Archive for September, 2018

LAKUKAN HAL INI SAAT ANAK TERSEDAK KOIN

Friday, September 14th, 2018

Penyebab utama tersedak adalah makanan, koin, atau minuman. Biasanya terjadi pada anak usia dibawah 4 tahun. Ada juga mitos yanng beredar :Jika anak menelan koin, segera tepuk keras-keras punggungnya sampai koin keluar dari mulutnya. Namun faktanya, tindakan terbaik menangani tersedak koin sangat tergantung pada situasi dan usia anak.

Coba lakukan hal ini:
1. Jika anak Anda batuk-batuk, itu pertanda jalan napasnya mungkin terhalang sebagian. Memukul punggungnya bisa membuat posisi koin berubah dan menyebabkan jalan napasnya malah tersumbat sepenuhnya. “Biarkan dia batuk untuk mengeluarkan koinnya

2. Jika cara tersebut tidak berhasil, atau ia mencoba mengorek tenggorokannya, sehingga menjadi kebiruan dan tidak bisa batu atau batuknya lemah, segera bawa anak ke IGD rumah sakit.

3. Jika koin tertelan sepenuhnya, segera hubungi dokter. Bila posisi koin sudah masuk ke dalam kerongkongan atau perut, kemungkinan koin akan keluar dengan sendirinya saat balita Anda BAB. Kalau koin tidak keluar setelah 1 hari atau lebih, dokter mungkin perlu melakukan tindakan pembedahan untuk mengambil koin.

TIPS MEMILIH SEPATU UNTUK SI KECIL

Friday, September 14th, 2018

Sejak anak mulai berjalan, kaki merupakan bagian tubuh yang berperan besar dalam  mendukung proses perkembangan balita untuk latihan berjalan. Saat ini, kaki juga menanggung beban terberat. Saat memilih sepatu untuk balita, warna cerah dan desain bagus saja tidak cukup untuk menjadi pilihan dan acuan.

Sepatu yang tepat dapat membantu perkembangan tulang dan otot kaki, sedangkan sepatu yang tidak tepat justru membuat pertumbuhan kaki terhambat. Boleh saja memilih sepatu yang lucu dan memiliki bentuk yang bagus, namun kenyamanan dan ketepatan sepatu di kaki si kecil juga merupakan perhatian khusus. Perhatikan hal berikut ketika Anda ingin membelikan sepatu si kecil.

 

Ukuran
Sepatu tidak boleh terlalu sempit atau longgar longgar. Tulang kaki anak belum terbentuk dengan sempurna sampai ia berusia 6 tahun. Tulangnya masih muda dan lunak, otot-otot dan jaringan ikat di kaki juga masih mudah memuai. Sepatu yang kekecilan dapat merusak pertumbuhan kakinya, begitu pula dengan sepatu yang kebesaran. Saat membeli sepatu, tekan ujung sepatu untuk mengetahui apakah ada sisa ruang di depan jarinya. Minta anak menggerakkan ujung kakinya. Jika ujung kaki masih bisa digerakkan, maka sepatu dapat dinyatakan aman.

Ganti seiring pertumbuhan kaki
Sebab kaki anak tumbuh sangat cepat. Selama tumbuh kembang, ukuran sepatu anak bisa berubah 34 kali sampai ia berusia 10 tahun. Setidaknya, enam bulan sekali ukuran kaki anak berubah. Idealnya, tiga kali setahun beli sepatu baru. Hindari memberi si kecil sepatu warisan sang kakak, karena setiap anak memiliki pola telapak kaki yang berbeda.

Pilihkan sepatu berkualitas
Terbuat dari bahan yang kuat, tidak terlampau tipis, ringan, memiliki sol yang empuk dan bertekstur agar tidak licin saat digunakan berjalan. Pilih bahan sepatu terbuat dari bahan yang berpori sehingga dapat menyerap keringat, penyangga telapak kaki melengkung sehingga telapak kaki tersangga dengan baik. Sepatu yang berkualitas buruk tidak memberi topangan pada telapak kaki dengan baik. Tak jarang bahan sepatu  berkualitas buruk bisa membuat kulit anak melepuh dan kemerahan, sehingga menyebabkan trauma pada kakinya.

Beli pada malam hari
Karena ukuran kaki dapat berubah dalam satu hari dan akan mengalami ukuran terbesar pada malam hari. Jadi, ajak si kecil untuk membeli sepatu pada malam hari. Selalu coba sepatu pada kedua kaki, karena tidak ada ukuran telapak kaki yang sama walaupun perbedaan ini sangat kecil. Saat mencoba,  minta anak berjalan beberapa langkah, dan tanyakan padanya apakah kulitnya terasa nyaman, jari-jarinya tergencet atau ada bagian yang tidak enak saat sepatu tersebut dipakai berjalan.

Hindari memakai sandal
Tidak seperti sepatu, sandal jepit tidak baik untuk berjalan jauh karena tidak memberikan dukungan pada kaki dan bantalan tumit. Si kecil bisa menderita sakit kaki, tendinitis atau iritasi pada otot kaki dan terkilir pada pergelangan kakinya jika tetap menggunakan saat berjalan. Tergantung pada struktur kaki, tapi pada anak yang telapak kakinya rata, penggunaan sandal jepit menyebabkan kekuatan kaki untuk menopang tubuh melemah. (DEN)