Blog Mahasiswa Arsitek Universitas Brawijaya

Jurnal dan artikel seputar dunia arsitektur

Cara Seorang Arsitek Dalam Menciptakan Arsitektur Rumah yang Nyaman

Arsitek dalam mendesain

Pertanyaan bagaimana cara mendapatkan rumah yang nyaman sering kali ditanyakan oleh pemilik rumah kepada arsitek. Sebagai mahasiswa arsitektur Universitas Brawijaya, kita wajib tahu mengapa pertanyaan ini sering terlontar oleh pemilik rumah yang akan membangun rumah mereka. Kita harus tahu bahwa kenyamanan adalah salah satu faktor krusial yang kita akan terapkan pada rumah yang akan kita desain. Berbagai ragam referensi gaya arsitektur yang ada seperti gaya minimalis, klasik, hingga yang kontemporer, semuanya memiliki satu kesamaan agar bisa memiliki tampilan rumahnya nyaman.

Kalau kita pelajari, sebenarnya apa sih yang menyebabkan sebuah rumah bisa tampil nyaman ketika dihuni? Berikut ini beberapa faktor bagaimana cara kita sebagai arsitek dalam menciptakan hunian yang nyaman:

1. Atmosfir Rumah Yang Hangat

Hal pertama yang harus kita ketahui untuk dapat menciptakan rumah agar terasa nyaman adalah dengan menciptakan perasaan yang hangat di dalam rumah itu sendiri. Kita harus sadar bahwa rumah merupakan tempat seluruh anggota keluarga berkumpul. Oleh karena itu suasana atmosfir rumah harus bisa memberikan kehangatan. Bagaimana caranya? yakni dengan menggunakan warna-warna interior yang mendukung kesan hangat tersebut seperti putih merona merah, beige, dan putih polos, putih kecoklatan. Dan warna motif kayu bisa diterapkan sebagai salah satu material yang dapat memunculkan kesan hangat di dalam rumah.

2. Pencahayaan Yang Cukup

Pentingnya sinar matahari alami yang masuk ke dalam rumah harus kita perhatikan saat mendesain sebuah rumah. tidak hanya bagik untuk kesehatan tubuh, sinar matahari juga berguna untuk memberikan perasaan yang nyaman pada penghuni rumah. Bagaimanapun sinar matahari yang merupakan sumber alami yang diberikan Alloh Subhanahuwata’ala tak bisa tergantikan oleh hangatnya cahaya lampu. Dengan masuknya cahaya matahari yang cukup ke dalam rumah, kita dapat merasakan perbedaan yang signifikan dalam hal kenyamanan yang tercipta.

3. Sirkulasi Ruang Yang Rapi

Furniture rumah yang penataannya tidak rapi dengan banyak perabotan yang cenderung berantakan akan membuat perasaan penghuninya tertekan dan stress. Coba kalian buat ruangan yang lepas dan lapang tanpa banyak perabotan dan aksesoris yang berlebihan maka ruangan di dalam rumah akan terkesan lebih nyaman.

4. Tinggi Plafon Yang Cukup

Rumah yang memiliki tinggi plafon kurang dari 3 meter bagaimanapun kurang baik dan akan menimbulkan kesan psikis yang sempit bagi penghuni rumah. Pertimbangkan lah untuk menciptakan ketinggian plafon yang cukp untuk memberikan nuansa yang lebih luas pada ruang dalam rumah yang sedang kita desain.

Oke demikian sekilas informasi yang berguna bagi kalian yang akan memasuki dunia arsitektur sebagai seorang arsitek suatu saat nanti. Kredit kepada arsitek dari Konsultan Arsitek Online yang telah bersedia kami wawancarai walaupun sebatas via WA sehingga artikel ini bisa terwujud. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi mahasiswa Arsitektur Universitas Brawijaya khususnya dan selamat berkarya.

 

Both comments and pings are currently closed.