Analisis Public Relation

Nama: Darell Girasto Pranidhana

NIM: 195120207111040

Prodi: Ilmu Komunikasi

Kelas: Hari Senin, 07.00 – 09.30

Fakultas: Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Universitas Brawijaya

 

Analisis Public Relation

  1. Jelaskan mengapa PR mesti lebih fokus pada publisitas daripada iklan?

publikasi merupakan kegiatan mengenalkan perusahaan ke khalayak luar sehingga publik dapat mengenal perusahaan tersebut, sedangkan publisitas adalah publikasi yang menggunakan media massa sebagai sarana penyebarluasan informasi. dengan demikian pengertian publikasi lebih luas dan publisitas adalah bagian dari aktivitas publikasi. publisitas juga dapat diartikan sebagai tindakan  yang membawa seseorang individu menjadi dikenal publik juga kegiatan perusahaan mengenai pelaporan berita berita tentang bisnis mereka  agar dikenal lebih dalam dan lebih banyak oleh publik, dalam kegiatan pr, publisitas bisa dijadikan hal yang lebih difokuskan karena kita sebagai seorang praktisi pr harus mencoba membawa nama baik bagi perusahaan dan dikenal orang banyak.

2. iklan yang bagaimana yang mestinya dibuat PR? Jelaskan disertai contoh!

Dalam melakukan aktivitasnya, sering kali praktisi public rela-tions menggunakan strategi periklanan. Strategi ini digunakan se-bagai alat untuk memelihara hubungan baik antara perusahaandengan publiknya. Beda dengan perklanan yang dilakukan olch praktisi pemasaran yang berupaya menjual produk secara langsung
abillboard, untuk mencapai target penjualan. Karena itu dikenal dua macam iklan, yaitu “hard-selling dan “soft-selling.” Iklan “hard-selling” adalah iklan yang secara langsung menjual produk (product selling). Iklan ini biasanya ditandai dengan apat dikategorikan tampilan gambar atau kemasan produk secara jelas serta terdapat
Close -kata menjual, seperti “belilah …, dapatkan segera …. produk i singkat dan lang kami gang terbaik …, pilih kami buat apa yang lain …, memperkenal- li radio dan televisi. kan produk baru dan ..,” dan lain-lain. Misalnya, produsen jamuta, musik, dan eick. Sido Muncul menawarkan jamu kuat, Yamaha menawarkan Jupiter Z, atau universitas beriklan tentang penerimaan mahasiswa baru. Iklan jenis ini biasanya dilakukan oleh praktisi pemasaran. Sedangkan iklan “soft-selling” adalah iklan yang bertujuan memfokuskan pada kesan umum (image) yang hendak diraih atau menjual citra korporat (corporate imageselling). Memang tujuan
akhirnya adalah meraih keuntungan, tetapi melalui penanaman yang tercetak. Jenis iklan inilah yang sebaiknya dipilih di televisi dan Dikemas oleh praktisi public relations.  agar langsung merangsang pembelian olch konsumen, iklan public rela-tions ini berfungsi mendukung strategi pemasaran perusahaan. (Kriyantono, 2016)

3. prinsip utama pr adalah tell the truth. jelaskan disertai contoh kaitan prinsip ini dengan prinsip lainnya bahwa pr based on fact

karena pr adalah garda terdepan atau wajah dari perusahaan. sehingga diharuskan untuk berkata sejujurnya atau sesuai dengan kondisi yang ada dengan kondisi perusahaan. sehingga image perusahaan nanti baik sesuai dengan kejujuran yang dikeluarkan dan dengan prinsip ini harus mencoba memberitakan yang baik agar menguntungkan perusahaan. jika masyarakat menemukan yang tidak sesuai dengan fakta yang ada terhadap perusahaan maka akan menimbulkan asumsi yang tidak baik bagi citra perusahaan itu sendiri. alhasil tidak dapat dipercaya dan berkurang konsumennya, dibutuhkan kejujuran dan keadilan bagi masyarakat untuk melihat citra suatu perusahaan. dibutuhkan kinerja  yang kuat dan sungguh2 bagi praktisi pr untuk menciptakan image yang baik.

4. pr harus mampu menulis berita. jelaskan prinsip menulis berita berdasarkan prinsip objektivitas secara lengkap, disertai contoh!

tawan Indonesla serau menguj mtormas, menghasilkan yang berimbang dan adil, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi scrta menerapkan asas praduga tak bersalah.” Dari uraian Kode Etik di atas dapat dijabarkan karakteristik yang  berita yang sebaiknya dibuat praktisi public relations.’ Lebih lanjut
di bawah ini:
1. Berita Itu Objektifs
menarik Objektivitas berita adalah ukuran baik tidaknya sebuah berita
berita harus sesuai kaidah-kaidah jurnalistik. Objektivitas berita mencakup dua
hal, yaitu:
a. Faktualitas, berita harus berdasarkan fakta bukan karangan
harus berdasarkan atau opini wartawan. Ciri-ciri scbuah berita yang faktual ialah:
Berita mengandung kebenaran (truth). Fakta dalam berita harus dapat dikonfirmasi ulang atau dengan sumber
berita. Bila berita mengandung kebenaran, maka bisa di- sebut akurat. Akurat juga mengandung arti bahwa berita
harus cermat dan tepat.

5. agar publisitas sukses , perlu win the editors heart melalui media relations. jelaskan strategi media relations yang bisa dilakukan pr!

WIN THE EDITOR’S HEART & MIND
Publisitas mcnjadi peluang bagi public relations untuk memanfaatkan media massa sebagai penycbar informasi dengan gas Namun juga menjadi tantangan. Tantangan-tantangan itu berkaitan dengan faktor-faktor yang menentukan dimuat tidaknya informasi dari public relations. Seperti disampaikan di Bab 2, publisitas m
dia termasuk jenis informasi yang diluar kontrol public relation. Artinya, dimuat atau tidak serta jcnis isi informasi yang dimau. sepenuhnya wewenang media massa. Menurut saya ada dua hal
penentu publisitas, yaitu:
a. Faktor penulisan materi publisitas (teknik public reldty
writing)
b. Faktor kualitas hubungan media (media-relations)

sebagai praktisi pr jangan sampai menghasilkan berita yang buruk di masyarakat terhadap perusahaan. karena susah mendapatkan kepercayaan dari mereka sehingga sebagai pr harus menciptakan berita dan citra yang baik. ketika timbul suatu berita yang buruk orang pertama yang dilihat buruk ialah prnya. oleh karena itu pr adalah wajah terdepan. (Kriyantono, 2016)

 

Daftar Pustaka 

Kriyantono, Rachmat.(2016).Public Relations Writing.Jakarta:Kencana.

Lattimore, dkk.(2010).Public Relations: The Proffesion & The Practice.New York:Mc-Graw Hill.

Cutlip, Scott.M.,Center Allen H. & Broom. Glen. M. (2011).Effective Public Relations. Jakarta:Kencana.