Uncategorized

TUGAS STELA MINGGU-5

19 March 2013

AGROEKOTEKNOLOGI 2011 / KELAS D

Ayu Sartika Sinaga 115040201111016

Bagas Septya P.       115040201111043

Arifatul Fitriyah     115040201111197

Asyfiyah Mahamidah    115040201111292

1. Metode survei tanah menggunakan dua pendekatan utama, yaitu pendekatan sintetik dan analitik.

a. Jelaskan persamaan dan perbedaan kedua pendekatan tersebut?

b. Berikan contoh kedua pendekatan tersebut?

Jawab :

  • Ø Perbedaan metode analitik dan sintetik

Pendekatan analitik adalah Membagi ‘kontinum’ atas persil-persil atau satuan-satuan berdasarkan pada pengamatan perubahan dalam sifat-sifat tanah ‘eksternal’ ( sifat bentang alam), melalui interpretasi foto udara yang diteruskan dengan melakukan pengamatan dan pengklasifikasian tanah untuk masing-masing satuan yang di buat tersebut. kegiatan ini biasanya meliputi aktivitas dalam hal membedakan,menguji, menggolongkan, menyusun, menguraikan, membandingkan,membuat deduksi, dan memriksa.

Sementara pendekatan sintetik adalah Mengamati, mendeskripsi dan mengklasifikasikan profil-profil tanah (pedon) oada beberapa lokasi di daerah survei. Kemudian membuat (mendelineasi) batas disekitar daerah yang mempunyai profil tanah yang serupa (memiliki taksa tanah yang sama), sesuai dengan kriteria klaisfikasi yang digunakan. kegiatan ini meliputi merancang, menggabungkan, menambah, membangun, mengembangkan, mengolah dan membuat hipotesis.

Persamaan dari pendekatan analitik dan sintetik adalah digunakan pada survey skala kecil. Pendekatan analitik dan sintetik sama sama dipandang sebagai pendekatan dan metode pembelajaran.

2. Dalam menyiapkan survei tanah dengan menggunakan pendekatan analitik, apa saja yang harus dilakukan?

Jawab:

Pendekatan analitik ialah Melakukan praduga/ perkiraan lebih dahulu kemudian melakukan survey dan memberi batasan. Maka sebelum melakukan survey tanah dengan menggunakan pendekatan analitik ada beberapa hal yang kita lakukan terlebih dahulu yaitu melakukan foto udara terlebih dahulu, yang kemudian diteruskan dengan melakukan pengamatan dan pengklasifikasian tanah untuk masing-masing satuan yang dibuat tersebut. Dan pada teknik pelaksanaannya menggunakan metode fisiografi, yaitu dengan menentukan batas (mendeleniasi) satuan fisiografi atau wujud lahan (landform) terlebih dahulu sebelum ke lapangan.Dalam pendekatan analitik ,pertama lanskep dibagi kedalam tubuh tanah ‘alami’, berdasarkan karakteristik eksternal seperti landform, vegetasi dan  tanah permukaan. Setelah itu dilakukan penentuan karakteristik tanah pada masing – masing satuan tersebut melalui pengamatan dan pengambilan contoh tanah. Pendekatan analitik berasal dari kata ‘analisis’ yang berarti membagi tubuh tanah ‘alami’ yang didasarkan pada sifat – sifat eksternal. Dengan demikian tahapan dalam pendekatan ini adalah:

  • Membagi lansekap ke dalam komponen – komponen sedemikian rupa yang diperkirakan akan memiliki tanah yang berbeda
  • Melakukan karakterisasi satuan –satuan yang dihasilkan melalui pengamatan dan pengambilan contoh tanah dilapang.

Lihat pada peta landform Pujon dan sekitanya di bawah. Gambaran relief wilayah tersebut disajikan pada peta di bawahnya (peta relief)

a. Diskusikan apakah pendekatan yang akan dipakai, jelaskan alasannya.

b. Jika akan melakukan survei tanah pada skala 1:25.000 plot pengamatan Saudara jika:

- menggunakan grid kaku

- menggunakan grid bebas

- menggunakan pendekatan fisiografis dengan menggunakan key area dan transek.

landform-pujon

Peta Landform (bentuklahan Pujon dan sekitarnya)

G1

Relief Pujon dan sekitarnya.

 

a. Diskusikan apakah pendekatan yang akan dipakai, jelaskan alasannya.

Menurut kelompok kami pendeketan yang sesuai untuk landform gambar 1.1 dan gambar 1.2 adalah pendekatan analitik, karena pendekatan analitik menggunakan metode fisiografi atau interpretasi foto udara yang diteruskan dengan melakukan pengamatan dan pengklasifikasian tanah untuk masing-masing satuan yang di buat tersebut. Kemudian membagi lansekap ke dalam batas- batas (mendelineasi) atau komponen-komponen hingga sedemikian rupa yang diperkirakan akan memiliki tanah yang berbeda. Melaksanakan karakterisasi satuan-satuan yang dihasilkan melalui pengamatan dan pengambilan contoh tanah di lapangan.

 

b. Jika akan melakukan survei tanah pada skala 1:25.000 plot pengamatan Saudara jika:

  • Menggunakan Grid Kaku

Metode grid kaku merupakan metode yang menggunakan prinsip pendekatan sintetik. Skema pengambilan contoh tanah secara sistematik dirancang dengan mempertimbangkan kisaran spasial autokorelasi yang diharapkan. Jarak pengamatan dibuat secara teratur pada jarak tertentu untuk menghasilkan jalur segi empat (rectangular grid) di seluruh daerah survei. Pengamatan dilakukan dengan pola teratur (interval titik pengamatan berjarak sama pada arah vertical dan horizontal). Jarak pengamatan tergantung dari skala peta. Metode ini sangat cocok untuk survei intensif dengan skala besar, dimana penggunaan interpretasi foto udara sangat terbatas dan intensif pengamatan yang rapat memerlukan ketepatan penempatan titik pengamatan di lapangan dan pada peta. Survei grid juga cocok dilakukan pada daerah yang mempunyai pola tanah yang kompleks di mana pola detail hanya dapat dipetakan pada skala besar yang kurang praktis. Survei ini sangat cocok diterapkan pada daerah yang posisi pemetaannya sukar ditentukan dengan pasti. Selain itu survei ini sangat dianjurkan pada survei intensif (detail-sangat detail) dan penggunaan hasil interpretasi foto udara sangat terbatas (misalnya pada daerah dengan konfigurasi permukaan kurang beragam/daerah yang relatif datar) atau di daerah yang belum ada foto udaranya.

  • Menggunakan Grid Bebas

Metode grid bebas merupakan perpaduan metode grid kaku dan metode fisiografi. Metode ini diterapkan pada survei detail hingga semi-detail, foto udara berkemampuan terbatas dan di tempat-tempat yang orientasi di lapangan cukup sulit dilakukan. Pengamatan lapangan dilakukan seperti paa grid-kaku, tetapi jarak pengamtan tidak perlu sama dalam dua arah, tergantung fisiografi daerah survei. Jika terjadi perubahan fisiografi yang menyolok dalam jarak dekat, sehingga perlu pengamatan lebih rapat, sedangkan jika landform relatif seragam maka jarak pengamatan dapat dilakukan bberjauhan. Dengan demikian, kerapatan pengamatan disesuaikan menurut kebutuhan skala survei yang dilaksanakan serta tingkat kerumitan pola tanah di lapangan. Dalam metode survei bebas, pemeta ‘bebas’ memilih lokasi titik pengamatan dalam mengkonfirmasikan secara sistematis model mental hubungan tanah-lansekap, menarik batas dan menentukan komposisi satuan peta. Di daerah dengan pola tanah yang dapat diprediksi dengan mudah (sesuai dengan model mental), pangamatan dapat dilakukan lebih sedikit, sedangkan daerah lainnya (terutama daerah yang bermasalah) perlu dilakukan pengamatan lebih banyak (lebih mendetail). Dengan jumlah sampling yang sama, dapat dihasilkan peta yang baik, dengan berkonsentrasi pada tanah bermasalah.

  • Menggunakan pendekatan fisiografis dengan menggunakan key area dan transek

Pengamatan pada daerah kunci (key area) merupakan daerah terpilih dalam suatu daerah survei yang di dalamnya secara berdekatan, terdapat sebanyak mungkin satuan peta yang ada dis eluruh daerah survei tersebut. Beberapa persyaratan untuk daerah kunci adalah :

a)      Harus dapat mewakili sebanyak mungkin satuan peta yang ada di daerah survei

b)      Harus dibuat pada daerah di mana hubungan antara tanah dengan kenampakan bentang-alam atau landform  dapat dipelajari dengan mudah.

c)      Daerah kunci tidak boleh terlalu kecil. (untuk survei tanah skala semi detail, sekitar 10-30 % dan skala tinjau kurang lebih 5-20 % dari luas total)

d)     Harus mudah diakses atau tidak sulit dikunjungi

Sedangkan untuk Transek merupakan daerah kunci sederhana dalam bentuk jalur atau rintisan yang mencakup sebanyak mungkin satuan peta atau satuan wujud-lahan. Transek tidak boleh sejajar dengan batas wujud-lahan. Dalam setiap survei tanah, umumnya selalu diperlukan bantuan daerah kunci, kecuali :

a)      Daerah survei relatif sempit

b)      Jika bentang-alamnya telah diketahui dengan baik

c)      Jika seluruh daerah harus didatangi secara intensif (misalnya untuk survei irigasi)

d)     Pada survei skala kecil, dimana delineasi wujud-lahannya sangat mudah

TUGAS STELA MINGGU-3

18 March 2013

TUGAS STELA MINGGU 3

Nama: Ayu Sartika Sinaga

NIM: 115040201111016

1. Meneruskan pengayaan bahan kajian seperti yang dituliskan pada minggu kedua

Pengayaan bahan kajian pada minggu kedua membahas tentang macam-macam peta tanah menurut cara penyajian, berdasarkan intensitas pengamatan, dan berdasarkan teknik pelaksanaannya.

2. Koleksi peta rupa bumi/topografi, geologi, peta tanah, dan peta penggunaan lahan masing-masing asal daerah.

3. Buatlah halaman pada blog Anda, upload peta-peta tersebut dan berikan penjelasan setiap peta tentang:

 

  • Peta Topografi Kota Medan

peta topo map Medan 250k

Judul: Peta Topografi Kota Medan

Tahun Penerbitan: 1986

Pembuat Peta: -

Skala: 1: 250.000

Sistem Proyeksi: -

Lokasi Keberadaan Peta: Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara

 

  • Peta Geologi Teknik Daerah Medan dan Sekitarnya Provinsi Sumatera Utara

Peta geologi teknik daerah Medan dan sekitarnya, Propinsi Sumatera Utara

Judul: Peta Geologi Teknik Daerah Medan dan Sekitarnya Provinsi Sumatera Utara

Tahun Penerbitan: 1995

Pembuat Peta: Thamrin, MH; Wafid AN, Muhammad; Hermawan

Skala:  1: 100.000

Sistem Proyeksi: -

Lokasi Keberadaan Peta: Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara

 

  • Peta Penggunaan Lahan

peta penggunaan lahan sumut

Judul: Peta Penggunaan Lahan Provinsi Sumatera Utara

Tahun Penerbitan: -

Pembuat Peta: -

Skala: 1:2.000.000

Sistem Proyeksi: -

Lokasi Keberadaan Peta: Provinsi Sumatera Utara

 

  • Peta Administrasi Kota Medan

peta-sig-kota-medan

Judul: Peta Administrasi Kota Medan

Tahun Penerbitan: 2006

Pembuat Peta: Kantor BPN Kota Medan

Skala: 1:151.000

Sistem Proyeksi: -

Letak Keberadaan Peta: Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara

 

TUGAS STELA MINGGU-4

18 March 2013

TUGAS STELA MINGGU 4

1. Meneruskan pengayaan bahan kajian seperti yang dituliskan pada minggu kedua

  • Pengayaan bahan kajian pada minggu kedua membahas tentang macam-macam peta tanah menurut cara penyajian, berdasarkan intensitas pengamatan, dan berdasarkan teknik pelaksanaannya serta menjelaskan perbedaan peta tanah pada berbagai skala dan teknik pemetaannya.

2. Kerjakan bahan diskusi pada slide no.4 di bahan kuliah minggu 3

  • 1. Mengapa perlu ditentukan luasan SPT terkecil 0.4 cm2?

Jawab:

Karena penentuan luasan SPT terkecil tersebut bertujuan untuk mendapatkan kompleks tanah, yang mana bila komponen tanah yang berasosiasi secara geografis, tetapi tidak dapat dipisahkan kecuali pada tingkat amat detil, sehingga perlu dilakukan luasan SPT terkecil 0.4cm2. Apabila tidak dibatasi dengan ukuran seperti yang disebutkan, peta lahan yang akan dibuat nantinya menjadi sangat rumit karena terlalu banyak SPT terkecil dimunculkan dalam peta sehingga pembacaan peta juga akan menjadi sangat sulit. Oleh karena itulah perlu dibuat batasan tersebut. SPT yang berukuran lebih kecil dari 0.4 cm2 akan menjadi inklusi dalam peta.

 

  • 2. Apakah dibenarkan kita membesarkan peta analog (misalnya peta tanah cetak) dengan scanner/fotocopy skala 1:250.000 menjadi 1:50.000? Jelaskan

Jawab:

  • Ya, kita dibenarkan membesarkan peta analog dengan scanner/fotocopy  skala 1:250.000 menjadi 1:50.000. Jika kita mengecilkan skala peta, semakin luas areal kenampakkan permukaan bumi yang tergambar dalam peta dan semakin mudah kita melakukan pengamatan yang dapat dilakukan per satuan luasan tertentu. Sebaliknya dengan kita memperbesar skala peta, semakin kecil areal kenampakkan permukaan bumi yang tergambar dalam peta dan semakin sulit kita melakukan pengamatan yang dapat dilakukan per satuan luasan tertentu.
  • Peta analog adalah peta dalam bentukan cetakan. Pada umumnya peta analog dibuat dengan teknik kartografi yang mempunyai referensi spasial seperti koordinat, skala, arah mata angin, dsb. Peta analog dikonversikan menjadi peta digital dengan menggunakan sistem digitasi atau scanning. Digitasi akan menghasilkan data vector sedangkan scan akan menghasilkan data raster.  Bila discan masih perlu tahap smoothing atau simplifikasi, yaitu penyerdahanaan bagian peta yang sesuai untuk GIS.

 peta analog

Contoh Hasil Scanning Peta Analog

  • 3. Skala peta

1. Berapa luas di lapangan untuk suatu SPT berukuran 0.8 cm2 pada peta berbagai skala seperti pada butir-butir di bawah?

2. Berapa intensitas pengamatan untuk peta berbagai skala seperti pada butir-butir di bawah?

Eksplorasi (1:1.000.000)

Tinjau (1:250.000)

Semi detil (1:50.000)

Detil (1:25.000)

Sangat detil (1:5000)

Jawab:

1. Luas di lapangan untuk SPT berukuran 0.8 cm2 pada peta berbagai skala seperti pada butir-butir di bawah adalah:

0.8 cm2 = 1 cm × 0.8 cm

  • Eksplorasi (1:1.000.000) = 800.000 cm = 8.000 m

Luas di lapangan = 1 m × 8.000 m = 8.000 m2

  • Tinjau (1:250.000) = 200.000 cm = 2.000 m

Luas di lapangan = 1 m × 2.000 m = 2.000 m2

  • Semi detil (1:50.000) = 40.000 cm = 400 m

Luas di lapangan = 1 m × 400 m = 400 m2

  • Detil (1:25.000) = 20.000 cm = 200 m

Luas di lapangan = 1 m × 200 m = 200 m2

  • Sangat detil (1:5.000) = 4.000 cm = 40 m

Luas di lapangan = 1 m × 40 m = 40 m2

2. Intensitas pengamatan untuk peta berbagai skala seperti pada butir-butir di bawah adalah:

  • Eksplorasi (1:1.000.000)

Luas sebenarnya = 0.8 cm2 × (1000000)2 = 0.8 × 1012 cm2 = 8.000 ha

  • Tinjau (1:250.000)

Luas sebenarnya = 0.8 cm2 × (250000)2 = 0.8 × 625 × 108 = 500 × 108 cm2 = 500 ha

  • Semi detil (1:50.000)

Luas sebenarnya = 0.8 cm2 × (50000)2 = 0.8 × 25 × 108 = 20 × 108 cm2 = 20 ha

  • Detil (1:25.000)

Luas sebenarnya = 0.8 cm2 × (25000)2 = 0.8 × 625 × 106 = 500 × 106 cm2 = 5 ha

  • Sangat detil (1:5000)
  1. Luas sebenarnya = 0.8 cm2 × (5000)2 = 0.8 × 25 × 106 = 20 × 106 cm2 = 0.2 ha

TUGAS STELA MINGGU-2

18 March 2013

TUGAS STELA MINGGU 2

1. Ada beberapa istilah dalam kuliah ini, dalam kuliah minggu 1 dan 2 ada beberapa istilah yang perlu pemahaman, berikan penjelasan (definisi dan penjelasannya), misalnya:

  • Peta Tanah

Peta tanah adalah peta yang dibuat untuk memperlihatkan sebaran taksa tanah dalam hubungannya dengan kenampakan fisik dan budaya dari permukaan bumi. Peta tanah juga dapat diartikan sebagai peta yang menggambarkan sebaran jenis-jenis tanah di suatu tempat. Peta tanah dilengkapi dengan legenda yang secara singkat menerangkan sifat-sifat tanah dan masing-masing satuan peta.

  • Skala peta

Skala peta adalah perbandingan jarak dua titik di dalam peta terhadap jarak yang sebenarnya di lapangan. Skala peta di setiap jenis peta berbeda.

  • Delineasi Batas Tanah

Deliniasi batas tanah (Soil delineation) adalah daerah yang dibatasi oleh suatu batas tanah pada suatu peta.

  • Poligon

Poligon berasal dari kata poly: banyak dan gon(gone): titik. Jadi, poligon adalah serangkaian titik-titik yang dihubungkan dengan garis lurus sehingga titik tersebut membentuk sebuah rangkaian titik atau poligon. Poligon dalam peta tanah bertujuan untuk memperbanyak koordinat titik-titik di lapangan yang diperlukan untuk pembuatan peta.

  • Satuan Peta

Satuan peta adalah suatu konsep kelompok dari satu deliniasi atau lebih yang diidentifikasi dengan nama yang sama dalam survei tanah yang menunjukkan areal lansekap yang sama. Satuan peta juga dapat diartikan sebagai satuan lahan yang mempunyai sistem fisiografi/landform yang sama, dibedakan satu sama lain di lapangan oleh batas-batas alami dan dapat dipakai sebagai satuan evaluasi lahan.

  • Satuan Peta Tanah

Satuan peta tanah adalah kelompok lahan atau tanah yang mempunyai sifat-sifat(karakteristik) yang sama atau hampir sama, penyebarannya digambarkan dalam peta. Satuan peta tanah disusun untuk menampung informasi penting dari suatu luasan (poligon) tentang hal-hal yang berkaitan dengan survei tanah. Satuan peta tanah dibedakan menjadi 2, yaitu: satuan peta tanah sederhana dan satuan peta tanah majemuk.

  • Satuan Peta Tanah Sederhana

Satuan peta tanah sederhana adalah satuan peta tanah yang hanya mengandung 1 satuan tanah, atau terdapat tanah lain yang disebut inklusi.

  • Satuan Peta Tanah Majemuk

Satuan peta tanah majemuk adalah satuan peta tanah yang terdiri atas 2 satuan tanah atau lebih yang berbeda.

  • Legenda

Legenda peta adalah sebaran jenis tanah di permukaan bumi divisualisasikan dalam bentuk peta tanah yang dilengkapi dengan tanda-tanda dan keterangan singkat. Legenda peta tanah berfungsi untuk mengidentifikasikan satuan peta serta memberikan informasi tentang satuan-satuan yang terdapat dalam suatu peta tanah. Legenda peta tanah terdiri atas 2 bagian, yaitu simbol dan uraian atau deskripsi.

  • Foto udara

Foto udara adalah hasil pemotretan dari udara dengan menggunakan perangkat pemotretan yang ditempatkan di pesawat, helikopter atau benda terbang lainnya yang juga menggambarkan penampakan dari suatu area di di permukaan bumi.

  • Stereoskop

Stereoskop adalah alat yang digunakan untuk mengamati dua citra foto yang berurutan atau berpasangan, dimana masing-masing foto meliputi objek di permukaan bumi yang sebagian besar sama.

  • Satuan Taksonomi

Satuan taksonomi adalah sekelompok tanah dari suatu sistem klasifikasi tanah yang masing-masing diwakili oleh suatu profil yang mencerminkan konsep pusat dengan sejumlah kisaran penyimpangan sifat-sifat dari konsep pusat tersebut.

  • Peta Dasar

Peta dasar adalah peta yang digunakan sebagai dasar untuk membuat peta tanah atau wadah untuk menggambarkan delineasi satuan peta tanah.

  • Inklusi

Inklusi adalah deliniasi satuan peta tanah hampir selalu mengandung satuan tanah lain yang tidak disebutkan dalam satuan peta tersebut. Inklusi tersebut terlalu kecil untuk dideliniasi karena ukurannya <0.4cm.

2. Buat halaman yang berisi resume bahan kajian kuliah minggu pertama, yang berisi penjelasan (definisi dan penjelasannya)

Pada kuliah minggu pertama, materi pendahuluan yang telah disampaikan adalah tentang RKPS dan buku referensi di mata kuliah Survei Tanah dan Evaluasi Lahan. Dosen menjelaskan mata kuliah STELA memiliki total sks sebanyak 4sks, yang meliputi 2sks untuk kuliah, 1sks untuk tutor, dan 1 sks untuk praktikum. Dosen juga menjelaskan materi sebagai berikut:

  1. Survei tanah adalah penelitian tanah di lapangan dan di laboratorium yang dilakukan secara sistematis dengan metode-metode tertentu terhadap suatu daerah tertentu yang ditunjang oleh informasi dari sumber-sumber lain yang relevan.
  2. Evaluasi lahan adalah proses pengukuran, pencatatan, dan pengumpulan keterangan mengenai suatu areal tanah untuk mengevaluasi kegunaannya.
  3. Ada 5 faktor pembentuk tanah yang mempengaruhi sifat tanah, yaitu: topografi, bahan induk, iklim, aktu, dan organisme.
  4. Dalam mata kuliah STELA akan dilakukan kegiatan pemetaan tanah. Pemetaan tanah adalah penggambaran bentuk satuan geografis pada suatu peta dasar.

3. Setiap minggu akan muncul istilah-istilah baru dari bahan kajian yang diberikan, tambahkan pada halaman tersebut.

  • Interpretasi foto udara adalah kegiatan menganalisa citra foto udara dengan tujuan untuk mengidentifikasi dan menilai objek pada citra tersebut sesuai dengan prinsip-prinsip interpretasi.
  • Taksa tanah adalah kategori dalam taksonomi tanah dalam pengklasifikasian tanah berdasarkan jenis pencirinya. Taksa tanah terdiri atas ordo, subordo, greatgroup, subgroup, family, dan seri.
  • Konsosiasi adalah satuan peta tanah yang didominasi oleh satu satuan tanah dan tanah-tanah-tanah yang mirip, minimal 50% dari pedon-pedon yang ada dalam SPT tersebut.
  • Asosiasi tanah adalah  sekelompok tanah yang berhubungan secara geografis, tersebar dalam suatu satuan peta menurut pola tertentu yang dapat diduga tetapi karena terlalu kecilnya skala peta, tanah-tanah tersebut tidak dapat disajikan dalam satuan peta tanah tersebut.
  • Kompleks tanah adalah sekelompok tanah yang berbaur satu dengan lainnya tanpa ada pola tertentu atau tidak beraturan.
  • Grid adalah penentuan titik yang diterapkan pada survei tanah dengan memperhatikan kedetailan tertentu.
  • Kontur adalah garis khayal untuk menggambarkan semua titik yang mempunyai ketinggian yang sama di atas atau di bawah permukaan laut.

Poems By Famous Poets From Around The World

21 June 2012

 

 

 


Famous Australian Poets

 

John Grey – The Guy You Work With

 

Famous French Poets

 

Andre Breton – Always for the first time

 

Famous Poets from India

 

Sarojini Naidu – In Salutation to the Eternal Peace

Famous Irish Poets

W. B. Yeats – When You Are Old

 

Famous British Poets

 

Elizabeth Barrett Browning – Sonnet XLI

Christina Rossetti – A Green Cornfield

D H Lawrence – Conceit

William Shakespeare – Now, my co-mates and brothers in exile

Elizabeth Jennings – Answers

Rudyard Kipling – When Earth’s Last Picture Is Painted

Poets who won the Nobel Prize for Literature

 

Gabriela Mistral – Decálogo del Artista

Wislawa Szymborska – True Love

Czeslaw Milosz – Love

Famous Latin American Poets

Jorge Carrera Andrade – Biography

Carilda Oliver Labra – Eve’s Discourse

Jorge Luis Borges – The Art of Poetry

Federico Garcia Lorca – Debussy

Famous Asian Poets

Sengstan – The Great Way is not difficult

Wu Men – 10,000

Tu Fu – To my retired friend Wei

Li Bai – Drinking Alone Under The Moon

Kaneko Mitsuharu – Opposition

Nguyen Quyen-Pairs of Shoes

 

 
Famous American Poets

 

Edgar Allan Poe – To The Lake

e.e. cummings – if there are any heavens…

Other World Famous Poets

Yehuda Amichai – Pity, We Were A Good Invention

Nazim Hikmet – Hiroshima Child

Jalaluddin Rumi – your grief…

 



Keyakinan Akan Sebuah Mimpi wmv. Video TIK

18 June 2012

Ini adalah video kelompok TIK yang berjudul ‘Keyakinan Akan Sebuah Mimpi wmv’.
Video ini merupakan tugas mata kuliah TIK.

Have fun when you watch this video.  :)

 

YouTube Preview Image

Your Brain On Junk Food. Video

18 June 2012

this is about junk food…

 

YouTube Preview Image

Junk Food And Effects

18 June 2012

What comes to mind when you hear the word junk food? This food is delicious, but should be limited. Consumption of too much junk food can cause negative effects. Let’s read it for knowing junk food’s effects.

 

What Is Junk Food?

Junk food is an informal term for food that is of little nutritional value and  is deemed to be trash foods. Junk food contains large amounts of fat, low fiber, contain lots of salt, sugar, fat, high calories and additives, but low in nutrients, low in protein, vitamins, minerals, fiber as well. It is widely believed that the term was coined by Michael Jacobson, director of the Center for Science in the Public Interest, in 1972. Common junk foods include salted snack foods, gum, candy, sweet desserts, fried fast food, and carbonated beverages.

According to World Health Organization (WHO), a total of 10 food junk food include fried foods, canned foods, pickles, processed meat (ham, sausage, etc.), food from fatty meats and offal, processed cheese, instant noodles, food grilled or baked, frozen sweet dish, dried and candied.

 

Junk Food’s Effect On Health

Junk Food Affects Your Energy Levels

Junk food doesn’t contain the nutrients your body needs to stay healthy. As a result, you may feel chronically fatigued and lack the energy you need to complete daily tasks. The high levels of sugar in junk food puts your metabolism under stress; when you eat refined sugar, your pancreas secretes high amounts of insulin to prevent a dangerous spike in blood sugar levels.

Because fast food and junk food don’t contain adequate amounts of protein and good carbohydrates, your blood sugar levels will drop suddenly after eating, leaving you feeling grumpy, fatigued and craving sugar.

Junk Food Contributes to Poor Performance and Obesity

Junk food contains large amounts of fat, and as fat accumulates in your body, you’ll gain weight and could become obese. The more weight you gain, the more you’ll be at risk for serious chronic illnesses such as diabetes, heart disease and arthritis. You could even have a heart attack.

The high levels of fat and sodium in junk food can cause high blood pressure or hypertension. Excessive dietary sodium can also have a negative effect on renal function, even leading to kidney disease.

In the short term, high levels of dietary fat lead to poor cognitive performance. You’ll feel tired and have trouble concentrating because your body might not be getting enough oxygen.

Junk Food Can Damage Your Liver and Your Heart

The high levels of fat and sodium in junk food and fast food can contribute to heart disease by raising blood cholesterol levels and contributing to arterial plaque build up. The high levels of trans fatty acids found in many junk foods and fast foods can lead to fatty liver deposits, which, over time, can cause liver dysfunction and disease.

Junk Food Can Lead to Diabetes

Over time, the high levels of sugar and simple carbohydrates in junk food can lead to type 2 diabetes. This occurs because eating too much sugar puts your metabolism under stress; when you eat a lot of refined white sugar and simple carbohydrates, your body has to pump up insulin production to prevent a dangerous spike in blood sugar levels.

Because junk food doesn’t contain the protein or complex carbohydrates that your body needs to maintain consistent blood sugar levels, your blood sugar levels will drop suddenly soon after eating. You’ll crave sugar and likely end up eating more junk food.

Over time, this stress damages your body’s ability to use the insulin secreted by your pancrease. A healthy diet can help maintain your body’s insulin sensitivity.

Even in the short term, eating too much junk food can make you feel really uncomfortable. It can lead to mood swings and constipation, and lower your energy levels so that you lack interest in the exercise you need to burn off those extra calories.

Tooth Decay

Tooth decay is also caused by the extreme use of junk food in diet. Most of the fast food chains and sweetened juices, soft drinks and other processed food companies use low quality fats, sugar and high amount of salt in the processing of food. This can cause problems with teeth. Tooth decay has become very common in young children and the possible reason could be the use of these type of foods.

 

NB: Keep your health. Avoid consumption of too much junk food.

Sumber:

http://en.wikipedia.org/wiki/Junk_food

http://health.okezone.com/read/2012/06/06/486/642738/cara-hentikan-keinginan-makan-junk-food

http://www.fitday.com/fitness-articles/nutrition/healthy-eating/fast-food-nutrition-junk-foods-effect-on-your-body.html

http://gulnazahmad.hubpages.com/hub/Eating-between-the-meals-and-junk-food

Nucleic Acids

18 June 2012

Nucleic acids are biological molecules essential for known forms of life on this planet; they include DNA (deoxyribonucleic acid) and RNA(ribonucleic acid). Together with proteins, nucleic acids are the most important biological macromolecules; each is found in abundance in all living things, where they function in encoding, transmitting and expressing genetic information. Nucleic acids were discovered by Friedrich Miescher in 1869.

Molecular composition

In most cases, naturally occurring DNA molecules are double-stranded and RNA molecules are single-stranded. There are numerous exceptions, however—some viruses have genomes made ofdouble-stranded RNA and other viruses have single-stranded DNA genomes, and, in some circumstances, nucleic acid structures with three or four strands can form.

Nucleic acids are linear polymers (chains) of nucleotides. Each nucleotide consists of three components: a purine or pyrimidine nucleobase (sometimes termed nitrogenous base or simply base), a pentose sugar, and a phosphate group. The substructure consisting of a nucleobase plus sugar is termed a nucleoside. Nucleic acid types differ in the structure of the sugar in their nucleotides – DNA contains 2′-deoxyribose while RNA contains ribose (where the only difference is the presence of a hydroxyl group). Also, the nucleobases found in the two nucleic acid types are different:adeninecytosine, and guanine are found in both RNA and DNA, while thymine occurs in DNA and uracil occurs in RNA.

The sugars and phosphates in nucleic acids are connected to each other in an alternating chain (sugar-phosphate backbone) through phosphodiester linkages. In conventional nomenclature, the carbons to which the phosphate groups attach are the 3′-end and the 5′-end carbons of the sugar. This gives nucleic acids directionality, and the ends of nucleic acid molecules are referred to as 5′-end and 3′-end. The nucleobases are joined to the sugars via an N-glycosidic linkage involving a nucleobase ring nitrogen (N-1 for pyrimidines and N-9 for purines) and the 1′ carbon of the pentose sugar ring.

Types of Nucleic Acids

Deoxyribonucleic Acid

Deoxyribonucleic acid (DNA) is a nucleic acid containing the genetic instructions used in the development and functioning of all known living organisms (with the exception of RNA viruses). The DNA segments carrying this genetic information are called genes. Likewise, other DNA sequences have structural purposes, or are involved in regulating the use of this genetic information. Along with RNA and proteins, DNA is one of the three major macromolecules that are essential for all known forms of life. DNA consists of two long polymers of simple units called nucleotides, with backbones made of sugars and phosphate groups joined by ester bonds. These two strands run in opposite directions to each other and are therefore anti-parallel. Attached to each sugar is one of four types of molecules called nucleobases (informally, bases). It is the sequence of these four nucleobases along the backbone that encodes information. This information is read using the genetic code, which specifies the sequence of the amino acids within proteins. The code is read by copying stretches of DNA into the related nucleic acid RNA in a process called transcription. Within cells DNA is organized into long structures called chromosomes. During cell division these chromosomes are duplicated in the process of DNA replication, providing each cell its own complete set of chromosomes. Eukaryotic organisms (animals, plants, fungi, and protists) store most of their DNA inside the cell nucleus and some of their DNA in organelles, such as mitochondria or chloroplasts.[1] In contrast, prokaryotes (bacteria and archaea) store their DNA only in the cytoplasm. Within the chromosomes, chromatin proteins such as histones compact and organize DNA. These compact structures guide the interactions between DNA and other proteins, helping control which parts of the DNA are transcribed.

Ribonucleic Acid

Ribonucleic acid (RNA) functions in converting genetic information from genes into the amino acid sequences of proteins. The three universal types of RNA include transfer RNA (tRNA), messenger RNA (mRNA), and ribosomal RNA (rRNA). Messenger RNA acts to carry genetic sequence information between DNA and ribosomes, directing protein synthesis. Ribosomal RNA is a major component of the ribosome, and catalyzes peptide bond formation. Transfer RNA serves as the carrier molecule for amino acids to be used in protein synthesis, and is responsible for decoding the mRNA. In addition, many other classes of RNA are now known.

Similarities and Differences Between DNA and RNA

Characteristic DNA RNA
1. Deoxyribonucleic acid
2. Ribonucleic acid
3. Ribose sugar present
4. Deoxyribose sugar present
5. It’s sugar is linked to a phosphate group at one end and a nitrogenous base at the other end
6. Polymer of nucleotides
7. Nitrogenous bases:
         Adenine (A) present
     Thymine (T) present
     Uracil (U) present
     Cytosine (C) present
     Guanine (G) present
8. Two (2) double chains held in a double helix by hydrogen bonds
9. Single-stranded
10. Contains a chemical code or message which must be transcribed.  

References:

Budi Daya Tanaman Kumis Kucing

14 June 2012

Syarat Tumbuh

Iklim

  • 1) Curah hujan yang ideal bagi pertumbuhan tanaman ini adalah lebih dari 3.000 mm/tahun.
  • 2) Dengan sinar matahari penuh tanpa ternaungi. Naungan akan menurunkan kadar ekstrak daun.
  • 3) Keadaan suhu udara yang baik untuk pertumbuhan tanaman ini adalah panas sampai sedang.

Media Tanam

  • 1) Tanaman ini dapat dengan mudah tumbuh di lahan-lahan pertanian, untuk produksi sebaiknya dipilih tanah yang gembur, subur, banyak mengandung humus/bahan organik dengan tata air dan udara yang baik.
  • 2) Tanah Andosol dan Latosol sangat baik untuk budidaya kumis kucing.

Ketinggian

Ketinggian tempat optimum tanaman kumis kucing 500 – 1.200 m dpl.

Perbanyakan

Pada umumnya tanaman kumis kucing diperbanyak dengan stek batang atau stek cabang.

 

 

 

CARA BERCOCOK TANAM

Bibit

Kumis kucing sebenarnya menghasilkan bibit juga tetapi cara perbanyakan melalui stek telah umum sekali dan mudah dilakukan. Stek diambil dari batang yang tua dan dipotong sepanjang 20 cm dengan 2 – 4 ruas. Untuk penanaman sebaiknya kumis kucing disemai dulu, bila keperluan bibit hanya sedikit maka stek disemai dalam peti kecil yang diisi pasir sungai setebal 20 cm, tetapi bila bibit yang diperlukan banyak maka dibuat persemaian, juga atap menutup persemaian.

 

Persemaian

Tanah persemaian dicangkul sedalam 30 cm jarak tanam 5 X 10 cm dan stek ditanam miring dengan kedalaman 5 cm cara lain yaitu dengan menumbuhkan stek batang tersebut pada kantong plastik (polibag). Pesemaian ditempat terbuka harus diberi atap naungan dan dilakukan penyiraman secukupnya (tidak terlalu basah karena bibit mudah busuk), pada umur 10 hari biasanya stek mulai berakar dan bertunas dan umur 2 minggu tanaman sudah siap ditanam dilapangan. Sebelum pemindahan kelapangan naungan dikurangi secara bertahap.

 

Penanaman

Tanah dipersiapkan sebelumnya dengan cara mencangkul sedalam 50 cm dan diberi pupuk kandang sebanyak 0,5 – 1 Kg per lubang tanam. Jarak tanam dilapangan berkisar antara 40 X 40 cm hingga 60 X 60 cm. Satu lubang tanam dapat ditanami 1 – 6 stek. Waktu penanaman sebaiknya pada awal musim penghujan.

 

Pemeliharaan

Pemeliharaan meliputi berbagai kegiatan berikut ini:

  • Penyiangan dan Penggemburan tanah

Penyiangan dilakukan tergantung keadaan gulma yang tumbuh atau pada saat akan dilakukan pemupukan. Selain itu tanah harus dalam keadaan gembur, cara penggemburan bisa dengan cangkul atau digarpu.

  •  Pemupukan

Sebelum penanaman tanah diolah dan diberi puypuk kandang sebanyak 15 ton / Ha, sementara untuk pupuk dasar pada saat tanam diberikan pupuk SP-36 dan pupuk KCL dengan dosis yang dianjurkan masing-masing 200 Kg/Ha SP-36 dan 100 Kg/Ha KCl, sedangkan pupuk Urea yang dianjurkan adalah 100 Kg/Ha diberikan sebulan setelah tanam. Pada tanah yang kurang mengandung humus maka diantara tanaman kumis kucing ditanam pupuk hijau.

  •  Pemangkasan

Setelah tanaman cukup tingginya dilakukan pemangkasan dan daunnyadimasukan kedalam tanah diantara barisan tanaman kumis kucing.

Ditempat yang subur dan curah hujannya memadai, pemangkasan dapat dilakukan 4 – 6 minggu, setelah tanam, biasanya ditandai dengan kuncup mekar, untuk menjaga mutu daun maka bu nga-bunga harus segera dipotong.

  • Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama

Selama ini tidak ada hama atau penyakit yang benar-benar merusak tanaman kumis kucing. Hama yang sering ditemukan adalah kutu daun dan ulat daun.

Penyakit

Penyakit yang menyerang disebabkan oleh jamur upas (Upsia salmonicolor atau Corticium salmonicolor). Jamur ini menyerang batang atau cabang tanaman yang berkayu. Pengendalian dilakukan dengan perbaikan tata air, meningkatkan kebersihan kebun, memotong bagian yang sakit, pergiliran tanaman dan penyemprotan pestisida selektif.

Gulma

Gulma yang banyak tumbuh di lahan pertanaman kumis kucing cukup bervariasi dan kebanyakan dari jenis gulma kebun seperti rumput teki, lulangan, ageratum, alang-alang, dan rumput-rumput lainnya

Pengendalian hama/penyakit secara organic

Sama seperti pada tanaman obat lainnya bahwa pengendalian hama/penyakit secara organic pada pertanaman kumis kucing lebih diusahakan secara PHT (pengendalian hama secara terpadu). Termasuk di dalamnya system bercocok tanam secara tumpang sari akan dapat menghambat serangan hama/penyakit. Untuk pengendalian gulma sebaiknya dilakukan secara manual dengan cara penyiangan seperti telah dijelaskan di atas. Namun demikian apabila diperlukan dapat diterapkan penyemprotan dengan insektisida maupun pestisida nabati. Beberapa tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati dan digunakan dalam pengendalian hama antara lain adalah:

  • Tembakau (Nicotiana tabacum) yang mengandung nikotin untuk insektisida kontak sebagai fumigan atau racun perut. Aplikasi untuk serangga kecil misalnya Aphids.
  • Piretrum (Chrysanthemum cinerariaefolium) yang mengandung piretrin yang dapat digunakan sebagai insektisida sistemik yang menyerang urat syaraf pusat yang aplikasinya dengan semprotan. Aplikasi pada serangga seperti lalat rumah, nyamuk, kutu, hama gudang, dan lalat buah.
  • Tuba (Derris elliptica dan Derris malaccensis) yang mengandung rotenone untuk insektisida kontak yang diformulasikan dalam bentuk hembusan dan semprotan.
  • Neem tree atau mimba (Azadirachta indica) yang mengandung azadirachtin yang bekerjanya cukup selektif. Aplikasi racun ini terutama pada serangga penghisap seperti wereng dan serangga pengunyah seperti hama penggulung daun (Cnaphalocrocis medinalis). Bahan ini juga efektif untuk menanggulangi serangan virus RSV, GSV dan Tungro.
  • Bengkuang (Pachyrrhizus erosus) yang bijinya mengandung rotenoid yaitu pakhirizida yang dapat digunakan sebagai insektisida dan larvasida.
  • Jeringau (Acorus calamus) yang rimpangnya mengandung komponen utama asaron dan biasanya digunakan untuk racun serangga dan pembasmi cendawan, serta hama gudang Callosobrocus.

Panen/Pemetikan Daun

Pemetikan yang terbaik bila berumur tanaman sudah mencapai 10 minggu. Cara memetiknya dengan 4 – 6 helai daun paling atas beserta batangnya di petik, daun dibawahnya dipetik karena masuk daun tua dan menghasilkan produk yang kurang baik.Dari kebun yang kesuburannya sedang sampai baik akan diperoleh hasil 1.000 – 1.500 Kg/Ha daun kering/th.

Pengolahan Hasil

Daun yang dipetik kemudian dijemur dipanas matahari (merupakan cara konvensional), cara pengeringan yang baik dengan panas buatan (oven) caranya mula-mula daun dikering angin-anginkan di tempat atau di bangsal-bangsal yang mempunyai sirkulasi udara baik lalu daun di letakan diatas para-para, suhu yang baik dalam kamar oven antara 45o C sampai 50o C, pada waktu permulaan udra yang dialairkan cukup sedikit saja, baru setelah daun itu layu betul yaitu setelah 5 – 6 jam aliran udara ditambah, lamanya pengeringan sekitar 24 – 36 jam tergantung dari basahnya daun serta kelembaban udara .

Tempat pengeringan dibuat dari papan jangan dari logam, pada papan seluas 1 m2 dapat dihamparkan 1,5 Kg daun basah. Perlu diperhatikan daun yang baru dipetik harus segera dikeringkan agar tidak terperam yang akan mengakibatkan warna sawo matang pada daun, disamping itu juga harus dijaga p ula agar daun tidak luka atau rusak karena akn mengakibatkan daun bergaris-garis hitam.

Pengeringan dianggap cukup bila daun sudah rangup tetapi tidak mudah rapuh.

Daun yang telah kering harus segera dipaking dengan cara di bungkus dan dimasukan kedalam kaleng yang dilapisi aluminium dan tertutup rapat agar tidak menghisap uap air. Tiap kaeleng atau peti dapat dimasukan 50 Kg daun kering. Biasanya penyusutan dari daun basah menjadi daun kering denngan perbandi 5 : 1.

Sumber: http://afriansyah.wordpress.com/2009/03/31/budi-daya-tanaman-kumis-kucing-orthosiphon-stamineus-benth/

Next Page »