Bayi 4 Bulan Demam Diberi Antibiotik

By Solisa

Setiap kami kembali kerja. Si mungil  (4 bulan) yg dijaga mbahnya langsung menyambut kami beserta senyum manisnya. Selalu begitu. Seperti biasa saya langsung mengambilnya & mengendongnya , sedang si  mama duluan mandi & beres-beres dulu. Dia pun tertawa-tawa, terpingkal-pingkal dikala diajak bercanda. Namun kali ini saya mencicipi suhu tubuhnya agak panas.  Dan dikala kepada cek beserta termometer digital kepada ketiaknya suhunya 37,5 derajat! Sepengetahuan kami jikalau suhu ketiak anak lebih dari 37.2C, berarti si anak demam.

Menurut Mbah  susu ASI perah permanen habis 6 botol (600 ml) sehari tadi.  Menurut Mbah tidak apa-apa. “Mau bertambah kemampuan berpikir itu! Ujar Mbah.  Si mama pun memeluk si mungil beserta metoda kangguru, & memberinya ASI. Kemudian sayapun mengkompres tubuh & kepalanya beserta air hangat.

Selang 2 jam suhu tubuhnya nir turun maupun. Untuk menghindari resiko step atau lainnya yg nir diinginkan, kamipun membawanya ke dokter.

Dokterpun mempelajari suhu tubuh si mungil & mengetuk-ngetuk perutnya dan menyenter mulutnya. Pengukuran suhu tubuh sang dokter 37,6 derajat. Dokterpun bertanya apakah terdapat pilek atau batuk, kami bilang nir terdapat. Kami maupun menambahkan bahwa asupan ASI nya pun agak, & si mungil nir rewel. Kemudian Dokter menyampaikan resep antibiotik (3 x1 ) & Obat penurun Panas (4 x 1).

Dokter menyarankan agar sesampai dirumah langsung diberikan ke sikecil buat mencegah panasnya naik dan ditambah beserta ASI berlebih. Bayi nir boleh terlalu usang bersuhu tubuh tinggi! Khusus buat obat penurun panas hanya diberikan setiap 6 jam sekali bila panasnya naik terus.

Sesampai dirumah kami ragu menyampaikan resep dokter tersebut ke sikecil. Terutama antibotik, alasannya dari aneka macam artikel yg terdapat kepada internet mengungkapkan bahwa antibitok berbahaya buat balita! Diantaranya balita akan mudah sakit.

Kemudian pemakaian antibiotik yg berlebihan & nir rasional dapat meningkatkan kecepatan resistensi kuman kepada tubuh balita. Reaksi lainnya lainnya adalah muncul demam, reaksi alergi, syok, hingga yg terparah yaitu kematian. Membaca ini tentu kami sebagai takut.

Namun mengingat si mungil panasnya tidak turun-turun maupun walau sudah diolesi mbahnya beserta bawang dicampur minyak makan kepada punggung & dadanya dan kepada kompres. Akhirnya antibiotik & obat penurun panas tadi dicampur beserta ASI & diminumkan ke sikecil.  Si mama pun terus menyusuinya seperti saran dokter agar terus kepada beri ASI.

Dari laman facebookpun poly usulan dari teman-teman. Bahkan terdapat yg bilang dokternya dari obatnya laku saja! masa balita demam sedikit langsung diberi antibiotik! kata mereka. Sekali diberi antibiotik maka wajib dihabiskan! Kata teman yg lain lagi.

Kemudian terdapat maupun yg menyarankan dikasih saja antibiotiknya berdasarkan resep dokter alasannya dokter menyampaikan takaran berdasarkan umur si mungil, alasannya bila suhu panasnya makin tinggi dapat beresiko. Kemudian maupun disarankan agar nir mencampur obat beserta ASI alasannya ASI dapat menetralkan obat. Susui bayi sesudah minimal 1/2 jam sesudah diberi obat.

Dari aneka macam poly pendapat yg masuk kami jadi galau sendiri. Apalagi antibiotiknya sudah terlanjur diberikan. Apakah nir mengapa dilarang saja,  nir perlu hingga habis? jawaban dari teman yg perawat nir apa-apa dilarang bila ragu, yg krusial suhu tubuh si mungil terjaga, & terus digempur beserta ASI dan dijemur dipagi hari.

Sejam sehabis diberi obat penurun panas & antibiotik dikala dicek suhu tubuhnya kembali normal 35, 6 derajat. Tidurnya pun pulas, seperti biasa.  Mudah-mudahan si mungil nir naik lagi panasnya & seperti biasa lagi.

source: macam macam antibiotik



categoriainfo commentoComments Off on Bayi 4 Bulan Demam Diberi Antibiotik dataMarch 15th, 2018

About...

This author published 233 posts in this site.

Share

FacebookTwitterEmailWindows LiveTechnoratiDeliciousDiggStumbleponMyspaceLikedin