Linux File Management
1. File System
File System adalah suatu cara operating system untuk menyimpan dan membaca data dari
hard disk. Pada file system, disimpan beberapa macam objek. Objek yang tersimpan
dalam file system dan terlihat oleh user biasa adalah file. Objek yang tak terlihat antara
lain inode dan superblock.
File system ada bermacam macam antara lain FAT32, DOS, ext2, ext3, NTFS, dan OS / 2
HPFS.
Pada kernel Linux, telah dikembangkan cara untuk berinteraksi antar jenis file system ini.
Cara itu adalah Virtual File System (VFS). Dengan VFS, pengguna Linux dapat
menggunakan data pada format bermacam-macam file system. VFS menangani semua
system call yang ada pada file system. VFS menggunakan Common file tipe sebagai
representasi dari data file system. Common file tipe terdiri dari beberapa tipe objek, yaitu
:
1. Objek Super-Blok
Tipe ini menyimpan informasi yang berhubungan dengan file system yang
dimount. Bagi file system yang berbasis disk, objek ini biasanya sesuai dengan
filesystem control block yang tersimpan dalam disk. Struktur data super-blok
adalah sebagai berikut :
Field / Variabel Type Field Deskripsi
s_list struct list_ahead Pointer untuk list superblock
s_dev kdev_t identifier device
s_blocksize unsigned long ukuran block dalam byte
s_blocksize_bits unsigned char ukuran block dalam ukuran bit
s_lock unsigned char lock flag
s_rd_only unsigned char flag read-only
s_dirt unsigned char modified (dirty) flag
s_type struct file_system_type * tipe file system
2
s_op struct super_operations * metode superblock
dq_op struct dquot_operations * metode disk quota
s_flags unsigned long mount flags
s_magic unsigned long file system magic number
s_time unsigned long waktu terakhir superblock berubah
s_root struct dentry * objek dentry dari direktori yang ter-mount
s_wait struct wait_queue * mount wait queue
s_ibasket struct inode * masih dalam pengembangan
s_ibasket_ count short int masih dalam pengembangan
s_ibasket_ max short int masih dalam pengembangan
s_dirty struct list_ahead list inode yang dimodifikasi
u union informasi filesystem
2. Objek Inode
Tipe ini menyimpan informasi umum tentang file khusus. Bagi file system
berbasis disk, objek ini biasanya sesuai dengan file control block yang tersimpan
dalam disk. Masing – masing objek inode diasosiasikan dengan nomor inode,
yang secara unik mengidentifikasikan file didalam file system. Untuk struktur
datanya akan dijelaskan khusus dibagian inode.
3. Objek file
Tipe ini menyimpan informasi tentang interaksi antara file yang dibuka dengan
proses. Informasi ini eksis hanya di memori kernel selama masing – masing
proses mengakses sebuah file. Untuk struktur datanya akan dijelaskan khusus
dibagian file.
4. Objek dentry
Tipe ini menyimpan informasi tentang linking entri direktori yang sesuai dengan
file. Masing – masing file system menyimpan informasi ini dengan cara mereka
masing – masing dalam disk. Untuk struktur datanya akan dijelaskan khusus
dibagian direktori.
3
File system yang dikenali oleh VFS terbagi dalam 3 jenis yaitu :
1. Disk Based filesystem
Tipe file ini memanage space memori yang bisa digunakan pada partisi disk local.
Tipe file ini yang lumrah adalah Ext2. Tipe lain yang dikenal dengan baik oleh
VFS adalah :
1. File system bagi varian Unix seperti system V dan BSD.
2. Microsoft filesystem seperti MS-DOS, VFAT (Windows 98) dan NTFS
(Windows NT).
3. File system ISO96660 CD-ROM.
4. File system lain seperti HPFS (IBM’s, OS/2), HFS (Apple Machintosh),
FFS (Amiga’s Fast Filesystem) dan ADFS (Acorn’s machines).
2. Network Filesystem
Tipe ini memungkinkan akses yang mudah ke suatu file yang terdapat pada
jaringan komputer lain. Beberapa filesystem jenis ini yang dikenal dengan baik
oleh VFS adalah : NFS, Coda, AFS (Andrews Filesystem), SMB (Microsoft’s
Windows dan IBM’s OS/2 LAN Manager) dan NCP (Novell’s NetWare Core
Protocol).
3. Special Filesystem
Tipe ini tidak mengijinkan mengatur space disk. Pada direktori /proc
menyediakan interface yang mengijinkan user untuk mengakses struktur data
kernel. Direktori /dev/pts digunakan sebagai pendukung terminal semu. Seperti
yang digambarkan pada standar Open Group’s Unix98.
Agar file system dapat digunakan di Linux, perlu dilakukan proses yang disebut
mounting. Proses ini memberikan lokasi (direktori) untuk file system yang di-mount.
Setiap file system yang di-mount direpresentasikan oleh struktur super_block.
Agar penggunaan data / file pada file system optimal maka bisa dilakukan beberapa
langkah optimasi, antara lain :
1. Kurangi jumlah I/O yang mengakses strorage device sebanyak mungkin.
2. Kelompokkan I/O menjadi kelompok yang besar.
4
3. Optimasi pola pencarian blok data sehingga mengurangi seek time.
4. Masukkan data ke dalam cache sebanyak mungkin yang kita perlukan sehingga
tidak membebani kerja perangkat I/O
Setelah suatu file sistem berhasil di-mount, kita dapat mengakses file-file yang terdapat
di dalamnya. Proses yang dilakukan untuk mengakses suatu file yang terdapat pada suatu
file sistem adalah pertama mencari inode yang mengacu ke file yang kita kehendaki lalu
mengakses inode tersebut.
2. File
File adalah sebuah kumpulan elemen yang terurut. Elemen yang dimaksud bisa bahasa
mesin, karakter, heksadesimal ataupun bit, tergantung implementasinya. Pada sistem
operasi berbasis Unix, file system tidak diijinkan untuk melihat ataupun mengatur format
dari file. Pengaturan format diserahkan pada user atau program tertentu.
Struktur file dalam linux diimplementasikan sebagai berikut :
struct fown_struct {
int pid /* pid or –pgrpp where SIGIO should be sent */
uid_t uid,euid /* uid/euid of process setting the owner */
int signum /* posix.1b rt signal to be delivered */
};
struct file {
struct list_head f_list;
struct dentry *f_dentry;
struct file_operations *f_op;
atomic_t f_count;
unsigned int f_flags;
mode_t f_mode;
loff_t f_pos;
unsigned long f_reada,f_ramax,f_raend, f_ralen,f_rawin;
struct fown_struct f_owner;
unsigned int f_uid,f_gid;
int f_error;
unsigned long f_version;
/* needed for tty driver and maybe others */
void *private_data;
};
Penjelasan dari struktur data yang digunakan
• f_list : menyambungkan semua file ke dalam beberapa list
• f_dentry : pointer yang menunjuk pada objek dentry yang berkaitan
• f_op : pointer yang menunjuk pada tabel operasi tabel
• f_mode : mode proses akses
5
• f_pos : current file offset (pointer file)
• f_count : counter penggunaan obyek file
• f_flags : flag yang dibuat saat file dibuka
• f_reada : flag yang digunakan untuk read head
• f_ramax : jumlah maksimum page yang akan di-read ahead
• f_raend : pointer file setelah read ahead terakhir
• f_ralen : jumlah byte yang di-read ahead
• f_rawin : jumlah page yang di-read ahead
• f_owner : data untuk I/O asynchronous melalui signal
• f_uid : ID user pemilik file
• f_gid : ID grup user pemilik file
• f_error : kode kesalahan untuk operasi write network
Penjelasan beberapa fungsi yang digunakan dalam struktur file :
• llseek (file, offset, whence) : mengupdate pointer file
• read (file, buf, count, offset) : membaca sebanyak count byte dari sebuah
file dimulai dari posisi offset (yang merupakan sebuah pointer file). Kemudian
nilai offset di-increment
• write (file, buf, count, offset) : menulis sebanyak count byte pada
sebuah (yang merupakan sebuah pointer file). Kemudian nilai offset diincrement
• readdir (dir, dirent, filldir) : mengembalikan entri direktori berikutnya
dari sebuah direktori dalam dirent,
6
Penamaan File
Setiap file mempunyai nama. Untuk menghindari penamaan yang kacau,
disarankan untuk menggunakan karakter-karakter berikut:
• Huruf besar(A sampai Z)
• Huruf kecil (A sampai Z)
• Nomor (0 sampai 9)
• Garis bawah ( _ )
• Titik ( . )
• Koma ( , )
Ada perkecualian untuk root directory, yang selalu menggunakan nama / dan
selalu diacu dengan karakter / ini. Pada direktori yang sama tidak boleh ada dua file yang
mempunyai nama sama.
Pada pemberian nama file, ekstensi suatu file membantu untuk mengenali isi
suatu file. Kita diberi kebebasan dalam memberi ektensi sebuah file, tetapi gunakan
ekstensi yang mempermudah pengertian isi file.
Ada beberapa file dalam LINUX yang tidak terlihat saat kita memanggil dengan
ls saja. Untuk memanggil file yang tersembunyi kita gunakan command ls –a. File-file
tersembunyi itu biasanya startup file.
Sebagian besar file, hanya merupakan file biasa yang disebut file regular yang berisi data
biasa sebagai contoh file text, file executable, atau program, input atau output dari
program dan lainnya.
Terdapat file khusus selain file – file biasa, seperti :
• Special files: mekanisme yang digunakan untuk input dan output. Sebagian besar
terdapat pada direktori /dev.
• Links: Sistem untuk membuat file atau direktori dapat terlihat di banayk bagian dari
pohon file sistem.
• (Domain) sockets: Jenis file khusus, mirip dengan soket TCP/IP, yang menyediakan
jaringan antar proses yang terproteksi oleh file system’s access control.
• Named pipes: berfungsi kurang lebih seperti soket dan membentuk jalur untuk proses
komunikasi.
VFS Setting
Untuk meset pilihan agar VFS dilakukan sistem secara otomatis klik kanan icon My Computer pada popup menu, klik menu Properties atau klik Start pada window Menu, pilih menu Settings klik Control Panel klik System kemudian pada window System Properties, klik tab Hardware pada bingkai Device Manager, klik tombol Driver Signing pada window Driver Signing options, pada bingkai SFV, klik satu pilihan berikut:
* Ignore: untuk membiarkan instalasi device driver tanpa D/S
* Warn: utk menampilkan pesan peringatan bila program instalasi berupaya menginstal device driver tanpa D/S
* Block: utk mencegah instalasi device driver tanpa D/S Jika anda logon sbg system Administrator atau anggota group
* Administrator:klik Apply setting as system default: utk menerapkan setting utk semua penguna log on ke komputer anda
VFS Execution
Untuk memeriksa secara otomatis D/S berkas sistem dan non-sistem, eksekusi VFS sbb:
* klik Start
* klik Run
* ketik sigverif
* klik Ok
Selanjutnya utk memeriksa secara otomatis D/S utk berkas sistem dan non-sistem. Pada window VFS, klik Advanced pada tab Search, pilih satu dari berikut:
* Notify me if any system files are not signed: utk berkas system
* Look for other files that are not digitally signed: utk berkas non-sistem
untuk merekam hasil VFS ke berkas log:
* klik tombol Advanced
* klik tab Logging
* pada tab Logging, cek pd checkbox Save the VFS results to a log file
pd logging Options, pilih satu:
* Append to existing log file: tambahkan hasil VFS ke berkas log lama
* Overwrite existing log file: timpa berkas lama, simpan hasil VFS ke berkas log baru pada textbox Log file name, ketik nama berkas log, misal sigverif.txt. Untuk memantau isi berkas log VFS [bila sdh ada], klik View log kemudian klik Ok dan klik Start
Metode Alokasi File
Satu masalah utama dalam manajemen file adalah bagaimana mengalokasikan ruang untuk file sehingga ruang disk digunakan secara efektif dan berkas dapat diakses dengan cepat. Tiga metode utama mengalokasikan ruang disk adalah:
* Bersebelahan Alokasi
* Alokasi Linked
* Alokasi Indexed.
Setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangan. Oleh karena itu, beberapa sistem mendukung semua tiga (RDOS misalnya data Jenderal). Lebih umum, sistem akan menggunakan satu metode tertentu untuk semua file.
Bersebelahan Alokasi File
* Setiap file menempati satu set berdekatan pada disk
* Alokasi menggunakan first fit / terbaik sesuai.
* Kebutuhan untuk pemadatan
* Hanya blok awal dan panjang file dalam blok yang diperlukan untuk bekerja dengan file tersebut
* Memungkinkan akses acak
* Masalah dengan file yang tumbuh.
Alokasi File terkait
* Setiap file adalah linked list dari blok
* NO eksternal fragmentations
Efektif untuk akses sekuensial *.
* Bermasalah untuk akses langsung
Tabel Alokasi File (FAT)
* Variasi daftar link (MS / DOS dan OS / 2)
- Sebuah bagian dari disk pada awal setiap partisi (Volume) disisihkan mengandung FAT
- FAT memiliki satu entri untuk setiap blok disk, menunjuk ke blok berikutnya dalam file.
- Daftar link diimplementasikan dalam bagian tersebut
- Blok file yang sebenarnya tidak mengandung link
Alokasi File Indexed
* Alokasi Indexed adalah membawa semua pointer bersama-sama
* Jauh lebih efektif untuk akses langsung
* Tidak efisien untuk file kecil
IMPLEMENTASI KONTROLER PID PADA MODUL ASCII UNTUK PENGATURAN KECEPATAN MOTOR DC
DENGAN PLC C200H
DASAR TEORI
Kontroler
Kontroler adalah komponen yang berfungsi meminimasi sinyal kesalahan. Tipe kontroler yang paling populer ialah kontroler PID. Elemen-elemen kontroler P, I dan D masing-masing secara keseluruhan bertujuan untuk mempercepat reaksi sebuah sistem, menghilangkan offset dan menghasilkan perubahan awal yang besar.
Persamaan kontroler PID dalam bentuk Laplace :
Tuning Kontroler
Aspek yang sangat penting dalam desain kontroler PID ialah penentuan parameter kontroler PID supaya sistem loop tertutup memenuhi kriteria performansi yang diinginkan. Hal ini disebut juga dengan tuning kontroler.
Tuning Kontroler dengan Pendekatan Model Plant
Tuning parameter kontroler PID selalu didasari atas tinjauan terhadap karakteristik yang diatur (plant). Karena penyusunan model matematik plant tidak mudah, digunakan data yang berupa kurva keluaran pendekatan model. Berdasar pendekatan itu tuning kontroler PID dapat dilakukan, seperti yang dilakukan Ziegler Nichols dengan metode kurva reaksi dan osilasi.
Tabel Penalaan paramater PID dengan metode kurva reaksi
Tipe Kontroler Kp Ti Td
P T/L ~ 0
PI 0,9 T/L L/0.3 0
PID 1,2 T/L 2L 0,5L
Tabel Penalaan paramater PID dengan metode osilasi
Tipe Kontroler Kp Ti Td
P 0,5.Ku
PI 0,45.Ku 1/2 Pu
PID 0,6.Ku 0,5 Pu 0,125 Pu
PERANCANGAN MODEL
Perencanaan Hardware
Keperluan hardware untuk Tugas Akhir ini meliputi : modul ASCII pada PLC sebagai alat kontrol utama dan hardware pendukung untuk mengkondisikan sinyal antara PLC dan plant.
Berikut ini konfigurasi sistem dengan modul ASCII.
Gambar Konfigurasi Sistem dengan Modul ASCII
Perencanaan Software
Selain masalah hardware, software yang bekerja sebagai “jantung” dari sistem sangat penting untuk direncanakan dengan tepat. Di antaranya ialah algoritma untuk transfer data baik antara PLC dan plant maupun di antara modul – modul PLC sendiri. Selain itu implementasi kontroler PID secara digital juga harus diterapkan dengan benar dan teliti.
Modul ASCII pada PLC akan digunakan sebagai kontroler PID. Aspek – aspek implementasi kontroler dalam program (digital) ialah sebagai berikut :
* · Persamaan kontroler PID digital :
* · Penggunaan Sampling time: 0,02 detik.
* · Perlu adanya penambahan konstanta MV yang mewakili nilai dari manipulated variable saat steady state supaya tidak terjadi keadaan sinyal kontrol = 0 saat error = 0. Besar MV = 3,5 V.
* · Mengatasi integral windup atau integral saturation dengan membatasi besarnya komponen integral atau sinyal kontrol yaitu antara 2,5 – 8 V.
Implementasi Tuning Kontroler PID
Dengan memasukkan nilai – nilai parameter kontroler PID berdasar macam – macam metode tuning yang telah dijelaskan berikut hasil yang didapatkan.
Tabel Parameter kontrol PID berdasar metode tuning
No Metode Kp Ti Td
1 Ziegler Nichols :
Kurva Reaksi
34,371 0,112 0,028
2 Ziegler Nichols :
Osilasi
4,200 0,168 0,042
3 Cohen – Coon :
Kurva Reaksi
45,382 0,131 0,020
4 ITAE : Set Point
Changing
20,058 2,028 0,022
5 ITAE : Disturbance Input 38,413 0,160 0,022
6 Direct Sinthesys :
PI Smith Predictor
1,894 1,604 -
7 Direct Sinthesys :
Commercial Controller
1,794 1,604 0,028
8 Direct Sinthesys :
Ideal Controller
1,826 1,632 0,028
9 Internal Model Control 1,826 1,632 0,028
Kesimpulan
Dari pembahasan dalam Tugas Akhir ini dapat disimpulkan bahwa :
1. Implementasi kontroler PID pada modul ASCII-PLC C200H untuk mengatur kecepatan motor DC dapat dilakukan dengan beberapa pendekatan berikut :
* Penggunaan persamaan kontroler PID digital.
* Menggunakan sampling time yang tepat (0,02 detik.)
* Memberikan konstanta untuk keadaan zero error (3,5 V).
* Memberi batas saturasi motor (2.5 V – 8 V)
2. Metode tuning kontroler yang dapat dipakai untuk pengaturan kecepatan motor DC beraliran Model Based Controller yaitu :
* Metode Direct Sinthesys : Smith Predictor
* Metode Direct Sinthesys : Commercial Con.
* Metode Direct Sinthesys : Ideal Controller
* Metode Internal Model Controller
dengan kemampuan menghasilkan respon akurat, hanya menghasilkan error steady state dan maximum overshoot yang relatif kecil (di bawah 5 %), dan memberikan rise time dan settling time yang relatif cepat (di bawah 0,72 detik dan 1,26 detik).
3. Untuk penggunaan kontroler lewat komputer, metode Direct Sinthesys : Ideal Controller memiliki pendekatan model yang paling ideal dan kriteria performansi yang cukup baik (memberi akurasi, error steady state : 0,144 detik, maximum overshoot : 0, rise time : 0,36 detik, dan settling time : 0,54 detik).

Fungsi dan Operasional PPI 8255 dengan Mikrokontroler 8051
PPI ( Peripheral Programmable Interface ) adalah interface yang bisa diprogram dan memiliki kelebihan yaitu dapat digunakan sebagai input maupun output ataupun keduanya. PPI 8255 dibuat oleh Intel.Co untuk digunakan bersama dengan mikroprosesor buatan Intel.Co pula. PPI memiliki 3 port 8 terminal yaitu port A, B dan C ( port C dapat terbagi atas 2 yaitu port C upper 4 terminal dan port C lower 4 terminal ). Masing-masing port ini dapat berfungsi sebagai Input atau Output, termasuk port C upper dan lower difungsikan sama atau beda. Port A dan Port C dari PC7 sampai PC4 tergambung dalam Group Kontrol A, sedang Port B dan Port C dari PC3 sampai PC0 tergabung dalam Group Kontrol B. PPI 8255 ini dapat dioperasikan dalam 3 mode, yaitu : Mode 1, Mode 2 dan Mode 3. Selain itu di dalam PPI 8255 masih terdapat 2 blok berlabel Data Bus Buffer dan Read-Write Control Logic. Kedua bus tersebut berfungsi menghubungkan antara CPU dan PPI 8255, sedangkan masing-masing port memiliki buffer dan sifat latch sehingga data yang dikeluarkan ke output port akan dijaga tetap keadaannya selama tidak diubah atau direset. Konfigurasi fungsi dari 8255 adalah diprogram oleh sistem software sehingga tidak diperlukan komponen gerbang logika eksternal untuk perangkat perpheral interface.
Berikut ini penjelasan mengenai tiap pin :
1. PA0-PA07
Merupakan port A yang terdiri dari 8 bit, dapat diprogram sebagai input atau output dengan metode bidirectional input/output.
2. PB0-PB07
Port B dapat diprogram sebagai input/output, tetapi tidak dapat digunakan sebagai port bidirectional.
3. PC0-PC07
Port C dapat diprogram sebagai I/O, bahkan dapat dipecah menjadi dua, yaitu CU (bit PC4-PC7) dan CL (bit PC0-PC3) yang dapat diprogram sebagai I/O. RD dan WR Sinyal kontrol aktif rendah ini dihubungkan ke 8255. Jika 8255 menggunakan desain periferal I/O maka IOR dan IOW bus sistem dihubungkan ke kedua pin ini.
4. RD dan WR
Sinyal control aktif rendah ini dihubungkan ke 8255. Jika 8255 menggunakan desain peripheral I/O, IOR adan IOW dari system bus dihubungkan ke kedua pin ini.
5. RESET
Pin aktif tinggi ini digunakan untuk membersihkan Control Register. Ketika RESET diaktifkan, seluruh port diinisialisasi sebagai port input.

Deskripsi fungsi 8255
A. Data bus buffer
Buffer bidirectional theree state ini digunakan untuk antar muka 8255 ke sistem bus data,data dikirim dan diterima oleh buffer berdasarkan eksekusi input atau output dari CPU. Kata kontrol dan status informasi juga dikirimkan melalui buffer data bus.
B. Read/Write dan kontrol logik.
Fungsi dari blok ini adalah untuk mengatur semua pengiriman baik internal maupun eksternal dari data dan kata kontrol. Blok ini menerima input dari alamat CPU dan bus kontrol dan selanjutnya blok ini mengirimkan perintah ke kedua group kontrol.
C. Chip Select
Chip Select, logika low pada pin input ini maka komunikasi antara 8255 dan CPU akan enable.
D. Read
Read,logika low pada pin input ini maka 8255 akan mengirimkan data atau status informasi ke CPU pada bus data.
E. Write
Logika low pada pin input ini maka CPU dapat menulis data atau kata kontrol ke 8255
F. A0 dan A1
Port select 0 dan port select 1,sinyal input ini berhubungan dengan input RD dan WR, mengontrol pemilihan satu dari tiga port atau register kontrol pin tersebut umumnya dihubungkan ke least significant bus dari bus addres (A0 dan A1).
G. Port A,B dan C
8255 terdiri dari tiga buah port 8 bit (A,B dan C). semuanya dapat dikonfigurasikan dalam berbagai variasi fungsi bergantung pada sistem software yang diberikan.
* Port A. 8 bit data Output latch buffer dan 8 bit data input latch.
* Port B. 8 bit data Output latch buffer dan 8 bit data input latch.
* Port C. 8 bit data Output latch buffer dan 8 bit data input latch.
Tiap 4 bit port terdiri dari 4 bit latch dan dapat digunakan untuk sinyal output kontrol dan sinyal input status.
Deskripsi Operasional PPI 8255
Ada tiga mode operasi yang dapat dipilih olehsistem perangkat lunak untuk mengoperasikan PPI 8255 yaitu:
A. Mode 0 – Basic Input/Output
* Mode ini digunakan untuk input/output sederhana langsung ke port I/O.Peralatan luar yang dihubungkan selalu siap untuk mengirimkan/menerima data, sehingga mode ini tidak tergantung pada waktu.
* Semua port A, B dan C bisa bekerja pada mode ini. Port-port PPI hanya bisa digunakan sebagai port input atau port output dari sistem mikroprosesor. Port A dan port B masing-masing dapat digunakan sebagai 8 bit masukan saja atau 8 bit keluaran saja. Sedangkan port C dapat digunakan sebagai empat (4) bit masukan atau empat (4) bit keluaran seperti port A dan port B.
B. Mode 1 – Strobe Input/Output
* Mode ini digunakan untuk peralatan luar yang mempunyai data valid pada saat – saat tertentu, sehingga diperlukan sinyal-sinyal pemicu (strobe) pada I/O agar data segera dapat dikirim, sehingga mode ini tergantung pada waktu.
* Pada mode ini port A dan port B bisa ditentukan sebagai port masukan atau keluaran data, sedangkan port C berfungsi sebagai pembawa sinyal status.Transfer data mode ini merupakan sinyal terprogram bersyarat.
C. Mode 2 – Bidirectional Bus
* Mode ini mampu mengrim/menerima data dalam dua arah (bidirectional handshake data transfer).
* Mode ini menyebabkan port A bisa berfungsi sebagai masukan sekaligus keluaran yang dilengkapi dengan sinyal jabat tangan 5 bit dari port C sebagai kontrol port A. Mode ini tidak tersedia untuk port B.
Pengaturan Control Word
Kata Kendali (Control Word) merupakan pendefinisian mode dan port yang akan digunakan dan prosesnya dilakukan oleh perangkat lunak.
Pengaturan Control Word bertujuan untuk menentukan fungsi dari setiap port pada PPI 8255. dengan menentukan data yang masuk pada pin D0 – D7, kita dapat menentukan fungsi dari port-port pada PPI 8255. Dengan fungsi masing – masing pin sebagai berikut:
;PROGRAM PENGURANGAN 10 DIGIT DECIMAL
8484848484 – 1414141414=7070707070
MOV A, #84 ;Mengisi A dengan 84 desimal HIGH-byte
SUBB A, #14 ;Mengurang A dengan 14 desimal high-byte
MOV R0, A ;Memindah A (low-byte) ke R0
MOV A, #84 ;Mengisi A dengan 84 desimal high-byte
SUBB A, #14 ;Mengurang A dengan 14 desimal high-byte
MOV R1, A ;Memindah A (low-byte) ke R1
MOV A, #84 ;Mengisi A dengan 84 desimal high-byte
SUBB A, #14 ;Mengurang A dengan 14 desimal high-byte
MOV R2, A ;Memindah A (low-byte) ke R1
MOV A, #84 ;Mengisi A dengan 84 desimal low-byte
SUBB A, #14 ;Mengurang A dengan 14 desimal low-byte
MOV R3, A ;Memindah A (low-byte) ke R1
MOV A, #84 ;Mengisi A dengan 84 desimal low-byte
SUBB A, #14 ;Mengurang A dengan 14 desimal low-byte
MOV R4, A ;Memindah A (low-byte) ke R1
MOV= Memindahkan/mengcopy dari memori ke memori sementara
MVI= Memindahkan Immediate 8 bit
LDA=Load Accumulator secara langsung dari Memory
STA= Menyimpan Accumulator secara langsung di Memory
LHLD= Load register H dan L secara langsung dari Memory
SHLD= Menyimpan register H dan L secara langsung di Memory
LXI= Load Register Pair with Immediate data
LDAX= Load Accumulator from Address in Register Pair
STAX= Menyimpan Accumulator in Address in Register Pair
XCHG= Menukar H dan L dengan D dan E
XTHL= Menukar H dan L dengan puncak stack
* Instruksi Aritmatika:
ADD= Menjumlahkan register atau memori ke Accumulator
ADI= Menjumlahkan Immediate Data ke Accumulator
ADC= Menjumlahkan register atau memori ke Accumulator dengan menggunakan Carry (sisa)
ACI= Menjumlahkan Immediate data ke Accumulator dengan menggunakan carry (sisa)
SUB= Mengurangkan register atau memori dari Accumulator
SUI= Mengurangkan Immediate Data dari Accumulator
SBB= Mengurangkan dari Accumulator dengan menggunakan Borrow (Carry)
SBI= Mengurangkan Immediate data dari Accumulator dengan menggunakan Borrow (Carry)
INR= Menaikkan 1 bit
DCR= Mengurangkan 1 bit
INX= Menaikkan 1 bit pada Register Pair
DCX= Mengurangkan 1 bit pada Register Pair
DAD= Menjumlahkan dobel register;Menjumlahkan pasangan register dari pasangan register H dan L
* Instruksi Logika:
ANA= Logical AND dengan Accumulator
ANI= Logical AND dengan Accumulator menggunakan Immediate Data
ORA= Logical OR dengan Accumulator
OR= Logical OR dengan Accumulator menggunakan Immediate Data
XRA= Exclusive Logical OR dengan Accumulator
XRI= Exclusive OR menggunakan Immediate Data
CMP= Membandingkan
CPI= Membandingkan dengan menggunakan Immediate Data
RLC= Putar Accumulator ke kiri
RRC= Putar Accumulator ke kanan
RAL= Putar Accumulator ke kiri melalui carry
RAR= Putar Accumulator ke kanan melalui carry
CMA= Komplemen Accumulator
CMC= Komplemen Accumulator dengan Carry
STC= Set Carry
* Instruksi Percabangan:
JMP= Melompat
CALL= Memanggil
RET= Mengembalikan
* Instruksi Input/Output:
IN= Initiate Input Operation
OUT= Initiate Output Operation
* Instruksi Kontrol:
EI= Menghidupkan Sistem Interupsi
DI= mematikan sistem Interupsi
HLT= Halt
NOP= Tidak ada operasi
I.PETA MEMORI
Alamat
1400h
23FF
RAM 1
4 kb
2400h
33FF
RAM 2
4 kb
5700h
66FF
ROM 1
4 kb
6700h
76FF
ROM 2
4 kb
II.PETA I/O
50H Port Input
55H
70H Port Output
71H
III.DAFTAR MEMORI
Komponen Alamat
(Heksa)
Saluran BUS Alamat (Biner)
A15 A14 A13 A12 A11 A10 A9 A8 A7 A6 A5 A4 A3 A2 A1 A0
RAM 1 1400h 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
23FF 0 0 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
RAM 2 2400h 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
33FF 0 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
ROM 1 5700h 0 1 0 1 0 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0
66FF 0 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1
ROM 2 6700h 0 1 1 0 0 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0
76FF 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1
IV.DAFTAR PIRANTI INPUT/OUTPUT
Komponen Alamat
(Heksa)
Saluran Alamat I/O (Biner)
A7 A6 A5 A4 A3 A2 A1 A0
PORT Input 50h 0 1 0 1 0 0 0 0
55h 0 1 0 1 0 1 0 1
PORT Output 70h 0 1 1 1 0 0 0 0
71h 0 1 1 1 0 0 0 1
V.DEKODER MEMORI
next-Gen
Era Processor Multi-Core
Sudah kurang lebih satu tahun pengguna komputer disuguhi pilihan untuk menikmati
penggunaan quad-core processor. Baik Intel dan AMD memberikan solusi yang berbeda.
Tidak ketinggalan dengan Intel yang sudah terlebih dahulu menawarkan pilihan processor
untuk desktop PC dengan quad-core. Meskipun sebelumnya AMD juga sudah
memberikan solusi penggunaan 4 core pada desktop PC, namun pendekatan 4×4 dengan
QuadFX belum dirasakan cukup. Kehadiran processor quad-core yang sebenarnya,
menjadi sebuah kewajiban untuk menjawab tantangan yang diberikan oleh pesaingnya
*AMD K10 Micro-Architecture
Sebetulnya AMD sudah tidak lagi menggunakan penamaan processor dengan
menggunakan awalan ³K´ ini. Terakhir kali penamaan dengan awalan huruf ³K ³ ini
digunakan pada processor codename ³K8³ pada jajaran processor Athlon 64. Hal ini
terlihat dari tidak lagi digunakannya penamaan dengan awalan huruf ³K´ ini pada
dokumen-dukumen ataupun press release resmi dari AMD sejak awal tahun 2005 yang
lalu. Namun penamaan codename processor AMD dengan awalan ³K´, ini sudah terlalu
tertanam pada benak kebanyakan pengguna PC. Juga berlaku untuk para pengamat
teknologi dan juga reviewer. Sebagai contoh, pada berita terdahulu mengenal kehadiran
processor dengan codename ³K8L´, yang sebenarnya secara resmi disebut oleh AMD
sebagai ³AMD Next Generation Processor Technology´. Demikian juga penyebutan
³K10´ pada artikel ini. Secara resmi, AMD tidak menyebutnya sebagai ³K10´. Micro-
architecture terbaru untuk processor AMD ini akan menjadi penerus, baik untuk
processor desktop, mobile, maupun server. Jadi hal ini akan berlaku untuk jajaran Athlon,
Turion, Opteron, dan bahkan nantinya Sempron. Meskipun sempat beredar soal
penundaan bahkan batal dikeluarkannya processor generasi ini. Namun, hal tersebut tidak
benar. Setidaknya belum ada pernyataan resmi dari AMD mengenai hal ini. Bahkan
belakangan pembicaraan mengenai kehadiran AMD K10 terus menghangat. Jika melihat
rencana AMD yang disampaikan pada penghujung tahun lalu, belum ada penundaan
ataupun perubahan jadwal besar-besaran. Kehadiran Barcelona dan Budapest untuk
processor segmentasi server memang dijadwalkan hadir tahun 2007 ini. Demikian juga
dengan processor desktop dengan Lima untuk single processor, Sparta untuk Sempron,
kesemuanya dengan proses produksi 65 nm.Dan rencananya pada semester kedua ini baru
akan diperkenalkan HyperTransport 3.0 dan kemungkinan Socket AM2+. Ini
diperkirakan akan dibutuhkan untuk mengimplementasikan penggunaan quadcore,
khususnya untuk segmentasi Consumer.Kabarnya penanaman codename untuk prosessor
AMD segmentasi ini juga akan mengalami perubahan. Setelah selama ini menggunakan
nama-nama kota terkenal di dunia, selanjutnya direncanakan akan menggunakan nama
bintang. Sama seperti pada processor Barcelona untuk server, processor desktop juga
akan menggunakan quad-core processor. Adalah Agena yang diperkirakan menjadi quad-
core processor desktop pertama dari AMD. Dan akan menyusul processor lainnya yang
menggunakan micro-architecture terbaru ini.
*AMD Phenom
Di pertengahan tahun ini, AMD mengumumkan akan hadirnya jajaran processor family
dengan sebutan AMD Phenom yang memiliki codename ³FASN8´ (dibaca: ³fascinate´).
Ditujukan terutama untuk segmentasi enthusiast. Direncanakan akan hadir pada awal Q4
2007 ini. Processor AMD Phenom ini sendiri sudah didemokan, dan dengan menggunakan DSDC (Dual Socket Direct Connect), AMD juga sempat mendemokan 8-
core platform pada kesempatan yang sama saat memperkenalkan AMD Phenom. Ini
dimung- kinkan dengan penggunaan dua processor quad-core AMD Phenom dalam
sebuah platform DSDC. Masih mirip dengan yang ditawarkan pada QuadFX terdahulu.
*Native Quad-Core Processor
Untuk sebuah produk processor, AMD bukanlah yang memproduksi processor dengan
quad-core pertama. Namun klaim AMD untuk menjadi pihak yang memproduksi native
quad-core processor, memang ada benarnya. Tidak dengan menghadirkan sebuah
processor yang mengemas dua die, masing-masing dengan dual-core processor, dalam
satu kemasan processor. Namun AMD melakukan pendekatan yang berbeda, dengan
sebuah quad-core processor dalam satu die. Maka, sebutan sebagai native quad-core
processor memang pantas disebutkan untuk processor quad-core ini. Selain
menghadirkan processor quadcore, tidak hanya itu yang ditawarkan oleh AMD Phenom.
AMD Phenom juga tentu saja tidak melupakan penggunaan energy effi cient, yang
memungkinkan peningkatan kinerja performance-per-watt yang optimal. Hal ini juga
didukung dengan penggunaan teknologi HyperTransport, dan terutama 128-bit Floating
Point Unit yang membantu meningkatkan kinerja secara keseluruhan. Juga architecture
K10 yang melakukan pendekatan berbeda dalam mewujudkan quad-core. Sedikit banyak
hal ini menguntungkan khususnya dalam hal aliran data. Ini juga yang menyebabkan
AMD memandang perlu meningkatkan kapasitas L1 dan L2 cache yang digunakan pada
generasi processor ini. Quad-core processor versi AMD dengan AMD Phenom cukup
memberikan kesan yang menjanjikan untuk mendapatkan peningkatan kinerja dengan
multitasking penggunaan dengan intensitas yang tinggi dan tentunya aplikasi yang
mendukung multi-thread, juga tidak ketinggalan untuk gaming. Tidak ketinggalan
beberapa pihak developer game juga menyambut gembira kedatangan quad-core
processor ini. Seperti publisher Microsoft Game Studios yang sudah memberikan patch
Service Pack1 untuk Microsoft Flight Simulator X. Patch SP1 ini akan membuatnya
mampu melakukan proses terrain loading dan texture dalam perintah multi-thread yang
akan menguntungkan untuk processor multi-core seperti AMD Phenom ini. Atau seperti
pada Unreal Engine 3 yang juga sudah dapat mengoptimalkan penggunaan quad-core
processor atau bahkan lebih. Pada engine ini multi-core processor akan meningkatkan
percepatan proses kalkulasi untuk physics dan AI. Dan tentu saja ini membantu pihak
developer engine tersebut untuk meningkatkan tingkat realistic kemiripan dengan dunia
nyata yang dapat disertakan pada game. Hal ini juga mirip yang dinyatakan oleh Havoc
yang mengembangkan Physics. Bicara komputer tentu tak lepas dari prosesor, yag
umumnya dikenal sebagai otaknya komputer. Dialah yang mengatur dan mengolah
semua kerja komponen dalam komputer. Meskipun hanya sebentuk chip silikon tunggal
nan kecil, peranti ini memegang peranan sangat penting. Jika komponen PC lainnya berfungsi sebagai pentransmisi data, maka prosesorlah yang berfungsi menentukan dan
menghitung semua aktivitas tersebut.
Prosesor, atau tepatnya mikroprosesor, memang beragam merek dan tipenya. Namun,
kesemuanya boleh dibilang memiliki fungsi yang sama.Pusat unit pemroses komputer
sederhana generasi pertama pada tahun 1940-an, masih berupa sekumpulan tabung kedap
udara yang mirip botol. Botol-botol ini sama dengan yang yang biasa ditemukan di
televisi model yang sangat kuno sekali.Setiap CPU (Central Processing Unit)
membutuhkan ribuan botol, dan daya tahannya hanya beberapa jam saja. Pula, ia boros
tenagan listrik dan peregkat pendinginnya pun berukuran besar.Komputer angkatan
pertama yang menggunakan CPU model ini adalah ENIAC (Electronic Numerical
Integrator and Computer), yang dikembangkan oleh J.P. Eckert dan J.W. Maughly di
Amerika Serikat. ENIAC terdiri atas 18.000 tabung kedap udara, yang membutuhkan
ruangan seluas 18×8meter persegi untuk pengoperasiannya.Dari model tabung, di tahun
1948, proses komputasi mulai masuk ke ³komputer generasi kedua´ yang menggunakan
transistor. Penggunaannya didemonstrasikan pertama kali oleh Bell Telephone
Laboratories. Dengan transistor, kebutuhan listrik jadi lebih rendah dan tingkat panasnya
bisa dikurangi.Pada komputer generasi ketiga mulai digunakan semikonduktor, yang
menggabungkan lusinan transistor dalam sebuah chip silikon kecil. Dengan cara ini,
sebuah sirkuit elektronik yang berisi komponen-komponen yang saling terkoneksi bisa
disatukan dalam sebuah sirkuit tunggal. Dari sinilah, mikroprosesor berawal.Di awal
1970-an, sirkuit semikonduktor sudah mula dikembangkan dengan klompleksitas 1.000
transistor per sirkuitnya. Selanjutnya, pada tahun 1971, komponen yang benar-benar
disebut sebagai mikroprosesor untuk pertama kalinya dibuat oleh para teknisi dari
perusahaan elektronik Intel. Chip tersebut diberi nama Intel 4004 dan didesain oleh Ted
Hoff, Federico Faggin, dan Stan Mazor.Prosesor chp silikon tunggal ini berukuran sekitar
0,6 cm yang berisi sekitar 2.250 transistor. Komponen yang prototipenya dikembangkan
sejak 1969 ini punya kemampuan memproses 4 bits informasi, dengan kecepatan sekitar
0,06 MHz saja.Untuk harga, mikroprosesor yang pernah digunakan untuk pesawat luar
angkasa Pioner 10 ini dijual seharga US$ 200. Tehitung mahal saat itu. Selanjutnya, pada
tahun 1972, Intel merilis prosesor Intel 8008 debgab 3.500 transistor di dalamnya.Pada
tahun 1974, Motorola tidak mau ketinggalan. Ia merilis prosesor berjuluk Motorola 6800.
Chip ini dirancang oleh Charlie Melear dan Chuck Peddle, yang dikhususkan
penggunanya untuk ³mesin bisnis´ dan pengontrol otomotif. Inovasi baru prosesor untuk
pengembangan PC (Personal Computer) kemudian diawali dengan dirilisnya Intel 386
pada tahun 1985, yang membuka babak baru teknologi komputer. Prosesor ini berdesain
32 bit, 4GB ruang untuk data dan 250.000 transistor.Komponen keluaran Intel ini juga
menjadi chip pertama yang mendukung pengalokasian data secara linier (linier
addressing). Hal ini diikuti dengan dirilisnya Intel Pentium pada tahun 1993 dengan 3,1
juta transistor, dan menjadi chip yang terus berkembang baik baik hingga sekarang. Tak
perlu dipungkiri, sejak awal (Intel 4004) Intel merajai dunia mikroprosesor
Mikroprosesor adalah gabungan 2 kata yaitu mikro dan prosesor. Jadi, mikroprosesor adalah sebuah alat yang berukuran kecil yang digunakan untuk memproses data secara digital. Selain berukuran kecil, mikroprosesor memiliki kemampuan komputasi yang lebih rendah dibandingkan dengan komputer yang digunakan.
Mikroprosesor secara umum terdiri dari: ALU (Arithmetic Logic Unit), Control and Timing Unit, dan Array Register (Register Larik). ALU berfungsi sebagai bagian yang melakukan operasi aritmatik dan logika dalam memproses data. Bagian ini yang melakukan operasi bagian dalam mikroprosesor. Sedangkan Register Larik berfungsi untuk menyimpan data sementara hasil proses oleh mikroprosesor. Fungsinya hampir sama dengan piranti memori mikroprosesor dengan perbedaan bahwa: Memori berada diluar mikroprosesor sedangkan register berada didalam mikroprosesor, Memori diidentifikasi dengan alamat sedangkan register diidentifikasi oleh nama register oleh mikroprosesor. Bagian Timing & Control berfungsi sebagai pembangkit daur-waktu untuk antarmuka dengan peripheral pada bus alamat, data dan kontrol. Selain itu mengendalikan bus-bus tambahan lainnya seperti interupsi, DMA dan lain sebagainya, tergantung arsitektur mikroprosesor itu sendiri. Arsitektur mikroprosesor pada saat ini banyak ragamnya, mulai yang paling sederhana hingga yang komplek.
Sejarah Mikroprosesor.
* Th. 1946 : Komputer modern pertama dibuat di University of Pennsylvania USA yang disebut ENIAC (Electronics Numerical Integrator and Calculator.
* ENIAC terdiri dari 17.000 tabung hampa, 500 mil kabel, berat > 30 ton, dapat menjalankan 100.000 operasi per detik, diprogram dengan mengatur jalur kabel pada rangkaiannya.
* Th. 1948 : Transistor pertama dibuat di Bell Labs, USA.
* Th. 1958 : IC (Integrated Circuit) pertama dibuat oleh Jack Kilby dari Texas Instrument, USA.
* Penemuan IC ini mendorong pengembangan IC Digital (1960), dan mikroprosesor pertama oleh Intel (1971).
* Mikroprosesor pertama di dunia adalah Intel 4004 merupakan prosesor 4-bit, Kebanyakan Kalkulator masih berbasis mikroprosesor 4-bit.
* Th. 1971 : Intel mengeluarkan mikroprosesor 8-bit yaitu Intel 8008.
* Th. 1973 : Intel memperkenalkan mikroprosesor 8-bit modern pertama Intel 8080 (10x lebih cepat dari 8008), dan diikuti Motorola MC6800.
* Th. 1977 : Intel memperkenalkan 8085 yang merupakan mikroprosesor 8-bit terakhir yang dibuat Intel dengan frek.clock dan kecepatan lebih tinggi.
* Perusahaan lain yang mampu menyaingi Intel 8085 adalah Zilog Corporation dengan Z80.
* Th. 1978 : Intel mengeluarkan mikroprosesor 16-bit yaitu 8086, setahun kemudian mengeluarkan 8088 dengan kecepatan eksekusi dan memori lebih besar dari 8085, serta mulai digunakannya cache memori (sistem antrian yang mengatur pemberian instruksi sebelum menjalankannya).
* Intel 8086/8088 disebut juga CISC (Complex Instruction Set Computer) karena jumlah dan kompleksitas instruksinya.
* Th. 1981 : IBM membuat PC menggunakan mikroprosesor 8088 untuk menjalankan aplikasi seperti spreadsheet dan pengolah kata.
* Th. 1983 : Intel mengeluarkan mikroprosesor 16-bit 80286, dengan kemampuan memori 16 MB.
* Th. 1986 : Intel mengeluarkan mikroprosesor 32-bit pertama 80386, dengan kemampuan memori 4 GB.
* Th. 1989 : Intel mengeluarkan mikroprosesor 32-bit 80486, dengan kemampuan memori 4 GB + 8K Cache.
* Th. 1993 : Intel memperkenalkan mikroprosesor 32-bit Pentium I, Th. 1997 Pentium II,kemudian berturut-turut Pentium III dan Pentium 4 pada Th. 2000, dimana mulai digunakan teknologi memori RAMBUS menggantikan teknologi SDRAM.
Turbo Pascal is a software development system which consists of compilers and integrated development environment (in English: Integrated Development Environment – IDE) for the Pascal programming language for the operating system CP / M, CP/M-86, and MS-DOS, which developed by Borland in the leadership of Philippe Kahn. The name of Borland Pascal is generally used for advanced software packages (with more literature and the standard source code libraries), while the cheaper version and the most widely used is named as Turbo Pascal. The name of Borland Pascal is also used as artificial Borland Pascal dialect specific.
Turbo Pascal in the first place is the Blue Label Pascal compiler created for the computer operating system-based micro-cassette, NasSys, owned Nascom 1981 by Anders Hejlsberg. Compiler is rewritten to CP / M and named Compas Pascal, and later was named Turbo Pascal for MS-DOS operating system and CP / M. Version of Turbo Pascal for the Apple Macintosh computer ever actually ditembangkan in 1986, but its development was stopped around 1992. Other versions ever available also for machinery CP / M like the DEC Rainbow in some penembangan.
Writing Turbo PASCAL program also has a standardized structure and rules, it can even be said, that the structure of PASCAL language more systematically arranged than FORTRAN. However, both differences are quite striking, is in terms of flexibility in writing programs Turbo PASCAL more flexible and simpler for most users.
In summary, systematic writing program in Turbo PASCAL are as follows:
• The maximum number of columns from each line courses are 128 columns (depending on which text editor is used), and if this is not sufficient then it can be forwarded to the line under it without any special requirements such as in FORTRAN 77.
• Use of “identifier” should start with alphabet character (az, or AZ), can then be mixed with numerical characters (0-9) and / or underscores (underscore or “_”) as its variations, without having to pay attention to the provisions of that too complicated because:
- Use a large character (capital) and small can be mixed,
- Use the next line does not require any special requirements,
- Programs can be written starting at any column and row.
• If there is a row of characters “{” (curly braces terbukake right), this means that the “comment line” (comment) beginning on the mark and ends at the character ‘}’ (curly braces
open to the left) that there afterward.
• A “comment line” can also be written in another way, namely in the form: “(* —- comment — *)”.
• Number lines do not exist specifically, unless defined as a label for goto statement (however, can be written with specific requirements).
• Size of “source code” (file size effect in writing the program) maximum for a program written in Turbo PASCAL is 64 KB (because it depends on the capacity of its IDE editor), while for the Free was written in PASCAL (FPC) can be even greater , up more than 4 time.
• Writing programs PASCAL (Turbo PASCAL or FPC) can be performed on another text editor, eg Notepad, Wordpad, Microsoft Word, and others. In this case, the writing requirements that must be observed, is that recording file (a file saving) must be expressed in the format “text file” and the extension “. Pas”
advantages of turbo pascal as a programming language:
• Data Type Standards, standard data types that are available in most programming languages. Pascal has a standard data types such as boolean, integer, real, char, string, word.
• User Defined Data Types, programmers can create other data types derived from standard data types.
• strongly-typed, the programmer must specify the data type of a variable, and variables can not be used to store data type other than the specified format.
• Structured, has a syntax that allows the writing of the program is broken down into smaller functions (procedures and functions which is a small program in the program) that can be used repeatedly.
• Simple and Expressive, has a simple structure and very close to human language (English) so easy to learn and understand.
http://blogv3.wordpress.com/2009/01/26/turbo-pascal/
http://id.wikipedia.org/wiki/Turbo_Pascal
At this time I chose the topic of a motorcycle shop, a motorcycle is a vehicle that is very popular with most people. Motorbikes are the most common vehicles on the streets, many vehicle enthusiasts are accompanied by many shops selling this vehicle with various accessories.
How to manuals that are used in this field we first make an inventory list that was made to record the types of goods available in stores, shops, starting with the record one by one item and choose according to its kind. At the time of any transaction we have to look at the list of existing inventory, we should see from the codes of the goods and then type the name of the goods. That’s too much trouble it takes a lot of time to examine it, it’s just for one item what if there is a buy oil, lights, chains, etc.. Because each item has a different code but almost the same, our eyes misread cage code so that an error occurred.
What is database?
The database is a collection of data that has been organized so that the computer program can quickly select the desired item, the secret of how to use database technology in which data or information is structured to enable efficient processing. Database tools and applications designed to help you store and manage data in a controlled and structured manner, to facilitate bookkeeping and accessories sales of these vehicles were used database system, unlike conventional programming languages, database development tools make maintaining and managing structured data files easier. They also impose strict design parameters on the developer to ensure that data is maintaining the integrity and accuracy.
For example, database development commit most systems operate this means that any changes to the data created in such a way that the data will not be damaged if the system fails. Similarly, the professional database development tool allows multiple users to view and use the data simultaneously, which will greatly improve the efficiency of the system. The main advantage of using a system of database development is that applications can be specifically tailored to meet precise needs.
Some advantages of using database technology in your business include:
• reduce the amount of time spent managing data
• gives you the ability to analyze data in various ways
• promote disciplined approach to data management
• change the different information into a valuable resource
• improve the quality and consistency of information
By way of our databases include only the item code will display a variety of descriptions, we can save time and data were accurate, so sales can be well organized and easy bookkeeping reports.
In addition we use a barcode system that is easy to use, when the goods enter barcoded item code along with the desired information and then entered on the database and then we just edit it, when the transaction is easy to identify the types of goods are free from error. At the time of examination of goods bar code will be recognized the name of goods, commodities and other information we need, so that transactions made easy. Databases can be updated if it gets a new type of goods, we only need to change existing data in databases.
http://gametlibrary.worldbank.org/FILES/963_Database Basics.pdf
