Archive for October, 2018

JENIS KECELAKAAN PADA BAYI 6-12 BULAN

Sunday, October 14th, 2018

Dengan bereksplorasi, anak jadi banyak tahu. Jangan sampai, keingintahuannya terhenti karena ia mengalami “kecelakaan”.

TERSEDAK
Dialami saat bayi tertarik melihat benda-benda kecil berwarna menyolok, kemudian dimasukkan ke mulut.
Lakukan

  1. Keluarkan benda yang membuat tersedak, misalnya kancing. Caranya, telungkupkan tubuh bayi dengan wajah mengarah ke bawah, dengan salah satu tangan Anda menopang rahangnya. Posisikan kepala si kecil lebih rendah dari tubuhnya.
  2. Tepuk-tepuk punggungnya beberapa kali dengan tumit telapak tangan Anda. Lakukan hal yang sama pada kedua tulang belikatnyahingga benda yang menyumbat keluar. Bila tak juga keluar, segera bawa ke dokter.
  3. Hentikan pemberian ASI sementara waktu apabila penyebab si kecil tersedak adalah aliran air susu yang terlalu deras.

Cara Mencegah

  1. Simpan semua jenis benda berukuran kecil di tempat yang tertutup dan jauh dari jangkauan anak.
  2. Bila penyebab bayi Anda tersedak adalah aliran ASI, berikan ASI dengan posisi tubuh berbaring miring atau telentang. Perah sedikit ASI untuk mengurangi derasnya aliran ASI.

TERJATUH
Dapat terjadi pada saat anak mulai belajar berjalan.
Lakukan

  1. Bantu anak berdiri kembali dengan mengangkat atau menggendongnya. Periksa ada atau tidak bagian tubuhnya yang luka atau memar.
  2. Usap-usap bagian yang terbentur untuk mengatasi rasa terkejut. Lakukan hingga ia benar-benar tenang dan berhenti menangis.

Cara Mencegah

  1. Kosongkan area tempat anak belajar berjalan dari benda-benda yang dapat membuatnya tersandung.
  2. Gunakan alas lantai yang aman, seperti karpet atau playmate.

TERJEPIT
Dialami bayi ketika dia merangkak dan menjelajah ke tempat-tempat tersembunyi, seperti di kolong meja atau belakang pintu. Aktivitas ini berisiko jari anak terjepit.
Lakukan

  1. Kompres dengan es yang dibungkus handuk tipis untuk mengurangi bengkak, memar, dan rasa sakit. Berikan obat parasetamol bila lukanya cukup parah, untuk mengurangi rasa sakit akibat pembengkakan.
  2. Bawa anak ke dokter segera jika terluka parah: terjadi pendarahan atau berubah bentuk.

Cara Mencegah
Amankan berbagai benda yang berisiko menyebabkan jari anak terjepit, dengan memasukkannya ke dalam tempat tertutup.

TERTUSUK 
Dialami bayi saat meraih benda-benda baru di sekitarnya untuk ia lihat dan pelajari.
Lakukan

  1. Keluarkan serpihan –misalnya kayu- dari bagian tubuh anak menggunakan pinset yang sudah disterilkan dengan alkohol 70% secara hati-hati. Jika seluruh serpihan masuk ke dalam kulit, tempelkan bagian luka dengan es batu kecil agar terasa kebas, lalu gunakan jarum yang sudah disterilkan dengan alkohol 70% untuk mencongkel serpihan.
  2. Lalu bersihkan bagian yang tertusuk dengan sabun antiseptik dan air bersih yang mengalir, dan oleskan cairan antiseptik untuk mencegah infeksi.

Cara Mencegah
Jauhkan semua benda yang berpotensi dapat melukai si kecil di sekitar area ia bereksplorasi atau bermain.

TERSULUT
Dialami bayi, misalnya, saat ia menyenggol secangkir teh panas ketika sedang merambat atau terkena lelehan cairan lilin yang terjatuh.
Lakukan

  1. Dinginkan luka dengan air yang mengalir selama minimal 10 menit. Jangan kompres dengan es atau mengoleskan mentega/pasta gigi.
  2. Hindari menyentuh luka karena dapat menyebabkan kulit terkelupas dan luka menjadi terbuka sehingga mudah terinfeksi.

Cara Mencegah

  1. Jauhkan semua benda yang berpotensi menimbulkan luka bakar. Misalnya, tidak menyalakan lilin dan meletakkan di tempat yang mudah dijangkau anak.
  2. Tutup semua  lubang stop kontak dengan alat pengaman yang banyak tersedia di pasaran.
  3. Letakkan lampu yang menyala atau benda-benda yang akan menjadi panas ketika dialiri listrik jauh dari jangkauan anak

JENIS KECELAKAAN PADA BAYI 0-6 BULAN

Sunday, October 14th, 2018

Meski berada di dalam rumah, bayi tak sepenuhnya aman. Saat menjelajah ruang sekitarnya, bayi kadang mengalami “kecelakaan” kecil. Meski demikian, jangan batasi geraknya, Bunda. Yang perlu Anda lakukan adalah mengantisipasi agar kecelakaan besar tidak terjadi.


JATUH DARI TEMPAT TIDUR
Biasa dialami bayi yang mulai bisa tengkurap dan aktif bergerak. Namun karena tulang kepala bayi masih lentur,  sehingga tidak mengakibatkan benturan keras pada otaknya.

Lakukan

  • Perhatikan posisi bayi saat terjatuh untuk mengetahui bagian tubuh yang terbentur lantai. Angkat dan peluk dia serta periksa ada/tidak bagian tubuh yang terluka atau mengalami pembengkakan. Bunda tak perlu berteriak.
  • Usap unggungnya untuk mengatasi rasa terkejut bila kepalanya tidak terbentur lantai. Lalu amati kondisinya selama beberapa waktu, sampai ia berhenti menangis dan tenang kembali.
  • Waspadai tanda-tanda gegar otak bila kepalanya membentur lantai, misalnya langsung pingsan, dalam 24 jam bayi muntah-muntah, mengamuk, gerakan kedua bola mata tidak simetris, gerakan kedua tangan dan kaki tidak sama aktif, atau menjadi sangat rewel. Bila ada gejala gegar otak, segera bawa ke dokter.

Cara Mencegah

  • Letakkan bayi di tempat tidur dengan diberi pengganjal –misalnya bantal atau guling- pada sisi yang berlawanan dengan tembok.
  • Letakkan bayi di dalam boks bila hendak ditinggal sebentar untuk meminimalkan kemungkinan berguling dan terjatuh.
  • Meletakkan kasur atau alas cukup tebal di lantai.

TERTUTUP SELIMUT
Dialami bayi di bawah umur 6 bulan dan membuatnya sulit bernapas. Bayi tidak mampu mengangkat selimut yang menutupi wajahnya karena kemampuan koordinasi gerak tangannya masih terbatas.

Lakukan

  • Angkat selimut yang menutupi wajahnya, jauhkan dari bayi. Angkat dan gendong si kecil. Setelah pulih, berikan ASI.
  • Segera bawa ke dokter bila kondisinya terlihat lemas atau membiru karena cukup lama kesulitan bernapas.

Cara Mencegah: Jauhkan selimut dari bayi ketika ia mulai bangun dan aktif bergerak. 

TERBENTUR
Dialami bayi yang sedang aktif bergerak atau bermain. Dapat terjadi  ketika bayi sedang berada di tempat tidur ataupun di lantai.

Lakukan

  • Raba seluruh bagian kepalanya, termasuk ubun-ubun dengan sedikit ditekan untuk memastikan bila ada benjolan atau nyeri. Usap bagian kepala yang terbentur sampai tangisnya terhenti. Berikan ASI untuk menenangkannya.
  • Periksa dengan teliti bagian tubuh lain yang terbentur. Amati pula mata, kelopak mata, dan raut wajahnya.
  • Kompres dengan air dingin benjolan besar yang mungkin muncul.

Cara Mencegah

  • Jauhkan semua benda keras di sekitar bayi yang berisiko terbentur saat merangkak atau mencoba meraih sesuatu.
  • Pasang bantalan pengaman di sekeliling tempat tidur untuk meminimalkan benturan, juga pengaman berupa benda empuk di area bayi beraktivitas.

TERLILIT BENANG
Dialami bayi karena ada sisa benang yang tidak digunting pada pakaian, kaus tangan, kaus kaki, atau selimutnya.
Lakukan

  • Lepaskan lilitan. Amati bekas lilitan, bila ada goresan luka segera beri obat antiseptik cair untuk mencegah infeksi dan luka lekas mengering.
  • Balut luka dengan plester yang dilengkapi perban dan obat antiseptik, bila luka cukup dalam. Bersihkan luka terbuka dengan air bersih yang mengalir dan beri antiseptik cair.

Cara Mencegah

  • Periksa pakaian dan selimut bayi. Jika ada benang sisa dan berpotensi melilit tangan/kaki bayi, segera potong.
  • Potong kuku bayi secara rutin untuk meminimalkan kemungkinan kukunya manarik benang pada pakaian yang dikenakannya.

5 PERTOLONGAN PERTAMA SAAT MATA ANAK KELILIPAN

Sunday, October 14th, 2018

Pertolongan pertama saat anak kelilipan harusnya orangtua tahu. Sebab mata anak yang kelilipan atau terkena benda asing bisa membuat iritasi di matanya. Kebiasaan anak suka mengucek atau menggaruk mata, dapat menimbulkan rasa perih, kemerahan hingga kering. Namun semua itu bisa diatasi dengan segera. Berikut ini bantuan sederhana yang bisa Anda lakukan untuk menolong anak ketika matanya kemasukan benda asing alias kelilipan.

1. Mencegah anak mengucek atau menggosok matanya
Cegahnya anak Anda mengucek atau menggosok matanya. Seperti yang sudah disebutnya sebelumnya, mengucek mata bisa mengyebabkan iritasi di selaput mata. Bahkan kelopak matapun juga bisa lecet atau perih. Kebiasaan anak menggosok mata saat kelilipan harus selalu Anda cegah dan katakan jika perbuatan tersebut sangat tidak sehat untuk mata. Daripada terus mencegah, segera lakukan pertolongan selanjutnya.

2. Menggunakan kapas atau cotton bud
Selanjutnya ambil sedikit kapas atau cotton bud. Gunakan benda ini untuk mengangkat debu yang masuk ke dalam mata anak. Caranya basahi terlebih dahulu kapas atau cotton bud dengan air bersih lalu mintalah anak membuka matanya lebar-belar. Cari tempat yang terang supaya anda bisa melihat dimana debu menempel dimata. Angkat perlahan, pastikan mata anak tidak terluka dan selesaikan.

3. Menggunakan obat tetes mata
Selanjutnya, gunakan obat tetes mata khusus mata iritasi. Ketika mengangbil debu dimata menggunakan kapas atau cotton bud, terkadang mata anak masih memerah karena kelilipan. Supaya seluruh partikel atau debu keluar sempurnya, lebih baik gunakan obat tetes mata. Anda bisa mendapatkan obat tetes mata tersebut di apotik. Obat tetes mata akan membantu debu keluar dari dalam kelopak mata secara alami. Mintalah anak membuka matanya lebar-lebar lalu teteskan satu atau dua kali obat mata. Jika yang terkena debu kedua mata, maka Anda bisa meneteskan obat mata di kedua matanya.

4. Merendam mata ke dalam air matang
Jika menggunakan obat tetes mata belum bisa membuat debu atau partikel kecil keluar dari mata anak, Anda bisa gunakan cara lain yakni dengan memakai air matang. Langkahnya cukup sederhana, pertama siapkan satu baskom air matang atau air siap minum. Rendamkan wajah anak ke baskom secara perlahan dan minta ia membuka matanya. Atau lebih mudahnya bisa memakai alat khusus berbentuk gelas yang ukurannya selebar mata. Beri air atau larutan khusus kedalamnya dan letakkan di area mata. Selanjutnya minta anak membuka mata saat meletakkan gelas kecil tersebut.
Terpenting adalah, ketika langkah-langkah diatas masih belum bisa membuat mata anak membaik, sebaiknya segerala lakukan konsultasi pada dokter mata untuk mendapatka penanganan khusus.