Posted on April 1st, 2013 at 10:48 AM by Daniel Putro Wicaksono

Tugas Komunikasi Pemasaran

KARTUNAMA 

Merancang Merk Dagang  / Jasa            

Usaha Jasa yang bergerak dibidang Foto ini mengambil merk dari inisial sang fotografernya yaitu Daniel Putro Wicaksono yang di singkat menjadi dpw.  Dengan kombinasi warna merk merah dan kuning secara kasat mata akan menarik perhatian dan mudah diingat. Jasa foto ini menyajikan berbagai kebutuhan foto antara lain Wedding , Prewedding , Couple, Group Photo , Event , Personal Photo , Product dan Children .

Anggaran Biaya

Anggaran Biaya Peralatan yang dibutuhkan seperti berikut :

ANGGARAN Investasi awal

Modal Usaha Studio Foto     : Rp. 20.000.000

- Kamera   Rp 10.000.000

- Alat Pendukung Foto : Rp 10.000.000

 

Biaya Operasional

Komputer Editing , Listrik , Air , Telepon    : Rp. 1.000.000

Biaya Promosi                                                           :Rp. 1.000.000

-  Iklan Media Cetak :Rp 500.000

-  Iklan Radio  :Rp 500.000

Biaya Transport                                                       : Rp. 500.000

Biaya tidak terduga                                                : Rp. 500.000

 Total Operasional    : Rp.  3.000.000

 

 

 

 

Pendapatan

 Pendapatan didapatkan dari paket-paket foto yang telah tersedia di bawah ini:

 

Pre Wedding

- Platinum      : Rp. 2.150.000

- Goldy            : Rp. 1.375.000

- Gold               : Rp. 1.000.000

- Silver            : Rp. 675.000

 

Pre Wedding Hemat (Studio)

- Paket I           : Rp. 700.000

- Paket II          : Rp. 500.000

 

Wedding :

- Platinum       : Rp. 2.300.000

- Goldy             : Rp. 1.875.000

- Gold               : Rp. 1.450.000

- Silver             : Rp. 875.000

 

Couple

Paket A : Rp. 250.000

Paket B Rp . 150.000

Group

- Indoor : Rp. 15.000,-/Orang

- Outdoor : Rp. 30.000,-/Orang

 

 Pendapatan perbulan di targetkan:  Rp : 10.000.000

 

Total Pendapatan 30 Hari : Rp. 10.000.000

 Keuntungan

 Pendapatan tiap bulan – boaya operasional perbulan

Rp. 10.000.000 – Rp. 2.000.000 = Rp8.000.000

 Lama Kembali Modal

 Biaya Investasi : Keuntungan per bulan

Rp. 20.000.000 : Rp. 7.000.000 = 2,11 bulan

Posted on March 18th, 2013 at 3:16 PM by Daniel Putro Wicaksono

 

  1. Evaluasi Kemasan
    1. Visibility

 

Visibility ini terkait dengan kemampuan suatu kemasan untuk menarik perhatian pada point-pembelian ,dengan tujuan untuk memiliki suatu kemasan yang menonjol dari yang lain dan menggambarkan citra merk-nya

 

images (9)

Pada Produk Canon ini visibilitasnya sungguh nyata terlihat kemasan dibuat sedemikian rupa supaya mempermudah dan menarik perhatian konsumen untuk mencari produknya,  dengan desain simple dan combinasi warna merah terang menjadi cirri khas dan daya tarik tersendiri bagi Canon.

 

  1. Information

 

Informasi berhubungan dengan instruktur pemanfaatan produk. Berbagai keuntungan yang disebut, slogan-slogan, serta informasi tambahan yang dihadirkan pada atau didalam kemasan.

 

 

 

images (3)images (2)

 

 

 

images (1)

 

Pada Produk Canon Informasi selalu disajikan secara lengkap , baik di kemasan maupun di luar kemasan , sehingga mempermudah para konsumen untuk membandingkan dan mengetahui spesifikasi produknya. Ini menjadi daya tarik tersendiri dan pelayanan bagi konsumen dan calon konsumennya

 

 

 

  1. Emosional appeal

 

Adalah daya tarik emosional diperhatikan dengan kemampuan kemasan untuk menimbulkan perasaan ingin atau suasana hati mendukung.

 

images (4)unduhan (1)

 

Menarik jika melihat gambar diatas canon berusaha menarik perhatian dengan menjadikan bintang film asia yang terkenal ini untuk menjadi daya tarik emosional bagi konsemenya sehingga ini menjadi keunggulan kompetitif tersendiri yang dipunyai canon.

 

 

 

  1. Workability

 

 

 

Workability ini merujuk fungsi dari suatu kemasan produk , apakah kemasan itu melindungi produk, memudahkan penyimpanan, memudahkan konsumen mengakses produk, dan apakah kemasan itu ramah lingkungan? Seharusnya aspek-aspek tersebutlah yang dijaga oleh produsen untuk menjadi daya saingn tersendiri bagi konsumennya.

 

unduhanimages (7)images (6)

Jelas sekali terlihat bahwa canon salah satu perusahaan yang peduli akan workability dari kemasanya canon selalu membungkusnya dengan rapih dan tahan lama , bahkan tersegel dengan baik.seperti contoh gambar diatas.

 

 

 

  1. Point of Purchase/ poin pembelian

 

Adalah waktu yang ideal untuk berkomunikasi dengan para konsumen karena inilah saatnya berbagai keputusan pemilihan produk dan merk dibuat. Poin pembelian atau lingkungan toko akan memberikan peluang terakhir untuk mempengaruhi perilaku konsumen.

 

images (10)

Bahkan jika melihat gambar diatas canon berusaha untu memfasilitasi Konsumenya dengan membuka canon center untu menambah daya saing guna mempengaruhi perilaku konsumen untuk mendapatkan informasi detail juga pelayanan prima kepada konsumenya.

 

Posted on March 11th, 2013 at 7:57 AM by Daniel Putro Wicaksono

PENDUDUK INDONESIA

 

Jumlah penduduk    : 245.613.043 jiwa

Berdasarkan Jenis Kelamin:

Pria                  : 123.602.910 jiwa

Wanita             : 122.010.133 jiwa

Berdasarkan Tingkat Pendidikan:

SD                               : 28.013.497 jiwa

SMP                              : 12.461.268 jiwa

SMA                            : 9.240.354 jiwa

Perguruan Tinggi        : 4.840.664 jiwa

Berdasarkan Umur:

Balita                          : 24.095.151 jiwa

Anak                           : 47.870.041 jiwa

Remaja                        : 44.479.856 jiwa

Dewasa Awal              : 42.100.122 jiwa

Manula (65+)              : 14.925.983 jiwa

 

PENDUDUK JAWA TIMUR

Jumlah Penduduk       : 40.903.400 jiwa

Berdasarkan Jenis Kelamin:

Pria                              : 20.338.807 jiwa

Wanita                         : 20.564.593 jiwa

Berdasarkan tingkat Pendidikan:

SD                                 : 11.508.824 jiwa

SMP                            : 6.958.691 jiwa

SMA                            : 6.864.100 jiwa

Perguruan Tinggi         : 2.156.791 jiwa

Berdasarkan Umur:

Balita                           : 1.989.873 jiwa

Anak                            : 6.192.787 jiwa

Remaja                        : 5.662.131 jiwa

Dewasa Awal              : 7.162.081 jiwa

Dewasa                        : 13.715.212 jiwa

Manula (65+)               : 6.181.316 jiwa

 

Segmentasi Psikografis

Yang dimaksud dengan segmentasi demografis disini adalah segmentasi didasarkan pada gaya hidup atau kepribadian. Penentuan gaya hidup itu sendiri didasarkan pada kegiatan analisis kegiatan, minat dan opini (activities, interest, opinion AIO). Pada dasarnya kepribadian yang konsisten akan melahirkan sebuah gaya hidup.

 

Contoh segmentasi psikografis :

• Rokok Marlboro mengambil segmentasi psikografis rokok seorang laki-laki, berpetualang, dan penuh tantangan.
• Produk handphone Nokia 8880 membidik sasaran eksklusif dalam produknya dan bentuknya. http://epriciliaboo.wordpress.com

 

Anggaran Iklan dan Komunikasi Pemasaran

Sebelumnya telah kita bahas perbedaan peran nama merek dan kemasan dalam proses pengembangan merek. Nama merek bisa berfungsi sesuai prinsip Joyce dan Juliet, sementara dalam hal kemasan ada pembedaan antara peran aktif dan peran pasif. Bila anggaran komunikasi pemasaran kecil, nama merek akan menuruti prinsip Joyce. Di sini makna intrinsik nama merek amat relevan, yang berarti citra merek sangat mengandalkan asosiasi-asosiasi yang dibangkitkan nama merek itu. Namun bila tersedia anggaran komunikasi pemasaran yang besar, nama merek lebih condong menuruti prinsip Juliet. Dalam hal ini citra merek tidak begitu ditentukan makna merek itu, tapi seiring berjalannya waktu nama merek akan membangkitkan asosiasi-asosiasi di benak konsumen hasil dari stimulasi iklan. Karena itu dengan anggaran iklan besar, pemasar bisa memilih nama merek yang tidak mengacu pada produk atau pengalaman konsumsi yang terkait dengannya.

 

Iceteaimages (5)

Besarnya anggaran komunikasi pemasaran menentukan sejauh mana merek bisa berperan sebagai simbol atau sinyal (dalam hal anggaran rendah, nama merek lebih baik berperan sebagai simbol). Bila anggaran komunikasi pemasaran kecil, pilihan nama yang memadai amatlah vital. Dengan anggaran besar, melalui iklan, asosiasi negatif yang mungkin melekat pada nama merek itu sendiri bisa diredam atau bahkan dilenyapkan. Bila perusahaan mengalokasikan anggaran komunikasi pemasaran yang besar, lebih mungkin dipilih strategi merek multilitik ketimbang strategi merek dualitik atau monolitik.

Seberapa ukuran minimal anggaran komunikasi pemasaran agar rute anggaran tinggi dalam pengembangan merek bisa diterapkan? Terdapat 2 kriteria yang terkait dengan anggaran komunikasi pemasaran dalam mengembangkan merek guna meraih posisi di pasar. Kriteria ini adalah biaya-biaya yang terkait dengan:

·        jangkauan persentase tertentu kelompok sasaran (dalam hal penentuan anggaran iklan disebut metode penentuan tugas)

·        pangsa pasar yang hendak diraih (dalam hal anggaran iklan disebut metode orientasi persaingan).

Kriteria pertama mengacu pada ukuran minimal anggaran media yang diperlukan untuk menjangkau (sebagian dari) kelompok sasaran dengan frekuensi tertentu. Pertama-tama, perlu ditegaskan kelompok sasaran merek (biasanya dalam istilah demografis), dan media perlu diseleksi sedemikian rupa sehingga dapat didentifikasikan audiens yang sesuai dengan ciri-ciri kelompok sasaran. Tujuan mesti ditetapkan dulu; jika manajer ingin mengekspos 70 % kelompok sasaran 40 kali dengan kampanye iklan, maka pemasar perlu membeli 70 X 40 = 2800 gross rating point (GRP) dari media tersebut. Satu GRP (juga dikenal sebagai Gross Reach Percentage) sama dengan satu kontak iklan terhadap 1 % dari kelompok sasaran. Berdasarkan harga tarif media untuk satu GRP, maka bisa dihitung seberapa dana perlu disisihkan untuk media-plan tertentu. Jika satu GRP membutuhkan Rp 10juta, maka biaya media plan ini = 2800 X Rp 1juta = Rp 28 miliar (tidak termasuk biaya produksi iklan). Dengan hasil kalkulasi ini, pemasar bisa memperkirakan apakah tersedia cukup dana untuk menerapkan pengembangan merek dengan rute anggaran tinggi. Guna menjawab pertanyaan ini dengan baik, perlu juga dipertimbangkan aktivitas iklan kompetitor.

Bila semua belanja iklan dalam satu kategori produk dijumlahkan maka pemasar bisa menaksir besarnya anggaran iklan agar sebuah merek mampu menonjol di antara banyaknya pesan iklan merek pesaing. Maka esensinya adalah bagaimana mematok advertising share merek kita dalam advertising class. Advertising share merek (share of voice; SOV) menunjukkan persentase yang dibelanjakan bagi merek tertentu dibanding dengan jumlah total belanja iklan di kategori produk tersebut. Jika misalnya, untuk komunikasi pemasaran tiap tahun dihabiskan Rp 100 miliar untuk satu kategori produk, dan merek X membelanjakan Rp 12,5 miliar, maka share of voice merek X adalah 12,5%.

Jones mengadakan riset ekstensif mengenai hubungan antara pangsa pasar merek di kategori produknya (share of market; SOM) dengan persentase iklan merek itu di kategori produk tersebut (SOV). Dia meneliti hubungan antara SOM dan SOV untuk produk (bukan jasa) dari 666 merek dalam 117 kategori produk. Nilai rata-rata hubungan ini lalu diplotkan pada AIC (advertising intensity curve = kurva intensitas iklan). Penelitian Jones menunjukkan bahwa jika merek tertentu ingin mempertahankan pangsa pasar yang sama:

·        merek berpangsa pasar relatif rendah mesti memiliki advertising share yang lebih tinggi ketimbang (persentase) pangsa pasarnya, dan

·        merek berpangsa pasar relatif tinggi bisa memilih advertising share yang lebih rendah ketimbang pangsa pasarnya.

Untuk negara-negara maju, titik pivot dalam hubungan SOM – SOV tampaknya tercapai pada pangsa pasar sekitar 13 % (sehingga di atas 13 %,  investasi iklan lebih rendah tak akan memicu kemerosotan pangsa pasar). Untuk merek berpangsa pasar 13 % atau lebih, advertising share yang diperlukan bisa lebih rendah ketimbang persentase pangsa pasar yang dikuasai saat itu. Jones membuat istilah merek 13+ dan menyimpulkan bahwa iklan ‘bekerja lebih keras’ bagi merek-merek berpangsa pasar relatif tinggi.

Iklan merek terkenal memiliki tingkat rekognisi lebih tinggi ketimbang iklan merek kurang dikenal. Karena merek berpangsa pasar tinggi biasanya juga populer, maka dampak iklan merek 13+ akan lebih tinggi ketimbang pada merek berpangsa pasar di bawah 13%. Merek harus melampaui tingkat menarik perhatian tertentu (level of attention catching) bila ingin mendongkrak dampak iklan.

Posted on March 4th, 2013 at 8:53 AM by Daniel Putro Wicaksono

Ada lima faktor yang bisa mengarahkan tingkat efektivitas pemasaran yang bisa dicapai oleh para pemasar.:
1. Strategi Pemasaran – Peningkatan efektivitas pemasaran bisa dicapai dengan menggunakan strategi pemasaran yang mutakhir. Dengan menempatkan produk atau brand dengan tepat, produk/brand tersebut bisa lebih berhasil di pasar dibandingkan produk / layanan dari pesaing. Meskipun dengan menggunakan strategi yang paling bagus, tenaga pemasar harus menjalankan program mereka dengan benar untuk dapat mencapai hasil yang luar biasa.
2. Kreativitas pemasaran – meskipun tanpa adanya perubahan strategi, kreativitas yang baik dapat meningkatkan hasil yang ada. Bahkan tanpa melakukan perubahan strategi, AFLAC berhasil menarik perhatian dengan pendahuluannya tentang kampanye Duck (AFLAC). Dengan mengenalkan konsep kreatif yang baru ini . Dengan menggunakan konsep kreatif baru ini, tingkat pertumbuhan perusahaan meningkat pesar dari 12% menjadi 28%.
3. Menjalankan pemasaran – Dengan meningkatkan cara pemasar masuk ke pasar, mereka dapat mencapai hasil yang signifikan tanpa perlu melakukan perubahan strategi atau usaha menjalankan kreasi.
Pada tingkat pemasaran dengan berbagai level, tenaga pemasaran dapat meningkatkan usaha menjalankannya dengan membuat perubahan kecil di beberapa atau keseluruhan dari 4P ( (Product, Price, Place dan Promotion) (Marketing) tanpa melakukan perubahan terhadap posisi strategi atau pelaksana pemasaran kreatif dapat meningkatkan efektivitasnya dan memberikan peningkatan keuntungan.
Untuk pemasar dengan program bertingkat, mereka dapat meningkatkan efektivitasnya dengan mengelola dan menjalankan setiap kampanye pemasaran dengan lebih baik. Hal ini biasanya diketahui berdasarkan konsistensi strategi Kreatif Pemasaran yang ada di berbagai media ( misalnya TV, Radio, Cetak dan Online), bukan hanya dalam setiap pesan media perseorangan, yang bisa menguatkan dan memperluas dampak dari keseluruhan usaha kampanye pemasaran.
Contoh-contoh tambahan lainnya akan meningkatkan email langsung dengan tindakan melakukan panggilan langsung atau melakukan pengeditan isi situs web untuk meningkatkan hasil pencariannya, para tenaga pemasaran dapat meningkatkan efektivitas pemasaran mereka dengan setiap jenis program itu.
Wilayah pertumbuhan di dalam strategi pemasaran dan usaha menjalankannya adalah interaksi dinamis yang terbaru dari pemasaran tradisional (misalnya TV atau Acara ) dengan aktivitas online para konsumen (misalnya Media Sosial). (Perhatikan acuan berikut, Brand Ecosystems) Yang bukan saja untuk produk langsung, tetapi juga stimulus yang disediakan oleh pemasar tradisional yang bisa menjadi katalis bagi brand konsumen “groundswell” secara online sebagaimana dijelaskan dalam buku Groundswell.
4. Infrastruktur Pemasaran (juga dikenal sebagai Marketing Management) – meningkatkan bisnis pemasaran yang bisa menghasilkan peningkatan yang besar bagi perusahaan. Manajemen untuk setiap agensi, penentuan anggaran, motivasi, dan koordinasi aktivitas pemasaran dapat membawa kepada persaingan yang terus meningkat dan meningkatkan hasil yang ada. Akuntabilitas keseluruhan untuk pemimpin brand dan hasil bisnis seringkali tercermin dalam organisai di bawah sebuah judul departemen (Brand management).
5. Faktor-faktor Exogenous – Secara umum, duluar kendali para pemasar, faktor-faktor eksternal atau exogenous juga berpengaruh terhadap bagaimana para pemasar dapat meningkatkan hasil mereka. Mendapatkan keuntungan dari musim, tingkat bunga atau peraturan pemerintah yang dapat membantu efektivitas pemasaran mereka .

 

Kritik Iklan Tidak Etis

iklan-lucu-banget

ETIKA PERIKLANAN SECARA UMUM

  • Jujur : tidak memuat konten yang tidak sesuai dengan kondisi produk yang diiklankan
  • Tidak memicu konflik SARA
  • Tidak mengandung pornografi
  • Tidak bertentangan dengan norma-norma yang berlaku.
  • Tidak melanggar etika bisnis, ex: saling menjatuhkan produk tertentu dan sebagainya.
  • Tidak plagiat

 

Kritik Saya :

  1. Gambar Iklan diatas Tidak Mencerminkan persaingan yang sehat
  2. Gambar Iklan di atas penempatan iklannya bersebelahan dengan pesaing dan desain iklanya menjatuhkan gambar iklan pesaing disebelahnya .
  3. Gambar iklan dan isi konten iklan seharusnya tidak menjatuhkan iklan pesaing . biarlah konsumen sebagai pemakai produk yang menentukan produk mana yang lebih baik
  4. Gambar Iklan Telkomsel diatas tidak etis karena secara tidak langsung desain orang pada iklan itu menunjuk ke ikaln pesaing dan secara langsung menjelekan pesaing.

lima factor yang Menentukan keefektifan Marketing Communication

lima factor yang Menentukan keefektifan Marketing Communication

Posted on February 18th, 2013 at 8:51 AM by Daniel Putro Wicaksono

 Bauran Promosi

Menurut Philip Kotler (1997) bauran promosi adalah:“Promotion mix is companies face the task of distribution the total promotion budgetover the five promotion tools of advertising, saler promotion, public relation, and publicity, sales force, and direct marketing”. Diartikan “Bauran promosi merupakan tugasdari perusahaan dalam mendistribusikan total anggaran promosi melalui lima alat promosi, yaitu : periklanan, promosi, penjualan, hubungan masyarakat, penjualan perorangan dan pemasaran langsung.”

Bauran Promosi Menurut Kotler dan Gary A.(2000). Bauran promosi adalah ramuan khusus dari iklan pribadi, promosi penjualan dan hubungan masyarakat yang dipergunakan perusahaanuntuk mencapai tujuan iklan dan pemasarannya.

Menurut Basu Swastha (1999), promotional mix adalah “  Kombinasi Strategi yang paling baik dari variabel-variabel  Periklanan, Personal Selling dan alat Promosi lainnya, yang kesemuanya direncanakanuntuk mencapai tujuan program penjualan”

 Promotion Mix terdiri dari:

1. Pengiklanan.

Pengiklanan adalah semua bentuk presentasi non personal dan promosi ide, barang atau jasa oleh sponsor yang ditunjuk dcngan mendapat bayaran.

2. Promosi Penjualan.

Promosi penjualan merupakan insentif jangka pendek untuk mendorong keinginanmencoba atau pembelian produk atau jasa.

3. Penjualan Perorangan.

Penjualan perorangan merupakan interaksi langsung antara satu atau lebih calon pembelidengan tujuan melakukan penjualan.

4. Hubungan Masyarakat.

Hubungan masyarakat adalah berbagai program yang dirancang untuk mempromosikan d

e. Pemasaran langsung, (direct marketing): penyampaian kepada calon pelanggantidak

secara pribadi, tetapi dapat langsung memberikan tanggapan an/atau melindungicitra perusahaan atau produk individualnya.Bauran Promosi merupakan

program komunikasi pernasaran total sebuah perusahaan yang terdiri dari iklan, penjualan pribadi, promosi penjualan dan hubungan masyarakat  yang dipergunakan perusahaan untuk mencapai tujuan iklan dan pemasarannya.

Menurut

Lamb, Hair, Mc-Daniel (2001),  bauran promosi yang dipilih oleh suatu perusahaan bagi suatu produk atau jasa tergantung pada beberapa faktor: sifat produk,tahapan dalam daur hidup produk, karakteristik target pasar, jenis keputusan pembelian,tersedianya dana untuk promosi dan menggunakan baik strategi mendorong (push)maupun menarik (pull).

Kotler (2000) mengemukakan berbagai faktor dalam menentukan bauran promosi, yaitu:

1. Tipe Produk/Pasar.a. Perusahaan barang konsumen

Biasanya mengalokasikan lebih banyak dana untuk iklan, menyusun promosi penjualan, penjualan perorangan dan kemudian hubungan masyarakat

 

 

Mata Kuliah Marketing Communication sangatlah penting pada saat ini , karena pada saat ini di berbagai bidang pekerjaan di tuntut para pegawainya untuk memiliki target-target tertentu guna meningkatkan produktifitasan perusahaan , entah harus menjual barang atau mencari nasabah semua harus dilakukan , tanpa adanya soft skill Marketing Communication hal ini sangatlah berat , sebagai modal dasar saya maka saya mengambil mata kuliah ini .