Comments Off on Pemanfaatan Agen Hayati untuk Pengendalian Nematoda Bengkak Akar pada Tanaman Krisan

Pemanfaatan Agen Hayati untuk Pengendalian Nematoda Bengkak Akar pada Tanaman Krisan

2010
05.10

Nematoda Bengkak Akar (Meloidogyne spp.) merupakan kendala produksi dalam budidaya krisan (Dendranthema grandiflora Tzvelev). Pengendalian yang dilakukan selama ini ialah dengan menggunakan bahan kimia sintetik yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Oleh karena itu perlu upaya alternatif pengendalian yang ramah lingkungan, murah dan mudah diaplikasikan. Di dalam penelitian ini cendawan Paecilomyces lilacinus digunakan sebagai agen pengendali hayati Meloidogyne spp. yang diaplikasikan dalam berbagai formula. Penelitian dilaksanakan di laboratorium dan rumah kaca Balai Penelitian Tanaman Hias Segunung pada bulan Januari s/d Desember 2001. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan formulasi agen hayati yang efektif dan mudah diaplikasikan di lapangan. Formulasi agen hayati terdiri dari tiga macam yaitu pelet, kompos dan suspensi. Pengujian efikasi formulasi dilakukan pada pot-pot plastik yang diisi dengan 1 liter media tanah steril. Tiap formula agen hayati sesuai dengan dosis perlakuan yang telah ditentukan diinfestasikan ke dalam tanah. Media tanah di dalam pot yang telah diberi formula agen hayati segera diinfestasi dengan 1000 ekor L-2 Meloidogyne spp. tiap pot, kemudian diinkubasikan pada suhu kamar. Setelah diinkubasikan selama 7 hari, kemudian pot-pot tersebut ditanami dengan bibit krisan. Perlakuan terdiri dari satu jenis agen hayati cendawan P. lilacinus, dalam tiga macam formula yaitu: pelet, kompos dan suspensi dengan 3 level dosis masing-masing formulasi pelet dan kompos 3, 6 dan 9 gram per pot serta dosis suspensi 3, 6 dan 9 ml/pot. Percobaan dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 ulangan. Penilaian aktivitas antagonistik agen hayati terhadap nematoda bengkak akar (Meloidogyne spp.) didasarkan pada jumlah bengkak akar yang terbentuk dalam tiap 10 gram akar segar setelah tanaman berumur 40 hari. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa perlakuan formulasi kompos dengan dosis 9 gram/pot dan formulasi suspensi dengan dosis 9 ml/pot efektif menekan serangan bengkak akar pada tanaman krisan.

Sumber