INTERNA HEWAN KECIL Jamur pada Kucing (Ringworm)

Klien : “Mbak, kucingku bulunya rontok nih, kenapa ya?”
Mahasiswa Koas : “Hmm, saya lihat dulu ya mbak” sembari melakukan pemeriksaan fisik dan pemendaran dengan lampu UV. “Oh ini kena jamur mbak.”
Klien : “Jamur? kucing bisa jamuran?”
Mahasiswa Koas : “Bisa” dengan hati deg-degan bakal kudu mandi bunga tujuh rupa nih biar gak ikut kena jamur. Hahaha. Jamur pada kucing itu apa sih???

———————————————————————————————————————————–

RINGWORM

Ringworm adalah penyakit mikotik yang disebabkan oleh kapang dermatofit dan menyerang hewan (anjing, kucing, sapi, unggas dan lain-lainnya). Penyakit ini penting artinya karena hampir semua hewan dapat terserang dan bersifat zoonosis. Penyebarannya hampir meliputi seluruh dunia. Gejala klinis yang utama adalah adanya bentuk cincin (melingkar) pada tempat terinfeksi dan kebotakan pada bulu dan rambut. Bagian terserang kulit, rambut dan bagian tubuh yang mengandung keratin. Diagnosa dan  pemeriksaan dilakukan dari gejala klinis, dilanjutkan dengan pemeriksaan laboratorium sebagai peneguhan diagnosa. Penanggulangan dapat dilakukan dengan cara pencegahan dan pengobatan.

Penyebab ringworm ialah cendawan dermatofit yaitu sekelompok cendawan dari genus Epidermophyton, Microsporum dan Trichophyton.  Gejala ringworm pada kucing, terutama oleh  M. canis, sering tidak jelas. Umumnya akan dapat diketahui bila telah ada penularan yang nyata pada manusia akibat kontak. Ditandai dengan adanya pembentukan sisik tanpa adanya lesi yang bersifat agak ringan, gatal-gatal adakalanya ditemukan kerontokan bulu (rambut) sehingga daerah itu agak gundul, atau dalam hal ini terjadi lesi yang lebih berat, dapat  berbentuk kerak-kerak yang nyata, lesi ini sering ditemukan di daerah muka dan kaki., dalam keadaan infeksi yang lebih parah dapat meluas ke beberapa bagian tubuh.

cats

Pengobatan dapat dilakukan secara sistemik dan topikal. Secara sistemik dengan preparat Griseofulvin, Natamycin, dan azole peroral maupun intravena,  dengan cara topikal menggunakan fungisida  topikal dengan berulang kali, setelah itu kulit  hewan penderita tersebut disikat sampai  keraknya bersih; setelah itu dioles atau digosok pada tempat yang terinfeksi. Selain itu dapat pula dengan obat tradisional seperti daun ketepeng (Cassia alata),  Euphorbia prostate dan E. thyophylia.

Sumber. Ahmad. RZ. Permasalahan dan Penanggulangan Ringworm pada Hewan. Lokakarya Nasional Penyakit Zoonosis Vol.5 No.47 pp.297-303 (lkzo05-47)