Alat-alat Meteorologi

November 22, 2011 in Meteorologi Laut by David Fatkhur Rohman

1. Barometer

  • Fungsi : digunakan untuk mengukur tekanan udara dan digunakan dalam peramalan cuaca.
  • Satuan : atmosfer dan cmHg.
  • Cara penggunaan : jika tekanan udara yang tinggi menandakan cuaca yang “bersahabat”, sedangkan tekanan udara rendah menandakan kemungkinan badai.
  • Kelemahan : Hanya bisa digunakan dilab atau stasiun pengamatan cuaca, tidak mudah dipindahkan, dan sedikit sulit untuk dibaca.

2. Anemometer

  • Fungsi : alat pengukur kecepatan angin dan besarnya tekanan angin itu.
  • Satuan : meter per detik (m/d), kilometer per jam (km/j), dan mil per jam (mi/j).
  • Cara penggunaan : anemometer harus ditempatkan di daerah terbuka. Pada saat tertiup angin, baling-baling atau mangkok yang terdapat pada anemometer akan bergerak sesuai arah angin. Makin besar kecepatan angin meniup mangkok-mangkok tersebut makin cepat pula kecepatan berputarnya piringan mangkok-mangkok. Dari jumlah putaran dalam 1 detik maka dapat diketahui kecepatan anginnya.
  • Kelemahan : Agar alat bekerja efektif antara alat dan benda-benda sekitar diberi jarak yang cukup jauh, dan untuk memperoleh data yang matang harus dilakukan perhitungan terlebih dahulu.

3. Hygrometer


  • Fungsi : untuk mengukur kelembapan udararelative.
  • Satuan : Celcius (C)/F
  • Cara penggunaan : Hygrometer terdapat 2 skala yang satunya menunjukkan kelembapan dan satunya menunjukkan temperatur. Cara penggunaan dengan meletakkan ditempat yang akan diukur kelembapannya. Kemudian tunggu dan bacalah skalanya, skala kelembapan biasanya ditandai dengan huruf “h” atau kalau suhu dengan derajat celcius.
  • Kelemahan : Pada saat pengukuran dengan hygrometer selama pembacaan harus diberi aliran udara yang berhembus kearah alat dengan secarik kertas atau kipas, sedangkan pada cling alatnya harus diputar.

4. Thermometer bola basah

  • Fungsi : alat Pengukur Suhu Udara dan Kelembaban Udara (mencari kelembaban udara dengan bantuan Table).
  • Satuan : Suhu Derajat Celcius dan Kelembaban dalam Persen ( %).
  • Cara penggunaan : suhu ini diukur dengan menggunakan thermometer yang bulbnya (bagian bawah thermometer) dilapisi dengan kain yang telah basah kemudian dialiri udara yang ingin diukur suhunya.
  • Kelemahan : Harga air raksa mahal, air raksa dikenal dengan zat keras sehingga cukup berbahaya bila tidak digunakan dengan hati-hati.

5. Thermometer bola kering

  • Fungsi : alat Pengukur Suhu Udara dan Kelembaban Udara (menunjukan suhu udara).
  • Satuan : celcius, Kelvin, fahrenheit.
  • Cara penggunaan : Air raksa yang ada di dalam termometer akan mengembang ketika ia menerima panas dari media yang diukur, sehingga ia menunjukkan angka tertentu pada skala termometer.
  • Kelemahan : jika kita ingin mengukur suhu udara dengan thermometer basa, maka terjadi perpindahan kalor dari udara ke buih thermometer.

6. Barograf

  • Fungsi : Alat pencatat tekanan udara secara automatis.
  • Satuan : Satuan Milibar (mb).
  • Cara penggunaan : Arah angin akan menggerakan pena pencatat pada kertas pias sehingga diketahui tekanan udaranya.
  • Kelemahan : untuk pengaplikasiannya harus menghubungkan beberapa kapsul/cell aneroid dengan sebuah pena untuk membuat track, dan khusus hanya untuk merekam data.

7. Panci penguapan

  • Fungsi : digunakan untuk mengukur penguapan yang terjadi pada suatu permukaan area tertentu, seperti danau, waduk, sungai dan lain-lainnya.
  • Satuan : Milimeter (mm).
  • Cara penggunaan : Setiap pagi diukur ketinggian air pada panci yang berdiameter 120 cm, dan temperatur dicatat dengan termometer apung, mencatat angka pada anemometer yang menunjukan arah dan kecepatan angin. Hal ini bisa mewakili daerah natar dan sekitarya.
  • Kelemahan : Apabila terjadi hujan lebat air akan tumpah dari bak sehingga besar penguapan yang terjadi tidak dapat diukur dan pengukuran volume air dengan cara menambahkan atau mengurangi, dan sering terjadi gangguan dan debu.

8. Ombrometer

  • Fungsi : digunakan dalam Pengukur Curah Hujan.
  • Satuan : Milimeter ( mm ).
  • Cara penggunaan : Alat ini terdiri dari corong penampung air hujan yang dihubungkan dengan sebuah tabung yang didalamnya terdapat pelampung. Pada bagian ujung sebelah atas pelampung dilengkapi dengan pena yang dapat bergerak bila pelampung bergerak, baik naik maupun turun sesuai dengan jumlah hujan dapat diketahui.
  • Kelemahan : alat ini harus dipasang dengan ketinggian 120 cm, sehingga dibutuhkan alat khusus untuk menjangkau ketinggian tersebut, dan alat ini tidak bisa mengukur intensitas curah hujan.


Sumber :

Google image, 2011. Literatur gambar.

http://staklimkarangploso.net/index.php?option=com_content&view=article&id=34&Itemid=6