Contoh Benar Hukum Asuransi Dalam Islam

By Solisa

Hukum Asuransi Dalam Islam itu diperbolehkan, simak keterangan di bawah ini lebih lanjut lagi. Untuk menjadi seorang muslim yang baik, sudah sepantasnya orang yang beragama islam tersebut harus menjalankan segala apa yang diperintahkan kepadanya oleh tuhan Yang Maha Esa untuk di jalankan dan menjauhi segala hal yang dilarang dalam mengerjakannya. Hal ini merupakan salah satu landasan bagaimana seorang umat islam nantinya akan dapat selamat di dunia dan juga di akhirat kelak.

Dalam segala aspek kehidupan yang dilakukan oleh setiap umat muslim yang ada di dunia sebenarnya telah diatur sedemikian rupa sehingga akan memberikan batasan kepada seluruh umat islam yang ada di dunia tersebut. Maka dari pada itu, paham dan tahu mengenai peraturan peraturan tersebut menjadi salah satu hal penting yang harus dilakukan oleh setiap umat islam yang ada di dunia ini agar dirinya tidak mendapatkan keburukan baik di dunia ataupun di akhirat.

Meskipun demikian, bukan berarti agama Islam memberikan kekangan dalam segala hal, dan membuat seseorang seperti terpenjara. Pada dasarnya Islam membebaskan seseorang dalam menjalankan hari harinya dengan berbagai kegiatan apapun hingga ada peraturan yang menyatakan untuk meninggalkan kegiatan tersebut karena di anggap merugikan dan lain sebagainya. Larangan larangan ini semata mata hanya untuk kebaikan manusianya itu sendiri.

Sebagai contoh disini adalah mengenai masalah Hukum Asuransi Dalam Islam. Asuransi sendiri dipecah menjadi dua bagian yang pertama adalah asuransi yang dijalankan oleh perusahaan konvensional, sedangkan yang kedua adalah asuransi yang dijalankan dengan sistem syariah. Karena di Indonesia masyoritas beragama islam, maka dalam artikel ini akan dijelaskan mengenai asuransi syariah dalam pandangan agama islam.

Dalam islam asuransi dengan sistem syariah hukumnya adalah halal untuk dikerjakan karena di dalam asuransi syariah tidak mengandung sistem seperti riba, qimar (perjudian), dan juga ghoror (ketidak jelasan spekulasi) mengenai masa depan. Seperti salah satu contoh adalah tidak adanya Unsur qimar. Yakni unsur perjudian yang biasa terjadi didalam investasi asuransi konvensional. Asuransi haram hukumnya jika mengandung ketiga unsur tersebut.

Unsur judi yang dikatakan disini adalah ketika seseorang yang menanamkan asuransi tersebut tidak mengalami musibah apapun di masa depan maka premi yang dibayarkan oleh pihak nasabah akan ditunda tunda pemberiannya hingga nasabah mengalami musibah sesuai dengan asuransi apa yang telah dipilih oleh sang nasabah. Hal ini jelas membuat nasabah tidak akan mendapatkan ganti rugi apapun dari pihak jasa layanan asuransi tersebut.

Dalam hal ini dapat dilihat dengan jelas kerugian investasi asuransi secara konvensional. Sedangkan investasi asuransi secara syariah, ketika nasabah membayarkan premi asuransinya maka nasabah memiliki hak sepenuhnya terhadap premi tersebut. Premi tersebut tidak di spesifik untuk apa ataupun kejadian apa, yang jelas kapanpun nasabah membutuhkan, maka premi tersebut dapat di klaim oleh nasabah. Tugas dari perusahaan asuransi syariah hanyalam menjadi wadah amanah untuk memegang dana investasi milik nasabah tersebut.

Dengan sistem yang dijalankan oleh pihak asuransi syariah ini maka kedua belah pihak akan merasa diuntungkan. Nasabah dapat mengambil premi kapanpun dirinya mau dan pihak perusahaan mendapatkan biaya jasa dari sistem bagi hasil yang telah disepakati. Dengan begitu juga perusahaan asuransi syariah telah terhindar dari sistem yang haram untuk dijalankan seperti perjudian.

Hukum Asuransi Dalam Islam jelas sangatlah dilarang jika di dalamnya memiliki unsur atau sistem yang seperti seperti perjudian. Larangan ini juga berdasar dengan apa yang telah diperintahkan oleh Allah SWT dengan firmannya dalam kitab suci Al Quran yang berbunyi “Hai orang – orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, maysir (berjudi), (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan” (QS. Al Maidah : 90).

Namun umat islam Indonesia tetap dapat menikmati investasi asuransi ini selama dirinya menginvestasikan premi bersama dengan perusahaan asuransi syariah, yang menerapkan sistem sistem sesuai dengan syariat islam yang telah ditetapkan.

categoriainfo commentoComments Off on Contoh Benar Hukum Asuransi Dalam Islam dataNovember 10th, 2017
Leggi tutto