Archive for September, 2018

4 Tips Menangani Anak Diare

Friday, September 14th, 2018

Diare merupakan gangguan di mana tinja atau feses berubah menjadi lembek atau cair setidaknya 3 kali dalam 24 jam. Penyakit ini cukup berbahaya bila dialami oleh anak-anak, karena jika tidak ditangani dengan tepat dapat menimbulkan dehidrasi berat, bahkan kematian

Penting diingat bahwa penanganan diare untuk orang dewasa, terutama soal obat-obatan, tidak sama dengan penanganan anak-anak. Bayi atau anak-anak juga cenderung diare karena alergi atau sistem kekebalannya belum kuat. Diperkirakan tiga persen bayi alergi terhadap protein yang ditemukan dalam susu. Karena itu, tidak aman memberi bayi atau anak dengan obat antidiare untuk orang dewasa

Berikut ini beberapa cara penanganan anak diare

1. Perbanyak cairan atau minum
Saat anak atau bayi diare, beri asupan cairan lebih banyak dari biasanya. Tawarkan air atau ASI lebih sering ke anak, dengan catatan hindari minuman manis seperti jus. Karena biasanya minuman manis malah akan memperburuk.

2. Minuman elektrolit
Rata-rata, dokter akan menyarankan anak yang diare untuk mengonsumsi banyak air elektrolit. Oralit dan zinc      yang diberikan pada anak saat diare bisa membantu mencegah kejadian fatal yang mungkin saja muncul.

3. Makanan probiotik
Makanan yang difermentasi seperti yoghurt, kefir, suplemen atau apapun yang mengandung probiotik akan            membantu memulihkan bakteri sehat di saluran pencernaan. Makanan mengandung probiotik juga dapat                    mengurangi banyak gangguan pencernaan.

4. Pergi ke dokter
Diare biasanya hilang dalam satu hingga tiga hari dan anak mulai membaik.
Namun, jika muncul beberapa gejala seperti
– Mengalami diare lebih dari tiga hari, terutama pada anak kurang dari 6 bulan.
– Muntah cairan berwarna hijau atau kuning berdarah dan muntah lebih dari dua kali.
– Demam lebih dari 40 derajat Celcius.
– Terlihat dehidrasi dan tinja berdarah.
– Sakit perut lebih dari dua jam
– Punya ruam dan imun yang lemah.

Segera bawa si kecil ke dokter anak ya Bunda.

7 Langkah Mudah Menangani Luka Si Kecil

Friday, September 14th, 2018

Terkadang orang tua mengabaikan hal sepele seperti luka kecil yang timbul akibat anak terjatuh. Padahal, ketika anak jatuh dan terluka kita nggak tahu lho kuman, bakteri, atau virus apa yang ada di sekitar dan mengontaminasi bagian tubuh anak saat terluka.

 

7 Langkah Mudah Menangani Luka Si Kecil Ilustrasi anak terluka/ Foto: thinkstock

Berikut tujuh langkah menangani luka pada anak akibat tergores atau terjatuh

1. Hentikan pendarahan
Hentikan pendarahan dengan menekan bagian yang terluka dengan kain bersih yang lembut, selama beberapa menit. Jika terjadi perdarahan, Ayah atau Bunda harus menahan tekanan lebih lama (kadang hingga 15 menit). Namun, jika lukanya kecil, pendarahan seharusnya sudah berhenti dalam beberapa menit karena faktor pembekuan darah yang menutup luka.

2. Hindari sering mengangkat kain
Saat menekan luka dengan kain, hindari terlalu sering mengamati kondisi luka. Sering mengangkat kain bisa menyebabkan pendarahan terjadi lagi.

3. Bersihkan luka

Alirkan air hangat di atas luka selama 5 menit. Kemudian, gunakan sabun untuk membasuh area luka dengan lembut secara menyeluruh.
Jika ada kotoran atau serpihan pada luka, seperti kerikil dari goresan, keluarkan jika bisa dengan kain lembap yang lembut.

4. Pakai obat atau salep antibiotik
Jika perlu atau ada, oles tipis salep antibiotik di sekitar luka untuk membunuh kuman. Namun, pastikan si kecil tidak alergi terhadap kandyngan salep

5. Keringkan area luka
Keringkan area luka perlahan dan tutup dengan kain kasa atau perban lain. Perban membantu mencegah kuman masuk ke luka yang menyebabkan infeksi. Jika perban basah atau kotor, segera ganti.

6. Rajin ganti perban
Setiap hari, lepaskan perban dan basuh luka dengan lembut. Untuk mencegah infeksi dan mengurangi jaringan parut, jangan mencongkel luka atau kulit di sekitar luka. Jika luka terlihat serius atau teterjadi infeksi, cek segera ke dokter.

7. Bawa sikecil ke dokter
Kadang luka atau goresan awalnya tak terlihat seperti masalah besar. Namun, kalau disepelekan dan jadi infeksi bisa bahaya. Segera bawa si kecil ke dokter jika:

– Luka berwarna kemerahan dan meluas
– Keluar nanah berwarna kuning atau kehijauan dari luka
– Muncul garis merah melebar di area luka
– Luka makin bengkak, nyeri saat ditekan, atau menyebabkan anak demam

7 Bahan Alami untuk Atasi Mimisan, Bunda Wajib Tahu

Friday, September 14th, 2018

Mimisan terjadi karena pendarahan dari lubang hidung. Dalam istilah kedokteran, kondisi ini disebut epistaksis. Meskipun demikian, nggak perlu panik berlebihan ya, Bun, karena mimisan tak membahayakan kesehatan.
Biasanya, seseorang yang mengalaminya akan panik, karena takut melihat darah mengalir dari rongga hidung.
Nah, jika anak mimisan, Bunda jangan panik. Usahakan jangan terlalu histeris, sehingga membuat anak ketakutan. Bunda coba tenangkan diri dan atasi dengan bahan alami yang ada di rumah.
Berikut ini rangkuman dari berbagai sumber, 7 bahan alami untuk redakan mimisan pada anak

1. Sayuran hijau
Sayuran hijau yang kaya vitamin K adalah kale, bayam, sawi, brokoli, kubis. Vitamin K terlibat dalam pembentukan kolagen yang membantu menciptakan lapisan lembab di dalam hidung. Vitamin ini membantu menjaga pembuluh darah agar tak gampang pecah. Untuk penyembuhan jangka panjang, mengonsumsi makanan kaya vitamin K sangat membantu. Sayuran berdaun hijau bisa bermanfaat untuk pembekuan darah.

2. Buah
Mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin C seperti setiap hari dapat membantu membuat pembuluh darah lebih kuat. Sehingga pembuluh darah lebih tahan pecah. Vitamin C banyak terdapat di dalam buah-buahan. Diantaranya ada jeruk, stroberi, kiwi dan beri.

3. Cuka apel
Salah satu pengobatan rumah terbaik untuk mimisan adalah cuka sari apel. Hal ini karena asam dalam cuka membantu menyempitkan pembuluh darah, sehingga menghentikan pendarahan. Pertama, yang perlu Bunda lakukan adalah mencelupkan bola kapas ke dalam cuka. Lalu, letakkan di lubang hidung yang mengeluarkan darah selama sekitar 5 – 10 menit.

4. Air garam
Kekeringan pada membran hidung menjadi salah satu penyebab mimisan yang paling umum. Untuk mengatasi masalah ini, coba Bunda lembapkan membran hidung anak dengan air garam. Ambil mangkuk, tambahkan air ke dalamnya dan aduk rata. Beri beberapa tetes larutan tersebut ke hidung anak untuk melembapkan lapisan bagian dalam hidung.

5. Cabai rawit
Cabai rawit berfungsi sebagai stimulan sel dan mengatur tekanan aliran darah, yang berarti membantu menyingkirkan tekanan di area pendarahan. Ambil satu sendok teh bubuk cabai rawit dan campur dalam air hangat dan minumkan pada anak segera saat anak mulai mimisan.

6. Daun sirih
Obat tradisional satu ini, menjadi andalan banyak ibu-ibu di Indonesia untuk meredakan beragam penyakit. Selain harganya murah, mudah didapat, dan gampang dipakai untuk menghentikan mimisan.

7. Minum banyak air
Kekurangan asupan cairan sepanjang hari dapat menyebabkan kekeringan pada selaput lendir, yang menyebabkan mimisan. Pastikan anak minum cukup air sepanjang hari, Bun, agar nggak mudah mimisan.

Cara Mengatasi Sembelit pada Anak Tanpa ‘Drama’

Monday, September 10th, 2018

Mengalami susah BAB atau sembelit tentu tidak nyaman. Terutama jika hal itu harus dialami oleh anak-anak , Sedih rasanya jika melihat mereka kesakitan setiap kali ke belakang.
Masalah pun nggak selesai sampai di situ saja karena sembelit bisa menimbulkan trauma pada si kecil ,anak yang mengalami sembelit  akan merasakan sakit setiap kali ke kamar mandi. Padahal, mereka merasa kekenyangan dan kembung tanpa tahu cara untuk mengeluarkannya.

Lalu, apa saja yang menyebabkan anak jadi sembelit, Bun? Mereka biasanya kekurangan asupan cairan dan serat, yang membantu usus bergerak sebagaimana mestinya. Anak-anak yang banyak mengonsumsi keju, daging, roti tawar dan bagel lebih sering mengalami sembelit. Sedangkan pada bayi, sembelit dapat terjadi pada mereka yang baru diberi makanan pendamping ASI (MPASI).

Agar kondisi tersebut tidak bertambah parah, Bunda sebaiknya membujuk si kecil untuk minum air putih yang cukup. Tubuh anak-anak, sedikitnya membutuhkan 3 – 4 gelas air tiap harinya. Sedangkan pada bayi yang baru menerima makanan padat, bisa diberikan apel dan pir setiap hari. Selain itu, Bunda juga bisa mengatur menu makanan anak menjadi lebih kaya serat. Sajikan buah seperti jeruk dan pisang agar si kecil tidak bosan makan.