6 Cara Mudah Mengatasi Mesin Mobil Mogok dan Pincang

By Solisa

(Foto/mobilkeren.id)

Pada mesin 4 silinder tentunya membutuhkan kerjasama antara piston agar siklus kerja mesin berjalan seimbang. Lantas bagaimana jika salah satu dari piston tersebut tidak bekerja dengan baik? Tentunya akan timbul masalah berupa gejala mesin pincang.

Terjadinya kepincangan pada mesin disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya masalah pengapian, sistem injeksi bahan bakar, atau masalah lainny. Intinya, untuk membuat satu kali siklus kerja mesin membutuhkan tiga komponen penting, yaitu bahan bakar, sumber api, udara yang terkompresi. Jika salah satu dari tiga komponen tersebut mengalami masalah, tentu akan terjadi kepincangan pada mesin bahkan mati total.

Lantas bagaimana cara kita mengecek dan memperbaiki mesin mobil yang pincang?  Sebagai jawabannya simak kelanjutan artikel di bawah ini:

1.Periksa secara visual

Coba lakukan pengecekan secara visual komponen pengapian dan pastikan tidak terdapat kabel busi yang lecet atau putus. Jika diperlukan coba buka masing masing busi dan lihat apakah terdapat perbedaan antar busi. Jika terdapat perbedaan warna busi pada salah satu silinder, misalnya silinder 2  warna insulator businya paling beda dengan ketiga busi yang lain, maka silinder 2 lah yang patut dicurigai mendapatkan masalah.

2.Lakukan engine balance test

Coba hidupkan mesin dan cabut satu satu kabel busi secara bergantian. Perhatikan suara mesinnya. Misalnya, pada saat kita mencabut kabel busi no 1 dan mesin terasa bergetar, maka bisa dipastikan kalau silinder 1 tersebut tidak mengalami masalah. Akan tetapi jika misalnya pada saat kita mencabut kabel busi no 1 dan mesin tidak bergetar alias datar-datar saja seperti biasanya, maka dapat kita simpulkan kalau sumber masalah dari silinder 1. Teknik ini disebut engine balance test.

3.Langkah ketiga

Jika kita telah mengetahui manakah dari keempat silinder mengalami masalah. Misalnya pada langkah ke dua tadi kita mendapati silinder 3, maka langkah selanjutnya mencari penyebabnya. Penyebabnya bisa pengapian, bahan bakar, atau masalah lainnya.

Caranya coba lepaskan koil atau busi lalu tukar dengan silinder lainnya yang masih normal. Contohnya, tukar dengan silinder satu lalu hidupkan mesin dan lakukan engine balance test seperti langkah ke 2. Setelah itu coba amati mesin apakah masalah berpindah dari silinder 3 ke silinder  1. Jika masalah tidak berpindah artinya semua busi dan koil dalam keadaan baik-baik saja. Akan tetapi jika masalah berpindah bisa jadi koil atau busi tersebut mengalami permasalahan, dan solusinya ganti busi atau koil. Dan start engine dan mesin akan berputar halus.

4.Periksa injektor

Langkah selanjutnya adalah memeriksa injektor dengan cara menukar dengan injektor lainnya jika masalah berpindah, maka bisa dipastikan kalau injektor tersebut mengalami masalah entah hole tersumbat atau  sudah putus.  Untuk mengatasinya, coba ganti injektor dengan yang baru, dan start engine maka mesin akan berputar normal.

5.Periksa arus socket injektor

Jika masalah belum selesai, coba lakukan pengetesan arus pada socket injektor dan socket koil dalam kondisi mesin menyala, dan pastikan bahwa terdapat arus. Jika tidak terdapat arus coba periksa kabel kabelnya. Jika semua kabel dalam keadaan baik akan tetapi arus tidak sampai juga ke socket injector, maka bisa jadi terjadi masalah serius pada  ECU.

6.Cek tekanan kompresi

Jika semua langkah di atas telah ditempuh tetapi sumber masalah belum juga ditemukan, maka langkah selanjutnya adalah mengecek tekanan kompresi. Sebab, tekanan kompresi dapat menurun dikarenakan komponen ring piston yang lama kelamaan mengalami keausan. Semoga bermanfaat.

categoriateknologi commentoComments Off on 6 Cara Mudah Mengatasi Mesin Mobil Mogok dan Pincang dataNovember 3rd, 2017
Leggi tutto