Rabraw, Probin dan Biotic (part 1)

Setelah purna dari gelar siswa, mereka pun berlanjut di kehidupan selanjutnya. Ya, kehidupan kampus dengan menyandang gelar barunya –maha- sebagai imbuhan awal dari gelar lamanya. Berbagai cara ia tempuh untuk menuju gerbang masa depan. Ada yang cukup dengan memilih gerbang impian, bertempur di medan perang, atau bertempur dengan tambahan uang. Semuanya tak luput dari ikhtiar, doa, dan keberuntungan masing-masing.

Di awal kehidupan barunya, mereka disambut oleh keluarga kampus dengan berbagai ciri khas kampusnya masing-masing. Jika dulu semasa sekolah kita melewati MOS (Masa Orientasi Siswa) atau MOPDB (Masa Orientasi Peserta Didik Baru), maka di kampus pun demikian. Namun dengan istilah berbeda. Khalayak menyebutnya OSPEK (entah itu kepanjangannya apa). Kalau setahuku pada jamanku, istilahnya PK2MU di UB kalau di univ lain PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru) dsb.

Ada 3 tahapan pengenalan kehidupan kampus yang dilewati oleh setiap maba di kampusku, yaitu di tingkat univ, fakultas dan jurusan. Nama dari agenda itu pun berbeda-beda bagi tiap tahapannya. Aku melewati 3 tahapan agenda ini dengan sebutan Rabraw, Probin dan Biotic.

Rabraw (RAJA Brawijaya) merupakan tahapan pertama yang kulewati di kampus ini, Kampus Biru, Kampus Perjuangan, Universitas Brawijaya. Aku masuk di UB pada tahun 2017, sebagai Adipati 55. Setiap kampus memiliki sebutannya masing-masing untuk maba di tiap angkatan. Angkatan 2018 sebagai Aryasatya 56. Angkatan 2019 sebagai Adyatama 57. Angkatan kalian nanti entah apa. Ohya, setiap angkatan maskotnya juga beda-beda. Maskot ini adalah ikon yang akan menemani tiap agenda Rabraw. Wujudnya boneka kartun berisi manusia yang mengandung filosofis atau makna-makna mendalam sebagai gambaran karakter dan harapan untuk maba tiap angkatan. Jangan lewatkan foto bersama mereka ya! Sebagai saksi bisu kalian melewati agenda Rabraw ini.

Rabraw bagi Adipati 55 diselenggarakan pada tanggal 19 Agustus 2017, masih dalam suasana kemerdekaan. Sebelum hari-H Rabraw, para maba telah disibukkan dengan berbagai penugasannya. Mulai dari upload twibbon di ig, membuat esai, video terkait solusi suatu permasalahan terkini, motivation letter yang berisi SWOT diri, menulis mars-hymne UB, mind map impian, atribut, barang bawaan, dan beberapa penugasan online (menjawab pertanyaan seputar UB) dsb. Semua penugasan ini diinfokan di web resminya rabraw, bisa diakses di https://rajabrawijaya.ub.ac.id/ atau biar ga ketinggalan info follow aja akun medsosnya, ig: @raja_brawijaya, line: @raja_brawijaya, twitter: @raja_brawijaya, youtube: RAJA Brawijaya, fb: RAJA Brawijaya.

Menurutku, semua penugasan ini mudah dan bisa dikerjakan mandiri. Teman-teman maba tidak perlu khawatir sulit atau tidak lulus dari tahapan ini. Insyaallah semua bisa terlewati dengan mudah. Belum pernah bikin dan edit video? Bisa googling aja tutorial edit video free online. Tidak perlu download dan install app/software juga bisa. Semua penugasannya tentang kita. Penjelasan tentang kita (kelebihan dan kekurangan diri, opini terkait suatu issu terkini, impian dan targetan diri selama di kampus dsb). Jadi, yang tau kita ya kita sendiri. Tidak ada yang salah dalam menjelaskan tentang kita. Selebihnya bisa cari tahu di google (materi terkait sejarah kampus, jumlah fakultas yang ada dikampus, materi terkait peran dan fungsi mahasiswa sebagai agen of change, iron stock dsb).

Lalu, terkait atribut dan barang bawaan itu dikerjakan semampunya kalian saja. Tidak perlu ngoyo! Dulu pas jamanku Rabraw, tugas pompom 5cm yang kubuat berhari-hari dengan pengukuran mendekati teliti namun tidak dicek. Hanya digunakan saat pembuatan video Rabraw. Take video menggunakan drone dari atas. Jadi gakeliat bener-bener 5cm atau enggak. Bendera merah putih juga demikian. Hanya dikibarkan saat take video oleh drone. Gabakal keliat jelas ukuran tongkat dan bendera seberapa. Tugas bawa ubi juga buat dimakan kita sendiri. Lagi-lagi tidak dicek. Bahkan ada juga yang gabawa ubi tapi aman-aman aja. Merk dan ukuran susu kotak juga tidak dicek. Entah aku dan beberapa temanku yang ga dicek ini karena terlewat (sebenarnya dicek) atau bagaimana aku juga kurang tau pasti.

Ohya, di event Rabraw ini juga bakal dapet konsumsi baik snack kue dan juga makanan berat dikotakan lengkap dengan air mineral dan krupuk juga sendok dan tissue. Meskipun nanti di akhir ada serifikat Rabraw, namun seberapa pentingnya sertif itu aku belum tau pasti. Tapi kalau sepemahamanku dari yang kubaca di buku panduan perkuliahan, tidak ada hubungannya sama sekali dengan akademik dan perkuliahan. Tidak ada poin yang menyebutkan bahwa syarat skripsi harus lulus ospek dan menyertakan sertif kelulusannya. Tidak ada. Jika ingin akademik lulus dengan mulus, hubungannya dengan sks, krs, khs, ipk, dan juga sikap. Maba menaati tata tertib kampus dan menempuh sks yang diambil dengan sebaik-baiknya, mendapatkan khs yang mulus, dapat mengambil sks sesuai kemulusan khsnya saat melaksanakan krs di semester berikutnya, dsb. (Entah berlaku buat jurusan dan univ yg lain apa enggak).

Mengapa kukatakan demikian? Karena aku mengamati, ada temanku yang bodo amat sama ospek tapi saat kehidupan perkuliahannya dijalani sebaik-baiknya ya hasilnya baik. Lalu, apa sebaiknya maba tidak perlu ospek? Semua maba bodo amat aja sama ospek? Apakah demikian lebih baik? Tentu tidak! Tidak demikian. Meskipun dulu aku juga pernah diingatkan oleh kakaku, yang juga alumni dari kampus ini untuk “Santai aja sama ospek mah. Sekip aja juga ga masalah”. Entah mengapa aku tidak bisa demikian. Aku yakin pasti ada hikmah di baliknya. Toh juga maba masih banyak waktu luangnya. Aku menjalaninya dengan sepenuh hati. Sambil kuselami dan kuterka, benarkah yang dikatakan kakaku. Aku ingin merasakan dan membuktikannya. Tapi aku sangat bersyukur, meskipun demikian kakaku tetap saja peduli padaku. Memberi saran untuk tidak larut malam menugas, memberi arahan dan mengantarku ke mana harus beli ini itu perlengakapan ospek. Sama sekali tidak mengacuhkanku meski tak mematuhi sarannya untuk santai aja, sekip aja ospek. Thanks a lot, Sista 🙂

Dan, benar. Semua pasti ada hikmah, dan jalaninya santai aja! (Sayang banget dulu aku ga santai, bener-bener cari bb disesuaiin sampe ke mana-mana, mubadzir sebenere). Tapi gaapa, banyak hikmah juga. Hikmah yang kuperoleh dari agenda Rabraw ini ya sesuai tujuan agenda, sesuai nama agenda –pengenalan kehidupan kampus- jadi lebih kenal sama almamater tercinta. Di setiap rangkaiannya selalu ada materi yang mengenalkan kita pada kehidupan kampus. Mulai dari sejarah kampus, kondisi kampus terkini, fasilitas kampus, sistem yang berlaku di kampus, capaian kampus, mawapres, ukm (semacam organisasi/ekskul istilahnya kalo dulu pas di sekolah), motivasi dari civitas akademika kampus, mahasiswa berprestasi, aktivis dan entrepreneur muda. Intinya panduan dan gambaran buat maba terkait what we can get here, why we must plan our success target, how to make it comes true dsb. Hampir semua yang dihidangkan saat hari-H berkaitan dengan tugas offline maupun online kita sebelum hari-H.

Hikmah kedua, jadi punya cerita jaman maba wkwk. Jadi punya kenangan manis yang precious dan unforgettable banget. Kita bakal terkenang saat tahun berikutnya dan berikutnya lagi. Setiap kali musim maba bakalan terkenang tentang perjuangan masa lalu. Terkenang seseorang yang berperan dalam perjuangan kita saat itu. Terkenang semangatnya perjuangan di awal perkuliahan sekaligus sebagai reminder semakin meningkatnya semester semangat juga harusnya meningkat. Reminder buat tobat dan pengobar semangat saat semangat di semester menuju tua kian meluntur, tak se-cemerlang dulu.

Hikmah ketiga, memperluas relasi. Di agenda Rabraw ini, seluruh maba dari seluruh jenjang berkumpul. Maba dibagi per-cluster yang terdiri dari berbagai fakultas. Jadi, kesempatan buat kalian memperluas relasi, saling tukar kontak dsb. Apalagi bagi maba sebatang kara yang gapunya temen, gapunya kerabat, gapunya kating, sabii banget kan nambah keluarga di event ini?

Hikmah yang keempat, waktu luang lebih berwarna. Ya, mayoritas maba pada tahap awalan masa perkuliahan masih banyak waktu luang. Bagi penduduk ngalam, mungkin sedikit tidak luang. Masih bisa melakukan aktivitas rumah, membantu ortu dan keluarga atau ngapain aja. Bagi perantau yang udah balik ngalam, masa iya cuma ngetem di kosan? Kan sayang banget waktunya. So, sabii buat mengerjakan penugasannya dengan senang hati. Mengukir kenangan masa maba dengan sepenuh hati.

Hikmah kelima, menemukan keseruan baru. Ya, keseruan baru. Mungkin bagi maba yang sebelumnya belum pernah editing video, karena ada penugasan video ini jadi cari tahu terkait editing video sekaligus menghasilkan karya pertamanya. Bagi yang gapernah bikin esai atau pernah tapi udah lama ga bikin, mungkin bakal cari tahu lagi tips dan step-step bikin esai yang baik sekaligus bisa numbuhin lagi keseruan bikin esai. Siapa tau jadi tertantang buat ikutan kompetisi esai dan sejenisnya di perkuliahannya nanti.

Hikmah lainnya? Temukan sendiri ya di agenda Rabraw kalian!

Semoga tulisan ini dapat memberi manfaat bagi kita semua, dan dapat diambil hikmah darinya. Mohon maaf apabila ada yang kurang berkenan di hati. Terima kasih telah membaca blog ini. Kritik dan saran sangat dinantikan, langsung aja di kolom komentar! Salam….

#KitaSatuBrawijaya! #BanggaBrawijaya #Adipati55

 

 

 

**Note: Ketentuan tiap tahun bisa saja berubah, keberuntungan tiap orang berbeda. Jadi bisa saja apa yang dialami Si A belum tentu dialami Si B (penugasan Si A kelewat, ga dicek tapi punya Si B dicek wkwk) begitu pun dengan yang kalian alami nanti.  Semangat 🙂 Do your best!

***Fyi: Kating kalian yang jadi panitia telah mengorbankan waktu, tenaga, pikiran buat kalian. Ngerelain balik ngalam duluan mengorbankan liburannya untuk mempersiapkan event penyambutan kalian. So, what we can do to appreciate them? (nilai yg kudapat di tahun kedua perkuliahan terkait ospek. Cobain dan buktiin di tahun kedua kalian!)

Posted in Uncategorized | Tagged | Comments Off on Rabraw, Probin dan Biotic (part 1)

Hello world!

Selamat datang di Student Blogs. Ini adalah posting pertamaku!

Posted in Uncategorized | 1 Comment