TOP

PERTANIAN BANGSAKU MAJU DENGAN BANK SYARIAH

Tema: Bank Syariah Idaman Saya
Assalamualaikum pembaca setia IB Blog Kompasiana

Hari ini saya ingin berbagi mimpi saya tentang bank syariah yang memiliki peran penting dalam memajukan sektor pertanian.
Dari hasil pengamatan, hasil diskusi dengan teman-teman dan kajian literatur yang saya lakukan akhir-akhir ini saya menilai bahwa peran bank syariah dalam memajukan sektor pertanian masih sangatlah kurang.
Ini dibuktikan dengan sedikitnya pembiayaan modal kerja oleh bank syariah bagi para petani, bahkan teman saya pernah bercerita pada saya bahwa saat dia akan meminjam uang untuk modal usaha pertaniannya ke beberapa BMT dan Perbankan Syariah di Malang maka dengan jelas karyawan lembaga keuangan tersebut masih belum bisa menerima pengajuan pembiayaan modal kerja untuk sektor pertanian dan peternakan.

Sebagai negara yang mayoritas penduduknya adalah petani, pertanian merupakan ujung tombak ekonomi bangsa, selain itu sektor pertanian adalah sumber pangan dan gizi yang utama di Indonesia. Sektor pertanian begitu penting bagi bangsa Indonesia namum hingga kini ini masih mendapatkan banyak kendala, terutama masalah permodalan.

Sering kali kita bertanya lahan pertanian di Indonesia sunguh luas, SDM juga begitu banyak, namun mengapa koq sulit maju? Bahkan kita masih terus mengimpor banyak komoditas pertanian dari luar negeri?

Mari kita analisa.
Para petani dalam menjalankan kegiatan pertaniannya tentu membutuhkan benih, pupuk dan insektisida. Petani juga perlu membeli alat dan mesin pertanian seperti cangkul, bajak, traktor, pompa air. Untuk mengembangkan usaha nya maka petani juga perlu melakukan diversivikasi jenis komoditas pertanian dan ternak yang bernilai tinggi. Petani juga perlu melakukan pengolahan pasca panen agar produk pertanianya memiliki nilai tambah. Petani pun perlu juga melakukan diversifikasi usaha lainnya selain berhububungan dengan pertanian.
Dari kebutuhan-kebutuhan petani tersebut bukankah petani memerlukan modal?
Jika Bank syariah tidak memberikan kemudahan fasilitas kredit kepada petani, bagaimana petani tersebut bisa maju?

Di saat di Indonesia masih belum ada lembaga keungan yang khusus menangani pembiayaan pertanian, dan anggaran pemerintah pun terbatas untuk sektor pertanian ini, harusnya ada bank syariah yang fokus dalam menjadikan sektor pertanian menjadi prioritas layanannya

Potensi dan peluang dari bank pertanian syariah ini begitu besar, kita lihat saja jumlah masyarakat yang bergerak disektor pertanian begitu besar. Ini tentu menjadi peluang pengumpulan dana produk tabungan maupun produk pembiayaan pertanian. Salain itu sektor pertanian juga memiliki banyak kegiatan usaha, mulai dari pengadaan pra tanam, budidaya, panen, pasca panen, pengolahan, hingga pemasaran hasilnya. Tentunya kegiatan-kegiatan usaha ini memerlukan modal yang tidak sedikit.

Dibalik peluang dan potensi dari bank pertanian syariah tentunya ada tantangan dan hambatan dalam menggarap sektor pertanian ini. Bank pertanian syariah perlu bisa memberikan perbedaan perlakuan kepada sektor pertanian dibandingkan sektor yang lain, hal ini karena sebagian besar petani masih belum bankabel, usaha pertanian pun memiliki resiko yang tinggi dibandingkan produk industri lainnya, produk pertanian juga memiliki resiko cepat busuk, dan beberapa komoditas pertanian juga memerlukan waktu dalam pengembalian kredit yang cukup lama sehingga butuh variasi dalam pelunasan dalam pelunasan kredit sesuai dengan komoditas pertaniannya.

Dalam mengatasi hambatan dan tantangan tersebut bank pertanian syariah bisa menjalin kerjasama dengan berbagai stakeholder, misalnya agar petani yang belum bankabel bisa mendapatkan pembiayaan maka bisa diupayakan adanya program penjaminan pembiyaan oleh pemerintah, baik oleh kementerian pertanian maupun pemerintah daerah sehingga petani bisa tetap mendapatkan kredit tanpa harus menggunakan agunan. Sedangkan dalam mengatasi permasalahn resiko tinggi pada produk pertanian akibat pemasaran produknya maka bank syariah dapat bekerja sama dengan Bulog. Bank syariah melalui Bulog bisa menggunkan akad Salam kepada petani (pembelian barang yang diserahkan kemudian hari, sedangkan pembayaran dilakukan di muka). Dengan adanya kerjasama ini maka petani pun akad mendapat kepastian hasil taninya akad terjual dan pasokan kebutuhan pertanian dapat dikontrol oleh Bulog sehingga stabilitas harga komoditas pertanian dapat dijaga.

Dalam meningkatkan perannya sebagai bank syariah tentunya banyak konstribusi-konstribusi yang lain yang dapat diberikan dalam membangun sektor pertanian. Hendaknya bank syariah dapat mengalokasikan dana khusus untuk mendorong inovasi para petani dalam penerapan penggunaan teknologi tepat guna, maupun diversivikasi penggunaan bibit uggul untuk komoditas bernilai tinggi. Program ini dapat bekerja sama dengan perguruan tinggi dalam proses transfer teknologi dan pengetahuan. Sehingga dengan adanya program tersebut para sarjana pertanian dan hasil reseachnya dapat dapat terberdayakan dan memberi manfaat kepada petani dalam rangka menjadikan sektor pertanian di Indonesia lebih maju.

Semoga artikel ini bermanfaat dan segera terwujudnya Bank Pertanian Syariah di Negeri ini agar pertanian Indonesia bisa berjasa. Amin..

Read More