Orang Cerdas Senantiasa Mengingat Kematian

Meningat Kematian

Meningat Kematian

Setiap mahluk hidup pasti mati. Ini aksioma kehidupan yang diakui di Barat maupun Timur. Untuk mengetahui kadar kehidupan seseorang dan kadar ketahanan hidup mahluk hidup tidak memerlukan kecerdasan tinggi. Anak-anak juga tahu bahwa mati adalah sesuatu yang dialami orang atau mahluk hidup.

Hanya setiap orang sering alpa bahwa kematian senantiasa mengintai, bahwa batas waktu kita hidup di dunia sama sekali tidak diketahui.

Orang yang memiliki kesadaran akan batas-batas dalam kehidupan itulah yang disebut Rasullullah orang cerdas atau orang jenius.

الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ

“Orang yang cerdas ialah orang yang mengendalikan dirinya dan bekerja untuk kehidupan setelah kematian.” (HR Tirmidzi)

Maukah kita disebut orang jenius? Siapapun itu manusia sangat gembira kalau digolongkan orang yang memilki kecerdasan tinggi.

Dengan prinsip ini maka sadar akan waktu terakhir kehidupan di dunia ini menjadi bagian dari kecerdasan yang esensial dalam kehidupan. Sejarah telah mengajarkan Firaun yang mengaku Tuhan pun dan yang memerintahkan pembunuhan semua bayi laki-laki, akhirnya menelan kematian. Jejaknya bisa kita baca dan muminya bisa kita saksikan di Mesir.

قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ

وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS Al-Jumu’ah)

Peringatan ini mengharuskan kita senantiasa dalam keadaan sadar apakah sedang sibuk atau tidak, apakah mau tidur atau baru terbangun. Apakah sedang gembira atau sedih.

Semuanya diukur oleh kesadaran akan kematian.

Baca juga :

Apa Yang Lebih Penting Dari Belajar?

Anda mungkin salah satu orang yang sebenarnya sudah rajin belajar. Semoga demikian ya. Belajar kan banyak maknya, bisa jadi belajar main games, belajar bisnis, belajar memasak, belajar membuat blog dan sebagainya.

black round bowl on brown wooden fence

Belajar hal-hal yang sifatnya teknis seperti computer programming, membuat blog dengan script wordpress, membuat banner yang bergerak-gerak dan sebagainya itu menurut saya jauh lebih mudah dan cepat dibandingkan dengan mempelajari sesuatu yang sifatnya NON TEKNIS.

Contohnya bagaimana tidak mudahnya kita belajar menjadi RAJIN 🙂 Saya yakin “Benar-benar menjadi rajin, atau prateknya di lapangan itulah yang LEBIH PENTING dari pada belajar itu sendiri. Setuju?

Coba misalnya Anda baca lagi artikel Belajar Bisnis Dari Kata Mutiara. Banyak orang (semoga bukan Anda) yang menganggap hal-hal sederhana tersebut tetap sederhana dan tidak penting.

Ya, memang pelajaran seperti “Rajin Pangkal Pandai” itu tidak perlu dibeli lagi, sudah sangat umum. Akibat anggapan tersebut maka bisa jadi kalau menemukan blog seperti milik saya ini yang bertema Belajar Bisnis Internet Gratis dan isinya ternyata terlalu sederhana, malah dianggap SAMPAH, tidak penting, hehe..

Apa yang lebih penting dari belajar hal-hal sederhana seperti ilmu nenek moyang?

Praktek!

Gimana prakteknya. Ilmu sederhana yang dipraktekkan pasti bisa membawa perbedaan. Sesuatu yang bisa sukses adalah sesuatu yang sederhana.

Bagaimana menurut Anda, Apa Yang Lebih Penting Dari Belajar?

1

Hello world!

Selamat datang di Student Blogs. Ini adalah posting pertamaku!

Semoga saya bisa sering-sering menulis opini saya di sini ya.

Copyright © 2021 — Belajar dan Mengajar | Site design by Trevor Fitzgerald