TUTORIAL PEMBUATAN WEB DENGAN WORDPRESS

Seiring dengan perkembangan teknologi di era globalisasi saat ini sangat cepat hal ini juga berakibat pada perkembangan pada internet tidak terkecuali e-commerce. Saat ini pemanfaatan suatu situs guna menunjang kegiatan perdagangan atau yang biasa di sebut e-commerce sudah sangat pesat, banyak orang yang telah mampu membuat sebuah situs yang memiliki penampilan yang menarik tanpa harus mengerti bahasa pemrograman. Adanya Content Management System (CMS) memudahkan seorang pembuat website untuk membuat sebuah website yang menarik. Beberapa contoh CMS antara lain adalah Joomla, WordPress, Drupal, PHPNuke, dan lain-lain.

Pada umumnya masyarakat menganggap WordPress identik dengan blog seperti yang ada di blogger.com, atau blogspot pada google. Hal ini wajar saja karena WordPress merupakan salah satu CMS yang digunakan untuk membuat suatu blog. Namun wordpress juga dapat digunakan sebagai salah satu CMS yang dapat digunakan untuk pembuatan website. Banyak pihak yang lebih memilih menggunakan wordpress karena keunggulan-keungulan yang dimilikinya antara lain adalah:

  1. Merupakan CMS yang menawarkan banyak tema (theme) dan juga plug in yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Misalkan saja plug in untuk kebutuhan e-commerce maka akan terdapat benyak pilihan contohnya adalah wp-e-commerce yang biasanya banyak digunakan oleh pengguna.
  2. Kelebihan lain adalah mudah dalam proses instalasi, ringan saat dijalankan, manajemen konten yang ramah, mempunyai fungsi SEO yang bagus, pengembangan yang continue.
  3. Selain itu wordpress merupakan CMS yang free atau bebas biaya dan juga dapat dijalankan melalui localhost atau biasa disebut dengan pembuatan web dengan cara off line.

Berikut ini merupakan tutorial pembuatan website dengan CMS wordpress dengan cara off line atau localhost. Sebelum membuat web, terlebih dahulu kita harus menginstall XAMPP yaitu suatu program yang menyediakan komponen server seperti Apache, PHP, dan MySQL database yang kesemua ini telah dipenuhi oleh XAMPP. Apabila Anda belum memiliki XAMPP maka Anda dapat mendownloadnya di situs resminya yaitu http://www.apachefriends.org/en/xampp.html. Berikut ini merupakan tahapan-tahapan dalam proses penginstalan XAMPP.

  1. Double klik aplikasi ini maka akan muncul suatu jendela seperti pada gambar di bawah ini. Kemudian pilih lokasi dimana aplikasi ini akan di instal, biasanya aplikasi ini diinstal pada drive C atau Anda dapat memilih sendiri dimana akan diinstal. Kemudian klik install
  2. Setelah proses instalasi di atas maka akan masuk pada tahap selanjutnya yaitu finishing dari proses instalasi berupa menjawab beberapa pertanyaan seputar proses finishing instalasi. Anda akan diberi beberapa pertanyaan seperti di bawah ini.

Gambar di atas merupakan gambar window yang menanyakan pada kita apakah kita akan menambahkan shortcuts pada startmenu/desktop. Jika Anda memilih “ya” maka ketik “y” atau jika “tidak” maka pilih “n”. Kemudian tekan enter.

Gambar di atas merupakan gambar window yang menanyakan pada kita apakah akan melanjutkan proses instalasi. Ketik “y” kemudian enter.

Untuk gambar di atas pilih tidak atau ketik “n” kemudian tekan enter.

Untuk gambar di atas tekan enter maka akan keluar pilihan menu baru. Yaitu seperti yang ada di gambar di bawah ini.

Untuk gambar ini pilih pilihan nomor “1” untuk membuka control panel dari XAMPP dan pilihan “x” untuk keluar mode instalasi. Kemudian jalankan Apache dan MySQL. Dan pastikan bahwa Apache dan MySQL dalam keadaan running.

3. Langkah selanjutnya adalah melihat apakah Apache dan MySQL yang kita install berhasil atau tidak. Untuk itu bukalah browser Anda misalnya Mozila Firefox kemudian ketik alamat http://localhost . Jika proses instalasi berhasil maka akan terlihat beberapa pilihan bahasa yang akan digunakan pada XAMPP. Kemudian akan muncul seperti di bawah ini

Tahapan selanjutnya adalah proses instalasi CMS yaitu WordPress. Apabila Anda belum memiliki aplikasi WordPress maka Anda dapat menguduhnya pada alamat ini http://wordpress.org. Untuk melakukan proses ini akan ada beberapa tahapan seperti yang ada di bawah ini.

  1. Setelah selesai mengunduh WordPress, extract file tersebut dan letakkan di folder “htdocs” pada lokasi dimana XAMPP diinstall. Jika XAMPP diinstall seperti contoh di atas maka lokasi folder hotdocs ada di C:\xampp\htdocs. Sebelum menjalankan instalasi, pastikan terlebih dahulu apa nama folder yang di extract diawal. Karena folder inilah yang akan dipanggil untuk melakukan instalasi. Secara default folder hasil extract itu bernama wordpress. Akan tetapi nama folder ini bisa dirubah sesuai dengan keinginan kita. Apabila Anda tidak ingin merubah nama folder ini maka alamat yang akan Anda ketik pada browser Anda adalah http://localhost/wordpress .
  2. Melakukan konfigurasi untuk instalasi. Namun untuk itu diperlukan wp-config.php terlebih dahulu. File itu bisa dibuat hanya dengan menekan tombol create a configuration file. Cara lain bisa dilakukan dengan menyalin file bernama wp-config-sample.php menjadi wp-config.php dalam folder instalasi wordpress (C:\xampp\htddocs\wordpress).
  3. Mengisi persyaratan informasi database agar proses dapat berjalan. Informasi itu akan tampak seperti pada gambar di bawah ini.Kebutuhan atas informasi ini dapat dibuat dengan menggunakan PHPMyAdmin bawaan Xampp. Buka browser dan tuliskan alamat http://localhost/phpmyadmin dan perhatikan bagian MySQL Localhost.Isikan nama database isikan nama database yang akan digunakan untuk wordpress nanti lalu tekan tombol create. Dalam contoh gambar diatas database yang diciptakan bernama “wordpress”. Nama itu bisa diubah sesuai keinginan kita, tidak harus bernama “wordpress”.Notifikasi bahwa database telah diciptakan akan muncul manakala database yang dibuat berhasil. Selanjutnya proses instalasi wordpress bisa diteruskan. Perhatikan kembali kelanjutan proses instalasi wordpress dan isikan keterangan yang dibutuhkan.
  4. Tahap selanjutnya adalah mengisntall WordPress. Sebelum melakukan tahap ini pastikan Wordpress sekarang dapat berkomunikasi dengan database lalu tekan tombol run the install. Kemudian isi alamat e-mail dan juga nama website yang akan Anda buat.Apabila proses instalasi ini telah berhasil maka akan muncul laporan yang memberitahukan bahwa proses penginstalan WordPress telah sukses dan juga akan muncul username dan juga password untuk masuk kedalam Dashboard website Anda.

Setelah proses instalasi WordPress berhasil, tahap selanjutnya dalam pembuatan website adalah membuat tema, content dan setting-setting lainnya. Pada panduan ini yang pertama di buat adalah pembuatan atau mengatur tema (theme) untuk website Anda. Berikut ini merupakan penjelasan sekaligus tahapan dalam pengaturan theme.

Pada dasarnya, sistem theme (tema) WordPress merupakan suatu cara untuk membuat “skin” atau skinning sebuah web / blog. Namun lebih dari sekedar itu, skinning situs menyiratkan bahwa hanya desain tampilan saja yang berubah tanpa merubah sistem manajeman konten didalamnya. Theme WordPress dapat memberikan kontrol yang lebih atas tampilan dan penyajian materi di situs Web.

Theme WordPress adalah kumpulan file yang bekerja sama untuk menghasilkan sebuah graphic interface dengan desain pemersatu yang mendasari weblog. File-file ini disebut file template. Tema WordPress berisi file dan style yang bekerja sama untuk membuat presentasi atau mencari situs WordPress. Setiap Theme mungkin berbeda, menawarkan banyak pilihan bagi pengguna untuk langsung mengubah tampilan website mereka.

Theme WordPress banyak sekali tersedia di internet. Situs resmi yang menyediakan Theme WordPress dan telah diperiksa serta bebas untuk di-download ada di http://wordpress.org/extend/themes/ . Situs ini memiliki kemampuan untuk melakukan pencarian berdasarkan jenis dan gaya, dan menawarkan sebuah demonstrasi dari elemen tampilan halaman Theme.

WordPress menyediakan dua tema default dalam distribusi instalasinya. Kita dapat beralih diantara dua tema tersebut menggunakan panel administrator. Selain itu, kita juga bisa menambahkan tema lain yang lebih bagus dan menarik. Semua tema yang ada / terpasang dalam sistem akan muncul di panel Appearance. Untuk contoh berikut akan digunakan salah satu theme yaitu mystique.2.2.2.

Untuk masuk ke halaman Dashboard Administrator, salinlah password sementara yang di-generate otomatis oleh sistem WordPress, kemudian paste password tersebut pada halaman login dengan username admin.

Berikut adalah halaman Dashboard Administrator setelah kita masuk log. Untuk memastikan bahwa instalasi CMS WordPress yang kita lakukan berhasil, cobalah buka browser dan tuliskan alamat http://localhost/wordpress . Jika Anda melihat tampilan website sederhana, maka instalasi yang dilakukan adalah berhasil. Pada Dashboard ini Anda dapat melakukan berbagai hal mulai dari posting, mengganti theme, menambah fitur-fitur untuk website Anda, dan lain-lain.

Untuk mengganti theme website, berikut ini tahapan-tahapannya.

  1. Log in ke Panel Administrasi WordPress.
  2. Pilih panel Appearance, kemudian Themes.
  3. Pilih tombol Add New > Install Themes > Upload > Browse dan cari lokasi theme WordPress yang berupa archive > Install.
  4. Jika instalasi berhasil maka akan muncul pesan “Theme Installed successfully.”
  5. Terdapat pilihan theme yang baru saja diinstall apakah ingin dilihat terlebih dahulu sebelum diaktifkan (preview), diaktifkan langsung (Active), atau kembali ke halaman theme.

Cara lain untuk memasang theme baru adalah dengan meng-extract file theme yang berupa archive kemudian di copy & paste ke folder wp-content/themes. Untuk mengaktifkan theme tersebut masuk ke Panel Administrasi > Appearance >Themes.

Beberapa keuntungan tema WordPress antara lain :

  • Memisahkan gaya presentasi dan file template dari sistem file sehingga pada saat upgrade situs tanpa mengalami perubahan drastis untuk presentasi visual dari situs.
  • Memungkinkan untuk kustomisasi penampilan dan hasil halaman web yang unik denganTema.
  • Memungkinkan untuk melakukan perubahan cepat dari tampilan dan nuansa situs Wordpress.

Gambar di bawah ini merupakan contoh dari website yang menggunakan theme mystique 2.2.2.

Langkah selanjutnya dalam pembuatan website adalah membuat post. Post adalah entri tulisan yang ditampilkan dalam urutan kronologis terbalik di halaman utama (home) Anda. Berbeda dengan page, post biasanya memiliki kolom komentar di bawahnya dan dimasukkan dalam RSS feed situs.

Untuk menulis post berikut adalah langkah-langkahnya:

  1. Log in ke account WordPress Administrasi Panel (Dashboard).
  2. Klik tab “Posts”.
  3. Klik SubTab “Add New”.
  4. Mulailah menulis pada isian yang kosong seperti judul dan konten post.
  5. Jangan lupa pula untuk mengisi kategori, menambahkan tag, dan beberapa pilihan lain.
  6. Jika sudah selesai dan siap diPublikasikan, klik tombol “publish” untuk menerbitkan tulisan.

Berikut ini merupakan hal-hal yang terkait dalam proses posting.

  • Title

Yaitu judul posting Anda. Anda dapat menggunakan kata-kata atau frasa. Hindari menggunakan judul yang sama untuk kedua kali karena akan menimbulkan beberapa masalah. Anda dapat menggunakan koma (,), apostrof (‘), kutipan (“”),tanda hubung (-), dan simbol-simbol khas lainnya.

  • Post Editing Area

Kotak kosong di mana kita memasukkan tulisan, link, link ke gambar, dan informasi apapun yang ingin ditampilkan di situs. Kita dapat menggunakan salah satu tampilan Visual atau HTML untuk menulis posting.

  • Preview button

Memungkinkan kita untuk melihat posting sebelum diterbitkannya secara resmi.

Tampilan Dashboard untuk membuat suatu post.

Selain mengganti theme dan juga membuat post, yang perlu diperhatikan dalam pembuatan website dengan WordPress adalah aplikasi ini menyediakan fitur plug-in, artinya kita dapat menambahkan beragam fitur-fitur tambahan sesuai dengan keperluan kita. Plugin ini memperbanyak fungsionalitas dari WordPress. Sebagian pengguna tidak memerlukan Plugin ini, atau hanya memerlukan beberapa saja, seperti Plugin mengatasi spam komentar atau kustomisasi daftar posting. Sedangkan pengguna yang lain menikmati Plugin pilihan beragam seperti update laporan cuaca, sistemrating, dan masih banyak lagi. Karena pilihan Plugin sangat luas dan dipilih berdasarkan kebutuhan pengguna, maka plugin ini tidak dimasukkan ke dalam inti dari WordPress. WordPress Plugin bisa didapatkan di http://wordpress.org/extend/plugins/ . Berbagai macam model plugin mulai plugin tentang image, video, posting, dll banyak tersedia disana.

Berikut ini merupakan salah satu cara untuk menginstal plug-in di WordPress:

  1. Login ke panel administrasi.
  2. Plugins > Add New > Upload > Browse lalu cari lokasi plugin berada dan install. Pada contoh berikut ini akan digunakan plug-in yaitu wp-e-commerce.3.7.6.2. jenis plug-in ini adalah plug-in yang digunakan untuk kegiatan e-commerce atau perdagangan melalui internet.
  3. Jika sukses melakukan instalasi maka akan muncul “Plugin Installed Succesfully”.
  4. Ada pilihan untuk mengaktifkan langsung plugin tersebut atau kembali ke halaman plugin.

Tampilan Dashboard untuk plug-in wp-e-commerce.3.7.6.2. untuk pengisian jenis produk yang akan dijual.

Tidak semua Plugin mudah diinstal, namun penulis dan pengembang plugin WordPress membuat sebuah petunjuk agar proses instalasi bisa dilakukan semudah mungkin. Mereka juga telah menyertakan informasi lebih rinci tentang cara menginstal Plugin didalamnya, serta beberapa hal yang perlu diketahui sebelum menginstal plugin tersebut.

Beberapa hal yang perlu diketahui sebelum memasang plugin antara lain :

  • Tahu sebelum menginstal.

Bacalah file readme.txt dan halaman web, serta komentar tentang Plugin pada website penulis sebelum menginstal. Semakin banyak tahu sebelum menginstal semakin mudah prosesnya.

  • Plugin yang perlu di download dan upload untuk menginstal.

Anda harus terbiasa dengan cara men-download dan meng-upload file dan cara menggunakan FTP, jika diperlukan.

  • Plugin mungkin memerlukan memodifikasi file WordPress dan template.

Keakraban dengan PHP, HTML, CSS, dan CHMOD mungkin diperlukan karena berhubungan langsung dengan direktori dan file didalam plugin tersebut.

  • Rekam modifikasi.

Jika membuat perubahan pada file atau template WordPress, buatlah catatan dalam kode dengan menggunakan komentar sebelum dan sesudah perubahan. Jika perlu buatlah catatan teks file yang disimpan ke situs maupun di desktop untuk mengingatkan tentang penambahan atau modifikasi file default. Ini akan sangat membantu saat terjadi pengulangan di hari yang akan datang jika ada masalah dengan situs web/blog.

  • Buatlah backup

Beberapa Plugin bekerja secara independen terhadap konten blog Anda maupun file hanya dengan menambahkan sesuatu ke halaman web/blog. Namun ada juga yang memerlukan modifikasi konten dan file, termasuk perubahan ke database web/blog. Sehingga sebelum menginstal plugin yang akan membuat perubahan besar (termasuk database), backup file dan database agar ada cadangan.

Semoga dengan tutorial ini dapat membantu para pembaca dan juga pembuat website khususnya yang masih pemula sehingga dapat membuat website yang unik, menarik, dan kreatif.

Daftar Rujukan

Sukirman, 2010, Membuat Web Dinamis dengan WordPress,[pdf], (http://www.scribd.com/doc/29858041/Membuat-Web-Dinamis-dengan-Wordpress, dikases tanggal 20 April 2010)

Joomla, , joomla_15_quickstart, [pdf], (http://help.joomla.org/ghop/feb2008/task048/joomla_15_quickstart.pdf, diakses tanggal 20 April 2010)