KEBIDANAN : Prostatitis

PROSTATITIS

Pengertian

Prostatitis  merupakan  suatu infeksi (peradangan) kelenjar prostat yang diakibatkan karena struktur abnormal uretra atau infeksi kuman yang ditularkan melalui hubungan seksual.

Hospes

Prostatitis bisa menyerang mamalia jantan terutama spesies anjing dan kucing, juga bisa diderita oleh manusia berjenis kelamin laki-laki. Menurut  Brennan (2008), biasanya prostatitis yang ditemukan pada hewan jantan terjadi dalam temuan  kasus Brucellosis.

Penyebab

  • Brucella sp : Prostatitis merupakan salah satu bagian dari brucellosis pada anjing, walaupun biasanya tidak nampak secara nyata. Prostatitis ini cenderung menjadi infeksi intertitial kronis, hal ini mencerminkan kenyataan bahwa penyakit ini pembentukkannya membutuhkan waktu yang lama dan fase akut sudah berakhir. (Barr et al, 1986). Walaupun Brucellosis bisa menyebabkan prostatitis, namun organ utama yang diinfeksi adalah testis dan epididimis (Ling et all, 1985)
  • Eshericia colli  bisa menyebabkan emfisematosa
  • Proteus
  • Klebsiella
  • Staphylococcus
  • Streptococcus sp. ( Rohleder and Jones, 2002)

Gejala

Tanda-tanda klinis dari prostatitis berbeda menurut keadaan infeksi (peradangan) apakah akut atau kronis :

  • Demam
  • Noda darah yang keluar dari penis
  • Darah di dalam air seni
  • Ketidaknyamanan daerah abdominal
  • Gaya berjalan kaku
  • Lemah & lesu
  • Kesulitan untuk buang air kecil atau membuang air besar
  • Anoreksia
  • Muntah
  • Kehilangan berat badan
  • Ketidaksuburan/kemandulan pada jantan

 

Patogenesa

Diperkirakan bahwa prostatitis terjadi melalui jalur infeksi dari bawah ke atas (luar ke dalam). Organisme penyebab prostatitis akan  berjalan dari penis dan preputium menuju kelenjar prostat melaui urethra. Infeksi dari bakteri Brucella bisa terjadi akibat adanya aliran darah yang mengumpul dan dilokalisasi di kelenjar prostat, namun bisa juga diakibatkan dari epididimitis. Ada juga teori yang menjelaskan bahwa prostatitis bisa berasal dari kandung kemih dan urine. Adanya abses dari kelenjar prostat merupakan salah satu penanda terjadinya prostatitis. Saat bakteri menginfeksi prostat, maka mereka tumbuh dan berkembang di dalam lumen dari kelenjar tersebut, sehingga akan menyebabkan terjadinya inflamasi (pembengkakan). Inflamasi tersebut merupakan suatu indikasi akan terjadinya fase infeksi akut dari kelenjar tersebut dan selanjutnya masuk pada fase infeksi di jaringan interstitial. Neutrofil dan granulosit-granulosit akan menghasilkan bahan-bahan kemotaktis yang akan menyerang bakteri sebagai respon dari pembengkakan tersebut. Bakteri tersebut bisa berupa bakteri gram negative dan biasanya menghasilkan endotoksin. Selanjutnya respon dari jaringan interstitial akan semakin baik dengan diawali oleh mendominasinya limfosit dan plasma sel. Jaringan interstitial lalu akan mengalami fibrosis.

Gambaran Makroskopik

Prostatitis acute merupakan kondisi patologis yang biasanya disertai oleh rasa sakit. Beberapa kasus menunjukkan adanya edema dan hemoragi pada bagian protat dan jaringan periprostaticnya. Pada tahap ini akan sulit untuk melihat bentuk kelenjar yang  utuh dikarenakan terjadi respon peradangan akut. Ketika suatu respon peradangan menghasilkan nanah/pus, maka kelenjar prostat akan menjadi lebih besar/menggembung dan apabila disayat, cairan nanah bisa merembes dari permukaan sayatan terutama bila kelenjar prostat ditekan. Untuk Prostatitis kronis, biasanya akan nampak bentukan putih pada kelenjar prostat atau bahkan terkadang tidak menampakkan perubahan makroskopik apapun. Untuk beberapa kasus yang jarang terjadi, terkadang  prostatitis bisa menyebabkan emfisematosa pada kelenjar prostat ( Rohleder and Jones, 2002)

Gambaran Mikroskopik

Pada kebanyakan prostatitis akut, bila dilihat secara mikroskopik, akan tampak terjadi edema dan hemoragi pada jaringan interstitial dan  acini nya terpisah jauh antara satu sama lain. Selain itu pada beberapa bagian akan terjadi nekrosis. Netrofil akan tampak banyak pada bagian intertitium maupun diantara acininya. Pada sedikit  kasus dari prostatitis akut, sel netrofil, sel makrofag, dan sisa-sisa sel yang mengalami nekrosis akan tampak di daerah lumen dan bisa menyebabkan pembengkakan. Selain itu, sel plasma dan limfosit akan tampak disekeliling acini dan vessels. Akan tampak juga bentukan fibrosis dan kelenjar-kelenjar disekitar area peradangan akan mengalami atropi (penyusutan)

Pengobatan

Kronik : Pengobatan memerlukan program berkepanjangan (4-8 minggu) dengan antibiotik yang bisa menembus prostat dengan baik. Diantaranya yaitu quinolones (ciprofloxacin, levofloxacin), sulfas (Bactrim, Septra), Doxycycline and macrolides (erythromycin, clarithromycin). Infeksi persisten bisa diatasi (80% pasien)  dengan menggunakan -blockers (tamsulosin, flomax, alfuzosin), atau untuk terapi jangka panjang bisa diberi terapi antibiotik dosis rendah. Infeksi berulang dapat disebabkan karena buang air kecil yang tidak tuntas (hipertrofi prostatic jinak), batu prostat atau kelainan struktural yang berfungsi sebagai reservoir untuk infeksi.

Akut : Terapi antibiotik untuk infeksi prostatitis akut  sangat singkat. Pemilihan antibiotik  tergantung mikoba. Dalam pengobatan prostatitis akut, lebih baik  memilih bacteriocidal antibiotik (membunuh bakteri) daripada antibiotik bakteriostatik (memperlambat pertumbuhan bakteri) karena untuk infeksi akut berpotensi mengancam kehidupan. Bila sakitnya parah,bisa di lakukan rawat inap, namun bila tidak terlalu parah, bisa dirawat dirumah dengan istirahat yang cukup, pemakaian analgesik, pelunak tinja, dan hidrasi.