dari Open System , maksudnya adalah suatu sistem yang terbuka untuk berkomunikasi dengan sistem-sitem lain yang berbeda arsitektur maupun sistem operasi.

Model refrensi OSI terdiri dari tujuh lapisan, yaitu:

 

layer 1 “physic”
layer Physic melakukan pengiriman dan penerimaan bit Strem dalam medium fisik, yang dikirim berupa sinyal 1 dan 0, medium yang di gunakan bisa berupa kabel tembaga,serat optis, atau ruang hampa.

layer 2 “data link”

tugas utama lapisan data link adalah:

framing: membagi bit stream yang di terima dari lapisan network menjadi unit nit data yang disebut frame

physical addresing: definisi identitas pengrim dan penerima yang di tambahkan dalam header
flow control: melakukan tindakan agar stabil laju bit jika rate atau laju bit stream berlebih atau berkurang

error control: penambahan mekanisme deteksi dan retransmisi frame frame yang gagal terkiri
communication control: menentukan device yang harus di kendalikan pada saat tertentu jika ada dua koneksi yang sama

layer 3 “network”
Bertanggung jawab menentukan alamat jaringan, menentukan rute yang harus diambil selama perjalanan, dan menjaga antrian trafik di jaringan. Data pada layer ini berbentuk paket.

layer 4 “transport”
Bertanggung jawab membagi data menjadi segmen, menjaga koneksi logika
“end‐to‐end” antar terminal, dan menyediakan penanganan error (error handling).

layer 5 “Session”
menjaga, memelihara , mengatur koneksi,dan melakukan terminasi antar simpul , bagaimana mereka saling berhubungan satu sama lain.

layer 6 “presentasion”
Bertanggung jawab bagaimana
data dikonversi dan diformat untuk transfer data.
Contoh konversi format text ASCII untuk dokumen,
.gif dan JPG untuk gambar. Layer ini membentuk
kode konversi, translasi data, enkripsi dan
konversi.

layer 7 “application”
Menyediakan jasa untuk aplikasi
pengguna. Layer ini bertanggungjawab atas
pertukaran informasi antara program komputer,
seperti program e‐mail, dan service lain yang jalan
di jaringan, seperti server printer atau aplikasi
komputer lainnya

Model TCP/ip terdiri atas 4 lapisan ,yaitu

Transport adalah lapisan untuk mendefinisikan bagaimana data yang diproses oleh lapisan aplikasi dikirimkan melalui jaringan. Dalam lapisan ini terdapat dua jenis protokol, yaitu TCP (Transmission Control Protocol) dan UDP (User Datagram Protokol). Jenis protokol apa yang digunakan, dan bagaimana suatu data dikirimkan dengan protokol tersebut sangat bergantung pada lapisan aplikasi.

Internetwork. Pada lapisan ini segmen (data yang sudah dibubuhi header Transport) diberi header IP. Disinilah didefinisikan dari siapa dan untuk siapa sebuah segmen akan dikirim, dengan membubuhkan alamat IP atau IP Address.

Network Interface. Pada lapisan ini paket akan dibubuhi alamat perangkat keras dari perangkat antarmuka jaringan, yang kita kenal sebagai MAC Address, dan kemudian dikirimkan melalui perangkat-perangkat keras jaringan (hub,switch, kabel, dll).

 

 

 

 

3.1.2 Application Layer Software

The functions associated with the Application layer protocols enable our human network to interface with the underlying data network. When we open a web browser or an instant message window, an application is started, and the program is put into the device’s memory where it is executed. Each executing program loaded on a device is referred to as a process.

Within the Application layer, there are two forms of software programs or processes that provide access to the network: applications and services .

Network-Aware Applications

Applications are the software programs used by people to communicate over the network. Some end-user applications are network-aware, meaning that they implement the application layer protocols and are able to communicate directly with the lower layers of the protocol stack. E-mail clients and web browsers are examples of these types of applications.

Application layer Services

Other programs may need the assistance of Application layer services to use network resources, like file transfer or network print spooling. Though transparent to the user, these services are the programs that interface with the network and prepare the data for transfer. Different types of data – whether it is text, graphics, or video – require different network services to ensure that it is properly prepared for processing by the functions occurring at the lower layers of OSI model.Each application or network service uses protocols which define the standards and data formats to be used. Without protocols, the data network would not have a common way to format and direct data. In order to understand the function of various network services, it is necessary to become familiar with the underlying protocols that govern their operation.

kegunaan dari aplikasi layer. sebagai interface antara manusia dan mesin.memungkinkan pengguna melakukan kumunikasi dengan jaringan yang mendasarinya

contohnya saat kita membuka web browser, atau mesengger atau game online

dalam layer aplikasi ada 2 bentuk program yang menyedikan akses ke jaringan yaitu

Network-Aware Applications

adalah program perangkat lunak agar manusia bisa berhubungan dengan jaringan contohnya

seperti web browser,email client,dan program itu bisa berhubungan langsung dengan layer yang berada di bawahnya.

Application layer Services

program progam pada Aware Applications membutuhkan bantuan dari aplikasi pada tingkat layer servis,program pada level ini berfungsi, sebagai interface antar jaringan. contohnya seperti apache,oracele dll.

tentuya file php,dan database tidak bisa langsung di akses dengan browser seperti firefox,

server asal harus melakukan komputasi dan menerjemahkan hasil akhir dalam bentuk html terlebih dahulu.


3.1.3 User Applications, Services, and Application Layer Protocols

Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya bahwa Application Layer menggunakan protocol yang terimplementasikan dalam applications dan services. Ketika applications melakukan “provide people” dengan cara membuat pesan serta application layer services membentuk antarmuka terhadap jaringan, protokol memberikan aturan dan format yang mengatur bagaimana data diperlakukan. Ketiga komponen dapat digunakan oleh suatu program executable tunggal dan bahkan mungkin menggunakan nama yang sama. Misalnya, ketika membahas “Telnet” kita bisa mengacu ke aplikasi, layanan, atau protokol.

Dalam model OSI, aplikasi yang berinteraksi langsung dengan “orang-orang” yang dianggap berada di atas tumpukan, sebagaimana “orang-orang” sendiri. Seperti semua lapisan dalam model OSI, lapisan aplikasi bergantung pada fungsi dari lapisan bawah dalam rangka untuk menyelesaikan proses komunikasi. Dalam lapisan aplikasi, protokol menentukan apa pesan yang dipertukarkan antara sumber dan host tujuan, sintaks dari perintah kontrol, jenis dan format data yang ditransmisikan, dan metode yang tepat untuk notifikasi error dan recovery.

3.1.4 Application Layer Protocol Functions

Application layer protocols (protocol lapisan aplikasi) digunakan oleh devais (device) sumber dan tujuan selama sesi komunikasi. Agar komunikasi berhasil, Application layer protocols yang diimplementasikan pada sumber dan host tujuan harus cocok. Protokol menetapkan aturan yang konsisten untuk pertukaran data antara aplikasi dan layanan yang dimuat pada perangkat participating.

Protokol menentukan bagaimana data di dalam pesan yang terstruktur dan jenis pesan yang dikirim antara sumber dan tujuan. Pesan-pesan ini dapat diminta untuk services, acknowledgments, data messages, status messages, atau error messages. Protokol juga mendefinisikan dialog pesan, memastikan bahwa pesan yang sedang terkirim dipenuhi oleh respon yang diharapkan dan jasa yang benar, yang dipanggil ketika terjadi transfer data.

Banyak jenis aplikasi yang berkomunikasi melalui jaringan data. Oleh karena itu application layer services harus menerapkan beberapa protokol untuk menyediakan jangkauan yang diinginkan communication experiences. Setiap protokol memiliki tujuan tertentu dan mengandung karakteristik yang diperlukan untuk memenuhi tujuan tersebut. Rincian protokol yang tepat di setiap lapisan harus diikuti sehingga fungsi pada suatu antarmuka lapisan baik dengan layanan dalam lapisan bawah. Aplikasi dan layanan juga dapat menggunakan beberapa protokol dalam percakapan tunggal. Satu protokol dapat menentukan bagaimana untuk membuat sambungan jaringan dan yang lainnya menjelaskan proses untuk transfer data ketika pesan diteruskan ke layer bawah berikutnya.

source:

  • http://sinauonline.50webs.com/Cisco/Cisco%20Exploration%20Sem1Chap3.html
  • cisco fundamental

 

Applications – The Interface Between the Networks