March 14th, 2012

Tugas 2 Consumer Behaviour

Nama : Cerlienia Juwita

NIM : 0910220069

Kelas : BB

Dosen : Pak Nanang Suryadi

 

  1. Data dari BPS.GO.ID tentang Jawa Timur

No

Kabupaten/Kota

Jumlah Penduduk

Jumlah/Total

Laki-laki/Male

Perempuan/Female

1

KABUPATENPACITAN

264,112

276,769

540,881

2

KABUPATEN PONOROGO

427,592

427,689

855,281

3

KABUPATEN TRENGGALEK

335,153

339,258

674,411

4

KABUPATEN TULUNGAGUNG

482,811

507,347

990,158

5

KABUPATEN BLITAR

559,475

557,164

1,116,639

6

KABUPATEN KEDIRI

752,852

746,916

1,499,768

7

KABUPATEN MALANG

1,229,773

1,216,445

2,446,218

8

KABUPATEN LUMAJANG

491,521

514,937

1,006,458

9

KABUPATEN JEMBER

1,146,856

1,185,870

2,332,726

10

KABUPATEN BANYUWANGI

774,448

781,63

1,556,078

11

KABUPATEN BONDOWOSO

358,888

377,884

736,772

12

KABUPATEN SITUBONDO

315,912

331,707

647,619

13

KABUPATEN PROBOLINGGO

534,986

561,258

1,096,244

14

KABUPATEN PASURUAN

749,44

763,028

1,512,468

15

KABUPATEN SIDOARJO

975,681

965,816

1,941,497

16

KABUPATEN MOJOKERTO

512,334

513,109

1,025,443

17

KABUPATEN JOMBANG

598,28

604,127

1,202,407

18

KABUPATEN NGANJUK

505,687

511,343

1,017,030

19

KABUPATEN MADIUN

326,907

335,371

662,278

20

KABUPATEN MAGETAN

302,208

318,234

620,442

21

KABUPATEN NGAWI

398,567

419,198

817,765

22

KABUPATEN BOJONEGORO

598,365

611,608

1,209,973

23

KABUPATEN TUBAN

552,593

565,871

1,118,464

24

KABUPATEN LAMONGAN

572,838

606,221

1,179,059

25

KABUPATEN GRESIK

583,721

593,321

1,177,042

26

KABUPATEN BANGKALAN

433,206

473,555

906,761

27

KABUPATEN SAMPANG

427,896

449,876

877,772

28

KABUPATEN PAMEKASAN

386,951

408,967

795,918

29

KABUPATEN SUMENEP

495,896

546,416

1,042,312

30

KOTA KEDIRI

133,884

134,623

268,507

31

KOTA  BLITAR

65,441

66,527

131,968

32

KOTA MALANG

404,553

415,69

820,243

33

KOTA  PROBOLINGGO

106,915

110,147

217,062

34

KOTA  PASURUAN

92,37

93,892

186,262

35

KOTA  MOJOKERTO

59,127

61,069

120,196

36

KOTA  MADIUN

82,738

88,226

170,964

37

KOTA  SURABAYA

1,367,841

1,397,646

2,765,487

38

KOTA BATU

95,698

94,486

190,184

Jumlah/Total

18,503,516

18,973,241

37,476,757

 Sumber: http://www.bps.go.id/aboutus.php?sp=0&kota=35 

Hasil Sensus Penduduk 2010 yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur pada bulan Mei 2010 yang lalu menunjukkan bahwa jumlah penduduk Jatim tahun 2010 mencapai 37.576.011 jiwa. Jumlah ini mencapai sekitar 15,78% dari total jumlah penduduk Indonesia 2010 yang mencapai 237,6 juta jiwa. Sementara laju pertumbuhan penduduk (LPP) Jatim 2010 mencapai 0,75%, naik dari tahun 2009 sebesar 0,52%. Terdapat sedikit perubahan dalam trend LPP Jawa timur selama lima tahun terakhir. Jika mulai tahun 2005 hingga 2009 laju pertumbuhan penduduk Jatim mengalami penurunan, maka menunjukkan adanya peningkatan LPP di tahun 2010.

Data BPS menunjukkan, pada tahun 2005 jumlah penduduk Jatim mencapai 36.481.800 jiwa dengan LPP sebesar 0,97%. Pada tahun 2007 naik menjadi 36.895.571 jiwa dengan LPP turun menjadi 0,56%. Di tahun 2008 dan 2009, jumlahnya mencapai 37.094.836 dan 37.286246 dengan laju pertumbuhannya sebesar 0,54% dan 0,52%. Di tahun 2010, LPP jatim naik menjadi 0,75% dengan jumlahnya yang mencapai 37.476.011 jiwa. Meski demikian, LPP kita masih dibawah 1% dan masih lebih rendah dari nasional yang mencapai 1,49%.

Sementara berdasarkan hasil Sensus Penduduk selama 1971 hingga 2010, LPP jatim mengalami penurunan, dari 1,63% di tahun 1971 menjadi 0,75% di tahun 2010. Sementara prosestase penduduk Jatim juga turun dari 21,43% menjadi 15,78 % terhadap total penduduk Indonesia.

Berdasarkan rasio jenis kelamin, pertambahan penduduk dengan jenis kelamin perempuan mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi, dari jumlah 17.572.726 jiwa di tahun 2000 menajdi 18.987.721 jiwa di tahun 2010. Sementara penduduk laki-laki dari 17.193.272 jiwa di 2000 menjadi 18.488.290 jiwa pada tahun 2010.

Usia Penduduk
         Median umur penduduk Provinsi Jawa Timur tahun 2010 adalah 31,03 tahun. Angka ini menunjukkan bahwa penduduk Provinsi Jawa Timur termasuk kategori tua. Penduduk suatu wilayah dikategorikan penduduk muda bila median umur < 20, penduduk menengah jika median umur 20-30, dan penduduk tua jika median umur > 30 tahun.
Rasio ketergantungan penduduk Provinsi Jawa Timur adalah 46,33. Angka ini menunjukkan bahwa setiap 100 orang usia produktif (15-64 tahun) terdapat sekitar 46 orang usia tidak produkif (0-14 dan 65+), yang menunjukkan banyaknya beban tanggungan penduduk suatu wilayah. Rasio ketergantungan di daerah perkotaan adalah 44,43 sementara di daerah perdesaan 48,10 .
Perkiraan rata-rata umur kawin pertama penduduk laki-laki sebesar 26,6 tahun dan perempuan 22,0 tahun (perhitungan Singulate Mean Age at Marriage/SMAM).
http://sp2010.bps.go.id/index.php/site?id=35&wilayah=Jawa-Timur


Jenis Kelamin Penduduk
Penduduk laki-laki Provinsi Jawa Timur sebanyak 18 503 516 jiwa dan perempuan sebanyak 18 973 241 jiwa. Seks Rasio adalah 98, berarti terdapat 98 laki-laki untuk setiap 100 perempuan.Seks Rasio menurut kabupaten/kota yang terendah adalah Kabupaten Sumenep sebesar 91 dan tertinggi adalah Kota Batu sebesar 101.Seks Rasio pada kelompok umur 0-4 sebesar 105, kelompok umur 5-9 sebesar 106, kelompok umur lima tahunan dari 10 sampai 64 berkisar antara 89 sampai dengan 107, dan dan kelompok umur 65-69 sebesar 85.
http://sp2010.bps.go.id/index.php/site?id=35&wilayah=Jawa-Timur

Pendapatan
§ Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur pada triwulan IV tahun 2011 mengalami kontraksi sebesar – 0,31 persen terhadap triwulan III tahun 2011 (q-to-q). Penurunan hanya terjadi di sektor pertanian sebesar 19,31 persen, sedangkan peningkatan terjadi pada hampir semua sektor dengan pertumbuhan tertinggi di sektor industri pengolahan sebesar 4,47 persen dan terendah di sektor pengangkutan dan komunikasi 1,81 persen.
§Bila dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2010 (y-on-y), PDRB Jawa Timur Triwulan IV-2011 tumbuh sebesar 7,11 persen. Semua sektor tumbuh positif dan yang tertinggi terjadi di sektor pengangkutan dan komunikasi 9,86 persen, diikuti sektor perdagangan, hotel & restoran sebesar 9,69 persen, sedangkan terendah di sektor pertanian sebesar 1,64 persen.
.§ Secara kumulatif (triwulan I s/d triwulan IV), pertumbuhan PDRB Jawa Timur hingga triwulan IV-2011 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2010 (c-to-c) tumbuh 7,22 persen, dimana semua sektor mengalami pertumbuhan positif dan tertinggi di Sektor Pengangkutan dan Komunikasi sebesar 11,44 persen, sedangkan terendah di sektor pertanian sebesar 2,53 persen.
§ Besaran PDRB Jawa Timur atas dasar harga berlaku pada triwulan IV tahun 2011 sebesar Rp 229,76 triliun, sehingga kumulatif sampai dengan triwulan IV tahun 2011 mencapai Rp. 884,14 triliun. Dengan jumlah penduduk pertengahan tahun 2011 sebanyak 37.687.622 jiwa, PDRB per kapita Jawa Timur mencapai Rp. 23,46 juta, atau naik 12,95 persen dibanding PDRB perkapita tahun 2010 yang sebesar Rp. 20,77 juta
§  Struktur perekonomian Jawa Timur sampai dengan Triwulan IV-2011 masih didominasi Sektor Perdagangan, Hotel& Restoran dengan kontribusi sebesar 30,00 persen, diikuti sektor industri pengolahan 27,13 persen dan sektor pertanian 15,39 persen.

http://sp2010.bps.go.id/index.php/site?id=35&wilayah=Jawa-Timur

 

   2. SEGMENTASI PASAR Jawa Timur

          Segmentasi pasar yang dapat dibentuk dari data tersebut diatas adalah segmentasi berdasarkan segmentasi demografis kependudukan. Sebab data-data demografis lebih mudah di dapatkan daripada data-data lainnya. Dari data diatas dapat dibagi target pasar berdasarkan usia,  jenis kelamin, daerah kota atau desa, serta pendapatan di jawa timur berasal dari sektor industri, hotel, restoran, komunikasi, dan pertanian.

 

   3. Karakteristik masing-masing Segmen

Berdasarkan penduduk:

Jumlah penduduk dengan jumlah tertinggi adalah di Kabupaten Malang dengan angka 1,229,773 Laki-laki dan 1,216,445 Perempuan. Kabupaten Jember dengan angka 1,146,856 Laki-laki dan 1,185,870 Perempuan. Sedangkan penduduk dengan jumlah terendah adalah Kota Mojokerto dengan angka 59,127 Laki-laki dan 61,069 Perempuan.

Berdasarkan Wilayah

Dalam data BPS Jatim 2010, terdapat 29 Kabupaten dan 9 Kota yang terdata didalamnya.
Berdasarkan pendapatan:
• Industri : Berada di daerah Probolinggo,Pasuruan, Lawang, Rungkut dan daerah lain yang jauh dari pusat kota dan pemukiman penduduk.
• Hotel : Berada di daerah batu,bromo, kota malang dan daerah lain yang banyak tempat wisata dan pusat kota.
• Restoran : Berada di tempat-tempat ramai seperti daerah tempat kerja dan kantor, dan tempat-tempat rekreasi.
• Komunikasi : Berada pada pusat kota agar masyarakat dapat dengan mudah mendapat pelayanan.
• Pertanian : Berada di daerah pedesaan, sebab pertanian membutuhkan lahan yang luas untuk tumbuh kembang produknya.

    4. Artikel/ jurnal yang membahas tentang Segmentasi (ringkasan)

Manajemen PemasaranDefinisi Segmentasi Pasar
Swastha & Handoko (1997) mengartikan segmentasi pasar sebagai kegiatan membagi–bagi pasar/market yang bersifat heterogen kedalam satuan–satuan pasar yang bersifat homogen.
Sedangkan definisi yang diberikan oleh Pride & Ferrel (1995)mengatakan bahwa segmentasi pasar adalah suatu proses membagi pasar ke dalam segmen-segmen pelanggan potensial dengan kesamaan karakteristik yang menunjukkan adanya kesamaan perilaku pembeli.
Di lain pihak Pride & Ferrel (1995) mendefinisikan segmentasi pasarsebagai suatu proses pembagian pasar keseluruhan menjadi kelompok–kelompok pasar yang terdiri dari orang–orang yang secara relatif memiliki kebutuhan produk yang serupa.
Ada lagi pendapat Swastha & Handoko (1987) yang merumuskan segmentasi pasar adalah suatu tindakan membagi pasar menjadi segmen–segmen pasar tertentu yang dijadikan sasaran penjualan yang akan dicapai dengan marketing mix.
Menurut Kotler, Bowen dan Makens (2002, p.254) pasar terdiri dari pembeli dan pembeli berbeda-beda dalam berbagai hal yang bisa membeli dalam keinginan, sumber daya, lokasi, sikap membeli, dan kebiasaan membeli. Karena masing-masing memiliki kebutuhan dan keinginan yang unik, masing-masing pembeli merupakan pasar potensial tersendiri. Oleh sebab itu penjual idealnya mendisain program pemasarannya tersendiri bagi masing-masing pembeli. Segmentasi yang lengkap membutuhkan biaya yang tinggi, dan kebanyakan pelanggan tidak dapat membeli produk yang benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk itu, perusahaan mencari kelas-kelas pembeli yang lebih besar dengan kebutuhan produk atau tanggapan membeli yang berbeda-beda. Segmen pasar terdiri dari kelompok pelanggan yang memiliki seperangkat keinginan yang sama (Kotler, 2005, p.307.

Manfaat dan Kelemahan Segmentasi

Banyaknya perusahaan yang melakukan segmentasi pasar atas dasar pengelompokkan variabel tertentu. Dengan menggolongkan atau mensegmentasikan pasar seperti itu, dapat dikatakan bahwa secara umum perusahaan mempunyai motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan tingkat penjualan dan yang lebih penting lagi agar operasi perusahaan dalam jangka panjang dapat berkelanjutan dan kompetitif (Porter, 1991).
Manfaat yang lain dengan dilakukannya segmentasi pasar, antara lain:
1. Perusahaan akan dapat mendeteksi secara dini dan tepat mengenai kecenderungan-kecenderungan dalam pasar yang senantiasa berubah.
2. Dapat mendesign produk yang benar-benar sesuai dengan permintaan pasar.
3. Dapat menentukan kampanye dan periklanan yang paling efektif.
4. Dapat mengarahkan dana promosi yang tersedia melalui media yang tepat bagi segmen yang diperkirakan akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar.
5. Dapat digunakan untuk mengukur usaha promosi sesuai dengan masa atau periode-periode dimana reaksi pasar cukup besar.
Gitosudarmo (2000) menambahkan manfaat segmentasi pasar ini, sebagai berikut:
1. Dapat membedakan antara segmen yang satu dengan segmen lainnya.
2. Dapat digunakan untuk mengetahui sifat masing-masing segmen.
3. Dapat digunakan untuk mencari segmen mana yang potensinya paling besar.
4. Dapat digunakan untuk memilih segmen mana yang akan dijadikan pasar sasaran.
Sekalipun tindakan segmentasi memiliki sederetan keuntungan dan manfaat, namun juga mengandung sejumlah resiko yang sekaligus merupakan kelemahan-kelemahan dari tindakan segmentasi itu sendiri, antara lain:
1. Biaya produksi akan lebih tinggi, karena jangka waktu proses produksi lebih pendek.
2. Biaya penelitian/ riset pasar akan bertambah searah dengan banyaknya ragam dan macam segmen pasar yang ditetapkan.
3. Biaya promosi akan menjadi lebih tinggi, ketika sejumlah media tidak menyediakan diskon.
4. Kemungkinan akan menghadapi pesaing yang membidik segmen serupa.
Bahkan mungkin akan terjadi persaingan yang tidak sehat, misalnya kanibalisme sesama produsen untuk produk dan segmen yang sama.

Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Melakukan Segmentasi

Pengusaha yang melakukan segmentasi pasar akan berusaha mengelompokkan konsumen kedalam beberapa segmen yang secara relatif memiliki sifat-sifat homogen dan kemudian memperlakukan masing-masing segmen dengan cara atau pelayanan yang berbeda.
Seberapa jauh pengelompokkan itu harus dilakukan, nampaknya banyak faktor yang terlebih dahulu perlu dicermati. Faktor-faktor tersebut antara lain sebagai berikut:
1. Variabel-Variabel Segmentasi
Sebagaimana diketahui bahwa konsumen memiliki berbagai dimensi yang dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan segmentasi pasar. Penggunaan dasar segmentasi yang tepat dan berdaya guna akan lebih dapat menjamin keberhasilan suatu rencana strategis pemasaran. Salah satu dimensi yang dipandang memiliki peranan utama dalam menentukan segmentasi pasar adalah variabel-variabel yang terkandung dalam segmentasi itu sendiri, dan oleh sebab ituperlu dipelajari.
Dalam hubungan ini Kotler (1995) mengklasifikasikan jenis-jenis variabel segmentasi sebagai berikut:
1.Segmentasi Geografi
Segmentasi ini membagi pasar menjadi unit-unit geografi yang berbeda, seperti negara, propinsi, kabupaten, kota, wilayah, daerah atau kawasan. Jadi dengan segmentasi ini, pemasar memperoleh kepastian kemana atau dimana produk ini harus dipasarkan.
2. Segmentasi Demografi
Segmentasi ini memberikan gambaran bagi pemasar kepada siapa produk ini harus ditawarkan. Jawaban atas pertanyaan kepada siapa dapat berkonotasi pada umur, jenis kelamin, jumlah anggota keluarga, siklus kehidupan keluarga seperti anak-anak, remaja, dewasa, kawin/ belum kawin, keluarga muda dengan satu anak, keluarga dengan dua anak, keluarga yang anak-anaknya sudah bekerja dan seterusnya. Dapat pula berkonotasi pada tingkat penghasilan, pendidikan, jenis pekerjaan, pengalaman, agama dan keturunan
misalnya: Jawa, Madura, Bali, Manado, Cina dan sebagainya.
3. Segmentasi Psikografi
Pada segmentasi ini pembeli dibagi menjadi kelompok-kelompok berdasarkan:
a. Status sosial, misalnya: pemimpin masyarakat, pendidik, golongan elite, golongan menengah, golongan rendah.
b. Gaya hidup misalnya: modern, tradisional, kuno, boros, hemat, mewah dan sebagainya.
c. Kepribadian, misalnya: penggemar, pecandu atau pemerhati suatu produk.
4. Segmentasi Tingkah Laku
Segmentasi tingkah laku mengelompokkan pembeli berdasarkan pada pengetahuan, sikap, penggunaan atau reaksi mereka terhadap suatu produk. Banyak pemasar yakin bahwa variabel tingkah laku merupakan awal paling baik untuk membentuk segmen pasar.
Segmentasi perilaku dapat diukur menggunakan indikator sebagai berikut (Armstrong, 1997):
1. Manfaat yang dicari
Salah satu bentuk segmentasi yang ampuh adalah mengelompokkan pembeli menurut manfaat berbeda yang mereka cari dari produk. Segmentasi manfaat menuntut ditemukannya manfaat utama yang dicari orang dalam kelas produk, jenis orang yang mencari setiap manfaat dan merek utama yang mempunyai setiap manfaat. Perusahaan dapat menggunakan segmentasi manfaat untuk memperjelas segmen manfaat yang mereka inginkan, karakteristiknya serta merek utama yang bersaing. Mereka juga dapat mencari manfaat baru dan meluncurkan merek yang memberikan manfaat tersebut.
2. Status Pengguna
Pasar dapat disegmentasikan menjadi kelompok bukan pengguna, mantan pengguna, pengguna potensial, pengguna pertama kali dan pengguna regular dari suatu produk. Pengguna potensial dan pengguna regular mungkin memerlukan imbauan pemasaran yang berbeda.
3. Tingkat Pemakaian
Pasar dapat juga disegmentasikan menjadi kelompok pengguna ringan, menengah dan berat. Jumlah pengguna berat sering kali hanya persentase kecil dari seluruh pasar, tetapi menghasilkan persentase yang tinggi dari total pembelian. Pengguna produk dibagi menjadi dua bagian sama banyak, sebagian pengguna ringan dan sebagian lagi pengguna berat menurut tingkat pembelian dari produk spesifik.
4. Status Loyalitas
Sebuah pasar dapat juga disegmentasikan berdasarkan loyalitas konsumen. Konsumen dapat loyal terhadap merek, toko dan perusahaan. Pembeli dapat dibagi menjadi beberapa kelompok menurut tingkat loyalitas mereka. Beberapa konsumen benar-benar loyal, mereka selalu membeli satu macam merek. Kelompok lain agak loyal,mereka loyal pada dua merek atau lebih dari satu produk atau menyukai satu merek tetapi kadang-kadang membeli merek lain. Pembeli lain tidak menunjukkan loyalitas pada merek apapun. Mereka mungkin ingin sesuatu yang baru setiap kali atau mereka membeli apapun yang diobral.

  5. Iklan dan Segmentasinya

[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=lFVLbpvP5sE&feature=related[/youtube]

Menurut pendapat saya visualisasi iklan diatas sangatlah bagus dan menarik. Iklan ini menggambarkan seorang wanita yang sedang pindahan rumah. Wanita itu, kesulitan untuk mengangkat barang-barang pindahannya kerumah barunya karena saking banyaknya, dan setiap orang yang lewat didepannya tidak ada satu pun yang  membantunya, lalu tiba-tiba dia punya ide agar dapat membuat orang-orang tersebut membantunya yaitu dengan cara menyikat giginya dengan produk baru  pepsodent yaitu pepsodent white now yang dapat membuat gigi seketika menjadi putih dan bersih, lalu tidak segan lagi dia untuk tersenyum kepada orang-orang yang lewat disekitarnya agar mau membantunya mengangkat barang-barangnya, dan terbukti karena melihat senyum giginya yang putih semua orang tersebut membantunya.

Iklan tersebut ditujukan kepada para konsumen yang memiliki warna gigi  kurang cemerlang dan memberitahu alternative yang tepat bagaimana agar warna gigi konsumen dapat putih seketika saat akan menemui orang.

Menurut saya, dari segi positioning iklan pepsodent  ini, sudah tepat. Karena bagi saya iklan ini sangat menarik, unik dan lucu. Sehingga mudah di pahami dan di ingat oleh para calon penggunanya. Pepsodent berusaha memberikan produk perawatan gigi yang terbaik dan mudah terjangkau oleh calon pembeli. Tidak hanya itu, pada iklan-iklan pepsodent yang lainnya juga memberikan pesan moral yang ada dalam iklan-iklan promosinya dan selalu ditujukan pada segmen umur dan kebutuhan konsumen yang berbeda-beda.

 

Uncategorized , ,