ANGGARAN KOMUNIKASI PEMASARAN

Nama        : Coniesya Mutiara Fajrina

NIM           : 105020204111003

Kelas         : BA

                   ANGGARAN KOMUNIKASI PEMASARAN

 

Anggaran komunikasi pemasaran merupakan bagian dari anggaran pemasaran. Namun  demikian tidak ada standar yang pasti mengenai seberapa besar pengeluaran untuk komunikasi atau promosi harus dialokasikan. Factor penyebabnya adalah pengeluaran promosi itu sangat bervariasi tergantung pada produk dan situasi pasar

 

PENGATURAN ANGGARAN PROMOSI

Peran anggaran promosi yang pertama adalah sama untuk semua organisasi baik itu multinasional, perdagangan dari berbagai lokasi internasional atau sebuah unit manufacturing kcil pada sebuah industry perumahan di luar kota. Kedua organisasi ingin untuk menjamin bahwa mereka mencapai efisiensi terbesar dengan sedikit pengalokasian uang mereka untuk kegiatan promosional.

Terdapat dua keputusan untuk mencapai tujuan dari kedua peran ini yaitu :

  1. Pertama konsern pada seberapa banyak sumber pembiayaan organisasi yang tersedia yang harus dialokasikan untuk promosi di periode yang akan dating
  2. Kedua konsern pada seberapa banyak total jumlah seharusnya dialokasikan pada setiap peralatan individual dari bauran promosi

 

METODE ANGGARAN PROMOSI

Metode yang digunakan untuk menetapkan anggaran promosi adalah : membuat anggaran total untuk promosi tahapan ini adalah tahapan yang palinmg sulit. Terdapat 4 metode yang bisa dipakai dalam menyusun anggaran promosi:

  • Affordable Method

Anggaran disusun berdasarkan kesanggupan perusahaan ntuk mengeluarkan biayanya. metode ini mengabaikan peran promosi sebagai investasi yang memiliki dampak meningkatkan volume penjualan dalam waktu dekat

 

  • Percentage of Sales Method

Anggaran promosi disusun berdasarkan persentase tertentu terhadap penjualan atau terhadap harga jual. Terdapat tiga kruntungan dari metode ini, yaitu : pengeluaran promosi akan bervariasi sesuai dengan kesanggupan perusahaan . serta manajemen akan mengetahui hubungan antara biaya promosi, harga jual per unit, dan dapat meningkatkan daya saing

 

  • Competitive-Parity Method

Anggaran disusun berdasarkan keinginan perusahaan untuk tetap mempertahankan market sharenya karena pengeluaran yang berdasarkan persentase sales sama seperti yang dilakukan pesaing lain

 

  • Objective and Task Method

Anggaran disususn bedasarkan tujuan tertentu yang ingin dicapai, menentukan tugas-tugas yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan dan memperkirakan biaya untuk melakukan tugas tersebut. Jumlah dari biaya-biaya inilah yang akan dijadikan anggaran promosi

 

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN MASING-MASING METODE

capture-20130416-215734

 

TARIF IKLAN DI TELEVISI

Televisi memang menjadi media promosi yang bagus di era jaman sekarang ini, Mengiklan di tv juga sangat cepat dan bisa di lihat oleh jutaan orang per sekali tayangnya.

 

1.      Karakteristik Stasiun Televisi
Stasiun televisi yang menyiarkan khusus berita, Olahraga, Musik, atau film akan lebih menguntungkan advertiser, karena mereka bisa memilih stasiun tv yang sesuai dengan market. Untuk stasiun yang ber-rating tinggi, maka mematok biaya iklan tv cukup besar, sekitar 10 juta hingga 15 juta rupiah per 15 hingga 30 detik penayangan. Beda lagi tarif untuk tv lokal, biaya iklan tv hanya berkisar 50 ribu hingga 300 ribu rupiah per spot atau sekali tayang dengan durasi sekitar 30 detik.

2. Rating Program Acara
Semakin tinggi sebuah rating acara, maka semakin mahal biaya yang dibandrol untuk iklan tv, contohnya acara Termehek-mehek di Trans TV mematok harga iklan Rp 5,5 juta per slot durasi 30 detik

3. Jenis Penyiaran Acara
Untuk acara yang disiarkan secara tunda atau langsung juga terdapat perbedaan dalam biaya iklan tv yang dipasang. Untuk siaran langsung, harga yang dipatok lebih mahal dibandingkan siaran tunda
.
4. Jam Penayangan
Pada trafik penonton yang ramai akan dipasang biaya iklan tv yang lebih mahal dibandingkan jam tayang yang diperkirakan tidak ramai penonton. Seputar Indonesia Pagi RCTI mematok Rp 8 juta, untuk Petang Rp 16 juta, sementara malam hanya Rp 5 juta.

5. Peletakan Iklan
Letak antara iklan dan program acara juga mempengaruhi harga. Iklan yang diputar setelah program acara berlangsung akan dianggap sebagai posisi pasang iklan yang paling strategis sehingga dipasang harga lebih mahal dibandingkan iklan yang dipasang di antara iklan lain. Hal ini berkaitan dengan penonton yang suka mengganti chanel siaran ketika iklan berlangsung.

 

  • Jam 00.00-05.00, biayanya sekitar Rp5.000.000,00 – Rp7.000.000,00 per 30 detik.
  • Jam 05.00-08.00, biayanya sekitar Rp7.000.000,00 – Rp9.500.000,00 per 30 detik.
  • Jam 08.00-12.00, biayanya sekitar Rp6.000.000,00 – Rp8.000.000,00 per 30 detik.
  • Jam 12.00-13.00, biayanya sekitar Rp7.000.000,00 – Rp9.500.000,00 per 30 detik.
  • Jam 13.00-17.00, biayanya sekitar Rp6.000.000,00 – Rp8.000.000,00 per 30 detik.
  • Jam 17.00-21.00, biayanya sekitar Rp12.000.000,00 – Rp14.000.000,00 per 30 detik.
  • Jam 21.00-00.00, biayanya sekitar Rp7.000.000,00 – Rp9.500.000,00 per 30 detik.

 

TARIF IKLAN DI MAJALAH

 

Tarif Iklan Majalah Eksekutif tahun 2013

Posisi             Harga

Back Cover

Rp. 31.000.000,00

Inside Front Cover   Rp. 29.000.000,00

Inside Back Cover    Rp. 27.000.000,00

First PageRp. 25.000.000,00

1 (one) PageRp. 22.000.000,00

1/2 Page Rp. 14.000.000,00

Advertorial (1 Page)Rp. 26.000.000,00

 

Sumber :

http://www.eksekutif.co.id/comercial/46-tarif-iklan-majalah-2012.html

http://kamerabaru.blogspot.com/2012/09/harga-iklan-di-televisi-tv.html

 

File Doc:  TUGAS MARKOM METODE PENGANGGARAN SHASYA

File PDF: TUGAS MARKOM METODE PENGANGGARAN SHASYA

Dosen : Nanang Suryadi, SE, MM (web lecture),learn about Marcom in here

MARKETING COMMUNICATION YANG EFEKTIF

MARKETING COMMUNICATION YANG EFEKTIF

 

Peran Komunikasi Pemasaran

            Komunikasi pemasaran adalah sarana yang digunakan perusahaan dalam upaya untuk menginformasikan , membujuk, dan mengingatkan konsumen – langsung atau tidak langsung tentang produk arau merek yang mereka jual.

Komunikasi pemasaran membentuk banyak fungsi bagi konsumen. Konsumen dapat diberitahu atau ditunjuk bagaimana dan mengapa sebuah produk digunakan oleh orang seperti apa, dan dimana serta kapan; konsumen dapat belajar tentang siapa yang membuat produk dan apa yang dipertahankan perusahaan dan merek; dan konsumen dapat diberikan satu intensif atau imbalan untuk percobaan atau penggunaan.

 

Mengembangkan  Komunikasi yang efektif

  1. Identifikasi audien sasarannya

Proses tersebut harus dimulai dengan audiens sasaran yang jelas dalam benak calon pembeli produk perusahaan tersebut potensi, apakah sasaran itu baru bagi kategori penguna terkini?apakah sasaran itu setia pada merek, loyal pada pesaing atau seorang yang suka gonta ganti merek? Strategi komunikasi akan berbeda-beda tergantung paa cangkupan penguna dan loyalitas. Analisis citra dapat dilakukan untuk memprofilkan audiens sasaran dari segi pengetahuan merek untuk memberikan pemahaman lebih lanjut.

Sebagian besar anlisis audiens dalah menilai citra sekarang perusahaan tersebut, produknya, dan pesaing-pesaingnya. Citra adalah nebrapa k eyakinan dan kesan yang dimiliki seseorang mengenai suatu objek. Sikap dan tindakan orang  terhadap suatu objek sangat ditentukan citra objek tersebut

Langkah pertamanya adalah mengukur pengetahuan pendengar sasaran tantang objek tersebut, dengan mengunkan  skala pengenalan.

Tidak pernah mendengar Hanya sedikit mendengar Sedikit mengetahui Cukup mengetahui Sangat mengetahui

Jika sebagian besar responden hnya melingkari dua kategori pertama, tantanganya adalah lebih besar membangun kesadaranya, responden yang sudah tidak asing lagi dengan produk tersebut dapat ditanya bagaimana perasaan mereka tentang produk tersebut dengan mengunakan skala kesukaan: sangat tidak suka, agak tidak suka, cukup suka, sangt suka. Jika sebagian resonden memilih dua kategori pertama, organisasi tersebut harus mengatasi citra yang negatif.

Bertahanya citra itu dijelaskan oleh fakta bahwa begitu orang memiliki citra tertentu, mereka memahami  apa yang konsisten dengan citra itu. Ia akan  mengambil informasi tersebut.

2.           Merancang komunikasi

Merumuskan komunikasi  untuk mencapai tanggapan yang dinginkan menuntut pemecahan  tiga masalah: apa yang harus dikatakan (strategi pesan), bagaimana menatakanya (strategi kreatif), dan siapa yang mengatakanya  (sumber pesan).

Strategi pesan, dalam menentukan strategi pesan, manajemen mencari daya tarik, tema atau gagasan yang mengikat kedalam penentuan posisi mereka, dan membantu untuk membangun titik kesamaan atau titik perbedaan. Beberapa dari padaanya mungkin berkaiatan langsung dengan kinerja produk atau jasa (mutu penghematan  atau nilai merek) sementara yang lain munkin berkaitan dengan pertimbagan pertimbangan yang lebih ekstrinsik (mereknya bersifat populer atau tradisional)

Strategi kreatif, efektifitas komunikasi tergantung pada bagian pesan diekspresikan dan juga isi pesan itu sendiri. Komunikasi yang tidak efektifbisa berarti  bahwa pesan yang salah digunakan atau pesan yang benar tidak di ekspresikan dengan baik. Strategi kretif adalah cara pemasar menerjemahkan pesan mereka kedalam satu komunikasi  yang spesifik. Dua kategori umum ini masing-masingnya mencangkup pendekatan kreatif spesifik yang berbeda.

Daya tarik informasional, daya tarik ini mencangkup atribut  atau manfaat produk atau jasa. Contoh- contoh dalam iklan adalah iklan penyelesaian masalah, iklan demonstrasi produk, iklan perbandingan produk, dan kesaksian-kesaksian pengakuan orang yang tidak  dikenal atau selebritis terkenal ( seperti atlet terkenal, pemain film ). Daya tarik informasional mengandaikan pengolahan yang sangat rasional atas komunikasi dipihak konsumen. Kaidah yang logis dan masuk akal.

Daya tarik tranformasional,daya tarik ini mencangkup manfaat atau citra yang berkaitan dengan non-produk. Ia mungkin melukiskan orang macam apa yang mengunakan merk atau jenis pengalaman yang merupakan hasil dari pengunaan merk. Daya tarik tranformasional sering berupaya menyitir emosi yang akan memotifasi pembelian. Komikator mengunakan daya tarik negatif seperti ketakutan, rasa bersalah, dan rasa malu untuk membuat orang melakukan segala sesuatu(sikat gigi,lakukan pemeriksaan setiap tahun)  atauberhenti melakukan sesuatu (merokok, penyalgunaan alkohol,makan berlebihan). Dorongan rasa takut   berfungsi paling baik bila konsumen tidak terlalu kuat, dorongan rasa takut bekerja lebih baik bila kredibilitas sumber itu tinggi dan ketika komunikasi berjanji untuk menghilangkan. komunikator juga mengunakan daya tarik emoional positif seperti humor, rasa bangga, cinta , kegembiraan.

Sumber pesan banyak komunikasi tidak mengunakan satu sumber lebih jauh dari perusahaan itu sendiri. Resan yang disampaikan sumber yang menarik atau terkenal akan memperoleh perhatian dan daya ingat yang tinggi. Itulah sebabnya pemasang iklan sering mengunakan selebritis sebagai juru bicara. Yang terpenting adalah kredibilitas juru bicara tersebut. Faktor yang mendasari kredibilitas yaitu:

·      Kelayakan  dipercayai ,seberapa objektif dan jujur sumber tersebut dalam persepsi orang lain

·      Kemampuan disukai, menjelaskan daya tarik sumber  tersebut. Sifat sifat seperti keterusterangan, humor, sikapyang tidak dibuat-buat

Pilihan saluran komunikasi

Saluran komuniasi pribadi, melibatkan dua atau beberapa orang yang berkomunikasi langsung satu sama lainyadengan tatap muka, satu orang dengan audiens, melalui telpon atau e-mail. Sebuah studi yang dilakukan oleh Burson-marsteller dan Roper S menemukan bahwa omongan mulut dari orang yang berpengaruh cenderung mempengaruhi sikap pembelian rata-rata dari orang lain, tetapi lingkaran pengaruh akan melonjak menjadi delapan secara on-line.

Pengaruh pribadi mengandung bobot yang sangat besar dalam dua keadaan. Yang pertama adalah dengan produk yang mahal, beresiko dan jarang dibeli. Keadaan lainya adalah apabilah produk tersebut menyiratkan sesuatu tentang status dan selera pengunanya, orang akan bertanya kepada orang lain untuk mendapatkan rekomondasi seorang dokter, pengacara, akuntan, arsitek, agen. Jika kita percaya pada rekomondasi biasanya kita bertindak berdasarkan rujukan tersebut

Saluran komunikasi non-pribadi, adalah komunikasi yang diarahkan lebih dari satu orang dan mencangkup media, promosi penjualan, acara-acara khusus dan pemberitaan.

Media, terdiri atas cetak(koran dan majalah), media penyiaran (radio), mediajaringan, media elektronik(rekamanaudio, rekaman vidio), media pajangan (papan reklame, poster)

Promosi penjualan, terdiri dari promosi konsumen(seperti sampel, kupon, premi), promosi dagang (iklan dan potongan pameran),  terdiri dari promosi konsumen (seperti sampel, kupon, dan premi);promosi dagang (seperti iklan dan potongan pam eran); dan promosi bisnis dan tenaga penjual(kontes untuk petugas penjualan).

Acara-acara khusus dan pengalaman, mencakup  olahraga,hiburan, dan penyelenggaraan acara-acara khusus dan juga kegiatan-kegiatan formal yang menciptakan interaksi merek baru dengan konsumen.

Hubungan masyarakat, mecakup komunikasi yang diarahkan secara internal pada karyawan perusahaan atau secara eksternal pada konsumen,perusahaan-perusahaan lain, pemerintah,dan media.

 

Integrasi  Saluran Komunikasi

Walaupun komunikasi pribadi sering lebih efektif daripada komunikasi massa, media massa mungkin merupakan sarana utama untuk merangsang komunikasi pribadi. Komunikasi massa dapat mempengaruhi sikap dan prilaku pribadi yang melalui dua tahap; tahap pertama, pengaruh media massa terhadap opina publik tidak selangsung, sekuat, dan seotomatis yang diperkirakan. Tahap kedua,aliran dua langkah tersebut menantang pendapat bahwa gaya konsusi terutama dipengaruhi dari media massa. Sehingga kedua tahap  berarti bahwa komunikator massa seharunnya mengarahkan pesan-pesan khususnya kepada pimpinan opini dan membiarkan  mereka menyampaikan pesan tersebut kepada orang-orang lain.

 

Tetapkanlah Anggaran Total Komunikasi Pemasarannya

Salah satu keputusan pemasaran tersulit adalah menentukan berapa banyak yang perlu dikeluarkan untuk promosi. John Wanamaker,raja toko serba ada,pernah mengatakan,”Saya tahu bahwa separuh iklan saya terbuang sia-sia,tetapi  saya tidak tahu separuh yang mana.” Bagaimana perusahaan memutuskan anggaran promosi dengan menguraikan empat metode utama: metoda kesanggupan,metode persentase penjualan,metode keseimbangan persaingan,dan metode tujuan dan tugas.

Metode Kesanggupan,banyak perusahaan menetapkan anggaran promosi berdasarkan seberapa besar menurut mereka kesanggupan perusahaan tersebut. Metode kesanggupan sama sekali mengabaikan peran promosi sebagai investasi dan pengaruh langsung promosi trhadap volume penjualan. Hal itu menyebabkan anggaran tahunan yang tidak menentu,yang mengakibatkan perencanaan jangka panjang sulit.

Metode Persentase Penjualan,Banyak perusahaan menetapkan pengeluaran promosi brdasarkan persentase penjualan yang telah ditentukan  atau dari harga penjual. Perusahaan mobil biasanya menganggarkan persentase tetap untuk promosi berdasarkan harga mobil yang telah dirancanakan dengan menetapkan dana tersebut berdasarkan sepersekian sen untuk setiap galon minyak yang terjual dengan label perusahaan.

Metode Keseimbangan Persaingan, berapa perusahaan menetapkan anggaran promosinya mencapai keseimbangan kekuatan-suara dengan para pesaing. Metode keseimbangan untuk mengemukakan dua argumen yaitu petama,bahwa pengeluaran persaingan melambangkan kebijaksanaan bersama industri. Kedua bahwa upaya mempertahankan keseimbangan persaingan akan mencegah perang promosi.

Metode Tujuan dan Tugas,pemasar mengembangkan anggaran promosi dengan mendefinisikan tujuan yang jelas, menentukan tugas-tugas yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan ini, dan memperkirakan biaya untuk melaksanakan tugas-tugas ini.

Sabagai contoh ,andaikan Cadbury Schweppers ingin memperkenalkan produk minuman energi baru alamiah

1.     Tetepkanlah sasaran pangsa pasarnya

2.     Tentukanlah persentase pasar yang harusnya dijankau iklan

3.     Tentukanla persentase calon yang sadar,yang seharusnya dibujuk untuk mencoba merek tersebut.

4.     Tentukanlah jumlah pengaruh iklan per 1persen tingkat percobaan produk

5.     Tentukanlah jumlah poin peringkat kotor yang mestinya harus dibeli

6.     Tentukanlah anggaran iklan yang diperlukan berdasarkan biaya rata-rata untuk membeli satu poin tingkat kotor.

Mengambil Keputusan Bauran Komunikasi Pemasaran

 

Karakteristik dari bauran komunikasi pemasar

Iklan, dapat digunakan untuk membangun citra jangka panjang bagi suatu produk atau memicu penjualan  yang tercepat. Hanya kehadiran iklan itu sendiri mungkin sudah mempunyai pengaruh atas penjualan, serta konsumen percaya bahwa merek yang di iklankan secara besar-besaran pasti menawarkan “nilai yank baik”. Sifat- sifat iklan yang perlu diperhatikan:

Daya sebar iklan memungkinkan penjual mengulangi berkali-kali, menerima pembali dan membandingkan pesan-pesan dari berbagai pesaing,serta untuk menyatakan sesuatu yang positif tentang ukuran, kekuatan, dan keberhasilan penjualan.

Daya ekspresi yang besar, iklan memberikan peluang untuk mendramatisir perusahaan tersebut dan produk melalui penggunaan cetakan, suara dan warna seni.

Impersonalitas, pendengar tidak merasa wajib memerhatikan atau menanggapi iklan. Iklan adalah suatu penolong dan hadapan, dan bukan dialog dengan pendengar.

Promosi penjualan,perusahaan memggunakan alat promosi penjualan kupon, kontes, hadiah, dan sejenisnya untuk menarik tanggapan yang lebih kuat dan lebih cepat dari pembeli. Promosi penjualan juga dapat digunakan untuk efek jangka pendek seperti merosotnya tawaran produk dan mendorong penjualan yang merosot. Ada 3 manfaat yang dibedakan:

·      Komunikasi promosi penjualan  mendapat perhatian dan mungkin akan mengarahkan konsumen ke produk tersebut

·      Insentif promosi penjualan menggabungkan suatu konsesi, dorongan, atau kontribusi yang memberi nilai bagi konsumen.

·      Ajakan promosi penjualan merupakan ajakan yang jelas untuk terlibat dalam transaksi tersebut sekarang.

Hubungan masyarakat dan pemberitaan, pemasar cenderung kurang menggunkan hubungan masyarakat, namun sebuah program yang dipikirkan dengan baik dan dikoordinasikan dengan unsur-unsur bauran komunikasi lain dapat menjadi sangat efektif. Ada 3 sifat khusus dari hubungan dan pemberitaan:

·      Kredibilitas yang tinggi, cerita dan figur yang baru akan lebih otentik dan dapat dipercayai pembaca dibandingkan dengan iklan.

·      Kemampuan menangkap pembeli yang tidak hati-hati, hubungan masyarakat dapat menjangkau calon yang lebih suka meghindari wiraniaga dan iklan.

·      Dramatisasi, hubungan masyarakat memiliki kemampuan mendramatisasi suatu perusahaan atau produk

Acara khusus dan pengalaman, ada banyak keuntungan pada acara khusus dan pengalaman:

·      Relevan, acara dan pengalaman yang benar-benar terpilih dan dapat dilihat secara relevan ketika konsumen dibuat terlibat secara pesonal.

·      Terlibat,dengan adanya mutu real-time hidup mereka, para konsumen dapat menemukan acara khusus dan pengalaan dngan lebih aktif terlihat.

·      Implisit,acara khusus lebih merupakan soft sell yang tidak langsung.

Pemasaran langsung,banyak bentuk pemasaran langsung pemasaran langsung, telemarketing, pemasaran internet, sama memiliki tiga karakteristik yang menonjol.

Disesuaikan dengan orangnya, pesan dapat disiapkan untuk menarik individu yang dituju.

Mutakhir, sebuah pesan dapat dipersiapkan sanagat cepat.

Interaktif, dapat diubah tergantung pada tanggapan orang.

Penjualan pribadi,sebuah alat yang aling efektif pada tahap terakhir berupa proses pembelian khusus dalam membangun preferensi,keyakinan, dan tindakan pembeli. Ada 3 ciri khusus pada penjual pribadi:

·      Interaksi pribadi,penjualan pribadi mencakup  hubungan langsungdan interaktif antara 2 orng atau lebih.

·      Perkembangan hubungan,penjualan pribadi memungkinkan segala jenis hubungan berkembang,mula dari hubungan penjualan seadanya sampai hubungan pribadi yang mendalam.

Tanggapan,penjualan ribadi membuat pembeli merasakan suatu kewajiban untuk mendengarkan pembicaraan penjualan.

 

Mengelola Proses Komunikasi pemasaran terpadu

Komunikasi  pemasaran terpadu adalah konsep perencanaan komunikasi pemasaran yang mengakui nilai tambah suatu rencana yang komprehensif. Rencana semacam ini mengevaluasi peran strategis berbagai disiplin komunikasi-misalnya iklan umum, tanggapan langsung, promosi penjualan, dan hubungan masyarakat, serta menggabungkan disiplin-disiplin ini untuk memberikan kejelasan, konsistensi dan pengaruh maksimum melalui integrasi pesan-pesan yang saling berlainan secara mulus.

Sayangnya, banyak perusahaan masih mengandalkan satu atau dua alat komunikasi. Praktik ini terus dipertahankan meskipun pasar masal telah terpecah-pecah menjadi begitu banyak pasar kecil, yang masing-masing memerlukan pendekatan tersendiri.

 

Mengkoordinasi Media

Koordinasi media dapat terjadi sepanjang dan dalam jenis-jenis media. Saluran komunikasi pribadi dan antarpribadi harus digabungkan untuk mencapai dampak maksimum.

Multi media yang disebarkan dalam satu kerangka waktu yang ditentukan secara ketat dapat meningkatkan jangkauan pesan dan dampaknya.

Riset juga menunjukkan bahwa promosi dapat menjadi lebih efektif bila di gabungkan dengan iklan. Kesadaran dan sikap yang diciptakan oleh kampanye iklan dapat mingkatkan keberhasilan dari tawaran penjualan yang lebih langsung.

Banyak perusahaan mengkoordinasi kegiatan komunikasi online dan offine.

 

Mengimplementasi IMC ( Komunikasi Pemasaran Terpadu )

Komunikasi pemasaran terpadu lambat menguasai karena beberapa alasan. Perusahaan – perusahaan besar sering menggunakan beberapa spesialis untuk bekerja sama dengan manajer mereknya. Masing – masing spesialis hanya mengetahui sedikit tentang alat komunikasi lain. Masalah selanjutnya yang menjadi rumit adalah bahwa banyak perusahaan global menggunakan sejumlah besar agen iklan yang beralokasi di berbagai Negara dan melayani divisi – divisi yang berbeda, yang menghasilkan komunikasi yang tidak terkoordinasi dan penyerapan citra.

Namun dewasa ini, hanya beberapa agen besar benar – benar memperbaiki tawaran terpadunya secara besar – besaran. Untuk mempermudah pembelanjaan satu atap, para agen iklan besar telah membeli agen – agen promosi, perusahaan hubungan masyarakat, konsultasi rancangan kemasan, pengembang situs web, dan kantor surat langsung.

Komunikasi pemasaran terpadu sungguh menghasilkan konsistensi pesan yang lebih kuat dan dampak pejualan yang lebih besar. Hal itu memaksa manajemen memikirkan segala cara bagaimana pelanggan menjalin hubungan dengan perusahaan tersebut, bagimana perusahaan tersebut mengkomunikasikan posisinya, peran penting relative masing – masing sarana, dan masalah ketetapan waktu. Hal itu memberi seseorang tanggung jawab yang sebelumnya tidak ada sama sekali – untuk menyatukan citra merek dan pesan perusahaan tersebut ketika melewati ribuan kegiatan perusahaan. IMC akan meningkatkan kemampuan perusahaan tersebut menjangkau pelanggan yang tepat dengan pesan yang tepat pada saat yang tepat dan ditempat yang tepat.

File Doc:  MARKETING COMMUNICATION YANG EFEKTIF

File PDF: MARKETING COMMUNICATION YANG EFEKTIF

Dosen : Nanang Suryadi, SE, MM (web lecture),learn about Marcom in here

SYARAT-SYARAT PENATAAN PRODUK (DISPLAY)

Nama        : Coniesya Mutiara Fajrina

NIM           : 105020204111003

Kelas         : BA

 

SYARAT-SYARAT PENATAAN PRODUK (DISPLAY)

 

Secara garis besar, tujuan display adalah :
a. Attention dan interest customer Attention dan interest customer artinya menarik perhatian pembeli dilakukan dengan cara menggunakan warna-warna, lampu-lampu dan sebagainya.
b. Desire dan action customer Desire dan action customer artinya untuk menimbulkan keinginan memiliki barang-barang yang dipamerkan di toko tersebut, setelah masuk ke toko, kemudian melakukan pembelian.
Pemajangan barang dagangan (display) bertujuan menarik minat konsumen untuk melihat dan akhirnya membeli produk yang ditawarkan. Secara umum display dapat dibagi menjadi tiga, yaitu:
1. Window Display
Window display yaitu memajang barang-barang, gambar-ganbar kartu harga, symbol-simbol dan sebagainya di bagian depan toko yang disebut etalase. Window display mempunyai beberapa tujuan antara lain :
a. Untuk menarik perhatian konsumen yang lewat.
b. Menyatakan kualitas yang baik atau harga yang murah sebagai ciri khas dari toko tersebut.
c. Memancing perhatian terhadap barang-barang istimewa yang dijual di toko.
d. Untuk menimbulkan impulse buying (dorongan seketika).
e. Agar menimbulkan daya tarik terhadap keseluruhan suasana toko.

2. Interior Display
Interior display yaitu memajangkan barang-barang, gambar-gambar, kartu-kartu harga dan poster-poster di dalam toko. Interior display ada beberapa macam antara lain :
a. Open display
Open display yaitu barang-barang yang dipajangkan pada suatu tempat terbuka sehingga dapat dihampiri dan dipegang, dilihat dan diteliti oleh calon pembeli tanpa bantuan petugas pelayanan.
b. Closed display
Closed display yaitu barang yang dipajangkan dalam suasana tertutup. Barang-barang tersebut tidak dihampiri dan dipegang atau diteliti oleh calon pembeli, kecuali atas bantuan petugas pelayanan. Hal ini bertujuan untuk melindungi barang dari kerusakan, pencurian dan sebagainya.
c. Architectural display
Architectural display yaitu memperlihatkan barang-barang dalam penggunaanya, misalnya di kamar tidur dengan perlengkapannya. Cara ini dapat memperbesar daya tarik karena barang-barang dipertunjukkan secara realistis.
3. Exterior Display
Exterior display yaitu penataan yang dilaksanakan dengan memajangkan barang-barang diluar toko. Display ini mempunyai beberapa fungsi antara lain :
a. Memperkenalkna suatu produk secara cepat dan ekonomis.
b. Membantu para produsen menyalurkan barang-barangnya dengan cepat dan ekonomis.
c. Membantu mengkoordinasikan advertising dan merchandising.
d. Membangun hubungan yang baik dengan masyarakat, misalnya pada hari raya., ulang tahun dan sebagainya.

Syarat display yang baik
Di samping mengacu pada logika konsumen dalam menjalankan aktivitas display, para peritel juga harus memerhatikan aspek-aspek penting lainnya yang merupakan syarat dalam mewujudkan display yang baik, yaitu;
1.Display harus mampu membuat barang-barang yang dipajang menjadimudah dilihat, mudah dicari dan mudah dijangkau. Ketiga hal ini merupakan syarat mutlak yang harus mampu diwujudkan oleh aktivitas display. Jika tidak, display yang menarik dan seatraktif apapun akan sia-sia.
2. Display harus memerhatikan aspek keamanan, baik keamanan bagi pengelola toko dari potensi-potensi kehilangan, maupun keamanan bagi pengunjung (konsumen) yang berada di dalam toko,berkaitan dengan aspek keamanan ini, para peritel biasanya tidak akan menempatkan barang-barang yang mudah pecah di sembarang rak. Barang-barang yang mahal, terutama yang fisik ukurannya kecil biasanya di pajang di etalase. Barang-barang kemasan kaleng yang cukup berat juga biasanya ditempatkan pada shelve paling bawah untuk menghindari resiko timbulnya cedera bagi pengunjung (terutama anak-anak) jika barang tersebut terjatuh.
3. Display yang dilakukan oleh peritel harus informative dan komunikatif, para peritel dapat memanfaatkan alat alat bantu seperti standing poster materials yang lain.
JENIS DAN SPESIFIKASI BARANG
Gambar 1
Barang merupakan atribut secara
Fisik dapat diraba
Menurut Philip Kotler Produk adalah setiap apa saja yang dapat ditawarkan di pasar untuk mendapatkan perhatian, permintaan, pemakaian atau konsumsi yang dapat memenuhi keinginan atau kebutuhan. Ini meliputi benda fisik, jasa, orang, tempat, organisasi dan gagasan. Berdasarkan definisi tersebut dapat diketahui bahwa gagasan pokok dari definisi tersebut ialah bahwa konsumen membeli tidak hanya sekadar atribut fisik, karena pada sasarannya mereka membayar untuk sesuatu yang dapat memuaskan kebutuhan dan keinginan.
Barang adalah atribut dan secara fisik dapat diraba dalam bentuk nyata. Barang-barang tersebut dikelompokkan menjadi dua, antara lain :
1. Kelompok barang berdasarkan kepuasan segera dan kesejahteraan konsumen jangka panjang.
a. Solutari product (barang yang bermanfaat)
Solutary product yaitu barang-barang yang mempunyai daya tarik sangat rendah tetapi dapat memberikan manfaat yang sangat tinggi kepada konsumen dalam jangka panjang, misalnya detergen dengan fosfat rendah.
b. Deficient product (barang yang kurang sempurna)
Deficient product yaitu barang-barang yang tidak mempunyai daya tarik tinggi tetapi tetap mempunyai manfaat untuk konsumen. Misalnya, obat-obatan yang rasanya pahit tetapi manjur mengobati penyakit.
c. Pressing product (barang yang sifatnya menyenangkan)
Pressing product yaitu barang-barang yang segera memberikan kepuasan kepada si pembeli tetapi dapat berakibat sangat buruk bagi pemakai barang tersebut. Misalnya, rokok, minuman keras dan sebagainya.
d. Desirable product (barang yang sangat diperlukan)
Desirable product yaitu barang yang dapat memberikan kepuasan dengan segera dan dapat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Misalnya, makanan dan minuman.
2. Kelompok barang menurut tujuan pemakaian
a. Barang konsumsi
Barang konsumsi merupakan barang-barang yang dapat dibeli untuk konsumsi. Barang konsumsi dibedakan menjadi empat golongan, yaitu :
1) Convenience goods (barang kebutuhan sehari-hari) antara lain dikelompokkan menjadi 4 yaitu :
a) Barang pokok
Barang pokok merupakan barang yang dibeli secara tetap, contoh : beras, sabun, pasta gigi.
b) Barang impulsif
Barang impulsive yaitu barang yang dibeli tanpa perencanaan, contoh : permen, cokelat dan es.
c) Barang darurat
Barang pokok yaitu barang yang dibeli atas dorongan kebutuhan, contoh : paying dimusim hujan.
2) Shopping goods (barang belanjaan)
Merupakan barang yang pembeliannya perlu dipertimbangkan, harga relative mahal, perbandingan mutu dan lain-lain, misalnya mobil, motor, peralatan rumah tangga.
3) Speciality goods (barang khusus)
Merupakan barang dengan ciri khas yang mampu menarik konsumen dalam berbelanja, misalnya mobil mewah.
4) Unshought goods (barang yang tidak dicari)
Merupakan barang-barang yang tidak diketahui atau diketahui konsumen, namun secara normal tidak berpikir untuk membelinya, misalnya asuransi jiwa, tanah kuburan.

b. Barang industri
Barang industri merupakan barang yang dibeli untuk diproses lagi atau untuk kepentingan dalam industri. Konsumen atau pembeli dari barang-barang ini adalah perusahaan, lembaga, organisasi. Barang industri dapat digolongkan sebagai berikut ;
1) Bahan dan suku cadang, barang-barang yang seluruhnya masuk dalam produk jadi.
Misalnya, barang hasil pertanian.
2) Barang modal, barang-barang yang sebagian masuk ke hasil barang jadi akhir. Barang ini meliputi :
a) Instalai yaitu alat produksi utama dalam sebuah pabrik atau perusahaan yang dapat digunakan untuk jangka panjang, misalnya computer, mesin bor.
b) Peralatan ekstra(tambahan) yaitu alat-alat yang dipakai untuk membantu instalasi, misalnya perkakas tangan.
3) Pembekalan dan pelayanan, merupakan padanan dari barang-barang kemudahan di bidang industri karena barang-barang tersebut pada umumnya dibeli dengan usaha minimal dengan dasar pembelian kembali. Misalnya, batu bara, tinta printer dan sebagainya.
3. Barang-barang di supermarket
Barang dikelompokkan menjadi tiga, yaitu barang supermarket, barang fresh, barang fashion. Barang supermarket meliputi :
a. Departemen food ( meliputi semua makanan)
b. Departemen nonfood (meliputi barang selain makanan, misal skin care)
c. Departemen household (perlengkapan rumah tangga)
d. Departemen toys (sarana atau tempat atau barang-barang yang disediakan khusus untuk anak-anak)
e. Departemen stasionary ( meliputi semua peralatan tulis dan kantor)
4. Jenis, Sifat dan Spesifikasi barang.
Jenis barang ditentukan berdasarkan pembagian departemen. Sifat barang ditentukan berdasarkan perbedaan sifat atau karakter antara barang yang satu dengan yang lainnya pada departemen yang sama, misalnya perbedaan sifat drinks atau biscuits yaitu bersifat minuman dan makanan yang sama ada pada departemen food. Spesifikasi barang supermarket adalah perbedaan kualitas dan kuantitas, jenis barang dengan merek yang berbeda dalam satu sifat dan satu departemen, misalnya fruit tea dan fresh tea.
Produk dapat pula dikelompokkan berdasarkan sifat dan manfaatnya. Namun demikian, tentu saja pengelompokkan tidak akan terlepas dari orientasi terhadap jenis produknya. Sebagai contoh berikut ini diketengahkan penyusunan produk pada suatu toko obat/apotik. Pertama-tama, dikelompokkan berdasarkan jenis produknya, apakah sebagai obat-obatan atau vitamin; Selanjutnya, dikelompokkan apakah jenis produk itu sifatnya cair (liquid), tablet atau bubuk kapsul; Kemudian, dikelompokkan berdasarkan manfaatnya, apakah sebagai obat batuk, obat sakit kepala, obat ashma dan sebagainya.
Menggolongkan Barang-Barang
Pengaturan barang perlu disusun dan ditata dengan sebaik-baiknya, serta serapi-rapinya. Kegiatan-kegiatan di dalam mengatur barang dagangan dapat dilakukan dengan menata barang, antara lain:
• Pengelompokan berdasarkan penggunaannya barang,
• Pengelompokan berdasarkan merek barang yang sama
• Pengelompokan berdasarkan ukuran barang,
• Pengelompokan barang-barang kebutuhan konsumen.
1. Pengelompokan dan pengklasifi kasian produk
Tujuan utama dari pengelompokan dan pengklasifikasian produk (barang) adalah untuk memudahkan pengelolaannya. Bagi pihak produsen atau penjual, pengklasifikasian barang akan memudahkan dalam hal:
a. Penyimpanan di gudang,
b. Penataan di ruang pajang,
c. Pengambilan dari gudang atau tempat pemajangan,
d. Pengawasan dan pemeliharaan.
Bagi pihak pembeli, pengklasifikasian barang akan memudahkan untuk memilih atau menyebutkan pesanan.
Pengelompokan dan pengklasifi kasian barang pada suatu toko (store) disebut juga ”Merchant” atau Point Of Sale (POS) biasanya disusun sebagai berikut:
• Merek produk atau pabrik
• Jenis produk
• Spesifik teknis produk
• Kualitas produk
• Warna produk,
atau
• Jenis produk
• Merk atau pabrik produk
• Spesifik produk
• Kualitas produk
• Warna produk
Dalam penyusunan klasifikasi produk, yang paling dominan harus diperhatikan adalah jenis produk, baru memajang lainnya, dan tentu saja dengan tidak melupakan unsur estetika (seni) pada saat menata atau memajangnya, baik pada pajangan luar (exterior display) maupun pada pajangan dalam (interior display).

Upaya untuk menata produk disebut juga dengan istilah Visual Merchandising (VM) yaitu Penataan produk yang tujuannya untuk menarik perhatian konsumen dimana langkah-langkah dalam VM diantaranya dapat dilakukan dengan display dan label.

1. Label harga dan price card
Ketentuan-ketentuan yang harus diperhatikan pada label harga dan price card antara lain :
a. Price card tidak rusak
b. Price card sesuai dengan produk dan diletakkan tepat sesuai antara produk dan fisik barang.

c. Semua produk yang dipajang memiliki label harga dan hal-hal yang harus diperhatikan berkaitan dengan hal ini adalah sebagai berikut :
1) Barang yang di label langsung diproduknya, di dus-nya tidak dilabeli sedangkan di shelving dipasang POP harga barang tersebut.
2) Setiap barang yang di display harus sudah ditempeli label harga.
d. Label harga ditempel rapi di tempatnya dan tidak menutupi produk dan hal-hal yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut :
1) Label harga yang ditempel di barang tidak miring ke kiri atau ke kanan
2) Barang yang sama label harganya, penempelan label harga tersebut juga di tempat yang sama (seragam)
3) Letak label tidak terpaku di sudut kanan atas, tergantung kondisi barang dan yang penting diletakkan di tempat yang sama untuk produk yang sama.

 

2. Display
Pen-display-an yang baik akan mendatangkan hasil yang baik pula. POP merupakan suatu himbauan yang ditujukan kepada pembeli agar timbul keinginan untuk membeli.

a. Brand blocking secara vertikal
Barang blocking secara vertical yaitu penempatan barang supermarket yang sejenis berderet kearah vertikal atau atas bawah dan merek barang juga harus terlihat di bagian muka secara vertical. Penempatan barang secara vertical berarti menempatkan barang :
1) Dari atas ke bawah secara sistematis
2) Disusun sesuai jenis dan klasifikasinya
3) Barang disusun berdasarkan ukuran dari yang terkecil sampai yang terbesar atau sebaliknya
4) Warna barang disusun dari warna muda sampai warna tua atau sebaliknya
5) Harga barang diletakkan dari harga murah ke harga mahal atau sebaliknya
6) Barang disusun dari atas ke bawah atau sebaliknya menurut jenis, kategori, bentuk dan sifatnya.

Penempatan barang dagangan secara vertical dapat dilakukan de berbagai display, seperti berikut ini :
a) Shelving (rak)
Rak barang biasanya digunakan untuk barang dagangan sehari-hari, misalnya pasta gigi, sabun mandi dan sebagainya.
Untuk lebih jelasnya, lihat penataan produk berikut:
Penempatan Produk Secara Vertikal

b) Gondola
Gondola merupakan jenis rak barang yang bentuknya memiliki dua muka dan masing-masing muka mempunyai fungsi yang sama. Gondola dapat digunakan untuk menempatkan barang serupa makanan dan minuman dalam satu kemasan dapat berdiri, seperti susu kemasan, susu kotak dan sebagainya.

b. Brand blocking secara horizontal
Brand blocking secara horizontal yaitu penempatan barang supermarket satu jenis berderet horizontal dari arah kiri ke kanan atau arah melebar dan merek barang harus dapat terlihat dari depan. Adapun kelemahan penempatan barang dagangan secara horizontal adalah sebagai berikut ;
1) Pelanggan mondar-mandir untuk mencari barang yang diperlukannya.
2) Memberikan kesan bahwa terbatasnya barang yang dijual.
3) Barang yang dilihat dan dijangkau pembeli terbatas.
4) Memberikan kesan yang tidak beraturan

 

KETERAMPILAN DALAM MENGINTERPRETASIKAN PERENCANAAN VISUAL PENATAAN PRODUK
Langkah yang harus dilakukan dalam melakukan praktik menginterpretasikan perencanaan VM antara lain :
1. Memilih segmen, target dan positioning pasar.
2. Mengidentifikasi barang supermarket yang akan dijual.
Identifikasi barang dilakukan dengan mengidentifikasi barang dikategorikan berdasrkan jenis, macam dan spesifikasinya.

3. Menata produk sesuai prosedur perusahaan

MERANCANG LAY OUT (TATA LETAK) TOKO

Pengertian dasar lay out adalah suatu situasi sirkulasi/arus pengunjung yang memberikan kemungkinan maksimal bagi pelanggan untuk dapat melihat keseluruhan barang dagangan yang bermacam-macam, dalam sekali pandang.

Ø Tujuan lay out
Lay out bertujuan untuk membantu konsumen dalam berbelanja terhadap barang yang dikehendaki
Ø Fungsi lay out
Lay out berfungsi sebagai pengalokasian tempat perbelanjaan dan pengelompokan produk sesuai dengan kategorinya.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam Lay out antara lain :
1. Memperhatikan produk sesuai dengan kategorinya.
2. Pembagian area penjualan berdasarkan pengelompokan produk.
3. Penempatan posisi kassa berada di pintu keluar.
4. Tata letak yang satu dengan yang lain dibatasi dengan lorong minimal 120 cm.
5. Tata letak rak diatur dan dirancang sedemikian rupa sehingga tidak terlihat ada area yang kosong.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Lay Out:
a. Ukuran dan bentuk ruangan.
b. Lokasi pintu masuk, tangga, koridor, tiang dan lain-lain.
c. Jenis dan jumlah barang dagangan.
d. Jenis operasi toko yang dilaksanakan misalnya self service.
e. Ciri-ciri dan kebiasaan membeli dari pelanggan.
f. Sifat dan jumlah fixtures, counter/Island display.

Pengaturan barang dagangan yang serasi atau harmonis, akan menimbulkan suasana nyaman kepada lingkungan para pegawai toko dan para pembeli. Sebaiknya ruangan toko yang akan menyimpan barang dagangan terbagi menjadi beberapa ruangan berikut sasarannya yang menunjang di dalam pengaturan barang dagangan. Sebaiknya di dalam pengaturan barang dagangan di dalam ruangan toko, adalah sebagai berikut.
a. mempunyai kamar administrasi,
b. mempunyai kamar/ruangan keamanan,
c. selain serasi atau harmonis juga mempunyai ventilasi,
d. mempunyai ruangan etalase yang cukup luas dan menarik. Tempatkanlah etalase, di mana setiap orang yang lewat bisa melihatnya. Etalase merupakan wajah dari toko, maka aturlah wajah sedemikian rupa supaya kelihatan menarik, supaya setiap orang yang lewat meliriknya dan akhirnya tertarik untuk masuk ke dalam toko,
e. sebaiknya di ruangan toko, mempunyai ruang informasi, advis dan tempat penitipan barang-barang,
f. di ruangan toko, mempunyai ruang coba (fitting room),
g. di dalam ruangan toko, ada ruang tunggu yang menyenangkan pembeli,
h. di ruangan toko, ada kamar kecil (WC/Toilet/Rest room),
i. mempunyai ruang pamer yang merupakan tempat untuk menata atau memamerkan barang dagangan,
j. mempunyai ruang tempat penyimpanan barang (running stock),
k. pasanglah pengatur suhu udara (AC) dan diberikan pengharum ruangan serta Tape Recorder dengan lagu-lagu yang sesuai dengan situasi dan kondisi.

Bentuk-Bentuk Lay Out
1. Rak yang berbentuk gang-gang (aisle) lurus dengan gang kembar.
Keuntungannya:
• Memaksimalkan area penjualan dengan mengurangi ruangan yang terbuang.
• Mempermudah menangani kebersihan.
• Mempermudah pengamanan.
2. Rak/fixtures/island yang berbentuk bebas
Misalnya berbentuk sirkuler, persegi delapan, atau meja panjang bujur telur, di mana lalu lintas pembeli bebas bergerak, sehingga lebih banyak barang yang terlihat oleh pembeli. Di samping itu, para calon pembeli menjadi lebih betah berlama-lama di toko.
Kerugian-kerugiannya:
• Karena banyaknya ruangan yang diperuntukkan bagi arus lalu lintas konsumen, ruang yang tersedia untuk barang dagangan menjadi berkurang.
• Pemeliharaan kebersihan dan penanganan keamanan menjadi lebih sulit.

MENYUSUN DIPLAY MENGIKUTI STANDAR PERUSAHAAN
Untuk menyusun display sesuai dengan standar perusahaan maka yang harus dilakukan antara lain :
1. Perencanaan Pen-Display-an
Hal ini dapat dilakukan dengan cara :
a. Memilih segmen, target dan positioning pasar
b. Memilih jenis dan spesifikasi barang yang akan ditata
c. Menata barang sesuai SOP Perusahaan
d. Pelabelan
e. Mempersiapkan peralatan display
f. Pen-display-an
g. Melaksanakan kode etik APLI dan memperhatikan UU No. 8 Tahun 1999 Pasal 7 tentang Perlindungan Konsumen
2. Memonitor Hasil Pen-Display-an
Hal ini dapat dilakukan dengan cara :
a. Evaluasi display produk sesuai perencanaan
b. Identifikasi kerusakan atau perubahan pada display produk
c. Mengatasi setiap perubahan pada display produk
3. Jagalah Display Agar Tetap Sesuai Standar Perusahaan Dan Perencanaan
Hal ini dapat dilakukan dengan cara :
a. Merawat display produk agar tetap bersih dan rapi
b. Merancang display produk agar tetap konsisten terhadap perencanaan penataan produk.
c. Menyusun display mengikuti standar perusahaan.

SIKAP DALAM MENGINTERPRETASIKAN PERENCANAAN VISUAL PENATAN PRODUK
Dalam menginterpretasikan perencanaan visual penataan produk dibutuhkan sikap-sikap yang baik sesuai dengan pedoman dasar SOP, yaitu ;
1. Cermat
Dilakukan dengan cara antara lain :
a. Spesifikasi barang dengan benar
b. Berdiri, duduk dan gerakan sesuai dengan kebutuhan
c. Berbicara jelas dan lantang
d. Lakukan seperti pertama kali
e. Dorong diri dengan kalimat yang bersemangat
f. Berikan perhatian terhadap persoaln interpretasi visual
2. Teliti
Pelayan harus teliti dalam menginterpretasikan visualisasi penatan produk, dapat dilakukan dengan cara ;
a. Memperhatikann setiap proses yang dilaksanakan
b. Amati dengan seksama barang yang telah ditata
c. Periksa dokumen-dokumen barang yang ditata, apakah telah dipasangkan atau belum
3. Bertanggung jawab
Pelayan harus bertanggung jawab dalam menginterpretasikan visualisasi penataan produk sesuai dengan tingkat wewenangnya pada perusahaan tersebut, diantaranya dengan :
a. Menampung masukan mengenai penataan dari supervisor atau kolega
b. Disalurkan pada petugas yang berwenang di perusahaan
c. Meneruskan kembali proses penataan dengan benar.

 

File Doc:  SYARAT DISPLAY

File PDF: SYARAT DISPLAY

Dosen : Nanang Suryadi, SE, MM (web lecture),learn about Marcom in here

CARA MENGUKUR EFEKTIVITAS MARKETING COMMUNICATION

Nama        : Coniesya Mutiara Fajrina

NIM          : 105020204111003

Kelas         : BA

CARA MENGUKUR EFEKTIVITAS MARKETING COMMUNICATION

Setiap perusahaan memiliki metode dan batasan batasan yang berbeda dalam melakukanpengukuran efektivitas.perbedaan pada batasan batasan ini sangat dittentukan pleh ukuranperusahaan, kemampuan perusahaan dan metode pemasaran yang digunakan oleh perusahaantersebut.secara umumnya ada 5 faktor yang bisa mengarahkan tingkat efektivitasan pemasaranyang bisa dicapai oleh pemasar diantaranya :

Strategi Pemasaran

Peningkatan efektivitas pemasaran bisa dicapai dengan menggunakanstrategi pemasaran yang mutakhir. Dengan menempatkan produk atau brand dengan tepat,produk/brand tersebut bisa lebih berhasil di pasar dibandingkan produk / layanan dari pesaing.Meskipun dengan menggunakan strategi yang paling bagus, tenaga pemasar harus menjalankanprogram mereka dengan benar untuk dapat mencapai hasil yang luar biasa.

Kreativitas pemasaran

meskipun tanpa adanya perubahan strategi, kreativitas yang baik dapatmeningkatkan hasil yang ada. Bahkan tanpa melakukan perubahan strategi

Menjalankan pemasaran

pada tingkat pemasaran dengan berbagai level, tenaga pemasarandapat meningkatkan usaha menjalankannya dengan membuat perubahan kecil di beberapa ataukeseluruhan dari 4P ( (Product, Price, Place dan Promotion) (Marketing) tanpa melakukanperubahan terhadap posisi strategi atau pelaksana pemasaran kreatif dapat meningkatkanefektivitasnya dan memberikan peningkatan keuntungan.

Infrastruktur Pemasaran (juga dikenal sebagai Marketing Management)

meningkatkanbisnis pemasaran yang bisa menghasilkan peningkatan yang besar bagi perusahaan. Manajemenuntuk setiap agensi, penentuan anggaran, motivasi, dan koordinasi aktivitas pemasaran dapatmembawa kepada persaingan yang terus meningkat dan meningkatkan hasil yang ada.Akuntabilitas keseluruhan untuk pemimpin brand dan hasil bisnis seringkali tercermin dalamorganisai di bawah sebuah judul departemen (Brand management).

Faktor-faktor Exogenous

Secara umum, duluar kendali para pemasar, faktor-faktor eksternalatau exogenous juga berpengaruh terhadap bagaimana para pemasar dapat meningkatkan hasilmereka. Mendapatkan keuntungan dari musim, tingkat bunga atau peraturan pemerintah yangdapat membantu efektivitas pemasaran mereka .Cara mengukur efektivitasan marketing communication juga bisa dengan menggunakan auditkomunikasi. Konsep audit komunikasi sebagaimana ditawarkan Gerald Goldhaber adalah pemeriksaan diagnosis yang dapat memberikan informasi dini untuk mencegah kehancuran darikesehatan organisasi yang lebih besar‖ (Hardjana, 2000). Pemeriksaan diagnosis tersebut barupakajian mendalam serta menyeluruh tentang sistem komunikasi keorganisasian yang terdiri daridua bagian yang saling berkaitan, yakni komunikasi internal dan komunikasi eksternal. Karenaitu, di samping audit komunikasi internal organisasi, audit Public Relations juga menyangkutaudit corporate image, yaitu mengetahui persepsi masyarakat terhadap kinerja dan personalitiorganisasi atau perusahaan

 

File Doc: CARA MENGUKUR EFEKTIFITAS MARCOM

File PDF: CARA MENGUKUR EFEKTIFITAS MARCOM

Dosen : Nanang Suryadi, SE, MM (web lecture),learn about Marcom in here

Link Teman-Teman Marcom

Link Teman-Teman Marcom

1.         blog.ub.ac.id/dycaokkys/

2.         blog.ub.ac.id/windaini/

3.         blog.ub.ac.id/coniesyamutiara

4.         blog.ub.ac.id/gedy/

5.         blog.ub.ac.id/maskholida/

6.         blog.ub.ac.id/rindya/

7.         blog.ub.ac.id/bunho/

8.         blog.ub.ac.id/iqbaljo/

9.         blog.ub.ac.id/afifirahman/

10.       blog.ub.ac.id/becakgoyang/

11.       blog.ub.ac.id/agungmarreta/

12.       blog.ub.ac.id/ariepratama/

13.       blog.ub.ac.id/hatmadhita/

14.       blog.ub.ac.id/rifkiagungp/

15.       blog.ub.ac.id/faidulmannan/

16.       blog.ub.ac.id/yunatakandhias/

17.       blog.ub.ac.id/danielphewe/

18.       blog.ub.ac.id/rosandiaji/

19.       blog.ub.ac.id/riamaharani/

20.       blog.ub.ac.id/farizpram/

21.       blog.ub.ac.id/isafebrianti/

22.       blog.ub.ac.id/farishuda/

BENTUK-BENTUK PROMOSI

Nama        : Coniesya Mutiara Fajrina

NIM           : 105020204111003

Kelas         : BA

 

BENTUK-BENTUK PROMOSI

 

Promosi adalah kegiatan perusahaan mengkomunikasikan produknya. Komunikasi ini bisa dilakukan dengan cara advertising, direct marketing, sales promotion, dan public relation. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat komunikasi terhadap publik adalah pesan yang jelas, konsisten, dan berpengaruuh kuat terhadap organiasi dan produk serta merknya.

Advertising
Metode ini dapat menjangkau banyak orang dan bisa diulang beberapa kali. Advertising cocok digunakan untuk pasar umum. Sifat komunikasinya adalah satu arah. Dalam membuat iklan pertimbangkan tujuan promosi, biaya iklan, media yang dipilih, timing, dan evaluasi.
Tujuan promosi adalah memberikan informasi. Informasi yang membujuk, mengingatkan, dan memberi tahu. Tujuan iklan ini disesuaikan dengan strategi perusahaan. Iklan yang baik adalah iklan yang memiliki attention, interest, desire, danaction.
Ada beberapa cara menentukan biaya iklan yang akan dikeluarkan. Biaya iklan diukur berdasarkan kemampuan perusahaan untuk membiayai iklan tersebut. Pada dasarnya pengukuran ini dilakukan oleh baik perusahaan besar maupun perusahaan kecil. Kedua, biaya iklan dihitung dari persente penjualan produk perusahaan. Sejak awal perusahaan sudah menentukan bahwa sekian persen dari penjualan digunakan untuk membiayai iklan. Ketiga, perusahaan membandingkan biaya iklannya dengan biaya iklan perusahaan pesaing. Keempat, perusahaan menyesuaikan dengan tujuan dan tugas yang harus dilakukan.
Jumlah konsumen yang hendak dijangkau, berapa kali iklan akan tayang, dan bagaimana dampaknya terhadap konsumen adalah beberapa pertimbangan yang harus dipikirkan sebelum mengambil keputusan tentang media apa yang akan dipilih. Tiap media memiliki kemampuan yang berbeda dalam mempengaruhi dan menjangkau konsumen baik dari segi jumlah maupun karakteristik. Media-media tersebut yaitu koran, tv, surat langsung, radio, iklan di luar ruangan seperti spanduk/baligho, majalah, dan internet. Langkah selanjutnya adalah menentukan tempat media secara spesifik. Contoh sederhana jika perusahaan menjual berlian, perusahaan tersebut tentu akan menggunakan majalah untuk kalangan atas, yang tampak dari harganya.

Public Relation

Public Relation digunakan untuk membangun hubungan baik dengan publik untuk mendapatkan publisitas yang menguntungkan, citra yang baik, dan meluruskan rumor yang kurang baik.
Public Relation raches people who avoid sales people and advertising, can dramatize a company or product, tends to be used ads an afterthought, planned use can be effective and economical. Metode ini tidak hanya iklan tapi juga menjadi memberitahukan visi misi perusahaan. Medianya adalah humas, sponsorship, dan pidato.

Personality symbol adalah imej orang yang digunakan untuk menggambarkan imej perusahaan. Namun, imej orang tersebut tidak menggantikan imej perusahaan maupun produknya. Orang yang imejnya digunakan untuk promosi macam ini disebut endorser.

Personal Selling

Personal Selling adalah presentasi personal oleh tenaga penjualan dan membangun hubungan dengan pelanggan. Cara ini melihatkan interaksi personal antar dua orang atau lebih, membangun hubungan, dan merupakan alat promosi yang mahal. Proses penjualan yang professional adalah sebagai berikut : prospecting, preapproach, approach, presentatioan, dealing with objections, closing the sale, follow up. Barang-barang yang cocok dijual oleh tenaga penjual adalah barang-barang yang harganya mahal.

Orang-orang yang mengerjakannya disebut dengan macam-macam nama : sales person, sales representatif, account executive, sales engineers, dan agen. Peran sales person yaitu menyelidiki masalah yang dimiliki konsumen, menentukan dan merekomendasikan produk yang tepat, menegosiasi ketentuan penjualan, dan membangun hubungan personal jangka panjang. Ada dua jenis tipe penjual order to take, orang yang menunggu pelanggan di toko.

 

File doc:

Bentuk promosi

File Pdf:

Bentuk promosi

 

MENGAPA SAYA MEMILIH MATA KULIAH MARKETING COMMUNICATION?

Nama                   : Coniesya Mutiara Fajrina

NIM           : 105020204111003

Kelas          : BA

 

Mengapa saya memilih mata kuliah marketing communication?

Alasan saya mengambil mata kuliah marketing communication adalah karena marketing communication adalah mata kuliah lanjutan setelah mata kuliah perilaku konsumen.  Dalam konsentrasi marketing tentu mata kuliah ini sangat penting di ambil, dimana kita mempelajari bagaimana berkomunikasi yang baik dalam pemasaran. Saya juga telah bertanya kepada teman dan kakak tingkat bahwa mata kuliah ini sangat berguna  untuk memperdalam ilmu pemasaran.

Marketing merupakan sebuah kegiatan ketika terdapat seorang individu atau sekelompok orang yang memperoleh apa yan g mereka butuhkan dan inginkan melalui penciptaan penawaran dan pertukaran, baik itu baranf atau jasa, maupun nilai dengan pihak lain yang neguntungkan,  sedangkan salah satu pengertian komunikasi adalah kegiatan penyampaian sebuah pesan atau informasi yang disampaikan dan dipahami oleh pihak lain secara bersama.

Marketing komunikasi pun menjadi satu mengingat mereka adalah dua ilmu sosial yang dapat saling bersatu setiap saatnya. Marketing komunikasi diterapkan dalam berbagai hal, dengan objek utamanya adalah marketing. Dengan kegiatan yang saling dan ingun memenuhi kebutuhan maka marketing bisa dikomunikasikan dengan siapa saja. Pada masa sekarang calon konsumen tidak memiliki jarak yang tidak begitu jauh degan konsumen yang tidak potensial. Kegiatan marketing pun bisa dikomunikasikan seiring sejalan

Dengan pengertian tersebut tentu sangat berguna untung mempelajari marketing communication untuk masa depan karir saya yang memiliki passion di marketing.

 

File Doc:

alasan mempelajari markom

 

File Pdf:

alasan mempelajari markom