all

semuanya

HASIL HUTAN NON KAYU

Secara garis besar hasil hutan dibagi menjadi 2 bagian yaitu hasil hutan berupa kayu dan hasil hutan non kayu. Hasil hutan non kayu terdiri dari produk nabati dan hewan. Untuk hasil hutan non kayu nabati bisa dikelompokkan ke dalam kelompok rotan, kelompok bambu dan kelompok bahan ekstraktif (misalnya Damar, Terpentin, Kopal, Gondorukem dan sebagainya).

Berikut ini akan diuraikan secara ringkas beberapa jenis hasil hutan non kayu nabati, yang termasuk dalam kelompok bahan ekstraktif.

 

  1. DamarMerupakan getah yang dihasilkan oleh pohon yang termasuk famili Dipterocarpaceae. Dalam perdagangan dikenal jenis-jenis damar yaitu Damar Mata Kucing, Damar Merah dan Damar Hitam. Pemungutan masih dilakukan secara sederhana dan tradisional yaitu dengan penyadapan kulit batang, getahnya dibiarkan selama sampai 3 bulan.Kegunaan :

    Untuk bahan baku korek api, plastik, plester, vernis, lak dan sebagainya. Larutannya dalam chloroform dapat dipakai untuk mengawetkan binatang dan tumbuhan.

     

  2. GondorukemNama lain : pine rosin, rosin, colophony, siongka dan sebagainya. Merupakan getah yang diambil/disadap dari pohon Pinus dari suku Pinaceae. Getah tersebut diproses dengan jalan penyulingan air yang kadang-kadang disertai vakum. Bagi yang merupakan residu dari penyulingan itu disebut gondorukem yang berwarna ambar-bening, sedang fraksi destilatnya adalah terpentin.Berdasarkan warnanya, getah gondorukem diklafikasikan menjadi beberapa kelas yaitu B, C, D, E, F, G, H, I, K, M, N, dan W-G.

    Kegunaan :

    Kelas B, C, D (Warna gelap) digunakan untuk industri minyak rosin dan vernis gelap. Kelas E, F, G digunakan sebagai bahan penolong dalam industri kertas. Kelas G dan K digunakan induk industri sabun. Kelas W-G dan W-W (Warna pucat) digunakan untuk bahan vernis warna pucat, scaling wax, bahan peledak, pelapis alat-alat yang dipegang tangan, bahan penggosoksenar, bahan solar, bahan cat, tinta cetak, semen, kertas, politur kayu, plastik, kembang api dan sebagainya.

     

  3. KemenyanNama lain : benzoin, benzoe, benzoin gum, labah jawi. Merupakan getah sebagai hasil penyadap pohon Styrax benzoin Dryan atau Styraxtonkinensis Craib yang termasuk famili Styracaceae. Getahnya berwarna putih abu-abu. Kemenyan merupakan bahan baku asem benzoat dan asam sinamat.Kegunaan :
    • Sebagai obat yaitu perangsang ekseptoransia dan obat luka;
    • Sebagai bahan inclures dalam industri vernis dan kosmetik.

     

  4. JernangNama lain : dragon’s blood, jernang mandai, getah badak, getah warak dan sebagainya. Berupa getah yang dihasilkan dari pohon Daemonorops draco BI, termasuk famili Palmae. Getahnya berwarna merah.Kegunaan :

    Bahan pewarna keramik, marmer alat-alat batu, kayu kertas, cat dan sebagainya. Dalam farmasi digunakan serbuk untuk gigi, ekstrak tanin dan sebagainya.

     

  5. TerpentinNama lain : oil of turpentine, spirit of turpentine. Merupakan destilat penyulingan getah atau kayu Pinus. Di Indonesia dihasilkan dari getah Pinus merkusiiJungh et de Vries.Penyulingan dari getah dilakukan secara langsung dengan uap atau dengan air, kadang-kadang disertai vakum. Terpentin dihasilkan sebagai destilat dan merupakan hasil samping dalam pengolahan gondorukem.

    Kegunaan :

    Sebagai pelarut minyak organik dan resin. Dalam industri digunakan sebagai bahan semir sepatu. Logam dan kayu, juga sebagai bahan kamper sintetis.

     

  6. KopalNama lain : resin kopal, gum copel, anime (solf copel), cavarie, pepeda, damar minyak, damar sewa, bua loba, melengket masihu, damar penggal dan sebagainya. Merupakan hasil sekresi berbagai pohon antara lain : Agathis alba, A. dammara, A. latifolia, A. Robusta, A. macrophylla, A. australia, A. selebica, A. boornensisyang semua termasuk dalam famili Pinaceae.Kegunaan :

    Digunakan sebagai bahan cat, vernis spiritus, lak merah, email, vernis bakar, plastik, bahan pelapis tekstil, tinta cetak, perekat, cairan pengeringan dan sebagainya.

     

  7. Getah PercaNama lain : gutta perca, getah merah, isonandra gutta, red makasar, gutta seak dan gutta soh.Diperoleh sebagai hasil ekstraksi daun dan penyadapan pohon Palaquium dan Payena terutama pohon Palaquium gutta Burck, termasuk famili Sapotaceae.

    Kegunaan :

    Sebagai bahan isolasi kabel dan kawat listrik, dalam bidang kedokteran gigi, water prooting agent, lapis alat mekanis dan sebagainya.

     

  8. Minyak Kayu PutihNama lain : oil of cayeput, cayeput oil.Kayu putih dihasilkan dari ranting daun Melaleuca leucadendron Linn. Atau Melalleuca minor Smith, termasuk famili Myrtaceae. Pengambilan daun dapat dilakukan sepanjang tahun tanpa musim, umumnya diambil daun yang agak tua, paling sedikit berumur 6 bulan dengan jalan memotong cabang dan rantingnya.

    Minyak kayu putih diperoleh dengan cara menyuling air atau penyulingan langsung dengan uap dan air.

    Kegunaan :

    Untuk obat gosok maupun obat diminum, mengurangi kejang sakit kepala, sakit gigi, reumatik, sakit dada, bengkak, luka iris, luka bakar, sakit otot, sebagai bahan insektisida dan perfumeri.

     

  9. Minyak TengkawangNama lain : Borneo tallow, kawang kakowang, green butter. Minyak tengkawang diperoleh dari biji buah pohon tengkawang (Shorea sp. dan Isoptera sp.) antara lain tengkawang tungkul (Shorea stenoptera Burck), tengkawang majau (Shorea lepidota BI), tengkawang Liyar (Shorea gysbertsiana Burck), tengkawang terendak (Shorea seminis), termasuk dalam famili Dipterocapaceae.Minyak tengkawang diperoleh dari biji tengkawang yang telah kering yang diperas hingga keluar lemaknya.

    Kegunaan :

    Oleh rakyat digunakan sebagai minyak goreng dan obat-obatan. Dalam industri digunakan sebagai bahan pembuat lilin, kosmetik, farmasi, pengganti lemak coklat, sabun margarin pelumas dan sebagainya.

     

  10. Minyak JarakNama Lain : castor oil, kastrol, ricinus oil.Minyak jarak dihasilkan dari hasil pengempaan biji jarak (Ricinus communis Linn) termasuk famili Euphorbiaceae.

    Kegunaan :

    Dalam industri digunakan sebagai bahan sabun khusus, tekstil, karet, bahan pelumas pengawet kulit, isolasi listrik, kosmetik, plastik dan obat-obatan terutama sebagai obat kuras perut, juga digunakan sebagai cairan hindrolik.

Facebook “Go Public” pada Tahun Depan

Muhammad Ali

29/11/2011 09:33 | Jejaring Sosial
Liputan6.com, Bangalore: Jejaring sosial Facebook berencana menggelar penawaran saham perdana (IPO) tahun depan. IPO senilai 100 miliar dolar AS ini akan dilakukan di antara April sampai Juni 2012 mendatang. Demikian disampaikan sumber terpercaya kepada Wall Street Journal, Senin (28/11) waktu setempat.

IPO sendiri lazim digunakan perusahaan untuk meningkatkan modal. Sejauh ini, kata sumber tersebut, Facebook belum membuat memilih pihak ketiga yang akan terlibat dalam proses IPO tersebut.

Chief Financial Officer Facebook David Ebersman mengakui pihaknya saat ini tengah mengadakan pembicaraan dengan para bankir di Sillicon Valley tentang IPO. Namun, sang pendiri Mark Zuckerberg belum memberi kata putus tentang hal tersebut. (Reuters/YUS)

“Golden Gate” Ambruk karena Korupsi?

Tim Liputan 6 SCTV

27/11/2011 12:17

Liputan6.com, Tenggarong: Jembatan Kutai Kertanegara atau Golden Gate-nya Kalimantan Timur merupakan sarana penghubung utama antara Kota Tenggarong, ibu kota Kabupaten Kutai Kertanegara dengan sejumlah kota lain di Kalimantan Timur. Jembatan sepanjang 720 meter ini merupakan jembatan gantung terpanjang di Indonesia dan resmi beroperasi sejak 10 tahun lalu.

Jembatan ini sebelumnya terus melakukan penyempurnaan dan perawatan. Sejak pemerintahan mantan Bupati Syaukani yang terseret berbagai skandal korupsi, jembatan Kutai Kertanegara juga dilengkapi berbagai sarana pariwisata. Oleh para pendirinya, jembatan yang membelah Sungai Mahakam ini memiliki pemandangan indah beberapa pulau [baca: Runtuh Meski Baru Beroperasi 10 Tahun].

Namun sayang, jelang usianya yang ke-10, jembatan kebanggaan masyarakat Tenggarong ini tiba-tiba runtuh dan mengakibatkan lima orang tewas. Lagi-lagi kualitas bangunan jembatan dipertanyakan. Aroma korupsi dalam mega proyek ini ditengarai menjadi penyebab runtuhnya jembatan yang dibangun mantan Bupati Syaukani itu [baca: SBY: Lakukan Investigasi].(ADO)

Dampak Zat Pencegah Karat Kaleng Bagi Tubuh

28/11/2011 11:36 | Info Kesehatan
Liputan6.com, Jakarta: Penelitian terbaru Harvard School of Public Health, Boston, Amerika Serikat menemukan kandungan Bisphenol A atau BPA yang digunakan untuk mencegah karat kemasan kaleng makanan, ternyata dapat berdampak tidak baik bagi kesehatan konsumen.Bisphenol, selain terdapat pada kaleng, zat ini pun terdapat pada kemasan minuman plastik yang dikeraskan. Namun, bahaya yang ditimbulkan tidak sebesar dalam kemasan kaleng. Dilansir DailyHealth (23/11) lalu, penelitian sebelumnya menemukan, ibu hamil yang terkontaminasi dengan zat ini akan berpengaruh pada perilaku anak yang dilahirkan hingga berusia tiga tahun. Terlebih bila anak yang dilahirkan perempuan. Karena hormon wanita lebih sensitif terhadap senyawa ini dengan menunjukkan gangguan perilaku seperti hiperaktif, agresif, cemas, dan depresi.

Menurut WHO INFOSAN, bahaya lainnya zat ini selain bisa mengganggu proses hormon, juga mengganggu fungsi hormon thyroid, perilaku seksual, kesuburan, kerusakan pada hati, dan kanker payudara. Negara-negara Eropa telah sadar akan bahaya dari zat tersebut. Karenanya pihak otoritas setempat telah melarang penggunaan BPA dalam botol susu plastik anak-anak, mainan, dan kemasan lainnya yang mudah terjangkau anak. Hal ini disebabkan BPA terdapat dalam plastik pegangan sendok, garpu, pisau, mainan, tempat makan, dan barang plastik lainnya.

Diharapkan, dengan begitu dahsyatnya bahaya ditimbulkan, pemerintah Indonesia dengan pihak terkait tanggap dan bisa mencegah, melarang penggunaan BPA yang kerap jadi bahan konsumsi masyarakat. (klikdokter.com/ARI)

Go to Top