0

Finally — PPDH last schedule

14 Februari 2015, dimasa setahun yang lalu semuanya dimulai, mengingat setiap detik dan peristiwa yang dialami bersama,
mulai dari koas di Dinas Kota Malang yang merupakan bagian pembuka, di RPH Kota Malang dimana malam ulang tahun saya setengah badan disiram air minum sapi, malam koas siang berjibaku mengatur administrasi untuk koas karantina, ternyata koas karantina di undur untuk waktu yang tidak ditentukan, tepat 14 Februari 2015 Gunung Kelud memuntahkan larva, agenda kami berpindah menjadi tim resque untuk hewan-hewan di kaki gunung Kelud, musibah usia kami hijrah ke Surabaya untuk koas karantina, hidup berdampingan dengan jamaah masjid Ampel dan kaum arudam, salah satu dari kami tidak bisa makan selama satu minggu karena tidak cocok.
Koas berlanjut kembali ke kampus tercinta, masuk klinik dan bertindak layaknya menjadi dokter, bertemu dengan Simon kucing dengan kulit terkelupas hingga rotasi berganti. Koas di Batu adalah salah satu moment terindah, menikmati dingin dan sejuknya kota Apel dan apelnya.
Koas berhenti sejenak untuk merayakan lebaran, setelah lebaran koas industripun dimulai, kami terbagi banyak tempat, saya khususnya koas di pusvetma bertemu dengan namanya kultur sel yang hanya saya kenal dari slide dosen, alhamdulillah,
Surabaya adalah salah satu kota penuh kenangan, dimana lingkungan kampus tempat koas tidak bersahabat, akhirnya hidup bersama dengan kehidupan orang-orang bekerja, kemudian koas berpindah kota nan jauh dari rumah. Jakarta adalah kota dengan sejuta warna dengan segala cerita. Bogor juga menjadi bagian dari cerita saya, dimana saya menemukan keluarga baru. Akhir cerita memberikan pengalaman rasanya di pengungsian dan kelaparan karena adanya banjir yang memotong akses logistik kami.

0

PPDH 27: Inspection Animal Qurban

Selama hampir 5 tahun kuliah, event idul adha tidak pernah bisa berada dirumah, kenapa? karena kita selalu ikut pemeriksaan hewan qurban bersama dokter hewan yang bertugas. Hari ini kami anak-anak koas merasa begitu sangat bermanfaat karena dapat menjadi eksekutor dalam kelayakan tidak-an daging hewan qurban.
Setiap tahun kasus yang paling dominan yaitu fasciolosis yang infestasi cacing trematoda pada hepar sapi. Tindakan yang bisa kami lakukan yaitu menentukan organ tersebut normal dan dapat dikonsumsi, organ tersebut abnormal namun dapat dikonsumsi atau organ tersebut abnormal dan tidak dapat dikonsumsi. qurban