Taman kota dan standarnya

Posting saya sebelumnya adalah studi kasus yang membahas mengenai salah satu taman kota yang ada di kota tempat saya menuntut ilmu. Sedangkan pada posting kali ini, saya ingin membahas mengenai taman kota secara umum termasuk standar-standar taman kota itu sendiri di mata dunia. Standar taman kota berbeda-beda menurut zona-zona iklim di setiap negara.

(diadopsi dari buku Pengantar kepada Arsitektur Pertamanan karya Michael Laurie)

Standar-standar  taman kota yang dimaksud disini adalah keadaan umum yang harus dipertimbangkan agar kelak dapat dipikirkan pula oleh lembaga-lembaga atau kota lain yang akan membangun fasilitas-fasilitas rekreasi. Standar yang dimaksud lebih mengarah pada pusat rekreasi yang meliputi:

  • skala dan distribusinya

standar ini lebih mengarah kepada tempat rekreasi dengan skala yang sesuai dan jarak tempuh berjalan kaki yang dari kelompok rumah atau blok kota.

  • berada pada lingkungan setempat

Lingkungan yang difokuskan adalah suatu lingkungan sekolah,misal sekolah dasar. Dimana dalam lingkungan setempat terdapat taman raya lingkungan, lapangan bermain, pusat rekreasi,ataupun kombinasi dari ketiganya.

  • menggabungkan taman dengan fasilitas lain

Fasilitas ini sebaiknya menyediakan serangkaian kemungkinan-kemungkinan rekreasi lebih banyak meliputi lapangan besar,  kolam renang, lapangan tennis, pusat seni dan kerajinan tangan, serta tersedianya tempat untuk kegiatan sosial atau perkumpulan.

Pada akhirnya, taman-taman kota dianggap sebagai suatu realisasi dari rekreasi yang disediakan bagi penduduk suatu kota agar dapat memperoleh ketenangan dari kebisingan dan hiruk-pikuk perkotaan.

Fungsi Taman Kota

Secara kasat mata, taman kota nampak sebagai kawasan publik yang menjadi suatu hiasan kota dan juga tempat rekreasi, namun sebenarnya taman kota memiliki beberapa fungsi penting yang mungkin tidak setiap orang menyadarinya.

(Selain coba-coba nanya ke diri sendiri apa fungsi taman kota menurut saya pribadi, ternyata sudah ada yang memikirkannya sebelum saya,hehe. Oleh karena itu, berikut ini adalah penjelasan dari fungsi taman yang saya sadur dari http://deniborin.multiply.com )

Fungsi ekologis, memosisikan taman kota sebagai penyerap dari berbagai polusi yang diakibatkan oleh aktivistas penduduk, seperti meredam kebisingan maupun yang paling significant adalah menyerap kelebihan CO2, untuk kemudian dikembalikan menjadi oksigen (O2).

Selain menghasilkan oksigen, pohon juga berperan besar dalam menetralisir udara, dimana secara fisiologis tumbuhan memiliki kemampuan untuk mengakumulasi logam berat seperti Cu (Tembaga), Zn (Seng), Cd (Cadmium), Pb (Timbal/timah hitam), dan Mn (mangan), yang digunakan sebagai katalisator reaksi metabolisme dan berperan pada pembentukan organ tumbuhan. (www.ecoton.or.id) Selain itu, taman kota menjadi tempat untuk melestarikan berbagai jenis tumbuhan dan hewandalam rangka untuk mempertahankan jenis-jenis tumbuhan dan hewan dari kepunahan, juga untuk menyeimbangkan kehidupan itu sendiri, mengingat tumbuhan, hewan dan juga manusia mempunyai keterkaiatan satu sama lain untuk menjalankan hidupnya, dengan fungsinya masing-masing yang saling mendukung bila dijalankan dengan benar.

Fungsi estetis, dimana taman kota dapat mempercantik estetika sebuah kota. Apalagi dengan mempertahankan keasliannya. Pada kenyataannya dewasa ini, banyak taman kota yang sudah direkayasa sedemikian rupa dengan alasan estetis. Seperti taman-taman yang ada di perempatan atau persimpangan jalan yang tidak begitu luas namun jumlahnya cukup banyak. Taman-taman jenis ini, seperti yang dikatakan Direktur Eksekutif Yayasan Pengembang Biosains dan Bioteknologi (YPBB) David Sutasurya, secara fungsi ekologis tidak begitu berarti. Menurutnya, fungsi estetis itu akan terlahir dengan sendirinya jika taman yang ada tetap mempertahankan keasliannya. Karena pada dasarnya keindahan tersebut akan hadir dengan sendiri, mengingat tanaman memiliki nilai seni yang tidak ternilai terhitung dari proses pertumbuhannya sampai daun-daunnya yang berguguran.

Fungsi yang terakhir adalah fungsi sosial, dimana taman kota menjadi tempat bagi berbagai macam aktivitas sosial seperti berolahraga, rekreasi, diskusi dan lain-lain. Fungsi ini pada dasarnya menjadi kebutuhan warga kota sendiri yang secara naluri membutuhkan ruang terbuka untuk bersosialisasi sekaligus menyerap energi alam. Jika  taman ditingkat desa atau kecamatan bisa menjadi tempat berolahraga dan taman ditingkat kota bisa menjadi sarana rekreasi dan pusat sosialisasi warga kota seperti halnya taman alun-alun kota.

Nah, sekarang sudah jelas bagaimana suatu taman kota perlu dimiliki oleh kota-kota di Indonesia mengingat begitu banyaknya fungsi penting yang ditawarkan, dan tentunya dalam pembuatannya perlu mempertimbangkan standar-standar yang dianjurkan.