PATOLOGI ANATOMI : Atrofi

 TUGAS

PATOLOGI ANATOMI

 

ATROFI


disusun oleh :

PRIMA SANTI

0911310056

PDH-A

PENDIDIKAN DOKTER HEWAN

PROGRAM KEDOKTERAN HEWAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG

2010

ATROFI

Atrofi adalah salah satu bentuk adaptasi yang ditandai oleh berkurangnya ukuran sel jaringan atau organ di dalam tubuh. Atrofi sel individual  yang disertai peningkatan hilangnya sel atau berkurangnya penggantian sel yang hilang akhirnya menyebabkan ukuran organ mengecil dan jaringan menipis.

Penyebab atrofi antara lain terjadinya mutasi (yang dapat merusak gen untuk membangun jaringan atau organ), sirkulasi dalam tubuh terganggu sehingga kekurangan nutrisi dari makanan dan oksigen, gangguan hormonal, gangguan saraf sehingga sel kurang digunakan seperti otot rangka atau kurangnya latihan atau penyakit intrinsik pada  jaringan itu sendiri dan proses penuaan. Hormonal dan saraf menginervasi organ atau jaringan yang disebut sebagai trofik. Trofik menggambarkan kondisi trofik jaringan. keadaan trofik otot berkurang dikenal sebagai atrofi.

Atrofi secara umum merupakan proses fisiologis berupa reabsorpsi dan kerusakan jaringan, yang melibatkan mekanisme apoptosis pada tingkat selular. Hal tersebut terjadi sebagai akibat dari penyakit atau hilangnya dukungan trofik karena penyakit lain dan disebut atrofi patologis, meskipun hal tersebut menjadi bagian dari pengembangan tubuh normal dan homeostasis.

Contoh Atrofi

–          Normal

Timus pada usia dini dan amandel pada masa remaja menyusut dan involusi ini merupakan bagian dari perkembangan normal.

–          Atrofi otot

Otot (atrofi otot) dan tulang yang jarang digunakan akan mengalami  kehilangan massa dan kekuatan dan apabila terjadi setelah imobilitas berkepanjangan (istirahat ditempat tidur, memiliki bagian tubuh dalam balutan). Atrofi jenis ini biasanya dapat dipulihkan dengan berolahraga kecuali bila parah. Olahraga secara teratur dapat meminimalkan atrofi otot. Ada banyak penyakit dan kondisi yang menyebabkan atrofi massa otot. Misalnya penyakit seperti kanker dan AIDS menyebabkan sindrom atropi disebut “cachexia”. Selama penuaan, terjadi penurunan bertahap kemampuan otot rangka untuk mempertahankan fungsi.

–          Atrofi kelenjar

Kelenjar adrenal mengalami atropi selama penggunaan eksogen glukokortikoid seperti prednisone dalam jangka panjang. Atrofi dari payudara dapat terjadi ketika reduksi estrogen berkepanjangan, seperti anoreksia nervosa atau menopause. Atrofi testis dapat terjadi ketika penggunaan eksogen steroid seks (baik androgen maupun estrogen) untuk mengurangi gonadotropin sekresi dalam jangka panjang.

–          Atrofi vagina

Pada wanita pasca-menopause, dinding vagina menjadi lebih tipis. Mekanisme untuk kondisi ini berhubungan dengan usia serta penurunan kadar estrogen.

DAFTAR PUSTAKA

 

Campellone, Joseph V. (2007-05-22). “Muscle atrophy”. MedlinePlus  . http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/003188.htm.

Wang, X. G. H. Hockerman, H.W. Green, C.F. Babbs, S.I. Mohammad, D.Gerrard, M.A. Latour, B. London, K.M. Hannon and A.L. Pond.  “Merg1a K+ channel induces skeletal muscle atrophy by activating the ubiquitin proteasome pathway”. FASEB J 20 (9): 1531.