Kuliah Lapang Genetika Populasi di DD Orchid Nursery

Mata kuliah Genetika Populasi merupakan mata kuliah pilihan di jurusan Biologi, Universitas Brawijaya yang dapat diambil tiap semester ganjil. Pada tahun 2019, matkul ini menerapkan sistem 3 in 1, maksudnya pelaksanaan kuliah didampingi oleh dosen pengampu dari UB, dosen internasional, dan dosen praktisi. Tidak ada ujian tengah semester, namun sebagai gantinya terdapat agenda kuliah lapang yang berlangsung di lokasi dosen praktisi kami, pemilik DD Orchid Nursery, Bapak Renantanda Dedek Setia Santoso, S.Sos. Agenda ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 19 Oktober 2019 pukul 07.00-13.00 WIB (Gambar 1).

 

Gambar 1. Penyampaian materi oleh pemilik DD Orchid Nursery

  1. Pemuliaan anggrek

Salah satu upaya dalam pengembangan anggrek yang telah dilakukan para pemulia sejak dulu sampai sekarang adalah persilangan untuk mendapatkan varietas unggul. Perpaduan  dari  sifat unggul induk  akan  muncul  pada  hasil  persilangan. Penyilangan anggrek memerlukan waktu  yang  lama  dan  biaya  yang  besar. Indonesia kaya akan keragaman anggrek. Namun,  potensi  tersebut  belum  dimanfaatkan secara optimal. Hanya sebagian kecil anggrek alam yang dimanfaatkan sebagai induk  persilangan karena terbatasnya pengetahuan mengenai sifat-sifat  penurunannya.  Sebagian  besar sumber  daya  genetik  tersebut  belum dimanfaatkan  sebagai  induk  silangan (Widiasteoty dkk., 2016).

Penguasaan  sifat-sifat  kedua induk diperlukan dalam pemilihan  induk  jantan  dan  betina yang  akan  disilangkan, yaitu terkait sifat dominan,  seperti  ukuran  bunga,  warna dan bentuk bunga yang akan muncul kembali  pada  turunannya. Induk  betina yang  mempunyai  kuntum  bunga  yang kuat,  tidak  cepat  layu  atau  gugur,  mempunyai tangkai putik dan bakal buah yang lebih  pendek dipilih agar  penyilangan berhasil.  Tabung  polen (pollen tube)  dapat  dengan  mudah  mencapai kantong embrio yang terdapat pada bagian  bawah  bakal  buah apabila tangkai putik dan bakal buah pendek (Widiasteoty dkk., 2016).

  1. Kultur anggrek

Perbanyakan tanaman dengan teknik kultur jaringan telah terbukti sesuai untuk perbanyakan anggrek. Pemanfaatan teknik ini secara optimal memerlukan penguasaan kondisi yang tepat untuk pertumbuhan dan perkembangan anggrek secara  in vitro. Pemakaian media kultur dengan kandungan komponen-komponennya yang tepat dan mampu merangsang perbanyakan  protocorm-like bodies (PLB) ataupun tunas merupakan salah satu penguasaan kondisi. Faktor utama dalam perbanyakan dengan kultur jaringan adalah medianya. Media tumbuh pada kultur jaringan sangat besar pengaruhnya terhadap partumbuhan dan perkembangan eksplan serta bibit yang dihasilkannya (Tuhuteru dkk., 2018).

Air kelapa merupakan salah satu di antara beberapa persenyawaan kompleks alamiah yang sering digunakan dalam kultur jaringan untuk perbanyakan mikro anggrek.  Penggunaan air kelapa sebagai bahan organik merupakan salah satu cara untuk menggantikan penggunaan bahan sintetis yang dipakai dalam pembuatan media kultur, seperti kinetin.  Bahan sintetis sulit didapatkan dan harganya yang relatif lebih mahal sedangkan buah kelapa mudah diperoleh dan harganya terjangkau lebih murah. Air kelapa juga sepadan dengan bahan sintetis yang mengandung sitokinin atau merupakan hormon pengganti sitokinin (Tuhuteru dkk., 2018).

Adapun media yang digunakan untuk kultur aggrek di DD Orchid Nursery yaitu agar-agar murni dan agar yang ditambah arang aktif (Gambar 2). Agar tersebut bermerk Lumba-Lumba yang mudah dijumpai di kehidupan sehari-hari karena biasa digunakan untuk bahan konsumsi. Agar murni berfungsi untuk media kultur biji anggrek hingga tumbuh menjadi bibit kecil-kecil. Campuran agar dan arang aktif berfungsi untuk media kultur bibit anggrek setelah melewati tahap kehidupan dari media agar murni.

Gambar 2. Kultur anggrek di DD Orchid Nursery (a) ruangan kultur, (b) media kultur agar murni dan campuran agar-arang aktif

Anggrek yang telah tumbuh mencapai batas atas botol (posisi botol horizontal) dipindahkan ke media lumut (Spaghnum sp.) Tahapan ini disebut aklimatisasi (Gambar 3). Proses ini membutuhkan beberapa alat dan bahan, diantaranya yaitu pinset panjang atau kawat, cup plastik kecil, koran, spidol, botol benih siap lepas, lumut, dan air. Langkah pertama, benih dibuka kemudian air dimasukkan, dan botol dikocok untuk memecahkan media agar. Setelah itu, dilakukan penarikan bibit dengan pinset dibagian pangkal akar agar tidak patah. Bibit dikeluarkan dari botol dan diletakkan di koran lalu disisihkan. Media lumut (Spaghnum sp.) diletakkan di dasar cup (sekitar 1/3 cup), sebagian yang lain dikepali di tangan. Bibit anggrek di atas koran dimasukkan dalam kepalan lumut lalu diletakkan pada cup yang telah didasari lumut. Terakhir, ditambah lumut hingga dirasa pas (tidak terlalu padat ataupun renggang) agar bibit anggrek dapat tumbuh optimal.

Gambar 3. Tahapan aklimatisasi bibit anggrek

  1. Konservasi anggrek

Indonesia  memiliki  5000  jenis  bunga  anggrek namun yang  tinggal  di  alam mulai  terancam  kelestariannya  karena  kerusakan habitat.  Hutan-hutan  di seluruh Indonesia tempat tinggal anggrek alam setiap tahunnya semakin berkurang. Oleh karena itu, perlu adanya tindakan konservasi agar anggrek tetap lestari. Terdapat 2 jenis konservasi, yaitu konservasi eks-situ dan in-situ. Konservasi eks-situ  merupakan habitat buatan  untuk  jenis  anggrek  bukan  hutan  tropis  (anggrek  epifit, terrestrial, litofit, dan semi epifit). Sedangkan konservasi in-situ merupakan habitat alami anggrek yang di dalamnya diberi berbagai  penjelasan  mengenai  seluk  beluk  anggrek,  mulai  dari  identitas  hingga  pola  hidup anggrek tersebut. Kedua jenis konservasi tersebut dapat berfungsi sebagai tempat wisata yang mndidik. Wisatawan yang datang dapat mengikuti usaha konservasi anggrek dengan ikut melakukan  proses  penanaman,  pemupukan,  atau  penyiraman.  Setiap  wisatawan  yang datang  dan  turut  ikut  dalam  usaha  konservasi  anggrek  diberikan  apresiasi atas partisipasinya dalam konservasi anggrek. Adanya apresiasi yang diberikan  kepada  wisatawan  yang  datang,  diharapkan dapat menumbuhkan  rasa  peduli  terhadap  kondisi flora dan habitatnya, terutama anggrek (Yolanda dan Anggraini, 2019).

DD Orchid Nursery ini merupakan salah satu jenis konservasi eks-situ. Lokasi ini menjadi habitat buatan bagi anggrek-anggrek koleksi Pak Dedek yang diperoleh dari berbagai penjuru dunia. Wisatawan yang hadir juga dapat ikut serta melakukan kegiatan pemeliharaan anggrek bahkan pemilik menyediakan tempat tinggal dan makan gratis bagi siapa saja yang hendak magang di sana. Niat dan ketekunan merupakan kunci utama bagi pemagang, apabila kinerjanya baik dapat direkrut untuk bekerja di sana. Selain itu, kegiatan lain yang juga termasuk upaya konservasi anggrek yaitu membudidayakan dan meningkatkan nilai ekonominya. Hal ini dilakukan dengan membentuk jaringan produsen-distributor-konsumen serta menerapkan supply chain management, yaitu terdapat petani plasma dengan fase yang berbeda sehingga tidak akan terputus rantai pasoknya (Gambar 4). Saat ini sudah terbentuk 40 petani plasma yang tergabung dalam jaringan DD Orchid Nursery.

Gambar 4. Green house petani plasma DD Orchid Nursery

 

Referensi:

Tuhuteru, S., Hehanussa, M. L., & Raharjo, S. H. (2018). Pertumbuhan dan perkembangan anggrek Dendrobium anosmum pada media kultur in vitro dengan beberapa konsentrasi Air Kelapa. Agrologia1(1).

Widiasteoty, D., Solvia, N., & Soedarjo, M. (2016). Potensi anggrek Dendrobium dalam meningkatkan variasi dan kualitas anggrek bunga potong. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian29(3), 101-106.

Yolanda, R., & Anggraini, D. (2019). GALERI ANGGREK INDONESIA DI JAKARTA. Jurnal STUPA (Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur)1(1), 20-31.

 

 

 

 

Saat ini terdapat lebih dari 8000 spesies anggrek yang dimiliki oleh DD Orchid Nursery. Berikut ini saya lampirkan beberapa dokumentasi anggrek dari agenda kuliah lapang kemarin.

 

Posted in Uncategorized | Comments Off on Kuliah Lapang Genetika Populasi di DD Orchid Nursery

Tumbuh di Batu, Penyembuh Penyakit Batu

Sonchus sp. merupakan salah satu tanaman anggota asteraceae yang tumbuh liar di lingkungan sekitar kita. Biasanya sering dijumpai di area bebatuan, tebing pagar dan paving pekarangan rumah namun ada juga beberapa yang tumbuh liar di tanah. Uniknya, tanaman ini ternyata bermanfaat sebagai obat batu ginjal dan saluran kemih. Seolah terdapat suatu petunjukNya di balik segala sesuatu bagi hamba yang mau berfikir dan mengamati lingkungan sekitarnya.

Deskripsi tanaman

Tanaman ini tergolong terna tahunan yang memiliki tinggi 1-2 m, akar tunggang kokoh, batang berusuk, dan bergetah putih. Daunnya tunggal, tidak bertangkai, helai daun berbentuk lonjong atau lanset, berlekuk menjari atau berlekuk tidak teratur. Daun 8 bagian bawah terpusar membentuk roset, pangkal daun berbentuk panah atau jantung, pinggir daun bergerigi tidak teratur, panjang daun 6-48 cm, lebar daun 2-10 cm. Perbungaan berbentuk bonggol, mula-mula berwarna kuning terang, lama kelamaan berwarna merah kecoklatan (Lubis, 2018).

Herbarium Sonchus oleraceus L. (ISB, 2011)

Fitokimia dan Farmakologi

Kandungan kimia tempuyung yaitu alfa-laktuserol, beta-laktuserol, inositol, manitol, flavonoid, taraksasterol, silika, kalium, antrakinon, tanin, magnesium, natrium, dan asam fenolat. Daun tempuyung mengandung kalium yang tinggi, zat silika yang bermanfaat menghancurkan batu dalam saluran kemih, dan flavonoid yang berkhasiat sebagai antiradang. Penggunaannya secara tradisional yaitu dengan merebus daun segar tempuyung sebanyak 15-60 gram, lalu diminum airnya (Lubis, 2018).

Bagaimana tempuyung dapat mengobati penyakit batu ginjal?

Daun tempuyung memiliki kandungan kalium yang cukup tinggi. Kalium akan menyingkirkan kalsium untuk bergabung dengan senyawa karbonat, oksalat, atau ura yang merupakan pembentuk batu ginjal. Sehingga endapan batu ginjal akhirnya larut dan keluar bersama urin (Winarto dan Tim karyasari, 2004).

 

Referensi:

Institute for Systematic Botany. 2011. Sonchus oleraceus. http://florida.plantatlas.usf.edu/Plant.aspx?id=1785 diakses pada tanggal 28 Agustus 2019 pukul 03.02 WIB.

Lubis, R. Z. (2018). Pengaruh Variasi Jumlah Bahan Pengisi dan Ukuran Partikel Granul Terhadap Formulasi Sediaan Kapsul dari Kombinasi Serbuk Daun Kumis Kucing (Orthosiphon stamineus Benth), Keji Beling (Strobilanthus crispus Blume), dan Tempuyung (Sonchus arvensis L). (Skripsi, Universitas Sumatera Utara).

Winarto, W. P. dan Tim Karyasari. 2004. Tempuyung; Tanaman Penghancur Batu Ginjal. AgroMedia. Jakarta.

Posted in Uncategorized | Comments Off on Tumbuh di Batu, Penyembuh Penyakit Batu

Rabraw, Probin dan Biotic (part 1)

Setelah purna dari gelar siswa, mereka pun berlanjut di kehidupan selanjutnya. Ya, kehidupan kampus dengan menyandang gelar barunya –maha- sebagai imbuhan awal dari gelar lamanya. Berbagai cara ia tempuh untuk menuju gerbang masa depan. Ada yang cukup dengan memilih gerbang impian, bertempur di medan perang, atau bertempur dengan tambahan uang. Semuanya tak luput dari ikhtiar, doa, dan keberuntungan masing-masing.

Di awal kehidupan barunya, mereka disambut oleh keluarga kampus dengan berbagai ciri khas kampusnya masing-masing. Jika dulu semasa sekolah kita melewati MOS (Masa Orientasi Siswa) atau MOPDB (Masa Orientasi Peserta Didik Baru), maka di kampus pun demikian. Namun dengan istilah berbeda. Khalayak menyebutnya OSPEK (entah itu kepanjangannya apa). Kalau setahuku pada jamanku, istilahnya PK2MU di UB kalau di univ lain PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru) dsb.

Ada 3 tahapan pengenalan kehidupan kampus yang dilewati oleh setiap maba di kampusku, yaitu di tingkat univ, fakultas dan jurusan. Nama dari agenda itu pun berbeda-beda bagi tiap tahapannya. Aku melewati 3 tahapan agenda ini dengan sebutan Rabraw, Probin dan Biotic.

Rabraw (RAJA Brawijaya) merupakan tahapan pertama yang kulewati di kampus ini, Kampus Biru, Kampus Perjuangan, Universitas Brawijaya. Aku masuk di UB pada tahun 2017, sebagai Adipati 55. Setiap kampus memiliki sebutannya masing-masing untuk maba di tiap angkatan. Angkatan 2018 sebagai Aryasatya 56. Angkatan 2019 sebagai Adyatama 57. Angkatan kalian nanti entah apa. Ohya, setiap angkatan maskotnya juga beda-beda. Maskot ini adalah ikon yang akan menemani tiap agenda Rabraw. Wujudnya boneka kartun berisi manusia yang mengandung filosofis atau makna-makna mendalam sebagai gambaran karakter dan harapan untuk maba tiap angkatan. Jangan lewatkan foto bersama mereka ya! Sebagai saksi bisu kalian melewati agenda Rabraw ini.

Rabraw bagi Adipati 55 diselenggarakan pada tanggal 19 Agustus 2017, masih dalam suasana kemerdekaan. Sebelum hari-H Rabraw, para maba telah disibukkan dengan berbagai penugasannya. Mulai dari upload twibbon di ig, membuat esai, video terkait solusi suatu permasalahan terkini, motivation letter yang berisi SWOT diri, menulis mars-hymne UB, mind map impian, atribut, barang bawaan, dan beberapa penugasan online (menjawab pertanyaan seputar UB) dsb. Semua penugasan ini diinfokan di web resminya rabraw, bisa diakses di https://rajabrawijaya.ub.ac.id/ atau biar ga ketinggalan info follow aja akun medsosnya, ig: @raja_brawijaya, line: @raja_brawijaya, twitter: @raja_brawijaya, youtube: RAJA Brawijaya, fb: RAJA Brawijaya.

Menurutku, semua penugasan ini mudah dan bisa dikerjakan mandiri. Teman-teman maba tidak perlu khawatir sulit atau tidak lulus dari tahapan ini. Insyaallah semua bisa terlewati dengan mudah. Belum pernah bikin dan edit video? Bisa googling aja tutorial edit video free online. Tidak perlu download dan install app/software juga bisa. Semua penugasannya tentang kita. Penjelasan tentang kita (kelebihan dan kekurangan diri, opini terkait suatu issu terkini, impian dan targetan diri selama di kampus dsb). Jadi, yang tau kita ya kita sendiri. Tidak ada yang salah dalam menjelaskan tentang kita. Selebihnya bisa cari tahu di google (materi terkait sejarah kampus, jumlah fakultas yang ada dikampus, materi terkait peran dan fungsi mahasiswa sebagai agen of change, iron stock dsb).

Lalu, terkait atribut dan barang bawaan itu dikerjakan semampunya kalian saja. Tidak perlu ngoyo! Dulu pas jamanku Rabraw, tugas pompom 5cm yang kubuat berhari-hari dengan pengukuran mendekati teliti namun tidak dicek. Hanya digunakan saat pembuatan video Rabraw. Take video menggunakan drone dari atas. Jadi gakeliat bener-bener 5cm atau enggak. Bendera merah putih juga demikian. Hanya dikibarkan saat take video oleh drone. Gabakal keliat jelas ukuran tongkat dan bendera seberapa. Tugas bawa ubi juga buat dimakan kita sendiri. Lagi-lagi tidak dicek. Bahkan ada juga yang gabawa ubi tapi aman-aman aja. Merk dan ukuran susu kotak juga tidak dicek. Entah aku dan beberapa temanku yang ga dicek ini karena terlewat (sebenarnya dicek) atau bagaimana aku juga kurang tau pasti.

Ohya, di event Rabraw ini juga bakal dapet konsumsi baik snack kue dan juga makanan berat dikotakan lengkap dengan air mineral dan krupuk juga sendok dan tissue. Meskipun nanti di akhir ada serifikat Rabraw, namun seberapa pentingnya sertif itu aku belum tau pasti. Tapi kalau sepemahamanku dari yang kubaca di buku panduan perkuliahan, tidak ada hubungannya sama sekali dengan akademik dan perkuliahan. Tidak ada poin yang menyebutkan bahwa syarat skripsi harus lulus ospek dan menyertakan sertif kelulusannya. Tidak ada. Jika ingin akademik lulus dengan mulus, hubungannya dengan sks, krs, khs, ipk, dan juga sikap. Maba menaati tata tertib kampus dan menempuh sks yang diambil dengan sebaik-baiknya, mendapatkan khs yang mulus, dapat mengambil sks sesuai kemulusan khsnya saat melaksanakan krs di semester berikutnya, dsb. (Entah berlaku buat jurusan dan univ yg lain apa enggak).

Mengapa kukatakan demikian? Karena aku mengamati, ada temanku yang bodo amat sama ospek tapi saat kehidupan perkuliahannya dijalani sebaik-baiknya ya hasilnya baik. Lalu, apa sebaiknya maba tidak perlu ospek? Semua maba bodo amat aja sama ospek? Apakah demikian lebih baik? Tentu tidak! Tidak demikian. Meskipun dulu aku juga pernah diingatkan oleh kakaku, yang juga alumni dari kampus ini untuk “Santai aja sama ospek mah. Sekip aja juga ga masalah”. Entah mengapa aku tidak bisa demikian. Aku yakin pasti ada hikmah di baliknya. Toh juga maba masih banyak waktu luangnya. Aku menjalaninya dengan sepenuh hati. Sambil kuselami dan kuterka, benarkah yang dikatakan kakaku. Aku ingin merasakan dan membuktikannya. Tapi aku sangat bersyukur, meskipun demikian kakaku tetap saja peduli padaku. Memberi saran untuk tidak larut malam menugas, memberi arahan dan mengantarku ke mana harus beli ini itu perlengakapan ospek. Sama sekali tidak mengacuhkanku meski tak mematuhi sarannya untuk santai aja, sekip aja ospek. Thanks a lot, Sista 🙂

Dan, benar. Semua pasti ada hikmah, dan jalaninya santai aja! (Sayang banget dulu aku ga santai, bener-bener cari bb disesuaiin sampe ke mana-mana, mubadzir sebenere). Tapi gaapa, banyak hikmah juga. Hikmah yang kuperoleh dari agenda Rabraw ini ya sesuai tujuan agenda, sesuai nama agenda –pengenalan kehidupan kampus- jadi lebih kenal sama almamater tercinta. Di setiap rangkaiannya selalu ada materi yang mengenalkan kita pada kehidupan kampus. Mulai dari sejarah kampus, kondisi kampus terkini, fasilitas kampus, sistem yang berlaku di kampus, capaian kampus, mawapres, ukm (semacam organisasi/ekskul istilahnya kalo dulu pas di sekolah), motivasi dari civitas akademika kampus, mahasiswa berprestasi, aktivis dan entrepreneur muda. Intinya panduan dan gambaran buat maba terkait what we can get here, why we must plan our success target, how to make it comes true dsb. Hampir semua yang dihidangkan saat hari-H berkaitan dengan tugas offline maupun online kita sebelum hari-H.

Hikmah kedua, jadi punya cerita jaman maba wkwk. Jadi punya kenangan manis yang precious dan unforgettable banget. Kita bakal terkenang saat tahun berikutnya dan berikutnya lagi. Setiap kali musim maba bakalan terkenang tentang perjuangan masa lalu. Terkenang seseorang yang berperan dalam perjuangan kita saat itu. Terkenang semangatnya perjuangan di awal perkuliahan sekaligus sebagai reminder semakin meningkatnya semester semangat juga harusnya meningkat. Reminder buat tobat dan pengobar semangat saat semangat di semester menuju tua kian meluntur, tak se-cemerlang dulu.

Hikmah ketiga, memperluas relasi. Di agenda Rabraw ini, seluruh maba dari seluruh jenjang berkumpul. Maba dibagi per-cluster yang terdiri dari berbagai fakultas. Jadi, kesempatan buat kalian memperluas relasi, saling tukar kontak dsb. Apalagi bagi maba sebatang kara yang gapunya temen, gapunya kerabat, gapunya kating, sabii banget kan nambah keluarga di event ini?

Hikmah yang keempat, waktu luang lebih berwarna. Ya, mayoritas maba pada tahap awalan masa perkuliahan masih banyak waktu luang. Bagi penduduk ngalam, mungkin sedikit tidak luang. Masih bisa melakukan aktivitas rumah, membantu ortu dan keluarga atau ngapain aja. Bagi perantau yang udah balik ngalam, masa iya cuma ngetem di kosan? Kan sayang banget waktunya. So, sabii buat mengerjakan penugasannya dengan senang hati. Mengukir kenangan masa maba dengan sepenuh hati.

Hikmah kelima, menemukan keseruan baru. Ya, keseruan baru. Mungkin bagi maba yang sebelumnya belum pernah editing video, karena ada penugasan video ini jadi cari tahu terkait editing video sekaligus menghasilkan karya pertamanya. Bagi yang gapernah bikin esai atau pernah tapi udah lama ga bikin, mungkin bakal cari tahu lagi tips dan step-step bikin esai yang baik sekaligus bisa numbuhin lagi keseruan bikin esai. Siapa tau jadi tertantang buat ikutan kompetisi esai dan sejenisnya di perkuliahannya nanti.

Hikmah lainnya? Temukan sendiri ya di agenda Rabraw kalian!

Semoga tulisan ini dapat memberi manfaat bagi kita semua, dan dapat diambil hikmah darinya. Mohon maaf apabila ada yang kurang berkenan di hati. Terima kasih telah membaca blog ini. Kritik dan saran sangat dinantikan, langsung aja di kolom komentar! Salam….

#KitaSatuBrawijaya! #BanggaBrawijaya #Adipati55

 

 

 

**Note: Ketentuan tiap tahun bisa saja berubah, keberuntungan tiap orang berbeda. Jadi bisa saja apa yang dialami Si A belum tentu dialami Si B (penugasan Si A kelewat, ga dicek tapi punya Si B dicek wkwk) begitu pun dengan yang kalian alami nanti.  Semangat 🙂 Do your best!

***Fyi: Kating kalian yang jadi panitia telah mengorbankan waktu, tenaga, pikiran buat kalian. Ngerelain balik ngalam duluan mengorbankan liburannya untuk mempersiapkan event penyambutan kalian. So, what we can do to appreciate them? (nilai yg kudapat di tahun kedua perkuliahan terkait ospek. Cobain dan buktiin di tahun kedua kalian!)

Posted in Uncategorized | Tagged | Comments Off on Rabraw, Probin dan Biotic (part 1)

Hello world!

Selamat datang di Student Blogs. Ini adalah posting pertamaku!

Posted in Uncategorized | 1 Comment