Home » Uncategorized » Budaya Politik Indonesia

Budaya Politik Indonesia

23 November 2011

Tugas Ilmu Politik
Nama : Beny Setiadi
Kelas : A.HI.1
NIM/absen : 115120400111035/18

1. Budaya politik orde baru!
Orde Baru telah lama ditinggalkan oleh Bangsa Indonesia, rezim kini berganti menjadi reformasi. Paling tidak sudah 13 tahun orde baru berlalu, tetapi pengaruhnya masih cukup terasa hingga saat ini khususnya dalam budaya berpolitik. Walaupun ada sebagian yang sudah tidak relevan dan tidak mungkin dijalankan sekarang sudah ditinggalkan oleh bangsa Indonesia.
Berbicara mengenai budaya politik Orde Baru pasti kita berfikir tentang campur tangan Soeharto di berbagai bidang. Seharusnya Soeharto sebagai presiden hanya memiliki wewenang di Eksekutif, akan tetapi karena POWER yang dimiliki Beliau bisa mempengaruhi badan di luar eksekutif yaitu Legislatif dan Yudikatif.
Secara ringkas, konsepsi ideologi atau keyakinan terhadap gagasan pada masa Orde Baru bertumpu pada dua kekuatan yakni pembangunisme (developmentalism) dan keyakinan akan dwifungsi ABRI.
Selain itu budaya politik pada Orde Baru adalah patrimonial . Dimana terdapat motif simbiosis mutualism antara pemimpin dan rakyat yang dipimpin. Seorang pemimpin menyediakan kesejahteraan, sementara rakyat yang dipimpin menyediakan loyalitas kepada pemimpinnya. Begitu seorang pemimpin tidak mampu lagi menjamin kesejahteraan kepada rakyatnya, maka yang kedua memutus loyalitas politiknya kepada sang pemimpin. Sebaliknya, begitu rakyatnya tidak lagi memberikan loyalitas kepada pemimpinnya, maka sang pemimpin memutus mata rantai kesejahteraan kepada mereka yang tidak loyal.

2. Bagaimana menjaga stabilitas politik di Indonesia?
Berbicara mengenai menjaga stabilitas politik kita harus menjaga suhu/gejolak politik agar diminimalisir. Nah, gejolak politik ini muncul karena kurangnya kontrol dari masing-masing lembaga negara dan juga organisasi masyarakat serta partai politik tentang posisi dan perannya. Agar tidak mengambil peran yang berlebihan. Mulai dari Presiden, Wapres, MPR, DPR, DPD, MK, KY harus ada hubungan yang kondusif. Penegakan hukum harus penjadi pilar utama.
Karena perlunya kebenaran untuk mewujudkan stabilitas politik. Jadi mulai dari aparat penegak hukum, kejaksaan, dan kepolisian harus bebas dan bersih dari kasus suap. Bagaimana mungkin negara bisa bersih kalau penegak hukumnya korup. Pentingnya membangun sistem dan tata kelola pemerintahan yang baik, serta menjadikan pemberantasan korupsi sebagai agenda prioritas.
Selain itu menjaga nilai-nilai demokrasi amatlah penting. Janagan berusaha mencederai semangat demokrasi yang sedang dibangun. Contohnya dengan politik uang dalam pemenangan calon legislatif atau pada calon kepala daerah yang maju dalam pemilukada.
Dari segi ekonomi, menciptakan iklim yang kondusif juga perlu. Karena dengan ekonomi yang kuat, politik dan budaya akan ikut kondusif. Paling tidak memberi dampak yang baik. Menjaga iklim investasi serta mensinergikan pola pembangunan pusat dan daerah amat perlu. Agar di kemudian hari tidak terjadi miss dan ketimpangan di mana- mana.

3. Apakah pendekatan kultural masih relevan dalam memahami politik Indonesia kontempoter?
Masih relevan. Walaupun dewasa ini politik di Indonesia sudah berkembang cukup pesat sejak orde baru yang bertransformasi ke masa reformasi. Kini pendekatan kultural tidaklah sepenuhnya ditinggalkan dan hilang begitu saja. Ada aspek-askpek tertentu yang dibutuhkan adanya pendekatan kultural di sana. Yang dengan pendekatan lain tidak dapat dipecahkan permasalahaannya.
Pendekatan kultural artinya menggunakan aspek budaya atau aspek yang telah dipercayai suatu masyarakat setempat turun- temurun. Dalam kasus keistimwaan Yogyakarta misalnya. Sejak dulu Yogyakarta memiliki keistimewaan bahwa Sultan Yogya juga merangkap sebagai gubernur di sana. Dan hal ini dilakukan secara turun-temurun. Dimana ini merupakan aspek kultural. Nah, pada dewasa ini ada yang beranggapan bahwa kekuasaan yang diperoleh Sultan tersebut adalah seperti pada sistem Monarki, sementara negara kita menganut Demokrasi. Dan hal ini tidak sesuai. Memang jika kita menggunakan aspek logis hal ini memang bertentangan. Tetapi mengingat status keistimewaannya dan dari segi politik kultural hal ini cukup relevan. Mengingat sumbangsih yang telah diberikan serta dedikasi yang cukup tinggi dari Sultan Yogyakarta terhadap Republik Indonesia.

4. Faktor apa yang mempengaruhi budaya politik di Indonesia?
Faktor Budaya daerah
Di jawa misalnya, ada jurang pemisah antara pemimpin dan yang dipimpin (rakyat). Pemimpin/raja di agung-agungkan sementara rakyat ada yang masih hidup sangat sederhana. Serta adanya pola hubungan patronage. Dimana seseorang lebih menggalang dukungan dari atas, bukan malah dari basis yang ada di bawah.

Faktor pengaruh dari luar negeri
Money politic : dalam kasus ini, banyak para calon anggota dewan atau kepala daerah menggunakan uang untuk memenangkan mereka. Tidak itu saja terjadi pula bagi roti atau bagi-bagi keuasaan. Dimana setelah seorang pemimpin jadi, maka ia akan lebih memihak kepada kepentingan pemilik modal yang mendukungknya dan bukan kepentingan rakyat yang didahulukan. Sungguh IRONOIS.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Lihat http://pasca.sunan-ampel.ac.id/?p=27 yang diakses pada 23/11/2011, pukul 17.00

lihatĀ  http://faculty.petra.ac.id/ido/artikel/media_dan_budaya.htm 23/11/2011, pukul 10.48

 

 

Uncategorized

2 Comments to “Budaya Politik Indonesia”

  1. Budaya politik Indonesia ialah budaya politik demokrasi/budaya politik partisipasi. Memaknai hal tersebut, kita sebagai mahasiswa harus dan selalu memunculkan sikap kritis. Dalam rangka menciptakan SDM generasi muda yang amanah terhadap cita-cita bangsa.
    Mengacu pada pembahasan saudara dalam mengamati realita sekarang yang sudah banyak dibutakan dengan namanya materi, sedikit-banyak saya setuju dengan argumen anda.
    Saya Muhammad Farayunanda, Salam Mahasiswa Brawijaya!

    • Super Sekali… tugas kita sebagai Mahasiswa..calon2 pemimpin Bangsa.. Kita berusaha merubah yang belum sesuai.. jangan pernah takut untuk kebenaran !!!
      Saya Beny Setiadi, Salam Mahasiswa Brawijaya!!!

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*