MESIN PENYIANG GULMA BERMOTOR

Kekurangan tenaga kerja di sektor pertanian saat ini menjadi masalah yang menghambat produktifitas hasil pertanian. Keadaan ini disebabkan karena kesempatan kerja diluar sektor pertanian cukup luas, lebih menarik serta menawarkan pendapatan yang lebih baik dan profesi sebagai petani masih mengandung pandangan yang kurang baik bagi masyarakat. Dengan kurangnya tenaga kerja di sektor pertanian, secara tidak langsung mengakibatkan mahalnya upah kerja yang harus dibayar oleh petani. Masalah ini sudah ditanggulangi oleh pemerintah dengan penerapan mekanisasi pertanian. Salah satu penggunaan alat mekanisasi pertanian yang tidak kalah pentingnya adalah pada saat penyiangan padi sawah.

Tumbuhnya pengganggu (gulma) merupakan suatu penyebab utama rendahnya produksi padi. Di Indonesia pemberantasan gulma masih banyak dilakukan dengan cara manual yaitu mencabut gulma dengan tangan. Selama masa pertumbuhan padi biasanya dilakukan 2 kali penyiangan yaitu penyiangan pertama pada waktu padi berumur 15 -17 hari dan penyiangan kedua pada waktu padi berumur 50 – 55 hari.

Gulma dapat mengurangi produksi padi sawah 15-42% untuk padi sawah dan 47-87% untuk padi gogo, karena bersaing dalam hal pengambilan unsur hara, sinar matahari, udara dan ruang. Selain mengurangi kuantitas maupun kualitas hasil, gulma juga dapat bertindak sebagai inang bagi hama penyakit. Selain itu juga dapat menambah ongkos tenaga kerja. Oleh karena itu gulma perlu disiang, pada umumnya penyiangan dilakukan petani secara manual ataupun mekanis, tergantung biaya tenaga kerja.

Penyiangan manual dengan tangan memerlukan banyak tenaga kerja, berdasarkan survei, kebutuhan tenaga penyiangan untuk penyiangan pertama sebesar 129,4 HOK/ha dan penyiangan kedua sebesar 236 HOK/ha.

Penyiangan secara mekanis menggunakan peralatan bantu seperti garok dan landak sudah banyak digunakan di beberapa wilayah, hanya saja masih dijumpai kendala kapasitas yang rendah (40 – 50 HOK/ha) serta kejerihan kerja cukup tinggi.

Selain cara pengendalian di atas, gulma juga dapat diatasi melalui persiapan tanah yang baik, multiple cropping, dan pengaturan barisan tanaman yang baik. Namun yang sering dilakukan adalah kombinasi penggunan herbisida yang tidak mahal dan penanganan secara manual (hand weeding). Pengendalian gulma sangat penting agar penggunaan pupuk untuk tanaman padi tidak sia-sia. Untuk meningkatkan hasil, pengendalian gulma harus dilakukan sebelum pemupukan. Biasanya pengendalian gulma di lahan irigasi atau lahan sawah lebih mudah dibandingkan di lahan kering, karena pada lahan kering kelembaban tanahnya sangat cocok untuk pertumbuhan dan pekembangan gulma, terutama pada periode awal pertumbuhan tanaman padi. Sedangkan pada lahan irigasi (digenangi air) persoalan gulma tidak terlalu berat karena penggenangan merupakan cara yang sangat efektif untuk menekan perkembangan gulma. Lagi pula dilahan kering banyak jenis rumput yang sulit dikendalikan dengan herbisida, seperti rumput teki (Cyperus rotundus).

Namun, tantangan di masa depan adalah masalah ketersediaan tenaga kerja yang bekerja di bidang pertanian yang memiliki kecenderungan semakin berkurang. Salah satu alternatifnya adalah menggunakan mesin penyiang bermotor. Alat ini mampu mengurangi waktu kerja dan jumlah tenaga kerja. Kepemilikan mesin ini dapat diusahakan dengan berbagai cara, salah satunya dengan pembelian lewat kelompok dan nantinya diusahakan atau digunakan bersama lewat sistem usaha jasa.

Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBPMP Serpong) sebagai lambaga riset dibawah Badan Litbang Departemen Pertanian telah dan terus melakukan riset dan rekayasa untuk mewujudkan mesin penyiang padi sawah mekanis bermotor. Cara kerja dan mekanisme penyiangan menggunakan mesin ini sepintas mirip alat landak putar yang didorong oleh operator, hanya saja bedanya piringan putarnya berbentuk segi 6 untuk lahan yang dangkal berukuran diamater 35 cm dan berbentuk segi 8 berdiameter 45 untuk tanah yang dalam. Tenaga putar didapatkan dari sebuah motor bakar berukuran 2 HP hasil modifikasi motor dari mesin potong rumput gendong.

Kerja mesin penyiang mekanis ini akan baik apabila kondisi lahan dan tanaman sesuai dengan persyaratan mesin ini, yaitu kondisi lahan tergenang air macak-macak setinggi 1- 5 cm, kedalaman lapisan lumpur sawah (diukur dengan cara orang berdiri di lumpur) maksimum 25 cm.

Syarat dari kondisi tanaman yang dikehendaki alat ini adalah jarak tanam antar baris harus lurus dan tetap. Apabila diinginkan penyiangan dalam dua arah membujur dan melintang tanaman padi harus ditanam dalam dua arah lurus, biasanya petani menggunakan caplak untuk membentuk alur sebelum ditanam. Jarak tanam padi sawah di Indonesia sangat bervariasi tergantung kebiasaan petani setempat, namun secara umum yaitu 20 x 20 cm, 25 x 25 cm, dan 30 x 30 cm.

Penanaman padi sawah secara mekanis menggunakan mesin transplanter di Jepang, Korea, Taiwan dan Jepang menggunakan jarak tanam antar baris tetap 30cm dan jarak tanam dalam baris bervariasi 10,15,20,25 cm, jarak tanam dalam baris tersebut tidak dapat kontinyu atau tetap tergantung kondisi lumpur dan slip roda mesin transplanter, sehingga hasil tanaman padi yang ditanam menggunakan mesin transplanter hanya memiliki jarak tanam antar baris yang tetap dan lurus sedangkan jarak tanam dalam baris tidak dapat tetap dan umumnya penyiangan secara mekanis menggunakan Power weeder hanya dilakukan dalam satu arah saja. Pertumbuhan gulma pada tanaman padi sawah yang ditanam secara mekanis seperti diuraikan di atas umumnya hanya tumbuh pada sela tanaman antara alur yang jaraknya lebih lebar dibandingkan jarak di dalam alur dan juga dikarenakan sistem penanamannya diarahkan searah dengan gerakan matahari dari timur ke barat, dengan demikian cahaya matahari yang menembus di antara jarak tanaman dalam alur terhalang oleh tanaman di sebelahnya. Mesin penyiang padi sawah tipe PW-JP-02 ini kontruksi menyesuaikan dengan jarak tanam padi yang diinginkan oleh petani dalam hal ini lebar cakarnya, untuk jarak tanam 20-25 cm menggunakan ukuran 10 cm ( jumlah cakar 3 jari), untukjarak tanam 30 cm menggunakan ukuran 15 cm (jumlah cakar 4 jari). Kapasitas penyiangan dari mesin ini untuk 1 arah penyiangan 8-10 jam/ha dan kebutuhan bahan bakar 0,6 liter /jam atau berkisar 5- 6 liter/ha berupa bensin campur untuk motor bakar 2 tak. Pemakaian dan perawatan mesin penyiang ini cukup mudah, cara pemakaiannya cukup mudah seperti menjalankan traktor tangan yaitu operator mengikuti sambil memegang gagang di belakang mesin, pada saat berbelok di ujung lahan mesin diangkat untuk di tempatkan pada alur di sebelahnya, untuk mengangkat mesin ini cukup ringat bobotnya bekisar 22 kg. Sedangkan perawatan juga cukup mudah, perawatan utama terdapat pada bagian motor penggeraknya yang berupa motor bakar 2 tak seperti umumnya motor yang digunakan pada mesin potong rumput gendong.

3 thoughts on “MESIN PENYIANG GULMA BERMOTOR

  1. I like the helpful info you provide in your articles. I will bookmark your blog and check again here regularly. I am quite sure I will learn lots of new stuff right here! Best of luck for the next!

  2. That may be exactly what I’m wondering unless you do the job for Facebook why would you want an email address on Facebook’s domain? But then I’m not “normal”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>