May

24

SMP Negeri (SMPN) 3 Malang, merupakan salah satu Sekolah Menengah Pertama Negeri yang ada di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Sama dengan SMP pada umumnya di Indonesia masa pendidikan sekolah di SMPN 3 Malang ditempuh dalam waktu tiga tahun pelajaran, mulai dari Kelas VII sampai Kelas IX. SMP ini berlokasi di Jl. Dokter Cipto no. 20, Malang, Jawa Timur.

Pada tahun 2011, sekolah ini menjadi Sekolah Berstandar Internasional SBI secara resmi SMP Negeri 3 Malang merupakan sekolah warisan pemerintah Belanda. Cikal bakal SMP Negeri 3 Malang adalah Sekolah MULO WILHELMINA. Sekolah ini berdiri pada tanggal 17 Maret 1950. Pada tahun 1960, nama Sekolah MULO WILHELMINA diubah oleh pemerintah Republik Indonesia menjadi SMP Negeri 3 Malang dengan semboyan Bina Taruna Adiloka (Bintaraloka).

Sistem Informasi Manajemen yang digunakan untuk menunjang kegiatan pembelajaran pada SMP Negeri 3 Malang salah satunya adalah GO Aplikasi. Go Aplikasi merupakan aplikasi berbasis cloud yang dapat di akses pada website http://smpn3-mlg.sch.id.

Go Aplikasi terdiri dari :

  1. Go Literasi

Go Literasi merupakan pengembangan aplikasi berbasis cloud dibidang literasi online.

  1. Go Infobel

Go Infobel merupakan pengembangan aplikasi berbasis cloud dibidang info pembelajaran.

  1. Go Parent

Go Parent merupakan pengembangan aplikasi berbasis cloud dibidang wali murid.

  1. Go LeMo

Go LeMo merupakan pengembangan aplikasi berbasis cloud dibidang modul pembelajaran

  1. Go Green

Go Green merupakab pengembangan aplikasi berbasis cloud dibidang tanaman sekolah.

  1. Go Ila

Go Ila merupakan pengembangan aplikasi berbasis cloud dibidang inventaris lab IPA.

 

Dalam penerapannya yang paling sering digunakan adalah Go Literasi karena seluruh peserta didik dapat mengaksesnya melalui smartphone mereka masing-masing.

Terdapat pula aplikasi game yang ditujukan untuk membuat peserta didik ketagihan bermain game namun isi kontennya adalah pelajaran di sekolah. Aplikasi game ini dapat di akses pada lab komputer SMP Negeri 3 Malang saja.

 

Untuk penjelasan lebih lanjut, kami melakukan wawancara dengan Bapak Fajar Imawan, AMd sebagai salah satu guru IT di SMP Negeri 3 Malang dan untuk penerapannya kami mengajak 2 murid SMP N 3 Malang untuk berpartisipasi. Saya berperan sebagai kameramen dan editor dalam video blog dibawah ini..

Silahkan tonton sampai habis ya, berikan like dan komentar untuk video blog kami. Terimakasih!

Mar

20

  • Competitive Advantage (Keunggulan Bersaing)

Keunggulan kompetitif atau keunggulan bersaing merupakan suatu usaha untuk meningkatkan kualitas daya saing lembaga pendidikan sehingga mampu menjadi lembaga pendidikan yang berkualitas dan diminati oleh para peserta didik.

Keunggulan kompetitif dalam lembaga pendidikan adalah adanya inovasi, kretifitas, kualitas pendidikan,menjadi rujukan peminat para siswa, dan memiliki program unggulan yang berbeda sehingga mampu memberikan daya tarik bagi mereka yang menginginkan pendidikan yang berbeda dan berkualitas.

Terdapat 2 prinsip pokok yang perlu dimiliki organisasi atau lembaga pendidikan untuk meraih keunggulan kompetitif yaitu :

  1. Adanya nilai pandang pelanggan : Pelayanan pendidikan harus berfokus pada kebutuhan dan harapan pelanggan, seperti akreditas atau prestasi sekolah.
  2. Adanya keunikan layanan pendidikan : Sistem pendidikan yang berbeda antara sekolah lain, seperi sekolah internasional.

Dalam dunia pendidikan persaingan yang dimaksud adalah lembaga pendidikan yang menjalankan kegiatan usaha, sama dalam sistem pelayanan pendidikan, kepemimpinan lembaga pendidikan, output pendidikan, outcome pendidikan, jangkauan bersaing luas, dan mampu bersaing di dunia global.

 

  • Tantangan Kompetitor dalam Bidang Organisasi Pendidikan
  1. Terjadinya era reformasi dan transformasi struktur masyarakat. Berbeda dan berkembangnya sistem pemerintahan dari zaman dahulu hingga sekarang, yang berdampak pada reformasi baik dalam bidang politik, ekonomi, budaya, sosial maupun transformasi struktur masyarakat.
  2. Persaingan global yang semakin ketat. Dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era revolusi industri 4.0 semua negara bersaing dengan menciptakan invensi dan inovasi, maka sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan daya saing yang tinggi merupakan kunci untuk bersaing dalam kompetisi ini.
  3. Masuknya dan penguasaan IPTEK ke dalam wilayah suatu negara. Adanya arus globalisasi membuat kecanggihan teknologi, informasi, dan komunikasi menjadi tuntutan untuk menguasainya dalam persaingan antara kompetitor yang bukan hanya dalam negeri namun juga lintas negara.

 

  • Knowledge Management atau manajemen pengetahuan adalah kumpulan perangkat, teknik, dan strategi untuk mempertahankan, menganalisis, mengorganisasi, meningkatkan, dan membagikan pengertian dan pengalaman.

Knowledge management memiliki 4 siklus sederhana :

  1. Tahap pertama capturing, meliputi pemasukan data, pemindaian, wawancara, serta brainstorming.
  2. Tahap organizing, meliputi pembuatan katalog, pengindeksan, penyaringan, penghubungan, dan pengkodean.
  3. Tahap refining, meliputi kontekstualisasi, kerjasama, kompresi, serta pembuatan proyeksi.
  4. Tahap transfer, meliputi pembagian dan peringatan.

Contoh kasus knowledge management di dunia pendidikan : Manajemen pengetahuan dalam sekolah lebih dikenal dengan istilah sharing, contoh sharing yang dilakukan salah satunya adalah kegiatan belajar mengajar. Mulai dari tahap capturing yaitu mencari data yang kemudian menjadi informasi atau bahan ajaran yang dilakukan oleh guru, kemudian tahap organizing yaitu penghubungan antara guru dengan murid melalui tatap muka, tahap refining yang merupakan kerjasama antar guru dan murid dalam memahami kegiatan belajar mengajar secara efektif, dan tahap terakhir yaitu transfer yang merupakan penyampaian ilmu yang memiliki persamaan makna dari guru dan muridnya.

Contoh lembaga yang menerapkan knowledge management : Perusahaan menerapkan knowledge management antara lain PT Pertamina, PT Unilever Indonesia Tbk, PT Astra Graphia, dan lain-lain.

 

  • Piramida Kognitif Manajemen Pengetahuan

Piramida kognitif manajemen pengetahuan terdiri dari 4 elemen, yaitu:

  1. Data adalah elemen yang paling dasar, bersifat diskrit, dan belum diproses, sehingga belum memiliki makna. Contoh : angka, kata, kode, tabel, dan basis data.
  2. Informasi adalah elemen yang saling terhubung dan merupakan hasil pemrosesan terhadap data, sehingga memiliki suatu makna. Contoh : kalimat, paragraf, persamaan, konsep, ide, pertanyaan, dan cerita sederhana.
  3. Pengetahuan adalah kumpulan informasi yang terorganisir mengenai suatu bidang yang sudah dipahami. Contoh : teori, aksiom, kerangka kerja konseptual, cerita rumit, dan fakta.
  4. Kebijaksanaan adalah hasil penerapan dari suatu pengetahuan yang dapat menjadi dasar dalam pengambilan keputusan. Contoh : buku, paradigma, sistem, filosofi, puisi, sistem kepercayaan, tradisi, prinsip, dan kebenaran.

 

  • Lima Alasan Penting Knowledge Management bagi Organisasi :
  1. Mempercepat akses terhadap informasi dan pengetahuan
  2. Meningkatkan proses pengambilan keputusan
  3. Menciptakan inovasi dan perubahan
  4. Meningkatkan efisiensi tiap unit operasi dan proses bisnis organisasi
  5. Meningkatkan kepuasan pelanggan

Feb

10

Definisi Sistem Informasi Manajemen

Sistem Informasi Manajemen (SIM) atau juga biasa dikenal dengan sebutan Management Information System (MIS) merupakan sebuah sistem yang direncanakan untuk mengumpulkan, menyimpan, dan menyebarluaskan data berupa informasi yang dibutuhkan untuk melaksanakan berbagai fungsi manajemen. (Dikutip dari jurnal.id)

Definisi Menurut Para Ahli

  1. Raymond McLeod Jr (1995) mendefinisikan Sistem Informasi Manajemen sebagai suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai yang mempunyai kebutuhan yang serupa. Informasi menjelaskan perusahaan atau salah satu sistem utamanya mengenai apa yang telah terjadi di masa lalu, apa yang sedang terjadi sekarang dan apa yang mungkin terjadi di masa depan.
  2. Gordon. B. Davis (1984) Sistem Informasi Manajemen adalah sebuah sistem yang terintegrasi antara manusia dan mesin yang mampu memberikan informasi sedemikian rupa untuk menunjang jalannya operasi, jalannya manajemen dan fungsi pengambilan keputusan di dalam sebuah organisasi.
  3. Joel.D. Aron (1969) menyebutkan bahwa sistem informasi manajemen merupakan sebuah sistem informasi yang memberikan informasi yang dibutuhkan oleh seorang manajer dalam membuat keputusan.

Definisi Sistem Informasi Manajemen Pendidikan (SIMDIK)

  1. SIMDIK atau yang disebut SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DAN PENDIDIKAN adalah suatu sistem data sekolah berbasis ITC dimana segala data base sekolah bisa tersimpan dengan aman serta dapat terkoneksi melalui suatu server.
  2. SIMDIK adalah sebuah sistem informasi untuk kebutuhan manajemen lembaga pendidikan dalam hal ini adalah sekolah. Sekolah yang dapat di cover dengan SIMDIK ini adalah sekolah TK, SD, SMP, SMA dan sederajat.
  3. Sistem Informasi Manajemen Pendidikan merupakan perpaduan antara sumber daya manusia dan aplikasi teknologi informasi untuk memilih, menyimpan, mengolah, dan mengambil kembali data dalam rangka mendukung kembali proses pengambilan keputusan bidang pendidikan. Data-data tersebut adalah data empiris atau data/fakta sebenarnya yang benar-benar ada dan dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.

Cakupan Sistem Informasi Manajemen Pendidikan (SIMDIK)

  1. Koneksi dan setting, Identitas sekolah, setting tahun ajaran, seting kurikulum, koneksi database, dan format tanggal.
  2. Pengelolaan Kesiswaan, Pengelolaan biodata masing-masing siswa, beasiswa, kasus kedisiplinan, data kesehatan, data periksa, prestasi, perpindahan (mutasi) siswa, sampai pengelolaan data alumni.
  3. Pengelolaan Akademik, Laporan nilai hasil ujian secara periodik, data nilai KTSP, data nilai KBK, data absensi, data bimbingan dan penyuluhan, data kasus siswa, rencana pengajaran, pengelolaan mata pelajaran, penjadwalan, dan prestasi akademik.
  4. Pengelolaan Guru dan Karyawan, Manajemen biodata guru dan karyawan, data keluarga, riwayat pendidikan, pendidikan tambahan(kursus, training, seminar, workshop dsb).
  5. Pengelolaan Keuangan, Manajemen pembayaran biaya pendidikan, administrasi dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah)dan penggunaannya, biaya tambahan, seperti : biaya praktikum, biaya ekstra, dll.
  6. Pengelolaan Perpustakaan, Pengelolaan buku (judul, kategori & deskripsi), status keanggotaan dan peminjam, stock inventory, Jurnal keluar masuk buku, laporan-laporan terdiri dari : statistik peminjaman, statistik keluar masuk buku, rekap peminjaman, dan rekap pengembalian.
  7. Pelaporan, Pelaporan siswa (induk siwa, kesehatan, periksa kesehatan, biasiswa, kasus, dan bimbingan) per siswa, per kelas dan seluruh siswa, pelaporan guru/pegawai (induk pegawai, bidang pengajaran), rencana pengajaran, nilai, kelulusan, statistik dan laporan ke DEPDIKNAS (data sekolah, siswa dan guru)
  8. Bank Soal, Pengolahan data bank soal, penyimpanan soal,pencarian dan pencetakan.

Tujuan Sistem Informasi Manajemen Pendidikan (SIMDIK)

Tujuan dari dibangunnya informasi berupa aplikasi Sistem Informasi Pendidikan adalah:

  1. Membantu seluruh bagian yang berperan di dunia pendidikan dengan memberikan
    informasi yang menyeluruh tentang pendidikan dari tingkat sekolah dasar hingga
    sekolah menengah umum atau yang setara dengannya.
  2. Memberikan sarana agar seluruh bagian yang berperan dalam dunia pendidikan yang ada di propinsi / kota kabupaten agar dapat berperan aktif dalam usaha memajukan usaha pendidikan.
  3. Pertanggungjawaban publik yaitu dengan memberikan informasi secara trasparan tentang kebijakan dan pemakaian sumber daya yang dialokasikan untuk dunia pendidikan.
  4. Meningkatkan pengetahuan guru dan murid tentang dunia informatika serta manfaat yang dapat diambil melalui beberapa pelatihan.
  5. Memberikan akses informasi yang mudah dan lengkap bagi pendidik dan siswa mengenai ilmu pengetahuan dan informasi pendidikan lainnya.

Daftar Pustaka

Armila, Eis. Oktober, 2015. Makalah Sistem Informasi Manajemen Pendidikan