Pentingnya Psikotes Untuk Karyawan

Baik pekerja maupun pemberi kerja pasti setuju bahwa pekerja ideal ialah ketika ia merupakan the right man on the right place. Bagi sebagian orang, bekerja dengan menghitung angka-angka dan mencocokkan data dari satu dokumen ke dokumen lainnya merupakan pekerjaan yang sangat mereka senangi, sementara bagi sebagian lainnya, ketika diminta bekerja demikian, mereka akan sangat frustrasi dan tidak puas dengan pekerjaannya. Akibatnya, tentu hasil kerjanya menjadi tidak optimal, banyak kesalahan, dan bahkan menambah pekerjaan bagi orang lain. ( Contoh Soal Psikotes)

Keunikan pada diri setiap orang rupanya menjadi modal penting bagi roda industri untuk tetap berputar. Dengan variasi peran yang dijalankna, mereka akan dapat saling mengisi kekosongan satu sama lain, sehingga produktivitas kerja dapat tercapai. Masalahnya, jarang sekali perusahaan yang  memiliki orang yang tepat pada posisi yang tepat itu. Ada orang-orang yang sebenarnya sangat potensial jika bekerja di bidang keuangan, namun karena ia bekerja di bidang pemasaran, maka potensinya menjadi tidak berkembang, walau ada pula orang-orang yang memang potensi dan motivasi kerjanya sangat terbatas sehingga tidak akan sesuai untuk mengisi pekerjaan apapun.

Pemeriksaan psikologi biasanya dilakukan oleh pihak ketiga dengan tujuan untuk menjamin netralitas hasil penilaian terhadap karyawan. Tujuan pemeriksaan bisa untuk dalam rangka seleksi penerimaan karyawan, pemetaan karyawan, atau mengevaluasi performa dan kesiapan karyawan yang nantinya akan berguna untuk pertimbangan melakukan promosi pada karyawan. Pemeriksaan psikologi merupakan rangkaian proses yang terdiri dari: psikotes (penggunaan materi tes psikologi baik dalam bentuk paper-and-pencil maupun computerized), observasi (bisa dalam bentuk simulation, focus group discussion, leaderless group discussion), dan wawancara.

Sekurang-kurangnya ada 3 alasan yang membuat psikotes/pemeriksaan psikologi pada karyawan penting untuk dilakukan perusahaan:

1. Psikotes/pemeriksaan psikologis memungkinkan kita untuk memprediksi performa pekerja sebelum mereka bekerja. 

Berbeda dengan tes akademis yang biasa dilakukan, psikotes dapat memberikan informasi bukan hanya tentang kemampuan pekerja, tetapi juga potensi dari pekerja tersebut. Potensi berarti sesuatu yang belum terlihat. Dengan demikian, ketika ada karyawan yang kurang menunjukkan performa yang baik, melalui psikotes/pemeriksaan psikologis kita dapat mengetahui apakah kinerja yang kurang baik tersebut disebabkan oleh: a) ia tidak memiliki kemampuan dan kemauan untuk bekerja dengan baik, b) ia sebenarnya memiliki kemauan untuk bekerja, namun tidak mampu, c) ia sebenarnya mau dan mampu bekerja, namun kurang termotivasi karena beberapa faktor. Dengan menilik pada hal ini, tentu mudah untuk dapat memprediksi siapa yang akan berhasil, siapa yang akan berhasil jika dilakukan penyesuaian (baik pada sistem reward, posisi/jabatan, dan lain-lain), dan siapa yang kemungkinannya sangat kecil untuk berhasil.

2. Psikotes/pemeriksaan psikologis memberikan informasi yang sulit didapat jika hanya mengandalkan pengamatan atau penilaian secara umum dan bukan oleh profesional di bidangnya. 

Setiap orang, apalagi orang yang sedang melamar kerja, tentu berusaha untuk menciptakan kesan pertama yang positif. Kesadaran bahwa dirinya sedang dinilai pasti membuatnya untuk menunjukkan dirinya yang terbaik. Jika yang ditunjukkan bukanlah kondisi yang sebenarnya, maka tentu saat ia bekerja, hasil kerjanya tidak akan sesuai dengan yang diharapkan. Rangkaian pemeriksaan psikologis/psikotes dapat mendeteksi hal tersebut, sehingga dapat membedakan orang-orang yang terlihat baik karena mereka memang benar-benar baik dan orang-orang yang terlihat baik karena mereka sedang menyembunyikan hal-hal yang buruk.

3. Psikotes/pemeriksaan psikologis membantu memetakan karyawan untuk mengisi posisi yang sesuai dengan dirinya. Rangkaian pemeriksaan psikologis dilakukan bukan hanya untuk menguntungkan perusahaan karena dapat memiliki orang-orang terbaik untuk mengisi posisi yang ada, tetapi juga menguntungkan karyawan yang bekerja di dalamnya karena akan membuatnya bekerja sesuai dengan minat dan kemampuannya. Setiap orang pasti memiliki potensi, dan sepanjang didukung dengan motivasi dan semangat kerja yang positif, tentu ia akan sesuai dengan salah satu dari sekian banyak lowongan pekerjaan yang ada. Memiliki karyawan yang bekerja sesuai dengan keahliannya akan membuat produktivitas kerja meningkat berkali-kali lipat karena pekerjaan tidak lagi dianggap sebagai beban bagi mereka, tetapi sebagai pengalaman positif yang membantu mengaktualisasi diri mereka.

Fakta Tentang Amazon.Com Yang Tidak Pernah Terungkap

4 Fakta yang Belum Kamu Tau Dari Amazon

amazon

1. Jeff Bezos memulai situs Amazon dengan langkah yang nekat
Mendunia

Seperti yang diketahui, Jeff Bezos memulai perusahaan ini dengan cara yang nekat. Pasalnya, Jeff Bezos pernah menduduki jabatan penting di perusahaan investasi D.E. Shaw. Pada tahun 1994, Jeff Bezos keluar dari perusahaan tempat ia bekerja dan mendirikan situs Amazon dari garasi rumahnya. Kenekatan yang dilakukan oleh Bezos sendiri membuahkan hasil dan kini ia menjadi salah satu orang terkaya di dunia dan berpeluang menjadi orang pertama dengan kekayaan 100 miliar dolar AS di dunia.

2. Masih terdapat review palsu di Amazon

Jangan percaya dengan berbagai review yang ada di Amazon. Sampai saat ini, masih banyak sekali temuan-temuan review palsu yang berujung kepada para pembeli yang merasa kecewa dengan hal ini. Sebagai jawaban, situs peninjauan ulang Amazon seperti Fakespot dan ReviewMeta kembali melihat review-review yang diulas oleh konsumen seperti kalimat yang dinilai terlalu berlebihan, konsumen hanya memiliki satu ulasan saja, serta banyak ulasan yang dihapus dari review produk tersebut.

3. Banyak yang belum tahu kalau situs ini hampir dinamai Cadabra.com
Mendunia

Sebelum terkenal seperti sekarang ini, Bezos sempat memberikan nama situs ini awalnya adalah Cadabra.com. Nama situs ini berasal dari kalimat “abracadabra” yang sering diucapkan saat bermain sulap. Namun, pengacaranya pun menyarankan untuk mengubah namanya karena terdengar seperti “cadaver” atau yang diterjemahkan yakni mayat.

Tak sampai di situ saja, Bezos memberikan nama situs ini menjadi Relentless.com dan saat mengklik alamat ini akan beralih ke Amazon.com. Hingga pada akhirnya, Amazon.com yang dipilih oleh Bezos dan membuatnya menjadi lebih dikenal banyak orang.

4. Amazon tidak selalu memberikan harga termurah

Selama ini, banyak orang yang melihat situs Amazon ini sebagai situs yang selalu memberikan harga termurah di setiap produk. Padahal pernyataan tersebut tidak sepenuhnya benar. Sama seperti situs jual beli online lainnya, Amazon juga bisa menawarkan harga yang sangat cocok untuk kemampuan konsumen. Jika tidak cocok, lebih baik mencari harga yang lebih rendah lagi di situs jual beli online lainnya.

Seperti Di Malang,Jakarta Juga Punya Kampung Warna Warni Yang Instagramable

Kampung Penas Tanggul merupakan salah satu perkampungan di Jakarta yang terletak di kawasan Cipinang Besar Selatan. Namanya kini lebih dikenal sebagai Kampung Tanpa Rokok. Namun ada juga yang menyebutnya dengan nama Kampung Warna-Warni.

Kampung Penas Tanggul baru saja diresmikan pada 10 Juni tahun 2017 lalu. Bercat warna-warni cerah, deretan perumahan di kampung ini sukses jadi daya tarik wisata baru bagi warga Jakarta.

 

Tahun 1985 silam, kawasan perkampungan ini hanya berisi bangunan rumah sederhana yang terbuat dari papan triplek. Lambat laun, mulai datang beberapa penghuni yang datang dari Tegal dan Sunda. Kampung Penas Tanggul pun mulai berubah menjadi kawasan perumahan yang padat dan sedikit kumuh.

ahun 2002 dan 2007 lalu, perkampungan ini pernah diterjang banjir yang cukup parah. Sejak mulai dibangun Banjir Kanal Timur (BKT) perkampungan ini pun lebih aman dari banjir.

Perlahan Kampung Penas Tanggul berubah menjadi perkampungan yang tertata dan menarik. Hal ini terjadi sejak masyarakat sekitar diajak oleh LSM FAKTA (Forum Kota Warga Jakarta) untuk mengecat rumah mereka dengan warna yang cerah. Warna suram dan kumuh pun sedikit demi sedikit hilang dari kampung ini.

Kondisi kampung makin terlihat cantik dengan dipasangnya pagar besi di sepanjang pinggiran sungai. Warga menghiasinya dengan tanaman hias yang menambah suasana asri kampung. Kini, Kampung Penas Tanggul banyak dikunjungi wisatawan yang sekadar ingin berfoto.

Uniknya lagi, ternyata kampung ini telah berubah menjadi salah satu kawasan bebas asap rokok pertama yang ada di Jakarta. Tak heran jika sirkulasi udara di daerah tersebut masih terjaga dengan cukup baik, dan tentunya warganya pun bisa hidup lebih sehat.

Kondisi ini juga yang memotivasi warga setempat untuk terus mengembangkan potensi wisata Kampung Warna-Warni di tengah hiruk pikuk kehidupan ibukota.