Biaya Transaksi

September 1st, 2019
  • Definisi Biaya Transaksi

Biaya transaksi adalah ongkos untuk melakukan negosiasi, mengukur, dan memaksakan pertukaran (exchange). Menurut Mburu (2002:42), biaya transaksi dapat diartikan untuk memasukkan tiga kategori yang lebih luas yaitu :

  1. Biaya pencairan dan informasi
  2. Biaya negosiasi (bargaining)
  3. Biaya pengawasan (monitoring), pemaksaaan dan pemenuhan/pelaksanaan (compliance)

Selain itu, terdapat rangkaian biaya yang diasosiasikan untuk menggerakkan dan menyesuaikan dengan kerangka politik kelembagaan. Untuk masing – masing biaya transaksi dibedakan dua tipe yaitu biaya transkasi “tetap” (investasi spesifik yang dibuat di dalam menyusun kesepakatan kelembagaan ), biaya transaksi “variabel” (biaya yang tergantung pada jumlah dan volume transaksi.  Secara spesifik, biaya transaksi pasar dapat dikelompokkan sebagai berikut :

  1. Biaya menyiapkan kontrak, dapat diartikan sebagai biaya pencairan/searching dan informasi)
  2. Biaya mengeksekusi kontrak/concluding contracts yaitu biaya negosiasi dan pengambilan keputusan
  3. Biaya pengawasan (monitoring) dan pemaksaan kewajiban yang tertuang dalam kontrak.

Dari sudut pandang lainnya biaya transaksi dapat dapat dibedakan menjadi biaya transaksi sebelum kontrak (ex-ante) dan setelah kontrak (ex-post). Biaya transaksi sebelum kontrak adalah biay membat draft, negosiasi dan mengamankan kesepakatan. Sedangkan biaya transaksi ex post diantaranya yaitu

  1. Biaya kegagalan adaptasi ketika transkasi menyimpang dari kesepakatan yang telah dipersyaratkan
  2. Biaya negosiasi yang terjadi jika upaya bilateral dilakukan untuk mengoreksi penyimpangan setelah kontrak
  3. Biaya untuk merancang dan menjalankan kegiatan yang berhubungan dengan struktur tata kelola pemerintahan apabila terjadi sengketa
  4. Biaya pengikatan agar komitmen yang telah dilakukan bisa dijamin
  • Rasionalitas Terbatas dan Perilaku Oportunistik

Rasionalitas terbatas (bounded rationality) didasarkan pada dua hal diantaranya yaitu individu atau kelompok yang terdiri dari beberapa individu memiliki batas kemampuan untuk memproses dan menggunakan informasi yang tersedia (informasi yang tersedia sangat kompleks untuk dikelola. Sedangkan perilaku oportunistik yaitu upaya untuk mendapatkan keuntungan melalui praktik yang tidak jujur dalam kegiatan transaksi. Akan tetapi, laba yang didapat dari keuntungan bersifat keunggulan produktif  tidak dianggap sebagai sikap opportunitis.

Agar perdagangan dapat terjadi dengan biaya transaksi yang murah, masing masing pelaku ekonomi harus mengeluarkan sumber daya dalam tiga wilayah yang tergolong kontrak. Oleh Karena itu, faktor yang paling penting yang mempengaruhi besaran biaya transaksi adalah sifat hak – hak kepemilikan di dalam masyarakat. Dalam hal ini, ahli kelembagaan baru mengatakan bahwa perubahan kesepakatan kelembagaan mengenai hak – hak kepemilikan akan memiliki dampak terhadap pencapaian (outcome) ekonomi. Selain itu, teori tindakan kolektif , pemapanan dan penegakan hak – hak kepemilikan swasta adalah sangat vital dalam pembentukan biaya transaksi dan untuk menjamin keamanan yang dibutuhkan bagi investasi jangka panjang.

 

  • Biaya Transaksi dan Efisiensi Ekonomi

Kegiatan ekonomi akan terus berlanjut dan dalam jangkauan luas, maka masyarakat harus berdagang dengan kemampuan yang lebih luas. Sehingga semakin kompleks impersonal jaringan perdagangan, maka semakin tinggi biaya transaksi yang muncul. Akan tetapi, semakin tinggi biaya transaksi maka perdagangan tidak akan terjadi dan ekonomi menjadi stagnan. Oleh karena itu, tantangan pembangunan ekonomi adalah untuk mengurangi biaya transaksi pada saat melakukan perdagangan yang semakin kompleks. Hal ini dapat tercapai, ketika desain pembangunan kelembagaan mendukung kegiatan perdagangan, yakni melalui penyediaan informasi, melindungi hak kepemilikan, dan menyiapkan mekanisme yang efektif untuk menegakkan kesepakatan.

Selain itu, besaran biaya transaksi juga bisa terjadi karena adanya penyimpangan dalam wujud :

  1. Penyimpangan atas lemahnya jaminan hak kepemilikan
  2. Penyimpangan pengukuran atas tugas yang kompleks dan prinsip yang beragam
  3. Penyimpangan intertemporal yang dapat berbentuk kontrak yang timpang, responsivitas waktu yang nyata, ketersembunyian informasi yang panjang, penyalahgunaan strategis
  4. Penyimpangan yang muncul karena kelemahan dalam kebijakan kelembagaan yang berhubungan dengan pembangunan dan reformasi ekonomi

Menurut Williamson (1997: 8), perubahaan dalam lingkungan kelembagaan diperlakukan sebagai parameter perubahan yakni perubahan yang menggeser biaya perbandingan pasar, hybrids dan hierarki. Selain itu, dampak lainnya adalah asumsi perilaku dimana perilaku rasional tetapi terbatas, dan perilaku oportunitis yakni perilaku mementingkan diri sendiri. Menurut Bickenbach (1992:2-3) dua kondisi terpenting dalam transaksi yang menyebabkan kontrak berisiko adalah kurangnya atau keterbatasan informasi dan spesifikasi asset. Pertama, keterbatasan informasi mengacu pada situasi di mana kedua informasi tersebut didistribusikan secara tidak simetris antara pihak – pihak yang bertransaksi dan hanya dapat dibuat simetris dengan biaya yang besar, atau biayanya mahal untuk memperoleh kekuratan informasi melalui perselisihan di antara pihak – pihak yang melakukan kontrak. Hal lainnya yaitu spesifikasi asset pada umumnya mengacu kepada investasi yang memiliki waktu panjang untuk mendukung transaksi spesifik. Apabila nilai investasi tersebut lebih rendah dibandingkan dengan alternative yang terbaik maka sehatusnya transaksi yang pertama dihentika sebelum kontrak selesai.

 

  1. Determinan dan Variabel Biaya Transaksi

Menurut Demzets perkiraan biaya transaksi dan pengukuran langsung dapat dilakukan dengan menggunakan pasar keuangan yang terorganisir dengan mempertimbangkan perbedaan antara tingkat penjualan dan pembelian apabila dengan menambahkan biaya untuk broker ( broker fee). Akan tetapi menurut Williamson lebih menggunakan metode tidak langsung di amna memfokuskan pada hubungan khusus antara investasi spesifik sebagai pengukuran biaya transaksi. Ide utamanya adalah bahwa sifat struktur kelembagaan sangat mempengaruhi level biaya transaksi

Untuk menginvestasikan aplikasi ekonomi biaya transaksi adalah bermanafaat apabila bisa dibedakan berdasarkan tingkatan – tingkatan analisis yang berlainan. Sedangkan dalam bentuk yang lain mengidentifikasi biaya transaksi dalam tiga komponen diantaranya :

  1. Biaya administrasi, yaitu biaya yang muncul dari input sumber daya yang dibutuhkan untuk melakukan transaksi
  2. Biaya tidak langsung, yaitu biaya yang muncul sebagai dampak dari mekanisme pemesanan bagi pencapaian tujuan kegiatan
  3. Biaya oportunitas yaitu keuntungan yang hilang dari aplikasi alternative sumber daya yang dikonsumsi dalam proses transaksi

 

Maka, dapat disimpulkan bahwa penjelasan diatas tidak ada pada pandangan neoklasik yang memandang seluruh variabel digolongkan sebagai biaya produksi. Sedangkan ekonomi kelembagaan membantah adanya itu. Hal ini dikarenakan, mengaburkan cara penanganan perusahaan untuk mencapai efisiensi. Misalnya, jika pemasaran lebih efisien dilakukan oleh internal perusahaan, maka lebih lebih baik hal itu dikerjakan sendiri. Akan tetapi, bila pemasaran lebih efektif dilakukan lewat kerja sama dengan pihak eksternal, maka hal itu baiknya dilakukan oleh pihak lain tersebut.