Hello world!

January 11th, 2019

Selamat datang di Student Blogs. Ini adalah posting pertamaku!

JENIS KECELAKAAN PADA BAYI 6-12 BULAN

October 14th, 2018

Dengan bereksplorasi, anak jadi banyak tahu. Jangan sampai, keingintahuannya terhenti karena ia mengalami “kecelakaan”.

TERSEDAK
Dialami saat bayi tertarik melihat benda-benda kecil berwarna menyolok, kemudian dimasukkan ke mulut.
Lakukan

  1. Keluarkan benda yang membuat tersedak, misalnya kancing. Caranya, telungkupkan tubuh bayi dengan wajah mengarah ke bawah, dengan salah satu tangan Anda menopang rahangnya. Posisikan kepala si kecil lebih rendah dari tubuhnya.
  2. Tepuk-tepuk punggungnya beberapa kali dengan tumit telapak tangan Anda. Lakukan hal yang sama pada kedua tulang belikatnyahingga benda yang menyumbat keluar. Bila tak juga keluar, segera bawa ke dokter.
  3. Hentikan pemberian ASI sementara waktu apabila penyebab si kecil tersedak adalah aliran air susu yang terlalu deras.

Cara Mencegah

  1. Simpan semua jenis benda berukuran kecil di tempat yang tertutup dan jauh dari jangkauan anak.
  2. Bila penyebab bayi Anda tersedak adalah aliran ASI, berikan ASI dengan posisi tubuh berbaring miring atau telentang. Perah sedikit ASI untuk mengurangi derasnya aliran ASI.

TERJATUH
Dapat terjadi pada saat anak mulai belajar berjalan.
Lakukan

  1. Bantu anak berdiri kembali dengan mengangkat atau menggendongnya. Periksa ada atau tidak bagian tubuhnya yang luka atau memar.
  2. Usap-usap bagian yang terbentur untuk mengatasi rasa terkejut. Lakukan hingga ia benar-benar tenang dan berhenti menangis.

Cara Mencegah

  1. Kosongkan area tempat anak belajar berjalan dari benda-benda yang dapat membuatnya tersandung.
  2. Gunakan alas lantai yang aman, seperti karpet atau playmate.

TERJEPIT
Dialami bayi ketika dia merangkak dan menjelajah ke tempat-tempat tersembunyi, seperti di kolong meja atau belakang pintu. Aktivitas ini berisiko jari anak terjepit.
Lakukan

  1. Kompres dengan es yang dibungkus handuk tipis untuk mengurangi bengkak, memar, dan rasa sakit. Berikan obat parasetamol bila lukanya cukup parah, untuk mengurangi rasa sakit akibat pembengkakan.
  2. Bawa anak ke dokter segera jika terluka parah: terjadi pendarahan atau berubah bentuk.

Cara Mencegah
Amankan berbagai benda yang berisiko menyebabkan jari anak terjepit, dengan memasukkannya ke dalam tempat tertutup.

TERTUSUK 
Dialami bayi saat meraih benda-benda baru di sekitarnya untuk ia lihat dan pelajari.
Lakukan

  1. Keluarkan serpihan –misalnya kayu- dari bagian tubuh anak menggunakan pinset yang sudah disterilkan dengan alkohol 70% secara hati-hati. Jika seluruh serpihan masuk ke dalam kulit, tempelkan bagian luka dengan es batu kecil agar terasa kebas, lalu gunakan jarum yang sudah disterilkan dengan alkohol 70% untuk mencongkel serpihan.
  2. Lalu bersihkan bagian yang tertusuk dengan sabun antiseptik dan air bersih yang mengalir, dan oleskan cairan antiseptik untuk mencegah infeksi.

Cara Mencegah
Jauhkan semua benda yang berpotensi dapat melukai si kecil di sekitar area ia bereksplorasi atau bermain.

TERSULUT
Dialami bayi, misalnya, saat ia menyenggol secangkir teh panas ketika sedang merambat atau terkena lelehan cairan lilin yang terjatuh.
Lakukan

  1. Dinginkan luka dengan air yang mengalir selama minimal 10 menit. Jangan kompres dengan es atau mengoleskan mentega/pasta gigi.
  2. Hindari menyentuh luka karena dapat menyebabkan kulit terkelupas dan luka menjadi terbuka sehingga mudah terinfeksi.

Cara Mencegah

  1. Jauhkan semua benda yang berpotensi menimbulkan luka bakar. Misalnya, tidak menyalakan lilin dan meletakkan di tempat yang mudah dijangkau anak.
  2. Tutup semua  lubang stop kontak dengan alat pengaman yang banyak tersedia di pasaran.
  3. Letakkan lampu yang menyala atau benda-benda yang akan menjadi panas ketika dialiri listrik jauh dari jangkauan anak

JENIS KECELAKAAN PADA BAYI 0-6 BULAN

October 14th, 2018

Meski berada di dalam rumah, bayi tak sepenuhnya aman. Saat menjelajah ruang sekitarnya, bayi kadang mengalami “kecelakaan” kecil. Meski demikian, jangan batasi geraknya, Bunda. Yang perlu Anda lakukan adalah mengantisipasi agar kecelakaan besar tidak terjadi.


JATUH DARI TEMPAT TIDUR
Biasa dialami bayi yang mulai bisa tengkurap dan aktif bergerak. Namun karena tulang kepala bayi masih lentur,  sehingga tidak mengakibatkan benturan keras pada otaknya.

Lakukan

  • Perhatikan posisi bayi saat terjatuh untuk mengetahui bagian tubuh yang terbentur lantai. Angkat dan peluk dia serta periksa ada/tidak bagian tubuh yang terluka atau mengalami pembengkakan. Bunda tak perlu berteriak.
  • Usap unggungnya untuk mengatasi rasa terkejut bila kepalanya tidak terbentur lantai. Lalu amati kondisinya selama beberapa waktu, sampai ia berhenti menangis dan tenang kembali.
  • Waspadai tanda-tanda gegar otak bila kepalanya membentur lantai, misalnya langsung pingsan, dalam 24 jam bayi muntah-muntah, mengamuk, gerakan kedua bola mata tidak simetris, gerakan kedua tangan dan kaki tidak sama aktif, atau menjadi sangat rewel. Bila ada gejala gegar otak, segera bawa ke dokter.

Cara Mencegah

  • Letakkan bayi di tempat tidur dengan diberi pengganjal –misalnya bantal atau guling- pada sisi yang berlawanan dengan tembok.
  • Letakkan bayi di dalam boks bila hendak ditinggal sebentar untuk meminimalkan kemungkinan berguling dan terjatuh.
  • Meletakkan kasur atau alas cukup tebal di lantai.

TERTUTUP SELIMUT
Dialami bayi di bawah umur 6 bulan dan membuatnya sulit bernapas. Bayi tidak mampu mengangkat selimut yang menutupi wajahnya karena kemampuan koordinasi gerak tangannya masih terbatas.

Lakukan

  • Angkat selimut yang menutupi wajahnya, jauhkan dari bayi. Angkat dan gendong si kecil. Setelah pulih, berikan ASI.
  • Segera bawa ke dokter bila kondisinya terlihat lemas atau membiru karena cukup lama kesulitan bernapas.

Cara Mencegah: Jauhkan selimut dari bayi ketika ia mulai bangun dan aktif bergerak. 

TERBENTUR
Dialami bayi yang sedang aktif bergerak atau bermain. Dapat terjadi  ketika bayi sedang berada di tempat tidur ataupun di lantai.

Lakukan

  • Raba seluruh bagian kepalanya, termasuk ubun-ubun dengan sedikit ditekan untuk memastikan bila ada benjolan atau nyeri. Usap bagian kepala yang terbentur sampai tangisnya terhenti. Berikan ASI untuk menenangkannya.
  • Periksa dengan teliti bagian tubuh lain yang terbentur. Amati pula mata, kelopak mata, dan raut wajahnya.
  • Kompres dengan air dingin benjolan besar yang mungkin muncul.

Cara Mencegah

  • Jauhkan semua benda keras di sekitar bayi yang berisiko terbentur saat merangkak atau mencoba meraih sesuatu.
  • Pasang bantalan pengaman di sekeliling tempat tidur untuk meminimalkan benturan, juga pengaman berupa benda empuk di area bayi beraktivitas.

TERLILIT BENANG
Dialami bayi karena ada sisa benang yang tidak digunting pada pakaian, kaus tangan, kaus kaki, atau selimutnya.
Lakukan

  • Lepaskan lilitan. Amati bekas lilitan, bila ada goresan luka segera beri obat antiseptik cair untuk mencegah infeksi dan luka lekas mengering.
  • Balut luka dengan plester yang dilengkapi perban dan obat antiseptik, bila luka cukup dalam. Bersihkan luka terbuka dengan air bersih yang mengalir dan beri antiseptik cair.

Cara Mencegah

  • Periksa pakaian dan selimut bayi. Jika ada benang sisa dan berpotensi melilit tangan/kaki bayi, segera potong.
  • Potong kuku bayi secara rutin untuk meminimalkan kemungkinan kukunya manarik benang pada pakaian yang dikenakannya.

5 PERTOLONGAN PERTAMA SAAT MATA ANAK KELILIPAN

October 14th, 2018

Pertolongan pertama saat anak kelilipan harusnya orangtua tahu. Sebab mata anak yang kelilipan atau terkena benda asing bisa membuat iritasi di matanya. Kebiasaan anak suka mengucek atau menggaruk mata, dapat menimbulkan rasa perih, kemerahan hingga kering. Namun semua itu bisa diatasi dengan segera. Berikut ini bantuan sederhana yang bisa Anda lakukan untuk menolong anak ketika matanya kemasukan benda asing alias kelilipan.

1. Mencegah anak mengucek atau menggosok matanya
Cegahnya anak Anda mengucek atau menggosok matanya. Seperti yang sudah disebutnya sebelumnya, mengucek mata bisa mengyebabkan iritasi di selaput mata. Bahkan kelopak matapun juga bisa lecet atau perih. Kebiasaan anak menggosok mata saat kelilipan harus selalu Anda cegah dan katakan jika perbuatan tersebut sangat tidak sehat untuk mata. Daripada terus mencegah, segera lakukan pertolongan selanjutnya.

2. Menggunakan kapas atau cotton bud
Selanjutnya ambil sedikit kapas atau cotton bud. Gunakan benda ini untuk mengangkat debu yang masuk ke dalam mata anak. Caranya basahi terlebih dahulu kapas atau cotton bud dengan air bersih lalu mintalah anak membuka matanya lebar-belar. Cari tempat yang terang supaya anda bisa melihat dimana debu menempel dimata. Angkat perlahan, pastikan mata anak tidak terluka dan selesaikan.

3. Menggunakan obat tetes mata
Selanjutnya, gunakan obat tetes mata khusus mata iritasi. Ketika mengangbil debu dimata menggunakan kapas atau cotton bud, terkadang mata anak masih memerah karena kelilipan. Supaya seluruh partikel atau debu keluar sempurnya, lebih baik gunakan obat tetes mata. Anda bisa mendapatkan obat tetes mata tersebut di apotik. Obat tetes mata akan membantu debu keluar dari dalam kelopak mata secara alami. Mintalah anak membuka matanya lebar-lebar lalu teteskan satu atau dua kali obat mata. Jika yang terkena debu kedua mata, maka Anda bisa meneteskan obat mata di kedua matanya.

4. Merendam mata ke dalam air matang
Jika menggunakan obat tetes mata belum bisa membuat debu atau partikel kecil keluar dari mata anak, Anda bisa gunakan cara lain yakni dengan memakai air matang. Langkahnya cukup sederhana, pertama siapkan satu baskom air matang atau air siap minum. Rendamkan wajah anak ke baskom secara perlahan dan minta ia membuka matanya. Atau lebih mudahnya bisa memakai alat khusus berbentuk gelas yang ukurannya selebar mata. Beri air atau larutan khusus kedalamnya dan letakkan di area mata. Selanjutnya minta anak membuka mata saat meletakkan gelas kecil tersebut.
Terpenting adalah, ketika langkah-langkah diatas masih belum bisa membuat mata anak membaik, sebaiknya segerala lakukan konsultasi pada dokter mata untuk mendapatka penanganan khusus.

LAKUKAN HAL INI SAAT ANAK TERSEDAK KOIN

September 14th, 2018

Penyebab utama tersedak adalah makanan, koin, atau minuman. Biasanya terjadi pada anak usia dibawah 4 tahun. Ada juga mitos yanng beredar :Jika anak menelan koin, segera tepuk keras-keras punggungnya sampai koin keluar dari mulutnya. Namun faktanya, tindakan terbaik menangani tersedak koin sangat tergantung pada situasi dan usia anak.

Coba lakukan hal ini:
1. Jika anak Anda batuk-batuk, itu pertanda jalan napasnya mungkin terhalang sebagian. Memukul punggungnya bisa membuat posisi koin berubah dan menyebabkan jalan napasnya malah tersumbat sepenuhnya. “Biarkan dia batuk untuk mengeluarkan koinnya

2. Jika cara tersebut tidak berhasil, atau ia mencoba mengorek tenggorokannya, sehingga menjadi kebiruan dan tidak bisa batu atau batuknya lemah, segera bawa anak ke IGD rumah sakit.

3. Jika koin tertelan sepenuhnya, segera hubungi dokter. Bila posisi koin sudah masuk ke dalam kerongkongan atau perut, kemungkinan koin akan keluar dengan sendirinya saat balita Anda BAB. Kalau koin tidak keluar setelah 1 hari atau lebih, dokter mungkin perlu melakukan tindakan pembedahan untuk mengambil koin.

TIPS MEMILIH SEPATU UNTUK SI KECIL

September 14th, 2018

Sejak anak mulai berjalan, kaki merupakan bagian tubuh yang berperan besar dalam  mendukung proses perkembangan balita untuk latihan berjalan. Saat ini, kaki juga menanggung beban terberat. Saat memilih sepatu untuk balita, warna cerah dan desain bagus saja tidak cukup untuk menjadi pilihan dan acuan.

Sepatu yang tepat dapat membantu perkembangan tulang dan otot kaki, sedangkan sepatu yang tidak tepat justru membuat pertumbuhan kaki terhambat. Boleh saja memilih sepatu yang lucu dan memiliki bentuk yang bagus, namun kenyamanan dan ketepatan sepatu di kaki si kecil juga merupakan perhatian khusus. Perhatikan hal berikut ketika Anda ingin membelikan sepatu si kecil.

 

Ukuran
Sepatu tidak boleh terlalu sempit atau longgar longgar. Tulang kaki anak belum terbentuk dengan sempurna sampai ia berusia 6 tahun. Tulangnya masih muda dan lunak, otot-otot dan jaringan ikat di kaki juga masih mudah memuai. Sepatu yang kekecilan dapat merusak pertumbuhan kakinya, begitu pula dengan sepatu yang kebesaran. Saat membeli sepatu, tekan ujung sepatu untuk mengetahui apakah ada sisa ruang di depan jarinya. Minta anak menggerakkan ujung kakinya. Jika ujung kaki masih bisa digerakkan, maka sepatu dapat dinyatakan aman.

Ganti seiring pertumbuhan kaki
Sebab kaki anak tumbuh sangat cepat. Selama tumbuh kembang, ukuran sepatu anak bisa berubah 34 kali sampai ia berusia 10 tahun. Setidaknya, enam bulan sekali ukuran kaki anak berubah. Idealnya, tiga kali setahun beli sepatu baru. Hindari memberi si kecil sepatu warisan sang kakak, karena setiap anak memiliki pola telapak kaki yang berbeda.

Pilihkan sepatu berkualitas
Terbuat dari bahan yang kuat, tidak terlampau tipis, ringan, memiliki sol yang empuk dan bertekstur agar tidak licin saat digunakan berjalan. Pilih bahan sepatu terbuat dari bahan yang berpori sehingga dapat menyerap keringat, penyangga telapak kaki melengkung sehingga telapak kaki tersangga dengan baik. Sepatu yang berkualitas buruk tidak memberi topangan pada telapak kaki dengan baik. Tak jarang bahan sepatu  berkualitas buruk bisa membuat kulit anak melepuh dan kemerahan, sehingga menyebabkan trauma pada kakinya.

Beli pada malam hari
Karena ukuran kaki dapat berubah dalam satu hari dan akan mengalami ukuran terbesar pada malam hari. Jadi, ajak si kecil untuk membeli sepatu pada malam hari. Selalu coba sepatu pada kedua kaki, karena tidak ada ukuran telapak kaki yang sama walaupun perbedaan ini sangat kecil. Saat mencoba,  minta anak berjalan beberapa langkah, dan tanyakan padanya apakah kulitnya terasa nyaman, jari-jarinya tergencet atau ada bagian yang tidak enak saat sepatu tersebut dipakai berjalan.

Hindari memakai sandal
Tidak seperti sepatu, sandal jepit tidak baik untuk berjalan jauh karena tidak memberikan dukungan pada kaki dan bantalan tumit. Si kecil bisa menderita sakit kaki, tendinitis atau iritasi pada otot kaki dan terkilir pada pergelangan kakinya jika tetap menggunakan saat berjalan. Tergantung pada struktur kaki, tapi pada anak yang telapak kakinya rata, penggunaan sandal jepit menyebabkan kekuatan kaki untuk menopang tubuh melemah. (DEN)