PENYAKIT : Epistaksis

Etiologi:

Epistaksis adalah pendarahan melalui hidung yang dapat berasal dari rongga hidung, sinus paranasal, atao nasofaring. Epistaksis hanyalah gejala bukan penyakit. Pendarahan bisa menetes atau mengucur lewat hidung bisa lewat nasofaring. Berdasarkan lokasinya epistaksis dapat dibagi atas beberapa jenis, yaitu:

  1. Epistaksis anterior (depan): berasal dari bagian anterior hidung dengan asal perdarahan berasal dari pleksus Kiesselbach. Perdarahan biasanya ringan, dan dapat berhenti sendiri . Kebanyakan terjadi pada usia yang lebih muda.
  2. Epistaksis posterior (belakang): berasal dari rongga hidung posterior dengan asal perdarahan berasal dari pleksus Woodruff’s. Perdarahan biasanya lebih hebat dan jarang dapat berhenti sendiri. Biasanya terjadi pada usia yang lebih tua dan bersifat lebih parah.

Causa Epistaxis antara lain : Trauma, Neoplasia, Infeksi Mikroorganisme (Bakteri, jamur, parasit), Benda Asing/Corpora Aliena pada Cavum Nasal, Dental disease, Penyakit/ Kelainan Darah, Trombositopenia, Hiperviskositas

Diagnosa :

  • Pemeriksaan tekanan darah dan kondisi pernafasannya.
  • Pengamatan pada daerah kepala, terutama pada bagian oral dan nasal untuk mempermudah pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan dengan
  • Pemeriksaan laboratorium

Penanganan :

  • Dikompres dengan es batu dan ditekan pada bagian nasal. Perlakuan ini akan memicu kontriksi pada pembuluh darah sehingga  aliran darah menurun dan membantu proses pembekuan darah.
  • Pemberian  Adrenaline (e.x :  epinephrine) pada hidung untuk  mengontrol perdarahan dan membuat hewan lebih tenang.
  • Setelah perdarahan bisa dihentikan bersihkan hidung dari sisa darah  yang menggumpal.
  • Istirahatkan, sampai kondisi hewan pulih kembali. Jangan dipaksa  untuk melalukan exercise sementara waktu.

DIAGNOSA KLINIK: Hidrothorax

Datang seekor pasien dengan informasi sebagai berikut:
Jenis hewan     : Kucing Lokal
Umur               : 6 Tahun
Jenis Kelamin  : Betina
BB                   : 1,75 Kg
Temperatur      : 40oC
Gejala              : Bila bernapas terdengar suara.

Maka dilakukan anamesa dengan pertanyaan sebagai berikut:
X : Sejak kapan gejala terjadi ?
Y : Bila bernafas terdengar suara
X : Ruangan si  pasien ber AC atau tidak ?
Y : Tidak
X : Bagaimana nafsu makannya ?
Y : Nafsu makan berkurang
X : Apakah keluar leleran dari hidung ?
Y : Iya, ada sedikit
X : Apakah terjadi kebengkaan dan kemerahan pada mata ?
Y : Tidak, tapi mata kotor
X : Apakah pasien mengalami batuk atau pilek  ?
Y : kadang-kadang
X : Bagaimana kondisi pasien saat malam hari ?
Y : Susah bernafas
X : Bagaimana dengan fecesnya ? diare atau tidak ?
Y : normal
X : Berapa lama sudah demam?
Y : Sudah seminggu
Diagnosa mengarah pada Feline Viral Rhinotracheitis dan Feline Calicivirus

X: Apakah pasien sudah divaksin?
Y : Sudah
X : Apakah pasien bersih-bersin?
Y : Tidak
Karena si hewan tidak bersin-bersin jadi si hewan dikatakan tidak mengidap penyakit FVR dan FC jadi diagnosa lebih mengarah ke hidrothorax
Diagnosa : Hidrothorax
Pemeriksaan: Rontgen (melihat kelainan apa ada gangguan pada upper atau lower respiration)

Pasien sudah seminggu demam, kemungkinan adanya infeksi sekunder. Kondisi hidrothorax: kurus. Sehingga kesulitan bernafas dapat disebabkna karena gangguan jantung. Penanganannya bisa diuap (nebulizer) kemudian diinfus dan diberikan antibiotik (tetracycline, chloramphenicol) untuk mencegah infeksi sekunder akibat bakteri. Antipiretik diberikan untuk menurunkan temperatur. Pengobatannya bisa diberikan furosemid untuk mengurangi bengkak atau edema dan penyimpanan cairan yang disebabkan oleh berbagai macam masalah kesehatan,termasuk penyakit jantung atau hati. Pengambilan cairan bisa dilakukan melalui diafragma dengan cara disedot cairannya melalui diafragma dan hanya boleh dilakukan oleh dokter hewan yang ahli dengan pembedahan yang khusus.

My new boyfi

pico

Last year,my boyfi pico, sick and pain. He always with me for 4 year, help me making task and other, everyday, everytime, everywhere. But now he never wake up again.

boyfi

Alhamdulillah my scholarship on hand, so i need few donate from my daddy, and i buy new boy fi. This is my new boy fi, Blui is his name. i hope he help me till finish and would be strong than pico, ameen

 

PENYAKIT MIKROBIAL & PARASITER : Feline Calicivirus

Calicivirus Feline (FCV) adalah penyakit yang disebabkan virus dari Family Caliciviridae yang merupakan salah satu dari dua penyebab infeksi pernafasan pada kucing.

Ulserasi di ujung rostral lidah dan faucitis, gingivitis, dan ptyalism serta rinitis.

Gejalanya yaitu bersin-bersin bekelanjutan, demam, nafsu makan berkurang atau hilang sama sekali, lemah, lesu, diikuti dengan batuk, mata merah, sariawan pada mulut dan menyebabkan kucing kesakitan bila makan dan berair.

Tidak ada pengobatan khusus untuk FCV. Antibiotik digunakan untuk infeksi bakteri sekunder, dan modulator kekebalan tubuh, seperti limfosit T-sel kekebalan modulator untuk dukungan kekebalan tubuh. Pemberian infus (rehidrasi) digunakan untuk kucing dehidrasi dan anoreksia. Pemberian penambah nafsu makan untuk meningkatan imunitas. Pemberian kortikosteroid atau azathioprine dapat digunakan untuk polyarthritis. Apabila terjad stomatitis sangat sulit diobati. Pemberian antibiotik, kortikosteroid, dan pencabutan gigi banyak menunjukkan hasil. Kucing yang diberikan kortikosteroid harus dipantau secara hati-hati untuk memburuknya infeksi saluran pernapasan atas.

PENYAKIT MIKROBIAL & PARASITER : Feline Viral Rhinotracheitis

Etiologi:
Merupakan penyakit flu pada kucing disebabkan oleh Feline Herpes Virus-1 (FHV-1). Masa inkubasi 2-4 hari namun biasanya 10-14 hari.
Penularan:
Feline viral rhinotracheitis (flu pada kucing) ditularkan dari kucing yang sakit kepada kucing yang sehat, penularan juga dapat melalui kontak dengan alat-alat, tempat pakan dan minum.
Gejala Klinis:
Gejala yang sering ditimbulkan adalah batuk, demam hingga 41C, nafsu makan hilang dan berat badan berkurang, pilek, bersin-bersin, mata merah, bengkak dan berair disertai kerak-kerak pada kelopak mata. Radang kornea juga sering timbul dan menyebabkan kucing lebih senang pada tempat gelap sambil menggosok gosokan mata dengan kakinya. Pada induk kucing hamil terinfeksi akan menyebabkan abortus, tetapi apabila tidak abortus anak kucing menderita radang paru-paru.
Pemeriksaan Patologi Klinik antara lain Immunofluorescent assay—nasal or conjunctival scrapings; viral detection, Viral isolation—pharyngeal swab sample, Stained conjunctival smears—detect intranuclear inclusion bodies.
Perawatan: Kucing yang terinfeksi oleh Feline Herpes Virus sebaiknya dipisahkan dari kucing yang lain, kurangi stres dan ruangan mempunyai sirkulasi udara yang cukup. Berikan minum dan makanan yang cukup dan Bersihkan kotoran pada hidung dan mata kucing.
Pengobatan :

  • Antibiotik (tetracycline, chloramphenicol)diberikan untuk mencegah infeksi sekunder akibat bakteri
  • Obat tetes atau salep mata diberikan untuk mengurangi penyakit pada mata
  • Dekongestan diberikan untuk mengurangi lendir berlebihan pada saluran pernafasan
  • Pemberian Lysin dapat mengganggu perkembangbiakan (replikasi virus) dan dapat meningkatkan nafsu makan serta mempercepat kesembuhan.

Pencegahan: Feline viral rhinotracheitis dapat dilakukan dengan memberikan vaksin FHV-1. Pada anak kucing Kitten sebaiknya divaksinasi pada umur 6-12 minggu, kemudian diulang pada umur 12minggu, setelah itu baru diulang setiap tahun.

Dream at Foothills Panderman

Last month, i follow Submittion Activity of Veterinary Education School of Veterinary Medicine Universitas Brawijaya 2013 in Pesanggrahan village in foothills Panderman Mountain. Three days, 16-18 Januari 2013 so wonderful days. The first day we held education to elementary schools, the second day we did a collection of animals and education to the community, while the day when we did the treatment and sanitary cage. I get a lot of new experiences, new friends, new sibling, new families, new dreams, new hope. Event to be possibly, my memories are not forgotten. And this few photos in this event.

situatio after arrive in Pesanggrahan Village and after education in Elementary School.

after education in Elementary School.

Prepare before activities

Say goodbye and capture few photo

New friend, new sistes, new family

situation medical record and treatment.