RSS
 

materi ekonomi politik pembangunan Kel.1

08 Nov

EKONOMI POLITIK PEMBANGUNAN

PENDEKATAN TEORI LIBERAL

BAB I

Pendahuluan

  1. Latar Belakang

Teori liberal merupakan  teori yang sangat dominan dalam mewarnai pembangunan ekonomi di dunia. Peletak dasar teori liberal antara lain Adam Smith, David Ricardo, T.R Malthus dan kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh para pengikutnya seperti WW. Rostow, Harold, dan Dommar, serta yang lainnya.

Selama ini banyak masyarakat yang memandang sinis kepada teori liberal. Teori ini sering dianggap sebagai bentuk penjajahan gaya baru terhadap golongan masyarakat bawah atau NSB yang tidak berdaya. Teori ini juga sering dianggap sebagai penyebab utama ketimpangan dan ketidakadilan sekonomi selama ini. Bahkan lebih dari itu, teori ini juga dianggap sebagai penyebab utama hancurnya ekosistem lingkungan yang diakibatkan oleh eksploitasi besar-besaran oleh kaum pemodal. Salah satu kontroversi tersebut muncul ketika SBY secara resmi meminang Boediono dianggap sebagai menjadi wakil presiden tahun 2009. Bahwasannya Boediono dianggap sebagai antek dari pemikiran Neo-Liberal yang selama ini dianggap sebagai penyakit bagi perekonomian Indonesia.

Pandangan diatas sebenarnya adalah pandangan yang terlalu berlebihan. Sebagai sebuah teori, pendekatan liberal bukanlah monster yang harus ditakuti. Banyak teori-teori liberal yang baik dan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat, meskipun juga terdapat teori-teori liberal yang perlu kita tolak. Pendekataan liberal akan menjadi masalah yang besar ketika berubah menjadi sebuah ideology liberalism yang mendarah daging dan diaplikasikan secara mutlak di NSB tanpa ada sikap kritis terhadapnya.

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

  1. Pengertian Teori Liberal

Dalam bahasa Indonesia liberal secara mudah dapat idartikan sebagi bebas atau kebebasan. Penamaan liberal tersebut tidak terlepas dari teori ini yang memberikan kebebasan yang besar kepada individu-individu atau unit-unit perekonomian untuk melaksanakan hal terbaik bagi kepentingan mereka masing-masing. Dalam system ekonomi liberal setiap individu diberi kebebasan untuk menguasai factor-faktor produksi utama baik yang berupa tanah atau sumberdaya alam, tenaga kerja, ataupun modal.

Teori liberal sebenarnya bermula dari teori yang digagas oleh Adam Smith dari mahzab klasik. Salah satu gagasannya adalah harus adanya kebebasan bagi setiap individu untuk bertindak berdasarkan kepenttingan dirinya sendiri. Pemerintah menurut dia tidak perlu melakukan intervensi terhadap jalannya sebuah perekonomian. Menurut Smith aka nada sebuah kekuatan (invisible hand) yang akan mengatur sebuah perekonomian berjalan dengan lancar dan sehat.

Dalam konteks ekonomi politik dan pembangunan menurut teori liberal keterbelakangan identik dengan ketertinggalan. Ketertinggalan tersebut dapat dikejar dengan strategi tertentu dan dalam waktu tertentu (strategic and the dimension). Ada dua strategi besar yang ditawarkan oleh teori liberal yaitu :

  1. High Economic Growth

Strategi ini banyak memfokuskan diri kepada pertumbuhan ekonomi yang tinggi saja. Pemerataan akan tercapai dengan sendirinya serta berjalan beriringan mengikuti pertumbuhan ekonomi yang ada. Menurut pandangan ini, pertumbuhan yang tinggi akan menimbulkan tetesan kebawah bagi masyarakat.

  1. International Free Trade

Dengan adanya international free trade diharapkan menjadi transfer og capital, technology and know how dari Negara maju ke Negara berkembang melalui perusahaan multinasional. Selain itu keberadaan international free trade diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dari industry local sehingga mampu bersaing dalam pasar global (perdagangan internasional)

  1. Ciri – cirri Teori Liberal
  2. Pengakuan yang luas terhadap hak – hak pribadi

Dalam ekomoni liberal setiap individu diberi kebebasan untuk memiliki sekaligus mengelola sumberdaya ekonomi yang ada untuk kepentingan mereka masing-masing. Bahkan sumber daya ekonomi strategis pun bisa dimiliki oleh  individu. Salah satu contoh konkret dari kebebasan tersebut adalah penguasaan minyak bumi oleh perusahaan – perusahaan swasta multinasional.

  1. Perekonomian diatur menurut mekanisme pasar

Dalam teori ini dikenal dengan istilah Laissez-faire, Laissez passer yang menghendaki campur tangan pemerintah seminimal mungkin. Jika terjadi banyak campur tangan pemerintah, pasar justru akan mengalami distorsi yang akan membawa perekonomian pada inefficiency dan ketidak seimbangan.

Proses keseimbangan pasar dapat dijelaskan sebagai berikut. Roda perekonomian digerakkan oleh interaksi secara bebas antara para konsumen dan para produsen secara bebas dipasar. Bagi konsumen, tujuan yang ingin diraihnya adalah kepuasan maksimum, sedangkan dari pihak produsen tujuan utamanya adalah laba maksimum.

Menurut Smith yang menggagas teori liberal, walaupun tiap orang mengerjakan sesuatu dengan dasar kepentingan pribadi, akan tetapi hasilnya bisa selaras dengan tujan masyarakat. Dampak aktivitas individu dalam mengejar kepentingan masing-masing terhadap kemajuan masyarakat justru lebih baik dibandingkan dengan tiap orang berusaha memajukan masyarakat.

  1. Motif penggerak roda perekonomian adalah motif laba

Dalam hal ini manusia diakui sebagani makhluk homo-economicus, yang selalu mengejar kepentingan sendiri. Paham seperti ini sering disebut paham individu (individualism). Mementingkan urusan pribadi dalam paham individualisme tidak harus men yebabkan berkuurangnya perjhatian terhadap kepentingan orang lain. Sebagaimana diucapkan oleh J.S. Mill, salah seorang pakar klasik yang berjasa membuat ilmu ekonomi yang kaku dan dingin menjadi lebih manusiawi: ” Orang bisa saja bersaing di sektor produksi dan bersifat sosial di bidang distribusi pendapatan”.

 

D.        Beberapa Contoh Penting Teori Liberal

  1. Teori Lingkaran Setan Kemiskinan Ragnar Nurske

Yang dimaksud dengan lingkaran setan kemiskinan di sini adalah suatu rangkaian kekuatan-kekuatan yang saling mempengaruhi satu sama lainnya, sehingga menimbulkan keadaan di mana suatu negara akan tetap miskin. Selain itu, negara tersebut akan mengalami banyak kesukaran untuk mencapai tingkat pembangunan yang lebih tinggi.

Nurske mengatakan “a poor country is poor because it is poor” (negara miskin itu miskin karena dia miskin). Baginya, hal terpenting dalam lingkaran kemiskinan adalah segala keadaan yang menimbulkan adanya hambatan dalam pembentukan modal yang tinggi. Menurut Nurske ada dua jenis lingkaran kemiskinan yang menghalangi negara-negara berkembang untuk mencapai tingkat pembangunan yang pesat, yakni :

  1. Dari segi/sisi penawaran :

Tingkat pendapatan masyarakat yang rendah yang diakibatkan oleh produktivitas rendah menyebabkan kemampuan masyarakat untuk menabung juga rendah. Rendahnya tabungan masyarakat tersebut akan menyebabkan tingkat pembentukan modal yang rendah pula. Modal yang rendah pada akhirnya akan menyebabkan suatu negara menghadapi kekurangan barang dan modal. Dengan demikian, tingkat produktivitas akan tetap rendah.

  1. Dari sisi permintaan modal :

Di negara-negara miskin, perangsang untukmelaksanakan penanaman modal rendah karena terbatasnya pasar untuk berbagai jenis barang. Terbatasnya pasar tersebut tidak lain disebabkan oleh pendapatan masyarakat rendah. Pendapatan yang rendah disebabkan oleh produktivitas rendah yang diwujudkan oleh pembentukan modal terbatas pada masa lalu. Pembentukan modal yang terbatas ini disebabkan oleh kurangnya untuk menanam modal.

 

 

Produktivitas

Rendah

Pendapatan

Rendah

Pendapatan

Rendah

Tingkat

Tabungan

Rendah

Tingkat

Tabungan

Rendah

Negara

Miskin

Pembentukan modal rendah

Secara sederhanalingkaran setan kemiskinan yang dikemukakan oleh Ragnar Nurske dapat digambarkan sebagai berikut :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Salah satu solusi untuk memutus lingkaran setan kemiskinan di atas menurut Nurske adalah melakukan strategi pembangunan eimbang yang di ataranya adalah pembentukan modal. Pembentukan modal ini bisa dilakukan engan cara mengundang pihak asing untuk menanamkan modal mereka di dalam negeris

 

 

Pembangunan seimbang ( balance growth) menurut Nurkse

Menurut Nurkse negara-negara berkembang  perlu melaksanakan pembangunan yang seimbang. Istilah pembangunan seimbang diciptakan oleh Nurkse walaupun sebenerya teori ini pertama kali dikemukakan oleh Rosenstrein-Rodan. Dia menulis gagasan untuk menciptakan program pembangunan di Eropa Selatan dan Tenggara dengan mengadakan industrialisasi secara besar-besaran. Rosenstrein-Rodan berangggapan bahwa mengadakan industrialisasi di daerah yang kurang berkembang merupakan cara untuk menciptakan pembagian pendapatan yang lebih merata di dunia untuk meningkatkan pendapatan wilayah dengan lebih cepat dibandingkan wilayah yang lebih kaya .

Tujuan utama dari menciptakan strategi yang demikian ini adalah untuk menciptakan berbagai jenis industry yang mempunyai hubungan erat satu sama lain, sehingga setiap industry akan memperoleh eksternalitas ekonomi (economic eksternality)n sebagai akibat dari corak industrialisasi yang dilakukan secara seimbang. Eksternalitas ekonomi sendiri oleh scitovsky diartikan sebagai jasa-jasa yang diperoleh dengan percuma oleh suatu industry dari satu atau beberapa industry lainnya. Nurkse ju8ga mengemukakan alasa tentang perlunya menjalankan program pembangunan seimbang adalah dalam analisisnya, iya menekankan bahwa pembangunan ekonomi bukan saja menghadapi kesukaran didalam memperoleh modal yang diperlukan. Aka tetapi juga dalam medapatkan pasar untuk barang-barang yang dihasilkan oleh berbagai industry yang akan dikembangkan .

Menurut Nurkse , faktor yang menentukan luasnya pasar adalah tingkat produktivitas. Dalam suatu perekonomian yang mempunyai sejumlah penduduk tertentu , jumlah barang dan jasa dapat dihasilkan dan dijual dalam suatu waktu tergantung pada tinggkat penggunaan modal dalam proses produksinya. Nurkse berpendapat bahwa negara-negara berkembang menghadapi dua jenis lingkaran kemiskinan , yakni dari sisi penawaran dan dari sisi permintaan.

Agar negara berkembang mampu melepaskan diri dari lingkaran kemiskinan yang mereka hadapi , perlu dilakukannya pembangunan seimbang, yaitu dalam waktu bersamaan dilaksanakan penanaman modal diberbagai industry yang memiliki kaitan erat satu dengan lainnya. Dengan cara semacam itu, luas pasar akan dapat diperbesar , karena kesempatan kerja dan pendapatan masyarakat yang diperoleh dari berbagai industry akan menciptakan permintaan terhadap barang-barang yang dihasilkan oleh berbagai industry yang dibangun.

Teori Pertumbuhan Ekonomi melalui Perdagangan Internasional

Tidak semua kebutuhan yang diperlukan oleh masyarakat dalam sebuah negara dapat dipenuhi oleh sumber daya yang ada dalam negara tersebut. oleh karena itu , setiap negara mau tidak mau harus melakukan transaksi dengan dunia luar. Dengan adanya interaksi internasional tersebut, diharapkan setiap negara mampu saling melengkapi dan saling memenuhi kebutuhan negara lainnya. Perdagangan luar negeri memiliki peran yang sangat penting bagi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi sebuah negara. Model pertumbuhan ekonomi yang dikembangkan oleh Keynes, perdagangan internasional merupakan salah satu variabel yang mempengaruhi pendapatan suatu negara. Secara sederhana , pandangan Keynes tersebut dapat dijelaskan dalam persamaan berikut :

 

Y = C+I+G+(X-M)

Dimana            : Y       = pendapatan sebuah negara

C       = pengeluaran yang dikeluarkan oleh sektor rumah tangga

I         = investasi atau pengeluaran modal yang dilakukan oleh sektor produsen

G       = pengeluaran yang dikeluarkan oleh pemerintah

X       = ekspor yang dilakukan oleh sebuah negara

M       = impor yang dilakukan oleh sebuah negara

 

Didalam perdagangan internasional , ada dua hal penting yang sangat membantu pembangunan ekonomi sebuah negara terutama negara berkembang yaitu :

  1. Adanya pergerakan modal dari negara maju ke negara berkembang. Dengan adanya perdangan internasional tersebut, diharapkan menjadi perpindahan modal dari negara maju ke negara berkembang yang kekurangan modal.
  2. Transfer of technology and know how lewat perusahaan multinasional ( multi national Corporation/MNC). Perdagangan internasional akan mendaatangka para MNC di negara-negara berkembang. Dengan adanya transfer of technology, perusahaan local diharapkan mampu mengaplikasikannya dalam pengembangan produksi .

Namun pada kenyataannya,banya para MNC yang tidak mau melakukan Transfer of Technology kepada negara-negara berkembang. Mereka hanya menjadikan negara berkembang sebagai pusat pasar mereka saja. Akibatnya, keberadaan MNC hanya menjadi alat yang mampu memperkuat hegomoni para kaum kapitalis di negara yang sedang berkembang terhadap MNC.

D.3 Teori Neo-Liberal

Teori  neo-liberal mulai hangat dibicarakan di Indonesia sejak pencalonan Boediono sebagai calon wakil presiden yang mendampingi SBY. Boediono oleh beberapa lawan politiknya selalu diidentikkan dengan paham neo-liberal yang sangat berbahaya bagi perekonomian Indonesia. Bahkan hampir setiap hari media massa mengulas masalah ini dengan mengundang berbagai macam pakar. Namun apa sebenarnya paham neo-liberal itu ? Sebagaimana yang dukemukakan oleh Awalil Rizky, neo-liberalisme tidak lain adalah bentuk mutakhir dari kapitalisme. Neoliberalisme tidak lain adalah kelanjutan dari konsep liberalisme yang merupakan perkembangan dari ekonomi kapitalisme.

D.3.1 Perkembangan Neoliberalisme

Sebagaimana yang dijelaskan sebelumnya bahwa neoliberalisme tidak lain adalah kelanjutan dari konsep liberalisme (klasik). Konsep liberalisme sendiri memiliki tiga ide dasar dalam sistem ekonominya, yaitu :

  1. Pengembangan kebebasan individu untuk bersaing secara bebas-sempurna di pasar
  2. Diakuinya kepemilikan pribadi terhadap faktor-faktor produksi
  3. Pembentukan harga barang-barang melalui mekanisme pasar yang sepenuhnya bebas

Gagasan pokok neoliberalisme sebenarnya sebagai penyempurnaan dari ketiga ide dasar di atas. Di antara pemikir yang dianggap sebagai penggagas neoliberalisme adalah Alexander Rustow, yang kemudian disempurnakan oleh para ekonom mazhab Chicago dan mazhab Freiburger. Perbedaan mendasar antara neoliberalisme dengan liberalisme (klasik) adalah pada ide tentang pembentukan harga pasar yang nyata tidak bersifat alami, melainkan memerlukan campur tangan negara. Akan tetapi dalam campur tangan pemerintah tersebut harus dilakukan dengan cara menerbitkan peraturan perundang-undangan.

Namun, gagasan neoliberalisme awal ini mulai tenggelam oleh konsep Keynes dan Keynesian yang lebih dikenal dengan konsep negara kesejahteraan. Dimana konsep ini lebih mendominasi pascaperang dunia II sampai dengan era tahun 1970-an. Dalam konsep Keynes, peran negara tidak sekedar penertiban agar mekanisme pasar bisa lebih beroperasi dengan baik melalui regulasi. Akan tetapi lebih dari itu, pemerintah bahkan melakukan intervensi dan menjadi pelaku ekonomi yang menentukan keadaaan pasar.

Salah satu ide terpenting dari neoliberalisme ini adalah pengurangan peran negara dalam perekonomian. Selain itu, neoliberalisme juga bersembunyi di balik tema globalisasi yang selama ini didengungkan oleh negara-negara maju seperti Amerika. Konsep neoliberalisme menjadi dikenal luas oleh publik secara lebih sistematis ketika diperkenalkan oleh John Williamson sebagai Washington Consensus. Yang dimaksud dengan Washington Consesus adalah kesepahaman dan kesepakatan lembaga-lembaga yang bermarkas di Washington mengenai rekomendasi kebijakan bagi negara-negara berkembang yang dilanda krisis yang akan diuraikan di bawah ini. Lembaga-lembaga tersebut adalah IMF, World Bank, dan US Tresurry Department. Menurut Awalil Rizky, rekomendasi tersebut pada hakikatnya adalah “pemaksaan secara halus” karena lembaga-lembaga tersebut memiliki kekuasaan atas banyak hal yang dibutuhkan oleh negara berkembang dalam mengatasi kritis.

D.3.2. Ide Pokok Neoliberalisme

Konsep neoliberalisme yang diperkenalkan oleh John Williamson sebagai Washington Consensus menjadi dikenal luas oleh publik, yang aman Konsensus Washington mencerminkan pendekatan pasar bebas terhadap pembangunan. Ada 10 butir kebijakan pembangunan yang sangat direkomendasikan oleh Konsensus Washington :

  1. Adanya disiplin fiskal. Pemerintah negara berkembang diminta menjaga anggarannya agar tetap surplus.
  2. Belanja pemerintah diprioritaskan untuk memperbaiki distribusi pendapatan dan membiayai proyek-proyek guna menaikkan pendapatan kelompok miskin.
  3. Sektor fiskal direformasi, terutama dengan melakukan perluasan objek pajak dan wajib pajak.
  4. Sektor finansial perlu diliberalisasikan lewat pemberlakuan suku bunga. Para penabung harus tetap mendapatkan suku bunga riil positif dan dihindari penetapan suku bunga khusus kepada debitur tertentu.
  5. Penentuan kurs mata uang dilakukan dengan mempertimbangkan daya saing dan kredibilitas.
  6. Perdagangan sebaiknya diliberalisasikan. Pemerintah harus menghapus hambatan yang sifatnya kuantitatif agar arus perdagangan bisa efektif dan efisien.
  7. Hendaknya investasi asing tidak didiskriminasikan. Perlakukanlah investasi asing sama dengan investasi domestik.
  8. BUMN seyogianya diprivatisasikan. Tujuannya untuk menaikkan efisiensi dan membantu pembiayaan defisit APBN.
  9. Program deregulasi yang menghilangkan segala macam bentuk restriksi atau hambatan bagi perusahaan baru yang hendak masuk pasar.
  10. Pemerintah perlu menghormati dan melindungi hak cipta agar menumbuhkan iklim kreatif dan inovatif dalam poses produksi.

 

Tiga poin utama dari sepuluh poin tersebut yaitu. Pertama, kebijakan iskal yang disiplindan konservatif. Kedua, privatisasi BUMN. Ketiga, liberalisasi pasar.

Sejak akhir tahun 1990-an ada upaya pengkajian ulang tentang konsensus tersebut. Namun para neoliberalis dinilai tidak mengubah pandangannya secara radikal, tetapi hanya sekedar revisi atau penyempurnaan saja. Maksudnya hanya mengamankan prinsif pokok konsensus dengncara memodifikasi jumlah resep pokok yang masih dianggap kurang.

Kebijakan terpenting yang diajukan Washington Consencus adalah pengendalian inflasi. Fokus yang berlebihan terhadap inflasi tidak saja bisa mendistorsikan kebijakan ekonomi melainkan juga menciptakan hambatan-hambatan yang dapat menurunkan fleksibilitas perekonomian.

Komponen selanjutnya yaitu adalah pengurangan peran pemerintah, serta pengendalian defisit anggaran. Tidak ada rumusan sederhana yang dapat digunakan untuk menetukantingkat defisit anggaran yang optimal. Defisit optimal sangat tergantung pada kadaan seperti siklus perekonomian yang tengah berlangsung, prospek pertumbuhan mendatang, penggunaan pengeluaran pemerintah, ketangguhan pasar finansial serta tingkat tabungan dan investasi nasional.

Dalam kenyataannya, baik dan buruknya defisit sangat bersifat kondisional, tergantung bagaimana penggunaan datna yang berasal dari defisit tersebut. Jika stabilitas makroekonomi sepenuhnya merujuk pada Washington Consencus, sering mempunyai pengaruh yang tidak menguntungkan bagi pertumbuhan ekonomi dan tingkat pengangguran.

Kebijakan lainnya yang dikedepankan adalah pentingnya penguatan finansial, di Indonesia sebut saja Stabilitas sistem Keuangan yang mana merupakan upaya menghindari terjadinya kembali krisis ekonomi. Akibatnya fungsi sistem finansial sebagai instrumen intermediasi menjadi terganggu

Pendekatan Teori Liberl (2)

  1. Teori Pembangunan Rostow

Teori yang ddikemukakan oleh Rostow mengenai Pembangunan ekonomi ini dalam bukunya yaitu yang berjudul The Stages of Economic Groth (1960) buku ini merupakan pengembangan artikelnya yang dimuat dalam Econommic Journal  edisi maret 1956. Dalam buku tersebut, ada 55 tahapan masyarakat dalam proses pemmbangunan ekonomi, yaitu: masyarakat tradisional (traditional society), prasyarat tinggal landas (preconditions for take-off), tinggal landas (the take-off), menuju kedewasaan (drive to maturity), dan konsumsi masa yang tinggi (high mass-consumption).

Menurut Rostow, pembangunan ekonomi atau proses transformasi suatu masyarakat tradisional menjadi masyarakat modern merupakan proses multidimensional. Menurutnya pemmbangunan ekonomi harus diiringi oleh beberapa perubahan dalam hal:

  1. Perubahan orientasi organisasi ekonomi, politik, dan sosial yang pada mulanya berorientasi kepada suatu daerah menjadi berorientasi keluar.
  2. Perubahan pandangan masyarakat mengenai jummlah anak dalam keluarga, yaitu dari menginginkan banyak anak menjadi keluarga kecil.
  3. Perubahan dalam kegiatan investasi investasi masyarakat, dari melakukan investasi yang tidak produktif (menumpuk emas, membeli rumah, dan sebagainya) mmenjadi investasi yang produktif.
  4. Perubahan sikap hidup dan adat istiadat yang kurang merangsang pembangunan ekonomi (misalnya penghargaan teerhadap waktu, penghargaan terhadap perorangan dan sebagainya) menjadi jauh lebih produktif.

Tahap   Pembangunan menurut Rostow

Sebagaimana yang telah dijelakan sebelumnya, ada 5 tahapan masyarakat dalam pembangunan ekonomi menurut Rostow, yaitu:

  1. Masyarakat Tradisional

Menurut Rostow, dalam masyarakat tradisional tingkat produksi per kapita dan produktivitas per pekerjaan masih sangat terbatas. Hhal ini diakibatkan oleh sebagian besar sumber daya masyarakat digunakan untuk kegiatan ddalam sektor pertannian subsistem. Dalam sektorr ini kemungkinan sangat kecil untuk masyarrakat mengadakan mobilitas secara vertical dalam strukturr sosial. Dengan kkatta lain kedudukan dalam mmasyarrakat tidak akan beebeda dengan kedudukan ayah, kakek, dan nenek mmoyyangnya. Struktur masyarakat yang seperti ini, hubungan keluarga ddan kesukuan sangat berpengaruh besar terhadap organisasi yang ada di dalam masyarakat., begitu pula dalam menentukan kedudukan seseorang dalam masyarakat. Dan menurut Rostow kebijakan pemerintah pada masa ini kebijakan pemerintah sangat dipengaruhi oleh pandangan tuan tanah atau penguasa yang berada didaerah.

  1. Tahapan Prasyarat Lepas Landas

Menurut Rostow, tahapan ini digambarkan sebagai suatu masa transisi dimana mmasyarakat mempersiapka dirinya untuk mencapai pertumbuhan atas kekuatan sendiri (self sustained growth). Menurut Rostow tahap ini dan sesudahnya pertumbuhan ekonomi akan tumbuh secara otomatis.

 

 

Ada dua corak dalam tahapan prasyarat tinggal landas ini,

Pertama, tahap prasyarat lepas landas yang dialami oleh negara-negara Eropa, Asia, Timur Tengah dan Afrrika. Tahap ini dicapai dengan cara perrombakan masyarakat tradisional yang sudah lama ada.

Kedua, tahap prasyarat lepas landas yang dialami oleh negara-negara yang dalam istilah Rostow disebut born free seperti Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan Selandia Baru. Dalam corak ini, tahap dilakukan tanpa merombak sistem masyarakat tradisional.

Rostow sangat mmendukung pandangan yang menyatakan bahwa pembangunan akan dengan mudah dicapai bila jumlahh tabungan ditingkatkan. Peningkatan jummlah tabungan pada akhirnya akan meningkatkan investasi yang mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi,  dengan adanya perubahan multidimensional itulah menurut Rostow akan memungkinkan  terjadinya kenaikan tabungan dan penggunaan tabungan dengan sebaik-baiknya. Perubahan tersebut seperti kemampuan masyarakat dalam menemukan hal-hal baru dan pemakaian ilmu pengetahuan modern dengan baik.

Meski menekankan pada terjadinya perubahan pada masyarakat, Rosto tidak berpandangan bahwa sektor pertanian harus ditinggalkan seluruhnya, namun sebaliknya  kemajuan sektor pertanian mempunyai peran penting dalam proses peralihan sebelum mencapai tahap lepas landas. Peran sektor pertanian tersebut adalah, pertama kemajuan pertanian menjamin peenyediaan bahan makanan bagi penduduk baik didesa maupun dikota. Kedua, kenaikan produktivitas disektr pertanian akan memperluas pasar dari bebrbagai kegiatan indutri.

  1. Tahapan Tinggal Landas.

Pada tahapan tinggal landas pertumbuhan ekonomi selalu terjadi. Pada tahap awal ini terjadi perubahan yang drastic dalam masyarakat seperti revolusi politik, terciptanya kemajuan yang pesat dalam inovasi, atau terbukanya pasar-pasar baru.

Menurut Rostow ada tiga syarat yang harus dipenuhi dalam tahap tinggal landas yaitu :

  1. Tingkat investasi neto melebihi 10% dari pendapatan nasional

Salah satu kondisi penting bagi tahap tinggal landas adalah kenaikan output perkapita harus melebihi tingkat pertumbuhan penduduk, demi mempertahankan tingggkat pendapatan perkapita yang lebih tinggi didalam perekonomian.

  1. Perkembangan sector – sector penting

Dalam hal ini ada tiga sector penting dalam sebuah perekonomian yaitu,

  1. Sector pertumbuhan primer, kegiatan ekonomi yang menciptakan pertumbuhan yang pesat dan menciptakan
  2. Sektor pertumbuhan suplementer, yaitu sector yang berkembang dengan cepat sebagai akibat langsung dari perkembangan di sector pertumbuhan primer.
  3. Sektor pertumbuhan terkait, kegiatan ekonomi yang berkembang seirama dengan kenaikan pendapatan, penduduk, dan produksi sector industry
  4. Hadirnya secara cepat kerangka dasar politik, sosial, dan organisasi yang menampung hasrat ekspansi di sector modern.
  5. Tahap menuju kedewasaan

Tahap ini ketika masyarakat telah dengan efektif menerapkan serentetan teknologi modern terhadap keseluruhan sumber daya mereka.

  1. Tahap Konsumsi Tinggi

Tahap terakhir dari teori pembangunan ekonomi Rostow. Pada tahap ini perhatian masyarakat lebih menekankan pada masalah – masalah yang berkaitan dengan konsumsi dan kesejahteraan masyarakat.

  1. Kekuatan Teori Liberal

Ada beberapa kekuatan dari pendekatan teori liberal yaitu :

  1. Teori ini sangat member ruang bagi individu ataupun pelaku ekonomi untuk berpikir, bertindak, dan berperilaku kratif, inovatif, dan enterpreurship ( berani mengambil resiko, pionir, dan membuat terobosan ).
  2. Teori liberal sangat menekankan kepada prinsip efisiensi , efektivitas, dan bertatakelola bersih serta baik ( clean and good governance ) di tingkat individu, pelaku ekonomi atau perusahaan maupun pemerintah , dan negara pada umumnya .
  3. Teori liberal sangat menekankan pada adanya persaingan yang mampu mendorong kepada kualitas tinggi, pemikiran dan aksi, baik dalam bentuk input, proses, outcome, dan output dalam mata rantai kegiatan ekonomi maupun politik.
  4. Teori liberal member iklim pengembangan dan pemanfaatan riset, ilmu, dan teknologi untuk segala macam kehidupan.
  5. Teori liberal menjamin kebebasan, pluralitas, dan supremasi hukum dalam politik serta mendorong regulasi dan standarisasi dalam output ekonomi dalam rangka pencapaian demokrasi politik dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi .

C. Kelemahan toeri Liberal

Selain memiliki kekuatan teori liberl tidak terlepas dari banyaknya kelemahan yang dimilikinya , diantaranya adalah :

  1. Terori liberal bias terhadap pengalaman, sejarah, dan kisah sukses negara maju di barat.
  2. Pendekatan yang dipakai dalam teori liberal adalah pendekatan linier, penyeragaman, dan homogenisasi dalam rekayasa sosia, ekonomi, maupun politik .
  3. Teori liberal sering menghancurkan nilai local , tradisional, dan peran agama serta dampaknya menghilangkan nilai extended family ( keluarga besar, termasuk menghilangkan kesucian pernikahan dan penghormatan kepada orang tua ).
  4. Teori liberal kurang mengapresiasi prinsip kerja sama dan saling percaya yang berbasis kepada hubungan sosial dan spiritual baik dalam pencapaian prestasi ekonomi maupun politik.
  5. Adanya over optimistic dari teori liberal dalam peramalan ekonomi maupun politik yang sering bertentangan dengan hasil-hasil rill di dalam aplikasi teori.
  6. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi serta industrialisasi sering bersamaan dengan terjadinya kemiskinan, pengangguran, ketimpangan, dan kerusakan ekologis yang parah serta utang luar negeri yang menggunung.

 

 

 

 
 

Leave a Reply

 
*
 
  1. Ruby Rohde

    16 January 2014 at 18:44

    Wow!!! Enjoy the detail and reception photographs!! Oh, and all the things in in between! Beautiful.