Archive

Archive for March, 2012

Tugas 4 : Consumer Behaviour

March 27th, 2012
Comments Off on Tugas 4 : Consumer Behaviour

Tugas 4

Nama : Cerlienia Juwita

Nim : 0910220069

Kelas : BB

Mata  Kuliah : Perilaku Konsumen

Dosen : Pak Nanang Suryadi

1.     Beberapa Tipe Kepribadian Seseorang

Kepribadian adalah keseluruhan cara di mana seorang individu bereaksi dan berinteraksi dengan individu lain. Kepribadian paling sering dideskripsikan dalam istilah sifat yang bisa diukur yang ditunjukkan oleh seseorang.

Kepribadian manusia selalu menjadi tema yang menarik untuk dicari tahu. Ini dilakukan untuk mengetahui “seperti apa sesungguhnya kepribadian diri kita ini..”

Berikut adalah beberapa tipe kepribadian seseorang:

1. Perfeksionis
Tipe ini adalah tipe orang yang termotivasi oleh kebutuhan untuk hidup dengan benar, memperbaiki diri sendiri dan orang lain dan menghindari marah.

2. Setia
Tipe ini adalah tipe orang yang penuh pertimbangan, hati-hati, teliti dan akurat. Serius, tenang, stabil namun sensitif. Ramah, perhatian pada perasaan & kebutuhan orang lain, setia, kooperatif, pendengar yang baik. Punya kemampuan mengorganisasi, detail, teliti, sangat bertanggungjawab & bisa diandalkan.

3. Disiplin
Tipe ini adalah tipe orang yang praktis, realistis, berpegang pada fakta, dengan dorongan alamiah untuk bisnis dan mekanistis. Sangat sistematis, procedural dan terencana. Disiplin, on time dan pekerja keras. Konservatif dan cenderung kaku. Tidak tertarik pada subject yang tidak berguna baginya, tapi dapat menyesuaikan diri jika diperlukan. Senang mengorganisir sesuatu. Bisa menjadi administrator yang baik jika mereka ingat untuk memperhatikan perasaan dan perspektif orang lain.

4. Penolong
Tipe ini adalah tipe orang yang dimotivasi oleh kebutuhan untuk dicintai dan dihargai, mengekspresikan perasaan positif pada orang lain, dan menghindari kesan membutuhkan.

5. Bertanggungjawab
Tipe ini adalah tipe orang yang serius, tenang, stabil, damai, tekun teratur, menepati janji, dapat diandalkan & bertanggung jawab. Senang pada fakta, logis, obyektif, praktis & realistis. Menjadi pendengar yang baik, setia, hanya mau berbagi dengan orang dekat. Memegang aturan, standar & prosedur dengan teguh.

6. Meyakinkan
Tipe ini adalah tipe orang yang kreatif, imajinatif, peka, sensitive, loyal. Pada umumnya peduli pada apa kata orang atau apa yang orang lain inginkan dan cenderung melakukan sesuatu dengan memperhatikan perasaan orang lain. Pandai bergaul, meyakinkan, ramah, fun, populer, simpatik. Responsif pada kritik dan pujian. Menyukai variasi dan tantangan baru. Butuh apresiasi dan penerimaan.

7. Pengejar
Prestasi Tipe ini adalah tipe orang yang pengejar prestasi termotivasi oleh kebutuhan untuk menjadi orang yang produktif, meraih kesuksesan, dan terhindar dari kegagalan.

8. Idealis
Tipe ini adalah ipe orang yang sangat perhatian dan peka dengan perasaan orang lain. Penuh dengan antusiasme dan kesetiaan, tapi biasanya hanya untuk orang dekat. Peduli pada banyak hal. Cenderung mengambil terlalu banyak dan menyelesaikan sebagian dan cenderung idealis dan perfeksionis. Berpikir win-win solution, mempercayai dan mengoptimalkan orang lain.

9. Romantis
Tipe ini adalah tipe orang yang romantis termotivasi oleh kebutuhan untuk memahami perasaan diri sendiri serta dipahami orang lain, menemukan makna hidup, dan menghindari citra diri yang biasa-biasa saja.

10. Spontan
Tipe ini adalah tipe orang yang spontan, Aktif, Enerjik, Cekatan, Cepat, Sigap, Antusias, Fun dan penuh variasi. Komunikator, asertif, to the point, ceplas-ceplos, berkarisma, punya interpersonal skill yang baik. Baik dalam pemecahan masalah langsung di tempat. Mampu menghadapi masalah, konflik dan kritik. Tidak khawatir, menikmati apapun yang terjadi. Cenderung untuk menyukai sesuatu yang mekanistis, kegiatan bersama dan olahraga. Mudah beradaptasi, toleran, pada umumnya konservatif tentang nilai-nilai. Tidak suka penjelasan terlalu panjang. Paling baik dalam hal-hal nyata yang dapat dilakukan.

11. Pengamat
Tipe ini adalah tipe orang yang termotivasi oleh kebutuhan untuk mengetahui segala sesuatu dan alam semesta, merasa cukup dengan diri sendiri dan menjaga jarak, serta menghindari kesan bodoh atau tidak memiliki jawaban.

12. Murah Hati
Tipe ini adalah tipe orang yang outgoing, easygoing, mudah berteman, bersahabat, sangat sosial, ramah, hangat, & menyenangkan. Optimis, ceria, antusias, fun, menghibur, suka menjadi perhatian. Punya interpersonal skill yang baik, murah hati, mudah simpatik dan mengenali perasaan orang lain. Menghindari konflik dan menjaga keharmonisan suatu hubungan. Mengetahui apa yang terjadi di sekelilingnya dan ikut serta dalam kegiatan tersebut.

13. Pencemas
Tipe ini adalah tipe orang yang termotivasi oleh kebutuhan untuk mendapatkan persetujuan, merasa diperhatikan, dan terhindar dari kesan pemberontak.

14. Optimis
Tipe ini adalah tipe orang yang ramah, hangat, enerjik, optimis, antusias, semangat tinggi, fun. Imaginatif, penuh ide, kreatif, inovatif. Mampu beradaptasi dengan beragam situasi dan perubahan. Pandai berkomunikasi, senang bersosialisasi & membawa suasana positif. Mudah membaca perasaan dan kebutuhan orang lain.

15. Petualang
Tipe ini adalah tipe orang yang termotivasi oleh kebutuhan untuk merasa bahagia serta merencanakan hal-hal menyenangkan, memberi sumbangsih pada dunia, dan terhindar dari derita dan dukacita.

16. Kreatif
Tipe ini adalah tipe orang yang gesit, kreatif, inovatif, cerdik, logis, baik dalam banyak hal. Banyak bicara dan punya kemampuan debat yang baik. Bisa berargumentasi untuk senang-senang saja tanpa merasa bersalah. Fleksibel. Punya banyak cara untuk memecahkan masalah dan tantangan. Kurang konsisten. Cenderung untuk melakukan hal baru yang menarik hati setelah melakukan sesuatu yang lain. Punya keinginan kuat untuk mengembangkan diri.

17. Pejuang
Tipe ini adalah tipe orang yang termotivasi oleh kebutuhan untuk dapat mengandalkan diri sendiri, kuat, memberi pengaruh pada dunia, dan terhindar dari kesan lemah.

18. Harmonis
Tipe ini adalah tipe orang yang hangat, banyak bicara, populer, dilahirkan untuk bekerjasama, suportif dan anggota kelompok yang aktif. Membutuhkan keseimbangan dan baik dalam menciptakan harmoni. Selalu melakukan sesuatu yang manis bagi orang lain. Kerja dengan baik dalam situasi yang mendukung dan memujinya. Santai, easy going, sederhana, tidak berfikir panjang. Teliti dan rajin merawat apa yang ia miliki.

19. Pendiam
Tipe ini adalah tipe orang yang dimotivasi oleh kebutuhan untuk menjaga kedamaian, menyatu dengan orang lain dan menghindari konflik.

20. Pragmatis
Tipe ini adalah tipe orang yang tenang, pendiam, cenderung kaku, dingin, hati-hati, penuh pertimbangan, logis, rasional, kritis, obyektif, mampu mengesampingkan perasaan. Mampu menghadapi perubahan mendadak dengan cepat dan tenang. Percaya diri, tegas dan mampu menghadapi perbedaan maupun kritik. Mampu menganalisa, mengorganisir, & mendelegasikan. Problem solver yang baik terutama untuk masalah teknis & keadaan mendadak.

21. Artistik
Tipe ini adalah tipe orang yang berpikiran simpel & praktis, fleksibel, sensitif, ramah, tidak menonjolkan diri, rendah hati pada kemampuannya. Menghindari konflik, tidak memaksakan pendapat atau nilai-nilainya pada orang lain. Biasanya tidak mau memimpin tetapi menjadi pengikut dan pelaksana yang setia. Seringkali santai menyelesaikan sesuatu, karena sangat menikmati apa yang terjadi saat ini. Menunjukkan perhatian lebih banyak melalui tindakan dibandingkan kata-kata.

22. Reflektif
Tipe ini adalah tipe orang yang perhatian, empati, sensitif & berkomitmen terhadap sebuah hubungan. Sukses karena ketekunan, originalitas dan keinginan kuat untuk melakukan apa saja yang diperlukan termasuk memberikan yg terbaik dalam pekerjaan. Idealis, perfeksionis, memegang teguh prinsip. Visioner, penuh ide, kreatif, suka merenung dan inspiring. Biasanya diikuti dan dihormati karena kejelasan visi serta dedikasi pada hal-hal baik.

23. Independen
Tipe ini adalah tipe orang yang visioner, punya perencanaan praktis, & biasanya memiliki ide-ide original serta dorongan kuat untuk mencapainya, mandiri dan percaya diri. Punya kemampuan analisa yang bagus serta menyederhanakan sesuatu yang rumit dan abstrak menjadi sesuatu yang praktis, mudah difahami & dipraktekkan. Skeptis, kritis, logis, menentukan (determinatif) dan kadang keras kepala. Punya keinginan untuk berkembang serta selalu ingin lebih maju dari orang lain. Kritik & konflik tidak menjadi masalah berarti.

24. Konseptual
Tipe ini adalah tipe orang yang sangat menghargai intelektualitas dan pengetahuan. Menikmati hal-hal teoritis dan ilmiah. Senang memecahkan masalah dengan logika dan analisa. Diam dan menahan diri. Lebih suka bekerja sendiri dan cenderung kritis, skeptis, mudah curiga dan pesimis. Tidak suka memimpin dan bisa menjadi pengikut yang tidak banyak menuntut dan cenderung memiliki minat yang jelas.

25. Pemimpin Alami
Tipe ini adalah tipe orang yang tegas, asertif, to the point, jujur terus terang, obyektif, kritis, & punya standard tinggi. Dominan, kuat kemauannya, perfeksionis dan kompetitif. Tangguh, disiplin, dan sangat menghargai komitmen. Cenderung menutupi perasaan dan menyembunyikan kelemahan. Berkarisma, komunikasi baik, mampu menggerakkan orang. Berbakat pemimpin.

2.     Beberapa Teori tentang Kepribadian

Macam-macam Teori Psikologi Kepribadian :

1. Piaget Tahapan Pengembangan Kognitif
Teori Jean Piaget tentang  perkembangan kognitif tetap salah satu yang paling sering dikutip dalam psikologi, meskipun menjadi subjek kritik yang cukup. Sementara banyak aspek teori tidak teruji oleh waktu, namun ide intinya tetap penting hari ini: anak-anak berpikir berbeda daripada orang dewasa. Pelajari lebih lanjut tentang teori Piaget terobosan dan kontribusi penting dibuat untuk pemahaman kita tentang pengembangan kepribadian.

2. Freud Tahapan Pembangunan Psikoseksual 
Selain menjadi salah satu terbaik tahu pemikir di bidang pengembangan kepribadian, Sigmund Freud tetap salah satu yang paling kontroversial. Pada tahap teori terkenal tentang perkembangan psikoseksual, Freud menyarankan bahwa kepribadian berkembang secara bertahap yang berkaitan dengan zona erotis tertentu. Kegagalan untuk berhasil menyelesaikan tahap ini, ia menyarankan, akan menyebabkan masalah kepribadian di masa dewasa.

3. Freud Struktural Model Kepribadian 
Konsep Freud tentang id, ego dan superego telah menjadi terkenal dalam budaya populer, meski kurangnya dukungan dan skeptisisme besar dari banyak peneliti. Menurut Freud, tiga unsur dari kepribadian-yang dikenal sebagai id, ego, dan superego-bekerja sama untuk menciptakan perilaku manusia yang kompleks.

4. Erikson Tahapan Pembangunan Psikososial 
Teori Erik Erikson tentang delapan tahap perkembangan manusia adalah salah satu teori terbaik yang dikenal dalam psikologi. Sementara teori didasarkan pada tahapan Freud tentang perkembangan psikoseksual, Erikson memilih untuk fokus pada pentingnya hubungan sosial pada pengembangan kepribadian. Teori ini juga melampaui masa kanak-kanak untuk melihat perkembangan di seluruh umur.

Seringkali kita mendengar uraian dari psikolog bahwa kepribadian seseorang terbentuk karena lingkungannya. Bila lingkungan kurang baik seorang anak yang tinggal sejak kecil hingga remaja bisa terpengaruh oleh lingkungan tersebut. Jika lingkungan alim, bisa jadi si anak akan jadi anak yang shaleh. Ini hanya sekedar gambaran bagaimana kepribadian tumbuh karena lingkungan dan proses pendewasaan seseorang. Akan tetapi, ada seorang Psikolog yang berbeda dari pandangan di atas. Dia adalah Taylor Hartman Ph.D., si penulis buku “The Color Code” yang cukup terkenal itu, setidaknya di dunia psikologi.
Menurut Taylor Hartman, kepribadian adalah bawaan sejak lahir. Setiap anak lahir dengan rangkaian sifat-sifat kepribadian yang unik. Tanyakanlah pada perempuan mana saja yang sudah melahirkan dua anak atau lebih, dan ia akan membenarkan kenyataan bahwa ketika masih berada dalam kandungan anak-anaknya menunjukkan tanda-tanda perbedaan dalam perilaku mereka.

Ada yang “menuntut” lebih banyak ruang gerak, menggigit tali plasenta, dan menolak menerima beraneka makanan yang dipilih ibu. Lainnya dia dengan tenang, senang tidak perlu membereskan tempat tidur atau memasak makanan dan berpikir,”Hei, mungkin aku bisa menumpang dua elas bulan dalam perut ibu ini!”  Setiap orang tahu bahwa tidak ada dua sidik jari yang sama. Bagaimana mungkin kita percaya bahwa kepribadian manusia kurang individual dari sidik jari?  Ada psikolog yang berteori bahwa kepribadian seorang anak belum terbentuk sepenuhnya sampai umur lima tahun. Lainnya melangkah lebih jauh, mereka berkata kepribadian berkembang perlahan-lahan melalui proses seumur hidup penemuan dan pendewasaan.

Dalam hal ini, Taylor Hartman ia tidak sependapat. “Saya kira ketika beberapa kolega saya menggunakan kata kepribadian, maksud mereka sebenarnya adalah “sejarah pribadi”.  “Saya percaya bahwa setiap kepribadian sudah lengkap saat pembuahan dan berada dalam jiwa setiap anak. Itu sudah hadir bersama dengan berbagai sifat yang diturunkan secara genetic, seperti warna rambut dan golongan darah, walaupun kepribadian itu sendiri tidak diwarisi dari orangtua seseorang. Juga tidak dibentuk oleh lingkungan. Ilmuwan belum menemukan semua factor yang menentukan komposisi kita sebelum lahir. Tetapi ini tidak perlu mencegah kita memakai apa yang sudah kita ketahui untuk memperbaiki diri kita dan hubungannya,” kata Hartman. Menurutnya, ” Kepribadian yang sudah ada di dalam kandungan, akan mendapat kesempatan tumbuh setelah lahir.

3.     Beberapa Artikel tentang Kepribadian itu berpengaruh atau tidak

Artikel 1 : Self Development And How To Be A Winner in Life dapat dilihat pada http://www.1888articles.com/self-development-and-how-to-be-a-winner-in-life-0126451.html

“Didalam artikel ini menunjukkan bahwa pengembangan diri dan kepribadian dapat menjadikan seseorang  sebagai pemenang dalam hidup. Hal ini menunjukkan bahwa kepribadian diri mempengaruhi  kehidupan seseorang.”

Artikel 2 : The Powers of a Positive Attitude dapat dilihat pada http://www.1888articles.com/the-powers-of-a-positive-attitude-0130086.html

“Didalam artikel ini menunjukkan bahwa kepribadian  yang positif dapat menjadi sebuah kekuatan bagi seseorang   dalam hidup. Hal ini menunjukkan bahwa kepribadian diri mempengaruhi  kekuatan dalam diri seseorang.”

 

Artikel 3 : Spiritual Growth and Development dapat dilihat pada http://www.1888articles.com/spiritual-growth-and-development-0138251.html

“Didalam artikel ini menunjukkan bahwa kepribadian  spiritual juga dapat mempengaruhi pertumbuhan seseorang  didalam hidupnya. Hal ini menunjukkan bahwa kepribadian diri mempengaruhi  pertumbuhan seseorang.”

 

Artikel 4 : Self Confidence Affirmations dapat dilihat pada http://www.1888articles.com/self-confidence-affirmations-0137964.html

“Didalam artikel ini menunjukkan bahwa kepercayaan diri merupakn kepribadian yang  dapat menjadikan seseorang  sebagai seseorang yang lebih maju dan tegas. Hal ini menunjukkan bahwa kepribadian diri mempengaruhi  kepercayaan diri  seseorang terhadap kehidupannya.”

 

Artikel 5 : The Problem Mentality Syndrome dapat dilihat pada http://www.1888articles.com/the-problem-mentality-syndrome-0148464.html

“Didalam artikel ini menunjukkan bahwa kepribadian dapat mempengaruhi mentalitas seseorang  dalam menghadapi masalah didalam hidupnya. Hal ini menunjukkan bahwa kepribadian diri mempengaruhi  mentalitas bertahan seseorang terhadap masalah yang terjadi dalam hidupnya.”

 

atau……

Jurnal 1 : Person perception and the evaluation of Aboriginal topical art: How to change stereotypes

Knud S. Larsen (Oregan State University) dapat dilihat pada 

http://www.sbp-journal.com/index.php/sbp/article/view/252

“berisikan tentang pengaruh kepribadian seseorang terhadap penilaian akan seni dan bagaimana cara mengubah stereotip seseorang”

Jurnal 2 : Gender differences in performance on the Stroop Test

Khader Baroun, PhD (Kuwait University, Kuwait), Bader Mohammed Alansari, PhD ( Kuwait University, Kuwait) dapat dilihat pada http://www.sbp-journal.com/index.php/sbp/article/view/1477

“berisikan tentang perbedaan gender mempengaruhi kepribadian dan tindakan serta kinerja seseorang”

Jurnal 3 : Confounding variables within “referral controls” for children with histories of sexual stimulation by adults: Implications for erroneous attributions from “childhood sexual abuse”

Michael A. Persinger, PhD (Laurentian University, Sudbury, Ontario, Canada) dapat dilihat pada http://www.sbp-journal.com/index.php/sbp/article/view/1736

“berisikan tentang penyimpangan yang dilakukan oleh orang dewasa dapat mempengaruhi pertumbuhan kepribadian seorang anak, dalam jurnal ini penyimpangan tersebut diidentifikasi sebagai pelecehan seksual yang dapat mempengaruhi kepribadiaan seorang anak dikemudian hari”

Jurnal 4 : Taiwan Chinese managers’ personality: is Confucian influence on the wane?

Amy Lai Yu Wonga*Graham H. Shawb & David K.C. Ngpages 1108-1123 dapat dilihat pada http://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/09585191003783546

“berisikan tentang kepribadian para manajer China dalam konteks Taiwan,terbentuk oleh tradisi Cina, telah dimoderasi sebagai tanggapan terhadap pengalaman karir mereka, bagi mereka kepribadian dapat dimoderasimelalui reformasi ekonomi. Selain itu jurnal ini juga membahas tentang penilaian mereka tentang  seberapa jauh kepribadian mereka masih dibentuk oleh nilai-nilai Konfusianisme yang sudah sangat mempengaruhi tradisi Cina,dan seberapa jauh ia telah mengalami perubahan yang telah terjadi melalui modernisasi dan reformasi ekonomi.”

Jurnal 5 : Personality traits, affective commitment, documentation of knowledge, and knowledge sharing

Birgit RenzlbTodd MooradiancGeorg von Kroghd & Julia Muellerpages 296-310 dapat dilihat pada http://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/09585192.2011.540156

“berisikan tentang sifat kepribadian yaitu Keramahan dan kesadaran, untuk berbagi pengetahuan melalui komitmen afektif dan dokumentasi pengetahuan mempengaruhi komitmen afektif individu untuk organisasi baik komitmen afektif dan kesadaran memprediksi dokumentasi pengetahuan dan komitmen afektif dan dokumentasi berbagi pengetahuan mempengaruhi pengetahuan. Hal ini membuktikan bahwa kepribadiaan seseorang berpengaruh terhadap perkembangan individu itu sendiri dan lingkungannya.”

Consumer Behaviour , ,

Tugas 3 Consumer Behaviour

March 21st, 2012

Dikerjakan oleh : Cerlienia Juwita

Nim : 0910220069

Kelas : BB

Dosen : Pak Nanang Suryadi 

Mata Kuliah : Perilaku Konsumen 

 

1. IKLAN POCARI SWEAT Versi SEPEDA

[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=PBUjDus3MDA[/youtube]

Dahsyatnya iklan pocari sweat. Ini yang saya rasakan semenjak Iklan ini diputar kerap membuat saya memalingkan mata. Bahkan menjadi pembicaraan hangat di beberapa situs jejaring sosial. Iklan ini terasa ringan, santai dan “mengena”. Mari kita lihat kenapa iklan pocari sweat saya katakan dahsyat :

1. Intensitas : sering, karena  iklan ini kerap muncul dan menurut saya sering sekali muncul. Saking seringnya iklan ini diputar sehingga menjadi pembicaraan di berbagai media sosial. Setidaknya target untuk menarik perhatian konsumen melalui intensitas iklan tercapai.

 

2. Trend : tampaknya pihak pocari melihat peluang dibalik trend sepeda fixie yang sedang mewabah di Indonesia. Pemanfaatan trend sepeda dikombinasikan dengan keunggulan produknya dinilai tepat oleh konsumen. Trend fixie yang bertujuan untuk hidup sehat dan memiliki tujuan untuk  dikombinasikan dengan manfaat produk pocari.

3. Jingle : jingle merupakan background lagu yang digunakan untuk mengidentifikasi suatu produk dalam iklan televisi. Tidak jarang produk yang sukses karena jingle mereka disukai oleh masyarakat. Nah, iklan pocari kali ini membawa jingle yang dilantunkan denan bahasa jepang. Jingle dalam iklan ini seolah menggambarkan secara tidak langsung bahwa pocari itu berasal dari negara jepang. Dan tidak sedikit masyarakat yang mengira iklan pocari ini diambil di negara jepang padahal iklan ini diambil di Cape Town Afrika Selatan.  Dan yang paling penting, jingle ini enak didengar serta langsung mengingatkan kita akan produk  pocari.

 

4. Motivasi :  kekuatan terakhir yang saya identifikasi dari iklan ini adalah bahwa pocari menggambarkan para konsumennya sebagai generasi yang cantik, berenergi serta stylish. Walaupun tidak tersirat secara langsung, namun iklan ini memperlihatkan bahwa iklan wanita cantik itu minum pocari. Dan sebagai tambahan info, semua model iklan ini berasal dari Indonesia. Tidak ada yang menyangka karena hampir semua konsumen berpikir ini adalah iklan impor.

Demikian kekuatan sebuah iklan. Iklan yang baik mengkombinasikan trend, motivasi dan intensitas untuk menjaring konsumennya. Namun yang perlu digaris bawahi adalah bahwa salah satu tujuan iklan jaman sekarang adalah menjadikan iklan tersebut bahan perbincangan di situs jejaring sosial karena itu akan menjadi media promosi gratis untuk mereka.

* teori yang mendukung :

Teori yang melandasi – Teori McIntosh dan Murphy

Dilihat dari motivasi seseorang untuk melakukan kegiatan leisure, McIntosh dan Murphy (dalam Pitana:2005), mengelompokkannya kedalam empat kelompok, yang terdiri dari: (1)Physical Motivation: Orang-orang “mereka” yang terdorong ber-leisure oleh karena alasan fisik; relaksasi, kesehatan, kenyamanan, olahraga, santai dan sebagainya. (2)Cultural Motivation: Mereka Ingin mengenang dan mengenal budaya lain, mereka seolah-olah akan berada di dunia lain dalam kontek waktu atau zaman. (3)Social Motivation: Mereka termotivasi oleh kegiatan sosial seperti mengunjungi keluarga di kampung “pulang kampung” mengunjungi teman, atau bahkan menjenguk orang sakit. (4)Fantasy Motivation: Mereka yang berusaha mewujudkan sesuatu yang telah atau sedang mereka hayalkan, berusaha lepas dari rutinitas kesehariannya.

 

2. IKLAN PANTENE Nature Care

[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=fLnfO9dyHRA[/youtube]

Iklan ini bercerita tentang  seorang wanita yang mengeluh pada dirinya tentang rambutnya yang kusam lalu ia mencoba menggunakan produk baru pantene yang berasal dari bahan-bahan alam dan ia merasakan perbedaannya, rambutnya menjadi mengembang dan berkilau sehat. Didalam iklan ini motivasi yang ingin disampaikan pada konsumen adalah agar para wanita yang memiliki rambut kusam dan kasar dapat mempertimbangkan untuk memakai produk terbaru pantene ini, sehingga banyak wanita yang menggunakan shampoo ini sehingga produk semakin laris.

* teori yang mendukung adalah teori insting yaitu teori yang berpendapat bahwa tindakan merupakan refleks dan instingtif yang dirasakan oleh seseorang. Tidak semua tingkah laku dapat direncanakan sebelumnya dan dapat dikontrol oleh pikiran, terkadang ide muncul begitu saja.

 

3. IKLAN LUX Magic Spell – Luna

[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=YyFkK_yAfFU[/youtube]

 

Iklan ini menggambarkan tentang :

“ Luna si gadis biasa, lincah alami, rambut lurus, memakai baju panjang tertutup. Ringkas cerita Luna menemukan batu berwarna ungu yang ternyata sebuah sabun Lux. Setelah Luna mandi memakai sabun Lux tampilan Luna berubah. Dandanan mencolok, rambut keriting seksi, baju dengan dada superrendah, rok mini, dan berjalan dengan berlenggak-lenggok. Luna wanita biasa menjadi pusat perhatian laki-laki dan membuat seorang kakek hampir terkena serangan jantung bahkan hewan jantan seperti beruang dan tupai terpesona melihat kecantikan Luna.”

Motivasi yang ingin disampaikan iklan ini terhadap konsumen adalah wewangian sabun Lux dapat membuat orang yang biasa saja terlihat cantik dan membuat semua mata memandang, hal ini dibuat untuk mempengaruhi dan mempersuai para wanita agar mau membeli produk Lux tersebut.

*teori yang mendukukung adalah Teori Motivasi Dua-faktor Herzberg: Menurut Herzberg, motivasi seorang melakukan kegiatan atau tindakan adalah usaha untuk mencapai tingkat kepuasaan (faktor motivasi) atau untuk menekan rasa ketidak puasan.

 

 

Secara umum :

Motivasi konsumen terhadap suatu barang
MOTIVASI.
Motivasi adalah dorongan internal untuk melakukan tindakan sesuatu sebagai usaha pemenuh kebutuhan. Di dalam kehidupan ini manusia perlu memenuhi kebutuhan, di antaranya kebutuhan fisik psikis dan hasrat. Oleh karena itu kita harus mempunyai motivasi dalam hidup ini agar tercapai semua hal yang kita inginkan. Menurut sumber yang kami dapat .teori motivasi paling di kenal adalah teori kognitif tentang kebutuhan manusia dari abraham H.Maslow(1973) dan Herzberg.
Dimana masing masing teori tersebut di jelaskan sebagai berikut.
Teori motivasi kebutuhan maslow: Motivasi kegiatan seseorang adalah usaha untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pribadi yang bertingkat-tingkat.yaitu kebutuhan fisik, keamana,sosialisai,penghargaan dan jati diri.pemenuhan kebutuhan tersebut di lakukan secara progresif
Teori Motivasi Dua-faktor Herzberg: Menurut Herzberg, motivasi seorang melakukan kegiatan atau tindakan adalah usaha untuk mencapai tingkat kepuasaan (faktor motivasi) atau untuk menekan rasa ketidak puasan.
Menurut teori di atas dapat di simpulkan bahwa banyak perilaku pembelian terhadap keputusan konsumen yang berbeda-beda.
Di dalam membahas motivasi konsumen terhadap suatu barang . kita perlu mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pembelian, diantaranya adalah faktor budaya,factor social,dan factor pribadi. hal ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah motivasi konsumen terhadap suatu barang yang akan di gunakan. Berikut adalah penjelasanya.
1.Faktor budaya memiliki pengaruh yang luas dan mendalam terhadap perilaku pembelian konsumen, karena budaya adalah penentu keinginan dan perilaku yang paling mendasar.
2.Faktor social adalah segi tambahan atas faktor budaya perilaku seorang konsumen di pengaruhi oleh faktor-faktor social seperti keluarga sertyperan dan status.
3.faktor pribadi. Keputusan pembeli juga di pengaruhi oleh karakteristi pribadi. Karakteristik tersebut adalah usia dan tahap siklus hidup,pekerjaan, keadaan ekonomi ,gaya hidup, serta kepribadian dan konsep diri pembeli.

 

Consumer Behaviour ,

Tugas 1 Consumer Behaviour

March 21st, 2012
Comments Off on Tugas 1 Consumer Behaviour

Tugas Perilaku Konsumen

Tugas
Mata Kuliah : Perilaku Konsumen
Nama : Cerlienia Juwita
Kelas : BB
Dosen : Pak Nanang Suryadi
Nim : 0910220069

1. Evolusi Konsep Marketing :
• Marketing : Konsep pemasaran berorientasikan terhadap pemenuhan keperluan dan kemahuan pengguna dengan efektif.
• Selling : Konsep Penjualan berorientasikan terhadap penjualan produk melalui kaedah pemasaran yang lebih agresif.
• Product : Konsep Produk adalah berasaskan kepada prinsip bahwa pengguna akan menghargai dan lebih mengutamakan produk yang menawarkan kualitas, prestasi dan ciri-ciri inovatif yang terbaik.
• Production : Konsep Produksi adalah berasaskan kepercayaan bahwa pengguna lebih berminat membeli produk yang berharga murah serta mudah diperolehi.
2. Marketing Mix
Konsep marketing mix merupakan salah satu konsep dalam pemasaran modern pada saat sekarang ini. Dimana konsep tersebut adalah salah satu kegiatan pemasaran yang sangat menentukan keberhasilan perusahaan dalam mengejar maksimum profit.
Kotler (1985 : 45-48) mengemukakan bahwa marketing mix dapat dibagi menjadi 4 P sebagai berikut :
1. Product (Produk)
2 . Price (Harga)
3 . Place (distribusi/tempat)
4. Promotion (promosi)
Keempat produk di atas merupakan penentu dalam menganalisa pasar secara keseluruhan, selanjutnya penulis akan menguraikan keempat komponen di atas sebagai berikut :
1. Product (produk)
Produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan pada suatu pasar guna mendapatkan perhatian untuk dimiliki, digunakan, dikonsumsi yang dapat memuaskan kebutuhan.
2. Price (harga)
Harga merupakan alat untuk mengukur nilai suatu barang, harga bagi produsen merupakan penentu bagi permintaan pasar dan mempengaruhi posisi pesaing perusahaan dalam merebut konsumen.
3. Place (distribusi/tempat)
Produk yang telah dihasilkan oleh suatu perusahaan akan lebih berguna bagi kensumen/pembeli apabila produk tersebut tersedia pada tempat dan saat dimana saja dibutuhkan.
Dalam hal ini produsen mempunyai 3 alternatif yaitu:
a.Distribusi Insentif
Distribusi ini dapat digunakan oleh para produsen yang menjual komponen perusahaan yang berusaha menggunakan penyalur terutama pengecer sebanyak-banyaknya untuk mendekati para konsumen.
b. Distribusi Selektif
Perusahaan yang menggunakan distribusi ini berusaha memilih sejumlah pedagang besar atau pengecer, agen yang terbatas dalam suatu daerah.
c. Distribusi Ekslusif
Saluran ini dilakukan oleh perusahaan dan hanya menggunakan suatu pedagang besar atau pengecer dalam daerah tertentu.

4 Promotion (promosi)
Promosi adalah suatu usaha perusahaan atau individu memberikan informasi dan mempengaruhi serta menarik konsumen sicara lansung terhadap produk yang dihasilkan.
Promosi adalah cara yang efektif dalam merebut konsumen dipasaran.

3. STP
a. Segmentasi Pasar
Menurut Kotler (2006 : 281) adalah:
“Segmentasi pasar merupakan pembagian sebuah pasar kedalam kelompok-kelompok pembeli yang khas berdasarkan kebutuhan, karakteristik, atau prilaku yang memiliki kesamaan kebutuhan dan atau kesamaan karakter yang memiliki respon yang sama dalam membelanjakan uangnya”
Segmentation: Adalah upaya memetakan atau pasar dengan memilah-milahkan konsumen sesuai persamaan di antara mereka. Pemilahan ini bisa berdasarkan usia, tempat tinggal, penghasilan, gaya hidup, atau bagaimana cara mereka mengkonsumsi produk.

b. Targeting
Merupakan ukuran dan pertumbuhan segmen, daya tarik segmen, serta sasaran dan sumber daya yang dimiliki perusahaan.
Targeting: Setelah memetakan pasar, tahap targeting seperti namanya adalah membidik kelompok konsumen mana yang akan kita sasar.

c. Positioning
Positioning adalah apa yang kita inginkan ada di benak konsumen ketika mereka mendengar brand kita. Positioning ini berkaitan dengan persepsi. Persepsi ini harus bisa unik sehingga pelanggan bisa langsung membedakan antara brand kita dan brand pesaing kita.
Positioning: Apabila target pasar sudah jelas, positioning adalah bagaimana kita menjelaskan posisi produk kepada konsumen. Apa beda produk kita dibandingkan kompetitor dan apa saja keunggulannya.

4. Konsep Kepuasan, kesetiaan konsumen
Kepuasan dapat diartikan sebagai antara layanan atau hasil yang diterima itu paling tidak harus sama dengan harapan konsumen atau bahkan melebihinya. Dalam era kompetisi bisnis yang ketat seperti sekarang, kepuasan pelanggan merupakan hal yang utama, pelanggan diibaratkan seorang raja yang harus dilayani namun hal ini bukan berarti menyerahkan segala-galanya kepada pelanggan. Usaha memuaskan kebutuhan pelanggan harus dilakukan secara menguntungkan atau bersifat win-win situation yaitu keadaan dimana kedua belah pihak merasa menang dan tidak ada yang dirugikan.
Nilai pelanggan, kepuasan pelanggan dan retensi pelanggan.
1. Nilai Pelanggan (customer delivered value) adalah selisih antara pelanggan total dengan biaya pelanggan total.
2. Kepuasan pelanggan, perasaan senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah membandingkan antara persepsi/kesannya terhadap kinerja (atau hasil) suatu produk dan harapannya
3. Retensi pelanggan, tujuan menyeluruh dari nilai pelanggan tersedia secara berkelanjutan dan lebih efektif dari pada pesaing akan memberikan kepuasan pelanggan yang tinggi.
Menurut Kotler (2003 : 140) Hubungan antara kepuasan dan loyalitas adalah saat dimana konsumen mencapai tingkat kepuasan tertinggi yang menimbulkan ikatan emosi yang kuatdan komitmen jangka panjang dengan merek perusahaan.
Dalam mengukur kesetiaan, diperlukan beberapa attribut yaitu :
1. Mengatakan hal yang positif tentang perusahaan kepada orang lain
2. Merekomendasikan perusahaan kepada orang lain yang meminta saran
3. Mempertimbangkan bahwa perusahaan merupakan pilihan pertama dalam melakukan pembelian jasa
4. Melakukan lebih banyak bisnis atau pembelian dengan perusahaan beberapa tahun mendatang.

5. Etika dan Tanggung Jawab Sosial
Etika (ethics) adalah kode prinsip dan nilai moral yang membangun perilaku seseorang atau sebuah kelompok yang berhubungan dengan benar dan salah.
Pengertian Tanggung Jawab Sosial (CSR)
Suatu konsep bahwa organisasi,khususnya (namun bukan hanya) perusahaan adalah memiliki tanggung jawabterhadap konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas, dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan.

6. Pengaruh teknologi informasi terhadap konsumen
• Konsumer menjadi lebih kuat
• Konsumer mempunyai akses informasi yang lebih dari pada sebelumnya.
• Pemasar harus menawarkan produk/jasa lebih baik dari sebelumnya.
• Pertukaran antara konsumen dan pemasar meningkat secara interaktif dan instan.
• Pemasar dapat memperoleh informasi tentang konsumer dengan lebih cepat dan mudah.
• Dapat menjangkau wilayah yang sangat luas
7. Perbedaan penelitian kuantitatif dan kualiatif
• Penelitian Kualitatif
Merupakan penelitian yang menggunakan data yang berbentuk kalimat, kata atau gambar atau data yang bukan dalam bentuk skala rasio, tetapi dalam bentuk skala yang lebih rendah yaitu : skala ordinal dan atau skala nominal.
• Penelitian Kuantitatif
Adalah penelitian yang lebih berdasarkan pada data yang dapat dihitung untuk menghasilkan suatu penaksiran. Isi rencana analisis data selalu didasarkan pada rencana penelitian yang telah dirumuskan dan data yang sudah siap diolah.
8. Skala Pengukuran merupakan kesepakatan yang digunakan sebagai acuan untuk menentukan panjang pendeknya interval yang ada dalam alat ukur, sehingga alat ukur tersebut bila digunakan dalam pengukuran akan menghasilkan data kuantitatif.
Macam-macam Skala Pengukuran :
1. Skala Nominal : Skala nominal hanya bisa membedakan sesuatu yang bersifat kualitatif atau kategoris, misalnya jenis kelamin, agama, dan warna kulit.
2. Skala Ordinal : Skala ordinal selain membedakan sesuatu juga menunjukkan tingkatan, misalnya pendidikan dan tingkat kepuasan pengguna.
3. Skala Interval : Skala interval berupa angka kuantitatif namun tidak memiliki nilai nol mutlak sehingga titik nol dapat digeser sesuka orang yang mengukur, misalnya tahun dan suhu dalam Celcius.
4. Skala Rasio : Skala rasio berupa angka kuantitatif yang memiliki nilai nol mutlak dan tidak dapat digeser sesukanya, misalnya adalah suhu dalam Kelvin, panjang, dan massa.

Consumer Behaviour ,

Tugas 2 Consumer Behaviour

March 21st, 2012
Comments Off on Tugas 2 Consumer Behaviour

Tugas 2 Consumer Behaviour

Nama : Cerlienia Juwita

NIM : 0910220069

Kelas : BB

Mata Kuliah : Perilaku Konsumen 

Dosen : Pak Nanang Suryadi

 

  1. Data dari BPS.GO.ID tentang Jawa Timur

No

Kabupaten/Kota

Jumlah Penduduk

Jumlah/Total

Laki-laki/Male

Perempuan/Female

1

KABUPATENPACITAN

264,112

276,769

540,881

2

KABUPATEN PONOROGO

427,592

427,689

855,281

3

KABUPATEN TRENGGALEK

335,153

339,258

674,411

4

KABUPATEN TULUNGAGUNG

482,811

507,347

990,158

5

KABUPATEN BLITAR

559,475

557,164

1,116,639

6

KABUPATEN KEDIRI

752,852

746,916

1,499,768

7

KABUPATEN MALANG

1,229,773

1,216,445

2,446,218

8

KABUPATEN LUMAJANG

491,521

514,937

1,006,458

9

KABUPATEN JEMBER

1,146,856

1,185,870

2,332,726

10

KABUPATEN BANYUWANGI

774,448

781,63

1,556,078

11

KABUPATEN BONDOWOSO

358,888

377,884

736,772

12

KABUPATEN SITUBONDO

315,912

331,707

647,619

13

KABUPATEN PROBOLINGGO

534,986

561,258

1,096,244

14

KABUPATEN PASURUAN

749,44

763,028

1,512,468

15

KABUPATEN SIDOARJO

975,681

965,816

1,941,497

16

KABUPATEN MOJOKERTO

512,334

513,109

1,025,443

17

KABUPATEN JOMBANG

598,28

604,127

1,202,407

18

KABUPATEN NGANJUK

505,687

511,343

1,017,030

19

KABUPATEN MADIUN

326,907

335,371

662,278

20

KABUPATEN MAGETAN

302,208

318,234

620,442

21

KABUPATEN NGAWI

398,567

419,198

817,765

22

KABUPATEN BOJONEGORO

598,365

611,608

1,209,973

23

KABUPATEN TUBAN

552,593

565,871

1,118,464

24

KABUPATEN LAMONGAN

572,838

606,221

1,179,059

25

KABUPATEN GRESIK

583,721

593,321

1,177,042

26

KABUPATEN BANGKALAN

433,206

473,555

906,761

27

KABUPATEN SAMPANG

427,896

449,876

877,772

28

KABUPATEN PAMEKASAN

386,951

408,967

795,918

29

KABUPATEN SUMENEP

495,896

546,416

1,042,312

30

KOTA KEDIRI

133,884

134,623

268,507

31

KOTA  BLITAR

65,441

66,527

131,968

32

KOTA MALANG

404,553

415,69

820,243

33

KOTA  PROBOLINGGO

106,915

110,147

217,062

34

KOTA  PASURUAN

92,37

93,892

186,262

35

KOTA  MOJOKERTO

59,127

61,069

120,196

36

KOTA  MADIUN

82,738

88,226

170,964

37

KOTA  SURABAYA

1,367,841

1,397,646

2,765,487

38

KOTA BATU

95,698

94,486

190,184

Jumlah/Total

18,503,516

18,973,241

37,476,757

 Sumber: http://www.bps.go.id/aboutus.php?sp=0&kota=35 

Hasil Sensus Penduduk 2010 yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur pada bulan Mei 2010 yang lalu menunjukkan bahwa jumlah penduduk Jatim tahun 2010 mencapai 37.576.011 jiwa. Jumlah ini mencapai sekitar 15,78% dari total jumlah penduduk Indonesia 2010 yang mencapai 237,6 juta jiwa. Sementara laju pertumbuhan penduduk (LPP) Jatim 2010 mencapai 0,75%, naik dari tahun 2009 sebesar 0,52%. Terdapat sedikit perubahan dalam trend LPP Jawa timur selama lima tahun terakhir. Jika mulai tahun 2005 hingga 2009 laju pertumbuhan penduduk Jatim mengalami penurunan, maka menunjukkan adanya peningkatan LPP di tahun 2010.

Data BPS menunjukkan, pada tahun 2005 jumlah penduduk Jatim mencapai 36.481.800 jiwa dengan LPP sebesar 0,97%. Pada tahun 2007 naik menjadi 36.895.571 jiwa dengan LPP turun menjadi 0,56%. Di tahun 2008 dan 2009, jumlahnya mencapai 37.094.836 dan 37.286246 dengan laju pertumbuhannya sebesar 0,54% dan 0,52%. Di tahun 2010, LPP jatim naik menjadi 0,75% dengan jumlahnya yang mencapai 37.476.011 jiwa. Meski demikian, LPP kita masih dibawah 1% dan masih lebih rendah dari nasional yang mencapai 1,49%.

Sementara berdasarkan hasil Sensus Penduduk selama 1971 hingga 2010, LPP jatim mengalami penurunan, dari 1,63% di tahun 1971 menjadi 0,75% di tahun 2010. Sementara prosestase penduduk Jatim juga turun dari 21,43% menjadi 15,78 % terhadap total penduduk Indonesia.

Berdasarkan rasio jenis kelamin, pertambahan penduduk dengan jenis kelamin perempuan mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi, dari jumlah 17.572.726 jiwa di tahun 2000 menajdi 18.987.721 jiwa di tahun 2010. Sementara penduduk laki-laki dari 17.193.272 jiwa di 2000 menjadi 18.488.290 jiwa pada tahun 2010.

Usia Penduduk
         Median umur penduduk Provinsi Jawa Timur tahun 2010 adalah 31,03 tahun. Angka ini menunjukkan bahwa penduduk Provinsi Jawa Timur termasuk kategori tua. Penduduk suatu wilayah dikategorikan penduduk muda bila median umur < 20, penduduk menengah jika median umur 20-30, dan penduduk tua jika median umur > 30 tahun.
Rasio ketergantungan penduduk Provinsi Jawa Timur adalah 46,33. Angka ini menunjukkan bahwa setiap 100 orang usia produktif (15-64 tahun) terdapat sekitar 46 orang usia tidak produkif (0-14 dan 65+), yang menunjukkan banyaknya beban tanggungan penduduk suatu wilayah. Rasio ketergantungan di daerah perkotaan adalah 44,43 sementara di daerah perdesaan 48,10 .
Perkiraan rata-rata umur kawin pertama penduduk laki-laki sebesar 26,6 tahun dan perempuan 22,0 tahun (perhitungan Singulate Mean Age at Marriage/SMAM).
http://sp2010.bps.go.id/index.php/site?id=35&wilayah=Jawa-Timur


Jenis Kelamin Penduduk
Penduduk laki-laki Provinsi Jawa Timur sebanyak 18 503 516 jiwa dan perempuan sebanyak 18 973 241 jiwa. Seks Rasio adalah 98, berarti terdapat 98 laki-laki untuk setiap 100 perempuan.Seks Rasio menurut kabupaten/kota yang terendah adalah Kabupaten Sumenep sebesar 91 dan tertinggi adalah Kota Batu sebesar 101.Seks Rasio pada kelompok umur 0-4 sebesar 105, kelompok umur 5-9 sebesar 106, kelompok umur lima tahunan dari 10 sampai 64 berkisar antara 89 sampai dengan 107, dan dan kelompok umur 65-69 sebesar 85.
http://sp2010.bps.go.id/index.php/site?id=35&wilayah=Jawa-Timur

Pendapatan
§ Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur pada triwulan IV tahun 2011 mengalami kontraksi sebesar – 0,31 persen terhadap triwulan III tahun 2011 (q-to-q). Penurunan hanya terjadi di sektor pertanian sebesar 19,31 persen, sedangkan peningkatan terjadi pada hampir semua sektor dengan pertumbuhan tertinggi di sektor industri pengolahan sebesar 4,47 persen dan terendah di sektor pengangkutan dan komunikasi 1,81 persen.
§Bila dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2010 (y-on-y), PDRB Jawa Timur Triwulan IV-2011 tumbuh sebesar 7,11 persen. Semua sektor tumbuh positif dan yang tertinggi terjadi di sektor pengangkutan dan komunikasi 9,86 persen, diikuti sektor perdagangan, hotel & restoran sebesar 9,69 persen, sedangkan terendah di sektor pertanian sebesar 1,64 persen.
.§ Secara kumulatif (triwulan I s/d triwulan IV), pertumbuhan PDRB Jawa Timur hingga triwulan IV-2011 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2010 (c-to-c) tumbuh 7,22 persen, dimana semua sektor mengalami pertumbuhan positif dan tertinggi di Sektor Pengangkutan dan Komunikasi sebesar 11,44 persen, sedangkan terendah di sektor pertanian sebesar 2,53 persen.
§ Besaran PDRB Jawa Timur atas dasar harga berlaku pada triwulan IV tahun 2011 sebesar Rp 229,76 triliun, sehingga kumulatif sampai dengan triwulan IV tahun 2011 mencapai Rp. 884,14 triliun. Dengan jumlah penduduk pertengahan tahun 2011 sebanyak 37.687.622 jiwa, PDRB per kapita Jawa Timur mencapai Rp. 23,46 juta, atau naik 12,95 persen dibanding PDRB perkapita tahun 2010 yang sebesar Rp. 20,77 juta
§  Struktur perekonomian Jawa Timur sampai dengan Triwulan IV-2011 masih didominasi Sektor Perdagangan, Hotel& Restoran dengan kontribusi sebesar 30,00 persen, diikuti sektor industri pengolahan 27,13 persen dan sektor pertanian 15,39 persen.

http://sp2010.bps.go.id/index.php/site?id=35&wilayah=Jawa-Timur

 

   2. SEGMENTASI PASAR Jawa Timur

          Segmentasi pasar yang dapat dibentuk dari data tersebut diatas adalah segmentasi berdasarkan segmentasi demografis kependudukan. Sebab data-data demografis lebih mudah di dapatkan daripada data-data lainnya. Dari data diatas dapat dibagi target pasar berdasarkan usia,  jenis kelamin, daerah kota atau desa, serta pendapatan di jawa timur berasal dari sektor industri, hotel, restoran, komunikasi, dan pertanian.

 

   3. Karakteristik masing-masing Segmen

Berdasarkan penduduk:

Jumlah penduduk dengan jumlah tertinggi adalah di Kabupaten Malang dengan angka 1,229,773 Laki-laki dan 1,216,445 Perempuan. Kabupaten Jember dengan angka 1,146,856 Laki-laki dan 1,185,870 Perempuan. Sedangkan penduduk dengan jumlah terendah adalah Kota Mojokerto dengan angka 59,127 Laki-laki dan 61,069 Perempuan.

Berdasarkan Wilayah

Dalam data BPS Jatim 2010, terdapat 29 Kabupaten dan 9 Kota yang terdata didalamnya.
Berdasarkan pendapatan:
• Industri : Berada di daerah Probolinggo,Pasuruan, Lawang, Rungkut dan daerah lain yang jauh dari pusat kota dan pemukiman penduduk.
• Hotel : Berada di daerah batu,bromo, kota malang dan daerah lain yang banyak tempat wisata dan pusat kota.
• Restoran : Berada di tempat-tempat ramai seperti daerah tempat kerja dan kantor, dan tempat-tempat rekreasi.
• Komunikasi : Berada pada pusat kota agar masyarakat dapat dengan mudah mendapat pelayanan.
• Pertanian : Berada di daerah pedesaan, sebab pertanian membutuhkan lahan yang luas untuk tumbuh kembang produknya.

    4. Artikel/ jurnal yang membahas tentang Segmentasi (ringkasan)

Manajemen PemasaranDefinisi Segmentasi Pasar
Swastha & Handoko (1997) mengartikan segmentasi pasar sebagai kegiatan membagi–bagi pasar/market yang bersifat heterogen kedalam satuan–satuan pasar yang bersifat homogen.
Sedangkan definisi yang diberikan oleh Pride & Ferrel (1995)mengatakan bahwa segmentasi pasar adalah suatu proses membagi pasar ke dalam segmen-segmen pelanggan potensial dengan kesamaan karakteristik yang menunjukkan adanya kesamaan perilaku pembeli.
Di lain pihak Pride & Ferrel (1995) mendefinisikan segmentasi pasarsebagai suatu proses pembagian pasar keseluruhan menjadi kelompok–kelompok pasar yang terdiri dari orang–orang yang secara relatif memiliki kebutuhan produk yang serupa.
Ada lagi pendapat Swastha & Handoko (1987) yang merumuskan segmentasi pasar adalah suatu tindakan membagi pasar menjadi segmen–segmen pasar tertentu yang dijadikan sasaran penjualan yang akan dicapai dengan marketing mix.
Menurut Kotler, Bowen dan Makens (2002, p.254) pasar terdiri dari pembeli dan pembeli berbeda-beda dalam berbagai hal yang bisa membeli dalam keinginan, sumber daya, lokasi, sikap membeli, dan kebiasaan membeli. Karena masing-masing memiliki kebutuhan dan keinginan yang unik, masing-masing pembeli merupakan pasar potensial tersendiri. Oleh sebab itu penjual idealnya mendisain program pemasarannya tersendiri bagi masing-masing pembeli. Segmentasi yang lengkap membutuhkan biaya yang tinggi, dan kebanyakan pelanggan tidak dapat membeli produk yang benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk itu, perusahaan mencari kelas-kelas pembeli yang lebih besar dengan kebutuhan produk atau tanggapan membeli yang berbeda-beda. Segmen pasar terdiri dari kelompok pelanggan yang memiliki seperangkat keinginan yang sama (Kotler, 2005, p.307.

Manfaat dan Kelemahan Segmentasi

Banyaknya perusahaan yang melakukan segmentasi pasar atas dasar pengelompokkan variabel tertentu. Dengan menggolongkan atau mensegmentasikan pasar seperti itu, dapat dikatakan bahwa secara umum perusahaan mempunyai motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan tingkat penjualan dan yang lebih penting lagi agar operasi perusahaan dalam jangka panjang dapat berkelanjutan dan kompetitif (Porter, 1991).
Manfaat yang lain dengan dilakukannya segmentasi pasar, antara lain:
1. Perusahaan akan dapat mendeteksi secara dini dan tepat mengenai kecenderungan-kecenderungan dalam pasar yang senantiasa berubah.
2. Dapat mendesign produk yang benar-benar sesuai dengan permintaan pasar.
3. Dapat menentukan kampanye dan periklanan yang paling efektif.
4. Dapat mengarahkan dana promosi yang tersedia melalui media yang tepat bagi segmen yang diperkirakan akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar.
5. Dapat digunakan untuk mengukur usaha promosi sesuai dengan masa atau periode-periode dimana reaksi pasar cukup besar.
Gitosudarmo (2000) menambahkan manfaat segmentasi pasar ini, sebagai berikut:
1. Dapat membedakan antara segmen yang satu dengan segmen lainnya.
2. Dapat digunakan untuk mengetahui sifat masing-masing segmen.
3. Dapat digunakan untuk mencari segmen mana yang potensinya paling besar.
4. Dapat digunakan untuk memilih segmen mana yang akan dijadikan pasar sasaran.
Sekalipun tindakan segmentasi memiliki sederetan keuntungan dan manfaat, namun juga mengandung sejumlah resiko yang sekaligus merupakan kelemahan-kelemahan dari tindakan segmentasi itu sendiri, antara lain:
1. Biaya produksi akan lebih tinggi, karena jangka waktu proses produksi lebih pendek.
2. Biaya penelitian/ riset pasar akan bertambah searah dengan banyaknya ragam dan macam segmen pasar yang ditetapkan.
3. Biaya promosi akan menjadi lebih tinggi, ketika sejumlah media tidak menyediakan diskon.
4. Kemungkinan akan menghadapi pesaing yang membidik segmen serupa.
Bahkan mungkin akan terjadi persaingan yang tidak sehat, misalnya kanibalisme sesama produsen untuk produk dan segmen yang sama.

Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Melakukan Segmentasi

Pengusaha yang melakukan segmentasi pasar akan berusaha mengelompokkan konsumen kedalam beberapa segmen yang secara relatif memiliki sifat-sifat homogen dan kemudian memperlakukan masing-masing segmen dengan cara atau pelayanan yang berbeda.
Seberapa jauh pengelompokkan itu harus dilakukan, nampaknya banyak faktor yang terlebih dahulu perlu dicermati. Faktor-faktor tersebut antara lain sebagai berikut:
1. Variabel-Variabel Segmentasi
Sebagaimana diketahui bahwa konsumen memiliki berbagai dimensi yang dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan segmentasi pasar. Penggunaan dasar segmentasi yang tepat dan berdaya guna akan lebih dapat menjamin keberhasilan suatu rencana strategis pemasaran. Salah satu dimensi yang dipandang memiliki peranan utama dalam menentukan segmentasi pasar adalah variabel-variabel yang terkandung dalam segmentasi itu sendiri, dan oleh sebab ituperlu dipelajari.
Dalam hubungan ini Kotler (1995) mengklasifikasikan jenis-jenis variabel segmentasi sebagai berikut:
1.Segmentasi Geografi
Segmentasi ini membagi pasar menjadi unit-unit geografi yang berbeda, seperti negara, propinsi, kabupaten, kota, wilayah, daerah atau kawasan. Jadi dengan segmentasi ini, pemasar memperoleh kepastian kemana atau dimana produk ini harus dipasarkan.
2. Segmentasi Demografi
Segmentasi ini memberikan gambaran bagi pemasar kepada siapa produk ini harus ditawarkan. Jawaban atas pertanyaan kepada siapa dapat berkonotasi pada umur, jenis kelamin, jumlah anggota keluarga, siklus kehidupan keluarga seperti anak-anak, remaja, dewasa, kawin/ belum kawin, keluarga muda dengan satu anak, keluarga dengan dua anak, keluarga yang anak-anaknya sudah bekerja dan seterusnya. Dapat pula berkonotasi pada tingkat penghasilan, pendidikan, jenis pekerjaan, pengalaman, agama dan keturunan
misalnya: Jawa, Madura, Bali, Manado, Cina dan sebagainya.
3. Segmentasi Psikografi
Pada segmentasi ini pembeli dibagi menjadi kelompok-kelompok berdasarkan:
a. Status sosial, misalnya: pemimpin masyarakat, pendidik, golongan elite, golongan menengah, golongan rendah.
b. Gaya hidup misalnya: modern, tradisional, kuno, boros, hemat, mewah dan sebagainya.
c. Kepribadian, misalnya: penggemar, pecandu atau pemerhati suatu produk.
4. Segmentasi Tingkah Laku
Segmentasi tingkah laku mengelompokkan pembeli berdasarkan pada pengetahuan, sikap, penggunaan atau reaksi mereka terhadap suatu produk. Banyak pemasar yakin bahwa variabel tingkah laku merupakan awal paling baik untuk membentuk segmen pasar.
Segmentasi perilaku dapat diukur menggunakan indikator sebagai berikut (Armstrong, 1997):
1. Manfaat yang dicari
Salah satu bentuk segmentasi yang ampuh adalah mengelompokkan pembeli menurut manfaat berbeda yang mereka cari dari produk. Segmentasi manfaat menuntut ditemukannya manfaat utama yang dicari orang dalam kelas produk, jenis orang yang mencari setiap manfaat dan merek utama yang mempunyai setiap manfaat. Perusahaan dapat menggunakan segmentasi manfaat untuk memperjelas segmen manfaat yang mereka inginkan, karakteristiknya serta merek utama yang bersaing. Mereka juga dapat mencari manfaat baru dan meluncurkan merek yang memberikan manfaat tersebut.
2. Status Pengguna
Pasar dapat disegmentasikan menjadi kelompok bukan pengguna, mantan pengguna, pengguna potensial, pengguna pertama kali dan pengguna regular dari suatu produk. Pengguna potensial dan pengguna regular mungkin memerlukan imbauan pemasaran yang berbeda.
3. Tingkat Pemakaian
Pasar dapat juga disegmentasikan menjadi kelompok pengguna ringan, menengah dan berat. Jumlah pengguna berat sering kali hanya persentase kecil dari seluruh pasar, tetapi menghasilkan persentase yang tinggi dari total pembelian. Pengguna produk dibagi menjadi dua bagian sama banyak, sebagian pengguna ringan dan sebagian lagi pengguna berat menurut tingkat pembelian dari produk spesifik.
4. Status Loyalitas
Sebuah pasar dapat juga disegmentasikan berdasarkan loyalitas konsumen. Konsumen dapat loyal terhadap merek, toko dan perusahaan. Pembeli dapat dibagi menjadi beberapa kelompok menurut tingkat loyalitas mereka. Beberapa konsumen benar-benar loyal, mereka selalu membeli satu macam merek. Kelompok lain agak loyal,mereka loyal pada dua merek atau lebih dari satu produk atau menyukai satu merek tetapi kadang-kadang membeli merek lain. Pembeli lain tidak menunjukkan loyalitas pada merek apapun. Mereka mungkin ingin sesuatu yang baru setiap kali atau mereka membeli apapun yang diobral.

  5. Iklan dan Segmentasinya

[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=TXn_BuKR7cs[/youtube]

Menurut pendapat saya visualisasi iklan diatas sangatlah bagus dan menarik. Iklan ini menggambarkan seorang wanita yang sedang pindahan rumah. Wanita itu, kesulitan untuk mengangkat barang-barang pindahannya kerumah barunya karena saking banyaknya, dan setiap orang yang lewat didepannya tidak ada satu pun yang  membantunya, lalu tiba-tiba dia punya ide agar dapat membuat orang-orang tersebut membantunya yaitu dengan cara menyikat giginya dengan produk baru  pepsodent yaitu pepsodent white now yang dapat membuat gigi seketika menjadi putih dan bersih, lalu tidak segan lagi dia untuk tersenyum kepada orang-orang yang lewat disekitarnya agar mau membantunya mengangkat barang-barangnya, dan terbukti karena melihat senyum giginya yang putih semua orang tersebut membantunya.

Iklan tersebut ditujukan kepada para konsumen yang memiliki warna gigi  kurang cemerlang dan memberitahu alternative yang tepat bagaimana agar warna gigi konsumen dapat putih seketika saat akan menemui orang.

Menurut saya, dari segi positioning iklan pepsodent  ini, sudah tepat. Karena bagi saya iklan ini sangat menarik, unik dan lucu. Sehingga mudah di pahami dan di ingat oleh para calon penggunanya. Pepsodent berusaha memberikan produk perawatan gigi yang terbaik dan mudah terjangkau oleh calon pembeli. Tidak hanya itu, pada iklan-iklan pepsodent yang lainnya juga memberikan pesan moral yang ada dalam iklan-iklan promosinya dan selalu ditujukan pada segmen umur dan kebutuhan konsumen yang berbeda-beda.

 

Consumer Behaviour ,

March 14th, 2012
Comments Off on

Tugas 2 Consumer Behaviour

Nama : Cerlienia Juwita

NIM : 0910220069

Kelas : BB

Dosen : Pak Nanang Suryadi

 

  1. Data dari BPS.GO.ID tentang Jawa Timur

No

Kabupaten/Kota

Jumlah Penduduk

Jumlah/Total

Laki-laki/Male

Perempuan/Female

1

KABUPATENPACITAN

264,112

276,769

540,881

2

KABUPATEN PONOROGO

427,592

427,689

855,281

3

KABUPATEN TRENGGALEK

335,153

339,258

674,411

4

KABUPATEN TULUNGAGUNG

482,811

507,347

990,158

5

KABUPATEN BLITAR

559,475

557,164

1,116,639

6

KABUPATEN KEDIRI

752,852

746,916

1,499,768

7

KABUPATEN MALANG

1,229,773

1,216,445

2,446,218

8

KABUPATEN LUMAJANG

491,521

514,937

1,006,458

9

KABUPATEN JEMBER

1,146,856

1,185,870

2,332,726

10

KABUPATEN BANYUWANGI

774,448

781,63

1,556,078

11

KABUPATEN BONDOWOSO

358,888

377,884

736,772

12

KABUPATEN SITUBONDO

315,912

331,707

647,619

13

KABUPATEN PROBOLINGGO

534,986

561,258

1,096,244

14

KABUPATEN PASURUAN

749,44

763,028

1,512,468

15

KABUPATEN SIDOARJO

975,681

965,816

1,941,497

16

KABUPATEN MOJOKERTO

512,334

513,109

1,025,443

17

KABUPATEN JOMBANG

598,28

604,127

1,202,407

18

KABUPATEN NGANJUK

505,687

511,343

1,017,030

19

KABUPATEN MADIUN

326,907

335,371

662,278

20

KABUPATEN MAGETAN

302,208

318,234

620,442

21

KABUPATEN NGAWI

398,567

419,198

817,765

22

KABUPATEN BOJONEGORO

598,365

611,608

1,209,973

23

KABUPATEN TUBAN

552,593

565,871

1,118,464

24

KABUPATEN LAMONGAN

572,838

606,221

1,179,059

25

KABUPATEN GRESIK

583,721

593,321

1,177,042

26

KABUPATEN BANGKALAN

433,206

473,555

906,761

27

KABUPATEN SAMPANG

427,896

449,876

877,772

28

KABUPATEN PAMEKASAN

386,951

408,967

795,918

29

KABUPATEN SUMENEP

495,896

546,416

1,042,312

30

KOTA KEDIRI

133,884

134,623

268,507

31

KOTA  BLITAR

65,441

66,527

131,968

32

KOTA MALANG

404,553

415,69

820,243

33

KOTA  PROBOLINGGO

106,915

110,147

217,062

34

KOTA  PASURUAN

92,37

93,892

186,262

35

KOTA  MOJOKERTO

59,127

61,069

120,196

36

KOTA  MADIUN

82,738

88,226

170,964

37

KOTA  SURABAYA

1,367,841

1,397,646

2,765,487

38

KOTA BATU

95,698

94,486

190,184

Jumlah/Total

18,503,516

18,973,241

37,476,757

 Sumber: http://www.bps.go.id/aboutus.php?sp=0&kota=35 

Hasil Sensus Penduduk 2010 yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur pada bulan Mei 2010 yang lalu menunjukkan bahwa jumlah penduduk Jatim tahun 2010 mencapai 37.576.011 jiwa. Jumlah ini mencapai sekitar 15,78% dari total jumlah penduduk Indonesia 2010 yang mencapai 237,6 juta jiwa. Sementara laju pertumbuhan penduduk (LPP) Jatim 2010 mencapai 0,75%, naik dari tahun 2009 sebesar 0,52%. Terdapat sedikit perubahan dalam trend LPP Jawa timur selama lima tahun terakhir. Jika mulai tahun 2005 hingga 2009 laju pertumbuhan penduduk Jatim mengalami penurunan, maka menunjukkan adanya peningkatan LPP di tahun 2010.

Data BPS menunjukkan, pada tahun 2005 jumlah penduduk Jatim mencapai 36.481.800 jiwa dengan LPP sebesar 0,97%. Pada tahun 2007 naik menjadi 36.895.571 jiwa dengan LPP turun menjadi 0,56%. Di tahun 2008 dan 2009, jumlahnya mencapai 37.094.836 dan 37.286246 dengan laju pertumbuhannya sebesar 0,54% dan 0,52%. Di tahun 2010, LPP jatim naik menjadi 0,75% dengan jumlahnya yang mencapai 37.476.011 jiwa. Meski demikian, LPP kita masih dibawah 1% dan masih lebih rendah dari nasional yang mencapai 1,49%.

Sementara berdasarkan hasil Sensus Penduduk selama 1971 hingga 2010, LPP jatim mengalami penurunan, dari 1,63% di tahun 1971 menjadi 0,75% di tahun 2010. Sementara prosestase penduduk Jatim juga turun dari 21,43% menjadi 15,78 % terhadap total penduduk Indonesia.

Berdasarkan rasio jenis kelamin, pertambahan penduduk dengan jenis kelamin perempuan mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi, dari jumlah 17.572.726 jiwa di tahun 2000 menajdi 18.987.721 jiwa di tahun 2010. Sementara penduduk laki-laki dari 17.193.272 jiwa di 2000 menjadi 18.488.290 jiwa pada tahun 2010.

Usia Penduduk
         Median umur penduduk Provinsi Jawa Timur tahun 2010 adalah 31,03 tahun. Angka ini menunjukkan bahwa penduduk Provinsi Jawa Timur termasuk kategori tua. Penduduk suatu wilayah dikategorikan penduduk muda bila median umur < 20, penduduk menengah jika median umur 20-30, dan penduduk tua jika median umur > 30 tahun.
Rasio ketergantungan penduduk Provinsi Jawa Timur adalah 46,33. Angka ini menunjukkan bahwa setiap 100 orang usia produktif (15-64 tahun) terdapat sekitar 46 orang usia tidak produkif (0-14 dan 65+), yang menunjukkan banyaknya beban tanggungan penduduk suatu wilayah. Rasio ketergantungan di daerah perkotaan adalah 44,43 sementara di daerah perdesaan 48,10 .
Perkiraan rata-rata umur kawin pertama penduduk laki-laki sebesar 26,6 tahun dan perempuan 22,0 tahun (perhitungan Singulate Mean Age at Marriage/SMAM).
http://sp2010.bps.go.id/index.php/site?id=35&wilayah=Jawa-Timur


Jenis Kelamin Penduduk
Penduduk laki-laki Provinsi Jawa Timur sebanyak 18 503 516 jiwa dan perempuan sebanyak 18 973 241 jiwa. Seks Rasio adalah 98, berarti terdapat 98 laki-laki untuk setiap 100 perempuan.Seks Rasio menurut kabupaten/kota yang terendah adalah Kabupaten Sumenep sebesar 91 dan tertinggi adalah Kota Batu sebesar 101.Seks Rasio pada kelompok umur 0-4 sebesar 105, kelompok umur 5-9 sebesar 106, kelompok umur lima tahunan dari 10 sampai 64 berkisar antara 89 sampai dengan 107, dan dan kelompok umur 65-69 sebesar 85.
http://sp2010.bps.go.id/index.php/site?id=35&wilayah=Jawa-Timur

Pendapatan
§ Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur pada triwulan IV tahun 2011 mengalami kontraksi sebesar – 0,31 persen terhadap triwulan III tahun 2011 (q-to-q). Penurunan hanya terjadi di sektor pertanian sebesar 19,31 persen, sedangkan peningkatan terjadi pada hampir semua sektor dengan pertumbuhan tertinggi di sektor industri pengolahan sebesar 4,47 persen dan terendah di sektor pengangkutan dan komunikasi 1,81 persen.
§Bila dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2010 (y-on-y), PDRB Jawa Timur Triwulan IV-2011 tumbuh sebesar 7,11 persen. Semua sektor tumbuh positif dan yang tertinggi terjadi di sektor pengangkutan dan komunikasi 9,86 persen, diikuti sektor perdagangan, hotel & restoran sebesar 9,69 persen, sedangkan terendah di sektor pertanian sebesar 1,64 persen.
.§ Secara kumulatif (triwulan I s/d triwulan IV), pertumbuhan PDRB Jawa Timur hingga triwulan IV-2011 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2010 (c-to-c) tumbuh 7,22 persen, dimana semua sektor mengalami pertumbuhan positif dan tertinggi di Sektor Pengangkutan dan Komunikasi sebesar 11,44 persen, sedangkan terendah di sektor pertanian sebesar 2,53 persen.
§ Besaran PDRB Jawa Timur atas dasar harga berlaku pada triwulan IV tahun 2011 sebesar Rp 229,76 triliun, sehingga kumulatif sampai dengan triwulan IV tahun 2011 mencapai Rp. 884,14 triliun. Dengan jumlah penduduk pertengahan tahun 2011 sebanyak 37.687.622 jiwa, PDRB per kapita Jawa Timur mencapai Rp. 23,46 juta, atau naik 12,95 persen dibanding PDRB perkapita tahun 2010 yang sebesar Rp. 20,77 juta
§  Struktur perekonomian Jawa Timur sampai dengan Triwulan IV-2011 masih didominasi Sektor Perdagangan, Hotel& Restoran dengan kontribusi sebesar 30,00 persen, diikuti sektor industri pengolahan 27,13 persen dan sektor pertanian 15,39 persen.

http://sp2010.bps.go.id/index.php/site?id=35&wilayah=Jawa-Timur

 

   2. SEGMENTASI PASAR Jawa Timur

          Segmentasi pasar yang dapat dibentuk dari data tersebut diatas adalah segmentasi berdasarkan segmentasi demografis kependudukan. Sebab data-data demografis lebih mudah di dapatkan daripada data-data lainnya. Dari data diatas dapat dibagi target pasar berdasarkan usia,  jenis kelamin, daerah kota atau desa, serta pendapatan di jawa timur berasal dari sektor industri, hotel, restoran, komunikasi, dan pertanian.

 

   3. Karakteristik masing-masing Segmen

Berdasarkan penduduk:

Jumlah penduduk dengan jumlah tertinggi adalah di Kabupaten Malang dengan angka 1,229,773 Laki-laki dan 1,216,445 Perempuan. Kabupaten Jember dengan angka 1,146,856 Laki-laki dan 1,185,870 Perempuan. Sedangkan penduduk dengan jumlah terendah adalah Kota Mojokerto dengan angka 59,127 Laki-laki dan 61,069 Perempuan.

Berdasarkan Wilayah

Dalam data BPS Jatim 2010, terdapat 29 Kabupaten dan 9 Kota yang terdata didalamnya.
Berdasarkan pendapatan:
• Industri : Berada di daerah Probolinggo,Pasuruan, Lawang, Rungkut dan daerah lain yang jauh dari pusat kota dan pemukiman penduduk.
• Hotel : Berada di daerah batu,bromo, kota malang dan daerah lain yang banyak tempat wisata dan pusat kota.
• Restoran : Berada di tempat-tempat ramai seperti daerah tempat kerja dan kantor, dan tempat-tempat rekreasi.
• Komunikasi : Berada pada pusat kota agar masyarakat dapat dengan mudah mendapat pelayanan.
• Pertanian : Berada di daerah pedesaan, sebab pertanian membutuhkan lahan yang luas untuk tumbuh kembang produknya.

    4. Artikel/ jurnal yang membahas tentang Segmentasi (ringkasan)

Manajemen PemasaranDefinisi Segmentasi Pasar
Swastha & Handoko (1997) mengartikan segmentasi pasar sebagai kegiatan membagi–bagi pasar/market yang bersifat heterogen kedalam satuan–satuan pasar yang bersifat homogen.
Sedangkan definisi yang diberikan oleh Pride & Ferrel (1995)mengatakan bahwa segmentasi pasar adalah suatu proses membagi pasar ke dalam segmen-segmen pelanggan potensial dengan kesamaan karakteristik yang menunjukkan adanya kesamaan perilaku pembeli.
Di lain pihak Pride & Ferrel (1995) mendefinisikan segmentasi pasarsebagai suatu proses pembagian pasar keseluruhan menjadi kelompok–kelompok pasar yang terdiri dari orang–orang yang secara relatif memiliki kebutuhan produk yang serupa.
Ada lagi pendapat Swastha & Handoko (1987) yang merumuskan segmentasi pasar adalah suatu tindakan membagi pasar menjadi segmen–segmen pasar tertentu yang dijadikan sasaran penjualan yang akan dicapai dengan marketing mix.
Menurut Kotler, Bowen dan Makens (2002, p.254) pasar terdiri dari pembeli dan pembeli berbeda-beda dalam berbagai hal yang bisa membeli dalam keinginan, sumber daya, lokasi, sikap membeli, dan kebiasaan membeli. Karena masing-masing memiliki kebutuhan dan keinginan yang unik, masing-masing pembeli merupakan pasar potensial tersendiri. Oleh sebab itu penjual idealnya mendisain program pemasarannya tersendiri bagi masing-masing pembeli. Segmentasi yang lengkap membutuhkan biaya yang tinggi, dan kebanyakan pelanggan tidak dapat membeli produk yang benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk itu, perusahaan mencari kelas-kelas pembeli yang lebih besar dengan kebutuhan produk atau tanggapan membeli yang berbeda-beda. Segmen pasar terdiri dari kelompok pelanggan yang memiliki seperangkat keinginan yang sama (Kotler, 2005, p.307.

Manfaat dan Kelemahan Segmentasi

Banyaknya perusahaan yang melakukan segmentasi pasar atas dasar pengelompokkan variabel tertentu. Dengan menggolongkan atau mensegmentasikan pasar seperti itu, dapat dikatakan bahwa secara umum perusahaan mempunyai motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan tingkat penjualan dan yang lebih penting lagi agar operasi perusahaan dalam jangka panjang dapat berkelanjutan dan kompetitif (Porter, 1991).
Manfaat yang lain dengan dilakukannya segmentasi pasar, antara lain:
1. Perusahaan akan dapat mendeteksi secara dini dan tepat mengenai kecenderungan-kecenderungan dalam pasar yang senantiasa berubah.
2. Dapat mendesign produk yang benar-benar sesuai dengan permintaan pasar.
3. Dapat menentukan kampanye dan periklanan yang paling efektif.
4. Dapat mengarahkan dana promosi yang tersedia melalui media yang tepat bagi segmen yang diperkirakan akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar.
5. Dapat digunakan untuk mengukur usaha promosi sesuai dengan masa atau periode-periode dimana reaksi pasar cukup besar.
Gitosudarmo (2000) menambahkan manfaat segmentasi pasar ini, sebagai berikut:
1. Dapat membedakan antara segmen yang satu dengan segmen lainnya.
2. Dapat digunakan untuk mengetahui sifat masing-masing segmen.
3. Dapat digunakan untuk mencari segmen mana yang potensinya paling besar.
4. Dapat digunakan untuk memilih segmen mana yang akan dijadikan pasar sasaran.
Sekalipun tindakan segmentasi memiliki sederetan keuntungan dan manfaat, namun juga mengandung sejumlah resiko yang sekaligus merupakan kelemahan-kelemahan dari tindakan segmentasi itu sendiri, antara lain:
1. Biaya produksi akan lebih tinggi, karena jangka waktu proses produksi lebih pendek.
2. Biaya penelitian/ riset pasar akan bertambah searah dengan banyaknya ragam dan macam segmen pasar yang ditetapkan.
3. Biaya promosi akan menjadi lebih tinggi, ketika sejumlah media tidak menyediakan diskon.
4. Kemungkinan akan menghadapi pesaing yang membidik segmen serupa.
Bahkan mungkin akan terjadi persaingan yang tidak sehat, misalnya kanibalisme sesama produsen untuk produk dan segmen yang sama.

Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Melakukan Segmentasi

Pengusaha yang melakukan segmentasi pasar akan berusaha mengelompokkan konsumen kedalam beberapa segmen yang secara relatif memiliki sifat-sifat homogen dan kemudian memperlakukan masing-masing segmen dengan cara atau pelayanan yang berbeda.
Seberapa jauh pengelompokkan itu harus dilakukan, nampaknya banyak faktor yang terlebih dahulu perlu dicermati. Faktor-faktor tersebut antara lain sebagai berikut:
1. Variabel-Variabel Segmentasi
Sebagaimana diketahui bahwa konsumen memiliki berbagai dimensi yang dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan segmentasi pasar. Penggunaan dasar segmentasi yang tepat dan berdaya guna akan lebih dapat menjamin keberhasilan suatu rencana strategis pemasaran. Salah satu dimensi yang dipandang memiliki peranan utama dalam menentukan segmentasi pasar adalah variabel-variabel yang terkandung dalam segmentasi itu sendiri, dan oleh sebab ituperlu dipelajari.
Dalam hubungan ini Kotler (1995) mengklasifikasikan jenis-jenis variabel segmentasi sebagai berikut:
1.Segmentasi Geografi
Segmentasi ini membagi pasar menjadi unit-unit geografi yang berbeda, seperti negara, propinsi, kabupaten, kota, wilayah, daerah atau kawasan. Jadi dengan segmentasi ini, pemasar memperoleh kepastian kemana atau dimana produk ini harus dipasarkan.
2. Segmentasi Demografi
Segmentasi ini memberikan gambaran bagi pemasar kepada siapa produk ini harus ditawarkan. Jawaban atas pertanyaan kepada siapa dapat berkonotasi pada umur, jenis kelamin, jumlah anggota keluarga, siklus kehidupan keluarga seperti anak-anak, remaja, dewasa, kawin/ belum kawin, keluarga muda dengan satu anak, keluarga dengan dua anak, keluarga yang anak-anaknya sudah bekerja dan seterusnya. Dapat pula berkonotasi pada tingkat penghasilan, pendidikan, jenis pekerjaan, pengalaman, agama dan keturunan
misalnya: Jawa, Madura, Bali, Manado, Cina dan sebagainya.
3. Segmentasi Psikografi
Pada segmentasi ini pembeli dibagi menjadi kelompok-kelompok berdasarkan:
a. Status sosial, misalnya: pemimpin masyarakat, pendidik, golongan elite, golongan menengah, golongan rendah.
b. Gaya hidup misalnya: modern, tradisional, kuno, boros, hemat, mewah dan sebagainya.
c. Kepribadian, misalnya: penggemar, pecandu atau pemerhati suatu produk.
4. Segmentasi Tingkah Laku
Segmentasi tingkah laku mengelompokkan pembeli berdasarkan pada pengetahuan, sikap, penggunaan atau reaksi mereka terhadap suatu produk. Banyak pemasar yakin bahwa variabel tingkah laku merupakan awal paling baik untuk membentuk segmen pasar.
Segmentasi perilaku dapat diukur menggunakan indikator sebagai berikut (Armstrong, 1997):
1. Manfaat yang dicari
Salah satu bentuk segmentasi yang ampuh adalah mengelompokkan pembeli menurut manfaat berbeda yang mereka cari dari produk. Segmentasi manfaat menuntut ditemukannya manfaat utama yang dicari orang dalam kelas produk, jenis orang yang mencari setiap manfaat dan merek utama yang mempunyai setiap manfaat. Perusahaan dapat menggunakan segmentasi manfaat untuk memperjelas segmen manfaat yang mereka inginkan, karakteristiknya serta merek utama yang bersaing. Mereka juga dapat mencari manfaat baru dan meluncurkan merek yang memberikan manfaat tersebut.
2. Status Pengguna
Pasar dapat disegmentasikan menjadi kelompok bukan pengguna, mantan pengguna, pengguna potensial, pengguna pertama kali dan pengguna regular dari suatu produk. Pengguna potensial dan pengguna regular mungkin memerlukan imbauan pemasaran yang berbeda.
3. Tingkat Pemakaian
Pasar dapat juga disegmentasikan menjadi kelompok pengguna ringan, menengah dan berat. Jumlah pengguna berat sering kali hanya persentase kecil dari seluruh pasar, tetapi menghasilkan persentase yang tinggi dari total pembelian. Pengguna produk dibagi menjadi dua bagian sama banyak, sebagian pengguna ringan dan sebagian lagi pengguna berat menurut tingkat pembelian dari produk spesifik.
4. Status Loyalitas
Sebuah pasar dapat juga disegmentasikan berdasarkan loyalitas konsumen. Konsumen dapat loyal terhadap merek, toko dan perusahaan. Pembeli dapat dibagi menjadi beberapa kelompok menurut tingkat loyalitas mereka. Beberapa konsumen benar-benar loyal, mereka selalu membeli satu macam merek. Kelompok lain agak loyal,mereka loyal pada dua merek atau lebih dari satu produk atau menyukai satu merek tetapi kadang-kadang membeli merek lain. Pembeli lain tidak menunjukkan loyalitas pada merek apapun. Mereka mungkin ingin sesuatu yang baru setiap kali atau mereka membeli apapun yang diobral.

  5. Iklan dan Segmentasinya

[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=lFVLbpvP5sE&feature=related[/youtube]

Menurut pendapat saya visualisasi iklan diatas sangatlah bagus dan menarik. Iklan ini menggambarkan seorang wanita yang sedang pindahan rumah. Wanita itu, kesulitan untuk mengangkat barang-barang pindahannya kerumah barunya karena saking banyaknya, dan setiap orang yang lewat didepannya tidak ada satu pun yang  membantunya, lalu tiba-tiba dia punya ide agar dapat membuat orang-orang tersebut membantunya yaitu dengan cara menyikat giginya dengan produk baru  pepsodent yaitu pepsodent white now yang dapat membuat gigi seketika menjadi putih dan bersih, lalu tidak segan lagi dia untuk tersenyum kepada orang-orang yang lewat disekitarnya agar mau membantunya mengangkat barang-barangnya, dan terbukti karena melihat senyum giginya yang putih semua orang tersebut membantunya.

Iklan tersebut ditujukan kepada para konsumen yang memiliki warna gigi  kurang cemerlang dan memberitahu alternative yang tepat bagaimana agar warna gigi konsumen dapat putih seketika saat akan menemui orang.

Menurut saya, dari segi positioning iklan pepsodent  ini, sudah tepat. Karena bagi saya iklan ini sangat menarik, unik dan lucu. Sehingga mudah di pahami dan di ingat oleh para calon penggunanya. Pepsodent berusaha memberikan produk perawatan gigi yang terbaik dan mudah terjangkau oleh calon pembeli. Tidak hanya itu, pada iklan-iklan pepsodent yang lainnya juga memberikan pesan moral yang ada dalam iklan-iklan promosinya dan selalu ditujukan pada segmen umur dan kebutuhan konsumen yang berbeda-beda.

 

Uncategorized , ,

Tugas 2 Consumer Behaviour

March 14th, 2012
Comments Off on Tugas 2 Consumer Behaviour

Tugas 2 Consumer Behaviour

Nama : Cerlienia Juwita

NIM : 0910220069

Kelas : BB

Dosen : Pak Nanang Suryadi

 

  1. Data dari BPS.GO.ID tentang Jawa Timur

No

Kabupaten/Kota

Jumlah Penduduk

Jumlah/Total

Laki-laki/Male

Perempuan/Female

1

KABUPATENPACITAN

264,112

276,769

540,881

2

KABUPATEN PONOROGO

427,592

427,689

855,281

3

KABUPATEN TRENGGALEK

335,153

339,258

674,411

4

KABUPATEN TULUNGAGUNG

482,811

507,347

990,158

5

KABUPATEN BLITAR

559,475

557,164

1,116,639

6

KABUPATEN KEDIRI

752,852

746,916

1,499,768

7

KABUPATEN MALANG

1,229,773

1,216,445

2,446,218

8

KABUPATEN LUMAJANG

491,521

514,937

1,006,458

9

KABUPATEN JEMBER

1,146,856

1,185,870

2,332,726

10

KABUPATEN BANYUWANGI

774,448

781,63

1,556,078

11

KABUPATEN BONDOWOSO

358,888

377,884

736,772

12

KABUPATEN SITUBONDO

315,912

331,707

647,619

13

KABUPATEN PROBOLINGGO

534,986

561,258

1,096,244

14

KABUPATEN PASURUAN

749,44

763,028

1,512,468

15

KABUPATEN SIDOARJO

975,681

965,816

1,941,497

16

KABUPATEN MOJOKERTO

512,334

513,109

1,025,443

17

KABUPATEN JOMBANG

598,28

604,127

1,202,407

18

KABUPATEN NGANJUK

505,687

511,343

1,017,030

19

KABUPATEN MADIUN

326,907

335,371

662,278

20

KABUPATEN MAGETAN

302,208

318,234

620,442

21

KABUPATEN NGAWI

398,567

419,198

817,765

22

KABUPATEN BOJONEGORO

598,365

611,608

1,209,973

23

KABUPATEN TUBAN

552,593

565,871

1,118,464

24

KABUPATEN LAMONGAN

572,838

606,221

1,179,059

25

KABUPATEN GRESIK

583,721

593,321

1,177,042

26

KABUPATEN BANGKALAN

433,206

473,555

906,761

27

KABUPATEN SAMPANG

427,896

449,876

877,772

28

KABUPATEN PAMEKASAN

386,951

408,967

795,918

29

KABUPATEN SUMENEP

495,896

546,416

1,042,312

30

KOTA KEDIRI

133,884

134,623

268,507

31

KOTA  BLITAR

65,441

66,527

131,968

32

KOTA MALANG

404,553

415,69

820,243

33

KOTA  PROBOLINGGO

106,915

110,147

217,062

34

KOTA  PASURUAN

92,37

93,892

186,262

35

KOTA  MOJOKERTO

59,127

61,069

120,196

36

KOTA  MADIUN

82,738

88,226

170,964

37

KOTA  SURABAYA

1,367,841

1,397,646

2,765,487

38

KOTA BATU

95,698

94,486

190,184

Jumlah/Total

18,503,516

18,973,241

37,476,757

 Sumber: http://www.bps.go.id/aboutus.php?sp=0&kota=35 

Hasil Sensus Penduduk 2010 yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur pada bulan Mei 2010 yang lalu menunjukkan bahwa jumlah penduduk Jatim tahun 2010 mencapai 37.576.011 jiwa. Jumlah ini mencapai sekitar 15,78% dari total jumlah penduduk Indonesia 2010 yang mencapai 237,6 juta jiwa. Sementara laju pertumbuhan penduduk (LPP) Jatim 2010 mencapai 0,75%, naik dari tahun 2009 sebesar 0,52%. Terdapat sedikit perubahan dalam trend LPP Jawa timur selama lima tahun terakhir. Jika mulai tahun 2005 hingga 2009 laju pertumbuhan penduduk Jatim mengalami penurunan, maka menunjukkan adanya peningkatan LPP di tahun 2010.

Data BPS menunjukkan, pada tahun 2005 jumlah penduduk Jatim mencapai 36.481.800 jiwa dengan LPP sebesar 0,97%. Pada tahun 2007 naik menjadi 36.895.571 jiwa dengan LPP turun menjadi 0,56%. Di tahun 2008 dan 2009, jumlahnya mencapai 37.094.836 dan 37.286246 dengan laju pertumbuhannya sebesar 0,54% dan 0,52%. Di tahun 2010, LPP jatim naik menjadi 0,75% dengan jumlahnya yang mencapai 37.476.011 jiwa. Meski demikian, LPP kita masih dibawah 1% dan masih lebih rendah dari nasional yang mencapai 1,49%.

Sementara berdasarkan hasil Sensus Penduduk selama 1971 hingga 2010, LPP jatim mengalami penurunan, dari 1,63% di tahun 1971 menjadi 0,75% di tahun 2010. Sementara prosestase penduduk Jatim juga turun dari 21,43% menjadi 15,78 % terhadap total penduduk Indonesia.

Berdasarkan rasio jenis kelamin, pertambahan penduduk dengan jenis kelamin perempuan mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi, dari jumlah 17.572.726 jiwa di tahun 2000 menajdi 18.987.721 jiwa di tahun 2010. Sementara penduduk laki-laki dari 17.193.272 jiwa di 2000 menjadi 18.488.290 jiwa pada tahun 2010.

Usia Penduduk
         Median umur penduduk Provinsi Jawa Timur tahun 2010 adalah 31,03 tahun. Angka ini menunjukkan bahwa penduduk Provinsi Jawa Timur termasuk kategori tua. Penduduk suatu wilayah dikategorikan penduduk muda bila median umur < 20, penduduk menengah jika median umur 20-30, dan penduduk tua jika median umur > 30 tahun.
Rasio ketergantungan penduduk Provinsi Jawa Timur adalah 46,33. Angka ini menunjukkan bahwa setiap 100 orang usia produktif (15-64 tahun) terdapat sekitar 46 orang usia tidak produkif (0-14 dan 65+), yang menunjukkan banyaknya beban tanggungan penduduk suatu wilayah. Rasio ketergantungan di daerah perkotaan adalah 44,43 sementara di daerah perdesaan 48,10 .
Perkiraan rata-rata umur kawin pertama penduduk laki-laki sebesar 26,6 tahun dan perempuan 22,0 tahun (perhitungan Singulate Mean Age at Marriage/SMAM).
http://sp2010.bps.go.id/index.php/site?id=35&wilayah=Jawa-Timur


Jenis Kelamin Penduduk
Penduduk laki-laki Provinsi Jawa Timur sebanyak 18 503 516 jiwa dan perempuan sebanyak 18 973 241 jiwa. Seks Rasio adalah 98, berarti terdapat 98 laki-laki untuk setiap 100 perempuan.Seks Rasio menurut kabupaten/kota yang terendah adalah Kabupaten Sumenep sebesar 91 dan tertinggi adalah Kota Batu sebesar 101.Seks Rasio pada kelompok umur 0-4 sebesar 105, kelompok umur 5-9 sebesar 106, kelompok umur lima tahunan dari 10 sampai 64 berkisar antara 89 sampai dengan 107, dan dan kelompok umur 65-69 sebesar 85.
http://sp2010.bps.go.id/index.php/site?id=35&wilayah=Jawa-Timur

Pendapatan
§ Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur pada triwulan IV tahun 2011 mengalami kontraksi sebesar – 0,31 persen terhadap triwulan III tahun 2011 (q-to-q). Penurunan hanya terjadi di sektor pertanian sebesar 19,31 persen, sedangkan peningkatan terjadi pada hampir semua sektor dengan pertumbuhan tertinggi di sektor industri pengolahan sebesar 4,47 persen dan terendah di sektor pengangkutan dan komunikasi 1,81 persen.
§Bila dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2010 (y-on-y), PDRB Jawa Timur Triwulan IV-2011 tumbuh sebesar 7,11 persen. Semua sektor tumbuh positif dan yang tertinggi terjadi di sektor pengangkutan dan komunikasi 9,86 persen, diikuti sektor perdagangan, hotel & restoran sebesar 9,69 persen, sedangkan terendah di sektor pertanian sebesar 1,64 persen.
.§ Secara kumulatif (triwulan I s/d triwulan IV), pertumbuhan PDRB Jawa Timur hingga triwulan IV-2011 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2010 (c-to-c) tumbuh 7,22 persen, dimana semua sektor mengalami pertumbuhan positif dan tertinggi di Sektor Pengangkutan dan Komunikasi sebesar 11,44 persen, sedangkan terendah di sektor pertanian sebesar 2,53 persen.
§ Besaran PDRB Jawa Timur atas dasar harga berlaku pada triwulan IV tahun 2011 sebesar Rp 229,76 triliun, sehingga kumulatif sampai dengan triwulan IV tahun 2011 mencapai Rp. 884,14 triliun. Dengan jumlah penduduk pertengahan tahun 2011 sebanyak 37.687.622 jiwa, PDRB per kapita Jawa Timur mencapai Rp. 23,46 juta, atau naik 12,95 persen dibanding PDRB perkapita tahun 2010 yang sebesar Rp. 20,77 juta
§  Struktur perekonomian Jawa Timur sampai dengan Triwulan IV-2011 masih didominasi Sektor Perdagangan, Hotel& Restoran dengan kontribusi sebesar 30,00 persen, diikuti sektor industri pengolahan 27,13 persen dan sektor pertanian 15,39 persen.

http://sp2010.bps.go.id/index.php/site?id=35&wilayah=Jawa-Timur

 

   2. SEGMENTASI PASAR Jawa Timur

          Segmentasi pasar yang dapat dibentuk dari data tersebut diatas adalah segmentasi berdasarkan segmentasi demografis kependudukan. Sebab data-data demografis lebih mudah di dapatkan daripada data-data lainnya. Dari data diatas dapat dibagi target pasar berdasarkan usia,  jenis kelamin, daerah kota atau desa, serta pendapatan di jawa timur berasal dari sektor industri, hotel, restoran, komunikasi, dan pertanian.

 

   3. Karakteristik masing-masing Segmen

Berdasarkan penduduk:

Jumlah penduduk dengan jumlah tertinggi adalah di Kabupaten Malang dengan angka 1,229,773 Laki-laki dan 1,216,445 Perempuan. Kabupaten Jember dengan angka 1,146,856 Laki-laki dan 1,185,870 Perempuan. Sedangkan penduduk dengan jumlah terendah adalah Kota Mojokerto dengan angka 59,127 Laki-laki dan 61,069 Perempuan.

Berdasarkan Wilayah

Dalam data BPS Jatim 2010, terdapat 29 Kabupaten dan 9 Kota yang terdata didalamnya.
Berdasarkan pendapatan:
• Industri : Berada di daerah Probolinggo,Pasuruan, Lawang, Rungkut dan daerah lain yang jauh dari pusat kota dan pemukiman penduduk.
• Hotel : Berada di daerah batu,bromo, kota malang dan daerah lain yang banyak tempat wisata dan pusat kota.
• Restoran : Berada di tempat-tempat ramai seperti daerah tempat kerja dan kantor, dan tempat-tempat rekreasi.
• Komunikasi : Berada pada pusat kota agar masyarakat dapat dengan mudah mendapat pelayanan.
• Pertanian : Berada di daerah pedesaan, sebab pertanian membutuhkan lahan yang luas untuk tumbuh kembang produknya.

    4. Artikel/ jurnal yang membahas tentang Segmentasi (ringkasan)

Manajemen PemasaranDefinisi Segmentasi Pasar
Swastha & Handoko (1997) mengartikan segmentasi pasar sebagai kegiatan membagi–bagi pasar/market yang bersifat heterogen kedalam satuan–satuan pasar yang bersifat homogen.
Sedangkan definisi yang diberikan oleh Pride & Ferrel (1995)mengatakan bahwa segmentasi pasar adalah suatu proses membagi pasar ke dalam segmen-segmen pelanggan potensial dengan kesamaan karakteristik yang menunjukkan adanya kesamaan perilaku pembeli.
Di lain pihak Pride & Ferrel (1995) mendefinisikan segmentasi pasarsebagai suatu proses pembagian pasar keseluruhan menjadi kelompok–kelompok pasar yang terdiri dari orang–orang yang secara relatif memiliki kebutuhan produk yang serupa.
Ada lagi pendapat Swastha & Handoko (1987) yang merumuskan segmentasi pasar adalah suatu tindakan membagi pasar menjadi segmen–segmen pasar tertentu yang dijadikan sasaran penjualan yang akan dicapai dengan marketing mix.
Menurut Kotler, Bowen dan Makens (2002, p.254) pasar terdiri dari pembeli dan pembeli berbeda-beda dalam berbagai hal yang bisa membeli dalam keinginan, sumber daya, lokasi, sikap membeli, dan kebiasaan membeli. Karena masing-masing memiliki kebutuhan dan keinginan yang unik, masing-masing pembeli merupakan pasar potensial tersendiri. Oleh sebab itu penjual idealnya mendisain program pemasarannya tersendiri bagi masing-masing pembeli. Segmentasi yang lengkap membutuhkan biaya yang tinggi, dan kebanyakan pelanggan tidak dapat membeli produk yang benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk itu, perusahaan mencari kelas-kelas pembeli yang lebih besar dengan kebutuhan produk atau tanggapan membeli yang berbeda-beda. Segmen pasar terdiri dari kelompok pelanggan yang memiliki seperangkat keinginan yang sama (Kotler, 2005, p.307.

Manfaat dan Kelemahan Segmentasi

Banyaknya perusahaan yang melakukan segmentasi pasar atas dasar pengelompokkan variabel tertentu. Dengan menggolongkan atau mensegmentasikan pasar seperti itu, dapat dikatakan bahwa secara umum perusahaan mempunyai motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan tingkat penjualan dan yang lebih penting lagi agar operasi perusahaan dalam jangka panjang dapat berkelanjutan dan kompetitif (Porter, 1991).
Manfaat yang lain dengan dilakukannya segmentasi pasar, antara lain:
1. Perusahaan akan dapat mendeteksi secara dini dan tepat mengenai kecenderungan-kecenderungan dalam pasar yang senantiasa berubah.
2. Dapat mendesign produk yang benar-benar sesuai dengan permintaan pasar.
3. Dapat menentukan kampanye dan periklanan yang paling efektif.
4. Dapat mengarahkan dana promosi yang tersedia melalui media yang tepat bagi segmen yang diperkirakan akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar.
5. Dapat digunakan untuk mengukur usaha promosi sesuai dengan masa atau periode-periode dimana reaksi pasar cukup besar.
Gitosudarmo (2000) menambahkan manfaat segmentasi pasar ini, sebagai berikut:
1. Dapat membedakan antara segmen yang satu dengan segmen lainnya.
2. Dapat digunakan untuk mengetahui sifat masing-masing segmen.
3. Dapat digunakan untuk mencari segmen mana yang potensinya paling besar.
4. Dapat digunakan untuk memilih segmen mana yang akan dijadikan pasar sasaran.
Sekalipun tindakan segmentasi memiliki sederetan keuntungan dan manfaat, namun juga mengandung sejumlah resiko yang sekaligus merupakan kelemahan-kelemahan dari tindakan segmentasi itu sendiri, antara lain:
1. Biaya produksi akan lebih tinggi, karena jangka waktu proses produksi lebih pendek.
2. Biaya penelitian/ riset pasar akan bertambah searah dengan banyaknya ragam dan macam segmen pasar yang ditetapkan.
3. Biaya promosi akan menjadi lebih tinggi, ketika sejumlah media tidak menyediakan diskon.
4. Kemungkinan akan menghadapi pesaing yang membidik segmen serupa.
Bahkan mungkin akan terjadi persaingan yang tidak sehat, misalnya kanibalisme sesama produsen untuk produk dan segmen yang sama.

Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Melakukan Segmentasi

Pengusaha yang melakukan segmentasi pasar akan berusaha mengelompokkan konsumen kedalam beberapa segmen yang secara relatif memiliki sifat-sifat homogen dan kemudian memperlakukan masing-masing segmen dengan cara atau pelayanan yang berbeda.
Seberapa jauh pengelompokkan itu harus dilakukan, nampaknya banyak faktor yang terlebih dahulu perlu dicermati. Faktor-faktor tersebut antara lain sebagai berikut:
1. Variabel-Variabel Segmentasi
Sebagaimana diketahui bahwa konsumen memiliki berbagai dimensi yang dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan segmentasi pasar. Penggunaan dasar segmentasi yang tepat dan berdaya guna akan lebih dapat menjamin keberhasilan suatu rencana strategis pemasaran. Salah satu dimensi yang dipandang memiliki peranan utama dalam menentukan segmentasi pasar adalah variabel-variabel yang terkandung dalam segmentasi itu sendiri, dan oleh sebab ituperlu dipelajari.
Dalam hubungan ini Kotler (1995) mengklasifikasikan jenis-jenis variabel segmentasi sebagai berikut:
1.Segmentasi Geografi
Segmentasi ini membagi pasar menjadi unit-unit geografi yang berbeda, seperti negara, propinsi, kabupaten, kota, wilayah, daerah atau kawasan. Jadi dengan segmentasi ini, pemasar memperoleh kepastian kemana atau dimana produk ini harus dipasarkan.
2. Segmentasi Demografi
Segmentasi ini memberikan gambaran bagi pemasar kepada siapa produk ini harus ditawarkan. Jawaban atas pertanyaan kepada siapa dapat berkonotasi pada umur, jenis kelamin, jumlah anggota keluarga, siklus kehidupan keluarga seperti anak-anak, remaja, dewasa, kawin/ belum kawin, keluarga muda dengan satu anak, keluarga dengan dua anak, keluarga yang anak-anaknya sudah bekerja dan seterusnya. Dapat pula berkonotasi pada tingkat penghasilan, pendidikan, jenis pekerjaan, pengalaman, agama dan keturunan
misalnya: Jawa, Madura, Bali, Manado, Cina dan sebagainya.
3. Segmentasi Psikografi
Pada segmentasi ini pembeli dibagi menjadi kelompok-kelompok berdasarkan:
a. Status sosial, misalnya: pemimpin masyarakat, pendidik, golongan elite, golongan menengah, golongan rendah.
b. Gaya hidup misalnya: modern, tradisional, kuno, boros, hemat, mewah dan sebagainya.
c. Kepribadian, misalnya: penggemar, pecandu atau pemerhati suatu produk.
4. Segmentasi Tingkah Laku
Segmentasi tingkah laku mengelompokkan pembeli berdasarkan pada pengetahuan, sikap, penggunaan atau reaksi mereka terhadap suatu produk. Banyak pemasar yakin bahwa variabel tingkah laku merupakan awal paling baik untuk membentuk segmen pasar.
Segmentasi perilaku dapat diukur menggunakan indikator sebagai berikut (Armstrong, 1997):
1. Manfaat yang dicari
Salah satu bentuk segmentasi yang ampuh adalah mengelompokkan pembeli menurut manfaat berbeda yang mereka cari dari produk. Segmentasi manfaat menuntut ditemukannya manfaat utama yang dicari orang dalam kelas produk, jenis orang yang mencari setiap manfaat dan merek utama yang mempunyai setiap manfaat. Perusahaan dapat menggunakan segmentasi manfaat untuk memperjelas segmen manfaat yang mereka inginkan, karakteristiknya serta merek utama yang bersaing. Mereka juga dapat mencari manfaat baru dan meluncurkan merek yang memberikan manfaat tersebut.
2. Status Pengguna
Pasar dapat disegmentasikan menjadi kelompok bukan pengguna, mantan pengguna, pengguna potensial, pengguna pertama kali dan pengguna regular dari suatu produk. Pengguna potensial dan pengguna regular mungkin memerlukan imbauan pemasaran yang berbeda.
3. Tingkat Pemakaian
Pasar dapat juga disegmentasikan menjadi kelompok pengguna ringan, menengah dan berat. Jumlah pengguna berat sering kali hanya persentase kecil dari seluruh pasar, tetapi menghasilkan persentase yang tinggi dari total pembelian. Pengguna produk dibagi menjadi dua bagian sama banyak, sebagian pengguna ringan dan sebagian lagi pengguna berat menurut tingkat pembelian dari produk spesifik.
4. Status Loyalitas
Sebuah pasar dapat juga disegmentasikan berdasarkan loyalitas konsumen. Konsumen dapat loyal terhadap merek, toko dan perusahaan. Pembeli dapat dibagi menjadi beberapa kelompok menurut tingkat loyalitas mereka. Beberapa konsumen benar-benar loyal, mereka selalu membeli satu macam merek. Kelompok lain agak loyal,mereka loyal pada dua merek atau lebih dari satu produk atau menyukai satu merek tetapi kadang-kadang membeli merek lain. Pembeli lain tidak menunjukkan loyalitas pada merek apapun. Mereka mungkin ingin sesuatu yang baru setiap kali atau mereka membeli apapun yang diobral.

  5. Iklan dan Segmentasinya

[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=lFVLbpvP5sE&feature=related[/youtube]

Menurut pendapat saya visualisasi iklan diatas sangatlah bagus dan menarik. Iklan ini menggambarkan seorang wanita yang sedang pindahan rumah. Wanita itu, kesulitan untuk mengangkat barang-barang pindahannya kerumah barunya karena saking banyaknya, dan setiap orang yang lewat didepannya tidak ada satu pun yang  membantunya, lalu tiba-tiba dia punya ide agar dapat membuat orang-orang tersebut membantunya yaitu dengan cara menyikat giginya dengan produk baru  pepsodent yaitu pepsodent white now yang dapat membuat gigi seketika menjadi putih dan bersih, lalu tidak segan lagi dia untuk tersenyum kepada orang-orang yang lewat disekitarnya agar mau membantunya mengangkat barang-barangnya, dan terbukti karena melihat senyum giginya yang putih semua orang tersebut membantunya.

Iklan tersebut ditujukan kepada para konsumen yang memiliki warna gigi  kurang cemerlang dan memberitahu alternative yang tepat bagaimana agar warna gigi konsumen dapat putih seketika saat akan menemui orang.

Menurut saya, dari segi positioning iklan pepsodent  ini, sudah tepat. Karena bagi saya iklan ini sangat menarik, unik dan lucu. Sehingga mudah di pahami dan di ingat oleh para calon penggunanya. Pepsodent berusaha memberikan produk perawatan gigi yang terbaik dan mudah terjangkau oleh calon pembeli. Tidak hanya itu, pada iklan-iklan pepsodent yang lainnya juga memberikan pesan moral yang ada dalam iklan-iklan promosinya dan selalu ditujukan pada segmen umur dan kebutuhan konsumen yang berbeda-beda.

 

Uncategorized

March 7th, 2012
Comments Off on

Tugas

Mata Kuliah : Perilaku Konsumen

Nama              : Cerlienia Juwita

Kelas               : BB

Dosen             : Pak Nanang Suryadi 

Nim                 : 0910220069

 

    1. Evolusi Konsep Marketing :

  • Marketing : Konsep pemasaran berorientasikan terhadap pemenuhan keperluan dan kemahuan pengguna dengan efektif.
  • Selling : Konsep Penjualan berorientasikan terhadap penjualan produk melalui kaedah pemasaran yang lebih agresif.
  • Product : Konsep Produk adalah berasaskan kepada prinsip bahwa pengguna akan menghargai dan lebih mengutamakan produk yang menawarkan kualitas, prestasi dan ciri-ciri inovatif yang terbaik.
  • Production : Konsep Produksi adalah berasaskan kepercayaan bahwa pengguna lebih berminat membeli produk yang berharga murah serta mudah diperolehi.

2.  Marketing Mix

Konsep marketing mix merupakan salah satu konsep dalam pemasaran modern pada saat sekarang ini. Dimana konsep tersebut adalah salah satu kegiatan pemasaran yang sangat menentukan keberhasilan perusahaan dalam mengejar maksimum profit.

Kotler (1985 : 45-48) mengemukakan bahwa marketing mix dapat dibagi menjadi 4 P sebagai berikut :
1.  Product (Produk)
2 . Price (Harga)
3 . Place (distribusi/tempat)
4.  Promotion (promosi)
Keempat produk di atas merupakan penentu dalam  menganalisa pasar secara keseluruhan, selanjutnya penulis akan menguraikan keempat komponen di atas sebagai berikut :
1.  Product (produk)
Produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan pada suatu pasar guna mendapatkan perhatian untuk dimiliki, digunakan, dikonsumsi yang dapat memuaskan kebutuhan.
2.  Price (harga)
Harga merupakan alat untuk mengukur nilai suatu barang, harga bagi produsen merupakan penentu bagi permintaan pasar dan mempengaruhi posisi pesaing perusahaan dalam merebut konsumen.
3. Place (distribusi/tempat)
Produk yang telah dihasilkan oleh suatu perusahaan akan lebih berguna bagi kensumen/pembeli apabila produk tersebut tersedia pada tempat dan saat dimana saja dibutuhkan.

Dalam hal ini produsen mempunyai 3 alternatif yaitu:
a.Distribusi Insentif
Distribusi ini dapat digunakan oleh para produsen yang menjual komponen perusahaan yang berusaha menggunakan penyalur terutama pengecer sebanyak-banyaknya untuk mendekati para konsumen.

b. Distribusi Selektif
Perusahaan yang menggunakan distribusi ini berusaha memilih sejumlah pedagang besar atau pengecer, agen yang terbatas dalam suatu daerah.

c. Distribusi Ekslusif
Saluran ini dilakukan oleh perusahaan dan hanya menggunakan suatu pedagang besar atau pengecer dalam daerah tertentu.

4 Promotion (promosi)
Promosi adalah suatu usaha perusahaan atau individu memberikan informasi dan mempengaruhi serta menarik konsumen sicara lansung terhadap produk yang dihasilkan.
Promosi adalah cara yang efektif dalam merebut konsumen dipasaran.

3. STP

1. Segmentasi Pasar

Menurut Kotler (2006 : 281) adalah:

“Segmentasi pasar merupakan pembagian sebuah pasar kedalam kelompok-kelompok pembeli yang khas berdasarkan kebutuhan, karakteristik, atau prilaku yang memiliki kesamaan kebutuhan dan atau kesamaan karakter yang memiliki respon yang sama dalam membelanjakan uangnya”

Segmentation: Adalah upaya memetakan atau pasar dengan memilah-milahkan konsumen sesuai persamaan di antara mereka. Pemilahan ini bisa berdasarkan usia, tempat tinggal, penghasilan, gaya hidup, atau bagaimana cara mereka mengkonsumsi produk.

2. Targeting

Merupakan ukuran dan pertumbuhan segmen, daya tarik segmen, serta sasaran dan sumber daya yang dimiliki perusahaan.

Targeting: Setelah memetakan pasar, tahap targeting seperti namanya adalah membidik kelompok konsumen mana yang akan kita sasar.

3. Positioning

Positioning adalah apa yang kita inginkan ada di benak konsumen ketika mereka mendengar brand kita. Positioning ini berkaitan dengan persepsi. Persepsi ini harus bisa unik sehingga pelanggan bisa langsung membedakan antara brand kita dan brand pesaing kita.

Positioning:  Apabila target pasar sudah jelas, positioning adalah bagaimana kita menjelaskan posisi produk kepada konsumen. Apa beda produk kita dibandingkan kompetitor dan apa saja keunggulannya.

 

 4. Konsep Kepuasan, kesetiaan konsumen

Kepuasan dapat diartikan sebagai antara layanan atau hasil yang diterima itu paling tidak harus sama dengan harapan konsumen atau bahkan melebihinya.  Dalam era kompetisi bisnis yang ketat seperti sekarang, kepuasan pelanggan merupakan hal yang utama, pelanggan diibaratkan seorang raja yang harus dilayani namun hal ini bukan berarti menyerahkan segala-galanya kepada pelanggan.  Usaha memuaskan kebutuhan pelanggan harus dilakukan secara menguntungkan atau bersifat win-win situation yaitu keadaan dimana kedua belah pihak merasa menang dan tidak ada yang dirugikan.

Nilai pelanggan, kepuasan pelanggan dan retensi pelanggan.

  1. Nilai Pelanggan (customer delivered value) adalah selisih antara pelanggan total dengan biaya pelanggan total.
  2. Kepuasan pelanggan, perasaan senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah membandingkan antara persepsi/kesannya terhadap kinerja (atau hasil) suatu produk dan harapannya
  3. Retensi pelanggan, tujuan menyeluruh dari nilai pelanggan tersedia secara berkelanjutan dan lebih efektif dari pada pesaing akan memberikan kepuasan pelanggan yang tinggi.

Menurut Kotler (2003 : 140) Hubungan antara kepuasan dan loyalitas adalah saat dimana konsumen mencapai tingkat kepuasan tertinggi yang menimbulkan ikatan emosi yang kuatdan komitmen jangka panjang dengan merek perusahaan.

Dalam mengukur kesetiaan, diperlukan beberapa attribut yaitu :

  1. Mengatakan hal yang positif tentang perusahaan kepada orang lain
  2. Merekomendasikan perusahaan kepada orang lain yang meminta saran
  3. Mempertimbangkan bahwa perusahaan merupakan pilihan pertama dalam melakukan pembelian jasa
  4. Melakukan lebih banyak bisnis atau pembelian dengan perusahaan beberapa tahun mendatang.

  5. Etika dan Tanggung Jawab Sosial

Etika (ethics) adalah kode prinsip dan nilai moral yang membangun perilaku seseorang atau sebuah kelompok yang berhubungan dengan benar dan salah.

Pengertian Tanggung Jawab Sosial (CSR)

Suatu konsep bahwa organisasi,khususnya (namun bukan hanya) perusahaan adalah memiliki tanggung jawab terhadap konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas, dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan.

 6. Pengaruh teknologi informasi terhadap konsumen

  • Konsumer menjadi lebih kuat
  • Konsumer mempunyai akses informasi yang lebih dari pada sebelumnya.
  • Pemasar harus menawarkan produk/jasa lebih baik dari sebelumnya.
  • Pertukaran antara konsumen dan pemasar meningkat secara interaktif dan instan.
  • Pemasar dapat memperoleh informasi tentang konsumer dengan lebih cepat dan mudah.
  • Dapat menjangkau wilayah yang sangat luas

7. Perbedaan penelitian kuantitatif dan kualiatif

  • Penelitian Kualitatif

Merupakan penelitian yang menggunakan data yang berbentuk kalimat, kata atau gambar atau data yang bukan dalam bentuk skala rasio, tetapi dalam bentuk skala yang lebih rendah yaitu : skala ordinal dan atau skala nominal.

  • Penelitian Kuantitatif

Adalah penelitian yang lebih berdasarkan pada data yang dapat dihitung untuk menghasilkan suatu penaksiran. Isi rencana analisis data selalu didasarkan pada rencana penelitian yang telah dirumuskan dan data yang sudah siap diolah.

8. Skala Pengukuran merupakan kesepakatan yang digunakan sebagai acuan untuk menentukan panjang pendeknya interval yang ada dalam alat ukur, sehingga alat ukur tersebut bila digunakan dalam pengukuran akan menghasilkan data kuantitatif.

Macam-macam Skala Pengukuran :

  1. Skala Nominal : Skala nominal hanya bisa membedakan sesuatu yang bersifat kualitatif atau kategoris, misalnya jenis kelamin, agama, dan warna kulit.
  2. Skala Ordinal : Skala ordinal selain membedakan sesuatu juga menunjukkan tingkatan, misalnya pendidikan dan tingkat kepuasan pengguna.
  3. Skala Interval : Skala interval berupa angka kuantitatif namun tidak memiliki nilai nol mutlak sehingga titik nol dapat digeser sesuka orang yang mengukur, misalnya tahun dan suhu dalam Celcius.
  4. Skala Rasio : Skala rasio berupa angka kuantitatif yang memiliki nilai nol mutlak dan tidak dapat digeser sesukanya, misalnya adalah suhu dalam Kelvin, panjang, dan massa.

 

 

Uncategorized

March 6th, 2012
Comments Off on

March 6th, 2012
Comments Off on

Tugas

Mata Kuliah : Perilaku Konsumen

Nama                 : Cerlienia Juwita

Kelas                : BB

Dosen             : Pak Nanang Suryadi

Nim                     : 0910220069

 

 

  1. Evolusi Konsep Marketing :
  • Marketing : Konsep pemasaran berorientasikan terhadap pemenuhan keperluan dan kemahuan pengguna dengan efektif.
  • Selling : Konsep Penjualan berorientasikan terhadap penjualan produk melalui kaedah pemasaran yang lebih agresif.
  • Product : Konsep Produk adalah berasaskan kepada prinsip bahwa pengguna akan menghargai dan lebih mengutamakan produk yang menawarkan kualitas, prestasi dan ciri-ciri inovatif yang terbaik.
  • Production : Konsep Produksi adalah berasaskan kepercayaan bahwa pengguna lebih berminat membeli produk yang berharga murah serta mudah diperolehi.
  1. Marketing Mix

Konsep marketing mix merupakan salah satu konsep dalam pemasaran modern pada saat sekarang ini. Dimana konsep tersebut adalah salah satu kegiatan pemasaran yang sangat menentukan keberhasilan perusahaan dalam mengejar maksimum profit.

Kotler (1985 : 45-48) mengemukakan bahwa marketing mix dapat dibagi menjadi 4 P sebagai berikut :
1.  Product (Produk)
2 . Price (Harga)
3 . Place (distribusi/tempat)
4.  Promotion (promosi)
Keempat produk di atas merupakan penentu dalam  menganalisa pasar secara keseluruhan, selanjutnya penulis akan menguraikan keempat komponen di atas sebagai berikut :
1.  Product (produk)
Produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan pada suatu pasar guna mendapatkan perhatian untuk dimiliki, digunakan, dikonsumsi yang dapat memuaskan kebutuhan.
2.  Price (harga)
Harga merupakan alat untuk mengukur nilai suatu barang, harga bagi produsen merupakan penentu bagi permintaan pasar dan mempengaruhi posisi pesaing perusahaan dalam merebut konsumen.
3. Place (distribusi/tempat)
Produk yang telah dihasilkan oleh suatu perusahaan akan lebih berguna bagi kensumen/pembeli apabila produk tersebut tersedia pada tempat dan saat dimana saja dibutuhkan.

Dalam hal ini produsen mempunyai 3 alternatif yaitu:
a.Distribusi Insentif
Distribusi ini dapat digunakan oleh para produsen yang menjual komponen perusahaan yang berusaha menggunakan penyalur terutama pengecer sebanyak-banyaknya untuk mendekati para konsumen.

b. Distribusi Selektif
Perusahaan yang menggunakan distribusi ini berusaha memilih sejumlah pedagang besar atau pengecer, agen yang terbatas dalam suatu daerah.

c. Distribusi Ekslusif
Saluran ini dilakukan oleh perusahaan dan hanya menggunakan suatu pedagang besar atau pengecer dalam daerah tertentu.

4 Promotion (promosi)
Promosi adalah suatu usaha perusahaan atau individu memberikan informasi dan mempengaruhi serta menarik konsumen sicara lansung terhadap produk yang dihasilkan.
Promosi adalah cara yang efektif dalam merebut konsumen dipasaran.

  1. STP
    1. Segmentasi Pasar

Menurut Kotler (2006 : 281) adalah:

“Segmentasi pasar merupakan pembagian sebuah pasar kedalam kelompok-kelompok pembeli yang khas berdasarkan kebutuhan, karakteristik, atau prilaku yang memiliki kesamaan kebutuhan dan atau kesamaan karakter yang memiliki respon yang sama dalam membelanjakan uangnya”

Segmentation: Adalah upaya memetakan atau pasar dengan memilah-milahkan konsumen sesuai persamaan di antara mereka. Pemilahan ini bisa berdasarkan usia, tempat tinggal, penghasilan, gaya hidup, atau bagaimana cara mereka mengkonsumsi produk.

 

  1. Targeting

Merupakan ukuran dan pertumbuhan segmen, daya tarik segmen, serta sasaran dan sumber daya yang dimiliki perusahaan.

Targeting: Setelah memetakan pasar, tahap targeting seperti namanya adalah membidik kelompok konsumen mana yang akan kita sasar.

 

  1. Positioning

Positioning adalah apa yang kita inginkan ada di benak konsumen ketika mereka mendengar brand kita. Positioning ini berkaitan dengan persepsi. Persepsi ini harus bisa unik sehingga pelanggan bisa langsung membedakan antara brand kita dan brand pesaing kita.

Positioning:  Apabila target pasar sudah jelas, positioning adalah bagaimana kita menjelaskan posisi produk kepada konsumen. Apa beda produk kita dibandingkan kompetitor dan apa saja keunggulannya.

 

 

  1. Konsep Kepuasan, kesetiaan konsumen

Kepuasan dapat diartikan sebagai antara layanan atau hasil yang diterima itu paling tidak harus sama dengan harapan konsumen atau bahkan melebihinya.  Dalam era kompetisi bisnis yang ketat seperti sekarang, kepuasan pelanggan merupakan hal yang utama, pelanggan diibaratkan seorang raja yang harus dilayani namun hal ini bukan berarti menyerahkan segala-galanya kepada pelanggan.  Usaha memuaskan kebutuhan pelanggan harus dilakukan secara menguntungkan atau bersifat win-win situation yaitu keadaan dimana kedua belah pihak merasa menang dan tidak ada yang dirugikan.

Nilai pelanggan, kepuasan pelanggan dan retensi pelanggan.

  1. Nilai Pelanggan (customer delivered value) adalah selisih antara pelanggan total dengan biaya pelanggan total.
  2. Kepuasan pelanggan, perasaan senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah membandingkan antara persepsi/kesannya terhadap kinerja (atau hasil) suatu produk dan harapannya
  3. Retensi pelanggan, tujuan menyeluruh dari nilai pelanggan tersedia secara berkelanjutan dan lebih efektif dari pada pesaing akan memberikan kepuasan pelanggan yang tinggi.

Menurut Kotler (2003 : 140) Hubungan antara kepuasan dan loyalitas adalah saat dimana konsumen mencapai tingkat kepuasan tertinggi yang menimbulkan ikatan emosi yang kuatdan komitmen jangka panjang dengan merek perusahaan.

Dalam mengukur kesetiaan, diperlukan beberapa attribut yaitu :

  1. Mengatakan hal yang positif tentang perusahaan kepada orang lain
  2. Merekomendasikan perusahaan kepada orang lain yang meminta saran
  3. Mempertimbangkan bahwa perusahaan merupakan pilihan pertama dalam melakukan pembelian jasa
  4. Melakukan lebih banyak bisnis atau pembelian dengan perusahaan beberapa tahun mendatang.

 

  1. Etika dan Tanggung Jawab Sosial

Etika (ethics) adalah kode prinsip dan nilai moral yang membangun perilaku seseorang atau sebuah kelompok yang berhubungan dengan benar dan salah.

Pengertian Tanggung Jawab Sosial (CSR)

àSuatu konsep bahwa organisasi,khususnya (namun bukan hanya) perusahaan adalah memiliki tanggung jawabterhadap konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas, dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan.

 

  1. Pengaruh teknologi informasi terhadap konsumen
  • Konsumer menjadi lebih kuat
  • Konsumer mempunyai akses informasi yang lebih dari pada sebelumnya.
  • Pemasar harus menawarkan produk/jasa lebih baik dari sebelumnya.
  • Pertukaran antara konsumen dan pemasar meningkat secara interaktif dan instan.
  • Pemasar dapat memperoleh informasi tentang konsumer dengan lebih cepat dan mudah.
  • Dapat menjangkau wilayah yang sangat luas
  1. Perbedaan penelitian kuantitatif dan kualiatif
  • Penelitian Kualitatif

Merupakan penelitian yang menggunakan data yang berbentuk kalimat, kata atau gambar atau data yang bukan dalam bentuk skala rasio, tetapi dalam bentuk skala yang lebih rendah yaitu : skala ordinal dan atau skala nominal.

  • Penelitian Kuantitatif

Adalah penelitian yang lebih berdasarkan pada data yang dapat dihitung untuk menghasilkan suatu penaksiran. Isi rencana analisis data selalu didasarkan pada rencana penelitian yang telah dirumuskan dan data yang sudah siap diolah.

  1. Skala Pengukuran merupakan kesepakatan yang digunakan sebagai acuan untuk menentukan panjang pendeknya interval yang ada dalam alat ukur, sehingga alat ukur tersebut bila digunakan dalam pengukuran akan menghasilkan data kuantitatif.

Macam-macam Skala Pengukuran :

  1. Skala Nominal : Skala nominal hanya bisa membedakan sesuatu yang bersifat kualitatif atau kategoris, misalnya jenis kelamin, agama, dan warna kulit.
  2. Skala Ordinal : Skala ordinal selain membedakan sesuatu juga menunjukkan tingkatan, misalnya pendidikan dan tingkat kepuasan pengguna.
  3. Skala Interval : Skala interval berupa angka kuantitatif namun tidak memiliki nilai nol mutlak sehingga titik nol dapat digeser sesuka orang yang mengukur, misalnya tahun dan suhu dalam Celcius.
  4. Skala Rasio : Skala rasio berupa angka kuantitatif yang memiliki nilai nol mutlak dan tidak dapat digeser sesukanya, misalnya adalah suhu dalam Kelvin, panjang, dan massa.

 

 

Uncategorized

March 6th, 2012
Comments Off on

 

Tugas

 

Mata Kuliah : Perilaku Konsumen

 

Nama                 : Cerlienia Juwita

Dosen              :  http://nanangsuryadi.lecture.ub.ac.id/

 

Kelas               : BB

 

Nim                     : 0910220069

 

 

 

 

 

  1. Evolusi Konsep Marketing :

 

  • Marketing : Konsep pemasaran berorientasikan terhadap pemenuhan keperluan dan kemahuan pengguna dengan efektif.
  • Selling : Konsep Penjualan berorientasikan terhadap penjualan produk melalui kaedah pemasaran yang lebih agresif.
  • Product : Konsep Produk adalah berasaskan kepada prinsip bahwa pengguna akan menghargai dan lebih mengutamakan produk yang menawarkan kualitas, prestasi dan ciri-ciri inovatif yang terbaik.
  • Production : Konsep Produksi adalah berasaskan kepercayaan bahwa pengguna lebih berminat membeli produk yang berharga murah serta mudah diperolehi.

 

  1. Marketing Mix

 

Konsep marketing mix merupakan salah satu konsep dalam pemasaran modern pada saat sekarang ini. Dimana konsep tersebut adalah salah satu kegiatan pemasaran yang sangat menentukan keberhasilan perusahaan dalam mengejar maksimum profit.

 

Kotler (1985 : 45-48) mengemukakan bahwa marketing mix dapat dibagi menjadi 4 P sebagai berikut :
1.  Product (Produk)
2 . Price (Harga)
3 . Place (distribusi/tempat)
4.  Promotion (promosi)
Keempat produk di atas merupakan penentu dalam  menganalisa pasar secara keseluruhan, selanjutnya penulis akan menguraikan keempat komponen di atas sebagai berikut :
1.  Product (produk)
Produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan pada suatu pasar guna mendapatkan perhatian untuk dimiliki, digunakan, dikonsumsi yang dapat memuaskan kebutuhan.
2.  Price (harga)
Harga merupakan alat untuk mengukur nilai suatu barang, harga bagi produsen merupakan penentu bagi permintaan pasar dan mempengaruhi posisi pesaing perusahaan dalam merebut konsumen.
3. Place (distribusi/tempat)
Produk yang telah dihasilkan oleh suatu perusahaan akan lebih berguna bagi kensumen/pembeli apabila produk tersebut tersedia pada tempat dan saat dimana saja dibutuhkan.

 

Dalam hal ini produsen mempunyai 3 alternatif yaitu:
a.Distribusi Insentif
Distribusi ini dapat digunakan oleh para produsen yang menjual komponen perusahaan yang berusaha menggunakan penyalur terutama pengecer sebanyak-banyaknya untuk mendekati para konsumen.

 

b. Distribusi Selektif
Perusahaan yang menggunakan distribusi ini berusaha memilih sejumlah pedagang besar atau pengecer, agen yang terbatas dalam suatu daerah.

 

c. Distribusi Ekslusif
Saluran ini dilakukan oleh perusahaan dan hanya menggunakan suatu pedagang besar atau pengecer dalam daerah tertentu.

 

4 Promotion (promosi)
Promosi adalah suatu usaha perusahaan atau individu memberikan informasi dan mempengaruhi serta menarik konsumen sicara lansung terhadap produk yang dihasilkan.
Promosi adalah cara yang efektif dalam merebut konsumen dipasaran.

 

  1. STP
    1. Segmentasi Pasar

 

Menurut Kotler (2006 : 281) adalah:

 

“Segmentasi pasar merupakan pembagian sebuah pasar kedalam kelompok-kelompok pembeli yang khas berdasarkan kebutuhan, karakteristik, atau prilaku yang memiliki kesamaan kebutuhan dan atau kesamaan karakter yang memiliki respon yang sama dalam membelanjakan uangnya”

 

Segmentation: Adalah upaya memetakan atau pasar dengan memilah-milahkan konsumen sesuai persamaan di antara mereka. Pemilahan ini bisa berdasarkan usia, tempat tinggal, penghasilan, gaya hidup, atau bagaimana cara mereka mengkonsumsi produk.

 

 

 

  1. Targeting

 

Merupakan ukuran dan pertumbuhan segmen, daya tarik segmen, serta sasaran dan sumber daya yang dimiliki perusahaan.

 

Targeting: Setelah memetakan pasar, tahap targeting seperti namanya adalah membidik kelompok konsumen mana yang akan kita sasar.

 

 

 

  1. Positioning

 

Positioning adalah apa yang kita inginkan ada di benak konsumen ketika mereka mendengar brand kita. Positioning ini berkaitan dengan persepsi. Persepsi ini harus bisa unik sehingga pelanggan bisa langsung membedakan antara brand kita dan brand pesaing kita.

 

Positioning:  Apabila target pasar sudah jelas, positioning adalah bagaimana kita menjelaskan posisi produk kepada konsumen. Apa beda produk kita dibandingkan kompetitor dan apa saja keunggulannya.

 

 

 

 

 

  1. Konsep Kepuasan, kesetiaan konsumen

 

Kepuasan dapat diartikan sebagai antara layanan atau hasil yang diterima itu paling tidak harus sama dengan harapan konsumen atau bahkan melebihinya.  Dalam era kompetisi bisnis yang ketat seperti sekarang, kepuasan pelanggan merupakan hal yang utama, pelanggan diibaratkan seorang raja yang harus dilayani namun hal ini bukan berarti menyerahkan segala-galanya kepada pelanggan.  Usaha memuaskan kebutuhan pelanggan harus dilakukan secara menguntungkan atau bersifat win-win situation yaitu keadaan dimana kedua belah pihak merasa menang dan tidak ada yang dirugikan.

 

Nilai pelanggan, kepuasan pelanggan dan retensi pelanggan.

 

  1. Nilai Pelanggan (customer delivered value) adalah selisih antara pelanggan total dengan biaya pelanggan total.
  2. Kepuasan pelanggan, perasaan senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah membandingkan antara persepsi/kesannya terhadap kinerja (atau hasil) suatu produk dan harapannya
  3. Retensi pelanggan, tujuan menyeluruh dari nilai pelanggan tersedia secara berkelanjutan dan lebih efektif dari pada pesaing akan memberikan kepuasan pelanggan yang tinggi.

 

Menurut Kotler (2003 : 140) Hubungan antara kepuasan dan loyalitas adalah saat dimana konsumen mencapai tingkat kepuasan tertinggi yang menimbulkan ikatan emosi yang kuatdan komitmen jangka panjang dengan merek perusahaan.

 

Dalam mengukur kesetiaan, diperlukan beberapa attribut yaitu :

 

  1. Mengatakan hal yang positif tentang perusahaan kepada orang lain
  2. Merekomendasikan perusahaan kepada orang lain yang meminta saran
  3. Mempertimbangkan bahwa perusahaan merupakan pilihan pertama dalam melakukan pembelian jasa
  4. Melakukan lebih banyak bisnis atau pembelian dengan perusahaan beberapa tahun mendatang.

 

 

 

  1. Etika dan Tanggung Jawab Sosial

 

Etika (ethics) adalah kode prinsip dan nilai moral yang membangun perilaku seseorang atau sebuah kelompok yang berhubungan dengan benar dan salah.

 

Pengertian Tanggung Jawab Sosial (CSR)

 

àSuatu konsep bahwa organisasi,khususnya (namun bukan hanya) perusahaan adalah memiliki tanggung jawabterhadap konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas, dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan.

 

 

 

  1. Pengaruh teknologi informasi terhadap konsumen

 

  • Konsumer menjadi lebih kuat
  • Konsumer mempunyai akses informasi yang lebih dari pada sebelumnya.
  • Pemasar harus menawarkan produk/jasa lebih baik dari sebelumnya.
  • Pertukaran antara konsumen dan pemasar meningkat secara interaktif dan instan.
  • Pemasar dapat memperoleh informasi tentang konsumer dengan lebih cepat dan mudah.
  • Dapat menjangkau wilayah yang sangat luas

 

  1. Perbedaan penelitian kuantitatif dan kualiatif

 

  • Penelitian Kualitatif

 

Merupakan penelitian yang menggunakan data yang berbentuk kalimat, kata atau gambar atau data yang bukan dalam bentuk skala rasio, tetapi dalam bentuk skala yang lebih rendah yaitu : skala ordinal dan atau skala nominal.

 

  • Penelitian Kuantitatif

 

Adalah penelitian yang lebih berdasarkan pada data yang dapat dihitung untuk menghasilkan suatu penaksiran. Isi rencana analisis data selalu didasarkan pada rencana penelitian yang telah dirumuskan dan data yang sudah siap diolah.

 

  1. Skala Pengukuran merupakan kesepakatan yang digunakan sebagai acuan untuk menentukan panjang pendeknya interval yang ada dalam alat ukur, sehingga alat ukur tersebut bila digunakan dalam pengukuran akan menghasilkan data kuantitatif.

 

Macam-macam Skala Pengukuran :

 

  1. Skala Nominal : Skala nominal hanya bisa membedakan sesuatu yang bersifat kualitatif atau kategoris, misalnya jenis kelamin, agama, dan warna kulit.
  2. Skala Ordinal : Skala ordinal selain membedakan sesuatu juga menunjukkan tingkatan, misalnya pendidikan dan tingkat kepuasan pengguna.
  3. Skala Interval : Skala interval berupa angka kuantitatif namun tidak memiliki nilai nol mutlak sehingga titik nol dapat digeser sesuka orang yang mengukur, misalnya tahun dan suhu dalam Celcius.
  4. Skala Rasio : Skala rasio berupa angka kuantitatif yang memiliki nilai nol mutlak dan tidak dapat digeser sesukanya, misalnya adalah suhu dalam Kelvin, panjang, dan massa.

 

 

 

 

Uncategorized