INTERNA HEWAN BESAR: Milk Fever

Pengertiannya yaitu penyakit metabolit yag terjadi pre dan pos partus yang ditandai dengan hipokalsemia, kelemahan otot dan depresi kesadaran.
Patogenesis
Ketidakmampuan sapi dalam beradaptasi terhadap kebutuhan kalsium tinggi saat laktasi sehingga menyebabkan kadar kalsium darah menurun dan menimbulkan gejala klinis.
Gejala klinis terbagi menjadi tiga stadium. Stadium esktasi dimana sapi mengalami kekejangan dan tetani disertai hipersensitifitas dan tremor otot kepala dan ekstrimitas. Stadium sternal recumbency terlihat sapi mengalami penurunan tingkat kesadaran yang ditandai dilatasi pupil dan bola mata kering. Stadium lateral recumbency mendekati keadaan koma jika tidak mendapat pertolongan 12-24 jam akan menyebabkan kematian.
Terapi yaitu dengan memberikan kalsium secara intravena dengan dosis yang tepat.

Sumber. Triakoso, N. 2011. Ilmu Penyakit Dalam Veteriner. PMN

INTERNA HEWAN BESAR: Dismatosis

Pengertiannya yaitu Infeksi hati yang disebabkan oleh Fasciola sp. & Dicrocoelium dendriticum. Penggunaan dismatosis menjadi lebih tepat jika mengarah pada infeksi cacing hati.
Gejala klinis dari kejadian ini bersifat akut dan kronis. Akut terjadi pada domba dan kambing, jarang terjadi pada sapi. Gejalanya yaitu anoreksia, depresi, lemah, puscat, dispnea, ascites, feses kering. Kronis menyebabkan penurunan tingkat produksi pada sapi dan domba. Gejala yang terlihat domba mengalami penurunan berat badan secara cepat, pucat, ascites dan ikterus.
Terapi yang dapat dilakukan yaitu memberikan obat anti cacing. Pencegahan yang dapat diberikan yaitu dengan cara rumput tidak diberikan dalam keadaan segar namun sudah mengalami drainase.

Sumber. Triakoso, N. 2011. Ilmu Penyakit Dalam Veteriner. PMN

INTERNA HEWAN BESAR : Indigesti Sederhana

Gejala terjadinya penyakit ini yaitu anoreksia dan atoni rumen.indigesti sederhana sering terjadi pada sapi perah dan sapi potong.
Penyebab kejadian ini frosted feed, pakan yang terlalu kasar atau halus atau pemberian konsentrat yang berlebihana.
Faktor lain yaitu pergantian pakan dari konsentrat kering ke hijauan atau dari hijauan ke konsentrat.
Patogenensis kejadian ini yaitu penyebab penyakit ini menyebabkan terjadinya perubahan pH rumen secara drasis yang menyebabkan atoni rumen.
Terapi konvensional dan suportif dapat diberikan, namun pada umumnya akan sembuh spontan dalam 24-48jam.

Sumber. Triakoso, N. 2011. Ilmu Penyakit Dalam Veteriner. PMN

Happy World Veterinary Day 2014

wvd

The World Veterinary Association (WAA) menciptakan World Veterinary Day pada tahun 2000 sebagai perayaan tahunan profesi dokter hewan, jatuh pada hari Sabtu terakhir bulan April yaitu kemarin 26 April 2014.

“Pada global seperti saat ini kepedulian masyarakat terhadap bagaimana pemanfaatan hewan meningkat, ” menurut pengumuman untuk WVD 2014 . ” Profesi dokter hewan memiliki posisi yang unik antara manusia dan hewan untuk memberikan pelayanan kesejahteraan hewan untuk memanfaatkan.

Pada 2013 , Afrika Selatan memenangkan penghargaan terbaik dalam mempromosikan kesadaran vaksinasi sebagai sarana untuk mencegah penyakit. Informasi tentang Hari Kedokteran Hewan Dunia dan World Veterinary Day Award tersedia di sini .

PENYAKIT : Epistaksis

Etiologi:

Epistaksis adalah pendarahan melalui hidung yang dapat berasal dari rongga hidung, sinus paranasal, atao nasofaring. Epistaksis hanyalah gejala bukan penyakit. Pendarahan bisa menetes atau mengucur lewat hidung bisa lewat nasofaring. Berdasarkan lokasinya epistaksis dapat dibagi atas beberapa jenis, yaitu:

  1. Epistaksis anterior (depan): berasal dari bagian anterior hidung dengan asal perdarahan berasal dari pleksus Kiesselbach. Perdarahan biasanya ringan, dan dapat berhenti sendiri . Kebanyakan terjadi pada usia yang lebih muda.
  2. Epistaksis posterior (belakang): berasal dari rongga hidung posterior dengan asal perdarahan berasal dari pleksus Woodruff’s. Perdarahan biasanya lebih hebat dan jarang dapat berhenti sendiri. Biasanya terjadi pada usia yang lebih tua dan bersifat lebih parah.

Causa Epistaxis antara lain : Trauma, Neoplasia, Infeksi Mikroorganisme (Bakteri, jamur, parasit), Benda Asing/Corpora Aliena pada Cavum Nasal, Dental disease, Penyakit/ Kelainan Darah, Trombositopenia, Hiperviskositas

Diagnosa :

  • Pemeriksaan tekanan darah dan kondisi pernafasannya.
  • Pengamatan pada daerah kepala, terutama pada bagian oral dan nasal untuk mempermudah pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan dengan
  • Pemeriksaan laboratorium

Penanganan :

  • Dikompres dengan es batu dan ditekan pada bagian nasal. Perlakuan ini akan memicu kontriksi pada pembuluh darah sehingga  aliran darah menurun dan membantu proses pembekuan darah.
  • Pemberian  Adrenaline (e.x :  epinephrine) pada hidung untuk  mengontrol perdarahan dan membuat hewan lebih tenang.
  • Setelah perdarahan bisa dihentikan bersihkan hidung dari sisa darah  yang menggumpal.
  • Istirahatkan, sampai kondisi hewan pulih kembali. Jangan dipaksa  untuk melalukan exercise sementara waktu.

DIAGNOSA KLINIK: Hidrothorax

Datang seekor pasien dengan informasi sebagai berikut:
Jenis hewan     : Kucing Lokal
Umur               : 6 Tahun
Jenis Kelamin  : Betina
BB                   : 1,75 Kg
Temperatur      : 40oC
Gejala              : Bila bernapas terdengar suara.

Maka dilakukan anamesa dengan pertanyaan sebagai berikut:
X : Sejak kapan gejala terjadi ?
Y : Bila bernafas terdengar suara
X : Ruangan si  pasien ber AC atau tidak ?
Y : Tidak
X : Bagaimana nafsu makannya ?
Y : Nafsu makan berkurang
X : Apakah keluar leleran dari hidung ?
Y : Iya, ada sedikit
X : Apakah terjadi kebengkaan dan kemerahan pada mata ?
Y : Tidak, tapi mata kotor
X : Apakah pasien mengalami batuk atau pilek  ?
Y : kadang-kadang
X : Bagaimana kondisi pasien saat malam hari ?
Y : Susah bernafas
X : Bagaimana dengan fecesnya ? diare atau tidak ?
Y : normal
X : Berapa lama sudah demam?
Y : Sudah seminggu
Diagnosa mengarah pada Feline Viral Rhinotracheitis dan Feline Calicivirus

X: Apakah pasien sudah divaksin?
Y : Sudah
X : Apakah pasien bersih-bersin?
Y : Tidak
Karena si hewan tidak bersin-bersin jadi si hewan dikatakan tidak mengidap penyakit FVR dan FC jadi diagnosa lebih mengarah ke hidrothorax
Diagnosa : Hidrothorax
Pemeriksaan: Rontgen (melihat kelainan apa ada gangguan pada upper atau lower respiration)

Pasien sudah seminggu demam, kemungkinan adanya infeksi sekunder. Kondisi hidrothorax: kurus. Sehingga kesulitan bernafas dapat disebabkna karena gangguan jantung. Penanganannya bisa diuap (nebulizer) kemudian diinfus dan diberikan antibiotik (tetracycline, chloramphenicol) untuk mencegah infeksi sekunder akibat bakteri. Antipiretik diberikan untuk menurunkan temperatur. Pengobatannya bisa diberikan furosemid untuk mengurangi bengkak atau edema dan penyimpanan cairan yang disebabkan oleh berbagai macam masalah kesehatan,termasuk penyakit jantung atau hati. Pengambilan cairan bisa dilakukan melalui diafragma dengan cara disedot cairannya melalui diafragma dan hanya boleh dilakukan oleh dokter hewan yang ahli dengan pembedahan yang khusus.

PENYAKIT MIKROBIAL & PARASITER : Feline Calicivirus

Calicivirus Feline (FCV) adalah penyakit yang disebabkan virus dari Family Caliciviridae yang merupakan salah satu dari dua penyebab infeksi pernafasan pada kucing.

Ulserasi di ujung rostral lidah dan faucitis, gingivitis, dan ptyalism serta rinitis.

Gejalanya yaitu bersin-bersin bekelanjutan, demam, nafsu makan berkurang atau hilang sama sekali, lemah, lesu, diikuti dengan batuk, mata merah, sariawan pada mulut dan menyebabkan kucing kesakitan bila makan dan berair.

Tidak ada pengobatan khusus untuk FCV. Antibiotik digunakan untuk infeksi bakteri sekunder, dan modulator kekebalan tubuh, seperti limfosit T-sel kekebalan modulator untuk dukungan kekebalan tubuh. Pemberian infus (rehidrasi) digunakan untuk kucing dehidrasi dan anoreksia. Pemberian penambah nafsu makan untuk meningkatan imunitas. Pemberian kortikosteroid atau azathioprine dapat digunakan untuk polyarthritis. Apabila terjad stomatitis sangat sulit diobati. Pemberian antibiotik, kortikosteroid, dan pencabutan gigi banyak menunjukkan hasil. Kucing yang diberikan kortikosteroid harus dipantau secara hati-hati untuk memburuknya infeksi saluran pernapasan atas.