4 Tips Menangani Anak Diare

Diare merupakan gangguan di mana tinja atau feses berubah menjadi lembek atau cair setidaknya 3 kali dalam 24 jam. Penyakit ini cukup berbahaya bila dialami oleh anak-anak, karena jika tidak ditangani dengan tepat dapat menimbulkan dehidrasi berat, bahkan kematian

Penting diingat bahwa penanganan diare untuk orang dewasa, terutama soal obat-obatan, tidak sama dengan penanganan anak-anak. Bayi atau anak-anak juga cenderung diare karena alergi atau sistem kekebalannya belum kuat. Diperkirakan tiga persen bayi alergi terhadap protein yang ditemukan dalam susu. Karena itu, tidak aman memberi bayi atau anak dengan obat antidiare untuk orang dewasa

Berikut ini beberapa cara penanganan anak diare

1. Perbanyak cairan atau minum
Saat anak atau bayi diare, beri asupan cairan lebih banyak dari biasanya. Tawarkan air atau ASI lebih sering ke anak, dengan catatan hindari minuman manis seperti jus. Karena biasanya minuman manis malah akan memperburuk.

2. Minuman elektrolit
Rata-rata, dokter akan menyarankan anak yang diare untuk mengonsumsi banyak air elektrolit. Oralit dan zinc      yang diberikan pada anak saat diare bisa membantu mencegah kejadian fatal yang mungkin saja muncul.

3. Makanan probiotik
Makanan yang difermentasi seperti yoghurt, kefir, suplemen atau apapun yang mengandung probiotik akan            membantu memulihkan bakteri sehat di saluran pencernaan. Makanan mengandung probiotik juga dapat                    mengurangi banyak gangguan pencernaan.

4. Pergi ke dokter
Diare biasanya hilang dalam satu hingga tiga hari dan anak mulai membaik.
Namun, jika muncul beberapa gejala seperti
– Mengalami diare lebih dari tiga hari, terutama pada anak kurang dari 6 bulan.
– Muntah cairan berwarna hijau atau kuning berdarah dan muntah lebih dari dua kali.
– Demam lebih dari 40 derajat Celcius.
– Terlihat dehidrasi dan tinja berdarah.
– Sakit perut lebih dari dua jam
– Punya ruam dan imun yang lemah.

Segera bawa si kecil ke dokter anak ya Bunda.