1.Tokoh-tokoh manajemen dan kontribusinya

   Peter F. Drucker

sering disebut sebagai Bapak Ilmu Manajemen—menerbitkan salah satu buku paling awal tentang manajemen terapan: “Konsep Korporasi” (Concept of the Corporation). Buku ini muncul atas ide Alfred Sloan (chairman dari General Motors) yang menugaskan penelitian tentang organisasi.

  W. Edwards Deming

Deming adalah orang Amerika yang dianggap sebagai Bapak Kontrol Kualitas di Jepang. Deming berpendapat bahwa kebanyakan permasalahan dalam kualitas bukan berasal dari kesalahan pekerja, melainkan sistemnya. Ia menekankan pentingnya meningkatkan kualitas dengan mengajukan teori lima langkah reaksi berantai.

  Patrick Blackett

Melahirkan ilmu riset operasi, yang merupakan kombinasi dari teori statistika dengan teori mikroekonomi. Riset operasi, sering dikenal dengan “manajemen sains”, mencoba pendekatan sains untuk menyelesaikan masalah dalam manajemen, khususnya di bidang logistik dan operasi.

Frederick winslow Taylor ( 1856 – 1915)

Berupaya menciptakan revolusi mental di kalangan para pekerja dan para manager, dia bergerak untuk memperbaiki situasi ini dengan menerapkan metode ilmiah pada berbagai pekerjaan di level pabrik.

Frank dan Lilian Gilberth

Bereksperimen dengan desain pemakaian alat dan perangkat yang tepat untuk mengoptimalkan kinerja pelaksanaan pekerjaan.

Henri Fayol

Orang yang pertamakali mencetuskan 5 fungsi yang harus dijalankan seorang manager ; Planning, Oraganizing, Commanding, Coordinating, Controlling.

Max Weber

Mengembangkan sebuah teori  mengenai  stuktur otoritas dan hubungan-hubungan kewenangan berdasarkan sebuah modal organisasi ideal yang dinamakan birokrasi.

Chester Bamard

Orang yang pertamakali menggagas bahwa organisasi merupakan sebuah sistem terbuka.

Robert Owen

Menggagas sebuah tempat kerja yang ideal dan berpendapat bahwa uang yang dikeluarkan untuk memperbaiki kondisi buruh merupakan investasi yang cerdas.

Hugo Munsterberg

Menggagas penggunaan uji-uji psikologi sebagai sarana pemilihan karyawan, konsep=konsep teori pembelajaran untuk pelatihan karyawan dan studi perilaku manusia untuk memotivasi karyawan.

Mary parker Follet

Mengemukakan ide-ide yang lebih berorientasi pada manusia dibandingkan dengan gagasan para  pendukung manajemen ilmiah dan berpendapat bahwa organisasi harus didasarkan etika kelompok.

 

2. Aliran- aliran dalam Manajemen

Pendekatan Klasik

Studi-studi  formal awal tentang manajemen yang berfokus pada rasionalitas dan menjadikan organisasi dan pekerja berfungsi seefisien mungkin.

Pendekatan klasik dibagi menjadi 2, yaitu:

  1. Manajemen ilmiah

Penggunaan metode-metode ilmiah (scientific menthods) guna mendefinisikan ‘satu cara terbaik” dalam menyelesaikan sebuah pekerjaan.

  1. Teori  Administras Umum ( general administrative story)

Lebih menitik beratkan apa yang dikerjakan seorang manajer dan praktik-praktik manajemen yang baik.

 

Pendekatan Kuantitatif

Menerapkan teknik-teknik kuantitatif untuk memperbaiki proses pengambilan keputusan. Dikenal dengan sebutan sains manajemen ( management science).  Bidang lainnya yang juga mengambil manfaat dari penggunaan teknik-teknik kuantitatif adalah Manajemen Mutu Total.

 

Manajemen Mutu Total

Sebuah falsafah menejemen yang sepenuhnya berfokus pada upaya-upaya perbaikan secara terus-menerus dan kemampuan menjawab dengan cepat berbagai kebutuhan dan harapan pelanggan.

 

Pendekatan perilaku

Mempelajari secara mendalam tindakan-tindakan (perilaku) orang yang bekerja di sebuah organisasi.

 

Pendekatan Kontemporer

  1. Kesisteman

Sekumpulan bagian yang saling terkait dan saling bergantung antara satu dan lainnya.

  1. Situasional

Setiap organisasi bersifat unik menghadapi situasi-situasi yang berlainan membutuhkan cara pengelolaan yang berbeda-beda.

 

3. Perbedaan aliran tersebut

NO Pendekatan Klasik Pendekatan kuantitatif Pendekatan perilaku Pendekatan kontemporer
1. Menjelaskan bagaimana para manajer masa kini menerapkan manajemen ilmiah dan teori administrasi umum . Menjelaskan apa kontribusi pendekatan kuantitatif bagi bidang manajemen secara umum . Menjelaskan berbagai sumbangsih kajian kajian hawthorne bagi bidang manajemen . Menjelaskan bagaimana pendekatan situasional relevan bagi kita dalam mempelajari menajemen .
2. Menguraikan kontribusi penting yang diberikan oleh Frederick W. taylor dan Frank dan Lilian gilbert . Menguraikan  manajemen mutu total (TQM) Menguraikan mengenai kontribusi  -kontribusi para pendukung awal OB . Menguraikan sebuah organisasi dengan menggunakan pendekatan sistem
3. Membahas berbagai sumbangsih Fayol dan Weber dibidang manajemen teoritis . Membahas apa kontribusi pendekatan kuantitatif bagi bidang manajemen secara umum . Membahas bagaimana para manajer masa kini menerapkan pendekatan perilaku. Membahas bagaimana pendekatan system dapat membantu kita memahami manajemen .

 

4. Dari aliran-aliran managemen di atas yang telah didefinisikan oleh beberapa tokoh, menurut kelompok kami aliran yang paling sesuai adalah aliran kontemporer. Karena pendekatan ini dapat membantu kita memahami manajemen secara tepat yaitu para manajer harus memastikan bahwa semua unit yang saling terkait di dalam organisasi dapat bekerjasama dengan baik demi mencapai tujuan-tujuan organisasi.