Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Resume Materi Anland Minggu Ke-5

Wednesday, March 7th, 2018

Gaya Eksogen dan Denugasi

 

Tipe-tipe perpindahan massa :

  1. Aliran Lambat

Umumnya berupa creep (rayapan) yaitu pergerakan tanahdan batuan kelereng bawah secara lambat.

Denugasi Kimia :

Dalam proses pelapukan terjadi pergerakan dan translokasi ion-ion terlarut ke tempat lain. Proses-proses tersebut termasuk dalam denugasi kimia. Proses denugasi kimia aktif di daerah tropika basah, karena :

  1. Curah huja tinggi
  2. Vegetasi lbat
  3. Pelapukan instensif
  4. Solum tanah dalam

Kakarakteristik Lahan :

  1. Air yang mencapai permukaan tanah dapat :
  2. Masuk ke dalam tanah : Perkolasi
  3. Mengalir di permukaan tanah

Keduanya dapat menyebabkan terangkutnya :

  1. Hasil pelapukan
  2. Aktivitas biologi
  3. Massa tanah

Kondisi tersebut di atas dapat diubah manusia melalui :

  1. Penebaangan atau pembakaran hutan
  2. Penajaman lereng

Peranan Vegetasi terhadap geomorfologi hitrovika basah :

  1. Peningkatan kemampuan tanah menahan proses-proses pencucian hara / larutan tanah
  2. Mempengaruhi kesuburan tanah dan mempertahankan pertumbuhan penutup lahan
  3. Menahan bahan-bahan yang terangkut oleh aliran permukaan -> terjadi pengendapan.

Karakteristik Lahan :

  1. Wilayah dengan curah hujan dengan suhu tinggi :
  2. Proses pelapukan : intensih
  3. Pelapukan kimia : dalam
  4. Solum tanah : dalam
  5. Apabila tidak diganggu oleh manusia, vegetasi penutup lahan akan berupa : Rumpu- semak – pepohonan berkesenambungan yang berbeda kerapatan dan strukturnya.
  6. Wilayah dengan curah hujan dan suhu tinggi :
  7. Proses pelapukan : intensig
  8. Pelapukan kimia : dalam
  9. Solum tanah : dalam

Ketiganya dapat dikelompokkan dalam dua kategori :

  1. Proes kimiawi -> denugasi kimia
  2. Proses mekanik dibawah pengaruh gaya berat dan aliran air.

Proses-proses tersebut dipengaruhi oleh :

  1. Iklim vegetasi
  2. Vegetasi
  3. Lingkungan geokimia

Proses-proses Denugasi

 

Proses denugasi di tropika basah :

  1. Karakteristik lahan
  2. Peranan vegetasi

Denugasi adalah pengikisan, pemindahan/transportasi bahan yang ada di muka bumi (yang selanjutnya akan diendapkan di tempat lain).

Proses Eksogen

Proses Eksogen merupakan proses menyeimbangkan elevasi permukaan bumi.

  1. Gradasional/Denudasional
  2. Pelapukan : Dekomposisi batuan di tempatnya merupakan proses statis, tidak melibatkan pemindahan material.
  3. Perpindahan massa karena gravitasi : Merupakan proses dinamis, melibatkan perpindaha massa batuan ke lereng bawah karena pengaruh gravitasi.
  4. Erosi dan Agen Transportasi :
  • Erosi : Permukaan, alur, parit, jurang dan tebing
  • Agen transportasi : aliran air, air tanah, gelombang air, angin dan gletser.

Agradasi / Deposisi :

  1. Proses akibat dari adanaya proses degradasi lahan
  2. Proses ini akan mendatarkan permukaan bumi

Resume Materi Vulkanik

Wednesday, February 28th, 2018

Bayu Firdaus Muslim

155040201111178

Kelas B

 

 

VULKANIK

       Vulkanisme ialah gejala alam akibat pergerakan magma. Magma berada dalam bawah kulit bumi serta berbentuk cair serta berpijar. Magma juga bergerak naik dan turun ke permukaan bumi menggunakan saluran-saluran seperti pipa yang disebut diatrema. Peristiwa terjadinya vulkanisme atau letusan gunung api selalu diikuti oleh keluarnya materi-materi dari dalam bumi baik yang berupa cair yang disebut lava / yang berupa padat yang disebut bahan piroklastika. Bahan-bahan piroklastika meliputi batu-batu tidak kecil (bom), batu-batu kecil (lapili), kerikil, pasir, dan abu vulkanis.

Gejala-gejala Pra Vulkanisme

Sebuah gunung api yang akan meletus biasanya didahului oleh gejala-gejala awal ataupun tanda-tanda, yaitu :

  1. Sering terdengar suara gemuruh yang ditimbulkan dengan naiknya magma.
  1. Asap semakin tebal akibat panas magma.
  2. Suhu naik di sekitar kawah.
  3.  Sumber air banyak yang kering.
  4. Tanaman tidak sedikit yang layu atau kering.
  5. Hewan-hewan menuruni gunung karena adanya perubahan di dalam suhu tanah.

Gejala-Gejala Pasca Vulkanis

Di sekitar gunung api yang sudah gak aktif atau sedang beristirahat banyak ditemiu gejala-gejala alami yang disebut gejala-gejala vulkanis.

  1. Ekshalasi, ialah keluarnya sumber-sumber gas yang terdiri atas sumber gas belerang (H2S) disebut solfatar, sumber gas asam arang (CO2) disebut mofet, kemudian sumber uap air (H2O) disebut fumarol.
  2. Mata air makdani, yaitu sumber air panas yang berisi mineral-mineral tertentu seperti belerang atau sulfur. Contohnya dalam Baturaden Jawa Tengah, Gunung Rajabasa Lampung Selatan, dan Ciater dan Maribaya pada Jawa Barat.
  3. Surtidor, yaitu sumber air panas yang memancar secara periodik karena adanya tekanan gas magma yang mendorong atmosphere di atasnya. Contohnya termal yang terdapat di Taman Nasional Yellowstone Amerika Serikat.

Bukit atau gunung yang mempunyai lubang kepundan sebagai tempat keluarnya magma dan atau gas ke puermukaan bumi.

300 m = Gunung

 

50-300 m = bukit

<50 m = berombak dan bergelombang
10-50 m = bukit kecil

 

Struktur Gunung Api :

  1. Sejumlah ujud vulkanik yang membentuk landform yang khas. Misalnya : kaldera, kepundan, dll
  2. Batuan beku, apakah intrusif atau ekstrusif dalam lapisan atau dalam massa, membentuk komponen geologi lokal yang khusus, yang dapat mendorong perkembangan lansekap melalui proses erosi yang berbeda.

Macam-macam letusan gunung api :

  1. Eksplosif yaitu proses letusan berupa pelontaran bahan-bahan vulkan dari dalam gunung api.
  2. Efusif yaitu proses letusan berupa lelehan.

Kelompok magma :

  1. Magma Gronitik
  2. Sangat kental, tidak dapat mengali dengan mudah, cepat beku, erosi eksplosif, menghasilkan deposit piroklastik.
  3. Deposit mengandung fragmen vulkanik berukuran mulai dari abu alus.
  4. Erupsi terus menerus menghasilkan kerucut vulkanik.
  5. Magma Basaltik
  6. Mengalir sangat mudah/cepat
  7. Meletus eksplosif

Kerucut vulkanik memiliki kepundan dan kaldera. Macam-macam kerucut vulkanik :

  1. Kerucut sinder yaitu tersusun dari deposit piroklastik.
  2. Kerucut komposit yaitu tersusun dari pelapisan aliran lava kental dan deposit piroklastik.

RESUME MATERI TEKTONISME

Wednesday, February 21st, 2018

Nama : Bayu Firdaus Muslim

NIM   : 155040201111178

Kelas  : B

Tektonisme

 

  • Bentuk lahan di muka bumi berkaitan dengan :
  1. Aktivitas dari kulit bumi (bentuk, susunan, kulit bumi dan perubahan dalam bumi ).
  2. Altivitas dari luar bumi ( pelapukan, pengangkatan, dan pengendalian ).
  • Berdasarkan lamanya terbentuk :
  1. Tenaga dari dalam bumi (endogen)
  2. Tenaga dari luar bumi ( eksogen )
  • Proses yang berkaitan dengan pembentukan lahan :
    1. Proses Endogen

 

2. Proses Eksogen

Seberapa cepat suatu lahan mengalami proses degradasi lahan.

3. Pengarub manusia dan topografi

  • Gaya Tektonik :
  1. Tektonik Epirogenesa

Gerakan vertikal yang melambat dan meliputi daerah yang luas. Macam-macam tekonik jenis ini adalah :

  1. Epirogenesa positif ke dalam bumi karena beban ( sedimen, lava, dan lain-lain)
  2. Epirogenesa negatif : ke luar, berupa pengangkatan.

2. Tektonik Orgenesa

Gerakan tektonik meliputi wilayah sempit. Contohnya : pembentukan pegunungan.

  • Struktur Diastropik :
  1. Pelengkungan
  2. Pelipatan
  3. Peretakan
  4. pengangkatan

Analisis Penduga Longsor Dengan Metode Analytic Hierarchy Process

Tuesday, February 13th, 2018

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang, Muji Utomo, mengatakan tanah longsor di sejumlah titik terjadi karena banjir mengakibatkan arus lalu lintas dari arah Malang menuju Kediri dan Jombang masih lumpuh. “Kami upayakan tanah yang menutup jalan utama ini bisa segera bersih dan jalur lalu lintas kembali normal. Saat ini kami juga sedang melakukan pendataan terkait kemungkinan adanya korban jiwa,” katanya, Sabtu, 1 Februari 2014.

Kawasan yang menjadi pusat longsor antara lain Jalan Raya Mantung, Jalan Raya Mulyorejo, Ngeprih, dan Kedungrejo di Kecamatan Pujon serta di kawasan Maron, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Di jalur Ngeprih, tanah longsor sepanjang 50 meter dengan ketebalan sekitar 2 meter. Titik-titik yang terjadi longsor kategori berat mencapai enam titik dan berkategori ringan delapan titik sehingga kendaraan roda empat atau lebih mengalami macet belasan kilometer. Longsor menyebabkan jalur lalu lintas lumpuh dari arah Malang menuju Kediri maupun Jombang, tanah longsor juga terjadi di kawasan Payung dan Klemuk yang memutus akses jalan Batu-Pujon.

 

Metode Penduga Longsor di Daerah Pujon

Metode yang digunakan untuk pendugaan bencana longsor di daerah Pujon adalah metode Analytic Hierarchy Process (AHP) yang dijelaskan dalam Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan Vol 4 No 2 : 567-576 tahun 2017 bahwa metode AHP sangat cocok digunakan untuk menduga suatu peristiwa kebencanaan yang memiliki keterbatasan data dan informasi statistik yang bersifat kualitatif dari pengalaman seseorang.

Adapun alat yang digunakan dalam metode AHP berupa klinometer, GPS, kamera dan alat tulis. Analisis AHP dengan menggunakan software Expert Choice 11, sedangkan sebaran potensi Kerawanan longsor menggunakan software ArcGIS 9.3. Selain itu, bahan yang digunakan adalah Peta Rupa Bumi Indonesia (RBI) skala 1:25.000 lembar Pujon dan Banjarejo, Peta Geologi lembar Malang dan Kediri skala 1:100.00, Digital elevatiaon model (DEM) SRTM resolusi 30 m, citra Landsat 8 yang direkam pada tanggal 28 Agustus 2016 dan Data curah hujan tahun 2006-2015.

Tahapan dari metode Analytic Hierarchy Process (AHP) meliputi pembuatan hierarki, matriks perbandingan berpasangan, menghitung bobot prioritas, menghitung indeks konsistensi, menghitung rasio konsistensi dan menghitung prioritas global. Dalam penerapannya disini digunakan perhitungan AHP secara manual. Selain itu digunakan aplikasi Expert Choice yang hanya difungsikan sebagai pembanding dalam menilai rasio konsistensi yang mana hasil perhitungan manual dengan penggunaan aplikasi apakah menunjukkan kesamaan rasio konsistensi. Bila terdapat kesamaan dan hasil rasio konsistensi menunjukkan nilai sama konsistennya maka dapat direkomendasi penggunaan aplikasi Expert Choice dapat mempercepat dalam pengkajiannya. Faktor (parameter) dalam hierarki dibentuk atas dasar kondisi fisik wilayah penelitian dan literatur-literatur yang berkaitan dengan penelitian longsor.

 

Sumber :

Bramantia Setiawan, Sudarto, dan Aditya Nugraha Putra. 2017. Pemetaan Daerah Rawan Longsor Di Kecamatan Pujon Menggunakan Metode Analytic Hierarchy Process (AHP). Jurusan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang : Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan Vol 4 No 2 : 567-576

Purwanto, Budi. 2014. Longsor Di Pujon Jalur Malang-Kediri Ditutup. Diambil dari : https://nasional.tempo.co/read/550069/longsor-di-pujon-jalur-malang-kediri-ditutup. (13 Februari 2018).

Hello world!

Tuesday, February 13th, 2018

Selamat datang di Student Blogs. Ini adalah posting pertamaku!