Tugas Consumer Behavior_5 (Sub-Budaya)_Artikel 3

Mata kuliah : Perilaku konsumen

Kelas : BB

Oleh : Arta Kusuma

Dosen : Nanang Suryadi

Artikel 3 : Artikel 3_Budaya Indonesia dulu dan sekarang berkaitan dengan Perilaku Konsumen —>>> (PDF File)

 

Tugas Consumer Behavior_5 (Sub-Budaya)_Artikel 2

Mata kuliah : Perilaku konsumen

Kelas : BB

Oleh : Arta Kusuma

Dosen : Nanang Suryadi

Artikel 2 : Artikel 2_Memetakan kelas sosial di Indonesia untuk menjadi target pasar —>>> (PDF File)

 

Tugas Consumer Behavior_5 (Sub-Budaya)_Artikel 1

Mata kuliah : Perilaku konsumen

Kelas : BB

Oleh : Arta Kusuma

Dosen : Nanang Suryadi

Artikel 1 : Artikel 1_Pengaruh kelompok acuan terhadap minat pembeli —>>> (PDF File)

 

Jawaban UTS Marketing Strategic Planning No 4

Marketing Strategic Planning

Dosen : Dr. Christin Susilowati

Asisten : Nadiyah Hirfiyana R., SE., M

Kelas : BA

Dikerjakan Oleh : Arta Kusuma (0910220060)

  1. 1.      Executive Summary
    1. a.      Synopsis

Latar Belakang

Seiring dengan meningkatnya kebutuhan kita, perkembangan teknologi melaju dengan pesat. Dalam memasuki era globalisasi, semakin banyak teknologi yang dapat mempermudah manusia dalam melakukan berbagai aktivitas kehidupan. Kemajuan dibidang transportasi, komunikasi, kesehatan, pendidikan, dan bidang lainnya merupakan beberapa contoh bahwa kita semakin memerlukan teknologi dalam kehidupan ini. Dengan demikian, tidak diragukan lagi peranan teknologi dalam kehidupan manusia.

Saat ini, dunia telah mengenal suatu teknologi yang dinamakan internet. Melalui internet, semua orang dapat berkomunikasi dengan orang lain yang berada di berbagai belahan dunia. Melalui media ini pula mereka dapat memperoleh dan menyampaikan berbagai informasi yang dibutuhkan kapan dan dimana saja. Dengan adanya jaringan global, internet dapat diakses 24 jam sehari. Begitu memerlukan informasi tertentu, dalam hitungan detik kita dapat memperolehnya hanya dengan cara mengakses internet. Dapat dibayangkan betapa besarnya peranan media internet dalam kehidupan kita. Internet tidak hanya dapat digunakan dalam mencari informasi saja.

Media internet juga digunakan oleh berbagai kalangan dalam melakukan usaha bisnisnya melalui pembangunan Situs sebagai media promosi tentang bisnis yang dijalankannya. Warnet (Warung Internet) merupakan sala satu peluang bisnis di sektor jasa dengan pasar potensial yang terus berkembang. Kondisi seperti ini dimanfaatkan oleh salah satu penyedia jasa Warnet yang terletak di Jalan Lumajang No. 1 Malang, yaitu Osithok Net.

Seiring dengan berjalannya waktu, semakin banyak Warnet lain yang bermunculan, sehingga menyebabkan persaingan dibisnis ini semakin ketat. Hal ini membuat Global Internet membutuhkan strategi bisnis yang lebih inovatif dan efektif agar dapat mengatasi tekanan pada persaingan tersebut, bahkan diharapkan dapat mengembangkan usahanya dengan lebih besar lagi.

 

Gambaran Umum Warnet Global Internet

Global Internet adalah salah satu usah jasa dibidang Warnet yang terletak di Jalan Lumajang. Dalam menjalankan usahanya Global Internet memilik visi yaitu menjadi Warnet yang profesional di bidang teknologi internet dan informasi, sedangkan misi nya adalah mendukung visi dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat setempat dan para pelanggan Global Internet guna mencapai keuntungan yang maksimal.

 

  1. b.      Major Aspects Of The Marketing Plan

“Osithok Net” menggunakan software legal dengan mengikuti aturan dan harga yang tinggi.

a. Visi

Menjadi warnet yang multifungsi dan ikut berperan mencerdaskan anak bangsa.

Menjadi warnet yang ramah lingkungan.

b. Misi

Menghasilkan konsumen yang berwawasan luas dengan adanya pelatihan gratis yang bermutu tinggi.

c. Tujuan

Membangun sumber daya manusia Indonesia melalui akses internet cepat dengan fasilitas lengkap dan beredukasi.

d. Nilai

CERDAS (Cepat, Efektif dan Efisien, Ramah, Disiplin, Akuntabel dan Simpatik).

Turut Mencerdaskan anak bangsa dengan akses internet cepat.

 

PRODUK YANG DIHASILKAN

Produk berupa jasa akses internet dikemas secara user friendly, dengan cita rasa yang disesuaikan dengan selera dengan spesialisasi kebutuhan pasar, dan bertujuan membangun sumber daya manusia Indonesia melalui akses internet cepat dengan fasilitas lengkap dan beredukasi.

 

SEGMEN PASAR YANG DITUJU

Berdasarkan wilayah geografis, segmen pasar yang dituju adalah anak-anak sekolah, mahasiswa, pegawai, dan masyarakat umum yang berada di sekitar ”Osithok Net”.

 

STRATEGI PEMASARAN

  • Penataan ruangan yang artistik, efektif dan efisien.
  • Membina hubungan yang baik dengan pelanggan menggunakan member card.
  • Penambahan fasilitas dengan pelatihan edukasi gratis yang diadakan satu bulan sekali.
  • Optimalisasi keunggulan dengan konsep ” Osithok Net” yang tampil beda.

 

  1. 2.      Situation Analysis
  2. a.      Analysis of the internal environment
  3. a.      Strength

ü  Warnet Osithok Net lah memiliki perizinan, kewajiban pajak serta retribusi usaha sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga bila ada pemeriksaan dari petugas maka Warnet Global Internet telah mengantongi izin usaha.

ü  Warnet Osithok Net mempunyai tempat usaha yang cukup strategis diantara fasilitas umum, tempat kost mahasiswa dan di belakang Kampus Universitas Negeri Malang.

ü  Mempunyai usaha lain selain layanan internet yaitu mini kantin dengan menjual minuman dan makanan ringan.

ü  Tempat/Ruang usaha cukup luas dan dilengkapi dengan tempat parkir kendaraan roda dua, Air Condisioner, disamping itu setiap user disediakan ruangan tertutup sehingga nyaman bila berlama-lama dan akses internet yang cepat dengan harga yang terjangkau, sehingga membuat Osithok Net berbeda dengan yang lain.

ü  Mempunyai karyawan yang mengerti keutamaan palayanan, yakni mengerti kemauan pelanggan.

  1. b.       Weakness

ü  Sumber Daya Manusia.

ü  Karyawan yang sulit dapat dipercaya.

ü  Pengelola karena keterbatasan waktu dan usia, sehingga tidak dapat mengontrol bisnis Warnetnya sesering mungkin.

ü  Kondisi arus listrik yang tidak stabil, sehingga apabila semua peralatan listrik dinyalakan, maka arus listrik terputus.

ü  Promosi atau pemasaran yang kurang. Kurangnya promosi atau pemasarana akan jasa dan produk yang ditawarkan yaitu papan nama Warnet kurang jelas, tidak ada spanduk maupun lebel Warnet yang cukup mencolok sehingga mudah dilihat orang terpampang di tempat usaha dan yang paling utama belum adanya promosi melalui media internet yaitu belum adanya suatu Situs.

ü  Dalam mengelola managemen keuangannya kurang profesional artinya pengelola tidak mempertimbangkan faktor-faktor bisnis dalam keuangan tetapi menggunakan cara-cara managemen keluarga.

 

  1. b.      Analysis of the customer enviroment
    1. Kemampuan pegawai yang minim untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi pelanggan sewaktu menggunakan jasa internet.
    2. Keakraban yang dibangun antara pegawai dengan pelanggan masih kurang baik.
    3. Kurangnya kecepatan pegawai dalam menyelesaikan masalah pelanggan sewaktu menggunakan internet.
    4. Kejernihan suara yang dihasilkan oleh headset kurang maksimal.

 

Disamping itu, mayoritas pelanggan tetap Osithok Net memberikan apresiasi yang baik terhadap Jasa yang diberikan. Berikut ringkasan apresiasi terhadap Osithok Net:

  1. Kecepatan internet yang sangat baik dan cepat.
  2. Equip / fasilitas internet yang sangat baik yaitu berupa Razer Gaming.
  3. Tersedianya beberapa jenis game online pada Osithok Net yang membuat mereka betah menggunakan jasa Osithok Net.
  4. Tersedianya berbagai aneka makanan ringan maupun berat dan juga minuman bagi para pelanggan.
  5. Keamanan parkir, kendaraan bermotor disediakan di halaman dalam Osithok Net.

 

  1. c.       Analysis of the external enviroment
    1. a.      Opportunity

ü  Kesempatan yang diberikan kepada semua masyarakat untuk berusaha di bidang bisnis jasa Warnet oleh PT. Telkom, Tbk melalui produk yang di tawarkan yaitu Speedy.

ü  Warnet berada di tempat Strategis dimana berada diantara Kampus dan tempat kost para pelajar dan mahasiswa.

ü  Banyaknya Bank yang menawarkan kredit dengan suku bunga bersaing dapat menjadi opportunity untuk mengembangkan usaha.

 

  1. b.      Threath

ü  Banyak bermunculan bisnis sejenis. Munculnya Warnet-Warnet baru yang dilengkapi dengan fasilitas Wifi mengakibatkan meningkatnya persaingan bagi Warnet Osithok Net.

ü  Perkembangan Teknologi Informasi. Perkembangan teknologi Situs yang tidak dapat dihindarkan telah memunculkan layanan informasi melalui Situs yang mana sekarang telah disediakan oleh banyak kalangan usahawan Warnet dalam memudahkan pemasaran akan jasa dan produk yang ditawarkan, sehingga dapat dengan mudah diakses dimana saja dan kapan saja, juga konsumen dapat melihat profile, harga jasa pelayanan dan produk yang ditawarkan.

ü  Sumber Daya Manusia. Karyawan yang kurang jujur dapat menyebabkan keuangan perusahaan terganggu.

ü  Sosial Budaya. Adanya perubahan pola pikir dan gaya hidup konsumen terutama dikalangan mahasiswa meningkat. Dimana dengan memakai Laptop dengan fasilitas akses Wifi mereka beranggapan telah mengikuti perkembangan zaman serta dapat meningkatkan prestise.

 

3. SWOT Analysis

  1. a.      Strenghts :
  2. Tempat yang strategis
  3. Memiliki ijin usaha
  4. Mempunyai usaha lain
  5. Ruangan nyaman dengan harga terjangkau
  6. Kemampuan karyawan dalam melayani
  7. Spesifikasi Komputer dengan akses internet lebih baik

 

  1. b.      Weaknesses :
  2. Karyawan sulit dipercaya
  3. Pengelola tidak sering mengontrol
  4. Kondisi tegangan listrik tidak stabil
  5. Promosi kurang
  6. Managemen keuangan kurang profesional
    1. c.       Opportunities:
    2. Adanya kesempatan oleh PT.Telkom, Tbk.
    3. Penawaran kredit Bank dengan bunga bersaing
    4. Berada di tempat strategis
      1. d.      Threats:
        1. Munculnya bisnis sejenis
        2. Munculnya informasi dengan Situs
        3. Karyawan yang kurang jujur
        4. Meningkatnya gaya hidup dengan Laptop Wifi

 

  1. e.       Analysis of the SWOT matrix

Pada bagian ini Analisis SWOT digunakan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor strategis internal dalam kerangka Strength dan Weakness serta faktor-faktor strategis eksternal dalam kerangka Opportunity dan Threat. Serta untuk menentukan alternatif strategi dan penentuan pilihan strategi pengembangan  usaha bisnis jasa Warnet Global Internet.

 

DIAGRAM ANALISIS SWOT

                                                       Peluang Besar

Konservatf                                Agresif

 

Internal lemah                                                                                               Kekuatan Int besar

Defensif                                   Kompetitif

Ancaman Besar

             

 

IFAS

 

EFAS

STRENGTHS (S)

  1. 1.      Tempat yang strategis

 

  1. Memiliki ijin usaha

 

  1. Mempunyai usaha lain

 

  1. Ruangan nyaman dengan harga terjangkau

 

  1. Kemampuan karyawan dalam melayani

 

  1. Spesifikasi Komputer dengan akses internet lebih baik
WEAKNESESS (W)

  1. 1.      Karyawan sulit dipercaya

 

  1. Pengelola tidak sering mengontrol

 

  1. Kondisi tegangan listrik tidak stabil

 

  1. Promosi kurang

 

  1. Managemen keuangan kurang profesional
OPPRTUNITIES (O)

  1. Adanya kesempatan oleh PT.Telkom, Tbk.

 

  1. Penawaran kredit Bank dengan bunga bersaing

 

  1. Berada di tempat strategis
THREATS (T)

  1. 1.      Munculnya bisnis sejenis

 

  1. Munculnya informasi dengan Situs

 

  1. Karyawan yang kurang jujur

 

  1. Meningkatnya gaya hidup dengan Laptop Wifi
STRATEGI ST

  1. Melalukan promosi yang lebih gencar melalu berbagai media
  2. Setiap bulan mengadakan evaluasi kinerja guna meningkatkan kualitas etos kerja
  3. Menambahkan fasilitas-fasilitas atau peralatan yang menunjang guna meningkatkan kepuasan terhadap konsumen
  4. Menambahkan beberapa software yang kini sedang banyak digunakan oleh mahasiswa maupun kalangan umum
  5. Menambahkan usaha baru yaitu Game Online, fasilitas pengaksesan internet dengan Hospot Wifi

 

  1. f.       Developing competitive advantages
    1. Dengan menambahkan usaha baru yang masih berhubungan dengan usaha utama yaitu Game Online, fasilitas pengaksesan internet dengan Hospot Wifi (prabayar) bagi para pengguna yang lebih nyaman menggunakan Laptop pribadi dan merancang Situs Portal untuk mengoptimalkan penyampaian informasi akan produk dan jasa layanan pelanggan Warnet Global Internet secara online.
    2. Dengan menambah produk usaha lain yang tidak ada kaitannya dengan usaha utama yaitu penjualan voucer Hand Phone, bisnis ini saat cocok untuk kondisi Warnet dimana tempat strategi yang berada di sekitar kost pelajar/mahasiswa, menambah usaha foto copy serta menjual alat tulis.
    3. Dengan melakukan usaha patungan dengan melihat strength perusahaan serta mempertimbangkan weakness perusahaan.
    4. Terakhir, dengan hasil analisis ini komentar dari pengguna atau user merasa puas dengan hadirnya Situs Global Internet, karena mereka selalu mendapatkan kemudahan akan informasi jasa dan produk yang ditawarkan saat ini, berita teknologi yang selalu ter-update dan dapat berbagi pengalaman melalui forum yang tersedia.

 

  1. g.      Developing a strategic fokus
    1. Melalukan promosi yang lebih gencar melalu berbagai media
    2. Setiap bulan mengadakan evaluasi kinerja guna meningkatkan kualitas etos kerja
    3. Menambahkan fasilitas-fasilitas atau peralatan yang menunjang guna meningkatkan kepuasan terhadap konsumen
    4. Menambahkan beberapa software yang kini sedang banyak digunakan oleh mahasiswa maupun kalangan umum
    5. Menambahkan usaha baru yaitu Game Online, fasilitas pengaksesan internet dengan Hospot Wifi

STRATEGI PEMASARAN

  • Iklan/promosi dilakukan di media-media cetak dan non cetak.
  • Bentuk-bentuk iklan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti semua kalangan.
  • Penataan ruangan yang artistik, efektif dan efisien.
  • Membina hubungan yang baik dengan pelanggan menggunakan member card.
  • Penambahan fasilitas dengan edukasi gratis yang diadakan satu bulan sekali.
  • Optimalisasi keunggulan dengan konsep ”go green” yang tampil beda.

STRATEGI MERK

Dalam rangka menanamkan brand image warnet yang ramah lingkungan, ”Green Warnet” memberikan member card kepada setiap pelanggan, yang telah berkunjung lebih dari tiga kali. Member card tersebut terbuat dari kertas daur ulang yang dimodifikasi.

 

Download Word Doc : Jawaban UTS Marketing Strategic Planning No 4

 

Tugas Consumer Behavior_4 (Kepribadian dan Perilaku Konsumen)

Tugas Consumer Behavior Part 4 (Kepribadian dan Perilaku Konsumen)

Mata kuliah : Perilaku konsumen

Kelas : BB

Oleh : Arta Kusuma

Dosen : Nanang Suryadi

 

1. Beberapa kepribadian manusia

 

Dari sekian banyak jumlah manusia yang berasal dari berbagai ras dan keturunan yang berbeda di muka bumi, sebenarnya tipe dasar kepribadian manusia tidak lebih dari 10 macam. Banyak buku-buku yang menulis tentang tipe-tipe dasar kepribadian manusia menurut versi mereka masing-masing. Tapi kali ini saya hanya akan mengangkat 4 tipe kepribadian dasar manusia menurut Florence Litauer dalam bukunya Personality Plus.
1. Tipe Koleris

Mereka-mereka ini adalah manusia dengan bakat pembawaan sebagai seorang pemimpin (walaupun tidak semuanya jadi pemimpin). Mereka menyukai tantangan dan senang memerintah, penuh pertimbangan, cenderung berpikir negatif, pendendam yang kronik, hidup berdasarkan definisinya tentang hal-hal disekitarnya, dan selalu menilai sesuatu menurut logika. Memang secara umum kepribadian yang satu ini kedengaraanya buruk, tapi mereka sebenarnya adalah pengabdi yang setia kepada persahabatan, peduli dengan keadaan orang lain, punya bakat dalam menyelesaikan masalah dengan kreatif, bergerak dengan rencana dan teriorientasi pada jadwal, dan bisa diandalkan untuk mengemban tanggung jawab.
Cara menaklukkannya :

Kepribadian Koleris tidak suka dikritik, dan sebaliknya sangat suka mengkritik orang lain. Inti sebuah perdebatan bagi mereka adalah kemenangan, bukan kebenaran. Jadi, jika anda terlibat dalam sebuah perdebatan dengan manusia model ini, jangan pernah mengkritik opini mereka. Jika anda tidak setuju, cukup kemukakan opini anda tanpa harus mematahkan argumentasi mereka. Jika anda berhasil menempatkan diri anda pada posisi netral, maka anda sudah memenangkan pertemanan mereka.
2. Tipe Sanguin

Manusia tipe Sanguin adalah mereka-mereka yang humoris, supel, easy going, ekspresif, punya rasa ingin tahu yang besar, dan selalu mengikuti perkembangan jaman. Dalam pergaulan, mereka tidak kesulitan dalam mencari pertemanan karena pembawaannya yang memang disukai banyak orang, walaupun cenderung menguasai pembicaraan dan sering membesar-besarkan. Tapi kepribadian Sanguin terlalu cepat merasa bosan, termasuk dalam hal pekerjaan. Cepat kehilangan antusiasme, tempramen, egois, dan gampang lupa adalah kekurangan orang-orang bertipe Sanguin. Konon katanya, seseorang dengan kombinasi antara kepribadian Koleris dan Sanguin sangat berpotensi menjadi penguasa/orang yang berhasil.
Cara Menaklukkannya :

Titik kelemahan kepribadian Sanguin adalah pujian. Hampir semua kegiatan yang mereka lakukan didasarkan oleh niat untuk mendapat pujian atau penghargaan dari orang disekitarnya. Baik itu pujian untuk karya-karyanya, hasil kerjanya, atau apapun yang ada pada mereka. Jika anda bisa memberikan penghargaan yang tulus kepada mereka, walaupun dalam bentuk kecil seperti tertawa saat mereka bergurau atau sekedar menjadi pendengar yang baik, anda akan memenangkan hati mereka.
3. Tipe Melankolis

Manusia tipe ini lebih sering menyendiri dan punya perasaan yang sangat peka. Berbakat menjadi musisi (khususnya musik melankolis) karena kepekaannya yang terkadang berlebihan terhadap apapun yang menyangkut perasaan. Tipe manusia ini kurang cepat tanggap kepada hal-hal yang berbau humor sehingga memiliki kesulitan dalam pergaulan yang informal. Selalu ragu-ragu dalam mengambil keputusan dan membutuhkan persetujuan orang lain sebelum bertindak.
Cara Menaklukkannya :

Manusia Melankolis seperti ini membutuhkan dukungan moral untuk hampir semua keputusan penting yang akan mereka ambil. Tidak sulit untuk memenangkan pertemanan mereka, karena yang mereka butuhkan hanyalah teman yang bisa terus ada disaat mereka sedang membutuhkan dukungan moral (yang sangat sering bila dibandingkan dengan orang-orang lain). Jadilah pendukung mereka, maka mereka akan menjadi “pasukan” anda.
4. Tipe Plegmatis

Kepribadian yang satu ini memang bukan penyediri seperti kepribadian Melankolis. Mereka adalah orang-orang yang senang dan mudah bergaul, namun dalam pergaulannya lebih sering diam dan berada di posisi pendengar. Kepribadian Plegmatis berwatak sabar, cenderung menyembunyikan emosi, dan bijaksana dalam pergaulannya sehingga seringkali menjadi penengah yang baik. Pada dasarnya, mereka adalah kepribadian dengan pembawaan yang bersifat dewasa. Namun mereka cenderung kurang memiliki antusias terhadap perubahan dan kegiatan baru sehingga mereka jugalah manusia-manusia paling membosankan di muka bumi. Mereka tidak cakap ketika diharuskan untuk memimpin sehingga lebih sering menghindari tanggung jawab. Konon katanya, kesabaran dan kebijaksanaan kepribadian ini memang digilai oleh lawan-lawan jenisnya namun mereka tidak dibekali bakat memimpin, atau kasarnya, terlahir untuk jadi bawahan.
Cara Menaklukkannya :

Kepribadian Plegmatis tidak menyukai kepribadian orang lain yang sama pasifnya dengan mereka. Karena mereka lebih senang dipimpin daripada memimpin, yang mereka butuhkan adalah orang-orang yang lebih bisa mendominasi mereka (dengan kadar yang wajar tentunya). Anda tidak perlu membuang tenaga untuk memenangkan hati orang-orang Plegmatis karena mereka lebih senang mendengarkan dan memberikan anda nasehat. Jadikan mereka tempat curhat anda, adalah cari paling mudah memfondasikan pertemanan anda dengan mereka.
Kepribadian manusia terkadang memang jauh lebih kompleks sehingga ada juga yang membagi tipe kepribadian manusia menjadi 20 lebih poin. Tapi 4 poin di atas adalah tipe kepribadian dasar yang pasti dimiliki semua orang, termasuk anda. Semoga bacaan ini bisa membantu anda mengerti kebutuhan kepribadian orang-orang lain di sekitar anda, atau setidaknya bisa membantu anda mengenali kepribadian anda sendiri.

 

Sumber : http://mu-ri.blogspot.com/2011/11/4-tipe-kepribadian-manusia-dan-cara.html

 

2. Teori tentang apakah kepribadian itu diciptakan atau berdasarkan lingkungan

File PDF : 76776652-1-Introduction-to-Personality-Theory-Auto-Saved

Sumber : http://www.scribd.com/doc/76776652/1-Introduction-to-Personality-Theory-Auto-Saved

 

3. 5 Jurnal mengenai kepribadian yang berpengaruh terhadap konsumen (Abstrak).

File :

Jurnal 1

Jurnal 2

Jurnal 3

Jurnal 4

Jurnal 5

Sumber:

ftp://ftp.cba.uri.edu/classes/R_Dholakia/CB%20-%20Dholakia/wk%2011%20presentations/Aaker_Summary_a.doc

http://www.acrwebsite.org/volumes/display.asp?id=6294&print=1

 

Tugas Consumer Behavior_3 (Motivasi Konsumen)

Tugas Consumer Behavior Part 3 (Motivasi Konsumen)

Mata kuliah : Perilaku konsumen

Kelas : BB

Oleh :Arta Kusuma

Dosen :Nanang Suryadi

Telkomsel Kartu As “Drama Lebay” HD Version

[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=H1uwAY2yZfE[/youtube]

Dalam iklan drama berdurasi pendek tersebut, menceritakan bahwa, Kimi akan memutuskan cowoknya sebagai pacar, karena tidak pernah menghubunginya. Kimi menanyakan mengapa tidak pernah menghubunginya. Kemudian Cowok itu menjawab bahwa dia tidak memiliki pulsa. Seakan itu adalah sebuah alasan yang tidak masuk akal dan membuat Kimi pun terjatuh akan hal itu.

Kemudian Komedian Sule sebagai penengah, memberikan solusi bagi keduanya. Yaitu agar memakai kartu AS agar keduanya dapat berkomunikasi dengan mudah. Dengan tarif yang murah yaitu telepon gratis selama 30 jam berkali-kali dan sms gratis. Solusi Sule pun menjadi akhir dari drama ini yang kemudian Kimi dan pacarnya tidak jadi putus dan dapat berkomunikasi kembali.

Iklan itu terdapat unsur komedinya. Karena Sule merupakan Komedian yang sedang naik daun, dan diisi dengan tarian yang lucu dari seorang nenek yang disampingnya sule. Jalan cerita tersebut sangatlah unik. Drama yang dikombinasikan dengan komedi membuat para calon pelanggan pun selalu mengingatnya akan iklan tersebut. Sehingga dapat membuat para calon pelanggan berpikir untuk menggunakan produk Kartu AS dengan tawaran tarif murah telpon berkali-kali 30 jam dan sms gratis.

Menurut saya, Unsur motivasi dalam iklan tersebut terletak pada Sule dengan ditambahnya cerita drama yang ditambah dengan komedi, semakin membuat para calon pengguna akan mudah di ingat iklan tersebut.

Teori motivasi yang digunakan adalah Teori dari Vroom (1964) tentang cognitive theory of motivation menjelaskan mengapa seseorang tidak akan melakukan sesuatu yang ia yakini ia tidak dapat melakukannya, sekalipun hasil dari pekerjaan itu sangat dapat ia inginkan. Menurut Vroom, tinggi rendahnya motivasi seseorang ditentukan oleh komponen, yaitu:

• Ekspektasi (harapan) keberhasilan pada suatu tugas

• Instrumentalis, yaitu penilaian tentang apa yang akan terjadi jika berhasil dalam melakukan suatu tugas (keberhasilan tugas untuk mendapatkan outcome tertentu).

Iklan OREO

[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=4mdQB9x6Lk4[/youtube]

Pada iklan OREO yang diperankan oleh Afika dan temannya merupakan iklan yang lucu dan unik. Dimana Afika merupakan anak berusia 6 tahun yang tiba-tiba diasaat Afika sedang menggambar, temannya datang dan berkata bahwa ada yang baru. Namun, teman Afika tersebut memakaikan topi dan jaket agar tidak kedinginan. Dengan tampang polos dan lugu, Afika pun menurutinya. Kemudian teman Afika memberi tahu bahwa yang baru itu adalah OREO ice cream dengan rasa jeruk. Kemudian teman Afika memandunya untuk bagaimana cara memakan OREO dan Afika pun mengikuti langkah-langkah temannya. Setelah menggigit OREO tersebut kemudian mereka berdua mengatakan “Bbrrrr” (dengan ekspresi seperti kedinginan).

Iklan tersebut menjadi sangat eksis dan dikenal hingga semua kalangan semua orang. Bahkan sampai-sampai, Afika yang berwajah imut dan lugu kini menjadi seorang artis cilik. Semua orang dari jejaring sosial mengatakan bahwa Afika adalah sosok anak kecil yang pintar dan lucu. Bak seorang artis yang sedang naik daun, Afika pun kini memiliki banyak penggemar dan sering mengisi acara-acara show diberbagai tempat maupun televisi swasta.

Dari penilaian tersebut, menurut saya nilai motivasi yang terkandung adalah pada saat Afika mau menuruti ajakan dari temannya tersebut. Dan juga ekspresi yang meyakinkan dari Afika dan temannya bahwa setelah memakan OREO akan kedinginan. Hal tersebut membuat para calon penggunanya akan selalu teringat dengan iklan tersebut. Apalagi dengan pelaku iklan tersebut adalah Afika, anak berusia 6 tahun dengan kelucuan dan keimutannya yang kini menjadi seorang anak yang terkenal. Jika para calon pelanggan menggunakan OREO pasti akan selalu teringat dengan Afika.

Teori motivasi yang mendukung yaitu Menurut Herzberg (1966), faktor motivator memotivasi seseorang untuk berusaha mencapai kepuasan, yang termasuk didalamnya adalah achievement, pengakuan, kemajuan tingkat kehidupan, dsb (faktor intrinsik).

Iklan Djarum 76 (Pingin Sugih, Pingin Ganteng)

[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=U27wIUNkeCk[/youtube]

Pada Iklan Djarum 76 (Versi Pingin Sugih, Pingin Ganteng) menceritakan seorang pria desa yang pada saat berjalan tidak sengaja terpeleset oleh benda, yang kemudian muncul jin. Kemudian Jin yang muncul tersebut mengatakan bahwa akan memberikan 2 permintaan pada pria desa itu. Pria desa itu tanpa ragu langsung menjawab menginkan Sugih (Kaya Raya). Dengan ceklikan tangan disamping pria desa itu langsung tersedia mobil dan uang berhamburan. Permintaan yang ke-2 pria desa itu mengatakan ingin Ganteng (Berwajah Tampan). Kemudian petir pun muncul dan turun hujan. Jin itu kemudian menatapi wajah pria itu tertawa bahak sambil mengatakan “Ngimpi”. Mungkin maksud Jin menatapi wajah pria itu adalah tidak mungkin wajah yang jelek diubah menjadi Tampan. Pada akhir iklan tersebut terdapat slogan “Yang Penting Happy”.

Motivasi yang terkandung dalam iklan tersebut adalah Pada akhir iklan tersebut terdapat slogan “Yang Penting Happy”. Menurut saya, maksud iklan tersebut, apapun yang dilakukan jika menggunakan Produk Djarum 76 yang penting happy. Itu merupakan motivasi yang menggambarkan kepercayaan diri seseorang.

Teori motivasi yang terkandung adalah Motivasi dapat berupa motivasi intrinsic dan ekstrinsic. Motivasi yang bersifat intinsik adalah manakala sifat pekerjaan itu sendiri yang membuat seorang termotivasi, orang tersebut mendapat kepuasan dengan melakukan pekerjaan tersebut bukan karena rangsangan lain seperti status ataupun uang atau bisa juga dikatakan seorang melakukan hobbynya. Sedangkan motivasi ekstrinsik adalah manakala elemen elemen diluar pekerjaan yang melekat di pekerjaan tersebut menjadi faktor utama yang membuat seorang termotivasi seperti status ataupun kompensasi.

Tugas Consumer Behavior_2 (Segmentation)

Kelas : BB

Mata kuliah : Perilaku konsumen

Oleh :Arta Kusuma

Dosen :Nanang Suryadi

  • 1.      Data BPS Jatim Penduduk Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin

Data_SP2010_menurut_kelompok_umur_Jatim

Hasil Sensus Penduduk 2010 yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur pada bulan Mei 2010 yang lalu menunjukkan bahwa jumlah penduduk Jatim tahun 2010 mencapai 37.576.011 jiwa.

Jumlah ini mencapai sekitar 15,78% dari total jumlah penduduk Indonesia 2010 yang mencapai 237,6 juta jiwa. Sementara laju pertumbuhan penduduk (LPP) Jatim 2010 mencapai 0,75%, naik dari tahun 2009 sebesar 0,52%.

Terdapat sedikit perubahan dalam trend LPP Jawa timur selama lima tahun terakhir. Jika mulai tahun 2005 hingga 2009 laju pertumbuhan penduduk Jatim mengalami penurunan, maka menunjukkan adanya peningkatan LPP di tahun 2010.

Data BPS menunjukkan, pada tahun 2005 jumlah penduduk Jatim mencapai 36.481.800 jiwa dengan LPP sebesar 0,97%. Pada tahun 2007 naik menjadi 36.895.571 jiwa dengan LPP turun menjadi 0,56%. Di tahun 2008 dan 2009, jumlahnya mencapai 37.094.836 dan 37.286246 dengan laju pertumbuhannya sebesar 0,54% dan 0,52%.

Di tahun 2010, LPP jatim naik menjadi 0,75% dengan jumlahnya yang mencapai 37.476.011 jiwa. Meski demikian, LPP kita masih dibawah 1% dan masih lebih rendah dari nasional yang mencapai 1,49%.

Sementara berdasarkan hasil Sensus Penduduk selama 1971 hingga 2010, LPP jatim mengalami penurunan, dari 1,63% di tahun 1971 menjadi 0,75% di tahun 2010. Sementara prosestase penduduk Jatim juga turun dari 21,43% menjadi 15,78 % terhadap total penduduk Indonesia.

Berdasarkan rasio jenis kelamin, pertambahan penduduk dengan jenis kelamin perempuan mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi, dari jumlah 17.572.726 jiwa di tahun 2000 menajdi 18.987.721 jiwa di tahun 2010. Sementara penduduk laki-laki dari 17.193.272 jiwa di 2000 menjadi 18.488.290 jiwa pada tahun 2010.

  1. 2.      Segmentasi dari Data PBS
  2. Segmentasi Geografi

Dari data BPS Jawa Timur, terdapat  beberapa kota dan kabupaten yang terdaftar dalam BPS, yaitu :

Kabupaten Pacitan, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Blitar Kota Blitar, Kabupaten Kediri dan Kota Kediri, Kabupaten Malang dan Kota Malang, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Jember, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Probolinggo dan Kota Probolinggo, Kabupaten Pasuruan dan Kota Pasuruan, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Jombang, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Madiun dan Kota Madiun, Kabupaten Magetan, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Tuban, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Gresik, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Sampang, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Sumenep, Kota Mojokerto, Kota Surabaya, Kota Batu.

  1. Segmentasi Demografi
  • Pada penggolongan umur, dibagi beberapa golongan yaitu :

0 – 4 thn, 5 – 9 thn, 10 – 14 thn, 15 – 19 thn, 20 – 24 thn, 25 – 29 thn, 30 – 34 thn, 35 – 39 thn, 40 – 44 thn, 45 – 49 thn, 50 – 54 thn, 55 – 59 thn, 60 – 64 thn, 65 – 69 thn, 70 – 74 thn, 75+ thn.

No

Kabupaten/Kota

Jumlah Penduduk

Jumlah/Total

Laki-laki/Male

Perempuan/Female

1

KABUPATEN PACITAN

264,112

276,769

540,881

2

KABUPATEN PONOROGO

427,592

427,689

855,281

3

KABUPATEN TRENGGALEK

335,153

339,258

674,411

4

KABUPATEN TULUNGAGUNG

482,811

507,347

990,158

5

KABUPATEN BLITAR

559,475

557,164

1,116,639

6

KABUPATEN KEDIRI

752,852

746,916

1,499,768

7

KABUPATEN MALANG

1,229,773

1,216,445

2,446,218

8

KABUPATEN LUMAJANG

491,521

514,937

1,006,458

9

KABUPATEN JEMBER

1,146,856

1,185,870

2,332,726

10

KABUPATEN BANYUWANGI

774,448

781,63

1,556,078

11

KABUPATEN BONDOWOSO

358,888

377,884

736,772

12

KABUPATEN SITUBONDO

315,912

331,707

647,619

13

KABUPATEN PROBOLINGGO

534,986

561,258

1,096,244

14

KABUPATEN PASURUAN

749,44

763,028

1,512,468

15

KABUPATEN SIDOARJO

975,681

965,816

1,941,497

16

KABUPATEN MOJOKERTO

512,334

513,109

1,025,443

17

KABUPATEN JOMBANG

598,28

604,127

1,202,407

18

KABUPATEN NGANJUK

505,687

511,343

1,017,030

19

KABUPATEN MADIUN

326,907

335,371

662,278

20

KABUPATEN MAGETAN

302,208

318,234

620,442

21

KABUPATEN NGAWI

398,567

419,198

817,765

22

KABUPATEN BOJONEGORO

598,365

611,608

1,209,973

23

KABUPATEN TUBAN

552,593

565,871

1,118,464

24

KABUPATEN LAMONGAN

572,838

606,221

1,179,059

25

KABUPATEN GRESIK

583,721

593,321

1,177,042

26

KABUPATEN BANGKALAN

433,206

473,555

906,761

27

KABUPATEN SAMPANG

427,896

449,876

877,772

28

KABUPATEN PAMEKASAN

386,951

408,967

795,918

29

KABUPATEN SUMENEP

495,896

546,416

1,042,312

30

KOTA KEDIRI

133,884

134,623

268,507

31

KOTA  BLITAR

65,441

66,527

131,968

32

KOTA MALANG

404,553

415,69

820,243

33

KOTA  PROBOLINGGO

106,915

110,147

217,062

34

KOTA  PASURUAN

92,37

93,892

186,262

35

KOTA  MOJOKERTO

59,127

61,069

120,196

36

KOTA  MADIUN

82,738

88,226

170,964

37

KOTA  SURABAYA

1,367,841

1,397,646

2,765,487

38

KOTA BATU

95,698

94,486

190,184

Jumlah/Total

18,503,516

18,973,241

37,476,757

 

Sumber: http://www.bps.go.id/aboutus.php?sp=0&kota=35

  1. 3.      Karateristik dari masing-masing segmentasi

Jumlah penduduk dengan jumlah tertinggi adalah di Kabupaten Malang dengan angka 1,229,773 Laki-laki dan 1,216,445 Perempuan. Kabupaten Jember dengan angka 1,146,856 Laki-laki dan 1,185,870 Perempuan.

Sedangkan penduduk dengan jumlah terendah adalah Kota Mojokerto dengan angka 59,127 Laki-laki dan 61,069 Perempuan.

Dalam data BPS Jatim 2010, terdapat 29 Kabupaten dan 9 Kota yang terdata didalamnya.

  1. 4.      Artikel/jurnal yang membahas tentang Segmentasi (ringkasan)

Menurut Kotler, Bowen dan Makens (2002, p.254) pasar terdiri dari pembeli dan pembeli berbeda-beda dalam berbagai hal yang bisa membeli dalam keinginan, sumber daya, lokasi, sikap membeli, dan kebiasaan membeli. Karena masing-masing memiliki kebutuhan dan keinginan yang unik, masing-masing pembeli merupakan pasar potensial tersendiri. Oleh sebab itu penjual idealnya mendisain program pemasarannya tersendiri bagi masing-masing pembeli. Segmentasi yang lengkap membutuhkan biaya yang tinggi, dan kebanyakan pelanggan tidak dapat membeli produk yang benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk itu, perusahaan mencari kelas-kelas pembeli yang lebih besar dengan kebutuhan produk atau tanggapan membeli yang berbeda-beda. Segmen pasar terdiri dari kelompok pelanggan yang memiliki seperangkat keinginan yang sama (Kotler, 2005, p.307.

Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Melakukan Segmentasi

Pengusaha yang melakukan segmentasi pasar akan berusaha mengelompokkan konsumen kedalam beberapa segmen yang secara relatif memiliki sifat-sifat homogen dan kemudian memperlakukan masing-masing segmen dengan cara atau pelayanan yang berbeda.
Seberapa jauh pengelompokkan itu harus dilakukan, nampaknya banyak faktor yang terlebih dahulu perlu dicermati. Faktor-faktor tersebut antara lain sebagai berikut:

  1. Variabel-Variabel Segmentasi

Sebagaimana diketahui bahwa konsumen memiliki berbagai dimensi yang dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan segmentasi pasar. Penggunaan dasar segmentasi yang tepat dan berdaya guna akan lebih dapat menjamin keberhasilan suatu rencana strategis pemasaran. Salah satu dimensi yang dipandang memiliki peranan utama dalam menentukan segmentasi pasar adalah variabel-variabel yang terkandung dalam segmentasi itu sendiri, dan oleh sebab ituperlu dipelajari.
Dalam hubungan ini Kotler (1995) mengklasifikasikan jenis-jenis variabel segmentasi sebagai berikut:

  1. Segmentasi Geografi

Segmentasi ini membagi pasar menjadi unit-unit geografi yang berbeda, seperti negara, propinsi, kabupaten, kota, wilayah, daerah atau kawasan. Jadi dengan segmentasi ini, pemasar memperoleh kepastian kemana atau dimana produk ini harus dipasarkan.

  1. Segmentasi Demografi

Segmentasi ini memberikan gambaran bagi pemasar kepada siapa produk ini harus ditawarkan. Jawaban atas pertanyaan kepada siapa dapat berkonotasi pada umur, jenis kelamin, jumlah anggota keluarga, siklus kehidupan keluarga seperti anak-anak, remaja, dewasa, kawin/ belum kawin, keluarga muda dengan satu anak, keluarga dengan dua anak, keluarga yang anak-anaknya sudah bekerja dan seterusnya. Dapat pula berkonotasi pada tingkat penghasilan, pendidikan, jenis pekerjaan, pengalaman, agama dan keturunan. Misalnya: Jawa, Madura, Bali, Manado, Cina dan sebagainya.

  1. Segmentasi Psikografi

Pada segmentasi ini pembeli dibagi menjadi kelompok-kelompok berdasarkan:

  • Status sosial, misalnya: pemimpin masyarakat, pendidik, golongan elite, golongan menengah, golongan rendah.
  • Gaya hidup misalnya: modern, tradisional, kuno, boros, hemat, mewah dan sebagainya.
  • Kepribadian, misalnya: penggemar, pecandu atau pemerhati suatu produk.
  1. Segmentasi Tingkah Laku

Segmentasi tingkah laku mengelompokkan pembeli berdasarkan pada pengetahuan, sikap, penggunaan atau reaksi mereka terhadap suatu produk. Banyak pemasar yakin bahwa variabel tingkah laku merupakan awal paling baik untuk membentuk segmen pasar.

  1. 5.      Contoh Iklan (Tujuan segmen, analisis Positioning)

[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=LZC_4XmFR88[/youtube]

AXISGSM – AXIS Exis

Menurut pendapat saya iklan tersebut sangatlah unik. Iklan ini menggambarkan seorang mahasiswa dan seorang mahasiswi yang gemar update status facebook. Wanita itu, selalu update status. Sementara lelaki, selalu membaca status wanita itu. Isi-isi dari status sang wanita yaitu adalah berupa menginginkan pacar seperti yang dia inginkan. Dengan membaca status wanita itu, lelaki itu selalu menuruti apa yang diingikan sang wanita. Namun, sang wanita tidak sadar akan tingkah laku lelaki itu. Kemudian, wanita itu bertanya kepada laki-laki itu, mengapa selalu bertingkah laku aneh. Lelaki itu kemudian menjawab dia ingin menjadi orang yang disukai oleh wanita itu, makanya dia mengikuti semua status facebook wanita itu.

Iklan tersebut ditujukan kepada para konsumen yang gemar online facebook. Dengan memberikan tarif hemat Rp 9.900 / minggu dan slogan “Online terus , mudah (langsung aktif). Segmen yang ditarik adalah hanya konsumen yang gemar Facebook. Sedangkan dalam iklan tersebut tidak dijelaskan tarif-tarif lainnya. Berarti yang diutamakan adalah online facebook dengan AXIS. Jadi program AXIS ini hanya ditujukan kepada konsumen yang gemar online facebook melalu telepon genggam.

Menurut saya, dari segi positioning iklan AXIS ini, sudah tepat. Karena bagi saya iklan ini unik dan lucu. Sehingga mudah di pahami dan di ingat oleh para calon penggunanya. Sebelumnya, AXIS selalu memberikan cara-cara promosi yang unik dan lucu. AXIS juga memberikan penawaran-penawaran yang menjanjikan. Salah satunya yang ada pada iklan ini. Dengan memberikan tarif hemat Rp 9.900 / minggu dan slogan “Online terus , mudah (langsung aktif). Slogan tersebut merupakan benruk penawaran kepada calon pembeli dengan iming-iming tarif murah, AXIS berusaha memberikan yang terbaik dan mudah terjangkau oleh calon pembeli. Tidak hanya itu, pada iklan-iklan AXIS yang lainnya juga memberikan pesan moral yang ada dalam iklan-iklan promosinya.

 

 

Tugas Consumer Behavior_1 (Consumer Behavior)

CONSUMER BEHAVIOR

Mata kuliah : Perilaku konsumen

Kelas : BB

Oleh :Arta Kusuma

Dosen :Nanang Suryadi

1. Evolusi Pemikiran Pemasaran
Konsep Marketing :
• Marketing
• Celling
• Product
• Production
2. Marketing Mix
1) Menurut Kotler (1997:92), Marketing mix is the set of marketing tools that the firm uses to pursue its marketing objectives in the target market. yang kurang lebih memiliki arti bahwa bauran pemasaran adalah sejumlah alat-alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk menyakinkan obyek pemasaran atau target pasar yang dituju.
2) Menurut Stanton (1978) Bauran pemasaran (marketing mix) adalah kombinasi dari 4 variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan yaitu produk, harga, kegiafan promosi dan sistem distribusi.
3) Ada banyak alat pemasaran, McCarthy mempopulerkan pembagian kiat pemasaran ke dalam 4 (empat) faktor yang disebut the four Ps: product, price, place, and promotion” (cited in Kotler, 1992:92).
4) Keempat bauran pemasaran tersebut secara singkat dijelaskan sebagai berikut:
a) Product (produk) adalah segala sesuatu yang ditawarkan kepada masyarakat untuk dilihat, dipegang, dibeli atau dikonsumsi. Produk dapat terdiri dari product variety, quality, design, feature, brand name, packaging, sizes, services, warranties, and returns.
b) Price (harga), yaitu sejumlah uang yang konsumen bayar untuk membeli produk atau mengganti hal milik produk. Harga meliputi last price, discount, allowance, payment period, credit terms, and retail price.
c) Place (tempat), yaitu berbagai kegiatan perusahaan untuk membuat produk yang dihasilkan/dijual terjangkau dan tersedia bagi pasar sasaran. Tempat meliputi antara lain channels, coverage, assortments, locations, inventory, and transport.
d) Promotion (promosi), yaitu berbagai kegiatan perusahaan untuk mengkomunikasikan dan memperkenalkan produk pada pasar sasaran. Variabel promosi meliputi antara lain sales promotion, advertising, sales force, public relation, and direct marketing.
Variabel promosi atau yang lazim disebut bauran komunikasi pemasaran (Koter, 1997:604):
• Advertising, yaitu semua bentuk presentasi nonpersonal dan promosi ide, barang, atau jasa oleh sponsor yang ditunjuk dengan mendapat bayaran.
• Sales promotion, yaitu insentif jangka pendek untuk mendorong keinginan mencoba atau pembelian produk dan jasa.
• Public relations and publicity, yaitu berbagai program yang dirancang untuk mempromosikan dan/atau melindungi citra perusahaan atau produk individual yang dihasilkan.
• Personal selling, yaitu interaksi langsung antara satu atau lebih calon pembeli dengan tujuan melakukan penjualan.
• Direct marketing, yaitu melakukan komunikasi pemasaran secara langsung untuk mendapatkan respon dari pelanggan dan calon tertentu, yang dapat dilakukan dengan menggunakan surat, telepon, dan alat penghubung nonpersonal lain.

3. STP
a. Segmentasi Pasar
Menurut Rhenald Kasali adalah:
“Segmentasi pasar adalah proses mengkotak-kotakkan pasar yang heterogen ke dalam potensial customer yang memiliki kesamaan kebutuhan dan atau kesamaan karakter yang memiliki respon yang sama dalam membelanjakan uangnya”
b. Targeting
Merupakan ukuran dan pertumbuhan segmen, daya tarik segmen, serta sasaran dan sumber daya yang dimiliki perusahaan.
c. Positioning
Adalah tempat produk yang berbeda, jelas dan memiliki nilai lebih secara relatif dibanding produk pesaing di benak konsumen. Dapat juga dikatakan sebagai cara bagaimana konsumen mendefinisikan produk pada atribut-atribut yang penting apabila diperbandingkan secara relatif dengan produk pesaing. Penentuan posisi produk adalah proses untuk menciptakan posisi produk.

 S (Market Segmentation)
1. Mengidentifikasi variabel-variabel segmentasi (demografi, behavior, dll)
2. Mengembangkan profil dari segmen yang dihasilkan.
 T (Market Targeting)
1. Mengevaluasi daya tarik dari masing-masing segmen.
2. Memilih segmen sasaran
 P (Product Positioning)
1. Mengidentifikasi konsep positioning yang tepat untuk masing-masing segmen.
2. Memilih, mengembangkan & mengkomunikasikan konsep positioning yang dipilih.

4. Konsep Kepuasan, kesetiaan konsumen
Kepuasan dapat diartikan sebagai antara layanan atau hasil yang diterima itu paling tidak harus sama dengan harapan konsumen atau bahkan melebihinya. Dalam era kompetisi bisnis yang ketat seperti sekarang, kepuasan pelanggan merupakan hal yang utama, pelanggan diibaratkan seorang raja yang harus dilayani namun hal ini bukan berarti menyerahkan segala-galanya kepada pelanggan. Usaha memuaskan kebutuhan pelanggan harus dilakukan secara menguntungkan atau bersifat win-win situation yaitu keadaan dimana kedua belah pihak merasa menang dan tidak ada yang dirugikan.
Nilai pelanggan, kepuasan pelanggan dan retensi pelanggan.
1. Nilai Pelanggan (customer delivered value) adalah selisih antara pelanggan total dengan biaya pelanggan total.
2. Kepuasan pelanggan, perasaan senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah membandingkan antara persepsi/kesannya terhadap kinerja (atau hasil) suatu produk dan harapannya
3. Retensi pelanggan, tujuan menyeluruh dari nilai pelanggan tersedia secara berkelanjutan dan lebih efektif dari pada pesaing akan memberikan kepuasan pelanggan yang tinggi.
Menurut Kotler (2003 : 140) Hubungan antara kepuasan dan loyalitas adalah saat dimana konsumen mencapai tingkat kepuasan tertinggi yang menimbulkan ikatan emosi yang kuatdan komitmen jangka panjang dengan merek perusahaan.
Dalam mengukur kesetiaan, diperlukan beberapa attribut yaitu :
1. Mengatakan hal yang positif tentang perusahaan kepada orang lain
2. Merekomendasikan perusahaan kepada orang lain yang meminta saran
3. Mempertimbangkan bahwa perusahaan merupakan pilihan pertama dalam melakukan pembelian jasa
4. Melakukan lebih banyak bisnis atau pembelian dengan perusahaan beberapa tahun mendatang.

5. Etika dan Tanggung Jawab Sosial
Etika pemasaran berkaitan dengan keputusan pemasaran yang menyangkut etika. Etika adalah sesuatu yang bersifat tidak tetap, benar salah sebuah keputusan tergantung dari pola pandang dipakai.
6. Pengaruh teknologi informasi terhadap konsumen
• Konsumer menjadi lebih kuat
• Konsumer mempunyai akses informasi yang lebih dari pada sebelumnya.
• Pemasar harus menawarkan produk/jasa lebih baik dari sebelumnya.
• Pertukaran antara konsumen dan pemasar meningkat secara interaktif dan instan.
• Pemasar dapat memperoleh informasi tentang konsumer dengan lebih cepat dan mudah.
• Dapat menjangkau wilayah yang sangat luas
7. Perbedaan penelitian kuantitatif dan kualiatif
• Penelitian Kualitatif
Merupakan penelitian yang menggunakan data yang berbentuk kalimat, kata atau gambar atau data yang bukan dalam bentuk skala rasio, tetapi dalam bentuk skala yang lebih rendah yaitu : skala ordinal dan atau skala nominal.
• Penelitian Kuantitatif
Adalah penelitian yang lebih berdasarkan pada data yang dapat dihitung untuk menghasilkan suatu penaksiran. Isi rencana analisis data selalu didasarkan pada rencana penelitian yang telah dirumuskan dan data yang sudah siap diolah.
8. Skala pengukuran
• Skala rasio, yaitu data yang jaraknya sama, dan mempunyai nilai nol absolut. Skala rasio mencerminkan jumlah-jumlah yang sebenarnya dari suatu variabel.
• Skala ordinal, yaitu skala yang bertujuan untuk membedakan antara kategori-kategori dalam satu variabel dengan asumsi ada urutan atau tingkatan skala. Angka-angka ordinal lebih menunjukkan urutan peringkat, tidak menunjukkan kuantitas absolut, tidak memberikan petunjuk bahwa interval-interval antara setiap dua angka itu sama.
• Skala interval, yaitu skala suatu variabel yang selain dibedakan, dan mempunyai tingkatan, juga diasumsikan mempunyai jarak yang pasti antara satu kategori dengan kategori lainnya dalam satu variabel.

Sumber Buku :
Philip Kotler dan Kevin Lane Keller, Manajemen Pemasaran, 2007
Nugroho J. Setiadi, SE, MM. Perilaku Konsumen, 2003

CONSUMER BEHAVIOR

Tugas: Consumer Behavior, Arta Kusuma, Kelas: BB, Dosen: Nanang Suryadi

 

CONSUMER BEHAVIOR

 

  1. Evolusi Pemikiran Pemasaran

Konsep Marketing :

  • Marketing
  • Celling
  • Product
  • Production
  1. Marketing Mix

1)      Menurut Kotler (1997:92), Marketing mix is the set of marketing tools that the firm uses to pursue its marketing objectives in the target market. yang kurang lebih memiliki arti bahwa bauran pemasaran adalah sejumlah alat-alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk menyakinkan obyek pemasaran atau target pasar yang dituju.

2)      Menurut Stanton (1978) Bauran pemasaran (marketing mix) adalah kombinasi dari 4 variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan yaitu produk, harga, kegiafan promosi dan sistem distribusi.

3)      Ada banyak alat pemasaran, McCarthy mempopulerkan pembagian kiat pemasaran ke dalam 4 (empat) faktor yang disebut the four Ps: product, price, place, and promotion” (cited in Kotler, 1992:92).

4)      Keempat bauran pemasaran tersebut secara singkat dijelaskan sebagai berikut:

a)      Product (produk) adalah segala sesuatu yang ditawarkan kepada masyarakat untuk dilihat, dipegang, dibeli atau dikonsumsi. Produk dapat terdiri dari product variety, quality, design, feature, brand name, packaging, sizes, services, warranties, and returns.

b)      Price (harga), yaitu sejumlah uang yang konsumen bayar untuk membeli produk atau mengganti hal milik produk. Harga meliputi last price, discount, allowance, payment period, credit terms, and retail price.

c)      Place (tempat), yaitu berbagai kegiatan perusahaan untuk membuat produk yang dihasilkan/dijual terjangkau dan tersedia bagi pasar sasaran. Tempat meliputi antara lain channels, coverage, assortments, locations, inventory, and transport.

d)     Promotion (promosi), yaitu berbagai kegiatan perusahaan untuk mengkomunikasikan dan memperkenalkan produk pada pasar sasaran. Variabel promosi meliputi antara lain sales promotion, advertising, sales force, public relation, and direct marketing.

Variabel promosi atau yang lazim disebut bauran komunikasi pemasaran (Koter, 1997:604):

  • Advertising, yaitu semua bentuk presentasi nonpersonal dan promosi ide, barang, atau jasa oleh sponsor yang ditunjuk dengan mendapat bayaran.
  • Sales promotion, yaitu insentif jangka pendek untuk mendorong keinginan mencoba atau pembelian produk dan jasa.
  • Public relations and publicity, yaitu berbagai program yang dirancang untuk mempromosikan dan/atau melindungi citra perusahaan atau produk individual yang dihasilkan.
  • Personal selling, yaitu interaksi langsung antara satu atau lebih calon pembeli dengan tujuan melakukan penjualan.
  • Direct marketing, yaitu melakukan komunikasi pemasaran secara langsung untuk mendapatkan respon dari pelanggan dan calon tertentu, yang dapat dilakukan dengan menggunakan surat, telepon, dan alat penghubung nonpersonal lain.

 

  1. STP
    1. Segmentasi Pasar

Menurut Rhenald Kasali adalah:

“Segmentasi pasar adalah proses mengkotak-kotakkan pasar yang heterogen ke dalam potensial customer yang memiliki kesamaan kebutuhan dan atau kesamaan karakter yang memiliki respon yang sama dalam membelanjakan uangnya”

  1. Targeting

Merupakan ukuran dan pertumbuhan segmen, daya tarik segmen, serta sasaran dan sumber daya yang dimiliki perusahaan.

  1. Positioning

Adalah tempat produk yang berbeda, jelas dan memiliki nilai lebih secara relatif dibanding produk pesaing di benak konsumen. Dapat juga dikatakan sebagai cara bagaimana konsumen mendefinisikan produk pada atribut-atribut yang penting apabila diperbandingkan secara relatif dengan produk pesaing. Penentuan posisi produk adalah proses untuk menciptakan posisi produk.

 

  • S (Market Segmentation)
  1. Mengidentifikasi variabel-variabel segmentasi (demografi, behavior, dll)
  2. Mengembangkan profil dari segmen yang dihasilkan.
  • T (Market Targeting)
  1. Mengevaluasi daya tarik dari masing-masing segmen.
  2. Memilih segmen sasaran
  • P (Product Positioning)
  1. Mengidentifikasi konsep positioning yang tepat untuk masing-masing segmen.
  2. Memilih, mengembangkan & mengkomunikasikan konsep positioning yang dipilih.

 

  1. Konsep Kepuasan, kesetiaan konsumen

Kepuasan dapat diartikan sebagai antara layanan atau hasil yang diterima itu paling tidak harus sama dengan harapan konsumen atau bahkan melebihinya.  Dalam era kompetisi bisnis yang ketat seperti sekarang, kepuasan pelanggan merupakan hal yang utama, pelanggan diibaratkan seorang raja yang harus dilayani namun hal ini bukan berarti menyerahkan segala-galanya kepada pelanggan.  Usaha memuaskan kebutuhan pelanggan harus dilakukan secara menguntungkan atau bersifat win-win situation yaitu keadaan dimana kedua belah pihak merasa menang dan tidak ada yang dirugikan.

Nilai pelanggan, kepuasan pelanggan dan retensi pelanggan.

  1. Nilai Pelanggan (customer delivered value) adalah selisih antara pelanggan total dengan biaya pelanggan total.
  2. Kepuasan pelanggan, perasaan senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah membandingkan antara persepsi/kesannya terhadap kinerja (atau hasil) suatu produk dan harapannya
  3. Retensi pelanggan, tujuan menyeluruh dari nilai pelanggan tersedia secara berkelanjutan dan lebih efektif dari pada pesaing akan memberikan kepuasan pelanggan yang tinggi.

Menurut Kotler (2003 : 140) Hubungan antara kepuasan dan loyalitas adalah saat dimana konsumen mencapai tingkat kepuasan tertinggi yang menimbulkan ikatan emosi yang kuatdan komitmen jangka panjang dengan merek perusahaan.

Dalam mengukur kesetiaan, diperlukan beberapa attribut yaitu :

  1. Mengatakan hal yang positif tentang perusahaan kepada orang lain
  2. Merekomendasikan perusahaan kepada orang lain yang meminta saran
  3. Mempertimbangkan bahwa perusahaan merupakan pilihan pertama dalam melakukan pembelian jasa
  4. Melakukan lebih banyak bisnis atau pembelian dengan perusahaan beberapa tahun mendatang.

 

  1. Etika dan Tanggung Jawab Sosial

Etika pemasaran berkaitan dengan keputusan pemasaran yang menyangkut etika. Etika adalah sesuatu yang bersifat tidak tetap, benar salah sebuah keputusan tergantung dari pola pandang dipakai.

  1. Pengaruh teknologi informasi terhadap konsumen
  • Konsumer menjadi lebih kuat
  • Konsumer mempunyai akses informasi yang lebih dari pada sebelumnya.
  • Pemasar harus menawarkan produk/jasa lebih baik dari sebelumnya.
  • Pertukaran antara konsumen dan pemasar meningkat secara interaktif dan instan.
  • Pemasar dapat memperoleh informasi tentang konsumer dengan lebih cepat dan mudah.
  • Dapat menjangkau wilayah yang sangat luas
  1. Perbedaan penelitian kuantitatif dan kualiatif
  • Penelitian Kualitatif

Merupakan penelitian yang menggunakan data yang berbentuk kalimat, kata atau gambar atau data yang bukan dalam bentuk skala rasio, tetapi dalam bentuk skala yang lebih rendah yaitu : skala ordinal dan atau skala nominal.

  • Penelitian Kuantitatif

Adalah penelitian yang lebih berdasarkan pada data yang dapat dihitung untuk menghasilkan suatu penaksiran. Isi rencana analisis data selalu didasarkan pada rencana penelitian yang telah dirumuskan dan data yang sudah siap diolah.

  1. Skala pengukuran
  • Skala rasio, yaitu data yang jaraknya sama, dan mempunyai nilai nol absolut. Skala rasio mencerminkan jumlah-jumlah yang sebenarnya dari suatu variabel.
  • Skala ordinal, yaitu skala yang bertujuan untuk membedakan antara kategori-kategori dalam satu variabel dengan asumsi ada urutan atau tingkatan skala. Angka-angka ordinal lebih menunjukkan urutan peringkat, tidak menunjukkan kuantitas absolut, tidak memberikan petunjuk bahwa interval-interval antara setiap dua angka itu sama.
  • Skala interval, yaitu skala suatu variabel yang selain dibedakan, dan mempunyai tingkatan, juga diasumsikan mempunyai jarak yang pasti antara satu kategori dengan kategori lainnya dalam satu variabel.

 

Sumber Buku :

Philip Kotler dan Kevin Lane Keller, Manajemen Pemasaran, 2007

Nugroho J. Setiadi, SE, MM. Perilaku Konsumen, 2003

Consumer Behavior_BB_Arta Kusuma

Return top